BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Saran untuk Pengelola STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro:
a. Strategi pembelajaran CBL dapat dijadikan salah satu alternatif strategi pembelajarandi STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro
b. Untuk meningkatkan kemampuan kualitas dosen dapat dilakukan workshop internal dengan nara sumber dosen yang menjadi partisipan penelitian ini
c. Melengkapi fasilitas perpustakaan untuk menunjang pengembangan strategi pembelajaran yang beroreintasi pada mahasiswa seperti CBL ini
d. Studi metode pembelajaran CBL yang berikutnya disarankan untuk memperhatikan kemampuan dosen untuk membuat modul atau kasus, ketersediaan sumber referensi untuk pengembangan pembelajaran dengan CBL, pengelolaan kelompok dan sumber daya yang dimiliki kelompok dalam CBL.
2. Saran untuk peneliti lain dapat mengembangkan penelitian mengenai pengaruh strategi pembelajaran CBL terhadap hasil belajar atau comparing antara dua metode pembelajaran SCL terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
103
DAFTAR PUSTAKA
Abin Syamsuddin Makmun. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
AIPNI. (2010). Kurikulum Berbasis Kompetensi Pendidikan Ners Indonesia. Jakarta ; Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI).
Alwasilah C. (2007). Contextual teaching and learning:Menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikan dan bermakna. Cet-3. Bandung: Mizan learning center.
Arifin, M. S. (2010). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Kemampuan Analisis Siswa di Kelas VII-B Madrasah Tsanawiyah Negeri Purwoasri Kediri (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya). Tanggal 05September 2015.
Beyer, B. K. (1995). Critical Thinking. Fastback 385. Phi Delta Kappa, 408 N. Union, PO Box 789, Bloomington, IN 47402-0789.
Binkley, M., Erstad, O., Herman, J., Raizen, S., Ripley, M., & Rumble, M. (2010). Defining 21st century skills. (www.atc21s.org). 17 November 2016
Budiati, Rina Veni. (2014). Pengaruh pelaksanaan Tutorial klinik dengan metode Case Based Learning (CBL) terhadap kemampuan brerfikir kritis
Chen, C. C., Rong-An Shang, & Harris, A. (2006). The efficacy of case method teaching in an online asynchronous learning environment. International Journal of Distance Education Technologies, 4(2),
72-86. Retrieved from
http://search.proquest.com/docview/201698537?accountid=38628 Christiane, Clifford , G.(2000).Ethics and Politics in Qualitative research,
dalam Handbook, Second Edition, Thousand, Oaks, California: Sage
Choi, E., Lindquist, R., & Song, Y. (2014). Effects of problem-based learning vs. traditional lecture on Korean nursing students' critical
thinking, problem-solving, and self-directed learning. Nurse education today, 34(1), 52-56.
Creswell, J, W.(1998).Qualitatif Inquiry and Research Design. Sage Publication, Inc: California
Daryanto. (2014). Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah (Beserta contoh-contohnya). Yogyakarta : Gaya Media Departemen Pendidikan Nasional. (2007). Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Edisi Ke-3. Jakarta: Balai Pustaka
Dikti. (2014). Buku Panduan Kurikulum Perguruan Tinggi. Tim - Belmawa: Jakarta
Gade, S dan Chari, S (2014). CBL dalam Fisiologi Endokrin : Pendekatan terhadap Belajar mandiri dan Pengembangan soft skill pada Mahasiswa Kedokteran.
Hamzah B Uno. (2008). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta, PT.Bumi Aksara.
Hassoubah, Z. I. (2008). Mengasah pikiran kreatif dan kritis. Terjemahan Bambang Suryadi). AS Noorden.(Buku Asli diterbitkan tahun 2002). Herreid Freeman (
http://www.pitt.edu/~ciddeweb/faculty-development/FDS/casebase. html)
HPEQ, Dikti.(2012).Draft Health Profesional Education Quality. DIKTI.http://hpeq.dikti.go.id/v2/images/Produk/19.3-Draf-Standar-Pendidikan-Keperawatan-19-Oktober-2012.pdf.Tanggal akses 19 desember 2014.
Huriah, T. (2014). Block of statistic. Program Magister Keperawatan. PascasarjanaUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta : Yogyakarta. Hugenholtz, N. I., R., Schaafsma, F. G., Nieuwenhuijsen, K., van Dijk, F.
J., & , H. (2008). Effect of an EBM course in combination with case method learning sessions: An RCT on professional performance, job satisfaction, and self-efficacy of occupational physicians.
International Archives of Occupational and Environmental Health. 82(1), 107-15. doi:http://dx.doi.org/10.1007/s00420-008-0315-3. Kaddoura M.A(2011). Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Keperawatan
dalam Pengajaran Kuliah Berbasisdan Case-Based Learning (CBL).
Khoiriyati, A. (2014). Buku Panduan Tesis. Program Magister Keperawatan. Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta : Yogyakarta.
Kireeti dan Reddy (2015). Case based learning (CBL), a better option to traditionalteaching for undergraduate studentin curriculum of paediatrics
Klegeris, A., & Hurren, H. (2011). Impact of Problem-Based Learning in a Large Classroom Setting: Student Perception and Problem-Solving Skills. Advances in Physiology Education, 35(4), 408-415 Kusumah dan Dwitagama. (2012). Mengenal Penelitian Tindakan Kelas
(Edisi 2). Jakarta: PT Indeks
Madya, Suwarsih. (2011). Teori dan Praktik Penelitian Tindakan (Action Reseach). Bandung ; CV Alfabeta, ISBD ; 979-8433-60-8.
Malathi S, MD, Michael W, MD, PhD, Frazier Stevenson, MD, Thuan Nguyen, MS, MD, and Stuart Slavin, MD.Comparing Problem-Based Learning with Case-Problem-Based Learning: Effects of a Major Curricular Shift at Two Institution, Academic Medicine. Vol. 82, No. 1 / January 2007
Maryam, S. (2006). Pengembangan Kreativitas Berbahasa dalam Menulis Esai. Unpublished Doctoral Dissertation.
Michaelsen, L, Sweet, Premelee, D. (2009). The Essential Elements of Team Based Learning. New Directions in Teaching and learning.
Vol. 7: 27. Wiley online library
Mutiarani, M. (2005). Efektivitas Pelaksanaan Tutorial PBL dengan Metode Seven Jumps Untuk Meningkatkan Critical Thingking Mahasiswa PSIK UMY. Karya Tulis Ilmiah . Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Nursalam & Efendi, (2012). Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta: PT Salemba Medika.
Nursalam, (2014). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: PT Salemba Medika.
Paul, R., & Elder, L. (2006). The miniature guide to critical thinking:
Concepts & tools. Foundation Critical Thinking.
Reddy, D. S. (2015). Case based learning (CBL), a better option to traditional teaching for undergraduate students in curriculum of paediatrics. Asian Journal of Biomedical and Pharmaceutical
Sciences, 5(45), 39-41.
doi:http://dx.doi.org/10.15272/ajbps.v5i45.720
Robbins, S. P. 2006. Perilaku Organisasi. Jakarta : Indeks Kelompok Gramedia.
Rosster, J Robert. (2015). Nursing Faculty Shortage Fact Sheet.
http://www.aacn.nche.edu/media-relations/FacultyShortageFS.pdf.(202) 463-6930, x231
Santyasa, W dan Tegeh. (2015). Validasi dan Implementasi Model-Model Student Centered Learning untuk Meningkatkan Penalaran dan Karakter Siswa Sekolah Menengah Atas. Journal : Pendidikan Indonesia, Volume ; 4, Number ; 1, April 2015.
Sanjaya, W. 2008. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Predana Media Group.
Samejima, M., Hisakane, D., & Komoda, N. (2015). Automatic annotation method on learners' opinions in case method discussion. Interactive Technology and Smart Education, 12(2), 90-99.
Retrieved from
http://search.proquest.com/docview/1684361379?account5 12w21ecid=38628
Schneider.http://edutechwiki.unige.ch/en/Case-based_learning, diunduh 05 juni 2016
Scott, S. (2008). Perceptions of students’ learning critical thinking
through debate in a technology classroom: a case study.The Journal of Technology Studies.
Scriven, M., & Paul, R. (2003). Defining critical thinking. A draft statement for National Council for Excellence in Critical Thinking Instruction, 19.
Senjaya, W. (2008). Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Simbolon, R (2014) Peningkatan Kompetensi Guru Membuat Penelitian Tindakan Kelas Melalui Workshop Model P2FR,Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan, Volume 20 Nomor 2.
Sobur, A. (2003). Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Suharto. (2005). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.
Suprijanto. 2008. Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Tiwari, A., Lai, P., So, M., & Yuen, K. (2006). A comparison of the effects
of problem‐based learning and lecturing on the development of students' critical thinking. Medical education, 40(6), 547-554. Thistlethwaite et al (2012). The Effectiveness of case based learning in
health professional education. A BEME Systematic Review: BEME Guide n0. 23. Medical teacher. Diakses tanggal 21 september 2016 dari http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22578051
Trianto. (2007). Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta
Uno, H. B. (2007). Model pembelajaran menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Wadud, A. (2012).Pembelajaran dengan model pbl berbantuan web untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan berpikir
kreatif siswa tentang lingkungan. (S2 thesis, universitas pendidikan indonesia). (diakses dari http://repository.upi.edu/9125/. (online) Tanggal 21 desember 2014.
Williams (http://www.jephc.com/full_article.cfm? content_id=173)
Wu, W., Ren, Y., & Shen, D. (2013). Application exploration of case method in ecological landscape desaign course. Journal of Applied Science, 13(16), 3295-3299. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/1460573498?accountid=38628 Yuan, H., Kunaviktikul, W., Klunklin, A., & Williams, B. A. (2008).
Improvement of nursing students' critical thinking skills through problem‐based learning in the People's Republic of China. A quasi‐ experimental study. Nursing & health sciences, 10(1), 70-76.
Yulianto, Y. (2012). Penerapan Pembelajaran Aktif Teknik Everyone is a Teacher Here Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VIII B SMP N 4 Ngaglik, Sleman. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Yogyakarta).
Yuliastutik, A. (2010). Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Media Video Campact Disk (Vcd) Dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa (Studi Kasusdi Akper Rustida Banyuwangi). (Doctoral dissertation, Pasca Sarjana). (Online). (diakses dari http://eprints.uns.ac.id/9339/). Tanggal 20 Desember 2014.
Zimmerman, S. D., PhD., Short, G. F. L., PhD., Hendrix, E. M., & Timson, B. F., PhD. (2011). Impact of interdisciplinary learning on critical thinking using case study method in allied health care graduate students. Journal of Allied Health. 40(1), 15-8. Retrieved from
Lampiran 1
SURAT PERNYATAAN
BERSEDIA MENJADI RESPONDEN PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan bersedia untuk turut berpartisipasi menjadi responden penelitian yang dilakukan oleh Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yaitu :
Nama : Ferawati N.I.M : 20141050046
Judul : PenerapanCase Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa keperawatan.
Saya telah menerima penjelasan dari peneliti terkait dengan segala sesuatu mengenai penelitian ini. Saya mengerti bahwa informasi yang saya berikan, akan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti. Selain itu, Jawaban yang saya berikan ini adalah sebenarnya sesuai dengan apa yang saya ketahui tanpa ada paksaan dari pihak lain.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Yogyakarta, Juni 2016
Lampiran 4
PANDUAN WAWANCARA MENDALAM
A. Partisipan :
Kaprodi/Pengelola Prodi/Pengelola Bidang Pendidikan STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro
B. TujuanWawancara 1. TujuanUmum
Tujuan umum wawancara ini adalah untuk mengetahui strategi pembelajaran yang ditertapkan dan apakah dapat meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah yang digunakan Prodi Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus dari wawancara adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui metode pembelajaran di kelas pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah pada Prodi Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro
b. Untuk mengetahui apakah metode yang digunakan dapat meningkatakan kemampuan berfikir kritis mahasiswa pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah.
c. Sebagai bahan pertimbangan dan pengembangan untuk mencari metode pembelajaran yang tepat untuk diterapkan pada mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah.
C. Data Umum Wawancara :
1. Nama Pewawancara :
2. Tanggal Wawancara :
3. Tempat Wawancara :
4. Nama Lengkap Partisipan :
5. Pekerjaan Partisipan :
6. Nomor Telepon/ Handphone Partisipan : 7. Alamat Partisipan : D. Tahap Pembukaan Wawancara:
1. Pewawancara menyampaikan ucapan terimakasih kepada partisipan atas kesediannya meluangkan waktu untuk diwawancarai
2. Pewawancara memperkenalkan diri dan menjelaskan topik yang wawancara yang akan dilakukan
3. Pewawancara membuat kontrak waktu dengan partisipan
4. Pewawancara memberikan informasi kepada partisipan bahwa dalam hal ini dia bebas menyampaikan pendapat, pengalaman, harapan, serta saran-saran yang berkaitan dengan topic wawancara
E. Tahap Pelaksanaan Wawancara
Panduan Wawancara Mendalam dengan Kaprodi/Pengelola Prodi/Pengelola Bidang Pendidikan
1. Apa yang bapak/ibu pahami tentang kemampuan berfikir kritis? 2. Bagaimana kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners
STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro
3. Apakah strategi pembelajaran selama ini sudah mampu mengembangkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro? Mengapa? 4. Strategi pembelajaran apa yang tepat untuk mengembangkan
kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro, khususnya dalam mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah? Apa alasannya?
5. Bagaimana ketersediaan sumber daya pada Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro untuk mengembangkan strategi tersebut? Bagaimana cara mengatasinya?
F. Tahap Penutup
Pewawancara mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kerjasama partisipan yang telah memberikan segala informasi guna mengidentifikasi atau mengungkap informasi tentang hal-hal yang selama ini diterapkan dalam proses pembelajaran dikelas.
BIODATA PARTISIPAN 1. NamaPartisipan : 2. Umur : 3. JenisKelamin : 4. Alamat : 5. Suku : 6. Agama : 7. Lama wawancara : 8. Pukul :
9. Tempat : STIkes Insan Cendekia Husada Bojonegoro
Transkrip
Panduan FGD dengan tim pengasuh mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah
1. Apa yang bapak/ibu pahami tentang kemampuan berfikir kritis? 2. Seberapa penting kemampuan berfikir kritis dikembangkan pada
masha aiswa
3. Bagaimana kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro
4. Apakah strategi pembelajaran selama ini sudah mampu mengembangkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro? Mengapa? 5. Strategi pembelajaran apa yang tepat untuk mengembangkan
kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro , khususnya dalam mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah? Apa alasannya?
6. Bagaimana ketersediaan sumber daya pada Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro untuk mengembangkan strategi tersebut? Bagaimana cara mengatasinya?
Lampiran 5
LEMBAR KUESIONER
A. Petunjuk Pengisian Kuesioner:
1. Tulislah identitas diri anda pada tempat yang telah disediakan 2. Isilah semua data pada tempat yang tersedia dengan benar 3. Kejujuran dan partisipasi anda sangat saya harapkan 4. Atas kerjasama yang baik saya ucapkan terima kasih B.Identitas Responden 1. Tanggal Pengisian : 2. Nama : 3. Umur : 4. Jenis Kelamin : 5. Asal Universitas :
C. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan cara memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan.
1. Kuesioner Kemampuan Berpikir Kritis (CCTDI) Oleh, Mutiarani (2010)
No. Pertanyaan STS TS R S SS
Truthseeking
1
Saya mengambil keputusan yang tepat dalam membahas kasus-kasus keperawatan ?
2
Saya memilih alternatif penyelesaian masalah yang tepat dalam memecahkan masalah keperawatan ?
3
Keputusan yang saya ambil dalam diskusi berdasarkan analisis terlebih dahulu ?
Openmindedness
4 Saya berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan diskusi ?
5
Saya menghargai setiap pendapat yang diajukan oleh rekan diskusi saya ?
6
Saya dapat memahami setiap pendapat yang diajukan oleh rekan diskusi saya ?
7
Saya dapat menyimpulkan pendapat yang diajukan oleh rekan diskusi saya, dan kemudian saya menjelaskan kembali kepada forum ?
8
Saya mampu memberikan tanggapan terhadap pendapat rekan diskusi saya ?
Analyticity
9
Apabila saya menemui kesulitan, maka saya akan berusaha mencari jawabannya dengan mencari referensi di textbook maupun jurnal ?
10 Apabila saya menemui kesulitan dalam diskusi, maka saya akan berusaha memecahkan masalah
tersebut melalui analisis yang tepat ?
Systematicity
11
Sebelum pelaksanaan diskusi, saya belajar terlebih dahulu mengenai kasus yang akan dibahas ?
12
Saya mencari tambahan informasi mengenai kasus yang akan dibahas ?
13
Saya mencari tambahan informasi di buku-buku dan jurnal penelitian yang terkait dengan kasus yang akan dibahas?
14 Saya merasa percaya diri untuk menyampaikan pendapat saya ?
15
Saya menyampaikan pendapat dengan lugas dan tanpa ragu-ragu ?
16 Walaupun pendapat saya ditolak, saya tidak menjadi rendah diri ?
Inquisitiveness
17 Saya tertarik untuk mempelajari hal-hal baru ?
18
Saya akan berusaha untuk mencari tahu tentang hal yang tidak saya mengerti dalam diskusi ?
19
Apabila saya menemukan hal yang baru, maka saya akan berusaha untuk mendapatkan informasi yang lengkap mengenai hal tersebut ?
Maturity
20
Saya menggunakan pertimbangan dan analisis dalam membuat keputusan ?
21
Keputusan yang saya ambil berdasarkan kesepakatan anggota kelompok diskusi?
22
Saya mendiskusikan dengan rekan diskusi, apabila akan mengubah keputusan yang telah disepakati ?
Keterangan : STS = Sangat tidak setuju S = Setuju TS = Tidak setuju SS = Sangat setuju
Lampiran 6
LEMBAR OBSERVASI
KEAKTIFAN DOSEN DALAM WORKSHOP Hari / Tanggal : _________________
Nama Dosen : _________________ Nama Observer : _________________ Tujuan :
1. Merekam data berapa banyak dosen di suatu kelas aktif dalam workshop
2. Merekam data kualitas aktivitas diskusi dosen
Petunjuk :
1. Observer harus berada pada posisi yang tidak mengganggu pembelajaran tetapi tetap dapat memantau setiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa.
2. Observer memberikan skor sesuai dengan petunjuk berikut: Iya = 1, tidak = 0
No. Keaktifan dosen Iya Tidak
A. Pengetahuan dialami, dipelajari, dan
ditemukan oleh dosen --- ---
1. Melakukan pengamatan --- ---
2.
Meperhatikan dengan aktif (misal dengan pen di tangan untuk menggaris bawahi atau membuat catatan kecil atau tanda-tanda tertentu pada teks)
--- ---
3.
Mendengarkan dengan aktif (menunjukkan respon, misal tersenyum atau tertawa saat mendengar hal-hal lucu yang disampaikan, terkagum-kagum bila mendengar sesuatu yang menakjubkan, dsb)
B. Dosen melakukan sesuatu untuk memahami
materi (membangun pemahaman) --- ---
1. Berlatih (misalnya mencoba membuat kasus
sendiri sesuai denga tahapan) --- ---
2.
Berpikir kreatif (misalnya mencoba memecahkan masalah-masalah pada kasus yang mempunyai variasi berbeda dengan contoh yang diberikan)
--- ---
3.
Berpikir kritis (misalnya mampu menemukan kejanggalan, kelemahan atau kesalahan yang dilakukan orang lain dalam menganalisis kasus )
--- ---
C. Dosen mengkomunikasikan sendiri hasil
pemikirannya --- --- 1. Mengemukakan pendapat --- --- 2. Menjelaskan --- --- 3. Berdiskusi --- --- 4. Mempresentasi kasus --- --- 5. Mengumpulkan kasus --- ---
D. Dosen berpikir reflektif --- ---
1. Mengomentari dan menyimpulkan kasus yang
dibuat --- ---
2. Memperbaiki kesalahan atau kekurangan dalam
pembuatan kasus --- ---
3. Mengevaluasi kasus tersebut dapat di aplikasikan
kepada mahasiswa atau harus di revisi --- --- Bojonegoro, ...
Lampran 7
LEMBAR OBSERVASI
KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM BELAJAR Semester / Kelas : _________________
Hari / Tanggal : _________________ Nama Mahasiswa : _________________ Nama Observer : _________________ Tujuan :
3. Merekam data berapa banyak mahasiswa di suatu kelas aktif belajar
4. Merekam data kualitas aktivitas belajar mahasiswa
Petunjuk :
3. Observer harus berada pada posisi yang tidak mengganggu pembelajaran tetapi tetap dapat memantau setiap kegiatan yang dilakukan mahasiswa.
4. Observer memberikan skor sesuai dengan petunjuk berikut: 0 = Tidak, 1 = Iya
No. Aktivitas Belajar mahasiswa Iya Tidak
A. Pengetahuan dialami, dipelajari, dan ditemukan oleh mahasiswa
1. Memperhatikan di saat dijelaskan --- --- 2.
Membaca dengan aktif (misal dengan pen di tangan untuk menggaris bawahi atau membuat catatan kecil atau tanda-tanda tertentu pada teks)
--- ---
3.
Mendengarkan dengan aktif (menunjukkan respon, misal tersenyum atau tertawa saat mendengar hal-hal lucu yang disampaikan, terkagum-kagum bila mendengar sesuatu
yang menakjubkan, dsb) B.
Mahasiswa melakukan sesuatu untuk memahami materi pelajaran
(membangun pemahaman)
1.
Mencoba untuk berlatih (misalnya
mencobakan sendiri konsep-konsep misal berlatih dengan kasus-kasus)
--- ---
2.
Berpikir kreatif (misalnya mencoba memecahkan masalah-masalah pada kasus yang mempunyai variasi berbeda dengan contoh yang diberikan)
--- ---
3.
Berpikir kritis (misalnya mampu
menemukan kejanggalan, kelemahan atau kesalahan yang dilakukan orang lain dalam menyelesaikan kasus atau tugas)
--- ---
C. mahasiswa mengkomunikasikan sendiri hasil pemikirannya
1. Mengemukakan pendapat --- ---
2. Menjelaskan --- ---
3. Berdiskusi --- ---
4. Mempresentasi laporan --- ---
5. Mengumpulkan hasil pekerjaan --- --- D. mahasiswa berpikir reflektif
1. Mengomentari dan menyimpulkan proses
pembelajaran --- ---
2. Menyimpulkan materi pembelajaran dengan
kata-katanya sendiri / merangkum --- --- Bojonegoro, ...
125 Lampiran 8 BIODATA PARTISIPAN 10. NamaPartisipan : Ns. M 11. Umur : 12. JenisKelamin : 13. Alamat : 14. Suku : 15. Agama : 16. Lama wawancara : 17. Pukul :
18. Tempat : STIkes Insan Cendekia Husada Bojonegoro Transkrip
PERTANYAAN JAWABAN Sub Tema Open Coding Axial Coding
Apa yang bapak/ibu pahami tentang kemampuan berfikir kritis? Kemampuan menggunakan pengetahuan secara efektif menganalisis, mengevaluasi untuk mendapatkan ketepatan suatu pernyataan. Berfikir ktitis berarti tidak mudah menerima informasi tanpa melakukan analisa terlebih dahulu apa yang sedang disampaikan
Definisi berfikir kritis
Berfikir kritis merupakan kemampuan menggunakan pengetahuan secara efektif menganalisis, mengevaluasi untuk mendapatkan ketepatan suatu pernyataan. kemampuan menganalisa suatu masalah secara efektif
Seberapa penting kemampuan berfikir kritis dikembangkan pada mahasiswa?
Sangat penting bagi mahasiswa dengan berfikir kritis yang diterapkan pada proses pembelajaran maka mahasiswa akan terlatih untuk menganalisis suatu masalah, memiliki ketrampilan sintesis. Memecahkan masalah, mengumpulkan dan mengevaluasi. Sehingga dengan ketrampilan tersebut sangat bermanfaat untuk nanti ketika mengaplikasikan ke dunia kerja atau lahan sebagai seorang perawat.
Manfaat berfikir kritis
Kemampuan berfikir kritis sangat penting bagi
mahasiswa, karena mahasiswa dapat terlatih menganalisa dan
memecahkan suatu masalah sehingga sangat bermanfaat bagi
mahasiswa untuk bekal ketika mereka memasuki dunia kerja. Sangat penting karena kemampuan berfikir kritis menjadi bekal mahasiswa untuk memasuki dunia kerja Bagaimana kemampuan berfikir kritis mahasiswa program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro Kemampuan Critical Thinking mahasiswa Icsada masih perlu ditingkatkan dan terus diasah. Kemampuannya masih kurang, dapat dilihat untuk kemampuan interpretasi analisis, evaluasi dan explanation ketika proses
Kemampuan berfikir kritis mahasiswa Icsada Berdasarkan hasil pembelajaran kemampuan berfikir kritis mahasiswa Icsada masih kurang
Kemampuan berfikir kritis mahasiswa Icsada masih kurang
pembelajaran masih kurang.
Apakah strategi pembelajaran selama ini sudah mampu mengembangkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Profesi Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonegoro? Mengapa ?
Strategi pembelajaran di STIKes Icsada Bojonegoro masih perlu ditingkatkan dan dikembangkan karena selama itu masih banyak yang mengarah atau berpusat pada dosen. Dimana mahasiswa masih pasif dalam proses pembelajaran Penerapan strategi pembelajaran saat ini Strategi pembelajaran selama ini belum mengoptimalkan
kemampuan berfikir kritis
mahasiswa masih
berorientasi pada dosen, sehingga mahasiswa justru pasif dalam proses pembelajaran Strategi pembelajaran berpusat pada dosen belum optimal untuk pengembangan kemampuan berfikir kritis Strategi pembelajaran apa yang tepat untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa Program Ners STIKes Insan Cendekia Husada
Strategi pembelajaran yang diharapkan yaitu yang
mampu mengasah
kemampuan Critical Thinking, inofatif dan produktif yaitu yang mengarah ke “ Student
Centre” yang
mengupayakan mahasiswa sebagai peran utama dalam
Strategi pembelajaran untuk pengembangan berfikir kritis Perubahan strategi pembelajaran yang mampu mengasah kemampuan mahasiswa untuk berfikir kritis seperti strategi
Student Centre Perubahan strategi pembelajaranke arah Student Centre untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis mahasiswa
Bojonegoro, khususnya dalam mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah? Apa alasannya? pembelajaran untuk mencari, mengupayakan/menemukan pemahaman melalui pencapaian diri sendiri dimana dosen bertugas sebagai fasilitator
Bagaimana ketersediaan sumber daya pada program Ners STIKes Insan Cendekia Husada Bojonero untuk mengembangkan strategi tersebut? Bagaimana cara mengatasinya?
Sumber daya termasuk SDM harus terus dilatih dan ditingkatkan sebagai penunjang yang sangat penting karena peran untuk mengelola/ mengupayakan agar mahasiswa terlatih
dengan proses
pembelajaran yang Student Centre perlu dikembangkan
untuk kemampuan
knowlage skill dan
kemampuan dalam
pembelajaran student center sehingga bisa memberi pembelajaran yang inovatif.
Ketersedian SDM
Belum memadai secara kualitas sehingga perlu pelatihan mengenai strategi pembelajaran Studen Centre terutama yang berkaitan dengan knowledge skill
Kualitas SDM belum memadai
129 BIODATA PARTISIPAN 1. NamaPartisipan : Ns. B 2. Umur : 3. JenisKelamin : 4. Alamat :