• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Menjadi pengalaman berharga dan menambah pengetahuan tentang pelaksanaan anak autis dan khususnya untuk meningkatkan respon kognitif anak autis di Sekolah Khusus Autis.

2. Bagi ilmu keperawatan

Dapat menjadikan referensi bagi perawat terutama pada perawat anak.

3. Bagi institusi pendidikan

Dapat digunakan sebagai acuan dan sebagai materi pembelajaran dalam pemberian terapi pada anak autis khususnya pada penerapan terapi murottal.

4. Peneliti selanjutnya

a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai data dasar untuk penelitian selanjutnya jika memungkinkan dengan jumlah responden yang lebih banyak agar hasil tercapai lebih optimal.

b. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh terapi murottal terhadap respon kognitif anak autis dengan jumlah sampel yang lebih banyak, menggunakan kelompok kontrol dan lama terapi yang lebih lama.

c. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh terapi murottal terhadap respon kognitif anak autis dengan tingkat gangguan anak autis dan usia yang sama.

d. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh terapi murottal terhadap anak-anak berkebutuhan khusus lain.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrachman, A., Perdana S., Andhika S. (2008). Murottal Al Qur’an Alternatif Terapi Suara Baru dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi-II. Lampung: Universitas Lampung, diakses pada tanggal 12 juni 2015

Agustian, Ary Ginanjar (2009). Rahasia Sukses Membangkitkan ESQ Power. Jakarta : Arga Publishing

Al-kuhfi, Hasan Basri. Dan Anwar, Chairul. (2006). Al-Qur’an dan terjemahan dan pemjelasan ayat-ayat.Pena pundi aksara. Jakarta

Anwar, Y., P.(2010). Sembuh Dengan Al-Qur’an. Jakarta: Sabil.

Autism Research Institute. Studies Confirm Validity of ATEC Report. http://www.autism.com/ind_atec_report. Diakses pada tanggal 30 Juni 2015.

Arikunto, S. (2010).Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Budhiman, Dr. Melly, SpKj. Yayasan Autisrme Indonesia, (2012). Diakses 6 Juni 2015 dari http://autisme.or.id/istilah-istilah/autisme-masa-kanak/

Budiningsih, DR. C. Asri, (2012). Belajar dan Pembelajaran. Penerbit Rinika Cipta, Yogyakarta. Hal. 35-40.

Center for Disease Control and Prevention (2014). Community Report on Autisme from the Autism and Development Disabilities Monitoring

Network. Diakses 6 juni 2015, dari

http://www.cdc.gov/ncbdd/autism/states/comm_report_autism_2014.pdf Center for Disease Control and Prevention (2014). CDC Estimates 1 in 68

Chilldren has been Identified with Autisme Spectrum Disorder. Diakses 14 juni 2015, dari http://www.cdc.gov./media/release/2014/p0327-autism-spectrum-disorder.html.

Chaplin, P. (2005). Kamus lengkap psikologi. PT Grafindo Persada. Jakarta. Damiyanti, M. (2008). Komunikasi Terapeutik dalamPraktik Keperawatan.

Bandung : PT Refika Aditama.

Davidson, Geralt. C. (2009). Psikologi Abnormal. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.

Diana, I. (2009). Nutrisi Pada Pasien Autis, Cermin Dunia Kedokteran 168/vol.36 no.2/maret-april 2009.

Fabiola, P. H. (2008). Penanganan Autisme Melalui Terapi Sensory Integration dan Pendekatan yang Mendukung. Tesis. (tidak diterbitkan). Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Hadis, abdul. (2006). Pendidikan anak Berkebutuhan Khusus Autistik. Bandung : Alfa Beta.

Hady, A.N., Wahyuni., & Purwaningsih, w. (2012). Perbedaan Efektivitas Terapi Musik Klasik dan Terapi Musik Murottal Terhadap Perkembangan

http://ojs.akbidylpp.ac.id/index.php/Prada/article/view/98 Pada tanggal 7 juni 2015

Handoyo, Y. (2008). Autisma. Jakarta: PT. Buana Ilmu Populer.

Hardani, R. S. (2012). Metode ABA (APPLIED BEHAVIOUR ANALYSIS) : Kemampuan Bersosialisasi. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing, 1-9.

Hasdianah. (2013). Autis Pada Anak Pencegahan, Perawatan dan Pengobatan. Yogyakarta : Medical Book.

Hazliansyah. (2013), April. 112.000 Anak Indonesia Diperkirakan Menyandang Autis. Republika Online.

Husnaini. (2013). Hubungan Antara Traits Kepribadian Ibu dan kemajun Treatment Anak-anak Autisme. Skripsi strata satu, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta.

Jogja Autism Care. (n.d.). BAB 2 Tinjauan Autisme dan Pusat Terapi Anak Autis Diakses 13 November 2015, dari http://www.e-journal.uajy.ac.id/3342/3/2TA12506.pdf.

Kelana, A & Diah, E. (2007). Kromosom Abnormal Penyebab Autis. Diakses 26

Juni 2015, dari

http://www.litbang.depkes.go.id/aktual/anak/autis130307.htm

Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan, (2015). Diakses 2 Juli 2015, dari http://referensi.data.kemdikbud.go.id/pd_index.php?kode=040113&level= 3

Kustiani, R. (2010). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegagalan Terapi Perilaku Terhadap Pada Penyandang Autisme Anak, Karya Tulis Ilmiah strata satu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Lestarin, D.R. (2011). Pengaruh Senam Otak (Brain Gym) Terhadap Kualitas Komunikasi pada Anak Autis di Yogyakarta, Karya Tulis Ilmiah strata satu, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Nurlis, E & mutia, N. 2009. Kurang Vitamin D tingkatkan Resiko Autisme. Diakses 13 Juni 2015, dari http://www.autis.info/index.php/artikel-makalah/artikel/142-kurang-vitamin-d-tingkatkan-resiko-autisme

Nursalam. (2013). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Notoatmodjo. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmodjo,S. (2013).Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka

Maryani, D.E.,& Hartati, E. (2013). Intervensi Terapi Audio dengan Murottal Surah Ar-Rahman Terhadap Perilaku Anak Autis. Jurnal Keperawatan Soedirman, 8 (2).

Maulana, Heri D.J. (2009). Promosi Kesehatan. Jakarta : EGC

Minropa, A. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terapi Anak Autis di Kota Padang. Thesis, Universitas Andalas, Padang.

Permono, H. (2013). Peran Orangtua Dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak untuk Membangun Karakter Anak Usia Dini. Universitas Persada Indonesia, Jakarta. Diakses 06 Agustus 2016, dari https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/3994/02.pdf?seq uence=1.

Potter, P.A& Perry, A.G. (2009). Fundamental Keperawatan (7th ed). Jakarta: Salemba Medika

Piaget dan Teorinya, (1997). Diakses 18 Juni 2015 Dari https://ilmuwanmuda.wordpress.com/piaget-dan-teorinya/

Priyatna. 2010. Amazing Autism. Jakarta:Gramedia

Sa’dulloh. (2008). 9 Cara Praktis Menghapal Al-Qur’an. Jakarta: Gema Insani. Setiadi. (2007). Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Setiawan, A.,& Saryono. (2010). Metodologi Penelitian kebidanan. Jakarta: Nuha Medika

Sintowati, R. (2007). Autisme. Jakarta: Sunda Kelapa Pustaka.

Sutadi, R. 2012, Transisi Penyandang Autism ke Sekolah. Yayasan Nathanisa Surabaya.

Sumaja, W.H. (2014). Pengaruh Terapi Musik terhadap Komunikasi Verbal pada Anak Autisme di SLB Autis Permata Bunda Payakumbuh. Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Diakses 12 November 2015, dari http://id.scribd.com/doc/264346573/Pengaruh-Terapi-Musik-Terhadap-Komunikasi-Verbal-Anak-Autis#scribd.

The Individuals With Disabilities Education Act (IDEA), (2004). Diakses 26

Oktober 2015, dari

http://idea.ed.gov/explore/view/p/%2Croot%2Cregs%2C300%2CA%2C30 0%252E8%2Cc%2C1%2Ci%2C

Veskariyanti, G. (2012). Terapi Autis Paling Efektif. Yogyakarta: Pustaka Anggrek.

Viana, S.(2005). mengenali Anak Autisme. Dari

http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publiser&op=viewarticle&artid=6 7

Wulandari, K.H., & Ayu, I. (2012). Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Kemampuan Bahasa pada Anak Penderita Autisme di Sekolah Kebutuhan Khusus di Denpeasar Tahun 2012. Universitas Udayana, Denpasar.

Yayasan Autisme Indonesia, (2015). Diakses 26 Oktober 2015, dari http://autisme.or.id/istilah-istilah/autisme-masa-kanak/

Yosep, H. Iyus. (2014). Buku Ajar Keperawatan Jiwa.Bandung: PT Refika Aditama

Yusuf, AH. (2014). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Surabaya: Salemba Medika

Yuwono. Joko (2009). Memahami Anak Autistik (Kajian Teoritik Dan Empirik). Bandung: Alfabeta.

LEMBAR INFORMED

PERMOHONAN UNTUK MENJADI RESPONDEN Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama : Yurika Chendy R, Evi Novita Sari, Mega Nurul Anah, Desi Hapsari NIM : 20120320025, 20120320102, 20120320162, 20120320191

Adalah mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang bermaksud akan mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Terapi Murottal Surat Al-Mulk Terhadap Kemampuan Komunikasi, Interaksi Sosial, Kognitif dan Perilaku pada Anak Autis di Sekolah Luar Biasa Negeri 01 Bantul Yogyakarta”. Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bagi anak, orangtua maupun sekolah. Penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi orangtua maupun sekolah untuk dapat mengetahui pengaruh terapi murottal terhadap kemampuan komunikasi anak autis.

Kerahasiaan semua informasi akan dijaga dan dipergunakan untuk kepentingan penelitian. Jika anda tidak bersedia menjadi responden, maka tidak ada ancaman bagi anak, orang tua maupun sekolah. Jika anda bersedia menjadi responden maka kami mohon kesediaan untuk menandatangani lembar persetujuan yang saya lampirkan. Atas perhatian dan kesediaannya menjadi responden, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

Yurika Chendy R Evi Novita Sari

20120320025 20120320102

Mega Nurul Anah Desi Hapsari

LEMBAR CONSENT

SURAT PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama :

Alamat :

No.HP :

Nama Anak :

menyatakan bersedia bahwa anak akan menjadi subjek (responden) dalam penelitian dari :

Nama : Yurika Chendy R, Evi Novita Sari, Mega Nurul Anah, Desi Hapsari

NIM : 20120320025, 20120320102,20120320162, 20120320191 Progam studi : Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Judul : Pengaruh Terapi Murottal Surat Al-Mulk Terhadap Kemampuan Komunikasi, Interaksi Sosial, Kognitif dan Perilaku pada Anak Autis di Sekolah Luar Biasa Negeri 01 Bantul Yogyakarta.

Penelitian ini tidak akan memberikan dampak dan resiko apapun pada anak selaku responden. Peneliti sudah memberikan penjelasan mengenai tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi sebelum dan setelah terapi murottal.

Dengan ini saya selaku orang tua menyatakan secara sukarela memperbolehkan anak saya ikut sebagai responden dalam penelitian ini serta bersedia menjawab semua pertanyaan dengan sadar dan sebenar-benarnya.

Yogyakarta,

(………) Kode Responden:

Nama anak____________ Laki-laki/Perempuan Usia/Tanggal lahir_____________

Formulir diisi oleh ________________Hubungan: ____________Tanggal____________

III. Indera/Kepekaan kognitif: [T] Tidak jelas [C] Cukup jelas [S] Sangat jelas

Skor T C S 1. Merespon namanya saat dipanggil

T C S 2. Merespon sanjungan/pujian

T C S 3. Memandang ke arah orang dan hewan T C S 4. Melihat ke arah gambar ( dan TV) T C S 5. Menggambar, mewarnai, berkesenian T C S 6. Bermain dengan mainan secara tepat

T C S 7. Ekspresi wajah yang tepat ( Senang, marah, sedih, dll ) T C S 8. Memahami cerita dalam TV

T C S 9. Memahami/ mengerti penjelasan

T C S 10. Adanya kesadaran terhadap lingkungan T C S 11. Peka/sadar terhadap bahaya

T C S 12. Menunjukkan imajinasi T C S 13. Memulai kegiatan/aktivitas T C S 14. Memakai pakaian sendiri T C S 15. Penasaran/ingin tahu, tertarik T C S 16. Berani – menjelajah/berpetualang T C S 17. Membaur – tidak menyendiri

Paired Samples Test

Paired Differences

t df Sig. (2-tailed)

Mean Std. Deviation Std. Error Mean

95% Confidence Interval of the Difference

Lower Upper

Pair 1 skorpretest – skorposttest -1.333 2.807 .810 -3.117 .450 -1.646 11 .128

Paired Samples Statistics

Mean N Std. Deviation Std. Error Mean

Pair 1 skorpretest 21.58 12 6.708 1.936

skorposttest 22.92 12 6.082 1.756

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

skorpretest .177 12 .200* .894 12 .132

skorposttest .207 12 .165 .921 12 .298

a. Lilliefors Significance Correction

Umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Usia sekolah 8 66.7 66.7 66.7 Usia Pubertas 4 33.3 33.3 100.0 Total 12 100.0 100.0 Jeniskelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Laki laki 8 66.7 66.7 66.7

perempuan 4 33.3 33.3 100.0

Total 12 100.0 100.0

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SD 7 58.3 58.3 58.3 SMP 5 41.7 41.7 100.0 Total 12 100.0 100.0

Validitas

soal1 soal2 soal3 soal4 soal5 soal6 soal7 soal8 soal9 soal10 soal11 soal12 soal13 soal14 soal15 soal16 soal17 soal18 total

soal1 Pearson Correlation 1 .303 .699 ** .458* .039 .460* .602** .366 .364 .460* .193 .116 .418 .303 .147 .405 .039 .699** .611** Sig. (2-tailed) .171 .000 .032 .862 .031 .003 .093 .096 .031 .389 .606 .053 .171 .514 .061 .862 .000 .003 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal2 Pearson Correlation .303 1 .267 .030 .060 .454 * .161 .348 .434* .454* .420 .423* -.030 1.000** .348 .241 .060 .267 .567** Sig. (2-tailed) .171 .229 .893 .790 .034 .474 .112 .044 .034 .051 .050 .893 .000 .112 .280 .790 .229 .006 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal3 Pearson Correlation .699 ** .267 1 .418 .386 .436* .631** .371 .305 .436* .311 .305 .585** .267 .308 .708** .386 1.000** .792** Sig. (2-tailed) .000 .229 .053 .076 .042 .002 .089 .167 .042 .158 .167 .004 .229 .163 .000 .076 .000 .000 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal4 Pearson Correlation .458 * .030 .418 1 .321 .149 .302 .187 .202 .149 .163 .104 .467* .030 .035 .274 .321 .418 .430* Sig. (2-tailed) .032 .893 .053 .146 .508 .172 .404 .368 .508 .468 .644 .029 .893 .877 .217 .146 .053 .046 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22

soal5 Pearson Correlation .039 .060 .386 .321 1 .192 .180 .371 -.005 .192 .220 .408 .371 .060 .274 .309 1.000 ** .386 .548** Sig. (2-tailed) .862 .790 .076 .146 .392 .422 .089 .984 .392 .325 .059 .089 .790 .218 .162 .000 .076 .008 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal6 Pearson Correlation .460 * .454* .436* .149 .192 1 .729** .266 .441* 1.000** .397 .130 .319 .454* .351 .253 .192 .436* .688** Sig. (2-tailed) .031 .034 .042 .508 .392 .000 .232 .040 .000 .067 .566 .147 .034 .109 .257 .392 .042 .000 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal7 Pearson Correlation .602 ** .161 .631** .302 .180 .729** 1 .037 .200 .729** .332 .147 .489* .161 .244 .244 .180 .631** .613** Sig. (2-tailed) .003 .474 .002 .172 .422 .000 .872 .373 .000 .131 .514 .021 .474 .274 .274 .422 .002 .002 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal8 Pearson Correlation .366 .348 .371 .187 .371 .266 .037 1 .604 ** .266 .131 .560** .079 .348 .254 .392 .371 .371 .596** Sig. (2-tailed) .093 .112 .089 .404 .089 .232 .872 .003 .232 .562 .007 .728 .112 .254 .071 .089 .089 .003 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal9 Pearson Correlation .364 .434 * .305 .202 -.005 .441* .200 .604** 1 .441* .586** .228 .104 .434* .415 .515* -.005 .305 .606** Sig. (2-tailed) .096 .044 .167 .368 .984 .040 .373 .003 .040 .004 .307 .644 .044 .055 .014 .984 .167 .003

N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 0 Pearson Correlation .460 * .454* .436* .149 .192 1.000** .729** .266 .441* 1 .397 .130 .319 .454* .351 .253 .192 .436* .688** Sig. (2-tailed) .031 .034 .042 .508 .392 .000 .000 .232 .040 .067 .566 .147 .034 .109 .257 .392 .042 .000 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 1 Pearson Correlation .193 .420 .311 .163 .220 .397 .332 .131 .586 ** .397 1 .326 .149 .420 .686** .453* .220 .311 .620** Sig. (2-tailed) .389 .051 .158 .468 .325 .067 .131 .562 .004 .067 .138 .508 .051 .000 .034 .325 .158 .002 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 2 Pearson Correlation .116 .423 * .305 .104 .408 .130 .147 .560** .228 .130 .326 1 .049 .423* .262 .090 .408 .305 .507* Sig. (2-tailed) .606 .050 .167 .644 .059 .566 .514 .007 .307 .566 .138 .830 .050 .240 .689 .059 .167 .016 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 3 Pearson Correlation .418 -.030 .585 ** .467* .371 .319 .489* .079 .104 .319 .149 .049 1 -.030 .274 .436* .371 .585** .519* Sig. (2-tailed) .053 .893 .004 .029 .089 .147 .021 .728 .644 .147 .508 .830 .893 .217 .043 .089 .004 .013 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 4 Pearson Correlation .303 1.000 ** .267 .030 .060 .454* .161 .348 .434* .454* .420 .423* -.030 1 .348 .241 .060 .267 .567**

Sig. (2-tailed) .171 .000 .229 .893 .790 .034 .474 .112 .044 .034 .051 .050 .893 .112 .280 .790 .229 .006 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 5 Pearson Correlation .147 .348 .308 .035 .274 .351 .244 .254 .415 .351 .686 ** .262 .274 .348 1 .496* .274 .308 .595** Sig. (2-tailed) .514 .112 .163 .877 .218 .109 .274 .254 .055 .109 .000 .240 .217 .112 .019 .218 .163 .003 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 6 Pearson Correlation .405 .241 .708 ** .274 .309 .253 .244 .392 .515* .253 .453* .090 .436* .241 .496* 1 .309 .708** .680** Sig. (2-tailed) .061 .280 .000 .217 .162 .257 .274 .071 .014 .257 .034 .689 .043 .280 .019 .162 .000 .000 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 7 Pearson Correlation .039 .060 .386 .321 1.000 ** .192 .180 .371 -.005 .192 .220 .408 .371 .060 .274 .309 1 .386 .548** Sig. (2-tailed) .862 .790 .076 .146 .000 .392 .422 .089 .984 .392 .325 .059 .089 .790 .218 .162 .076 .008 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 soal1 8 Pearson Correlation .699 ** .267 1.000** .418 .386 .436* .631** .371 .305 .436* .311 .305 .585** .267 .308 .708** .386 1 .792** Sig. (2-tailed) .000 .229 .000 .053 .076 .042 .002 .089 .167 .042 .158 .167 .004 .229 .163 .000 .076 .000 N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22

total Pearson

Correlation .611

** .567** .792** .430* .548** .688** .613** .596** .606** .688** .620** .507* .519* .567** .595** .680** .548** .792** 1

Sig. (2-tailed) .003 .006 .000 .046 .008 .000 .002 .003 .003 .000 .002 .016 .013 .006 .003 .000 .008 .000

N 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22 22

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

1

NASKAH PUBLIKASI

PENGARUH TERAPI MUROTTAL SURAT AL-MULK TERHADAP RESPON KOGNITIF PADA ANAK AUTIS

DI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI 01 BANTUL YOGYAKARTA

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh

Derajat Sarjana Keperawatan pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun Oleh:

YURIKA CHENDY RUSIANTO 20120320025

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016

3

Pengaruh Terapi Murottal Surat Al-Mulk Terhadap Respon Kognitif pada Anak Autis di SLBN 01 Bantul Yogyakarta

Yurika Chendy Rusianto1, Romdzati2 1

Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan FKIK UMY 2

Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan FKIK UMY Intisari

Gangguan perkembangan kompleks yang biasanya terjadi pada anak autis meliputi gangguan respon kognitif, komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Rata-rata 6 dari 1000 orang di dunia penyandang autisme. Oleh karena itu diperlukan suatu terapi baru untuk meningkatkan perkembangan pada anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi murottal surat Al-Mulk terhadap respon kognitif pada anak autis.

Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pra-post test design.Subyek penelitian ini adalah siswa autis di SLBN 01 Bantul Yogyakarta usia sekolah dan usia remaja sebanyak 12 anak, diberikan terapi sebanyak 10 kali berturut-turut. Penelitian dilakukan pada bulan juni 2016. Respon kognitif diukur dengan Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC). Analisa data menggunakan uji beda paired rapid T test untuk mengetahui perbedaan skor ATEC respon kognitif pretest dan posttest.

Penelitian ini didapatkan bahwa dari 12 responden rerata skor ATEC respon kognitif sebelum (21,58) dan sesudah (22,92). Hasil uji beda skor ATEC sebelum dan sesudah pemberian terapi murottal p=0,128 (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan respon kognitif yang signifikan setelah pemberian terapi murottal sebanyak 10 kali.

Yurika Chendy Rusianto1, Romdzati2

1

Student of Nursing Academic University Muhammadiyah Yogyakarta

2

Lecturer of Nursing Academic University Muhammadiyah Yogyakarta Abstract

Complex developmental disorder that usually occurs in children with autism include disorders of cognitive response, communication, social interaction and behavior. On average 6 from 1000 people in the world with autism. Therefore we need a new therapy to improve growth in children with autism. This study aims to determine whether there is influence murottal therapy surah Al-Mulk against cognitive response in children with autism.

This type of research is pre experiment with the approach of one-group pre-post test design. The subjects of this study were students with autism in SLBN 01 Bantul Yogyakarta school age and adolescence as many as 12 children, therapy is given as many as 10 times in a row . The study was conducted in June 2016 . Cognitive responses measured by the Autism Treatment Evaluation Checklist (ATEC). Analysis of data using different test rapid paired T test to determine differences in cognitive response ATEC score pretest and posttest.

This study found that the mean score of 12 respondents ATEC cognitive responses before (21:58) and after (22.92). ATEC results of different test scores before and after therapy murottal p = 0.128 (p> 0.05). It can be concluded that there is no significant difference in cognitive response after therapy murottal 10 times.

5

PENDAHULUAN

Gangguan perkembangan kompleks yang biasanya terjadi pada anak autis meliputi gangguan respon kognitif, komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku.Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun1.Tahun 2011 tercatat 35 juta orang penyandang autisme di dunia, rata-rata 6 dari 1000 orang di dunia penyandang autisme United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.Maret 2013, Amerika Serikat melaporkan, adanya peningkatan prevalensi menjadi 1:50 dalam kurun waktu setahun terakhir2.Dari data yang diperoleh pada tahun 2001-2010 terdapat peningkatan jumlah penderita autis di DIY yang mencapai 3-4% tiap tahun3.

Berdasarkan data yang didapat tahun ke tahun angka prevalensi autisme meningkat, maka berbanding lurus dengan penurunan kecerdasan anak karena sulit konsentrasi saat belajar, dan hal sangat merugikan bagi anak itu sendiri. Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan mempunyai peranan penting dalam mengatasi masalah tersebut dengan memberikan inovasi intervensi keperawatan dengan memberikan asuhan keperawatan secara holistik. Asuhan keperawatan secara holistik dapat mendukung perkembangan positif pada anak autis. Intervensi yang diberikan kepada anak autis bertujuan untuk mengurangi gejala gangguan perilaku4. Terapi musik merupakan salah satu terapi yang cukup efektif untuk meningkatkan perkembangan pada anak autis, karena selain musik dapat

menyenangkan, musik mampu meningkatkan pertumbuhan sel otak anak karena musik dapat merangsang pertumbuhan sel otak sehingga membuat anak rileks dan senang yang merupakan emosi yang positif, emosi positif inilah yang membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal Music Therapy dalam5.

Terapi dengan alunan bacaan murottal dapat dijadikan alternatif terapi baru, sebagai terapi relaksasi bahkan lebih baik dibandingkan dengan terapi musik lainnya karena stimulan Al-Qur’an dapat memunculkan gelombang delta sebesar 63,11%6. Gelombang delta yaitu gelombang yang mempunyai amplitudo yang besar dan frekuensi yang rendah dibawah 4 hz, di hasilkan oleh otak ketika orang tertidur atau fase istirahat bagi tubuh

merupakan terapi yang murah dan tidak menimbulkan efek samping. Oleh kerena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh musik murottal.

METODE

penelitian ini termasuk penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pra-post test design. Rancangan one group pra-post test design adalah mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek.Kelompok subjek diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah intervensi7. Penelitian dilakukan di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 01 Bantul Yogyakarta. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa autis di

7

SLBN 01 Bantul yaitu 16 siswa.Teknik sampling atau cara pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Total sampling, teknik menentukan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel8.Siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah anak autis yang berjumlah 12 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi: mengikuti kegiatan belajardi sekolah, siswa-siswi SD-SMP, pendengaran normal,

beragama Islam, dan bersedia menjadi responden.kriteria eksklusi: tidak bisa atau menolak melakukan terapi murottal, non muslim dan gangguan pendengaran.

Alat terapi, terdiri dari: Audio murottal anak surat Al-Mulk dari Muhammad Taha Al Junayd dan speaker.Durasi pembacaan surah Al-Mulk adalah selama 09 menit 45 detik. Perubahan respon kognitif akan diukur dengan menggunakan form Lembar kuisioner ATEC dari Autism Research Instituate.

HASIL PENELITIAN

Tabel 1 Karakteristik responden di SLB N 01 Bantul Yogyakarta berdasarkan usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan

Karakteristik Jumlah %

1. Usia

Usia sekolah (6-12 tahun) 8 66,7

Usia remaja (13-18 tahun) 4 33,3

Jumlah 12 100 2. JenisKelamin Laki-laki 8 66,7 Perempuan 4 33,3 Jumlah 12 100 3. Tingkat pendidikan SD 7 58,3 SMP 5 41,7 Jumlah 12 100

karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak usia sekolah yaitu 8 orang (66,7%) dan usia pubertas sebanyak 4 orang (33,3%). Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yaitu laki-laki 8 orang (66,7%) dan perempuan 4 orang (33,3%).Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan paling

SMP 5 orang (41,7%).

Berdasarkan tabel 2 menunjukan bahwa responden yang mengikuti terapi 10 kali hanya 1 siswa (8,3%). Paling banyak responden mengikuti terapi 8 kali yaitu 3 siswa (25%). Responden yang mengikuti terapi 2 kali, terapi 3 kali, terapi 5 kali, dan terapi 7 kali masing masing 2 siswa (16,7%).

Tabel 2 Data rerata hasil pre-test dan post-test respon kognitif anak autis dengan intensitas terapi.

Intensitas terapi n Persentase (%) Mean

pre-test post-test Terapi 2 kali 2 16,7 17,0 17,5 Terapi 3 kali 2 16,7 24,5 26,5 Terapi 5 kali 2 16,7 25,5 25,5 Terapi 7 kali 2 16,7 14,5 18,0 Terapi 8 kali 3 25,0 26,3 27,7 Terapi 10 kali 1 8,3 17,0 17,0 Total 12 100 21,58 22,92 Sig 0,128

Tabel 3 Hasil uji statistik respon kognitif anak autis pre-test-post-test kelompok intervensi terapi murottal

Karakteristik N Mean P

Intervensi Pre-test 12 21,58 0,128

Post-test 12 22,92

Perlakuan terapi murottal surat Al-Mulk diberikan kepada anak autis

sebanyak 10 kali memberikan hasil berupa tidak ada perbaikan bermakna

9

pada respon kognitif yang diukur dengan kuisoner ATEC. Tabel 3 menunjukkan bahwa anak autis mengalami peningkatan skor ATEC yang tidak signifikan setelah diberi perlakuan. Uji statistik terhadap mean pre-test dan post-test menunjukan bahwa tidak terdapat pebedaan respon kognitif yang bermakna (p=0,128). Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh terapi murottal terhadap respon kognitif anak autis di SLBN 01 Bantul.

PEMBAHASAN

Berdasarkan tabel 1 umur responden yang paling banyak adalah usia sekolah 6-12 tahun, yaitu sebanyak 8 anak (66,7%). Pada negara maju, periode usia sekolah ini dimulai saat anak memasuki sekolah dasar pada usia 6 tahun. Pubertas

yang terjadi pada usia 12 tahun menandakan akhir dari masa pertengahan9.

Pada tabel 1 mengenai jenis kelamin pada kelompok intervensi ditemukan bahwa responden paling banyak adalah laki-laki sebanyak 8 anak (66,7%) dan responden yang berjenis kelamin perempuan berjumlah 4 anak (33,3%). Anak laki-laki yang mengalami autisme berjumlah lebih banyak dari anak perempuan. Hal ini karena anak laki-laki lebih banyak memproduksi hormone testoteron sementara perempuan lebih banyak memproduksi estrogen.

Tingkat pendidikan paling banyak adalah SD, yaitu sebanyak 7 orang (58,3%). Tingkat pendidikan SD terbanyak dikarenakan orang tua mulai menyadari pendidikan merupakan hal yang penting bagi

usia delapan tahun maka perkembangan otak anak telah mencapai 80% hingga pada usia 18 tahun mencapai 100%10.

Dalam penelitian ini rerata nilai skor ATEC respon kognitif pada responden memiliki rata-rata nilai pre-test sejumlah 21,58 dan setelah dilakukan post-test sejumlah 22,92 mengalami peningkatan namun tidak signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian terapi murottal pada respon kognitif anak autis mengalami peningkatan.

Hasil observasi menunjukkan bahwa kemampuan respon kognitif pada anak autis mengalami sedikit peningkatan. Hal ini karena anak cenderung masih belum bisa dikendalikan secara emosional dan sangat susah menerima perintah dan mematuhi pemerintah11. Pada

(domain respon kognitif), maka semakin sedikit masalah pada anak autis.

Hasil uji Paired T-Test kemampuan respon kognitif pre-test dan post-test pada kelompok intervensi menujukan bahwa nilai probabilitas Sig. (2-tailed) sebesar 0,12 (P>0,05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh terapi murottal terhadap interaksi sosial anak autis di SLB N 01 Bantul.

Terapi murottal kurang cukup mempengaruhi respon kognitif pada anak autis, hal ini dikarenakan banyaknya hal yang mempengaruhi keberhasilan terapi pada anak autis, antara lain:

Dokumen terkait