• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan beberapa hal, yaitu : 1. Bagi pedagang obat Cina

Disarankan bagi para pedagang etnis Cina khususnya yang mengelola toko obat Cina untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki

dengan terus memotivasi dan meningkatkan kualitas diri serta menciptakan suasana kerja yang nyaman sehingga tetap terdorong untuk bekerja.

Tujuan bekerja yang ditujukan untuk keluarga dan diri sendiri serta pandangan bahwa kerja sebagai hal yang penting bagi kehidupan serta mensyukuri anugerah Tuhan dalam kerja dapat menimbulkan suatu perasaan berharga dan terdorong untuk terus bekerja. Tanggung jawab terhadap pekerjaan dan kesadaran akan pentingnya peraturan mampu menimbulkan keteraturan dan perasaan tidak terpaksa dalam bekerja. Perasaan bangga yang dirasakan dalam bekerja dan keinginan untuk melakukan hal yang terbaik dapat menyumbangkan cara-cara terbaik untuk menghasilkan hasil kerja yang maksimal. Keseluruhan indikator tersebut dapat menunjang terwujudnya etos kerja pada pedagang etnis Cina yang mengelola toko obat Cina.

2. Bagi masyarakat dan pelaku bisnis di Kotamadya Pontianak

Melihat pentingnya suatu etos kerja terhadap pengembangan usaha, bagi masyarakat dan para pelaku bisnis agar dapat mengembangkan pandangan dan sikap mental yang positif terhadap kerja, disiplin serta rasa bangga terhadap karyanya sehingga akan terdorong untuk giat bekerja, juga turut serta menanamkan nilai- nilai yang dapat membentuk sikap mental positif dan menekankan kerja keras sejak dini agar tercipta etos kerja untuk keberhasilan dalam bekerja.

3. Bagi penelitian selanjutnya

Melihat adanya keterbatasan pada penelitian ini yang hanya menggunakan subjek yang berprofesi pedagang dan terbatas pada satu wilayah, diharapkan bagi peneliti yang tertarik untuk membahas permasalahan yang serupa untuk melihat etos kerja etnis Cina yang berprofesi di luar pedagang dan yang berada di wilaya h berbeda, mengingat karakteristik subjek yang berbeda antara yang berprofesi sebagai pedagang dan yang bukan pedagang serta perbedaan karakteristik setiap wilayah, sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai etos kerja pada etnis Cina.

DAFTAR PUSTAKA

Adicondro, G.Y. 1978. Dari Pecinan sampai Nan Yang: Suatu Introduksi tentang Kewiraswastaan Orang Cina di Indonesia. Prisma Vol. VII/9. PT. Pustaka LP3ES Indonesia.

Adisubroto, D. 1993. Nilai: Sifat dan Fungsinya. Buletin Psikologi No. 2, hlm. 26-33. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.

Anoraga, P., Drs. 2001. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

Anoraga, Pandji and Suyati, Sri. 1995. Psikologi Industri dan Sosial. Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Anoraga, Pandji and Widiyanti, Nanik. 1990. Psikologi Dalam Perusahaan.

Jakarta: Rineka Cipta.

Asya’arie, M. 1994. Agama dan Etos Kerja. Al-Jami’ah No. 57 hlm. 93-99.

Hariyono, P., Drs. 1993. Kultur Cina Dan Jawa, Pemahaman Menuju Asimilasi Kultural. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Harsanto, R., Drs. 1997. Upaya Meningkatkan Etos Kerja Profesi Guru. Media MNPK No. 7, Thn XII. Jakarta: Majelis Nasional Pendidikan Katolik. Hidajat, Z.M. 1977. Masyarakat dan Kebudayaan Cina di Indonesia. Bandung:

Tarsito.

Husodo, Siswono Yudo, 1985. Warga Baru (Kasus Cina di Indonesia). Jakarta: Lembaga Penerbitan Yayasan Padamu Negeri.

Ismael, B. 1989. Hubungan Antara Etos Kerja dengan Hukum dan Disiplin Nasional di Indonesia. Majalah Ilmiah Universitas Kristen Indonesia Atma Jaya. Thn. II No.1, hlm. 121-139. Jakarta: Universitas katolik Atma Jaya.

Kartodirjo,Sartono, Prof. DR. Pembangunan Bangsa. Yogyakarta: Aditya Media, 1994.

Keller, L.M. 1992. Work Values: Genetic and Invironmental Influences. The Journal of Social Psychology, No. 1, 79–88.

Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi (Cetakan kedelapan). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

KompasOnline. 2001. Kota Pontianak.

http://www.pu.go.id/ditjen_ruang/interaktif/profil/kotapontianak.htm (diambil tanggal 31 Juli 2006).

La Ode, M.D. 1997. Tiga Muka Etnis Cina-Indonesia : Fenomena Di Kalimantan Barat (Perspektif Ketahanan Nasional). Yogyakarta: Bigraf Publishing. Magnis, F. 1978. Menuju Etos Pekerjaan yang Bagaimana. Prisma, Desember

hlm. 25. PT. Pustaka LP3ES Indonesia.

Manullang, R.A. 1997. Pengaruh Profesionalisme dan Etos Kerja Terhadap Mutu akademik. Majalah Ilmiah Maranatha Vol. XIII/Th. IV. Bandung: Sekretariat Penerbitan Majalah, LPPM – UKM.

Moleong, L.J. 2004. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mutis, T. 1995. Kewirausahaan yang Berproses. Jakarta: PT. Grasindo.

Muzairi. 1994. Refleksi Teologis Terhadap Etos Kerja. Al-Jami’ah No.57, hlm. 100 -109.

Naisbitt, J. 1995. Megatrends Asia: The Eight Asian Megatrends that are Changing the World. London: Nicholas Brealey Publishing.

Nitisemito, Alex S. Drs. 1982. Manajemen Personalia (manajemen Sumber Daya Manusia). Jakarta: Thalia Indonesia.

Nugroho, Triasta Teguh. 1998. Hubungan Antara Persepsi Terhadap Iklim Organisasi Dengan Etos Kerja Karyawan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada

Partono. 1978. Pengetahuan Dagang. Bandung: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Poerwandari, Endang Kristi. 1998. Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Prihananti, Yupitasari Fajar. 2000. Hubungan Antara Etos Kerja Dengan Intensi Berkompetisi Dalam kerja. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Purwanto, L.A. Budaya sebagai Dasar Pengembangan Sumber Daya Manusia.

http://www.edents.bravepages.com/edents%20online%20baru/laput%20lil ik.htm (diambil tanggal 7 Desember 2004).

Renwarin, M. 1991. Pembinaan Etos Kerja Perlu Sejak Anak -anak. Mawas Diri Edisi Mei, hlm. 4-8.

Rahardjo, M. D. 1992. Etos Kerja, Teori dan Teologi Islam. Peninjau.

Sahrah, A. 1995. Identitas Etnik dan Nilai Kerja Karyawan Tionghoa Asli dan Tionghoa Peranakan. APIO

Siburian, Robert. 1997. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Etos Kerja Pengrajin Tradisional. Majalah Ilmiah Maranatha Vol. XIII/Th. IV

Sinamo, J. H., ETHOS21: Etos Kerja Profesional di Era Digital Global. Jakarta: Institut Darma Mahardika, 2002.

Siregar, Soen. 2000. Konsep Universal Etos Kerja. Majalah Manajemen No. 147, hlm. 24. Jakarta: PT. Pustaka Bihaman Pressindo.

Skinner, J. 1981. Golongan Minoritas Tionghoa. Dalam M.G. Tan (ed.),

Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia.

Sudarso, A. 1997. Penanaman Etos Kerja. Media MNPK No. 4-5 Th. XVIII, September-Oktober, hlm. 4-7. Jakarta: Majelis Nasional Pendidikan Katolik.

Suryabrata, S. 1982. Psikologi Pendidikan. Jakarta: CV. Rajawali.

Suryohadiprojo, Sayidiman. 1988. Membangun Etos Kerja. Majalah Manajemen No. 52, hlm. 42-47. Jakarta: PT. Pustaka Bihaman Pressindo.

Tan, M.G. 1981. Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia. Tasmara, Toto. Etos Kerja Pribadi Muslim. Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf,

1994.

Vasanty, P. 1979. Kebudayaan Orang Tionghoa Indonesia. Dalam Koentjaraningrat (ed). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Jambatan.

LAMPIRAN

Observasi

Wawancara

A. LAMPIRAN DATA SUBJEK 1-HUANG 1. Observasi Subjek 1-Huang

a. Observasi tanggal 17 Juli 2007, pukul 09.30 – 18.00

Peneliti datang ke toko subjek sekitar pukul 09.30, subjek tampak sedang melayani beberapa pembeli yang datang ke tokonya. Subjek mengenakan baju biru dan celana jeans selutut. Dari depan tampak di sebelah kiri terdapat laci- laci yang menempel di dinding, di dekatnya terdapat sebuah kotak kaca yang berbentuk huruf L terbalik dan di dalamnya terdapat beberapa macam obat yang terpajang. Di sisi kanan terlihat pajangan obata-obat di dalam kaca yang menempel di dinding, di bawahnya terdapat sebuah kursi panjang dan tidak jauh dari kursi tersebut terdapat sebuah meja yang berhadapan dengan depan pintu masuk. Subjek berdiri di kotak kaca, didekat laci uang, subjek menerima uang pembayaran dari pembeli dan memberikan uang kembalian, sedangkan dua karyawan subjek juga mondar- mandir mengambilkan obat yang ingin dibeli. Sesaat kemudian datang seorang laki menanyakan pada subjek mengenai obat peninggi badan, laki-laki tersebut berbicara sambil menggerakkan kedua tangannya, tampak subjek beberapa kali menggeleng.

Suasana toko tampak kembali sepi, tidak ada pembeli yang datang ke toko. Subjek duduk dan mengeluarkan hpnya, kemudian menekan tombol-tombol yang ada di hp tersebut. Beberapa saat kemudian anak perempuan subjek pulang dengan masih menggunakan

seragam olahraganya. Anak perempuannya menghampiri subjek, tangannya memegang beberapa buku, tampak sebuah buku hijau bergambar bunga teratai di tengah bertuliskan IPA, buku warna warni bertuliskan matematika dan sebuah buku bertuliskan bahasa berwarna biru. Subjek kemudian memperhatikan buku-buku tersebut sambil bertanya-tanya kepada anaknya, mereka terllibat perbincangan mengenai buku-buku tersebut. Anak subjek masuk ke dalam, tidak tampak ada pembeli, subjek mengeluarkan beberapa sampul buku dan mulai menyampul buku-buku yang tadi diberikan oleh anaknya. Ketika ada pembeli yang datang, subjek meninggalkan kegiatan menyampulnya dan melayani pembeli. Beberapa saat setelah sujek selesai menyampul buku-buku pelajaran anaknya, seorang laki- laki berbaju jingga datang dengan memegang kertas datang menghampiri subjek. Subjek menerima kertas tersebut dan mengeluarkan kalkulator, tampaknya subjek sedang menghitung harga barang, kemudian subjek dan laki- laki tersebut terlibat dalam pembicaraan yang agak lama. Seorang pembeli kemud ian langsung datang menghampiri subjek, karyawan-karyawan subjek tampak sibuk dengan tugas mereka masing- masing, subjek kemudian melayani pembeli tersebut. Dari berkali-kali transaksi pembelian terlihat bahwa subjek memegang penuh keuangan, setiap kali pembeli membayar, para karyawan yang melayani langsung memanggil subjek dan membiarkan subjek mengurusi transaksi pembelian.

Jam di toko menunjukkan pukul 12.00 siang, tidak tampak ada pembeli yang datang, subjek menyuruh seorang karyawannya untuk membelikan makan siang untuknya. Sepuluh menit kemudian karyawannya datang dengan sebuah bungkusan di tangan, subjek duduk di kursi yang menghadap pintu depan toko dan menikmati makan siangnya di toko. Setelah makan siang, toko tampak sepi karena tidak ada pembeli yang datang. Kedua karyawan subjek duduk di kursi panjang dan saling mengobrol, subjek kemudian duduk disamping peneliti dan mengobrol dengan peneliti, peneliti banyak bertanya mengenai awal mula subjek terjun ke bisnis obat Cina ini. Beberapa saat kemudian, seorang sales datang dan menawarkan produk manisan pada subjek. Setelah itu, subjek kembali mengobrol dengan peneliti dan karyawannya. Menjelang pukul 15.00, setelah suami subjek turun ke toko dari beristirahat siang, subjek segera naik ke atas untuk mandi. Begitu turun, subjek langsung terlihat sibuk mengurusi nota- notanya dan telibat pembicaraan dengan suaminya mengenai pembayaran.

Menjelang sore, subjek masuk ke ruangan belakang, di sana tampak tersusun obat-obt yng tersusun di rak-rak yang menempel di dinding, di lantai banyak terdapat tumpukan-tumpukan kardus dan obat-obatan. Subjek duduk dikursi yang menghadap lorong yang menuju ke depan toko, di depannya terdapat meja yang diatasnya terdapat tumpukan kertas berwarna-warni yang merupakan bon-bon, terdapat juga kalkulator. Subjek tampak sibuk menulis dan menekan

kalkulator di atas meja tersebut. Di belakang subjek terlihat 2 orang karyawan, karyawan tersebut berbeda dengan kedua karyawan yang membantunya di toko obat. Kedua karyawannya tersebut sibuk menata obat dan mengelompokkan obat-obatan tersebut. Obat-obatan tersebut kemudian di masukkan ke dalam kardus-kardus tertentu disesuaikan dengan para pemesannya. Subjek duduk sambil memegang nota di dekat seorang karyawan yang sedang memasukkan obat dan mencocokkan obat-obatan yang dimasukkan tersebut dengan yang tertulis di dalam nota. Subjek mengecek, dia menyebutkan jumlah dan nama obat yang tertulis di nota yang dipegangnya, karyawannya mengambil yang ia sebutkan sesuai jumlah dan memasukkannya di kardus, sambil subjek memperhatikan obat-obat tersebut dimasukkan. Setelah semuanya selesai, subjek naik ke atas untuk beristirahat, karena ini merupakan jadwalnya untuk beristirahat.

b. Observasi tanggal 18 Juli 2007, pukul 12.00 – 14.00

Siang ini subjek datang ke toko subjek, saat itu subjek sedang duduk di kursi yang menghadap pintu depan. Saat melihat peneliti datang, subjek tersenyum dan berbicara sesaat dengan peneliti. Siang itu tidak tampak ada pembeli yang berada di toko, hanya subjek dan seorang karyawannya, sedangkan karyawannya yang seorang lagi sedang pergi membelikan makan siang untuk subjek. Peneliti berencana mewawancarai subjek setelah makan siang dan subjek telah

menyanggupi. Saat akan melakukan wawancara, seorang sales datang dan mendekati subjek, subjek dan sales tersebut terlibat pembicaraan beberapa saat sebelum kembali duduk disamping peneliti. Sesaat kemudian beberapa sales satu persatu kembali datang menemui subjek, akhirnya subjek meminta peneliti untuk menunda wawancara karena subjek merasa peneliti akan terganggu dan kasihan pada peneliti bila sebentar-bentar harus berhenti mewawancarai subjek, subjek akan menyediakan waktu untuk diwawancarai oleh peneliti sore itu di waktu istirahat subjek. Peneliti menyetujui kemudian duduk di antara para karyawan subjek dan berbicang dengan para karyawannya. Subjek sendiri terlihat berbicang-bincang dengan tiga sales yang datang menemuinya sambil sesekali bercanda dan tertawa, karyawannya sesekali juga ikut menimpali gurauan mereka.

c. Observasi tanggal 18 Juli 2007, pukul 16.30 – 19.00

Subjek tiba di toko subjek sekitar pukul 16.30, subjek sedang berada di ruangan belakang, duduk di kursi dan di sekelilingnya tampak penuh dengan kardus dan obat-oabtan. Di ruangan tersebut juga tampak dua karyawannya yang membantunya memasukkan obat-oabatan ke dalam kardus. Subjek melakukan aktivitas seperti kemarin, ia mengecek obat-obat yang akan diantar kepada pemesan besok pagi. Ia menyebutkan jumlah dan nama obat yang tertera pada bon yang ada di tangannya, kemudian karyawannya menyusun obat-obat yang

disebut sesuai jumlahnya ke dalam kardus, sambil subjek memperhatikan obat-obatan tersebut dimasukkan. Setelah selesai, subjek menyuruh peneliti untuk naik dan menunggu subjek di atas, kemudian subjek berjalan ke depan dan tampak berbicara dengan suaminya.

Saat naik ke atas, subjek mempersilahkan peneliti untuk mewawancarainya di kamarnya. Subjek memilih kamarnya agar ketika diwawancara subjek dan peneliti tidak akan diganggu oleh anak-anak subjek yang sedang bermain di depan. Sambil telungkup di tempat tidurnya, subjek menjawab semua pertanyaan peneliti, sebelumnya peneliti sudah meminta izin untuk merekam pembicaraan dengan subjek dan ia tidak keberatan sama sekali. Subjek tampak sangat santai dalam menjawab pertanyaan peneliti, ia juga terlihat antusias menanggapi pertanyaan subjek sambil sesekali tersenyum ketika bercerita. Di saat wawancara tengah berlangsung, sesekali terdengar ketukan di pintu oleh anak perempuan subjek yang bertanya pada subjek apakah ia sudah selesai dan apakah peneliti sudah pulang. Hari itu subjek berjanji menemani anak perempuannya yang sedang sakit gigi untuk pergi ke dokter gigi. Setelah selesai wawancara, subjek dan peneliti kembali ke bawah, ke depan toko. Di sana anak perempuan subjek telah menunggu subjek, sesaat kemudian subjek membawa mobil dan mengantar anaknya ke dokter gigi, bersamaan dengan itu peneliti juga mohon pamit dan pulang dari toko obat subjek.

d. Observasi tanggal 19 Juli 2007, pukul 19.00 – 21.00

Malam itu peneliti tiba di toko subjek sekitar pukul 19.00, subjek tampak mengenakan baju hijau dan celana jeans panjang sedang berdiri di dekat lorong menuju belakang dengan telepon di tangan dan terlihat sedang terlibat pembicaraan panjang di telepon. Di luar jalanan masih tampak basah setelah selesai di guyur hujan, toko juga tampak sepi tanpa ada pembeli yang datang, hanya tampak subjek dan kedua karyawannya. Setelah selesai, subjek duduk di kursi dan menghadap ke televisi. Sesaat kemudian tampak datang seorang pembeli, karyawan subjek segera melayani, setelah karyawan subjek selesai mengambilkan obat yang dipesan pembeli, subjek mengambilkan plastik pembungkus dan menerima uang pembayaran dari pembeli tersebut, setelah itu subjek kembali duduk dan meno nton televisi. Suasana tampak kembali sepi, kedua karyawan subjek berada di halaman berbincang dengan pekerja toko lain sambil duduk di atas motor. Dua orang tampak datang memasuki toko, subjek segera berdiri dan datang menghampiri, seorang karyawan subjek juga masuk dan turut menghampiri. Setelah bertanya dan mengambilkan obat pada pembeli, pembeli tersebut tampak memberikan selembar uang pada subjek, subjek berjalan menuju laci uang dan memberikan beberapa lembar uang ribuan kepada pembeli tersebut, setelah itu subjek kembali duduk menghadap televisi. Sebelum toko tutup malam itu, suasana memang tampak sepi, hanya tampak beberapa pembeli yang

datang ke toko, kesempatan ini juga digunakan peneliti untuk berbincang dengan subjek. Setelah jam menunjukkan puk ul 21.00, subjek memutuskan untuk menutup toko dan menyuruh karyawannya untuk membereskan toko, saat itu peneliti juga berpamitan pada subjek.

2. Transkip Wawancara Subjek 1-Huang

Data lengkap hasil wawancara dapat anda akses dengan menghubungi penulis di email [email protected]

No Verbatim Refleksi Koding

1 • Saya tanya kamu So, menurut kamu kerja itu apa? Sesuatu yang penting ato gak penting?

Pentinglah…

Memandang kerja sebagai sesuatu yang penting

KM

2 • Kenapa kamu memandang itu sebagai sesuatu yang penting?

Ya kalau kerja itu kan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, jadi kerja tuh kalau misalnya gak suka kerjaan ya..tuh jadi gak penting. Tapi kalau kerjaannya kita suka tetap aja jadi penting, selain bisa buat kebutuhan keluarga kan juga bisa untuk istilahnya kita.

- Kerja penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan untuk diri sendiri

- Penting tidaknya kerja juga tergantung suka tidaknya terhadap pekerjaan.

KM

3 • Jadi fokusnya kamu kerja buat diri lu juga?

Iya, kalo kerjaannya aku gak suka ya otomatis jadi gak penting juga.

Kerja menjadi tidak penting ketika kerjaan itu tidak disukai

KM

4 • Sebenarnya yang kamu cari dari kerja itu apa?

Hm…memenuhi kebutuhanlah, untuk kebutuhan.

Kerja untuk memenuhi kebutuhan

KM 5 • Materi?

Ya.

Kerja untuk mencari uang KM 6 • Ada gak selain materi?

Selain materi ya…ujung- ujungnya

Kerja selain untuk materi juga untuk membantu orang tua

juga ya meteri, sebenarnya sih ya kepengen bantu orang tua, ya gak mau diremein orang, tapi ujung- ujungnya larinya ke materi juga.

7 • Ada eh…apa, kepuasaan juga ya?

Ya iyalah.

Menganggap kerja memiliki kepuasaan

KM 8 • Saya tanya kamu, dengan kerjamu

sekarang le ngerasa puas gak?

Puas.

Puas terhadap kerja KM

9 • Le senang dengan apa yang kamu jalani?

Senang.

Merasa senang dengan

kerja KM

10 • Jadi tadi kamu berbicara tentang kepuasaan pribadi kan, apa yang dimaksud kepuasaan pribadi dalam kerja itu apa sih?

Ya pekerjaan ya bisa buat kita senang, tidak terpaksa kerja, lalu tuh bahagia, pokoknya kita senanglah kerjanya.

Kepuasaan pribadi dalam kerja : kerja mampu menimbulkan perasaan positif berupa senang dan bahagia, serta tidak merasa terpaksa dalam bekerja

KM

11 • Kamu ngerasa gak ada

pandangan…menurut kamu pribadi sebagai manusia, orang hidup kita wajib gak bekerja?

Wajiblah…

Mamandang bahwa manusia wajib bekerja

KM

12 • Trus kalau misalnya

dikondisikan…kamu kan bilang sendiri kan maksudnya aku dalam kerja tidak dipungkiri aku cari materilah, kalau misalnya dikondisikan kamu tuh udah punya banyak materilah, kamu udah banyak banget duit, apakah kamu akan tetap bekerja?

Ya, kalau kerja yang kusuka, aku pasti kerja terus, mungkin bukan untuk materi lagi lah, tapi untuk kepuasaanlah…

Meskipun materi terpenuhi tetap akan bekerja untuk kepuasan pribadi

KM

13 • Yang kamu bilang kepuasaan pribadi itu?

Ya.

14 • Lalu sekarang kamu ngerasa kamu, brarti kamu merasa bahagia gak dengan pekerjaan le sekarang ini?

Bahagia.

Merasa bahagia dengan pekerjaan sekarang

KM

kan tadi ngomong tentang eh aku kerja tuh biar, kerja tuh biar gak diremein orang, menurut kamu pribadi…kamu butuh pengakuan gak sih dari orang gitu lho tentang hasil kerjamu?

Sangat butuh lah

orang la in terhadap hasil kerjanya

16 • Apa itu bisa memacu kamu, itu pengaruh gak?

Ya pengaruh, sangat pengaruhlah…

Pengakuan orang lain berpengaruh terhadap kerja

KH

17 • Pengaruhnya dalam artian kayak gimana So?

Misalnya aku dipandang orang bisa kerja ini kerja itu, ya kita bangga lah kerjanya…ya tapi paling penting tuh orang di dekat kita tau kita bisa kerja beginilah, misalnya suami..dia tahu kita bisa berusaha kerja keras begini. Kalau orang luar kan cuma liat dari luar, dia kan gak tau di dalam siapa yang kerja. Tapi kalau misalnya orang dekat kita gak bisa lihat hasil kerja kita kan sedih lah, tapi misalnya orang dekat udah tau kita kerja ini kerja itu begitu berat dari pagi sampai malam, puas lah…

Merasa bangga serta puas bila hasil kerja diperhatikan orang lain dan merasa sedih bila hasil kerja tidak diperhatikan orang, terutama orang dekat

KH

18 • Kamu ngerasa bahwa dengan bekerja seseorang tuh menjadi lebih berguna ya?

Iya.

Merasa orang akan lebih berguna bila bekerja

KM

19 • Kamu kan...brarti kamu kan ngerasa bahagia, kalau pada saat bekerja kamu merasa senang dan bahagia. Kalau misalnya kamu sedang tidak ada pekerjaan, sedang tidak bekerjalah, perasaanmu kayak gimana?

Maksudnya tidak bekerja sama sekali tidak bekerja? Atau..

B. LAMPIRAN DATA SUBJEK 2-KIANG 1. Observasi Subjek 2-Kiang

a. Observasi tanggal 20 Juli 2007, pukul 08.45 – 16.30.

Peneliti tiba jam 8.45. Peneliti menyapa subjek dan disambut ramah oleh subjek. Subjek tampak rapi dengan kaos biru dan celana jeansnya. Di toko tampak ada subjek, suami, anak laki- laki dan perempuan subjek serta karyawannya. Dari depan tampak obat-obatan terpajang di tiap didinding toko obat, di sebelah kiri terdapat laci- laci yang menempel pada didinding, sebuah kotak yang terbuat dari kaca

Dokumen terkait