• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Saran yang dikemukakan oleh peneliti adalah sebagai berikut : 1. Bagi Peneliti Lainnya

Jumlah subjek penelitian sebanyak 3 orang, akan lebih baik apabila dilakukan penambahan jumlah subjek agar makna yang diperoleh dapat lebih bervariasi dan lebih memahami bagaimana pergulatan para Imam mengalami dorongan seks dalam perjalanan hidup selibatnya.

2. Bagi Tempat Biara

Makna yang ditemukan dalam penelitian ini memperlihatkan pengalaman para Imam dalam menghadapi munculnya dorongan seks saat menjalani hidup selibat. Pendampingan khusus untuk para calon Pastor maupun para Pastor baiknya ditingkatkan agar dapat mengetahui dan memahami bagaimana kesulitan yang dialami ketika munculnya dorongan seks dalam menjalani hidup selibat.

DAFTAR PUSTAKA

Bogdan, R. C., & Biklen S. K. (1992) Qualitative research for education: an introduction to theory and methods, Boston: Allyn and Bacon, Inc.

Boylon, J. (2004). Tuntutan Hukum Kanonik Bagi Perangkat Keuskupan. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama

Calvin S. Hall & Gardner Lindzey (2009) Teori-teori Psikodinamik (Klinis), Yogyakarta: Kanisius

Charlys & Kurniati. (2007). Makna Hidup Para Biarawan. Jurnal Psikologi Vol 1 No 1: Universitas Gunadarma.

Corey, Gerald (2010) Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi,Bandung : PT Refika Aditama

Creswell, J. W. (1998) Qualitative inquiry and research design choosing among five traditions. California: Sage Publication, Inc.

Dharmaatmadja kardinal.(2006).Kitab Hukum Kanonik : Codex Iuris canonici. Ed. Resmi Bahasa Indonsia : Grafika Mardi Yuana.

Debats, D.L., Van Der Lubbe, P. M., & Wezeman, F.R. A. 1993. On The Psychometric Properties of the Life Regard Index (LRI): A Measure of Meaningful Life. Personality and Individual Differences. Retrieved Dec 2005.Vol. 14, 337 – 345.

Frawyel, M.G. O Dea. Perversion of power: Sexual Abuse in the Catholic Church. 2007. United State of America: Vanderbilt University Press. Giorgi, A., & Giorgi, B. (2008) Qualitative Psychology: a practice to research

methods. (ed). Jonathan A. Smith. London, Los Angeles, New Delhi, Singapore, and Hoisington DC: Sage Publication

Hardawiryana, R. S.J (Penterj.) (2004) Dokumen Konsili Vatikan II, Jakarta: Obor Jesme Sister. (2009). Amen : The Authobiography Of A Nun. New Delhi India:

Penguin Book.

Jannati, hety (2003). Analisis Diskursus Praktik-praktik Seks Biarawati di Surabaya. Skripsi. (tidak diterbitkan)

Kathleen M, 2003 dalam Journal of Feminist Studies in Religion Clergy Sexual Abuse: Where Are the Women?” Vol. 19, No. 2 (Fall, 2003), pp. 79-83 Kirk, J. & Mark L. Miller (1986) Realiability and validity in qualitative research,

Vol. 1. Beverly Hills: Sage Publication

McAreavey, John. The Formation Of a Celibate Clergy. Irish Theological Quarterly 64 (1999). Article : Http:/www.sagepublication.com.

Moleong, L. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nggagur, F.S. (2009). Pastor Di Persimpangan Harta-Imamat-Wanita. Penerbit Forum Kita

Plante, G.T (edited). (1999). Bless me Father For I Have Sinned: Perspectve On Sexual Abuse Commited by Roman Catholic Priest. United State of America : Library of Congress Cataloging-in Publication Data.

Perdana, Patricia. (2010). Coping Stress kebutuhan Intimacy dengan Lawan Jenis Pada Calon Imam. Skripsi. Semarang : Unika Soegijapranata (tidak diterbitkan)

Poerwandari, E. K. (2005). Pendekatan kualitatif dalam Penelitian Psikologi. Jakarta: Fakultas Psikologi UI.

Ramadhani, D, SJ. (2009). Lihatlah Tubuhku : Membebaskan Seks Bersama Yohanes Paulus II. Yogyakarta: Kanisius

Smith, J. A. & Osborn, M. (2003) Interpretative Phenomenological Analysis. Dalam J. A.

Sloyan, S.G. (2003) Pedophilia Among The Catholic Clergy : Some Question and Answer.Theology Today Article 60 h.154-69

Stephen Montana,Gary Thompson,Peter Ells Worth,MS; Hulg Lagan, Leslie Helmus & Colin.J.R. (2012). Predicting Relapse For Catholic Clergy Sex Offenders : The Use Of The Static-99. Journal of Research and Treatment XX(X) 1-6.

Suparno, P. (2007). Seksualitas Kaum Berjubah. Yogyakarta: Kanisius

Setyo, Ary. Pr. (2007) Pengolahan Psikoseksual (Bahan Proses Bersama Novisiat Sananta Sela dan Torsa). (tidak diterbitkan)

Tejo Bimo.(2012). Hidup Bahagia Tanpa Menikah (opini) . www.kompasiana.com : Majalah Time edisi 12 maret.

Widiastuti,C.A. (2012). Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Seorang “Mantan” Pastor Memutuskan Untsuk Menikah. Skripsi. Semarang : Unika Soegijapranata (tidak diterbitkan)

Wolor, J.(2008). Pastor Juga Manusia Mengenal Sosok Pastor Di balik Jubah. Jakarta : Prestasi Pustaka Kasih.

PROTOKOL WAWANCARA

Waktu Wawancara (Hari/Tanggal/Jam) : /

/

Durasi Wawancara : menit

Tempat Wawancara :

Nama Interviewee (Inisial) :

Tempat/tanggal lahir :

Usia : tahun

Asal :

Tahun ditahbiskan :

No. Panduan Wawancara

1. Romo tolong romo ceritakan pengalaman romo selama menjalani hidup selibat? a. Apa suka duka yang dirasakan ketika menjalani hidup selibat?

b. Tantangan apa saja yang dialami?

c. Strategi yang digunakan dalam mengatasi tantangan tersebut?

2. Romo secara kodrati hidup selibat berarti “menghilangkan atau mengabaikan” beberapa sisi dari manusia seutuhnya terkait dengan relasi pria dan wanita, bagaimana pengalaman romo?

a. Apa suka duka yang ditemui? b. Tantangan apa saja yang dialami?

INFORMED CONCENT

Pada kesempatan ini, saya mahasiswi psikologi yang akan menyelesaikan tugas akhir memohon bantuan dan kesediaan Romo untuk berpartisipasi menjadi partisipan dalam penelitian saya. Penelitian saya ini bertujuan untuk menggali bagaimana anda memaknai pengalaman tentang seks dalam hidup selibat. Beberapa informasi ini dibuat untuk membantu anda memutuskan apakah anda bersedia atau tidak menjadi partisipan.

Anda terpilih dalam penelitian ini karena anda adalah seorang Pastor atau Imam katolik yang telah ditahbiskan dan berkaul.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara. Peneliti akan meminta anda menjawab beberapa pertanyaan terkait dengan pengalaman anda. Disini anda mungkin perlu mengingat-ingat kembali pengalaman-pengalaman terdahulu sehingga anda mungkin akan mengalami emosi atau perasaan yang tidak enak. Oleh karena itu, anda berhak dalam suatu waktu nanti memutuskan untuk mundur dalam penelitian ini. Hasil wawancara nanti akan direkam dengan digital recorder. Wawancara dapat dilakukan kapanpun saat anda merasa nyaman untuk bercerita. Dalam prosesnya, wawancara dapat berlangsung antara 30 – 45 menit. Namun peneliti sangat fleksibel terhadap kesediaan waktu anda.

Kerahasiaan data akan dilindungi dan terjamin. Peneliti tidak akan membagikan hasil pengumpulan data secara luas hanya kepada dosen pembimbing peneliti. Nama anda akan dirahasiakan dengan menggunakan inisial. Anda berhak untuk mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan penelitian ini sebelum berpartisipasi.

Keuntungan yang anda peroleh dalam penelitian ini adalah anda dapat merefleksikan kembali pengalaman anda selama anda menjalani hidup selibat. Partisipasi anda juga akan memiliki peran penting dalam memberikan sumbangsih bagi keilmuan psikologi sosial.

Anda secara sukarela membuat keputusan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Tanda tangan anda menyatakan bahwa anda telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam penelitian ini namun tidak mengikat keberadaan anda untuk tetap menjadi partisipan penelitian hingga penelitian berakhir.

Partisipan Penelitian Peneliti

MAKNA

Selibat Seks

Hidup selibat adalah usaha untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Allah dengan berjuang menghidupi nasehat injil yang menekankan pada hidup rohani dengan tidak mengabaikan sisi dari manusia dan memiliki batasan-batasan terhadap pikiran dan perilaku yang dicerminkan. Berbagai perasaan dirasakan memicu diri untuk mencari cara agar dapat mengolah perasaan tersebut dan memperkuat komitmen untuk tetap selibat

Dorongan seks dianggap sebagai hal yang alamiah dalam diri manusia. Dorongan seks lebih dirasakan sebagai sebuah energi yang memberikan kenikmatan bagi diri. Hal ini memicu untuk berfantasi dan menyalurkan dorongan seks melalui relasi dengan lawan jenis.

Selibat dan Seks menurut ketiga subjek

SELIBAT SEKS

Subjek 1

 Pemahaman terhadap hidup selibat Hidup selibat adalah panggilan hidup yang dipilih demi kerajaan Allah dengan tidak mengabaikan sisi dari manusia dan memiliki batasan-batasan terhadap relasi khusus dengan lawan jenis

 Perasaan perasaan yang dirasakan ketika menjalani hidup selibat

Awal menjalani hidup selibat muncul rasa sepi dikarenakan ada hal yang dirasa kurang tetapi setelah menikmatinya mulai timbul rasa senang dan tidak ada rasa jenuh yang muncul

 Melakukan cara-cara agar tetap pada jalan hidup selibat

Subjek 1

 Pemahaman terhadap seks

Manusia diciptakan

berkembangbiak dan hidup berpasangan. Sebagai laki-laki dorongan seks dirasa ada dan muncul dalam bentuk khayalan-khayalan aneh bermula dari pandangan, tatapan dan apa yang dikelola oleh lawan jenis. Relasi murni yang terjalin dengan wanita adalah relasi biasa, hal ini tidak menutup kemungkinan munculnya dorongan seks dalam bentuk rasa suka, bisa mengenal, mengagumi dan berkomunikasi, hal ini dikarenakan ada keinginan untuk memperhatikan dan diberi perhatian sehingga memicu rasa ingin memiliki yang sulit dihilangkan.

Hidup selibat berusaha dinikmati dan dimaknai dengan membiarkan diri dipimpin oleh roh, berusaha membatasi relasi dengan lawan jenis dan mengurangi merespon bentuk bentuk seks yang muncul

ketika mengalami dorongan seks Dorongan seks muncul berupa rasa suka, rasa kagum yang membuat perasaan ingin menikah

 Melakukan cara-cara agar dapat mengolah dorongan seks

Dorongan seks yang muncul tidak dihindari, dibiarkan mengalir dan pergi begitu saja tetapi berusaha agar tidak diperlihatkan dan direalisasikan kemudian energi yang muncul dialihkan menjadi energi yang lebih kreatif yaitu dengan cara motherly care (sublimasi) memberi perhatian terhadap hal-hal positif. Manusia memiliki keterbatasan, sehingga terkadang pastor pun melakukan masturbasi untuk menyalurkan dorongan seksnya

Subjek 2 YS

 Pemahaman terhadap hidup selibat Hidup selibat adalah pilihan hidup serius yang menekankan pada hidup rohani dengan tidak menghilangkan sisi dari manusia tetapi hidup dengan cara lain yaitu membentuk kepribadian untuk lebih bisa mencintai secara holistik.

 Perasaan perasaan yang dirasakan ketika menjalani hidup selibat

Awal menjalani hidup selibat merasa selibat bukan jalan hidup yang baik kemudian dipicu dengan adanya rasa sepi dan rasa bosan yang muncul membuat pikiran mulai terbagi dan cendrung mencari hiburan, tapi dengan karakter hidup selibat yang berkomunitas memberikan rasa kebersamaan dan mendorong komitmen untuk tetap bertahan menjalani hidup selibat.

Subjek 2 YS

 Pemahaman terhadap seks

Seks adalah rasa tertarik terhadap lawan jenis dengan diawali munculnya khayalan-khayalan dan pikiran-pikiran negatif serta dipicu munculnya keinginan untuk diberi kasih sayang, diakui dan diperhatikan yang menghasilkan harapan-harapan untuk bekerja, membantu orang tua dan menikah serta memicu untuk melanggar aturan selibat. Dorongan seks yang disalurkan bentuknya berupa rasa cinta.

 Perasaan perasaan yang dirasakan ketika mengalami dorongan seks

Dorongan seks muncul berawal dari rasa tertarik dengan lawan jenis kemudian hal ini membuat munculnya rasa senang yang memicu rasa ingin memainkan perasaan lawan jenis. Dorongan ini

 Melakukan cara-cara agar tetap pada jalan hidup selibat

Hidup selibat itu berusaha untuk membiasakan diri disiplin dengan mengikuti rutinitas hidup selibat dengan tidak mudah tergoda dengan lawan jenis, sering melakukan meditasi, doa, dan sharing dengan pembimbing rohani sebagai teman untuk berbagi cerita agar dapat membantu memperkuat semangat hidup selibat.

sulit ditolak karena ada perasaan sulit menolak lawan jenis

Tetapi dorongan seks juga muncul dalam bentuk pikiran-pikiran negatif yang memicu ingin memainkan perasaan lawan jenis

 Melakukan cara-cara agar dapat mengolah dorongan seks

Dorongan seks direspon karena ingin menjaga perasaan lawan jenis kemudian menjalin relasi khusus (pacaran) ketika sedang menjalani hidup selibat. Terkadang dorongan seks muncul dalam bentuk imajinasi dan memicu melakukan masturbasi saat di biara.

Subjek 3

 Pemahaman terhadap hidup selibat Hidup selibat adalah usaha untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Allah dengan berjuang menghidupi nasehat injil walaupun

Subjek 3

 Pemahaman terhadap seks

Dorongan seks adalah dorongan yang muncul berupa cinta pada relasi antar pria dan wanita yang berawal dari rasa ingin mengenal

hal ini bagi laki-laki normal adalah sebuah pergumulan yang berat tapi dengan menghayati kaul kemurnian dapat memurnikan hati dan membuat diri terlepas dari kebutuhan fisik sehingga dapat melihat nilai kemurnian secara utuh serta kuat dalam menjalani aturan hidup selibat.

 Perasaan perasaan yang dirasakan ketika menjalani hidup selibat

Awal menjalani hidup selibat dirasakan sebagai rahmat tapi terkadang bisa jadi beban

 Melakukan cara-cara agar tetap pada jalan hidup selibat

Hidup selibat itu berusaha untuk tetap hidup murni dengan mengikuti ekaristi dan mengaku dosa dengan dukungan doa dari banyak pihak agar tetap hidup

higgga ingin memiliki wanita tersebut. Hal ini dipicu karena adanya kebutuhan ingin dihargai, dicintai dan disentuh. Dorongan seks yang muncul juga memicu perilaku bermain-main dengan perasaan orang lain.

 Perasaan perasaan yang dirasakan ketika mengalami dorongan seks

Dorongan seks yang dialami menimbulkan rasa nyaman kemudian berlanjut hingga rasa ingin memiliki dalam waktu yang lama. Hal ini memicu perilaku ingin memeluk dan berciuman dengan lawan jenis.

 Melakukan cara-cara agar dapat mengolah dorongan seks

Dorongan seks yang muncul berusaha dikelola dengan memberikan diri sepenuhnya kepada Allah agar dapat berjalan sesuai dengan hidup selibat yang diimani. Terkadang diri

selibat tergoda dengan lawan jenis sehingga menjalin relasi khusus saat menjalani hidup selibat. Tidak hanya itu, dorongan seks juga memicu diri untuk bersentuhan dan berciuman dengan lawan jenis sehingga merasa ingin melakukan hal-hal yang lebih intim dengan lawan jenis tersebut.

Transkrip Verbatim dan Analisis Data Subjek 3

Pertanyaan Jawaban Koding Awal Tema

Romo tolong romo ceritakan

pengalaman romo selama menjalani hidup selibat?

jadi kami tu.. makanya kami tu biarawan-biarawan punya tiga kaul, kemurnian, kaul kemiskinan dan ketaatan, yang paling pertama kan ketaatan kemudian yang ke dua kemiskinan baru yang paling terakhir itu

Hidup selibat yaitu berjuang untuk

Hidup selibat yaitu berjuang

kemurnian. Aaa… itu sebuah pertanyaan yang bagus hmmm pertama yang penting ya..yang penting aaammm..yang

penting itu pagi itu rutinitas aaaa..sampai yang pertama yang paling pentingnya bahwa kita semua berjuang untuk menghidupi itu karna itu nasehat injil itu hmm kalau kita sudah mau jadi malaikat kan tidak perlu semua itu. kita tidak perlu hidup miskin, hidup taat tapi sebagai manusia normal laki-laki 100 persen itu sebuah pergumulan berat menghidupi nasehat injil Sebagai laki-laki normal hidup selibat adalah sebuah pergumulan yang berat Pemahaman terhadap hidup selibatnya Dirasakan sebagai rahmat, tapi juga bisa jadi beban untuk menghidupi nasehat injil Sebagai laki-laki normal hidup selibat adalah sebuah pergumulan yang berat

Hidup selibat itu butuh untuk dipahami

Hidup selibat itu dapat dirasakan sebagai rahmat tapi terkadang bisa jadi beban

semua pergumulan yang dihadapi dengan banyak cara kadang-kadang kadang-kadang bisa terserah saya pergumulan semua dihadapi tu dengan makian dan senang kalo enggak itu maka jadi beban. Meskipun demikian amm namanya selibat apa ya..itu kadang-kadang bisa dirasakan sebagai rahmat, rahmat bahwa kita ini hidup seperti itu tapi kadang-kadang itu bisa jadi beban. Kenapa saya tidak menikah iya kan.. kenapa saya harus jalan jalani jalan

kemurnian itu musti dimengerti sebuah usaha untuk kemberikan diri seutuhnya berani terlepas dari soal fisik

Hidup selibat itu berarti usaha untuk memberikan diri sepenuhnya kepada Allah Hidup selibat berarti terlepas dari kebutuhan fisik

seperti pilih jalan ini kenapa harus seperti ini ya. Bagi banyak orang tu bukan pekerjaan. Paling berat. Karna kami tu studi lama. Seminari untuk menjadi imam itu paling kurang delapan tahun delapan tahun itu amm itu dari itung seminari tinggi tapi kalo itung dari seminari kecil waktu kami tamat tamat SMP saya tamat SMP itu saya langsung masuk seminari dari seminari kecil itu empat tahun iya kan.. saya sudah mulai hidupi itu. lalu seminari tinggi berusaha melihat kemurnian secara utuh berarti fisik maupun tidak Kemurnian hati itu tidak berbicara lagi soal fisik Hidup selibat berarti melihat nilai kemurnian secara utuh

Hidup selibat itu murni terlepas dari

delapan tahun iya kan.. lalu tahun pastoral, tahun novisiat jadi kalau dihitung totalnya 12 tahun paling kurang jadi itung dari tamat SMP hmmm..lalu kemudian itu kaul kemurnian itu sendiri kaul kemurnian itu musti dimengerti sebuah usaha untuk memberikan diri seutuhnya hmm memberikan kemerdekaan kemerdekaan diri kemudian merelakan aaa..apa namanya merelakan apa amm..diri sepenuhnya dan berani terlepas

Tidak terlepas dari keberfungsian tubuh tetap berusaha murni dengan mengikuti ekaristi, menyucikan diri keberfungsian tubuh Dorongan seks muncul dalam bentuk keberfungsian tubuh

Hidup selibat itu berusaha untuk tetap hidup murni dengan mengikuti ekaristi dan mengaku dosa

dari bukan soal fisik lagi tapi ya soal bagaimana kita berusaha untuk melihat aaa kemurnian itu secara secara utuh secara utuh berarti fisik maupun tidak ya dulu waktu saya

datang masuk

seminari pertama itu saya pikir bahwa itu hanya soal tidak kawin tidak menikah tidak punya kelurga aaa artinya tidak punya keluarga artinya tidak punya keluarga tidak punya istri tidak punyaa anak tapi kemudian kaul kemurnian setelah menjadi frater jadi

Imam jadi Pastor saya mulai menghayati bahwa kaul kemurnian bukan hanya soal tidak menikah soal tidak berhubungan seks artinya dengan aa dengan wanita menikah atau dengan sesama jenis itu bukan amm karna itu hanya tidak lebih penting dari kaul kemurnian itu adalah soal kemurnian hati. Itu lebih penting nah..kalau sudah bicara tentang kemurnian hati itu yang tadi fisik secara fisik barangkali tidak berfungsi nah itu akan dipulihkan dipulihkan

karna kita tau bahwa kita orang berdosa ya kita sebagai pastor Imam pun ternyata kami tidak terlepas dari keberfungsian tubuh tapi hati kami selalu berusaha untuk tetap murni dan setiap ekaristi kami menyucikan diri setiap kali ada kesempatan pengakuan dosa kami kami menyucikan diri terutama pikiran kemurnian pikiran kemurnian abis tu baru kemurnian tubuh nah.. amm kemudian soal jadi saya dulu masih ya..saya itu dulu mengenal cinta monyet masih SMP

kelas satu aaa mantan yang dulu paling sayang saya itu ada satu cina kalo jalan dia lebih besar dari saya itu saya mulai mengerti bahwa ya ini

yang namanya

mungkin cinta ya.. cinta monyet kan disitu kita belum banyak mengerti ya jadi cinta monyet jadi cinta monyet itu kemudian aaa sampai

dengan masih

bertahan sampai saya tamat SMP SMP kelas tiga habis SMP kelas tiga itu saya tidak berpikir lagi saya di seminari. Saya masuk seminari itu tau karna

apa.. karna saya dulu punya cita-cita itu keinginan saya kemauan saya sendiri bapa mama tidak mau, saya juga tidak mau ikut didukung oleh opa dan oma saya dan bilang kalau dia mau kasih sekolah saja. Nah.. jadi karna itu jadi saya cukup kuat ya dan tegar dalam arti.. lalu kemudian mulai naik mulai masuk seminari mulai pengakuan aaa punya relasi khusus dengan orang saya tidak bisa bohong saya tidak bisa bohong

yang dialami? seminari menengah

disitu orang

bilang..ee..kalo orang bilang kita aa.. menghayati kaul kemurnian barang kali itu sangat murni hatinya itu dia bisa bilang itu berarti tiap hari harus jatuh cinta tiap minggu bisa juga jatuh cinta meskipun kami bilang kami tidak kuat tapi kami jatuh cinta seperti manusia normal cuma kesuliatannya ialah yang penting apa kami musti berjuang dimulai dengan mulai dari cinta monyet kemudian cinta yang lebih dalam cinta

Menghayati kaul kemurnian itu hatinya sangat murni Jatuh cinta seperti manusia normal Cium mencium itu sebuah pengalaman normal Mengenal perempuan Hidup selibat berarti menghayati kaul kemurnian untuk memurikan hati Dorongan seks muncul dalam bentuk rasa cinta kepada lawan jenis Dorongan seks memicu munculnya perilaku

sangat mendalam dan membekas dalam hati dan kalo sekarang ditanya apakah saya punya wanita yang pernah sayang sekali lalu saya mengakui ya jelas ada bukan hanya

satu tapi.

Nah..kemudian

pengalaman cium mencium itu sebuah pengalaman normal wajar itu biasa manusia meskipun kita tau bahwa saat masih frater kami kan dibimbing kami dulu di manado. D manado itu godaannya paling besar. Amm mengenal perempuan mengenal wanita dekat dipeluk

dekat dipeluk memeluk, dicium mencium itu pergumulan berat agar tidak menjadi bercinta

kita juga sadar bahwa semua tergantung dari kita berciuman dengan lawan jenis Dorongan seks muncul dalam bentuk ingin mengenal perempuan dan memicu perilaku berpelukan dan berciuman dengan lawan jenis

memeluk dicium mencium yaa itu semua trus semua pergumulan berat untuk tidak menjadi bercinta dengan

wanita. Itu

pergumulan berat. Kadang-kadang kalo kita pulangg kita ingat haduuhh tadi itu hampir saja bercinta

dengan itu

perempuan..aaamm tapi saya terus bertahan ya nah.. itu pengalaman sedikit pengalaman tentang

aaa sebuah

pengalaman berat juga menjadi pastor menjadi pastor yang

apa namanya

Tetap pada aturan hidup selibat itu semua tergantung dari diri sendiri

tantangan untuk selibat itu terlalu iya kan.. jadi pasti itu ketemu dengan wanita-wanita yang

Dokumen terkait