BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan, disarankan bagi guru dan calon guru untuk menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai metode untuk mengajar.
2. Pada pembelajaran kooperatif tipe STAD disarankan untuk memberikan kuis di setiap akhir pertemuan.
3. Agar penelitian selanjutnya lebih baik, dapat dilakukan dengan menggunakan menggunakan video dan bantuan untuk ikut mengamati tidak hanya satu orang.
81
DAFTAR PUSTAKA
Bloom, B.S. 1979. Taxonomi of Educational Objectives, The Classification of Education Goals. USA: Longman Inc.
Kanginan, Marthen. 2002. Sains Fisika SMP. Jakarta: Erlangga.
Kartika, Budi. 2001. Berbagai Strategi Untuk Melibatkan Siswa Secara Aktif Dalam Proses Pembelajaran Fisika di SMU, Efektivitasnya dan Sikap Mereka Pada Strategi Tersebut. Dalam Widya Dharma, XI (2), April. Hal 43-71.
Lie, Anita. 2008. Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta : PT Grasindo.
Moh. User Usman. 2002. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Oemar Hamalik. 2002. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Saiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta Rineka Cipta.
Slavin, E. Robert. 2005. Cooperative Learning Teori Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media.
Suparno, Paul. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Suparno, Paul. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana.
Wijaya, Cece, dkk. 1998. Upaya Pembaharuan Dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung : Remadja Karya.
Wina Sanjaya. 2005. Pembelajaran dalam Implementasi kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Prenada Media Grup.
83
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP N 5 Klaten
Mata Pelajaran : IPA Fisika
Kelas/Semester : VIII (Delapan)/ 2 (Dua)
Metode Pembelajaran : STAD
A. Standar Kompetensi
Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari.
B. Kopetensi Dasar
Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa.
C. Indikator
1. Menyebutkan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar.
2. Menyebutkan sinar-sinar istimewa pada cermin cekung dan cermin cembung. 3. Menggambar hasil pembentukan bayangan beserta sifat bayangannya dari
cermin cekung.
4. Menggambar hasil pembentukan bayangan beserta sifat bayangannya dari cermin cembung.
7. Penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah siswa mengikuti pembelajaran, diharapkan siswa dapat:
1. Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan sifat-sifat perambatan cahaya.
2. Menjelaskan hukum pemantulan cahaya melalui percobaan.
3. Menunjukkan hasil bayangan sebuah benda dari cermin cekung maupun cembung.
4. Menyelesaikan perhitungan yang berkaitan dengan cermin cekung dan cermin cembung.
5. Menyebutkan penggunaan dari macam-macam cermin dalam kesehariannya.
E. Materi pembelajaran: Pemantulan pada Cermin
1. Pemantulan pada Cermin Datar
Pemantulan pada cermin datar akan memiliki besar sudut datang selalu sama dengan besar sudut pantul. Selain itu, sinar datang, garis normal, dan sinar pantul berada dalam satu bidang datar. Rumusan hukum pemantulan cahaya sebagai berikut:
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak dalam satu bidang datar.
b. Sudut datang sama dengan sudut pantul
Berdasarkan hukum pemantulan cahaya, akan dapat melukiskan sinar-sinar datang dan pantul pada cermin datar. Letak bayangan yang terbentuk pada cermin
(Sumarwan, 2007: 182)
Cara melukis pembentukan bayangan pada cermin datar sebagai berikut: 1) Menentukan bayangan titik A, yaitu titik 𝐴′.
Lukislah dua sinar datang dari titik A. Misalnya, kita ambil sinar tegak lurus bidang cermin (1) dan sinar yang membentuk sudut 𝑖1 (2).
Sinar datang dengan sudut datang 00, akan dipantulkan melalui sinar itu pula. Sinar datang dengan sudut datang 𝑖1, akan membentuk sudut pantul 𝑟1 yang sama besar. Titik pertemuan perpanjangan sinar-sinar pantul tersebut merupakan posisi titik 𝐴′.
2) Menetukan bayangan titik B, yaitu titik 𝐵′.
Lukislah dua sinar datang dari titik B. Misalnya kita ambil sinar yang tegak lurus bidang cermin (4) dan sinar yang membentuk sudut 𝑖2 (5).
Sinar datang 4 (sudut datang 00) dipantulkan melalui sinar itu pula.
Sinar datang 5 dipantulkan sedemikian rupa sehingga sudut 𝑖2 = 𝑟2. Perpanjangan sinar-sinar pantul ini akan berpotongan di titik 𝐵′ sebagai
bayangan titik B.
3) Setelah terbentuk titik 𝐴′𝑑𝑎𝑛𝐵′, maka kita hubungkan kedua titik iti dengan garis putus-putus sebagai tanda bahwa garis ini adalah bayangan AB.
dari titik A, perpanjangan dari seluruh sinar pantulnya akan berpotongan di titik A, perpanjangan 𝐴′. (Sumarwan, 2007: 183)
Gambar 1. Pembentukan bayangan pada cermin datar
2. Pemantulan pada Cermin Lengkung
Pemantulan pada cermin lengkung akan membehas tentang cermin cekung dan cermin cembung. Posisi pusat kelengkungan cerminnya hanya satu dan jelas letaknya. Perhatikan gambar berikut
Gambar 2. Pusat kelengkungan cermin cekung dan cermin cembung
Untuk melukis bayangan yang terjadi pada cermin cekung dan cembung, kita memanfaatkan sinar-sinar istimewa dan sinar-sinar pantulnya. Titik pertemuan dari semua sinar pantulnya akan membentuk bayangan benda (Sumarwan, 2007: 184).
a. Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung
Sinar-sinar istimewa cermin cekung adalah sebagai berikut:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
O
M f
2) Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
O
dipantulkan melalui sinar itu pula
O M f
Contoh pembentukan bayangan pada cermin cekung:
Sinar (1) datang sejajar sumbu utama, dipantulkan melalui titik F (1′). Sinar (2) datang melalui titik F, dipantulkan sejajar sumbu utama (2′). Sinar (3) datang melalui titik M, dipantulkan melalui titik M itu juga (3′). Pertemuan (perpotongan) garis (1′), (2′), (3′) menunjukkan posisi bayangan benda
(1)
(3) O
(3’) M f (2) (1’) (2’)
Gambar 3. Pembentukan bayangan pada cermin cekung
Lukisan pemantulan diatas memiliki sifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Disebut bayangan nyata karena untuk melihat bayangan tersebut diperlukan layar. Sedangkan untuk mengetahui bayangan
pada cermin datar.
Bayangan maya : bayangan yang terbentuk oleh perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul.
Bayangan nyata : bayangan yang terbentuk dari perpotongan sinar-sinar pantul.
b. Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung Sinar-sinar istimewa cermin cembung adalah:
1) Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik F.
O
f M
2) Sinar datang menuju titik F dipantulkan sejajar sumbu utama.
O
O f M
Berbeda dengan cermin cekung, posisi benda yang berada di depan cermin cembung hanya satu, yaitu di depan titik O. Benda-benda yang berada di belakang cermin tidak dipantulkan oleh cermin. Jadi, bayangan yang terjadi pada cermin cembung mempunyai sifat maya, tegak, dan diperkecil. Seperti pada gambar contoh dibawah ini.
O f M
Gambar 4. Pembentukan bayangan pada cermin cembung Berdasarkan lukisan pemantulan pada cermin cekung dan cembung yang telah dipelajari, dapat disimpulkan bahwa bayangan nyata akan menghasilkan 𝑆𝑖 bertanda (+) dan bayangan maya menghasilkan 𝑆𝑖 bertanda (−). 1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 1 𝑓
𝑓= jarak titik fokus ke cermin Karena nilai 𝑓=1
2𝑅, maka rumus diatas menjadi
1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 2 𝑅
R = jari-jari kelengkungan cermin = 2𝑓 ℎ𝑖
ℎ0= 𝑆𝑖 𝑆0
ℎ0= tinggi benda
ℎ𝑖= tinggi bayangan (selalu +)
Perbandingan tinggi bayangan dan tinggi benda, disebut perbesaran bayangan (M). Maka rumus menjadi
M = ℎ𝑖 ℎ0 =
𝑆𝑖 𝑆0
F. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran kooperatif tipe STAD.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 JP)
No. Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
1. Pendahuluan
Salam pembuka
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5 menit
2. Kegiatan inti
Siswa mengerjakan pre-test Presentasi Materi
Siswa dibagi dalam kelompok sesuai kriteria peringkat
Siswa mendapat penjelasan cara belajar dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD.
Siswa memperoleh informasi tentang pemantulan cahaya
dengan percobaan pada LKS 1
Siswa mempelajari LKS yang akan dikerjakan
Setiap kelompok bekerja menurut LKS 1 3. Penutup
Siswa menyimpulkan hasil percobaan.
Siswa yang berpartisipasi aktif di kelas maupun kelompok akan mendapat penghargaan.
Siswa mendapatkankan tugas rumah
10 menit
Pertemuan 2 (2 JP)
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu
1. Pendahuluan
Salam pembuka
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5 menit
2. Kegiatan inti
Presetasi Materi
Siswa memperoleh informasi tentang pemantulan cahaya pada cermin lengkung
Siswa diminta untuk duduk didalam kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya
Kegiatan kelompok
Setiap kelompok akan mendapatkan LKS dan alat-alat percobaan
Siswa mempelajari LKS yang akan dikerjakan
Setiap kelompok bekerja menurut LKS 2 Diskusi
Siswa diminta untuk membahas LKS di kelas setelah dipelajari dalam kelompok
Siswa mendapatkan informasi apabila dibutuhkan
65 menit
3. Penutup
Siswa diajak untuk berdiskusi secara klasikal mengenai rangkuman yang dipelajari hari ini dan hari sebelumnya
Siswa yang berpartisipasi aktif di kelas maupun kelompok akan mendapat penghargaan.
Siswa mendapatkan tugas rumah
Siswa diberi info tentang kegiatan post-test yang akan mereka lakukan untuk pertemuan
Pertemuan 3 (2 JP)
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu
1. Pendahuluan
Salam pembuka
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5 menit
2. Kegiatan inti
Siswa megerjakan soal post-test
65 menit 3. Penutup
Siswa yang berpartisipasi aktif di kelas maupun kelompok mendapat penghargaan
Siswa mengisi angket yang dibagikan
Guru menyampaikan kata-kata penutup
25 menit
H. Sumber dan Media
1. Buku paket siswa 2. LKS siswa
I. Penilaian
Penilaian berdasarkan instrumen penilaian: 1. Tes terulis
2. Tes unjuk kerja (menggunakan LKS siswa) 3. Observasi (menggunakan lembar pengamatan
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah : SMP N 5 Klaten
Mata Pelajaran : IPA Fisika
Kelas/Semester : VIII (Delapan)/ 2 (Dua)
Metode Pembelajaran : Ceramah Aktif
A. Standar Kompetensi
Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari.
B. Kopetensi Dasar
Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa.
C. Indikator
1. Menyebutkan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar.
2. Menyebutkan sinar-sinar istimewa pada cermin cekung dan cermin cembung. 3. Menggambar hasil pembentukan bayangan beserta sifat bayangannya dari
cermin cekung.
4. Menggambar hasil pembentukan bayangan beserta sifat bayangannya dari cermin cembung.
5. Mengerjakan soal mengenai cermin cekung. 6. Mengerjakan soal mengenai cermin cembung.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah siswa mengikuti pembelajaran, diharapkan siswa dapat:
1. Merancang dan melakukan percobaan untuk menunjukkan sifat-sifat perambatan cahaya.
2. Menjelaskan hukum pemantulan cahaya melalui percobaan.
3. Menunjukkan hasil bayangan sebuah benda dari cermin cekung maupun cembung.
4. Menyelesaikan perhitungan yang berkaitan dengan cermin cekung dan cermin cembung.
5. Menyebutkan penggunaan dari macam-macam cermin dalam kesehariannya.
E. Materi pembelajaran: Pemantulan pada Cermin
1. Pemantulan pada Cermin Datar
Pemantulan pada cermin datar akan memiliki besar sudut datang selalu sama dengan besar sudut pantul. Selain itu, sinar datang, garis normal, dan sinar pantul berada dalam satu bidang datar. Rumusan hukum pemantulan cahaya sebagai berikut:
a. Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak dalamsatu bidang datar.
b. Sudut datang sama dengan sudut pantul
Berdasarkan hukum pemantulan cahaya, akan dapat melukiskan sinar-sinar datang dan pantul pada cermin datar. Letak bayangan yang terbentuk pada cermin
(Sumarwan, 2007: 182)
Cara melukis pembentukan bayangan pada cermin datar sebagai berikut: 1) Menentukan bayangan titik A, yaitu titik 𝐴′.
Lukislah dua sinar datang dari titik A. Misalnya, kita ambil sinar tegak lurus bidang cermin (1) dan sinar yang membentuk sudut 𝑖1 (2).
Sinar datang dengan sudut datang 00, akan dipantulkan melalui sinar itu pula. Sinar datang dengan sudut datang 𝑖1, akan membentuk sudut pantul 𝑟1 yang sama besar. Titik pertemuan perpanjangan sinar-sinar pantul tersebut merupakan posisi titik 𝐴′.
2) Menetukan bayangan titik B, yaitu titik 𝐵′.
Lukislah dua sinar datang dari titik B. Misalnya kita ambil sinar yang tegak lurus bidang cermin (4) dan sinar yang membentuk sudut 𝑖2 (5).
Sinar datang 4 (sudut datang 00) dipantulkan melalui sinar itu pula.
Sinar datang 5 dipantulkan sedemikian rupa sehingga sudut 𝑖2 = 𝑟2. Perpanjangan sinar-sinar pantul ini akan berpotongan di titik 𝐵′ sebagai
bayangan titik B.
3) Setelah terbentuk titik 𝐴′𝑑𝑎𝑛𝐵′, maka kita hubungkan kedua titik iti dengan garis putus-putus sebagai tanda bahwa garis ini adalah bayangan AB.
Jika melukis dengan ukuran yang benar, maka berapapun sinar datang dari titik A, perpanjangan dari seluruh sinar pantulnya akan berpotongan di titik A, perpanjangan 𝐴′. (Sumarwan, 2007: 183)
Gambar 1. Pembentukan bayangan pada cermin datar
2. Pemantulan pada Cermin Lengkung
Pemantulan pada cermin lengkung akan membehas tentang cermin cekung dan cermin cembung. Posisi pusat kelengkungan cerminnya hanya satu dan jelas letaknya. Perhatikan gambar berikut:
Gambar 2. Pusat kelengkungan cermin cekung dan cermin cembung
cembung, kita memanfaatkan sinar-sinar istimewa dan sinar-sinar pantulnya. Titik pertemuan dari semua sinar pantulnya akan membentuk bayangan benda. (Sumarwan, 2007: 184)
a. Sinar-sinar istimewa pada cermin cekung
Sinar-sinar istimewa cermin cekung adalah sebagai berikut:
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
O
M f
2) Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
O
dipantulkan melalui sinar itu pula
O M f
Contoh pembentukan bayangan pada cermin cekung:
Sinar (1) datang sejajar sumbu utama, dipantulkan melalui titik F (1′). Sinar (2) datang melalui titik F, dipantulkan sejajar sumbu utama (2′). Sinar (3) datang melalui titik M, dipantulkan melalui titik M itu juga (3′). Pertemuan (perpotongan) garis (1′), (2′), (3′) menunjukkan posisi bayangan benda
(1)
(3) O
(3’) M f (2) (1’) (2’)
Gambar 3. Pembentukan bayangan pada cermin cekung
Lukisan pemantulan diatas memiliki sifat nyata, terbalik, dan diperkecil. Disebut bayangan nyata karena untuk melihat bayangan tersebut diperlukan layar. Sedangkan untuk mengetahui bayangan
pada cermin datar.
Bayangan maya : bayangan yang terbentuk oleh perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul.
Bayangan nyata : bayangan yang terbentuk dari perpotongan sinar-sinar pantul.
b. Sinar-sinar istimewa pada cermin cembung Sinar-sinar istimewa cermin cembung adalah:
1) Sinar yang datang sejajar dengan sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titik F.
O
f M
2) Sinar datang menuju titik F dipantulkan sejajar sumbu utama.
O
O f M
Berbeda dengan cermin cekung, posisi benda yang berada di depan cermin cembung hanya satu, yaitu di depan titik O. Benda-benda yang berada di belakang cermin tidak dipantulkan oleh cermin. Jadi, bayangan yang terjadi pada cermin cembung mempunyai sifat maya, tegak, dan diperkecil. Seperti pada gambar contoh dibawah ini.
O f M
Gambar 4. Pembentukan bayangan pada cermin cembung Berdasarkan lukisan pemantulan pada cermin cekung dan cembung yang telah dipelajari, dapat disimpulkan bahwa bayangan nyata akan menghasilkan 𝑆𝑖 bertanda (+) dan bayangan maya menghasilkan 𝑆𝑖 bertanda (−). 1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 1 𝑓
𝑓= jarak titik fokus ke cermin Karena nilai 𝑓=1
2𝑅, maka rumus diatas menjadi
1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 2 𝑅
R = jari-jari kelengkungan cermin = 2𝑓 ℎ𝑖
ℎ0= 𝑆𝑖 𝑆0
ℎ0= tinggi benda
ℎ𝑖= tinggi bayangan (selalu +)
Perbandingan tinggi bayangan dan tinggi benda, disebut perbesaran bayangan (M). Maka rumus menjadi
M = ℎ𝑖 ℎ0 =
𝑆𝑖 𝑆0
F. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran ceramah aktif.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 JP)
No. Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
1. Pendahuluan
Salam pembuka
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Kegiatan inti
Siswa mengerjakan soal pre-test yang dibagikan
Guru menyampaikan materi mengenai pemantulan cahaya
Siswa mendapatkan LKS
Siswa dibimbing untuk mempelajari LKS 3. Penutup
Pertemuan 2 (2 JP)
No. Kegiatan pembelajaran Alokasi waktu
1. Pendahuluan
Salam pembuka
Siswa diajak untuk mengingat kembali yang telah dipelajari sebelumnya
Guru meenyampaikan tujuan pembelajaran 2. Kegiatan inti
Guru menyampaikan materi mengenai pemantulan cahaya pada cermin legkung
Siswa mendapatkan LKS
Siswa dibimbing untuk mempelajari LKS 3. Penutup
Siswa diajak untuk merangkum apa yang telah dipelajari hari ini
Siswa mendapat tugas rumah
Pertemuan 3 (2 JP)
No. Kegiatan Pembelajaran Alokasi waktu
1. Pendahuluan
Salam pembuka
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
5 menit
2. Kegiatan inti
Siswa mengerjakan pos-test yang diberikan
65 menit 3. Penutup
Siswa yang berpartisipasi aktif di kelas akan mendapat penghargaan
Siswa mengisi angket yang dibagikan
Guru menyampaikan kata-kata penutup
25 menit
H. Sumber dan Media
1. Buku paket siswa 2. LKS siswa
I. Penilaian
Soal pre-test
1. Sebutkan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar?
... ... ... ... ... ...
2. Sebutkan sinar-sinar istimewa pada: a. Cermin cekung b. Cermin cembung ... ... ... ... ... ... ... ... ...
3. Sebuah benda yang tingginya 1 cm dan berada 15 cm di depan cermin cekung yang mempunyai fokus 10 cm. Gambarkan pembentukan bayangannya beserta sifatnya?
4. Sebuah benda yang tingginya 1 cm dan berada 20 cm di depan cermin cembung yang mempunyai fokus 10 cm. Gambarkan pembentukan bayangannya beserta sifatnya?
5. Sebuah benda setinggi 1 cm berada 20 cm di depan sebuah cermin cekung yang jari-jari kelengkungannya 30 cm. dimanakah bayangannya akan terjadi? Berapa tinggi bayangannya? Berapa perbesarannya?
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
6. Sebuah benda setinggi 1 cm berada 20cm di depan sebuah cermin cembung, jarak fokusnya 15 cm. dimanakah bayangan akan terbentuk? Tinggi bayangan? Perbesaran bayangan? ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
... ...
7. Sebutkan contoh cermin datar, cekung, dan cembung dalam kehidupan sehari-hari? ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Selamat Mengerjakan!
1. Sebutkan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar? ... ... ... ... ... ...
2. Sebutkan sinar-sinar istimewa pada: c. Cermin cekung d. Cermin cembung ... ... ... ... ... ... ... ... ...
3. Sebuah benda yang tingginya 1 cm dan berada 15 cm di depan cermin cekung yang mempunyai fokus 10 cm. Gambarkan pembentukan bayangannya beserta sifatnya?
4. Sebuah benda yang tingginya 1 cm dan berada 20 cm di depan cermin cembung yang mempunyai fokus 10 cm. Gambarkan pembentukan bayangannya beserta sifatnya?
5. Sebuah benda ditempatkan pada jarak 62
3 cm di depan sebuah cermin cekung dan membentuk bayangan maya sejauh 20 cm dari cermin itu. Berapa jari-jari kelengkungan cermin?berapakah perbesarannya?
... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
6. Sebuah benda setinggi 6 cm diletakkan 25 cm di depan cermin cembung yang jarak fokusnya 10 cm. Tentukanlah:
a. Letak bayangannya b. Perbesaran bayangannya c. Tinggi bayangannya ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...
... ... ... ...
7. Sebutkan contoh cermin datar, cekung, dan cembung dalam kehidupan sehari-hari? ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... Selamat Mengerjakan!
Kunci jawaban pre-test
No. Pembahasan Skor Total
1. a. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak dalam satu bidang datar
b. Sudut datang sama dengan sudut pantul 5 5 2. Sinar-sinar istimewa:
a. Cermin cekung
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
2) Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin (M) akan dipantulkan melalui titik itu pula.
b. Cermin cembung
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titi fokus.
2) Senar datang menuju titik F dipantulkan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang menuju titik M dipantulkan melalui sinar itu pula.
5
5
10
Sifat bayangan pada cermin cekung diatas adalah nyata, terbalik diperbesar.
10
20
4. Gambar bayangan cermin cembung
Sifat bayangan cermin cembung tersebut adalah maya, tegak, dan diperkecil.
10
10
20
5. a. letak bayangan b. Tinggi bayangan .1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 2 𝑅 . ℎ𝑖 ℎ0 = 𝑆𝑖 𝑆0 .1 20+ 1 𝑆𝑖 = 2 30 . ℎ𝑖 1 = 60 20 . 𝑆1 𝑖 = 2 30− 1 20 . ℎ𝑖 = 3 cm 15 15 30
. 1 𝑆𝑖 = 60 1 M = 𝑆𝑖 𝑆0 = 60 20 = 3 kali . 𝑆𝑖 =60 cm
6. a. letak bayangan b. Tinggi bayangan .1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 1 𝑓 . ℎ𝑖 ℎ0= 𝑆𝑖 𝑆0 .1 20+ 1 𝑆𝑖 = 2 −15 . ℎ𝑖 1 =−8 4 7 20 . 1 𝑆𝑖 = 2 15−201 . ℎ𝑖 = 358cm . 1 𝑆𝑖 = −4 60 − 3 60 c. perbesaran . 1 𝑆𝑖 = 60 −7 M = 𝑆𝑖 𝑆0 = 84 7 20 = 8 35 kali . 𝑆𝑖 =-84 7 cm 15 15 30
7. a. cermin datar : kaca untuk ruang hias
b. cermin cekung : pengumpul sinar (lampu depan mobil, senter, lampu sorot)
c. cermin cembung : spion
15 15
15
45
No. Pembahasan Skor Total 1. c. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak
dalam satu bidang datar
d. Sudut datang sama dengan sudut pantul 5 5 2. Sinar-sinar istimewa:
c. Cermin cekung
1) Sinar datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
2) Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan cermin (M) akan dipantulkan melalui titik itu pula.
d. Cermin cembung
1) Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari titi fokus.
2) Senar datang menuju titik F dipantulkan sejajar sumbu utama.
3) Sinar datang menuju titik M dipantulkankembali oleh cermin
.
5
5
10
Sifat bayangan pada cermin cekung diatas adalah nyata, terbalik diperbesar.
10
20
4. Gambar bayangan cermin cembung
Sifat bayangan cermin cembung tersebut adalah maya, tegak, dan diperkecil.
10
10
20
5. a. letak bayangan b. Tinggi bayangan .1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 2 𝑅 . ℎ𝑖 ℎ0 = 𝑆𝑖 𝑆0 . 1 20/3+ 1 −20 = 1 𝑓 . 𝑅 = 2 × 10 = 20𝑐𝑚 . 1 𝑓 = 3 20−201 . ℎ𝑖 = 3 cm 15 15 30
. 1 𝑓 = 1 10 M = 𝑆𝑖 𝑆0 = 20 20/3 = 3 kali . 𝑓=10 cm
6. a. letak bayangan b. Tinggi bayangan .1 𝑆0+ 1 𝑆𝑖 = 1 𝑓 . ℎ𝑖 ℎ0= 𝑆𝑖 𝑆0 .1 25+ 1 𝑆𝑖 = 1 −10 . ℎ𝑖 6 =− 50 3 25 . 1 𝑆𝑖 = 1 10− 1 25 . ℎ𝑖 = -4 cm . 1 𝑆𝑖 = 5 50−502 c. perbesaran . 1 𝑆𝑖 = 3 −50 M = 𝑆𝑖 𝑆0 = 50 3 25 = 2 3 kali . 𝑆𝑖 =-50 3cm 15 15 30
7. a. cermin datar : kaca untuk ruang hias
b. cermin cekung : pengumpul sinar (lampu depan mobil, senter, lampu sorot)
c. cermin cembung : spion
15 15
15
45
LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) 1
Sekolah : SMP N 5 Klaten
Mata Pelajaran : IPA Fisika
Kelas/Semester :VIII/2 (Dua)
Menemukan Hukum
A. Tujuan
Menemukan hukum-hukum pemantulan cahaya.
B. Alat dan Bahan
1. Kotak Sinar (laser) 2. cermin datar
3. plastisin untuk menahan cermin. 4. Selembar karton putih
5. Mistar
6. Busur derajad
C. Langkah Kerja
1. Pada karton, lukislah garis mendatar yang panjang
2. Dengan menggunakan plastisin sebagai penahan, letakkan cermin datar tegak pada garis tersebut
3. Beri tanda O pada pertengahan cermin yang terletak pada karton. Dengan menggunakan busur derajat, lukis sebuah garis tegak lurus (membentuk sudut
langkah 1). Garis ini disebut garis normal.
Cermin datar
O
Sinar datang + 𝑖 r +
+ +
laser Sinar pantul
Garis normal
4. Arahkan sinar laser kr titik O
5. Berilah tanda silang pada dua titik lintasan sinar yang keluar dari laser menuju ke titik O (sinar datang) dan pada sinar pantul.
6. Dengan menggunakan mistar, hubungkanlah kedua tanda sinar menjadi sinar datang dan sinar pantul. Seperti pada gambar.
7. Dengan menggunakan busur derajad, ukurlah besar sudut 𝑖 (sudut datang) dan basar sudut r (sudut pantul).
8. Ulangi langkah 1-4 sebanyak 5 kali dengan berbagai sudut datang. Masukkan data ke dalam tabel berikut:
No. Sudut datang (derajat)
Sudut pantul (derajat)
Dari data pada tabel dan pengamatan yang kamu lakukan nyatakanlah kedua bunyi hukum pemantulan cahaya.
Sekolah : SMP N 5 Klaten
Mata Pelajaran : IPA Fisika
Kelas/Semester : VIII/2 (Dua)
A. Standar Kompetansi
Memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optik dalam produk teknologi sehari-hari.
B. Kopetensi Dasar
Menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa.
C. Indikator
8. Menyebutkan hukum pemantulan cahaya pada cermin datar.
9. Menyebutkan sinar-sinar istimewa pada cermin cekung dan cermin cembung. 10. Menggambar hasil pembentukan bayangan beserta sifat bayangannya dari cermin
cekung.
11. Menggambar hasil pembentukan bayangan beserta sifat bayangannya dari cermin cembung.
12. Mengerjakan soal mengenai cermin cekung. 13. Mengerjakan soal mengenai cermin cembung. 14. Penggunaan dalam kehidupan sehari-hari.
D. Materi Pembelajaran
Pemantulan cahaya
tangan anda. Setiap anggota kelompok berkewajiban untuk memastikan semua anggota telah mengerti dengan materi yang dipelajari. LKS ini akan menjadi salah satu penentu prestasi anda.
F. Kegiatan Belajar
Pemantulan pada cermin lengkung
6. Menunjukkan hasil bayangan sebuah benda dari cermin cekung maupun cembung.
7. Menyelesaikan perhitungan yang berkaitan dengan cermin cekung dan cermin cembung.
8. Menyebutkan penggunaan dari macam-macam cermin dalam kesehariannya.
G. Diskusi
1. Sebuah paku tingginya 1 cm diletakkan tegak lurus pada sumbu utama cermin cekung yang jarak fokusnya 2 cm. Jika jarak paku terhadap cermin 3 cm. Berapa jarak bayangannya? Gambarkan!
... ... ... ... ... ... ... ... ...
... ...
2. Sebuah benda ditempatkan pada jarak 62
3 cm di depan sebuah cermin cekung dan membentuk bayangan maya sejauh 20 cm dari cermin itu. Berapa jari-jari