• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

Adapun saran yang diberikan peneliti berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penelitian selanjutnya mengenai IMS sebaiknya menggunakan populasi penelitian yang lebih luas dengan menggunakan data dari beberapa rumah sakit dan meneliti jenis Infeksi Menular Seksual (IMS) yang lebih beragam,

yang bertujuan untuk memperkaya data sehingga karakteristik penderita IMS dapat dikenali dengan lebih baik.

2. Pihak RSUP H.Adam Malik Medan sebaiknya meningkatkan kualitas dan melengkapi data rekam medik pasien, sehingga penelitian yang dilakukan selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih tepat.

3. Berhubungan dengan karakteristik responden yang telah dipaparkan, IMS masih banyak terjadi pada kelompok usia yang tergolong muda dan tingkat pendidikan yang tidak begitu tinggi, sehingga hal ini kiranya menjadi pengingat bagi pihak-pihak terkait untuk melakukan penyuluhan atau pendidikan mengenai IMS dan perihal seksualitas lainnya kepada kelompok masyarakat yang beresiko tinggi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Behrman, A.J. & Shoff, W.H., 2009. Gonorrhea, University of Pennsylvania. Available from: [accessed 13 April 2010].

Centers for Disease Control and Prevention, 2007. CDC Fact Sheet Genital Herpes. Available from: 13 April 2010].

Centers for Disease Control and Prevention, 2009. Sexually Transmitted Disease Surveillance 2008. Georgia: U.S. Department of Health and Human Services, Division of STD Prevention.

Daili, S.F., 2007. Tinjauan Penyakit Menular Seksual (PMS). In: Djuanda, A., Hamzah, M., and Aisah, S., Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 5th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 363-365.

Daili, S.F., 2009. Gonore. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 65-76.

Daili, S.F., 2009. Herpes Genitalis. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 125-139.

Daili, S.F., 2009. Pemeriksaan Klinis pada Infeksi Menular Seksual. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 19-61.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2005. Manual Pemberantasan Penyakit Menular. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.

Ghadishah, D., 2009. Condiloma Acuminata, FACEP. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/781735-overview [accessed 13 April 2010].

Hakim, L., 2009. Epidemiologi Infeksi Menular Seksual. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 3-16.

Hutapea, N.O., 2009. Sifilis. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 84-102.

Jazan, S., et al. 2003. Prevalensi Infeksi Saluran Reproduksi pada Wanita Penjaja Seks di Bitung,Indonesia. Jakarta: Direktorat Jenderal PPM & PPL.

Kastner M., et al., 2006. Age-Specific Search Strategies for Medline, University of Toronto, Faculty of Medicine. Available from: http://www.jmir.org

. [Accesed 15 April 2010].

Liu, P.F. & Euerle, B., 2009. Syphilis, Virginia Hospital Center Arlington. Available from: April 2010].

Lumintang, H., 2009. Infeksi Genital Non Spesifik. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 77-83.

Mamahit, E.R.S., 2000. Validasi Pemeriksaan Infeksi Menular Seksual secara Pendekatan Sindrom pada Kelompok Berperilaku Resiko Tinggi. Buletin Penelitian Kesehatan, 28 (3&4): 460-472.

Rosyati, L.M., 2001. Pola Penyakit Menular Seksual (PMS) Wanita di Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RS. Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode Januari 1996 - Desember 2000, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Badan Litbang Kesehatan.

Salvaggio, M.R. & Lutwick, L.I., 2009. Herpes Simplex, University of Oklahoma College of Medicine. Available from: http://emedicine.medscape.com /article/218580-overview [accessed 13 April 2010].

Struble, K. & Lutwick, L.I., 2010. Chlamydial Genitourinary, Universityof Oklahoma College of Medicine. Available from: http://emedicine.medscape.com /article/214823-overview [accessed 13 April 2010] .

World Health Organization, 2001. World Health Organization.

World Health Organization, 2007. Sexually Transmitted Infections. Available from:

Zubier, F., 2009. Kondiloma Akuminata. In: Daili, S.F., et al., Infeksi Menular Seksual. 4th ed. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI, 140-145.

LAMPIRAN

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Jane Tetraulina Silitonga

Tempat/ Tanggal Lahir : Medan/ 20 Januari 1990

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Komp. Taman Setiabudi Indah Blok D no.53, Medan

Riwayat Pendidikan : 1. TK Fajar Medan 1995-1996

2. SD St.Antonius II Medan 1996-2002 3. SMP St.Thomas I Medan 2002-2004 4. SMA Negri 1 Medan 2004-2007

Riwayat Pelatihan : -

Data Induk

Gambaran Infeksi Menular Seksual (IMS) di RSUP.H.Adam Malik Medan tahun 2009

No.RM IMS Jenis

Kelamin

Usia Pendidikan terakhir

Pekerjaan Status marital Kelompok usia

37.79.20 Gonore laki laki 37 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 35 - 39

37.89.69 Gonore laki laki 32 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 30 - 34

38.01.77 Gonore perempuan 17 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah 15 - 19

38.14.60 Gonore laki laki 54 pendidikan sedang bekerja sudah menikah >44

32.44.48 Gonore laki laki 23 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24 38.75.06 Gonore laki laki 58 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah >44

38.84.44 Gonore perempuan 44 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 40 - 44

38.92.47 Gonore perempuan 30 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 30 - 34

38.14.60 Gonore laki laki 44 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 40 - 44

34.12.16 Gonore laki laki 34 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 30 - 34

39.19.10 Gonore laki laki 44 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 40 - 44

39.29.15 Gonore laki laki 34 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 30 - 34

39.16.06 Gonore perempuan 29 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 25 - 29

38.50.10 Gonore laki laki 41 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 40 - 44

41.55.08 Gonore laki laki 22 pendidikan sedang bekerja belum menikah 20 - 24

41.44.22 Gonore laki laki 34 pendidikan rendah bekerja sudah menikah 30 - 34

41.44.17 Gonore laki laki 27 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 25 - 29 23.53.94 Gonore laki laki 20 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24

40.28.36 Gonore laki laki 35 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 35 - 39

38.38.70 IGNS laki laki 31 pendidikan sedang bekerja belum menikah 30 - 34

38.14.60 IGNS perempuan 24 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24

40.54.94 IGNS laki laki 30 pendidikan sedang bekerja belum menikah 30 - 34

39.74.96 kondiloma akuminata

laki laki 21 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24 39.37.42 kondiloma

akuminata

laki laki 26 pendidikan sedang bekerja belum menikah 25 - 29

39.51.28 kondiloma akuminata

laki laki 33 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 30 - 34

40.36.88 kondiloma akuminata

perempuan 22 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 20 - 24 40.27.55 kondiloma

akuminata

perempuan 36 pendidikan tinggi tidak bekerja sudah menikah 35 - 39 40.07.33 kondiloma

akuminata

laki laki 24 pendidikan sedang bekerja belum menikah 20 - 24

40.25.34 kondiloma akuminata

perempuan 34 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 30 - 34 36.80.05 kondiloma

akuminata

perempuan 29 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 25 - 29

36.93.59 kondiloma akuminata

perempuan 27 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 25 - 29

37.76.57 kondiloma akuminata

36.54.93 kondiloma akuminata

perempuan 17 pendidikan sedang bekerja belum menikah 15 - 19

34.43.56 kondiloma akuminata

perempuan 27 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 25 - 29

32.97.59 kondiloma akuminata

Perempuan 46 pendidikan rendah bekerja sudah menikah >44 38.79.45 kondiloma

akuminata

laki laki 34 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 30 - 34

39.06.41 kondiloma akuminata

laki laki 42 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 40 - 44

39.51.94 kondiloma akuminata

perempuan 20 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 20 - 24 39.54.28 kondiloma

akuminata

laki laki 34 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 30 - 34

40.20.58 kondiloma akuminata

perempuan 39 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 35 - 39 40.74.73 kondiloma

akuminata

perempuan 22 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24 40.87.87 kondiloma

akuminata

perempuan 22 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24

41.46.55 sifilis perempuan 27 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 25 - 29

40.08.61 sifilis laki laki 26 pendidikan tinggi tidak bekerja sudah menikah 25 - 29

40.54.94 sifilis laki laki 30 pendidikan sedang bekerja belum menikah 30 - 34

39.37.98 sifilis perempuan 41 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 40 - 44 37.53.63 sifilis laki laki 19 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 15 - 19 37.95.82 herpes

simpleks

perempuan 34 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 30 - 34 29.49.90 herpes

simpleks

laki laki 27 pendidikan sedang bekerja belum menikah 25 - 29

38.66.23 lain-lain perempuan 24 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24 35.60.89 lain-lain perempuan 46 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah >44 39.09.54 lain-lain perempuan 37 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 35 - 39 32.01.37 lain-lain laki laki 46 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah >44 25.43.41 lain-lain perempuan 56 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah >44

22.15.06 lain-lain laki laki 33 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 30 - 34

36.56.07 lain-lain perempuan 39 pendidikan sedang bekerja sudah menikah 35 - 39

40.52.76 lain-lain perempuan 33 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah 30 - 34

39.05.55 lain-lain perempuan 21 pendidikan sedang tidak bekerja belum menikah 20 - 24 34.68.19 lain-lain laki laki 49 pendidikan tinggi bekerja sudah menikah >44 32.97.59 lain-lain perempuan 73 pendidikan rendah bekerja sudah menikah >44 40.47.04 lain-lain perempuan 35 pendidikan sedang tidak bekerja sudah menikah 35 - 39 38.67.24 lain-lain perempuan 6 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah <15 39.49.88 lain-lain perempuan 6 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah <15 39.49.87 lain-lain laki laki 8 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah <15 27.80.07 lain-lain perempuan 1 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah <15 02.90.38 lain-lain perempuan 16 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah 15 - 19 38.48.23 lain-lain perempuan 9 pendidikan rendah tidak bekerja belum menikah <15

Frequency Table

Statistics

jenisIMS jenis kelamin pendidikan pekerjaan statusmarital Kelompok Usia

N Valid 67 67 67 67 67 67

Missing 0 0 0 0 0 0

jenisIMS

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid gonore 19 28.4 28.4 28.4 kondiloma akuminata 20 29.9 29.9 58.2 Sifilis 5 7.5 7.5 65.7 herpes simpleks 2 3.0 3.0 68.7 IGNS 3 4.5 4.5 73.1 lain-lain 18 26.9 26.9 100.0 Total 67 100.0 100.0 jenis kelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid laki laki 33 49.3 49.3 49.3

perempuan 34 50.7 50.7 100.0

Total 67 100.0 100.0

Kelompok Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid <15 5 7.5 7.5 7.5 15 - 19 4 6.0 6.0 13.4 20 - 24 12 17.9 17.9 31.3 25 - 29 9 13.4 13.4 44.8 30 - 34 15 22.4 22.4 67.2 35 - 39 7 10.4 10.4 77.6 40 - 44 7 10.4 10.4 88.1 >44 8 11.9 11.9 100.0

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid pendidikan rendah 10 14.9 14.9 14.9

pendidikan sedang 45 67.2 67.2 82.1

pendidikan tinggi 12 17.9 17.9 100.0

Total 67 100.0 100.0

Pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid bekerja 36 53.7 53.7 53.7 tidak bekerja 31 46.3 46.3 100.0 Total 67 100.0 100.0 Statusmarital

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid sudah menikah 40 59.7 59.7 59.7

belum menikah 27 40.3 40.3 100.0

Kelompok Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid <15 5 7.5 7.5 7.5 15 - 19 4 6.0 6.0 13.4 20 - 24 12 17.9 17.9 31.3 25 - 29 9 13.4 13.4 44.8 30 - 34 15 22.4 22.4 67.2 35 - 39 7 10.4 10.4 77.6 40 - 44 7 10.4 10.4 88.1 >44 8 11.9 11.9 100.0 Total 67 100.0 100.0 Crosstabs

Case Processing Summary

Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

jenisIMS * jenis kelamin 67 100.0% 0 .0% 67 100.0%

jenisIMS * pendidikan 67 100.0% 0 .0% 67 100.0%

jenisIMS * pekerjaan 67 100.0% 0 .0% 67 100.0%

jenisIMS * statusmarital 67 100.0% 0 .0% 67 100.0%

jenisIMS * jenis kelamin Crosstabulation

Count

jenis kelamin

Total

laki laki perempuan

jenisIMS Gonore 15 4 19 kondiloma akuminata 8 12 20 Sifilis 3 2 5 herpes simpleks 1 1 2 IGNS 2 1 3 lain-lain 4 14 18 Total 33 34 67

jenisIMS * pendidikan Crosstabulation Count Pendidikan Total pendidikan rendah pendidikan

sedang pendidikan tinggi

jenisIMS Gonore 2 13 4 19 kondiloma akuminata 1 17 2 20 Sifilis 0 4 1 5 herpes simpleks 0 2 0 2 IGNS 0 3 0 3 lain-lain 7 6 5 18 Total 10 45 12 67

jenisIMS * pekerjaan Crosstabulation

Count

pekerjaan

Total

bekerja tidak bekerja

jenisIMS Gonore 12 7 19 kondiloma akuminata 12 8 20 Sifilis 2 3 5 herpes simpleks 1 1 2 IGNS 2 1 3 lain-lain 7 11 18 Total 36 31 67

jenisIMS * statusmarital Crosstabulation

Count

statusmarital

Total

sudah menikah belum menikah

jenisIMS Gonore 14 5 19 kondiloma akuminata 13 7 20 Sifilis 3 2 5 herpes simpleks 0 2 2 IGNS 0 3 3 lain-lain 10 8 18 Total 40 27 67

jenisIMS * Kelompok Usia Crosstabulation

Count Kelompok Usia Total <15 15 - 19 20 – 24 25 - 29 30 - 34 35 - 39 40 - 44 >44 jenisIMS Gonore 0 1 3 2 5 2 4 2 19 kondiloma akuminata 0 1 6 4 4 2 2 1 20 Sifilis 0 1 0 2 1 0 1 0 5 herpes simpleks 0 0 0 1 1 0 0 0 2 IGNS 0 0 1 0 2 0 0 0 3 lain-lain 5 1 2 0 2 3 0 5 18 Total 5 4 12 9 15 7 7 8 67

Dokumen terkait