• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Dengan tidak bermaksud menggurui, penulis mencoba memberikan saran yang penulis harapkan bisa bersifat membangun yang di dasarkan pada hasil penelitian ini yakni;

1. Guru Pendidikan agama Islam bekerja sama dengan guru yang lainnya dalam pembinaan akhlak siswa tidak hanya dilakukan pada saat pembinaan saja namun juga disisipkan pada saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan 2. Guru pendidikan agama Islam sebaiknya lebih sering berinteraksi dengan

siswa tidak hanya di dalam kelas namun di luar kelas dan di luar lingkungan sekolah, terus menerus memberi arahan yang siswa butuhkan dalam mengembangkan kompetensi akhlakul karimah pada diri siswa.

3. Guru pendidikan agama Islam semakin meningkatakan profesionalitas dalam mengajar, dengan menggunakan metode-metode yang bervariasi untuk memudahkan guru dalam mengajar dan siswa dalam memahami pelajaran yang guru sampaikan.

4. Guru pendidikan agama Islam meningkatkan pengawasan terhadap siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah dengan melibatkan guru-guru, karyawan SMA Fatahillah, orang tua murid dan masyarakat yang berada di sekitar sekolah.

Al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, terjemahan oleh Tk H. Ismail Ya’kub SH, MA Faizan,

Surabaya, 1966.

Ardani, Moh. Akhlak Tasawuf – nilai-nilai Akhlak/ Budi Pekerti dalam Ibadat dan Tasawuf, Jakarta: CV Karya Mulia, 2005.

Arikunto, Suharsimi. Manajemen Penelitian, Jakarta: Proyek Pengenmbangan PLTK, 1989.

Asmaran, Pengantar Studi Ahklak, Rajawali Press, 1992.

Bahri Djamarah, Syaiful. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000.

Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif Edisi 2, Jakarta : Prenada Media, 2007.

Daradjat, Zakiah. dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta: Bumi Aksara, 1995.

_______. dkk. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006.

Hasan Sulaiman, Fathiyah. Sistem Pendidikan Versi al-Ghazali, Al Maarif: Bandung, 2004.

Jalaludin, Teologi Pendidikan, Jakarta: Raja Grapindo Persada, 2002.

Kartono, Kartini, Pengantar Metodologi Riset Sosial, Bandung : Mandar Maju, 1996. Kunandar, Guru Profesional- Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2011.

Mahjudin, Kuliah Ahklak Tasawuf, Jakarta, Kalam Mulia, 1991.

Mujib, Abdul dan Mudzakkir. Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008.

Pamungkas, M. Imam. Akhlak Muslim Modern- Membangun Karakter Generasi Muda, Bandung: Penerbit Marja, 2012.

Rosyadi, Khoiron. Pendidikan Profetik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009. Sudjono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2009.

Sugiyono, metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D, Bandung: Penerbit Alfabeta, 2009.

Uzer Usman, Moh. Menjadi Guru Profesional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Yunus, Mahmud. Kamus Arab Indonesia, Yayasan Penyeleggara/Penafsiran Al Quran, 1973.

Zuriah, Nurul. Pendidikan Moral & Budi Pekerti dalam Perspektif Perubahan, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

dari pada guru yang lain dalam menangani karakteristik siswa yang bermacam-macam.

1. Bagaimanakah akhlakul karimah dikenalkan kepada para siswa?

“Akhlakuk karimah dikenalkan pada siswa selain dari ekskul rohis, dalam sehari-hari selama KDM mereka dikenakan kewajiban untuk mengikuti program sholat dhuha, juga ada pembinaan secara menyeluruh kepada semua siswa, bagaimana mereka dapat memiliki akhklak yang mulia.”

2. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada sesama manusia terutama kepada temannya di sekolah?

“Karena siswa itukan dari berbagai macam kalangan, jadi satu kelas itu memiliki karakter yang berbeda-beda yang sebagian besar ada yang berakhlak bagus, sebagian lain ada yg memiliki rasa cemburu dan kadang-kadang timbul persaingan yang gak sehat, karena adanya kesalah pahaman yang timbul karena hal-hal sepele. Namun secara keseluruhan jika dipersentasekan.”

3. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada lingkungan sekitarnya terutama kelas?

“Kebersihan itu, memang para wali kelas memang sudah diberikan wewenang untuk mengawasi dan mengatur jadwal piket siswa di kelasnya masing-masing, saya sendiri selalu memantau dan mengingatkan siswa untuk piket karena biasanya saya mendapat jadwal di jam terakhir jadi saya bisa mengawasi langsung. namun terkadang siswa tidak merasa bertanggung jawab untuk mengerjakannya.”

4. Menurut Bapak/ Ibu, Apakah semua guru sudah berperan aktif dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di sekolah?

“Sudah berusaha! Semaksimal mungkin, Menurut saya sudah sangat berusaha sebaik mungkin.”

Jakarta, 21 Desember 2013

Hari/ Tanggal : Sabtu, 14 Desember 2013

Tempat : SMA Fatahillah

1. Bagaimanakah akhlakul karimah dikenalkan kepada para siswa?

Kalau menurut saya untuk memperkenalkan Akhlakul Karimah di sekolah perlu diadakan pelajaran tambahan, seperti aqidah akhlak. Karena kebanyakan siswa pada sekarang ini akhlaknya kurang baik, maka pelajaran tambahan bisa sangat mendukung untuk pengenalan akhlak ini.

2. Dengan cara apa Bapak/ Ibu mengajarkan siswa berakhlak yang baik?

Kita sebagai guru harus bisa mencontohkan, kita sebagai guru harus berakhlak seperti seharusnya.

3. Bagaimanakah tanggapan atau respon Bapak/ Ibu terhadap siswa yang berakhlak baik dan buruk?

Kalau yang baik, saya terima baik dan akan saya jadikan contoh di kelas. Kalau yang buruk, saya akan bersikap acuh tak acuh terhadap anak tersebut agar sadar bahwa ia salah dan segera meminta maaf.

4. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada Allah Swt terutama masalah sholat?

Seringkali siswa menghindari waktu sholat dengan beberapa alasan biasa yang terkadang terdengar dibuat-buat. Bahkan, saya beranggapan jika sikap mereka saja sudah begitu sulit diperbaiki, bagaimana dengan sholat mereka? Saya sedikit sanksi di rumah mereka bisa melaksanakan sholat seperti di sekolah. Kadang jika guru-guru sudah menyuruh untuk sholatpun beberapa siswa ada yang menyepelekan.

Sikap anak yang seperti ini juga sebenarnya karena adanya kendala fasilitas. Yaitu musholah yang ada di sekolah harus berbagi dengan sekolah MTs Fatahillah. 5. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada sesama manusia terutama

kepada temannya di sekolah?

Sesekali terjadi cekcok antara kelas yang lebih senior dengan kelas yang lebih junior, juga terkadang siswa IPA tidak begitu rukun dengan IPS, karena adanya aura

terutama kelas?

Jangankan akhlaknya terhadap lingkungan terhadap diri sendiri saja mereka tidak terlalu peduli apalagi dengan lingkungan sekolah.

7. Apa saja faktor pendorong dan penghambat dalam pembentukan akhlakul karimah siswa?

Faktor pendukungnya sebaiknya perlu adanya peningkatan penanaman pengetahuan tentang akhlak. Ekskul menurut saya juga bisa membantu pembentukan akhlak kepada siswa di sekolah

Faktor

8. Menurut Bapak/ Ibu, Apakah semua guru sudah berperan aktif dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di sekolah?

Menurut saya belum, ya. Bisa dilihat dari sikap guru itu sendiri, juga mungkin karena pengalaman hidup , dan juga lebih kepada komunikasi.

Jakarta, 14 Desember 2013

Hari/ Tanggal : Sabtu, 14 Desember 2013

Tempat : SMA Fatahillah.

1. Bagaimanakah akhlakul karimah dikenalkan kepada para siswa? Ada 3 pendekatan terhadap penanaman akhlak di sekolah ini

a. Memberi pengetahuan tentang pentingnya urgensi pendidikan akhlak b. Menberikan contoh konkrit bagaimana akhlakul karimah yang baik

c. Terakhir dengan memberikan teladan dengan sikap dan contoh yang baik pad siswa, bahwa kami sebagai pendidik atidak hanya mentrasfer ilmu tapi juga mendidik mereka

2. Dengan cara apa Bapak/ Ibu mengajarkan siswa berakhlak yang baik?

Metode bilhal, jadi dengan cara mengaplikasikannya yaitu memberikan teladan yang baik kepada siswa sesuai dengan syariah, pondasi yang fundamental. Memberikan bimbingan kepada siswa di sekolah, betapa pentingnya berkahlakul karimah, karena akhlakul karimah merupakan kunci kehidupan.

Juga dengan melakukan pembiasaaan-pembiasaan yang baik, pada pagi hari sebelum meulai KDM yaitu membaca sholawat dan tadarus selama 20 menit, lalu istitahat pertama kami mengadakan program sholat dhuha yang dilanjut istirahat kedua dengan sholat dzuhur berjamaah. Adanya pembiasaan-pembiasaan ibadah yang mampu menanamkan akhlak pada siswa sejak dini.

3. Bagaimanakah tanggapan atau respon Bapak/ Ibu terhadap siswa yang berakhlak baik dan buruk?

Mengapresisi secara maksimal terhadap siswa yang berakhlak baik, juga adanya reward and punishment, serta adanya pengakuan tak tertulis terhadap anak yang memiliki akhlak baik bahwa mereka disayangi guru untuk menjadi contoh/ teladan bagi teman-temannya yang lain. Tidak harus berbentuk materi

4. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada Allah Swt terutama masalah sholat?

Tidak dipungkiri ssecara kasat mata,entah karena takut sama guru atau memang keinginan sendiri atau merasa ini keajiwabn, hampir 95% - 100% mereka semua sholatnya bagus, mungkin juga karna adanya kewajiban sholat dzuhur berjamaah di sekolah, yang diharapkan bisa pula diterapkan di luar lingkungan sekolah. Kecuali siswa yang berhalangan.

Saya Secara pribadi menganggap bahwa indikator yang utama adalah sholatnya, jika jamaahnya sudah disiplin dan teratur maka akhlaknya pun sudah pasti baik, karena ibadah apapun yang kita lakukan jika sholatnya belum baik maka akhlaknya belum bisa dikatakan baik.

5. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada sesama manusia, terutama kepada temannya di sekolah?

Alhamdulillah ,secara umum sikap siswa terhadap orang-orang di sekitar, mereka mampu menjaga sikap. Bersikap sopan pada masyarakat, juga pada orang tua mereka, bahkan saya tidak pernah mendapat laporan bahwa siswa kami ada yang tawuran.

6. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada lingkungan sekitarnya terutama kelas?

Memang masalah lingkungan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun dalam menyikapi ini kami seluruh guru dan staff bekerjasama dengan

mengadakan peraturan pada siswa yang melakukan pelanggaran-pelanggaran di sekolah. Mereka akan dihukum namun kami memberikan hukum yang bermanfaat yang juga dapat menumbuhkan kesadaran anak pada lingkungan sekolahnya, yaitu apabila ada yang melanggar kami akan memberikan mereka hukuman untuk

membersihkan sekolah, bahkan kami berikan pilihan, boleh menyapu, mengepel atau membuang sampah.

akhlak siswa meliputi:

- Warisan ekonomi-sosial di tengah2 masyarakat

- Informasi Elektronik, baik cetak maupun yang lain, ini membuat anak mudah terpengaruh dari informasi-informasi yang mereka dapatkan sehingga

menghambat terbentuknya akhlak yang kami harapkan - Juga dari masyarakat.

Adapun faktor pendukungnya adalah dari lingkungan yang terbentuk, yang bisa dikatakan sekolah ini merupakan sekolah yang berbasis Islami.

8. Menurut Bapak/ Ibu, Apakah semua guru sudah berperan aktif dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di sekolah?

Mungkin memang belum maksimal, ada guru yang apatis, yang hanya sekedar mentrasnfer ilmu tanpa mencoba untuk membentuk karkater siswa di kelas. Namun hanya sedikit sekali yang seperti itu. Kami sudah sangat berusaha semaksimal mungkin untuk bekerjasama dalam pembentukan akhlak siswa di sekolah. Dan gurupun harus memiliki kesadaran bahwa, menjadi seorang guru merupakan profesi termulia, tidak ada satupun profesi yang bahkan terdapat dalam hadits Rasul “Kun ‘Aliman” maka dari itu diperlukan kesadaran oleh para guru bahwa profesi ini sangat mulia.

Jakarta, 14 desember 2013

1. Bagaimanakah akhlakul karimah dikenalkan kepada para siswa?

“Cara memperkenalkannya adalah pertama secara teori kemudian kita tunjukkan sikap kita,bagaimana akhlakul karimah tersebut.”

2. Dengan cara apa Bapak/ Ibu mengajarkan siswa berakhlak yang baik?

“Saya mengajarkan siswa untuk berakhlak yang baik, paling banyak secara sikap atau perilaku bukan hanya sekedar teori saja.”

3. Bagaimanakah tanggapan atau respon Bapak/ Ibu terhadap siswa yang berakhlak baik dan buruk?

“Tanggapan saya dengan siswa yg sudah memiliki akhlak yg baik kedepannya mereka akan terus diberi pengarah agar mampu mengembangkan akhlak baiknya , dan dengan siswa yg berakhlak buruk akan dibenahi sikapnya, agar kedepannya bisa berakhlak yang baik.”

4. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada Allah Swt terutama masalah sholat?

“Akhlak di dalam masalah sholat dan itu kewajiban kita semua terutama orang muslim, sholatnya itu harus benar-benar lebih diutamakan.”

5. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada sesama manusia terutama kepada temannya di sekolah?

“Sangat penting, dan semua kahlak itu sudah tercakup dalam haidts Rasulullah SAW yang berbunyi

قاخ اا مراكم مما تثعب اما

(Ahmad Ibnu Haubab)

“Aku diutus dimuka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak.”

Hadits ini sudah mencakup akhlak secara kseluruhan termasuk terhadap teman.”

6. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada lingkungan sekitarnya terutama kelas?

“Sampai saat ini masih kita terus benahi sikap siswa terhadap fasilitas sekolah atau terhadap kondisi di kelas mereka, bagaimana siswa bermuamalat itu masih terus dibina, karena pemikiran siswa masih labil oleh karen itu harus selalu diingatkan. Angan sampai guru bosan untuk mengingatkan siswa.”

menjadi faktor pendorong maupun penghambat. Bagaimana siswa bergaul, pada teman yang baik atau yang buruk.”

8. Menurut Bapak/ Ibu, Apakah semua guru sudah berperan aktif dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di sekolah?

“Semua guru sudah begitu sangat berperan aktif dalam membentuk akhlak siswa di sekolah, Untuk tercapainya akhlakul karimah pada siswa-siswa di sekolah.”

Jakarta, 21 Desember 2013

1. Bagaimanakah akhlakul karimah dikenalkan kepada para siswa?

“Memang merupakan bagian dari pelajaran agama, pertama lewat pelajaran yang saya sampaikan yaitu lewat buku bacaan yang mereka miliki, yang kedua melalui contoh-contoh yang ada dibuku maupun siswa yang bisa saya jadikan contoh atau teladan untuk siswa yang lain.”

2. Dengan cara apa Bapak/ Ibu mengajarkan siswa berakhlak yang baik?

“Kita ajarkan mereka pertama dengan kita sendiri bertutur kata yang baik, karena kita guru sebagai teladan mereka, kemudian juga kita harus memperlihatkan sikap yang baik terhadap mereka, yang ketiga kita juga harus memberikan perintah atau anjuran-anjuran agara mereka melihat lingkungan sekolah atau teman yang memang akhlaknya baik, agar termotivasi untuk berakhlak baik. Dan terakhir dengan kesabaran.”

3. Bagaimanakah tanggapan atau respon Bapak/ Ibu terhadap siswa yang berakhlak baik dan buruk?

“Saya merasa senang dan gembira saat melihat siswa yang berakhlak baik, karena merasa bahwa hal-hal baik yang kami contohkan berhasil. Adapun menghadapi anak-anak yang belum bisa mengubah sikapnya menjadi lebih baik, sikap saya bersabar saja, selain itu berharap siswa tersebut bisa pelan pelan, atau step by step berubah karena melihat teman dan lingkungannya berakhlakul karimah. Karena perubahan itu sedikit-sedikit jadi harus sabar.”

4. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada Allah Swt terutama masalah sholat?

“Keseluruhan sholat di sekolah ini ssemuanya sudah diatur sholat berjamaahnya, sholat duha dengan peraturan sekolah, jadinya semuanya dipantau dan siswa menjadi disiplin untuk sholat, secara keseluruhan di sekolah sudah bagus. namun kalau di rumah kita sudah tidak bisa memantau dan kita sebgaia guru harus husnudzon, bahwa siswa2 tersebut sudah berkewajiban melakukan sholat, dan saya selalu mengingatkan mereka untuk berjamaah meski tidak di sekolah.”

5. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada sesama manusia terutama kepada temannya di sekolah?

jika temennya yang sakit mereka jenguk, dan bila ada yang sakit mereka antar pulang. Jadi saling tolong menolongnya tinggi.”

6. Bagaimanakah menurut Bapak/ Ibu akhlak siswa kepada lingkungan sekitarnya terutama kelas?

“Perhatian mereka, dari akhlalkul karimah yang mereka tunjukkan, karna pentingnya akhlakul karimah terhadap lingkungan sekolah pun membuat sanksi bagi siswa yang terlambat untuk membersihkan lingkungan sekolah yang kotor. Jadi sanksinya pun bermanfaat dan mendukung penanaman akhlakul karimah.”

7. Apa saja faktor pendorong dan penghambat dalam pembentukan akhlakul karimah siswa?

“Adanya kesungguhan hati dengan keikhlasan sebagai guru untuk sabar agar membantu pembentukan akhlakul karimah siswa disekolah, dan adapun faktor dari luar adalah mereka bisa melihat lingkungan yang baik seperti sekolah dan rumah, agar menjadi pendorong bagi mereka supaya semangat untuk berakhlak baik. Kalau mereka menunjukkan akhlak yang baik maka akan meningkatkan nilai yang baik untuk yang lain. Karena sikap pun mampu menjadi penentu nilai pelajaran.”

8. Menurut Bapak/ Ibu, Apakah semua guru sudah berperan aktif dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di sekolah?

“Guru pun sebagai pendidik sudah sangat berperan aktif dalam pembentukan akhlakul karimah siswa di sekolah.”

Jakarta, 21 Desember 2013

Nama :

Kelas :

Petunjuk:

a. Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang kamu anggap sesuai dengan keadaan sebenarnya.

b. Jawaban yang kamu berikan tidak mempengaruhi nilai raport atau nilai pelajaran kamu di sekolah.

c. Terima kasih atas bantuan dan partisipasinya dalam mengisi angket ini.

1. Ketika akan melakukan segala perbuatan yang baik, saya senantiasa membaca do’a.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

2. Ketika selesai sholat, saya senantiasa mendo’akan kedua orang tua.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

3. Setelah selesai sholat, saya senantiasa membaca wirid-wiridan sholat. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

4. Saya berusaha melaksanakan sholat fardhu lima waktu secara berjama’ah.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

5. Saya berusaha bangun malam untuk mengerjakan sholat sunnah tahajjud. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

6. Pada jam istirahat, saya senantiasa menyempatkan diri untuk mengerjakan sholat sunnah dhuha terlebih dahulu.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

8. Saya tidak pernah memakai kaos oblong atau kaos bergambar ketika akan melaksanakan sholat.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

9. Ketika akan melaksanakan sholat, saya memakai pakaian yang bersih dan suci. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

10.Saat hendak makan dan minum, saya menggunakan tangan kanan. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

11.Ketika ada seseorang yang membutuhkan pertolongan, maka saya berusaha untuk menolongnya.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

12.Ketika ada seseorang meminta pendapat tentang suatu masalah, maka saya berusaha untuk memberikan solusi (jalan keluar) yang terbaik.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

13.Saya berusaha menyisakan uang jajan dan memberikannya untuk kegiatan shodaqoh. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

14.Saya berusaha meminta maaf, ketika mempunyai kesalahan terhadap orang lain. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

15.Dengan hati yang ikhlas, saya memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf kepada saya.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

18.Pada jam istirahat sholat zuhur, saya berusaha mengingatkan teman untuk segera pergi ke masjid.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

19.Ketika hendak bertamu ke rumah orang lain, saya tidak lupa mengucapkan salam. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

20.Saat berjumpa dengan teman di jalan, saya lebih mendahulukan mengucapkan salam sebelum sapa.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

21.Ketika pulang ke rumah, saya tidak lupa mengucapkan salam. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

22.Apabila orang lain memberikan undangan kepada saya, maka saya berusaha untuk memenuhi undangannya.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

23.Dengan penuh kesadaran, saya membuang sampah ke tong sampah yang telah disediakan sekolah.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

24.Ketika melihat kamar mandi yang kotor, saya berusaha untuk membersihkannya. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

25.Dengan penuh keikhlasan, saya berusaha membersihkan halaman rumah saya yang kotor. a. Selalu c. Pernah

27.Saya berusaha menjaga dan merawat keindahan sekolah, dengan tidak mencorat-coret dinding-dinding sekolah.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

28.Ketika berada di luar sekolah, saya berusaha menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat.

a. Selalu c. Pernah b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

29.Ketika akan berangkat ke sekolah, saya tidak lupa untuk mandi terlebih dahulu. a. Selalu c. Pernah

b. Kadang-kadang d. Tidak Pernah

30.Saya berusaha menjaga kebersihan pakaian sekolah dengan tidak mencorat-coretnya. a. Selalu c. Pernah

Dokumen terkait