• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Saran yang dapat diberikan adalah perlu dilakukan penelitian mengenai konstruksi tudung reflektor dengan berbagai ukuran dan daya lampu yang berbeda serta diperlukan lampu bereflektor ke luar arah jaring agar ikannya bergerak ke bagan untuk meningkatkan keefektifan proses penangkapan ikan menggunakan bagan apung.

DAFTAR PUSTAKA

Amanda S. 2012. Pengaruh Cahaya Terhadap Warna dan Lapisan Kedalaman Laut.http://www.sintaamanda.blogspot.com/2012/03/pengaruh-cahaya- terhadap-warna-laut.html. [28 Mei 2012].

Ayodhoya AU. 1981.Metode Penangkapan Ikan. Bogor : Yayasan Dewi Sri. Badrudin, Nurhakim S, and Fegan B. 2004. Catch Rate and Cath Composition of

Trawl-fish net in the Arafura Sea. Indon. Fish. Res.

Barnes RD. 1987. Invertebrate zoology. Fish Edition. Phidelphia : Sounders Collage Publishing.

Baskoro MS. 1999. Capture Process of The Floated Bamboo-Platform Liftnet With Light Attraction (Bagan). Graduate School of Fishery Management, Tokyo University of Fisheries. Doctoral Course of Marine Sciences and Technology.

Basmi J. 1995. Planktonologi Produksi Primer. Bogor : Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.

Ben Yami. 1976. Fishing with Light. London : Fishing News Books Ltd. Ben Yami. 1987. Fishing with Light. Roma : FAO.

Brodziak J and L. Hendrickson. 1999. An Analysis of Environmental Effects on Survey Shates of Squid Loligo pealey and Illex Illebrosus in The Nortwest Atlantic. Roma : FAO.

Cayless MA and AM Marsden. 1983. Lamps and Lighting. Third Edition. London : Edward Arnold (Publisher) Ltd.

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2011. Bawal : Makan Segalanya, Cepat Tumbuh. http://www.perikanan- budidaya.kkp.go.id/index.php?option= com_content&view=article&id=165:bawal-makan-segalanya-cepat-

tumbuhnya &catid=57:berita. [10 Juni 2011]

Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. 1979. Buku Pedoman Pengenalan Sumberdaya Perikanan Laut, Bagian I : Jenis-Jenis Ikan Ekonomis Penting. Jakarta : Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian.

Dwimirnani P. 2010. Tata Cahaya Interior Rumah Tinggal. Bogor : PT Penebar Swadaya.

Effendi M. 1997. Biologi Perikanan. Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.

Ermawati NI. 2012. Pengaruh Perbedaan Posisi Penempatan Lampu Tabung terhadap Hasil Tangkapan Bagan Apung. [Skripsi]. Bogor: Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Fridman AL. 1986. Perhitungan dalam Merancang Alat Tangkap. Terjemahan Tim Penerjemah BPPI Semarang, 1998. Calculation for Fishing Gear Design. Balai Pengembangan Penangkapan Ikan Semarang.

Gofar D, Fakhrudin, dan Fauzi. 1988. Petunjuk Pembuatan dan Pengoperasian Bagan Rakit. Semarang : Balai Pengembangan Penangkapan Ikan.

Gunarso W. 1988. Tingkah Laku Ikan dalam Hubungannya dengan Alat, Metoda, dan Taktik Penangkapan. Bogor : Fakutas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.

Hindarto P. 2011. Mengenal Jenis Lampu Pijar. http://www.astudioarchirect.com /2011/11/mengenal-jenis-jenis-lampu-pijar.html [21 Febuari 2012].

Hutomo M dan MH. Azkab 1987. Peranan Lamun di Perairan Laut Dangkal, Oseana, Volume XII, Nomor 1. Jakarta : Balitbang Biologi Laut, Pustlibang Biologi Laut-LIPI.

Iskandar MD. 2001. Analisi Hasil Tangkapan Bagan Motor pada Tingkat Pencahayaan yang Berbeda di Perairan Teluk Semangka Kabupaten Tanggamus. [Tesis]. Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

International Standard Statistical Classification Fishing Gear (ISSCFG), FAO. 1971. Klasifikasi Alat Tangkap. http://www.fao.org/fishery/cwp/ handbook/M/en. [21 Febuari 2012].

Kamus Bahasa Indonesia Online. Definisi Lampu dan Lampu Tabung. www.KamusBahasaIndonesia.org. [21 Febuari 2012].

Kumpulan Istilah Online. Pengertian Lampu TL (Tubular Lamp). http://www.kumpulanistilah.com/2011/06/pengertian-lampu-tl.html. [21 Febuari 2012].

Laevastu T and ML. Hayes. 1981. Fisheries Oceanography and Ecology. Franham: Fishing News Book Ltd.

Matsuda HA and T. Yoshina. 1975. Coastal Fishes of Southern Japan. Japan : Tokai University Press. Shuijuku, Tokyo.

Modul Praktikum Oseanografi Umum. 2012. Materi Praktikum Surfer dan ODV. http://www.itk.fpik.ipb.ac.id/osum/index.php?view=category&id=6%3Aps p&option=com_content&Itemid=11.[8 Juni 2012].

Monintja RD dan S. Martasuganda. 1991. Teknologi Pemanfaatan Sumberdaya Hayati II. Bogor : IPB Press.

Nontji A. 2002. Ikan-Ikan Ekonomis Penting di Indonesia. Petunjuk Identifikasi. Jakart : LIPI.

Nybakken JW. 1988. Biologi laut: Suatu pendekatan ekologis. Terjemahan dari Marine biology: An ecological approach, oleh Eidman M., Koesoebiono, Bengen D.G., Hutomo M. & Sukardjo S. Jakarta : PT Gramedia.

Parrish BB, and JHS Blaxter. 1962. Photography of Fish Behaviour in Relation to Trawls. ICES, Comparative Fishing Committee.

Paristiwady T. 2006. Ikan-Ikan Ekonomis Penting di Indonesia. Petunjuk Identifikasi. Jakarta : LIPI

Pasaribu BP. 1967. Menemukan Kelompok Ikan Kembung (Rastrelliger spp) di Perairan Tapanuli.. [Skripsi]. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Prasetyo EW. 2009. Pemusatan Cahaya Petromaks Pada Kedalaman 8 m untuk Meningkatkan Produktivitas Bagan Apung di Palabuhanratu, Jawa Barat. [Skripsi]. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Pratiwi. 2011. Mengapa Lampu Neon Lebih Terang. http://www.penjagahati. zone.blogspot.com/2011/04/mengapa-lampu-neon-lebih-terang-dan.html [21 Febuari 2012]

Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu. 2010. Buku Laporan Tahunan Statistik Perikanan Tangkap 2010 Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu. Sukabumi : Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu.

Puspito G. 2006. Kajian Teoritis dalam Merancang Tudung Petromaks. Buletin Mangrove. Padang : Universitas Bung Hatta, Fakultas Perikanan.

Raharjo S dan DG. Bengen. 1984. Studi Beberapa Aspek Biologi Cumi-cumi (Loligo sp) di Perairan Gugus Kepulauan Seribu. Laporan Penelitian. Bogor : Fakultas Perikanan, Institut Pertanian bogor.

Rusdianto I. 2011. Apakah Air Laut Benar-benar Biru. http://www.blakbin. Matasiswa .asia/2011/08/apakah-air-laut-benar-benar-berwarna.html. [5 Juni 2012].

Subani W dan HR. Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan di Indonesia Jilid 1. Jakarta : BPPI.

Sudirman. 2003. Fish Behaviour Analysis For Enviromentally Friendly Technology in Fishing Process of Bagan Rambo (Large-Typed Liftnet With Light Attraction) [Disertasi], Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Suhendra T dan EM Amin. 1990. Pendugaan Pertumbuhan dan Pola Penambahan Berat Ikan Kembung Lelaki (R. Kannagurta) di Perairan Selat Madurs. Jurnal Penelitian Perikanan Laut.

Tasywiruddin MT. 1999. Sebaran dan Kelimpahan Cumi-cumi Berdasarkan Jumlah dan Posisi Lampu pada Operasi Penangkapan dengan Payang Oras di Perairan selat Alas, Ntb. [Tesis]. Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Tobing TMDLN. 2008. Pemusatan Cahaya Petromaks pada Areal Kerangka Jaring di Permukaan Air Menggunakan Tudung Berbentuk Kerucut Terpancung : Pengaruhnya terhadap Hasil Tangkapan Bagan [Skripsi]. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Tupamahu A. 2003. Studi Tentang Tingkah Laku Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) dan Selar (Selar crumenopthalmus) di Bawah Cahaya Lampu [Disertasi], Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Von Brandt A. 1984. Fish Catching Method of The World. London : Fishing News Book. Ltd.

Wewengkang I. 2002. Analisis Sistem Usaha Penangkapan Ikan Layur (Trichiurus savala) di Palabuhanratu dan Kemungkinan Pengembangannya. [Skripsi]. Bogor : Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Dokumen terkait