BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Saran pertama bagi bidang perekonomian masyarakat Dusun Sumberejo dengan adanya kerjasama ekspor salak ke Negeri Cina ditingkatkan. Pemerintah Desa dan kelompok tani yang ada mengupayakan secara maksimal rencana kerjasama dengan Negara Eropa agar dapat terlaksana, sehingga dapat meningkatkan perdapatan masayarakat. Kegiatan sosial yang ada di masyarakat seperti pengajian, gotong royong, selasa bersih, sholawatan, dan arisan dipertahankan agar kehidupan sosial dimasyarakat semakin erat dan harmonis.
Saran kedua yaitu untuk pihak pemerintahan Desa sebaiknya menyelenggarakan pelatihan untuk masyarakat terkait pengelolaan hasil produksi salak.
88
DAFTAR PUSTAKA
Asmidir Ilyas. (2003). Peranan Keluarga Dalam Menghadapi Perubahan Sosial. Diunduh darihttps://www.academia.edu/7176903/PERANAN_KELUARGA_DALAM_MEN GHADAPI_PERUBAHAN_SOSIAL pada tanggal 17 Juni 2015 jam 8.33 WIB Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK).
(2015). Informasi Umum Merapi. Di unduh dari
www.merapi.bgl.esdm.go.id/informasi_merapi.php?page=informasi-merapi&subpage=sekilas-merapi, pada tanggal 9 Mei 2015 jam 15.32 WIB Baharuddin & Esa Nur W. (2007). Teori Belajar & Pembelajaran. Jogjakarta:
Ar-Ruzz Media
Buku Laporan Profil Desa dan Kelurahan Lampiran V Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007 tentang Pedoman dan Pendayagunaan data profil Desa dan Kelurahan
Dany Haryanto & Edwi Nugrohadi. (2011). Pengantar Sosiologi Dasar. Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Upacara Tradisional Mohon Hujan Desa Kepuhharja Cangkringan Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (Yogyakarta : Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional DIY, 1987)
Friska Berliana Pakpahan. (2013). Fungsi Komunikasi Antar Budaya Dalam Prosesi Pernikahan Adat Batak Di Kota Samarinda(Studi Kasus Empat Pasangan Berbeda Etnis Antara Etnis Batak Dengan Etnis Jawa, Toraja, Dan Dayak). Diunduh dari http://ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id/site/wp-content/uploads/2013/08/jurnal%20jadi%20%2808-26-13-03-35-36%29.pdf pada 30 Juli 2015
Hastuti & Dyah Respati. (2013). Model Pemberdayaan Perempuan Miskin Berbasis Pemanfaatan Sumberdaya Perdesaan Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Perdesaan (Studi di Lereng Merapi Daerah Istimewa
Yogjakarta. Diunduh dari eprints.uny.ac.id/.
../1/laporan%20akhir%20desa%20w... pada 30 Juli 2015
Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2015). Museum Gunungapi
Merapi (3): Sumber Daya dan Bahaya Merapi. Di unduh dari
http://www.esdm.go.id/berita/56-artikel/2885-museum-gunungapi-merapi-3-sumber-daya-dan-bahaya-merapi.html. pada tanggal 9 Mei 2015 jam 15.36 WIB
89
Kusumadinata. et.al. (1979). Data Dasar Gunung Api Indonesia: Catalogue of References On Indonesian Volcanoes With Eruption In Historical Time. Departemen Pertambangan Dan Energi Direktorat Jendral Pertambahangan Umum Direktorat Vulkanologi. Bandung
Lexy J., Moleong. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
M. Ngalim Purwanto,. (1999). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Marzali, A. (2010). Konsep Peasant dan Kajian Masyarakat Pedesaan Di Indonesia. Diunduh dari http://sofyansjaf.staff.ipb.ac.id/2010/06/13/batasan-definisi-petani-peasent/ pada tanggal 17 Juni 2015 jam 8.04 WIB
Mayo. M. 1998. Community Development Diakses dari
https://kertyawitaradya.wordpress.com/2010/01/26/tinjauan-teoritis-community-development/, pada tanggal 28 Januari 2015 jam 12.39 WIB Moch. Fatkhan. (2006). Kearifan Lingkungan Masyarakat Lereng Gunung
Merapi. Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama. Diunduh dari http://digilib.uin-suka.ac.id... pada 9 Februari 2015
Ngalim Purwanto. (2007). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Nurwidiana. (2013). Modul Perkuliahan Sosiologi Interaksi dan Tatanan Sosial. Diunduh dari http://modul.mercubuana.ac.id/modul/Fakultas%20 Psikologi/Psikologi/Nurwidiana%20-%20Sosiologi% 20%5B61004%5D /Modul%20Sosiologi%20%5BTM6%5D.docx. pada 17 Juni 2105
Ratna Wilis D. (2006). Teori-teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga Saiful Arif. (2011). Budaya Belajar Siswa Pada Sekolah Unggul Di Sma Negeri 1
Pamekasa.Diunduh dari
http://ejournal.stainpamekasan.ac.id/index.php/nuansa /article/view/12, pada tanggal 9 Mei jam 15.40 WIB
Slameto. (1955). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Gramedia.
Sugihartono. et.al (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta
90
Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI. (2009). Ilmu dan Aplikasi
91
92
LAMPIRAN 1.
100
LAMPIRAN 2.
PEDOMAN OBSERVASI, WAWANCARA
DAN DOKUMENTASI
101
PEDOMAN KAJIAN OBSERVASI BUDAYA BELAJAR PADA MASYARAKAT LERENG MERAPI
Tanggal/ Waktu Observasi :
Tempat :
Pedoman observasi digunakan agar peneliti lebih mudah melakukan pengamatan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengenai budaya belajar pada masyarakat lereng Merapi. Hal yang diamati oleh peneliti adalah sebagai berikut: a. Lingkungan masyarakat dari pintu masuk ke Dusun atau di sebut Gapura, jalan
Dusun, rumah warga, dan fasilitas-fasilitas umum.
b. Persawahan, perkebunan, lahan peternakan dan lainnya yang berhubungan dengan mata pencaharian warga sebagai usaha pemenuhan kebutuhan ekonomi warga. Aktivitas masyarakat dalam bekerja sebagai petani
c. Tempat-tempat yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jiwanya dalam hal ini berhubungan dengan keyakinan atau hal-hal yg bersifat religius yaitu masjid, dan lain-lain.
102
PEDOMAN WAWANCARA Wawancara kepada Masyarakat Dusun Sumberejo
Nama :
Pekerjaan :
a) Bagaimana perasaan anda tinggal di daerah rawan bahaya atau dekat dengan Gunung Merapi?
b) Bagaimana cara anda menyesuaikan kehidupan di lereng Merapi? c) Apa alasan anda memilih bertempat tinggal di Dusun Sumberejo? d) Kebiasaan apa saja yang anda lakukan di dalam pekerjaan anda? e) Dalam pekerjaan tersebut darimana anda belajar untuk melakukan
pekerjaan itu?
f) Apakah hasil dari pekerjaan tersebut sudah memenuhi kebutuhan perekonomian anda?
g) Apakah anda merasa nyaman tinggal di lereng Merapi? h) Apa alasan anda?
i) Usaha apa yang anda lakukan dalam mengatasi rasa kegelisahan dengan adanya kemungkinan erupsi merapi yang sewaktu-waktu dapat terjadi ? j) Bagaimana upaya anda ketika Gunung Merapi sedang dalam keadaan
berbahaya?
k) Adakah pendidikan mitigasi bencana di Dusun Sumberejo? l) Apakah dengan hal itu anda lebih merasa tenang tinggal di sini? m) Bagaimana kehidupan sosial anda dengan masyarakat lainnya ?
103
n) Adakah kegiatan yang bersifat sosial di Dusun Sumberejo ini ? o) Bagaimana partsisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan tersebut ? p) Bagaimana usaha anda dalam menghadapi pasca erupsi tahun 2010 ?
Wawancara kepada Kepala Dusun Sumberejo
1. Apa saja pekerjaan masyarakat di Dusun Sumberejo?
2. Apa saja kegiatan masyarakat didalam pekerjaannya tersebut? 3. Darimana masyarakat belajar dalam pekerjaannya tersebut?
4. Bagaimana perasaan masyarakat tinggal di daerah rawan bahaya atau dekat dengan Gunung Merapi? Mengapa ?
5. Bagaimana cara masyarakat menyesuaikan kehidupan di lereng Merapi? 6. Apa alasan anda memilih bertempat tinggal di Dusun Sumberejo?
7. Usaha apa yang masyarakat lakukan dalam mengatasi rasa kegelisahan dengan adanya kemungkinan erupsi merapi yang sewaktu-waktu dapat terjadi ?
8. Bagaimana upaya masyarakat ketika Gunung Merapi sedang dalam keadaan berbahaya?
9. Adakah pendidikan mitigasi bencana di Dusun Sumberejo 10.Bagaimana kehidupan sosial di masyarakat Dusun Sumberejo? 11.Apa saja kegiatan sosial di Dusun Sumbrejo?
12.Bagaimana partisipasi masyarakat disini? Wawancara dengan Kepala Desa Kaliurang:
104
2. Pendidikan mitigasi bencana apakah benar hanya untuk Kepala Dusun dan di adakan di Balai Desa?
PEDOMAN DOKUMENTASI
a. Dokumentasi foto lingkungan masyarakat dari pintu masuk ke Dusun atau di sebut Gapura, jalan Dusun, rumah warga, dan fasilitas-fasilitas umum.
b. Dokumentasi foto persawahan, perkebunan, lahan peternakan dan lainnya yang berhubungan dengan mata pencaharian warga sebagai usaha pemenuhan kebutuhan ekonomi warga.
c. Dokumentasi foto tempat-tempat yang digunakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan jiwanya dalam hal ini berhubungan dengan keyakinan atau hal-hal yg bersifat religius yaitu masjid, dan lain-lain.
105
LAMPIRAN 3. CATATAN LAPANGAN
DAN HASIL DOKUMENTASI
106 Lampiran 1. Catatan Lapangan
CATATAN LAPANGAN I Hari/Tanggal : Kamis, 16 April 2015
Waktu : 10.35 WIB
Materi : Observasi materi syarat dasar alamiah (perekonomian)
Deskripsi Pengamatan
Syarat dasar alamiah adalah yang berupa kebutuhan biologis seperti pemenuhan kebutuhan makan, minum, menjaga stamina, menjadikan lebih berfungsi organ-organ tubuh manusia. Dalam penelitian ini syarat dasar alamiah terfokus pada bagaimana cara atau kebiasaan yang menjadi pedoman masyarakat Dusun Sumberejo dalam hal pemenuhan kebutuhan perekonomian. Kebutuhan perekonomian disini dapat mencakup pekerjaan dan mata pencaharian warga, sehingga hasil dari pekerkjaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan untuk makan, minum, atau disebut sebagai kebutuhan biologis warga.
Sebelum pintu masuk Dusun atau disebut gapura Dusun Sumberejo di sekeliling jalan sudah nampak pohon-pohon salak serta kandang ternak warga yang dijadikan sumber mata pencaharian warga. Pada jam-jam seperti ini sebagian besar masyarakat sedang melakukan aktifitas di tempat kerja. Peneliti melihat aktifitas masyarakat yang sedang melakukan panen padi, mencari rumput atau
107
sering disebut ngarit, dan memetik salak. Sebagian besar subyek yang ditemukan oleh peneliti adalah perempuan atau ibu-ibu. Peneliti menjumpai beberapa ibu-ibu sedang menggendong tanaman padi yang sudah diambil padinya atau masyarakat jawa menyebutnya damen, adapula beberapa ibu-ibu yang menggunakan sepeda motor untuk membawa hasil mencari rumput tersebut.
Tanaman padi tersebut digunakan masyarakat untuk memberi makan hewan ternak mereka. Selain pada sektor pertanian peneliti juga banyak menjumpai kandang-kandang hewan ternak seperti sapi dan kambing. Beberapa warga laki-laki atau bapak-bapak terlihat juga sedang melakukan aktifitas di kebun salak sedang menyiangi pohon salak atau warga menyebutnya matun. Masyarakat Dusun Sumberejo sangat giat dalam bekerja. Selain kegiatan tersebut ada pula beberapa warga yang sedang mengeringkan padi mereka sebelum di giling agar menjadi beras
Hasil observasi lapangan pada hari Kamis, 16 April 2015 peneliti mendapatkan data tentang aktifitas masyarakat sehari-hari. Aktifitas tersebut diantaranya kegiatan dalam pertanian, peternakan hingga pada kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya.
CATATAN LAPANGAN II Hari/Tanggal : Jum’at, 17 April 2015
Waktu : 9.12 WIB
108
Dalam penelitian ini syarat kejiwaan terkait dengan ketentraman dan kenyamanan masyarakat tinggal di daerah rawan bahaya, berdasarkan observasi yang peneliti lakukan terlihat masyarakat tetap merasa nyaman dan aman tinggal di lereng Merapi. Pada waktu penelitian cuaca sedang hujan, bagi masyarakat yang tidak terbiasa tinggal di lereng Merapi ada rasa takut adanya kemungkinan bahaya yang ditimbulkan dari hujan yang deras tersebut, yaitu banjir lahar dingin.
CATATAN LAPANGAN III Hari/Tanggal : Sabtu, 18 April 2015
Waktu : 13.05 WIB
Materi : keadaan sosial masyarakat
Pada saat observasi lapangan berlangsung peneliti mengamati bagaimana kehidupan masyarakat sehari-hari. Hubungan antar masyarakat sangat harmonis, masyarakat satu dengan masyarakat lainnya saling beramah tamah selayaknya warga yang hidup di pedesaan yang masih kental dengan norma-norma kehidupan di dalamnya. Hal ini terlihat ketika salah satu warga pulang dari sawah, di depan rumah ada beberapa warga sedang duduk-duduk, mereka saling menyapa dan bercanda. Terlihat sekali kedekatan dan keharmonisan antar masyarakat.
CATATAN LAPANGAN IV Hari/Tanggal : Kamis, 23 April 2015
109
Pada observasi lapangan hari ini peneliti ikut serta dalam kegiatan masyarakat yaitu kegiatan posyandu. Kegiatan Posyandu di Dusun Sumberejo dilaksanakan di rumah salah satu kader posyandu. Partisipai dari ibu-ibu yang mempunyai anak balita sangat bagus. Kehadiran dalam kegiatan ini semua ibu-ibu yang mempunyai balita hadir semua. Saat kegiatan berlangsung keaktifan ibu-ibu dalam kegiatan penyuluhan sangat baik.
CATATAN LAPANGAN V Hari/Tanggal : Sabtu, 25 April 2015
Waktu : 11.21 WIB
Peneliti mengamati aktivitas masyarakat Dusun Sumberejo, beberapa bapak-bapak terlihat sedang membangun rumah dan beberapa ibu-ibu sedang membersihkan dan menimbang buah salak yang akan dijual. Peneliti berkeliling Dusun Sumberejo, di beberapa rumah warga terdapat kebun salak yang membuat Dusun tersebut nampak banyak perkebunan salak. Pada ujung selatan Dusun Sumberejo peneliti melihat hamparan sawah dimana sawah tersebut kebanyakan ditanami padi dan beberapa sawah juga di tanami salak. Peneliti berjalan menyusuri jalan setapak dan keadaan persawahan masyarakat tumbuh dengan subur.
CATATAN LAPANGAN VI Hari/Tanggal : Minggu, 26 April 2015
110
Pada saat peneliti mengamati Dusun Sumberejo dan sekitarnya peneliti melihat aktivitas masyarakat setempat yang sedang bekerja di sawah yaitu sedang memanen padi. Adapula masyarakat yang sedang membuahi bunga salak atau masyarakat menyebutnya ngembangi salak. beberapa masyarakat jga nampak sedang membersihkan dahan salak atau matun. Nampak seorang ibu-ibu yang sedang membersihkan salak yang hendak dijual.
111 Lampiran 2. Dokumentasi Foto
Gambar 1. Pintu masuk (gapura) Dusun Sumberejo sebagai pintu akses
masyarakat
Gambar 2. Jalan Dusun Sumberejo sebagai akses masyarakat dan jalur
evakuasi
Gambar 3. Rumah warga Dusun Sumberejo sebagai kebutuhan primer masyarakat tempat tinggal masyarakat
Gambar 4. Perkebunan salak masyarakat Dusun Sumberejo sebagai sumber dalam pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat
112 Gambar 5. Buah Salak hasil
perkebunan masyarakat Dusun Sumberejo sebagai sumber pemenuhan syarat dasar alamiah
(perekonomian) masyarakat
Gambar 6. Hewan ternak masyarakat Dusun Sumberejo sebagai penunjang
pemenuhan syarat dasar alamiah (perekonomian) masyarakat
Gambar 7. Kandang peternakan masyarakat Dusun Sumberejo yang dijadikan tempat tinggal hewan ternak
sebagai penunjang pendapatan perekonomian masyarakat
Gambar 8. Aktivitas masyarakat Dusun Sumberejo sebagai peternak yaitu pulang
mengarit atau merumput untuk pemenuhan syarat dasar alamiah
113 Gambar 9. Kegiatan Posyandu
masyarakat Dusun Sumberejo sebagai bentuk partisipasi sosial masyarakat
Gambar 11. Aktivitas masyarakat menjemur hasil panen padi untuk pemenuhan syarat dasar alamiah
(perekonomian)
Gambar 12. Aktivitas masyarakat Dusun Sumberejo sebagai bentuk
kehidupan sosial masyarakat
Gambar 13. Sawah masyarakat Dusun Sumberejo tempat mata pencaharian masyarakat sebagai pemenuhan syarat
114
LAMPIRAN 4. HASIL WAWANCARA,
REDUKSI DATA, DISPLAY DATA DAN
115 Lampiran 1. Hasil Wawancara
Wawancara kepada Masyarakat Dusun Sumberejo
Nama : Suharti
Pekerjaan : Petani
a. Bagaimana perasaan anda tinggal di daerah rawan bahaya atau dekat
dengan Gunung Merapi? Mengapa ?
Seneng, mboten pripun-pripun mpun biasa tinggal teng mriki mbak dadose mboten pripun-pripun seneng mawon.
(senang, tidak gimana-gimana sudah biasa tinggal disini mbak jadinya tidak gimana-gimana senang aja)
b. Bagaimana cara anda menyesuaikan kehidupan di lereng Merapi?
Kulo asli penduduk mriki mbak dadose menyesuaikan diri ne geh namung nderek tiang sepuh zaman riyen ket kulo cilek ngantos wis gadah putra. Kulo geh mung nderek rencang-rencang. Nek masalah pekerjaan niku mriki kan katah geh mbak lahan karang tiang gunung geh menyesuaikane nipun dados petani nopo buruh nopo peternak ngoten.
(saya asli penduduk sini mbak jadi menyesuaikan diri hanya mengikuti orangtua zaman dulu dari saya kecil sampai sekarang saya sudah punya anak. Selain itu mengikuti teman-teman. Masalah pekerjaan itu, disini kan banyak lahan karena orang gunung jadi menyesuaikan diri dalam pekerjaan dengan menjadi petani atau buruh atau peternak)
116
Mriki tempat kelahiran kulo mbak dados geh teng mriki kulo bertempat tinggal
(disini tempat kelahiran saya mbak, jadi disinilah saya bertempat tinggal)
d. Kebiasaan apa saja yang anda lakukan di dalam pekerjaan anda?
Teng saben geh sak gawen-gawen mbak, geh ngarit, ngembangi salak, matun salak,nek sawah sing setunggal ditanduri pari geh matun, ngrabuk ngoten mbak.
(di sawah ya apa saja pekerjaannya, ngrumput, membuahi bunga salak, menyiangi pohon salak, kalo sawah yang satunya sedang ditanami padi ya menyiangi rumput liar, memupuk)
e. Dalam pekerjaan tersebut dari mana anda belajar untuk melakukan
pekerjaan itu?
Mboten enten sing ngajari mbak mpun saget kiambak (tidak ada yang mengajari mbak sudah bisa sendiri)
f. Apakah hasil dari pekerjaan tersebut sudah memenuhi kebutuhan
perekonomian anda?
Alhamdulilah geh mpun cekap kangge kebutuhan mben dinten (alhamdulilah sudah bisa mencukuoi kebutuhan sehari-hari)
g. Usaha apa yang anda lakukan dalam mengatasi rasa kegelisahan dengan
adanya kemungkinan erupsi merapi yang sewaktu-waktu dapat terjadi ? Berdoa, nyuwun kaleh Gusti Allah mugi-mugi diparingi keslametan (berdoa, meminta kepada Tuhan semoga diberikan keselamatan)
117
h. Bagaimana upaya anda ketika Gunung Merapi sedang dalam keadaan
berbahaya?
Siap-siap ngungsi mawon mbak nek enten perintah ken ngungsi.(siap-siap ngungsi aja mbak kalo ada perintah dari pemerintah disuruh ngungsi)
i. Adakah pendidikan mitigasi bencana di Dusun Sumberejo?
Mboten enten, Balai Desa sing ngadakke mbak (tidak ada, Balai Desa yang mengadakan)
j. Bagaimana kehidupan sosial masyarakat di sini ?
Sae mbak mriki kehidupane sosial kaleh masyarakat mriki, mboten pripun-pripun sami guyup rukun. (baik mbak, disini kehidupan sosial dengan masyarakat disini tidak gimmana-gimana semua guyup rukun)
k. Adakah kegiatan yang bersifat sosial di Dusun Sumberejo ini ?
enten mbak mriki katah kegiatan enten mujadahan, sholawatan, arisan (ada mbak disini banyak kegiatan ada mujadahan, sholawatan, dan arisan)
l. Bagaimana partsisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan tersebut ? Partisipasi warga teng mriki alhamdulilah gampang mbak, sebagian sing mboten nderek kegiatan mangkeh geh ujung-ujunge nderek, tiang sing mboten sami nderek kegiatan biasane dijarke mawon nopo-nopo geh urip teng deso ki bebarengan arep urip dewe sue-sue mboten gadah tonggo. (partisipasi warga disini alhamdulilah gampang mbak, sebagian yang tidak ikut kegiatan nanti juga ujung-ujungnya ikut. Orang yang tidak ikut kegiatan biasanya dibiarkan saja ada apa-apa hidup di Desa itu kebersamaan, mau hidup sendiri lama-lama nanti tidak punya tetangga)
118
m.Bagaimana usaha anda dalam menghadapi pasca erupsi tahun 2010 ?
Nenggo mawon mbak nganti awu ne resik, terus niku pohon salak nipun di babati.
(Nunggu saja mbak sampai abunya bersih, terus pohon salaknya dibersihkan)
Wawancara kepada Masyarakat Dusun Sumberejo
Nama : Marjuni
Pekerjaan : Petani
n. Bagaimana perasaan anda tinggal di daerah rawan bahaya atau dekat
dengan Gunung Merapi? Mengapa ? Tenang saja mbak tinggal disini
o. Bagaimana cara anda menyesuaikan kehidupan di lereng Merapi?
Caranya ya bisa sendiri saja mbak, mengalir sendiri, dari kecil tinggal disini menyesuaikannya juga sudah dari kecil. Ikut-ikut orangtua saja gimana caranya hidup di gunung itu.
p. Apa alasan anda memilih bertempat tinggal di Dusun Sumberejo?
Sejak kecil sudah disini mbak, saya asli kelahiran sini orangtua asli sini istri juga dapat disini.
q. Kebiasaan apa saja yang anda lakukan di dalam pekerjaan anda?
Di sawah ya biasanya macul (nyangkul), ngrawat salak, atau tanaman yang disawah kalo lagi tanam padi ya ngrus padi.
119
r. Dalam pekerjaan tersebut darimana anda belajar untuk melakukan pekerjaan itu?1
Kalo masalah ngerawat salak saya bisa sendiri mbak tanpa ada yang ngajarin, keterampilan itu mengalir sendiri seperti kalo ada bunga salak yang sudah mekar ya langsung saya kembangi (membuahi) itu bisa saya kerjakan tanpa ada yang ngajarin. Pada awalnya ya Cuma liat orang tua kalo pas disawah atau liat teman mengerjakan itu terus saya praktikkan sendiri
s. Apakah hasil dari pekerjaan tersebut sudah memenuhi kebutuhan
perekonomian anda? Sudah cukup mbak.
t. Usaha apa yang anda lakukan dalam mengatasi rasa kegelisahan
dengan adanya kemungkinan erupsi merapi yang sewaktu-waktu dapat terjadi ?
Berdoa saja mbak semoga dijauhkan dari marabahaya.
u. Bagaimana upaya anda ketika Gunung Merapi sedang dalam keadaan
berbahaya?
Sekarang ikut pemerintah saja mbak kalo situasinya gawat disuruh ngungsi ya ngungsi saja. Sekarang lebih enak apa-apa bisa dipantau gunung juga kita bisa tau statusnya bagaimana waspada atau siaga. Jadi kalo masih pada status aman belum disuruh ngungsi ya tenang saja melakukan aktifitas, tapi kalo status gunung meningkat paling ya siap-siap saja barang-banrang yang penting dijadikan satu, kalo ngungsi tinggal bawa.
120 Ada tapi dib alai Desa
w.Bagaimana kehidupan sosial masyarakat di sini ? Bagus mbak semua masyarakatnya hidup dengan rukun
x. Adakah kegiatan yang bersifat sosial di Dusun Sumberejo ini ?
Kegiatan disini banyak ada kerja bakti, pengajian arisan macul, arisan rumah
y. Bagaimana partsisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan tersebut ? Partisipasi masyarakatnya bagus
z. Bagaimana usaha anda dalam menghadapi pasca erupsi tahun 2010 ?
Terima
Kalo disini yang bapak-bapak seperti saya dulu nambang pasir mbak, dan babat salak biar salaknya bisa tumbuh lagi. Nunggu pulih itu yaa dua tahun lebih, selama itu kerja apa saja yang penting bisa dapat uang buat kebutuhan sehari-hari.
Wawancara kepada Masyarakat Dusun Sumberejo
Nama : Poniyem
Pekerjaan : Petani
a. Bagaimana perasaan anda tinggal di daerah rawan bahaya atau dekat
dengan Gunung Merapi? Mengapa ?
Pasrah mawon mbak sak umpami taseh di sukani dalan, nopo umur panjang mesti geh kaleh Gusti Allah diparingi dalan keslametan. Bencana niku enten teng pundi-pundi dados nek sampun wayahe dipundut geh enten mawon
121
jalane gusti Allah. Dados tenang mawon teng mriki, tidak takut, santai mawon ngoten
(pasrah saja mbak kalo seumpama masih diberi jalan atau diberi umur panjang pasti Allah membeikan jalan keslamatan. Bencana itu ada dimana-mana jadi kalo sudah waktunya dipanggil oleh Tuhan pasti ada jalan. Jadi tenang saja disini, tidak takut, dan santai saja begitu).
b. Bagaimana cara anda menyesuaikan kehidupan di lereng Merapi?
Geh nderek rencang mawon kaleh tiang sepuh riyen pripun,mpun ket alit