• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Sebagai masukan dan saran yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas dari implementasi prosedur perawatan luka post operasi yang dilakukan oleh perawat yaitu :

1. Bagi Intitusi Rumah Sakit

Diharapkan pelayanan asuhan keperawatan khususnya pada tahap implementasi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul dapat

52

dipertahankan dan bila perlu ditingkatkan untuk mendukung kualitas serta mutu pelayanan agar menjadi lebih baik lagi.

2. Bagi Profesi Keperawatan

Perawat diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan kepatuhan dalam melaksanakan implementasi prosedur perawatan luka post operasi sesuai dengan SOP dan diharapkan perawat menggunakan 1 alat dan bahan untuk 1 pasien.

3. Peneliti selanjutnya

Diharapkan peneliti selanjutnya dapat meneliti dengan mengambil data melibatkan orang luar atau keluarga pasien, sehingga perawat tidak mengetahui jika sedang diawasi sehingga hasil dimanipulasikan dapat terhindar.

DAFTAR PUSTAKA

Adisetiawan, S. (2010). Pengaruh Umur, Pendidikan, Pendapatan, Pengalaman Kerja Dan Jenis Kelamin Terhadap Lama Mencari Kerja Bagi Tenaga Kerja Terdidik Di Kota Magelang. Skripsi strata satu, Universitas Diponegoro, Semarang.

Ali, J.R. (2013). Gambaran Implementasi Perawatan Luka Post Operasi Oleh Perawat Sesuai Standar Operasional Prosedur. Skripsi strata satu, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo.

Anawati, K. R., Novitasari, D., dan Mawardika, T. (2013). Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Kepatuhan Perawat dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri di Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa. Skripsi strata satu, STIKES Ngudi Waluyo, Semarang. Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Pendekatan Praktek. Edisi

Revisi V. Jakarta : Rineka Cipta

Asbeni, H., Tohardi, A., dan Rusdiono. (2013). Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan Tinggi (Suatu Studi Tentang Standar Operasional Prosedur) Di Politeknik Negeri Sambas. Jurnal Tesis PMIS-UNTAN-PSIAN-2013.

Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC

Bawelle, S.C., Sinolungan J.S.V., & Hamel, R.S. (2013). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Perawat Dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien (Patient Safety) Di Ruang Rawat Inap RSUD Liun Kendage Tahuna. Ejurnal Keperawatan (e-Kp), Vol. 1 (1).

Brunner dan Suddarth. (2001). Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Volume 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Carpenito, 2009:772, Diagnosis Keperawatan Aplikasi pada Praktik Klinis, Jakarta : EGC.

Dahesihdewi, A. (2015). Surveilans HAI’s di Rumah Sakit. Disampaikan saat Seminar CNE dan Pengangkatan Sumpah Ners Angkatan XXII

Departemen Agama Republik Indonesia. (2007). Al-Quran dan terjemahan

DEPKES RI. (2001). Profil Kesehatan Indonesia 2000. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Effendy, N. (1998). Dasar-dasar keperawatan kesehatan masyarakat. Edisi 2. Jakarta : EGC

Ekaputra, E. (2013). Evolusi Manajemen Luka. Jakarta : Trans Info Media Faridah, I. N., Andayani , T. M & Inayati. (2012). Pengaruh Umur Dan

Penyakit Penyerta Terhadap Resiko Infeksi Luka Operasi Pada Pasien Bedah Gastrointestinal. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, Vol. 2 (2), pp 187-194.

Hakim, Y. (2015). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Perawat Tentang Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Perawatan Luka Di Ruang Bedah RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Skripsi strata satu, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo.

Hardayanti, H. K. (2010). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Perawat dalam Penerapan Protap Perawatan Luka Post Operasi di Ruang Cendana RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi strata satu, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Hidayat, A. A. A. (2004). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Hidayat, A.A. A. (2007). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Hidayat, A.A. A. (2011). Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.

Kusumaningtiyas, S., Kristiyawati, S. P., & Purnomo, E. C. (2013). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Melakukan Cuci Tangan di RS. Telogoejo Semarang.

Diakses 2 September 2016, dari

http://download.portalgaruda.org/article.php?article=183539&val= 6378&title=FAKTOR%20%C3%A2%E2%82%AC%E2%80%9C %20FAKTOR%20YANG%20BERHUBUNGAN%20DENGAN% 20TINGKAT%20KEPATUHAN%20PERAWAT%20MELAKUK AN%20CUCI%20TANGAN%20DI%20RS.TELOGOEJO%20SE MARANG.

Madyanti, D. R. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Bidan saat Melakukan Pertolongan Persalinan di RSUD Bengkalis Tahun 2012. Skripsi strata satu, Universitas Indonesia, Jakarta

Monks, F.J. (2000). Psikologi Perkembangan Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Murtutik, L. dan Marjiyanto. (2013). Hubungan Kadar Albumin Dengan Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Laparatomy Di Ruang Mawar Rumah Sakit Slamet Riyadi Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia, Vol. 6 (3).

Musta’an, Supartono & Suwarni, A. (2011). Diffeerennce Effect Of Antibiotic Topical And Nacl 0,9% Compress For Wounded Lead Process Post Operation In Anggrek III Room Rsud Dr. Moewardi Surakarta. Jurnal Ilmu Kepawatan Indonesia. Vol. 1 (1).

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan.

Jakarta : Rineka Cipta.

Nurachmah, E., Kristianto, H., & Gayatri, D. (2011). Aspek Kenyamanan Pasien Luka Kronik di Tinjau dari Transforming Growth Factor ß1 dan Kadar Kortisol. Makara, Kesehatan, Vol. 15 (2) pp. 73-80. Nursalam. (2013). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi 3.

Permatasari, D. (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Pelaksanaan Universal Precaution. Ejournal STIKESMUKLA Pratiwi, A dan Utami, Y. W. (2010). Pembinaan dan Pendampingan

Pimpinanan Keperawatan dalam Melaksanakan Peran dan Fungsi Manajemen pada Kepala Ruang di RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Keperawatan, Vol. 13 (1) pp. 37-47.

Purwaningsih dan Karlina. (2010). Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Nuha Medika.

Rakhmawati, W. (2010). Pengawasan dan Pengendalian dalam Pelayanan Keperawatan (Supervisi, Manajemen Mutu & Resiko). Disampaikan dalam Pelatihan Manajemen Keperawatan

Riyadi dan Harmoko. (2012). Standar Operating Procedure Dalam Praktik Klinik Keperawatan Dasar. Yogyakarta : Pustaka Belajar. Rohmayanti & Kamal, S. (2015). Implementasi Perawatan Luka Modern

di RS Harapan Magelang. The 2nd university Research Coloquium. ISSN: 2407-9189.

Rollinson, D & Kish (2010). Care concept in advanced nursing. St. Louis. Mosby A Harcourt Health Science Company.

Rosaliya, Y., Suryani, M., & Shobirun. (2011). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Infeksi nosokomial Pada Pasien Luka Post Operasi Di RSUD Tugurejo Semarang.

Setyarini, E. A., Barus, L. S., & Dwitari, A. (2013). Perbedaan Alat Ganti Verband Antara Dressing Set Dan Dressing Trolley Terhada P Resiko Infeksi Nosokomial Dalam Perawatan Luka Post Operasi. Jurnal Kesehatan Stikes Santo Barromeus.

Setyobudi, N. (2013). Hubungan Pengetahuan Dan Lama Kerja Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial Di RS. Orthopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakart. Tesis strata dua, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Sinaga, M. dan Tarigan, R. (2012). Penggunaan Bahan Pada Perawatan Luka. Jurnal Keperawatan Klini, Vol. 2 (1).

Sugiyono (Eds). (2014).Statistika untuk Penelitian (Edisi 1, cetakan ke-25), Hlm. 2-6, 61-62, 74. Bandung: Penerbit Alfabeta

Susanto, R. (2010). Penerapan Standar Proses Keperawatan Di Puskesmas Rawat Inap Cilacap. Jurnal Keperawatan Soedirman, Vol. 5 (2). Sutrisno, E., Intang, A., & Suhartatik. (2014). Hubungan Pengetahuan

Perawat Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Luka Operasi Di Rsud Barru. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, Vol. 5 (1).

Syahrizal, I., Karim, D, & Nauli, F. A. (2015). Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Universal Precautions dengan Penerapan Universal Precautions pada Tindakan Pemasangan Infus. Jurnal Online Mahasiswa, Vol. 2 (1).

Syifa, A., Suarnianti, & Mato, R. (2012). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infeksi Luka Operasi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Vol. 1 (2). ISSN : 2302-1721

Wibowo, A. S., Suryani, M., & Sayono. (2013). Hubungan Karakteristik Perawat dengan Penggunaan Sarung Tangan pada Tindakan Invasif di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. H. Soewondo Kendal. Jurnal Ilmu

Keperawatan. Diakses 31 Agustus 2016, dari

http://pmb.stikestelogorejo.ac.id/e-journal/index.php/ilmukeperawatan/article/view/157

Wola, R.R.G. (2013). Gambaran Pelaksanaan Perawatan Luka Post Apendiktomi Di Ruang Rawat Inap Bogenvil Rumah Sakit Umum

Daerah Umbu Rara Meha Waingapu. Skripsi strata satu,

Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Yulianti., Rosyidah., & Hariyono, W. (2011). Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Penerapan Universal Precaution pada Perawat di Bangsal Rawat Inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat, Vol. 5 (2). ISSN: 1978-0575

Yuwono. (2013). Pengaruh Beberapa Faktor Risiko Terhadap Kejadian Surgical Site Infection (SSI) Pada Pasien Laparotomi Emergensi. Jambi Medical Journal, Vol. 1 (1) pp. 16-25.

LEMBAR PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Yogyakarta, Mei 2016 Kepada Yth.Sdra/I Responden

Dengan hormat,

\Assalamu’alaikum Wr. Wb

Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Zolfika Anggraini

NIM : 20120320006

Adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang akan melaksanakan penelitian dengan judul “Gambaran Implementasi Prosedur

Perawatan Luka Post Operasi oleh Perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul”.

Penelitian memohon dengan hormat kepada saudara/i untuk bersedia menjadi responden dan mau mengisi data serta memberikan tanggapan yang layak dengan sejujur-jujurnya untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat apapun bagi semua responden. Kerahasian semua informasi yang diberikan akan dijaga dan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian. Atas perhatian dan kesediaannya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Peneliti,

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama / Inisial :

Umur :

Jenis kelamin :

Alamat :

Menyatakan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang akan dilakukan oleh Zolfika Anggraini Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperwatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berjudul “Gambaran Implementasi Prosedur Perawatan Luka Post

Operasi oleh Perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul” dan saya akan mengikuti proses penelitian serta menjawab kuesioner sejujur-jujurnya.

Oleh karena itu, saya menyatakan bahwa saya bersedia untuk menjadi responden pada penelitian ini dengan suka rela dan tanpa paksaan dari pihak manapun.

Yogyakarta, Mei 2016 Responden

INSTRUMEN PENELITIAN

“Gambaran Implementasi Prosedur Perawatan Luka Post Operasi oleh

Perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul”

Instrumen penelitian terdiri dari dua bagian :

1. Kuesioner

Kuesioner ini berupa data demografi yang terdiri dari 5 pertanyaan dan bentuk pengisiannya ada yang ditulis dan ada yang tersedia dalam bentuk pilihan.

2. Checklist SOP perawatan luka

Berupa lembaran observasi yang terdiri dari tindakan perawatan luka post operasi dan hanya dipegang oleh peneliti.

Kuesioner Data Demografi

Berilah tanda (√) pada jawaban yang tersedia yang berhubungan dengan anda.

Nama :

Usia : Tahun

Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan

Pendidikan : D3 S1

CHECKLIST

Buatlah tanda (√) pada kolom jawaban ya bila prosedur dilakukan, sebaliknya berikan tanda (√) pada kolom jawaban tidak bila prosedur tidak dilakukan.

Keterangan :

Ya : 1

Tidak : 0

SOP Perawatan Luka Bersih

No Prosedur Ya Tidak 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Persiapan alat :

1. Medikasi set steril dalam bak steril 2. Pinset anatomi

3. Pinset cirurgis 4. Kom steril 2 buah 5. Gunting jaringan

6. Hipavik/dressing luka transparan 7. Gunting verban

8. Kassa steril secukupnya 9. NaCl 0,9%

10.Bengkok/kantong plastik

Ucapkan salam dan jelaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan

Jaga privasi pasien

Siapkan pasien pada posisi yang nyaman, posisi perawat disebelah kanan pasien

Lakukan cuci tangan sebelum tindakan Pakai sarung tangan

Baca bismillah sebelum melakukan tindakan Buka balutan secara perlahan-lahan perhatikan kenyamanan pasien

Masukkan balutan kotor ke dalam bengkok / kantong plastik

11 12 13 14 15 16 17 bersih

Perhatikan adanya tanda-tanda infeksi sekunder seperti kemerahan, bengkak, panas, atau adanya pus di sekitar luka

Lakukan penutupan luka menggunakan sufratul secukupnya, bila tidak ada tanda infeksi

sekunder

Balut luka dengan kassa steril. Bila

menggunakan verban transparan tidak perlu tutup dengan kassa steril

Tutup balutan menggunakan hipavix/dressing luka transparan secara rapat

Bereskan alat

Rapikan pasien dan beritahu pasien atau keluarga bila tindakan telah selesai

Lakukan cuci tangan dan dokumentasi setiap tindakan yang dilakukan di catatan rekam medis

GAMBARAN IMPLEMENTASI PROSEDUR PERAWATAN LUKA POST OPERASI OLEH PERAWAT DI RSU

PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

Naskah Publikasi

Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Derajat Sarjana Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh: ZOLFIKA ANGGRAINI

20120320006

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016

Gambaran Implementasi Prosedur Perawatan Luka Post Operasi Oleh Perawat Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Karya Tulis Ilmiah. Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Zolfika Anggraini1, Fahni Haris2

1

Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMY, 2Dosen PSIK UMY

Abstract

Wound care operations that are not in accordance with standard operating procedures (SOP) are at risk of surgical site infection in patients and the risk of bad also for nurse itself. The risk requires nurses to be obedient in action postoperative wound care in accordance with SOP. This research aims for knowing the implementation procedures postoperative wound care in the ward room General Hospital PKU Muhammadiyah Bantul.

This research was quantitative with descriptive observational approach. Sample size in this research was 58 nurses. The sampling technique used total sampling. Data analysis used descriptive statistics. Questionnaires and checklist of SOP in General Hospital PKU Muhammadiyah in Bantul used for research instrument.

The results showed 56 (96.6%) of nurse (n=58) had implemented postoperative wound care procedures in accordance with the SOP, while who were not in accordance with the SOP was 2 nurses (3.4 %) and the result from the preparation of tools and materials showed that all nurse (100%) had preparing tools and materials in accordance with the SOP, but there is 1 nurse used 1 tools and materials for 2 patient.

Nurses at general hospital PKU Muhammadiyah Bantul already implemented postoperative wound care procedures in accordance with the SOP and all nurses has prepared a tool for the treatment of postoperative wounds correctly and appropriate with SOP.Further research is expected to take the data with the involvement of other people in order to avoid the nurse did not feel watched so that the bias can be avoided .

Intisari

Perawatan luka operasi yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) akan berisiko terkena infeksi luka operasi pada pasien dan berisiko buruk pula untuk perawat itu sendiri. Resiko tersebut mengharuskan perawat untuk patuh dalam melakukan tindakan perawatan luka post operasi sesuai dengan SOP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosedur implementasi perawatan luka post operasi di ruang rawat inap RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 58 perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan deskriptif statistik. Instrument penelitian menggunakan kuesioner data demografi responden dan checklist SOP RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Hasil penelitian menunjukkan 56 perawat (96,6%) dari 58 perawat sudah melakukan implementasi prosedur perawatan luka post operasi sesuai dengan SOP, sedangkan yang tidak sesuai dengan SOP 2 perawat (3,4%) dan dari hasil persiapan alat dan bahan menunjukkan bahwa semua perawat (100%) sudah menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan SOP, tetapi ada 1 perawat yang menggunakan 1 alat untuk 2 pasien.

Sebagian besar perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul sudah melakukan implementasi prosedur perawatan luka post operasi sesuai dengan SOP dan seluruh perawat sudah menyiapkan alat untuk perawatan luka dengan benar dan sesuai SOP. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengambil data dengan melibatkan orang lain untuk menghindari agar perawat tidak merasa diawasi sehingga bias dapat terhindari.

Kata Kunci: Implementasi Perawatan Luka, Post Operasi, Standar Operasional Prosedur

untuk terapi atau rekonstruksi1. Penatalaksanaan perawatan luka post operasi pada saat ini masih belum optimal, hal ini ditunjukkan dengan belum patuhnya perawat dalam melakukan prosedur perawatan luka post operasi dengan benar seperti melakukan perawatan luka operasi dengan 1 set medikasi digunakan untuk pasien secara bersama-sama (banyak pasien), perawat tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medikasi, perawat tidak memperhatikan tehnik steril seperti tidak memakai sarung tangan steril saat medikasi2. Perawatan luka sesuai dengan prosedur dan dengan teknik aseptik dapat mencegah infeksi luka operasi (ILO)3. Infeksi luka operasi merupakan salah satu indikator mutu dari suatu rumah sakit. Infeksi luka operasi atau infeksi tempat pembedahan (ITP) adalah Infeksi yang terjadi dalam waktu

dari pasien, dokter, tim kesehatan, lingkungan dan termasuk juga instrumentasi4.

Data yang diperoleh dari National

Nosocomial Infection Surveillence

(NNIS) United states of Amerika mengindikasikan bahwa ILO merupakan infeksi ketiga tersering yang terjadi di rumah sakit sekitar 14-16% dari total pasien di rumah sakit mengalami ILO5. Survey World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa angka kejadian ILO atau Surgical Site Infection (SSI) di dunia berkisar antara 5% sampai 34%6. Menurut DEPKES RI tahun 2001 angka kejadian ILO pada rumah sakit di Indonesia bervariasi antara 2,30-18,30 % 7

. Di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta kejadian ILO mencapai 17% dan menduduki urutan kedua tersering setelah urinary tract infections8.

Observasi yang dilakukan pada 4 orang perawat saat studi pendahuluan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul terkait dengan penerapan SOP perawatan luka didapatkan hasil yaitu kurang patuhnya perawat terhadap penerapan SOP perawatan luka post operasi, hal ini dibuktikan 3 dari 4 orang perawat tidak memakai alat pelindung diri seperti masker dan hanya memakai 1 sarung tangan. Hasil wawancara dari dua perawat PKU Muhammadiyah Bantul tentang ketidakpatuhan perawat dalam prosedur perawatan luka, didapatkan hasil bahwa perawat sering lupa prosedur perawataan luka saat melakukan perawatan luka sedangkan SOP perawatan luka sudah diletakkan di map

di nurse station dan sudah

disosialisasikan setiap meeting morning.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observasional.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena dalam menemukan ide baru yang dilakukan dengan cara melihat implementasi perawatan luka post operasi sesuai dengan SOP yang dilakukan oleh perawat9. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di kelas II dan III di bangsal Al Araaf, Al Kautsar, Al Kahfi, Al Insan RSU PKU Muhammadiyah Bantul yakni sebanyak 58 perawat. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan total sampling yaitu seluruh perawat pelaksana.

Instrument yang digunakan dalam penlitian ini menggunakan kuesioner data demografi responden dan checklist SOP yang telah ditetapkan di RSU PKU Muhammadiyah Bantul tersebut. Pengambilan data melalui pengamatan langsung pada setiap implementasi prosedur perawatan luka post operasi yang di lakukan di ruang rawat inap kelas II dan III bangsal Al Araaf, Al Kautsar,

Data yang sudah terkumpul sebelum dilakukan analisis terlebih dahulu harus diolah sehingga menjadi informasi. Data dari penelitian ini akan dianalisis menggunakan uji univariat, yaitu analisis yang dilakukan bertujuan untuk melihat distribusi frekuensi dari variabel yang akan diteliti dan kemudian akan dianalisa secara deskripsi dalam bentuk frekuensi dan persentase seperti umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, masa kerja dan kriteria hasil implementasi perawatan luka sesuai SOP.

HASIL PENELITIAN

berdasarkan SOP, menggunakan sampel yang berjumlah 58 perawat. Karakteristik perawat terdiri dari usia, jenis kelamin, pendidikan dan masa kerja.

Subjek dalam penelitian adalah perawat yang melakukan implementasi prosedur perawatan luka pada pasien post operasi di Ruang Rawat Inap kelas II dan III di RSU PKU Muhammadiyah Bantul yang berjumlah 58 perawat pelaksana. Adapun karakterisktik perawat yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan dan masa kerja.

Tabel 4.1 Distribusi frekuensi keberhasilan dalam melakukan implementasi perawatan luka post operasi sesuai sop berdasarkan karakteristik perawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul

No Implementasi prosedur perawatan luka post operasi

Jumlah

Karakteristik Sesuai Tidak sesuai

F % F % F % 1 Usia Dewasa awal 47 81,0 % 0 0 % 47 81,0 % Dewasa akhir 9 15,5 % 2 3,5 % 11 19,0 % 2 Jenis kelamin Laki-laki 14 24,1 % 0 0 % 14 24,1 % Perempuan 42 72, 4 % 2 3,5 % 44 75,9 % 3 Pendidikan D3 47 81,0 % 2 3,5 % 49 84,5 % S1 9 15,5 % 0 0 % 9 15,5 % 4 Masa kerja <5 19 32,8 % 0 0% 19 32,8 % >5 37 63,7 % 2 3,5 % 39 67,2 % Total 56 96,5% 2 3,5% 58 100%

Sumber: Data Primer, 2016 Dari tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari 58 responden, perawat terbanyak berusia dewasa awal yaitu berjumlah 47 perawat (81,0%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan yaitu 44 perawat (75,9%), tingkat pendidikan terbanyak berpendidikan D3 yaitu sebanyak 49 perawat (84,5%) dan masa kerja terbanyak adalah di atas 5 tahun yaitu sebanyak 39 perawat (67,2%). Tabel 4.1 juga menunjukkan hasil bahwa perawat yang melakukan perawatan luka post

operasi tidak sesuai prosedur berdasarkan karakteristik perawat yaitu dewasa akhir sebanyak 2 perawat (3,5%), berdasarkan jenis kelamin yaitu perempuan sebanyak 2 perawat (3,5%), berpendidikan D3 sebanyak 2 perawat (3,5%) dan masa kerja lebih dari 5 tahun sebanyak 2 perawat (3,5%).

perawatan luka post operasi

Karakteristik Sesuai Tidak sesuai

f % F % f % 1 Usia Dewasa awal 47 81,0 - - 47 81,0 Dewasa akhir 11 19,0 - - 11 19,0 Total 58 100 - - 58 100 2 Jenis kelamin Laki-laki 14 24,1 - - 14 24,1 Perempuan 44 75,9 - - 44 75,9 Total 58 100 - - 58 100 3 Pendidikan D3 49 84,5 - - 49 84,5 S1 9 15,5 - - 9 15,5 Total 58 100 - - 58 100 4 Masa kerja <5 19 32,8 - - 19 32,8 >5 39 67,2 - - 39 67,2 Total 58 100 - - 58 100

Sumber: Data primer, 2016 Tabel 4.2 menunjukkan hasil bahwa seluruh perawat yang berjumlah 58 perawat (100%) sudah melakukan persiapan alat dan bahan sesuai dengan SOP. Dilihat dari usia dewasa awal dan dewasa akhir, jenis kelamin laki-laki dan perempuan, berpendidikan D3 dan S1,

dan masa kerja <5 tahun dan >5 tahun sudah menyiapkan alat dan bahan perawatan luka post operasi sesuai dengan SOP, tetapi ada 1 perawat yang menggunakan 1 alat dan bahan untuk 1 pasien.

PEMBAHASAN

1. Keberhasilan dalam melakukan implementasi perawatan luka post operasi sesuai SOP berdasarkan karakteristik perawat

Berdasarkan tabel 4.1 didapatkan hasil perawat yang melakukan implementasi prosedur perawatan luka

post operasi yang sesuai dengan SOP yaitu perawat dengan usia dewasa awal sebanyak 47 perawat karena dari hasil observasi peneiti pada usia dewasa awal (20-40 tahun) masih memiliki daya ingat yang kuat dan semangat untuk bekerja lebih besar daripada usia yang sudah memasuki dewasa akhir, seperti yang dijelaskan juga oleh Monks (2000) bahwa secara fisiologis pertumbuhan dan perkembangan seseorang dapat digambarkan dengan pertumbuhan umur10. Dengan peningkatan umur diharapkan terjadi peningkatan kemampuan motorik sesuai dengan tumbuh kembangnya yang identik dengan semangat tinggi dan tenaga yang prima. Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Permatasari (2013) yang mendapatkan hasil perawat yang berusia dewasa awal melaksanaan universal precaution dengan kategori baik11. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Syahrizal, Karim dan Nauli (2015) bahwa perawat yang

melaksanakan universal precaution dengan kategori baik adalah dewasa

Dokumen terkait