• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

1. Alat pemanas pelurus rambut dapat dijadikan terapi alternatif dalam penanganan kutu dan telur kutu kepala terutama pada telur kutu kepala.

2. Perlu dilakukan penelitian dengan alat pemanas lain yang sudah biasa digunakan di masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Sungkar S. Pedikulosis. Dalam : Hadidjaja P, Margono SS,editor. Dasar Parasitologi Klinik. Edisi I. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2011.h.349-55. 2. Nutanson I, Steen CJ, Schwartz RA, Janniger CK. Pediculus humanus capitis: an

update. Acta Dermatoven APA; 2008.17(4):147-59.

3. Burkhart CN, Burkhart CG. Scabies, Other Mites, and Pediculosis. Dalam : Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrest BA, Paller AS, Leffell DJ, Wolff K, editor. Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine.Edisi ke-8.New York:McGraw-Hill;2012.h.2573-6.

4. Soedarto. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran.Jakarta: Sagung Seto; 2011.h.256-59. 5. Mumcuoglu KY et al. International Guidelines for Effective Control of Head Louse

Infestations; J of Drugs in Dermatol ; 2007:6(4):409-14.

6. Mumcuoglu KY. Prevention and Treatment of Head Lice in Children. Pediatr Drugs; 1999:1(3):211-8.

7. Goates BM, et al. An Effective Nonchemical Treatment for Head Lice: A Lot of Hot Air. Offic J of the Am Acad of Pediatr ; 2006:118:1962-70.

8. Frankowski BL, Bocchini JA. Head Lice.

9. Head Lice Infestations:A Clinical Update. Canadian Pediatr Child Health; 2004:9(9):647-50

Offic J of the Am Acad of Pediatr; 2010:126:392-403.

10. Mumcuoglu KY, Gilead L, Ingber A. New Insights in Pediculosis and Scabies. Expert Rev.Dermatol;2009:4(3):285-93

11. Burkhart CG,Burkhart CN, Burkhart KM. An Assessment of Topical and Oral Prescription and Over-The-Counter Treatments for Head Lice. Mosby. J Am Acad Dermatol; 1998:38(6):979-82.

12. Seobo SIM,et al. A survey on head lice infestation in Korea (2001) and the therapeutic efficacy of oral trimethoprim/ sulfamethoxazole adding to lindane shampoo. The Korean J of Parasitol; 2003:41(1):57-61.

13. Eichenfield, Lawrence F, Colon-Fontanez, Francisco. Treatment of Head Lice. The Pediatr Infect Disease J. Wiliam & Wilkins 1998;17(5):419-920

14. Mumcuoglu KY. Control of Human Lice ( Anoplura : Pediculidae) Infestations : Past and Present. Am Entomot; 1996:42(3):175-8

15. Roberts RJ. Head Lice.N Engl J Med;2002:346(21):1645-50

16. Namazi MR. Treatment of pediculosis capitis with thiabendazole: a pilot study. Intert J of Dermatol 2003;42:973-6

17. Bush SE, Rock AN, Jones SL, Malenke JR, Clayton DH. Efficacy of the LouseBuster, a New Medical Device for Treating Head Lice (Anoplura : Pediculidae). J. Med. Entomol; 2011:48(1):67-72.

18. Jacobson CC, Abel EA. Parasitic Infestations.J Am Acad Dermatol; 2007:56:1026-43 19. Guenther L. Pediculosis (Lice). 2012 Diunduh dari : 20. Khopkar U,Madke B. Pediculosis capitis: an update. Indian J of dermatol,venereo

21. Manrique-Saide P, Pavia-Ruz N, Rodriguez-Buenfil JC, Herrera H, Gomez-Ruiz P, Pilger D.Prevalence of Pediculosis Capitis in Children from a Rural School in Yucatan,Mexico.Rev.Inst.Med.Trop.Sao Paulo.2011;56(6):325-27

22. Jahnke C, Bauer E, Hengge UR, Feldmeier H. Accuracy of Diagnosis of Pediculosis Capitis.Arch Dermatol.2009;145(3):309-13

23. Flinder DC, Schweinitz PD. Pediculosis and Scabies. Am Fam Physician. 2004;69(2):341-4

24. Burkhart CN, Burkhart CG. Recommendation to Standardize Pediculicidal and Ovicidal Testing for Head Lice (Anoplura: Pediculidae). J.Med.Entomol. 2001;38(2):127-29

25. Duncan RA, Waterson S, Beattie TF, Stewart K. Contact burns from hair straighteners : a new hazard in the home. Emerg Med J. 2006;23(3):e21

26. Bryant H, Dixon F, Ellington A, Porter C. Hair straightening. In : Draelos ZD. Cosmetic Dermatol Product & Procedures. Blackwell Publishing Ltd. United Kingdom. 2010: 248-55

27. de Sa Dias TC, Baby AR, Kaneko TM, Valesca MVR. Relaxing / straightening of Afro-ethnic hair : historical over view. J of Cosmetic Dermatol 2007;6:2-5

28. Gray J. Hair Care and hair care products. Clinic in Dermatol 2001; 19: 227-36

29. Jusuf NK. Pengikalan dan pelurus rambut.m Dalam : Symposium & Workshop. Cosmetic dermatology update. “Everyting About Hair”. KSDKI. FK Unair. Surabaya; 2012:162-3

30. Boulduc C, Shapiro J.Hair Care product: waving, straightening, conditioning and coloring. Clinics in Dermatol.2001; 19:431-36

31. Draelos ZA. Hair Care. London : Taylor & Francis; 2005.h.240-79

32. Setyaningrum T. Perawatan kulit kepala dan rambut. Dalam : Symposium & Workshop. Cosmetic dermatology update. “Everyting About Hair”. KSDKI. FK Unair. Surabaya; 2012:162-3

33. Horev L. Exogenous Factors in Hair Disorders. Exog Dermatol; 2004 :3: 237-45 34. Dahlan MS. Besar sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan.Jakarta.

2005.h.64-6

35. Slonka GF, McKinley, McCroan SP, et al. Epidemiology of an outbreak of head lice in Georgia. The Am J of Trop Med and Hyg. 1976:25(5):739-43

36. Nada EEA, El-Nadi NA, Abu-El Dahab SH. Epidemiological studies on pediculosis capitis in sohag governorate.Egypt Dermatol Ol J 2 (1): 9,2006

37. Yousefi S, Shamsipoor F, Abadi YS. Epidemiological Study of Head Louse (Pediculus humanus capitis) Infestation Among Primary School Students in Rural Areas of Sirjan County, South of Iran. Thrita J Med Sci.2012;1(2):53-6

38. Bennett N, Murray S, O’Grady KA, ed. The blue book.Guidelines for the control of infectious diseases.Communicable diseases section. Melbourne Victoria; 2005.h. 153-154.

LAMPIRAN 1.

NASKAH PENJELASAN KEPADA PASIEN/ ORANGTUA/ KELUARGA PASIEN Selamat pagi/siang,

Perkenalkan nama saya dr.Riana Miranda Sinaga. Saat ini saya sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis di Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

Untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang sedang saya jalani, saya melakukan penelitian dengan judul “Efektifitas Alat Pemanas Pelurus Rambut Dalam Penanganan Pedikulosis Kapitis”.

Tujuan penelitian saya ini adalah untuk mengetahui apakah alat pemanas pelurus rambut efektif dalam penanganan pedikulosis kapitis, untuk mengetahui perbedaan jumlah kutu dan telur kutu pada kepala bagian kanan dan kiri, untuk mengetahui perbedaan jumlah kutu kepala yang hidup dan mati sebelum dan setelah pemanasan dengan alat pemanas pelurus rambut, untuk mengetahui perbedaan jumlah telur kutu kepala yang hidup dan mati sebelum dan setelah pemanasan dengan alat pemanas pelurus rambut dan untuk mengetahui efek samping yang dapat langsung terjadi setelah pemakaian alat pemanas pelurus rambut.

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan alternatif lain untuk penanganan pedikulosis kapitis selain yang konvensional yang berguna untuk petugas medis dan masyarakat dan hasil penelitian ini diharapkan akan dapat menjadi

data dasar ataupun data pendukung penelitian-penelitian selanjutnya mengenai penanganan pedikulosis kapitis melalui sifat-sifat fisik kutu dan telurnya.

Penelitian ini akan saya lakukan pada pasien pedikulosis kapitis yang sebelumnya diidentifikasi kutu dan telur kutunya yang dibantu dengan menggunakan kaca pembesar.

Pedikulosis kapitis tersebut adalah infestasi kutu kepala yang disebabkan oleh ektoparasit spesifik yaitu Pediculus humanus capitis.

Sedangkan alat yang digunakan untuk penanganan yaitu alat pemanas pelurus rambut. Alat pemanas pelurus rambut adalah suatu alat yang digunakan untuk meluruskan dan merapikan rambut yang menggunakan tenaga listrik dengan menghasilkan udara panas dengan suhu 60˚C melalui dua pelat yang terbuat dari logam atau keramik.

Jika Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara bersedia ikut serta dalam penelitian ini, maka saya akan melakukan tanya jawab terhadap Bapak/Ibu/Kakak/Adik/ Saudara untuk mengetahui identitas pribadi secara lebih lengkap dan keadaan kesehatan secara umum. Bila telah memenuhi persyaratan untuk dilakukan penanganan ini, maka akan dilakukan penanganan dengan cara :

Dilakukan pengambilan sampel sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Terhadap sampel yang sudah memenuhi kriteria kemudian dilakukan pencatatan data dasar sampel. Setiap sampel ditangani dengan memakai alat pemanas pelurus rambut.

a. Pada setiap pasien rambut kepala dalam keadaan kering dibagi menjadi 2 bagian. Sisi kanan sebagai lokasi rambut sebelum pemanasan (pre treatment) dan sisi kiri sebagai lokasi rambut setelah pemanasan (post treatment).

b. Rambut sisi kanan dibagi dalam 10 bagian kecil dengan bantuan penjepit rambut. Dilakukan penyisiran tiap bagian kecil dengan LMC sebanyak 20 kali dan kutu dan telurnya ditampung di atas kertas putih. Kemudian diperiksa dan dihitung jumlah kutu dan telurnya baik yang hidup maupun yang mati dengan bantuan kaca pembesar. Pengerjaan ini dilakukan oleh asisten peneliti tanpa diketahui peneliti.

c. Kemudian pada rambut yang telah disisir tadi dilakukan pemanasan dengan menggunakan alat pemanas pelurus rambut dengan suhu 60°C selama 3 menit pada setiap bagian kecil tersebut. Pengerjaan ini dilakukan oleh peneliti. d. Rambut sisi kiri dibagi pula dalam 10 bagian kecil dengan bantuan penjepit

rambut kemudian pada setiap bagian kecil rambut tersebut dilakukan pemanasan dengan menggunakan alat pemanas pelurus rambut dengan jarak 1 cm dari kulit kepala pada suhu 60°C selama 3 menit dari setiap bagian kecil. Pengerjaan ini dilakukan oleh peneliti.

e. Setelah dilakukan pemanasan, pada bagian kecil rambut tadi dilakukan penyisiran dengan LMC rambut sebanyak 20 kali dan hasil penyisiran

ditampung diatas kertas putih. Pengerjaan ini dilakukan oleh`peneliti.

f. Kemudian kutu dan telur kutu dimasukkan ke dalam masing-masing mangkuk plastik putih dan ditutup dengan kasa steril serta diikat dengan karet gelang,

kutu dibiarkan selama 3 jam sebelum dihitung dan untuk telur kutu dibiarkan selama 10 hari pada suhu kamar sebelum dihitung.

g. Setelah 3 jam dilakukan pemeriksaan serta penghitungan jumlah kutu yang hidup dan mati dengan bantuan kaca pembesar. Pengerjaan ini dilakukan oleh asisten peneliti tanpa diketahui peneliti.

h. Kemudian dilakukan perbandingan jumlah antara tindakan b dan tindakan g untuk menilai keberhasilan efek pemanasan pada penatalaksanaan PK dan untuk mengetahui jumlah kutu pada sisi kanan dan kiri kepala. Pengerjaan ini dilakukan oleh peneliti.

i. 10 hari kemudian dilakukan pemeriksaan dan penghitungan jumlah telur kutu yang hidup dan mati dengan bantuan kaca pembesar. Pengerjaan ini dilakukan oleh asisten peneliti tanpa diketahui peneliti.

j. Kemudian dilakukan perbandingan jumlah antara tindakan b dan tindakan i untuk menilai keberhasilan efek pemanasan pada penanganan terhadap telur kutu dan untuk mengetahui jumlah telur kutu pada sisi kanan dan kiri kepala. Pengerjaan ini dilakukan oleh peneliti.

k. Pada kulit kepala dan rambut dilihat efek samping yang timbul (rambut patah, eritema, rasa panas) setelah pemanasan.

Jika Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i mengeluh adanya rasa nyeri pada kulit kepala, atau terjadi kerusakan rambut Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i dapat segera menghubungi saya melalui telepon di 061-77151977 atau 0811611181, atau di alamat

: Komplek Taman Setia Budi Blok G No.39 Medan, atau pergi ke rumah sakit terdekat dengan terlebih dahulu menghubungi saya.

Peserta penelitian tidak akan dikutip biaya apapun dalam penelitian. Kerahasiaan mengenai penyakit yang diderita peserta penelitian akan dijamin.Keikutsertaan Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i dalam penelitian ini adalah bersifat sukarela. Bila tidak bersedia, Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i berhak untuk menolak diikutsertakan dalam penelitian ini. Jika Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i bersedia dan menyetujui pemeriksaan ini, mohon untuk menandatangani formulir persetujuan ikut serta dalam penelitian.

Jika Bapak/Ibu/Kakak/Adik/Saudara/i masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi saya.

LAMPIRAN 3.

STATUS PASIEN PENELITIAN

Tanggal pemeriksaan : Nomor urut penelitian :

IDENTITAS

Nama :

Alamat :

Umur :

Jenis kelamin : 1. Laki-laki 2. Perempuan

Suku : Pekerjaan : Pendidikan : ANAMNESIS Keluhan utama : PEMERIKSAAN FISIK Status generalisata Keadaan umum :

Status dermatologi : - kutu yang hidup / mati - telur kutu yang hidup / mati

DIAGNOSIS KERJA :

PENATALAKSANAAN :

Tanggal : / / / HASIL PENELITIAN

Jumlah telur kutu yang mati : : Sebelum penanganan

Jumlah kutu yang hidup : Jumlah kutu yang mati :

Jumlah telur kutu yang hidup : Jumlah telur kutu yang mati : Setelah penanganan

(3 jam kemudian)

Jumlah kutu yang hidup : Jumlah kutu yang mati :

(10 hari kemudian)

Jumlah telur kutu yang hidup :

LAMPIRAN 4. Tabel master

No Nama jenis kelamin

Umur

(tahun) Pendidikan Suku

sebelum

penanganan Sesudah penanganan

efek samping kutu (hidup) telur kutu (hidup) kutu (mati) telur kutu (mati) kutu 3 jam (hidup) kutu (mati) telur kutu 10 hari (hidup) telur kutu (mati)

1 Monica perempuan 13 SMP Jawa 11 30 3 3 7 5 3 25 tidak ada

2 Dinda perempuan 11 SD Jawa 9 27 4 2 8 3 0 33 tidak ada

3 Tika perempuan 12 SD Jawa 2 13 1 1 3 2 0 17 tidak ada

4 Putri perempuan 11 SD Jawa 8 25 0 2 7 5 0 26 tidak ada

5 Lia perempuan 13 SMP Jawa 5 20 2 1 1 3 2 19 tidak ada

6 Dila Perempuan 9 SD Jawa 10 29 0 3 3 5 3 23 tidak ada

7 Ainur Perempuan 9 SD Jawa 7 19 1 2 3 3 1 17 tidak ada

8 Darmi Perempuan 31 SMP Jawa 7 17 0 2 5 4 0 13 tidak ada

9 Indah Perempuan 9 SD Jawa 5 21 2 2 2 4 2 22 tidak ada

10 Wiwik Perempuan 17 SMP Jawa 11 32 3 3 6 3 4 21 tidak ada

11 Putri Perempuan 18 SMA Jawa 9 26 0 3 8 3 3 30 tidak ada

12 Melda Perempuan 12 SMP Batak 3 19 2 1 2 0 2 15 tidak ada

13 Dinda Perempuan 11 SMP Jawa 4 13 0 1 3 4 0 11 tidak ada

14 Masita Perempuan 13 SMP Batak 18 63 5 5 22 3 11 46 tidak ada

15 Fitri Perempuan 10 SD Jawa 6 21 0 3 5 3 3 16 tidak ada

16 Gadis Perempuan 7 SD Jawa 7 21 2 2 4 6 2 18 tidak ada

17 Wulan Perempuan 9 SD Jawa 10 22 0 3 8 4 4 23 tidak ada

Lanjutan tabel master

No Nama jenis

kelamin Umur Pendidikan Suku

sebelum

penanganan Sesudah penanganan

efek samping kutu (hidup) telur kutu (hidup) kutu (mati) telur kutu (mati) kutu 3 jam (hidup) Kutu (mati) telur kutu 10 hari (hidup) telur kutu (mati)

19 Inor Perempuan 17 SMA Jawa 6 16 1 1 7 2 3 10 tidak ada

20 Farida Perempuan 30 SD Jawa 9 30 3 3 3 6 5 26 tidak ada

21 Sisca Perempuan 21 SMP Jawa 8 25 0 3 6 5 1 19 tidak ada

22 Wilda Perempuan 19 SMP Batak 8 19 0 1 4 2 1 22 tidak ada

23 Fitri Perempuan 16 SD Jawa 12 45 3 3 9 5 5 37 tidak ada

24 Nuri Perempuan 10 SD Jawa 4 15 0 2 1 2 2 11 tidak ada

LAMPIRAN 5.

Cara kerja ( pre-eliminary study) :

1. Pada setiap pasien rambut kepala dalam keadaan kering dibagi menjadi 2 bagian (sisi kanan dan kiri).

2. Rambut sisi kanan dan kiri dibagi dalam 5 bagian kecil dengan bantuan penjepit rambut. Dilakukan penyisiran tiap bagian kecil dengan LMC sebanyak 20 kali. Penyisiran pada setiap bagian kecil sisi kanan dan kiri rambut kepala dilakukan dalam waktu bersamaan (serentak) dan dimulai dari pangkal rambut/ mengenai kulit kepala.

3. Hasil penyisiran dari setiap sisi rambut kepala berupa kutu dan telur kutu ditampung di atas kertas putih dan dimasukkan ke dalam wadah yang berbeda.

4. Hasil penyisiran dari masing-masing sisi dilakukan perhitungan kutu dan telur kutu yang hidup maupun yang mati.

5. Kemudian dilakukan perbandingan jumlah kutu dan telur kutu yang diperoleh dari sisi kanan dan kiri untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah yang sangat signifikan dari kedua sisi.

LAMPIRAN 6.

Data hasil analisis statistik (pre-eliminary study)

Tabel perbedaan jumlah kutu dan telur kutu pada sisi kiri dan kanan kepala

Perbedaan jumlah kutu pada sisi kiri dan kanan kepala (pre-eliminary study)

Group Statistics Kel.

Area N Mean Std. Deviation

Std. Error Mean Kutu Kanan Kutu Kiri 1.00 10 7.6000 3.47467 .69493 2.00 10 8.8000 4.69513 .84203 no Nama jenis kelamin

Umur pendidikan Suku Kutu sisi kanan Telur kutu sisi kanan Kutu sisi kiri Telur kutu sisi kiri

1 Nilam perempuan 8 SMP Jawa 7 17 9 13

2 Santi perempuan 6 SD Jawa 9 26 11 33

3 Nur perempuan 11 SD Jawa 4 13 7 19

4 Saripah perempuan 11 SD Jawa 6 16 9 13

5 Biah perempuan 21 SMP Jawa 7 19 6 18

6 Martha perempuan 17 SMA Jawa 12 20 8 17

7 Siska perempuan 7 SD Jawa 8 25 11 20

8 Suni perempuan 7 SD Jawa 11 32 14 26

9 Tanti perempuan 19 SMA Jawa 7 14 4 21

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

Equal variances assumed .294 -1.20000 1.17949

Equal variances not assumed

.294 -1.20000 1.17949

Untuk melihat adakah perbedaan jumlah kutu pada sisi kanan dan kiri kepala dilakukan penelitian dengan mengambil 10 subjek penelitian menggunakan uji statistik t-test didapatkan nilai p = 0, 294 (p>0,05). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan jumlah kutu antara sisi kanan dan kiri (terdistribusi merata).

Perbedaan jumlah telur kutu pada sisi kiri dan kanan kepala (pre-eliminary study)

Group Statistics Kel.

area N Mean Std. Deviation

Std. Error Mean Telur KutuKanan

Telur Kutu Kiri

1.00 10 20.1000 9.760646 2.15329

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed)

Mean Difference

Std. Error Difference

Equal variances assumed .791 0.60000 2.94363

Equal variances not assumed

.791 0.60000 2.94363

Untuk melihat adakah perbedaan jumlah telur kutu pada sisi kanan dan kiri dilakukan penelitian dengan mengambil 10 subjek penelitian menggunakan uji statistik t-test didapatkan nilai p=0,791 (p>0,05). Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan jumlah telur kutu antara sisi kanan dan kiri (terdistribusi merata).

LAMPIRAN 7.

Data hasil analisis statistik

Distribusi penderita PK berdasarkan kelompok usia Kelompok Usia

(tahun) Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent 5-10 8 32.0 32.0 32.0 11-15 8 32.0 32.0 64.0 16-20 6 24.0 24.0 88.0 21-25 1 4.0 4.0 92.0 26-30 1 4.0 4.0 96.0 31-35 1 4.0 4.0 100.0 Total 25 100.0 100.0

Ditribusi penderita PK berdasarkan kelompok pendidikan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent Valid SD 13 52.0 52.0 52.0 SMA 2 8.0 8.0 60.0 SMK 1 4.0 4.0 64.0 SMP 9 36.0 36.0 100.0 Total 25 100.0 100.0

Perbedaan jumlah kutu pada sisi kiri dan kanan kepala

Group Statistics

Kel.area N Mean Std. Deviation Std. Error Mean

Kutu Kanan Kutu Kiri

1.00 25 9.00000 4.80357 .96730

2.00 25 8.96000 4.76515 .95303

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference

Std. Error Difference

Equal variances assumed .975 0.04000 1.23945

Equal variances not assumed .975 0.04000 1.23945

Perbedaan jumlah telur kutu pada sisi kiri dan kanan kepala Group Statistics

Kel.

area N Mean Std. Deviation

Std. Error Mean Telur KutuKanan

Telur Kutu Kiri

1.00 25 26.6000 12.73047 5.00355

Independent Samples Test

t-test for Equality of Means

Sig. (2-tailed) Mean Difference Std. Error Difference Equal variances assumed .393 2.64000 2.74392

Equal variances not assumed

.393 2.64000 2.74392

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Sebelum penanganan Sesudah penanganan

Kutu hidup telur kutu kutu kutu telur kutu telur kutu hidup hidup mati hidup mati

N 25 25 25 25 25 25 Normal Parameters Mean 7.64 24.40 5.44 3.52 2.44 21.52 Std. Deviation 3.475 10.766 4.350 1.447 2.347 8.407 Most Extreme Differences Absolute .108 .181 .167 .160 .206 .150 Positive .108 .181 .167 .160 .206 .150 Negative -.067 -.145 -.114 -.127 -.149 -.085 Kolmogorov-Smirnov Z .539 .907 .833 .802 1.028 .751 Asymp. Sig. (2-tailed) .934 .383 .492 .541 .241 .626

a. Test distribution is normal

Paired Samples Test T df Sig. (2-tailed) Pair 1 Kutuhidup_awal - Kutuhidup_post 4.655 24 .000 Pair 2 Telurkutuhidup_awal - Telurkutuhidup_post 12.222 24 .000 One-sample statistic N Mean Std. Deviation Std. Error Mean Kutuhidup_awal 25 7.64 3.475 .695 Kutumati_awal Telurkutuhidup_awal Telurkutumati_awal 25 25 25 1.36 24.40 2.20 1.328 10.766 1.964 .272 2.153 2.850 Kutuhidup_post 25 5.44 4.350 .870 Kutumati_post 25 3.52 1.447 .289 Telurkutuhidup_post 25 2.44 2.347 .469 Telurkutumati_post 25 21.52 8.407 1.681

LAMPIRAN 8. Komite Etik

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

1. Nama : dr. Riana Miranda Sinaga 2. Tempat & Tanggal Lahir : Medan, 7 April 1981

3. Usia : 32 tahun

4. Jenis Kelamin : Perempuan

5. Status : Menikah

6. Pendidikan : S1 Kedokteran

7. Agama : Islam

8. Kebangsaan : Indonesia

9. Alamat : Komplek Taman Setia Budi Indah Blok.G No.39 , Medan

10. Telepon / HP : 0811611181

Pendidikan Formal

1. SD : SD Harapan 1 Medan 2. SMP : SMP Harapan 1 Medan 3. SMA : SMU Negeri 1 Medan

Dokumen terkait