• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Dari hasil pengamatan penulis mengenai peran pembimbing rohani Islam dalam menumbuhkan etos kerja pada warga binaan sosial (WBS) di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, penulis memberikan saran sebagai berikut;

1. Untuk pembimbing kedepannya lebih banyak menggunakan metode bimbingan yang interaktif, materi-materi, dan pelatihan-pelatihan kerja yang di sesuaikan dengan kondisi WBS di panti.

2. Ada jadwal bimbingan khusus untuk WBS yang mengalami gangguan masalah kejiwaan (ODMK) dan WBS yang normal, agar kegiatan bimbingan berlangsung lebih efektif dan WBS lebih cepat menangkap pesan yang sampaikan.

3. Untuk benar-benar meningkatkan etos kerja pada WBS, kegiatan bimbingan rohani Islam diharapkan lebih ditingkatkan intensitasnya, dan diadakan pendampingan serta pengawasan lebih lanjut untuk mengontrol WBS yang telah mendapatkan bimbingan dan telah keluar dari panti agar tidak kembali lagi jalanan dan menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Tajwid dan Terjemah, Jakarta: Maghfirah Pustaka.

Amin, Samsul Munir, Bimbingan dan Konseling Islam, Jakarta: Amzah, 2010. Arifin, M. Ag, Drs. H. Isep Zainal. Bimbingan dan Penyuluhan Islam:

Pengembangan Dakwah melalui Psikoterapi Islam, Jakarta: Rajawali Press, 2009.

Arifin, M.Ed., Drs. H. Muhammad. Pokok-Pokok Pikiran Tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 1979.

Arikunto, Suharsimi, Prof. Dr., Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2006, Cet. Ke-13.

---. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Bulan Bintang, 2003, Cet. Ke-9.

Asifudin, M.A., DR. Ahmad Janan. Etos Kerja Islami, Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2004.

Asy’ari, Musa. Islam, Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Ummat, Yogyakarta: Lesfi, Cet. 2, 1997.

Asyari, Musa. Etos Kerja dan Pemberdayaan Ekonomi Umat, Jogyakarta: Lesfi, 1997, Cet. ke-1.

Buchori, Mochtar. Penelitian Pedidikan dan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: IKIP Press, 1994.

Darajat, Zakiah. Ilmu Jiwa Agama, Jakarta: Bulan Bintang, 2003, Cet. ke-16. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia,

Jakarta: Balai Pustaka, Cet. Ke-2, 1989.

Kementrian Sosial RI, Buku Panduan Pengumpulan dan Pengolahan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS), Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, 2002.

Direktorat Jendral Rehabilitasi Sosial, Petunjuk Teknis Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat Bagi Gelandangan, Pengemis, dan Pemulung Oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial, Jakarta: 2011.

Faqih, Aunur Rahman. Bimbingan dan Konseling Islam, Yogyakarta: UII Press, Cet. Ke-2, 2001.

Hafidhuddin, Didin. Islam Aplikatif, Jakarta: Gema Insani Press, 2003.

Haris Herdiansyah, Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Jakarta: Salemba Humanika, 2010, Cet. Ke-2.

Hasan, Aliah B. Purwakania. Psikologi Perkembangan Islami: menyingkap rentang kehidupan manusia dari prakelahiran hingga pascakematian, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008.

Henslin, James M. Sosiologi dengan Pendekatan Membumi, Jakarta: Erlangga, Jilid I, 2006.

Husman, Husaini. Metodologi Penelitian Sosial, Jakarta: Bumi Aksara, 2000. Narkowo, J. Dwi dan Bagus Suyanto, Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan,

Jakarta: Kencana, 2007.

Kafie, Jamaludin. Psikologi Dakwah, Surabaya: Penerbit Indah, 1993.

Lutfi, Muhammad, Drs.,M.A,. Dasar-Dasar Bimbingan dan Penyuluhan (Konseling) Islam, Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2008.

Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2007, Cet. ke-33.

Mu’awanah, S.Ag., M.Pd, Elfi dan Rifa Hidayah, S.Ag., S.Psi., M.Si.,Psi, Bimbingan dan Konseling Islam Di Sekolah, Jakarta: PT. Bumi Askara, 2009.

Poerwandari, E. Kristi. Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi, Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi, LPSP3 UI, 1983.

Prayitno, Prof. Dr. H., M.Sc. Ed, dan Drs. Erman Amti. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2004

Pusat Penyuluhan Sosial. Bersama Penyuluh Sosial Kita Bangun Indonesia Sejahtera, Kementrian Sosial RI, 2013.

Sugiyono, Prof. Dr., Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta, 2005. Salim, Peter dan Yeni, Kamus Besar Bahasa Indonesia Kontemporer, Jakarta:

Sapuri, Rafy. Psikologi Islam: Tuntutan Jiwa Manusia Modern, Jakarta: Rajawali Press, 2009.

Sarwono, Sarlito Wirawan, Dr. Teori-Teori Psikologi Sosial, Jakarta: CV. Rajawali, 1984.

Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: PT. Grafindo Persada, Cet. ke- 36, 2003.

---, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: Rajawali Press, Cet. 44, Ed.1, 2012.

Tasmara, Toto, Drs. H. Etos Kerja Pribadi Muslim, Jakarta: PT. Dhana Bhakti Wakaf, Cet. ke-2, 1995.

---, Etos Kerja Pribadi Muslim, Jakarta: Dana Bhakti Wakaf, Cet.Ke-2, 1995.

Ya’qub, Hamzah , Etos Kerja Islam: Petunjuk Pekerjaan Yang Halal dan Haram dalam

Syari’at Islam, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 2001.

Yusuf, Syamsu, dan Dr. A Juntika Nurihsan. Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006, Cet. Ke-2.

Page 1

Usia : 50 Tahun Klasifikasi : Pengemis

NOMOR BUTIR

PERTANYAAN/ JAWABAN KATA KUNCI HUBUNGAN ANTAR

KATA KUNCI

TEORI REFLEXI

1. Apa tujuan saudara mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam di panti?

Jawab: Supaya tahu begini-begini...supaya jadi lebih baik dari kemarin sama nambah pengetahuan sedikit-sedikit. Supaya bertambah pengetahuan agamanya Supaya lebih

baik dari hari kemarin

Pada butir ke-1 tujuan Hatinah mengikuti bimbingan yaitu untuk menambah pengetahuan dan menjadikan diri lebih baik dari hari kemarin. Pernyataan ini berkaitan dengan butir ke-3 dan ke-5, dimana pada butir ke-3 Hastinah mengemukakan setelah Ia mengikuti bimbingan Ia mulai menerima keadaan, dan meyakini bahwa Allah pasti akan membantunya. Manfaat yang dirasakan Hastinah ini berkaitan dengan materi yang di sampaikan pembimbing di antaranya; shalat, doa, dzikir, arahan agar tidak kembali ke jalan, dan motivasi untuk bekerja. Pada butir ke-2 dapat

terlihat setelah mengikuti bimbingan Hastinah mengaku menyesal dengan apa yang dilakukan dan tidak ingin mengemis lagi. Dalam butir ke-7 Hastinah

Menurut W.S Winkel:

“Bimbingan berarti

pemberian bantuan kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup.

Bantuan itu bersifat psikis (kejiwaan) bukan

“pertolongan” finansial,

media, dan lain sebagainya. Dengan adanya bantuan ini, seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri

masalah yang

dihadapinya sekarang dan menjadi lebih

mapan untuk

menghadapi

masalah yang akan dihadapinya kelak ini menjadi tujuan bimbingan. Jadi, yang memberikan bantuan menganggap orang lain

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan Suniti yang berprofesi sebagai pengemis, dapat terlihat Ia memiliki etos kerja yang rendah sebelum masuk ke panti. Pembimbing memberikan bantuan kepada Hastinah berupa bimbingan, sehingga setelah mengikuti bimbingan Ia meyakini Allah akan membantunya setiap masalahnya dan mulai menerima masalah yang Ia hadapi. Bantuan yang diberikan pembimbing di sesuaikan dengan kebutuhan terbimbing, dalam hal ini hastinah memiliki etos kerja rendah dan mencari nafkah dengan meminta-minta sehingga menurut pengakuan Hastinah dalam bimbingan disampaikan bagaimana kita harus bekerja keras dan larangan-larangan meminta-minta.

2. Manfaat apa yang saudara rasakan setelah mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam dipanti?

Jawab : Saat bimbingan perasaan jadi sedih Dek, ingat anak cucu di rumah. Jadi pengen pulang,,,menyesal juga kenapa mesti begini, berharap jadinya si Bapak jangan minta-minta lagi.

Menyesal juga kenapa mesti begini Berharap jadinya si Bapak jangan minta-minta lagi.

3. Apakah dengan mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam di panti, dapat membantu saudara memecahkan masalah hidup?

Jawab: Iya sih Dek, saya lebih menerima aja kenapa bisa ada disini, ga terlalu marah-marahlah. Saya jadi yakin aja kalau Allah SWT pasti akan membantu. Saya lebih menerima aja Yakin aja kalau Allah SWT pasti akan membantu

4. Apakah dengan mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam di panti, dapat membantu saudara berkembang menjadi pribadi yang mandiri?

Jawab: Disampein si Dek.

Ceramah- Ceramah-ceramah supaya kita engga minta

Page 2

lagi, supaya hidup mulai mandiri. Tapi ya itu Dek, suami saya tuna netra bingung mau gimana nanti saya ga bisa dapat penghasilan. Suami saya tuna netra bingung mau gimana nanti bimbingan disampaikan mengenai bagaimana bekerja keras dan larangan meminta-minta. Tapi itu masih hanya pada tahap sadar dan paham bahwa pekerjaan mengemis itu tidak baik, tapi terlihat pada butir ke-4 dan ke-7 Hasitinah masih ragu untuk meninggalkan pekerjaan mengemis, karena suaminya yang tuna netra.

Peranan pembimbing menurut Hastinah sudah cukup baik dan bagus seperti yang Ia ungkapkan pada butir ke-8, ini berkaitan dengan butir ke-6 bahwa ceramah-ceramah yang diberikan pembimbing sudah baik dan sesuai. Dengan mengikuti

bimbingan membantu Hastinah memiliki rencana-rencana ke depan, seperti pada butir ke-9 Hastinah berencana untuk kembali ke kampung untuk bertani dan tidak mau meminta-minta lagi. Tapi pernyataan ini agak tidak sinkron jika di kaitakan dengan pernyataan Hastinah pada butir ke-7

dirinya sendiri meskipun kemampuan itu mungkin harus digali dan dikembangkan melalui bimbingan.

memiliki rencana-rencana agar hidupnya lebih baik ke depan dan mampu mengatasi masalah hidup. Dalam wawancara Hastinah mengaku mengerti bahwa pekerjaan meminta-minta itu tidak diperbolehkan dalam agama dan negara. Ia memilih untuk pulang ke kampung untuk bertani. Tapi pada butir-butir pertanyaan berikutnya Ia terlihat masih ragu untuk benar-benar meninggalkan pekerjaan lamanya. Ia ragu dengan kondisi suaminya yang tunanetra, dan merasa tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari jika hanya bertani. Oleh karena itu perlu adanya bimbingan lebih lanjut untuk mengali

kemampuan dan

meningkatkan kesadaran Ibu Hastinah dalam bekerja baik dari segi agama maupun umum.

5. Materi apa saja yang saudara dapatkan saat mengikuti kegiatan bimbingan rohani tersebut?

Jawab: Materinya tentang shalat, dzikir, doa dan kasih arahan agar jangan ke jalan minta-minta lagi, tentang motivasi supaya kita lebih baik bekerja, cari penghasilan yang halal.

Materi tentang shalat, doa, dzikir, dan arahan agar jangan ke jalan, dan motivasi bekerja

6. Apakah yang pembimbing lakukan sudah sesuai dengan apa yang saudara harapkan?

Jawab: Sudah sih Dek, pada baik ceramahnya.

Baik

ceramahnya.

7. Adakah perbedaan pandangan mengenai bekerja, setelah dan sebelum mendapatkan bimbingan rohani islam di panti ?

Jawab: Kemaren juga disampein kita harus bekerja keras, tidak boleh meminta-minta, mencuri juga tidak boleh. Saya ngerti sih Dek, tapi suami saya gimana Dek...??

Kita harus bekerja keras, tidak boleh minta-minta Tapi suami saya gimana Dek...??

8. Bagaimana peran pembimbing dalam menumbuhkan etos kerja pada diri saudara?

Jawab: Bagus kok Dek, saya juga biasanya kerja di kampung motong padi, bertani.

Bagus kok Dek

Page 3

keluar dari panti?

Jawab: Saya pengennya si bertani aja pulang ke kampung, kaya dulu Dek...saya betah di kampung. Demi Allah.

bertani

Pulang ke kampung

ragu untuk meninggalkan pekerjaan mengemis, karena suaminya yang tuna netra Pada butir ke-8 Hastinah

menyatakan bahwa peranan pembimbing menurut sudah cukup baik dan bagus, ini karena pada butir ke-11 metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, tanya jawab. Sedangkan proses bimbingannya pada butir ke-10 di awali dengan berdoa, shalat dulu, dzikir, shalawat, ceramah mengenai shalat, puasa, tentang sabar, bekerja, lalu tanya jawab 10. Bagaimana proses kegiatan bimbingan

rohani Islam yang diberikan oleh pihak panti?

Jawab: Berdoa terlebih dahulu, shalat dulu, dzikir, shalawatan dulu, baru ceramah seputar ibadah shalat, puasa, tentang sabar, tentang kerja terus baru tanya jawab deh Dek.

Berdoa, shalat dulu,dzikir, shalawatan, baru ceramah seputar ibadah shalat, puasa, tentang sabar, tentang kerja terus baru tanya jawab

11. Metode apa saja yang digunakan selama saudara mengikuti bimbingan?

Jawab: Ceramah, diskusi, tanya jawab

Ceramah, diskusi, tanya jawab

Page 4

Usia : 40 Tahun Klasifikasi : Pengemis NOMOR

BUTIR

PERTANYAAN/ JAWABAN KATA KUNCI HUBUNGAN ANTAR

KATA KUNCI

TEORI REFLEXI

1. Apa tujuan saudara mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam di panti?

Jawab: Supaya menambah pengetahuan.

Menambah pengetahuan.

Pada butir ke-1 dapat terlihat tujuan Suniti mengikuti bimbingan agar pengetahuannya bertambah. Ini berkaitan dengan butir ke-2 bahwa manfaat yang Ia dapatkan setelah bimbingan yaitu pengetahuan agamanya bertambah dan memiliki perasaan lebih tenang.

Pada butir ke-3, Suniti mengemukakan bahwa dengan mengikuti bimbingan Ia tidak lagi marah-marah dan mulai menerima semuanya. Ini berkaitan dengan butir ke-10, dimana dapat terlihat bahwa dalam proses bimbingan di awali dengan doa, dzikir, pengarahan, tanya jawab, dll sehingga memberikan ketenangan batin bagi terbimbing.

Menurut W.S Winkel:

“Bimbingan berarti

pemberian bantuan kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup.

Bantuan itu bersifat psikis (kejiwaan) bukan

“pertolongan” finansial,

media, dan lain sebagainya. Dengan adanya bantuan ini, seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri

masalah yang

dihadapinya sekarang dan menjadi lebih

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan Suniti yang berprofesi sebagai pengemis, dapat terlihat Ia memiliki etos kerja yang rendah sebelum masuk ke panti. Manfaat yang di rasakan Hastinah setelah mengikuti bimbingan yaitu pengetahuan agamanya bertambah dan memiliki perasaan lebih tenang, tidak lagi marah-marah dan mulai menerima semuanya. Ini berarti pembimbing telah berperan membantu meningkatkan

pengetahuan agama dan meningkatkan ketenangan jiwa Suniti. Tapi belum sampai membantu untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan hidup. Bantuan yang diberikan 2. Manfaat apa yang saudara rasakan setelah

mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam dipanti?

Jawab: Menambah pengetahuan agama, dan merasa lebih tenang.

Menambah pengetahuan Lebih tenang 3. Apakah dengan mengikuti kegiatan

bimbingan rohani Islam di panti, dapat membantu saudara memecahkan masalah hidup?

Jawab: Iya setelah ikut itu hati jadi agak tenang, tidak marah-marah lagi dan lebih menerima semuanya. Tidak marah-marah Lebih menerima semuanya

Page 5

bimbingan rohani Islam di panti, dapat membantu saudara berkembang menjadi pribadi yang mandiri?

Jawab: Iya, setelah ikut bimbingan yang kemaren jadi pengen buka usaha, jualan kecil-kecilan seperti jualan nasi uduk dan gorengan. bimbingan Pengen buka usaha mengemukakan bahwa setelah mengikuti bimbingan Ia mulai berencana membuka usaha yaitu jualan kecil-kecilan. Ini di pertegas dengan pernyataan yang di ungkapkan Suniti pada butir ke-9 bahwa Ia mau mengumpulkan modal untuk berdagang. Hal ini sangat berkaitan dengan butir ke-8, menurut Suniti peran pembimbing sudah baik

dalam berusaha

menumbuhkan etos kerja. Pada butir ke-5, Suniti

menyatakan bahwa materi yang disampaikan pembimbing yaitu tentang shalat, bekerja dalam Islam, rukun iman dan rukun Islam, dll. Ini berkaitan dengan butir ke-2 manfaat yang Suniti dapatkan setelah bimbingan yaitu pengetahuan agamanya bertambah dan memiliki perasaan lebih tenang. Ini karena materi-materi yang disampaikan oleh pembimbing.

Pada butir ke-6 dapat terlihat pernyataan Suniti bahwa apa yang

menghadapi

masalah yang akan dihadapinya kelak ini menjadi tujuan bimbingan. Jadi, yang memberikan bantuan menganggap orang lain mampu menuntun dirinya sendiri meskipun kemampuan itu mungkin harus digali dan dikembangkan

melalui bimbingan.”

psikis (kejiwaan) yaitu penyampaian materi yang bertujuan untuk mengarahkan WBS agar memiliki kehidupan yang lebih baik. Setelah mengikuti bimbingan Suniti memang menyadari bahwa pekerjaan mengemis itu di larang baik dalam agama, dan negara. Tapi berdasarkan hasil wawancara dapat terlihat bahwa Suniti masih ragu-ragu untuk meninggalkan pekerjaan lamanya dengan alasan bingung dengan kondisi suaminya yang tuna netra. Oleh karena itu perlu adanya bimbingan lebih lanjutan untuk mengembangakan

kemampuan kerja pada Suniti.

5. Materi apa saja yang saudara dapatkan saat mengikuti kegiatan bimbingan rohani tersebut?

Jawab: Tentang shalat, bekerja dalam Islam, rukun iman dan rukun Islam, dan lain-lain. Tentang shalat, bekerja dalam Islam Rukun iman dan rukun Islam 6. Apakah yang pembimbing lakukan sudah

sesuai dengan apa yang saudara harapkan? Jawab: Sudah bagus, sudah sesuai.

Sudah bagus Sudah sesuai

Page 6

bekerja, setelah dan sebelum mendapatkan bimbingan rohani islam di panti ?

Jawab: Lumayan sih Mba, saya juga tau ya kalau mengemis itu engga boleh dilarang. Saya juga maunya mah balik aja ke kampung, jadi petani atau momong cucu. Tapi kadang bingung sama suami saya, dia kan ga bisa liat Mba,,,jadi suka bingung.

kampung, jadi petani atau momong cucu Tapi kadang bingung sama suami saya

sesuai dan bagus, ini lebih di pertegas pada pernyataan-nya pada butir ke-8 dimana menurut Ia pembimbing sangat memiliki peran

penting dalam

menumbuhkan etos kerja seseorang.

Setelah mengikuti bimbingan rohani Suniti memiliki rencana-rencana ke depan, seperti yang terlihat pada butir ke-8 bahwa Ia berencana akan mengumpulkan modal untuk berdagang, tapi sayangnya itu hanya sampai pada tahap kesadaran bahwa pekerjaan meminta-minta itu tidak diperbolehkan dalam Islam dan negara ini terlihat pada pernyataan butir ke-6, dimana Bu Suniti merasa bingung dengan suaminya yang tuna netra, sehingga masih ragu untuk meninggalkan pekerjaan mengemis.

Pada butir ke-10 dan ke-11, dapat terlihat bahwa dalam proses bimbingan di awali dengan doa, dzikir, pengarahan, tanya jawab, dengan metode ceramah, nonton bareng, dan tanya 7. Bagaimana peran pembimbing dalam

menumbuhkan etos kerja pada diri saudara? Jawab: Iya sudah bagus, dan sangat berperan.

Sudah bagus Sangat

berperan. 8. Apa rencana saudara kedepan setelah keluar

dari panti?

Jawab: Mengumpulkan modal mau berdagang aja, misalnya nasi uduk, gorengan, dan lain-lain.

Mengumpulkan modal

Mau berdagang aja

9. Bagaimana proses kegiatan bimbingan rohani Islam yang diberikan oleh pihak panti?

Jawab: Baca do’a kemudian dzikir,

pengarahan-pengarahan, terus ada tanya jawab, sama penutup,dan doa penutup.

Baca doa kemudian dzikir, pengarahan-pengarahan, tanya jawab, sama penutup,dan doa penutup.

Page 7

Usia : 40 Tahun Klasifikasi : Pedagang Asongan BUTIR

KE-

PERTANYAAN/ JAWABAN KATA KUNCI HUBUNGAN ANTAR

KATA KUNCI

TEORI REFLEXI

1. Apa tujuan saudara mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam di panti?

Jawab: Supaya hati menjadi tenang setelah mendengar nasehat-nasehat dari Ustad. Kita diingatkan tentang shalat. Saya suka mendengarkan ceramah-ceramah dan bimbingan agama. Walaupun dalam keadaan sedih. Dengan ikut bimbingan hati saya jadi tenang, selain menambah pengetahuan juga. Agar hati menjadi tenang Menambah pengetahuan juga.

Pada butir ke-1 tujuan Nuryani mengikuti bimbingan adalah agar hati menjadi tenang dan menambah pengetahuan. Pernyataan ini berkaitan dengan butir ke-2, dimana Nuryani juga mengemukakan bahwa dengan mengikuti bimbingan pengetahuan agamanya bertambah dan Ia termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi dari sekarang.

Pada butir ke-3 Nuryani menyatakan bahwa dengan mengikuti bimbingan membuat Ia lebih tenang dan menerima semuanya. Pernyataan ini berkaitan dengan butir ke-4 dan ke-5. Pada butir ke-4 Nuryani mengemukakan bahwa dalam bimbingan Ia di berikan pengarahan-pengarahan untuk merubah hidup menjadi

Menurut W.S Winkel;

Bimbingan berarti

pemberian bantuan kepada sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup. Bantuan itu bersifat psikis (kejiwaan) bukan

“pertolongan” finansial,

media, dan lain sebagainya. Dengan adanya bantuan ini, seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya sekarang dan menjadi lebih mapan untuk menghadapi

masalah yang akan dihadapinya kelak ini menjadi tujuan bimbingan. Jadi, yang memberikan bantuan

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan Nuryani, setelah mengikuti bimbingan rohani Islam di panti Ia merasa pengetahuan agamanya bertambah, membuat hatinya menjadi lebih tenang dan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Ini artinya pembimbing telah berperan dalam memberikan bantuan kepada terbimbing untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan hidup. Bantuan yang diberikan pembimbing bukan berupa

“pertolongan“ finansial

melainkan melalui proses, materi dan metode bimbingan yang di sesuaikan dengan kondisi terbimbing. Seperti pernyataan Nuryani bahwa proses bimbingan di mulai dengan berdoa terlebih dahulu, ceramah tentang pekerjaan yang di larang dalam Islam, dan

2. Manfaat apa yang saudara rasakan setelah mengikuti kegiatan bimbingan rohani Islam dipanti?

Jawab: Menurut aku hati jadi rasanya tenang dan mulai sadar bahwa ini kesalahan aku. Sehingga aku pasrah dengan semua yang terjadi, berdoa sama Allah semoga aku di dalam panti ini ada hikmahnya aja. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa, saya salahin diri saya sendiri. Selain itu manfaat yang lain dengan ikut bimbingan saya jadi bertambah pengetahuan tentang agama, dari yang tidak tahu jadi tahu. Lalu untuk motivasi supaya bisa kerja lebih baik lagi dari sekarang, dan merubah sikap juga.

Bertambah pengetahuan tentang agama Motivasi supaya

bisa kerja lebih baik lagi dari sekarang

Page 8

bimbingan rohani Islam di panti, dapat membantu saudara memecahkan masalah hidup?

Jawab : Hem..iya kok Mba Alhamdulillah, saya jadi lebih tenang menghadapi semuanya, lebih menerima.

menghadapi semuanya Lebih menerima

melakukan pelanggaran. Dari sini dapat terlihat pembimbing berperan dalam membantu memecahkan masalah hidup terbimbing dan mengarahkannya untuk memiliki kehidupan yang lebih baik melalui materi-materi yang di sesuaikan. Seperti pernyataan Nuryani pada butir ke-5 materi yang disampaikan

pembimbing yaitu tentang olahraga,

Dokumen terkait