• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PENYELENGGARAAN PENGANGKUTAN BARANG

C. Pengaturan hukum tentang penggunaan container

Penyelenggaraan Pengangkutan Barang Melalui Laut.

Pada dewasa ini perkembangan pengangkutan barang baik melalui laut, darat maupun udara sudah menunjukkan suatu kemajuan yang pesat, yaitu suatu kemajuan yang pesat, yaitu suatu penyelenggaraan pengangkutan dengan

43

menggunakan sistem container (peti kemas). Hal ini berarti bahwa di dalam pengangkutan barang melalui laut di samping menggunakan sistem angkutan konvensional, juga ada penyelenggaraan angkutan laut yang menggunakan sistem angkutan laut berupa container.

Container itu merupakan peti kemas yang terbuat dari logam dan dari beberapa macam ukuran serta tipe. Untuk lebih jelasnya maka menurut Herman A. Carel Lawalata bahwa: Peti kemas atau Container dapat dikatakan sebagai the moving go down, ukuran kecil yaitu gudang mini yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain tempat sebagai akibat dari adanya pengangkutan.35

35

Herman A. Carel Lawalata, Tekhnik Operasi Peti Kemas dan Perasuransiannya, Bina Aksara, Jakarta, 2000, hal. 70.

Peti kemas atau container pada umumnya mempunyai berbagai macam ukuran seperti ukuran 20 kaki yang dikenal dengan istilah “ twenty footer container “ atau D20 dengan berat kosong 2 ½ ton yang bila diisi dengan muatan maka berat container dapat mencapai 15 – 18 ton. Di samping itu ada juga peti kemas atau container yang berkurang 40 kaki yang dikenal dengan istilah “fourty footer container “ dengan berat kosong 4 ton, yang bila diisi dengan muatan maka berat container dapat mencapai 30 ton bruto.

Agar pengoperasian peti kemas dapat berjalan dengan baik, maka semua pihak yang terlibat harus menyetujui ukuran-ukuran peti kemas harus sama dan sejenis serta mudah diangkut. Badan international standard organization (ISO) telah menetapkan ukuran-ukuran dari peti kemas sebagai berikut:

44

a. Twenty footers (20IContainer)

Panjang : 20I(20 feet) = 6,055 m. Lebar : 8 I(8 feet) = 2,425 m Tinggi : 8I(8 feet) = 2,425 m. Berat kosong : 2.210 kg.

Kapasitas : 30 m 33(isi) atau berat muatan umum = 18.111 kg. b. Fourty footers (40IContainer)

Panjang : 40I(40 feet) = 12.192 m. Lebar : 8 I(8 feet) = 2,425 m Tinggi : 8I(8 feet) = 2,425 m. Berat kosong : 3.801 kg.36

1. General Purposes Container.

Pengangkutan barang melalui laut dengan menggunakan container haruslah disesuaikan dengan jenis barang (muatan) yang akan diangkut. Untuk keperluan itu maka dikenal berbagai jenis container, antara lain sebagai berikut:

Jenis container ini lebih umum dan banyak dipergunakan, khususnya untuk pengangkutan barang jadi (industri) seperti tekstil, barang kelontong dan sebagainya. General Purpose container umumnya terbuat dari besi dan ada pula diantaranya terbuat dari aluminium dan fibreglass. Container ini tidak memerlukan perlakuan khusus.

45

Container ini dilengkapi dengan pintu yang dikunci dari luar, pada pintu disediakan tempat pemasangan materai sedemikian rupa sehingga apabila dikunci dan dibubuhi materi (Segel) tidak dapat dimasukkan atau dikeluarkan barang tanpa meninggalkan bekas yang nyata atau tanpa merusak materai. Permukaan lantai dalam Container berupa lantai besi yang bergelombang dan biasa pula dilapisi dengan lantai kayu.

2. Open Top Container.

Jenis container ini merupakan container tanpa tutup pada dinding atau sisi atas. Container ini biasanya digunakan untuk mengangkut muatan-muatan yang tinginya lebih dari 8 feet atau 8,6 feet. Setelah Container ini diisi dengan muatan kemudian bagian atasnya ditutup dengan kain terpal. Open top container ini terdiri dari 20 footer dan 40 feet footer.

3. Flat Rack Container.

Jenis container ini tidak berdinding sama sekali, kecuali keempat tiang penyangganya dan pilar serta lantai. Tiang penyangga dan pilar ini dapat dicabut-cabut. Container ini dipergunakan untuk muatan yang ukurannya melebihi container. Cara pemakaian container ini adalah dengan memasukkan terlebih dahulu muatan seperti : motor, mesin, traktor, kemudian memasang tiang dan pilar container tersebut.

4. Reefer Container.

36

46

Reefer container adalah jenis container yang mempunyai atau dilengkapi dengan mesin pendingin yang dipergunakan khusus mengangkut muatan disingin (beku), misalnya : buah-buahan, daging mentah, ikan, udang, dan sebagainya. Mesin pendingin container ini dipasang pada bagian depan ujung container di maksud. Container ini selain dibuat dari besi, ada juga yang terbuat dari aluminium dari fiberglass , tetapi rangkanya tetap dari besi.

5. Tank Container

Tank container ini adalah jenis container yang berbentuk tangki, yang rangkanya tetap rangka container, dan biasanya dipergunakan untuk mengangkut muatanmuatan cair. Misalnya : Latex, minyak nilam, minyak kelapa sawit, minyak kelapa dan lain sebagainya.

6. Platform or Bolster

Definisi Platfrom atau Bloster adalah container yang hanya memiliki sisi dasar (lantai) saja.J enis container ini digunakan untuk membawa bara ng-barang yang berat dan tebal serta barang setengah jadi, seperti : barrel dan drum, mesin-mesin, crate, dan sebagainya. Bila diletakan digeladak atau di palka kapal container, mereka dapat digunakan untuk transportasi non-contanerizable cargo. 7 . Ventilated container

Ventilated container memiliki struktur tertutup sama seperti general purpose container, namun dilengkapi ventilasi yangdapat menjamin sirkulasi udara diruangan peti kemas. Kegunaannya adalah untuk mengangkut barang-barang

47

memiliki kandungan air tinggi. Tujua nnya adalah untuk mencegah proses pengembunan di dalam container selama proses pengangkutan.37

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Jo Undangp-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Aturan-aturan hukum tentang container dapat dilihat dari uraian berikut ini:

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

3. PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

4. PP Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan. 5. PP Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan.

6. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2002 tentang Penyelenggaraan dan Pengusahaan Bongkar Muat Barang dari dan ke kapal.38

Dokumen-Dokumen yang dipergunakan dalam pengoperasional container di dalam pengoperasian container pihak pemakai haruslah terlebih dahulu

37

Ibid

38

Amir MS, Hal Ikhwal Peti Kemas dan Dokumen Pengangkutan Gabungan, Balai Aksara, Jakarta, 1984, hal. 6.

48

mengurus dan mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan dalam pengoperasian container tersebut.

Adapun dokumen (Surat) yang dipergunakan di dalam pengoperasian container tersebut ialah dalam teorinya adalah sebagai berikut :

1. SI (Shipping Instruction).

Untuk dapat mempergunakan container (peti kemas) seorang shipper haruslah menyerahkan SI (perintah pengapalan) terlebih dahulu. Di dalam SI ini berfungsi sebagai bukti bahwa telah adanya keinginan dari seorang shipper untuk mengirimkan barangnya melalui perusahaan pelayaran tersebut.

2. DO (Delevery Order).

Perintah pelepasan container. Seorang shiper baru dapat mengambil container dari depot apabila shiper tersebut telah mempunyai delivery order yang diberikan perusahaan pelayaran. Dan juga DO ini baru dapat diberikan setelah shiper tersebut menyerahkan shipping instruction seperti yang dikemukakan di atas.

3. EIR (Equipment Interchange Receipt).

Merupakan dokumen sebagai hasil survey yang mencatat keterangan mengenai kondisi atau kerusakan pada bagian container pada waktu penyerahan dari satu lingkungan ke lingkungan kerja lainnya. Misalnya : Pada waktu pengambilan container dari depot dan juga pada waktu penyerahan pada CFS atau pihak pemakai (Shipper), selalu dibuatnya EIR-nya.

49

Pembuatan EIR pada waktu penerimaan atau penyerahan container merupakan keharusan, mengingat pada hadling atau penggunaan container dapat terjadi kerusakan tambahan atau meneliti di lingkungan mana kerusakan terjadi untuk dipertanggung jawabkan pada pihak yang bersangkutan.

Seperti : Jika container yang dimuat ke kapal dalam keadaan baik tetapi setelah diserahkan kepada pemiliknya rusak maka pihak kapal haruslah bertanggung jawab dalam hal perbaikan atau penggantian container tersebut.

4. Manifest Merupakan surat muatan barang. 39

Manifest ini berfungsi untuk menerangkan barang-barang yang dimuat di dalam container. Di dalam manifest ini haruslah tertera :

a. Sipper (pengirim),

b. Notify atau cosignee (penerima) c. Nama barang.

d. Jumlah barang.

Apabila dilihat dari prakteknya maka pada PT. Samudera Indonesia perihal pengadaan dokumen-dokumen tersebut khususnya dalam pelaksanaan pengangkutan barang di laut dengan menggunakan container maka dibutuhkan dokumen-dokumen tersebut sebagaimana diterangkan di atas ditambah copy bill of lading yaitu bukti adanya kontrak antara maskapai pelayaran dan pengirim/penerima.40 39 Ibid. hal 8 40 Ibid. hal 9

50

BAB IV

PELAKSANAAN PERJANJIAN KERJA DALAM PENYELENGGARAAN PENGANGKUTAN BARANG MELAUI LAUT DENGAN

MENGGUNAKAN CONTAINER DI PT. SAMUDERA INDONESIA

A. Prosedur Pelaksanaan Perjanjian Kerja Dalam

Penyelenggaraan Pengangkutan Barang Dengan Menggunakan Kapal

Container Melalui Laut

PT. Samudera Indonesia Tbk. Adalah sebuah perusahaan nasional yang bergerak di dalam bidang pengangkutantasi kargo dan pelayanan logistic yang telah berdiri sejak tahun 1964. Lebih dari 44 tahun PT. Samudera telah berkembang dan melebarkan bisnisnya mulai dari pelayaran sampai pengangkutan kargo yang melayani baik pelanggan nasional maupun internasional. Sejak tahun 1999, PT. Samudera telah terdaftar dalam Bursa Saham Indonesia. Untuk melayani para pelanggannya, PT. Samudera didukung oleh 23 anak perusahaan, 19 kantor cabang dan agen di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, dan 35 pelabuhan utama dikawasan Asia. PT. Samudera memiliki sekitar 2.200 karyawan.

PT. Samudera menghargai para pekerjanya sebagai sumber daya dan partner yang berharaga bagi perusahaan. Oleh karena itu, kami mengadakan proses perekrutan yang selektif, pelatihan yang menyeluruh dan

51

berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja staff yang berkualitas tinggi. Sebagai perusahaan yang berpengalaman cukup lama, PT. Samudera telah mengembangkan kompetensi yang kuat. Dengan begitu, PT. Samudera akan mempertahankan posisinya sebagai penyedia layanan pengangkutan yang terkemuka dan terpercaya.

Struktur organisasi yaitu ketentuan tertulis tentang pembagian tugas, kewajiban dan tanggung jawab serta pengaturan kerjasama dari masing-masing jabatan dalam suatu organisasi dengan maksud untuk melaksanakan tugas pokok.

Saat ini struktur organisasi PT. Samudera Indonesia Tbk. Cabang Medan terdiri dari : 1. Kepala Cabang 2. Bagian Administrasi 3. Supervisor 4. Manajer unit 5. Bagian marketing41

Deskripsi Jabatan PT. Samudera IndonesiaTbk. Cabang Medan.42 1. Kepala Cabang kepala cabang memiliki tugas sebagai berikut :

a. Mengawasi dan mengkoordinasi seluruh kegiatan yang dijalankan kantor cabang yang dipimpinnya sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan. b. Mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab kepada masing-masing

kepala koordinasi sesuai dengan bidangnya.

41

42

52

c. Menerima laporan dari setiap departemen tentang hasil yang telah dicapai oleh masing-masing koordinator.

2. Bagian Administrasi bertugas menyusun dan menetapkan pokok-pokok di dalam masalah pengeluaran keuangan, anggaran, kalkulasi, pembukuan serta kesejahteraan pegawai.

3. Tugas –tugas supervisor adalah sebagai berikut :

a. Memantau dan meningkatkan setiap kegiatan yang dilakukan di perusahaan dalam peningkatan kualitas jasa.

b. Memeriksa setiap hasil laporan kegiatan yang ada di perusaahaan.

c. Malaporkan hasil laporan kegiatan perusahaan kepada kepala cabang setiap bulannya.

4. Manajer unit

a. Kinerja utama: susutan,piutang,dan kepuasan pelanggan sesuai batas wewenang disamping kinerja unit lainnya.

b. Mensinergikan seluruh fungsi dan unsur unit dalam mengoptimalkan dan kemitraan untuk kinerja unit dan citra perusahaan.

c. Menjalin komunikasi dan hubungan kerja internal dan eksternal yang efektif serta mengembangkan dan memberdayakan seluruh potensi untuk meningkatkan kualitas jasa di perusahaan.

d. Melengkapi peraturan lebih lanjut, melaksanakan monitoring dan evaluasi, termasuk data pengaduan, sistem informasi, dan tingkat mutu pelayanan pada perusahaan.

53

e. Memberikan pengarahan dan apresiasi kepada para bawahannya dalam melakukan pelayanan dan penawaran produk jasa perusahaan.

5. Bagian marketing

a. Menjaga pelaksanaan operasional marketing agar sesuai ketentuan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.

b. Memenuhi target dalam mendukung percepatan pelayanan dari aspek hukum, administrasi dan dokumentasi termasuk di dalam memberikan masukan kepada kepala cabang, serta membuat strategi dan rancangan kerja marketing.

Aspek kegiatan perusahaan PT. Samudera Indonesia Tbk.Cabang Medan, antara lain:43

1. Pelayanan Pelayaran

Pelayanan pelayaran kami tersedia dalam bidang pengangkutantasi laut, termasuk pelayaran barang domestik dan kedaerahan, pelayaran angkut minyak, gas dan cairan, dan pengelolaan kapal. Selama sebelas tahun, perusahaan kami telah menjadi perusahaan penyedia layanan pelayaran di kawasan Asia. Melalui anak perusahaan kami di singapura yang telah terdaftar dalam Bursa Saham Singapura, yaitu PT. Samudera Shipping Line (SSL), kami menyediakan layanan yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan mulai dari kawasan Timur Tengah, India, Asia Tenggara, hingga Kawasan Timur Jauh. Belakangan ini, SSL pun melebarkan sayapnya dengan membuka kantor

43

Wawancara dengan Teguh Waluyo, selaku Human Capital PT. Samudera Indonesia, tanggal 5 Juni 2015.

54

cabang perwakilan di Dubai, Bangkok, Mumbai, Port Klang, Ho Chi Minh, Hongkong, dan Shanghai. Untuk memenuhi tuntutan sektor industri, perusahaan kami menyediakan layanan logistik utamanya untuk batu bara, gas, dan minyak. Muatan cairan seperti minyak dan bahan-bahan kimia diangkut dalam tabung khusus oleh kapal tanker. Kami juga berperan sebagai perantara yang mengantarkan muatan ke seluruh kawasan. Dengan pengalaman kami dalam hal layanan pelayaran, perusahaan kami menawarkan layanan pengelolaan kapal, termasuk layanan pekerja kapal dan konsultasi teknis. Belakangan ini, kami beroperasi dan mengurus sekitar 47 armada tabung, menyedikan layanan angkutan pelayaran ke lebih 100 pelabuhan. Dalam rangaka memberikan layanan yang terbaik, kami menerapkan system pelacakan muatan dan sebuah sistem yang mengatur jadwal pelayaran, pembayaran, dokumentasi, dan pemesanan angkutan. Untuk memenuhi standar internasional dan untuk kepuasaan pelanggan, kami melengkapi diri dengan sertifikat ISO.

2. Logistik

Dalam hal logistik, kami menyediakan pelayanan untuk berbagai jenis komoditi, industri, proyek, dan barang-barang pelanggan. Kami menawarkan layanan pengangkutantasi berbagai jenis dari rumah ke rumah yang dikelola oleh orang-orang berpengalaman dan system teknologi computer yang modern. Seiring dengan perkembangan sektor logistic global, kami mengembangkan sebuah bisnis baru bernama “ Operator Box” yang

55

menyediakan kontainer yang bisa dimiliki untuk kawasan Asia Pasifik. Untuk mendukung layanan logistik, kami menyediakan pelayanan stasiun container, pergudangan, dan jasa angkut truk. Stasiun container kami menyimpan lebih dari 32.500 buah TEU per harinya dan didukung oleh perusahaan penyewa kontainer terbesar. Kami memiliki dan mengoperasikan gudang penyimpan yang modern yang dilengkapi dengan sistem pengaturan yang temperaturnya diatur dan berlokasi di dekat pelabuhan. Layanan pengangkutantasi darat memiliki dan mengoperasikan armada truk dengan truk gandeng yang dapat mengangkut muatan berukuran biasa dan luar biasa, serta yang bermuatan ekstra besar. Untuk muatan industri dan proyek, kami pun menyediakan pengangkutantasi muatan berat, pengangkutan muatan industri dan barang-barang seperti mesin-mesin pabrik. Bisnis di bidang ini dikhususkan pada proyek berskala besar seperti pabrik, pembangkit listrik, dll. Kami memiliki dan mengoperasikan hampir semua jenis peralatan yang digunakan untuk pekerja berat untuk memastikan pelanggan mendapatkan pelayanan yang terbaik. Kami juga menyediakan jasa pengiriman via udara.

3. Agen dan Terminal

Agen pelayanan kami mewakili beberapa perusahaan pengiriman dunia seperti Hapag-Lloyd AG, Rickmers Line, perusahaan pengiriman Uni Emirat Arab, NYK-Hinode dan perusahaanPengangkutantasi Laut Korea. Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, kami memberikan pelayanan yang menyeluruh, termasuk penjualan dan jasa layanan,

56

pengelolaan pengangkutantasi, pengurusan muatan, dan operasi kargo. Dalam area pelayanan terminal, kami berperan sebagai operator terminal domestik di pelabuhan Tanjung Priok dan menyediakan pengelolaan terminal seperti : bongkar muat barang, penerimaan dan pengiriman kargo yang bermuatan dan tidak. Kami juga telah membangun dan mengoperasikan sebuah terminal serbaguna “Darmaga Serbaguna Nusantara” yang diperlengkapi dengan alat derek pelabuhan di area pelabuhan Tanjung Priok.

Terjadinya suatu perjanjian itu diawali adanya kesepakatan oleh kedua belah pihak. Pihak pengangkut / pelayaran (carrier) menawarkan jasanya untuk mengangkut barang dari pengirim (shipper) sampai kepada tujuan pengiriman sesuai dengan tujuan yang dikehendaki oleh pengirim (shipper), dan pihak pengirim (shipper) setuju akan service yang ditawarkan tersebut dan menyetujui sejumlah uang tambang yang telah di sepakati.

PT. Samudera Indonesia Tbk.Cabang Medan maka bentuk perjanjian pengangkutan laut dengan container yang dilaksanakan adalah berdasarkan kebiasaan yang dipakai dalam perjanjian pengangkutan laut pada umumnya. Hal ini juga berarti bahwa tidak ada penuangan perjanjian pengangkutan laut dengan container di laut yang dilakukan PT. Samudera Indonesia Tbk.Cabang Medan dalam bentuk suatu perjanjian hitam di atas putih, atau tidak ada klausula-klausula yang secara teratur terdiri dari apa Pasal yang secara jelas mengatur hubungan antara para pihak dalam perjanjian pengangkutan laut dengan container di laut.

57

Bahwa pada dasarnya bentuk perjanjian pengangkutan laut dengan Container di laut ini pada dasarnya dilakukan berdasarkan suatu kebiasaan.

Keadaan di atas dirasakan terbit karena pada dasarnya apabila dalam undang-undang tidak diatur mengenai kewajiban dan hak serta syarat-syarat yang dikehendaki oleh pihak-pihak yang tersangkut dalam perjanjian pengangkutan di laut ini, atau walaupun diatur tetapi dirasakan kurang sesuai dengan kehendak pihak-pihak, maka pihak-pihak mengikuti kebiasaan yang telah berlaku dalam praktek pengangkutan laut dengan container di laut. Perjanjian pengangkutan dengan container di laut yang mereka buat hanya menciptakan hubungan kewajiban dan hak sebagaimana ditentukan oleh kebiasaan, ini sejalan dengan sifat asas konsensual yang mendasari perjanjian pengangkutan khususnya pengangkutan dengan container di laut.

Perjanjian pengangkutan laut dengan container maka kebiasaan yang hidup adalah kebiasaan yang berderajat hukum keperdataan yaitu berupa perilaku atau perbuatan yang memenuhi ciri-ciri berikut ini :44

1. Tidak tertulis yang hidup dalam praktek pengangkutan, 2. Berisi kewajiban bagaimana seharusnya pihak-pihak berbuat, 3. Tidak bertentangan dengan undang-undang atau kepatutan, 4. Diterima oleh pihak-pihak karena adil dan masuk akal (logis), 5. Menuju kepada akibat hukum yang dikehendaki oleh pihak-pihak.

44

Wawancara dengan Teguh Waluyo, selaku Human Capital PT. Samudera Indonesia, tanggal 5 Juni 2015.

58

Kebiasaan yang berlaku dalam pengangkutan dengan container di laut antara lain adalah sebagai berikut:

1. Kebiasaan menentukan cara penawaran (offer) dan penerimaan (acceptance), sehingga terjadi perjanjian,

2. Kebiasaan menentukan bahwa jika tidak dibuat surat muatan, pemberitahuan pengirim atau nota pengiriman berfungsi sama dengan surat muatan,

3. Kebiasaan menentukan bahwa waktu keberangkatan sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu,

4. Kebiasaan yang berlaku ialah bahwa biaya pengangkutan dibayar lebih dahulu oleh pengirim. 45

Bentuk perjanjian pengangkutan dengan menggunakan Container di laut yang didasarkan pada kebiasaan pengangkutan di laut itu sendiri hanya dilandasi oleh surat muatan atau dikenal dalam istilah hukum dengan sebutan konosemen. Surat muatan angkutan laut atau disebut juga dengan konosemen ini di dalam Pasal 506 KUH Dagang dinyatakan bahwa konosemen adalah surat bertanggal dalam mana pengangkut menerangkan bahwa ia telah menerima barang tertentu untuk diangkut ke suatu tempat tujuan yang ditunjuk dan disana menyerahkannya kepada orang yang ditunjuk (penerima) disertai dengan janji-janji apa penyerahan akan terjadi. Berdasarkan ketentuan Pasal 504 KUHD konosemen diterbitkan oleh pengangkut atas permintaan pengirim. Tetapi menurut ketentuan Pasal 505 KUH

45

Wawancara dengan Teguh Waluyo, selaku Human Capital PT. Samudera Indonesia, tanggal 5 Juni 2015.

59

Dagang, nakhoda dibolehkan menerbitkan konosemen apabila ada barang yang harus diterima untuk diangkut, sedangkan pengangkut atau perwakilannya tidak ada di tempat itu. Dalam prakteknya di PT. Samudera Indonesia, Tbk Cabang Medan dalam pelaksanaan perjanjian pengangkutan laut dengan container ini juga dikenal istilah pemakaian surat muatan angkutan. Surat muatan yang dikeluarkan oleh PT. Samudera Indonesia, Tbk Cabang Medan mempunyai arti penting dalam pelaksanaan pengangkutan yang dibuatnya sebab surat muatan tersebut memiliki fungsi sebagai :46

1. Pelindung barang yang diangkut dengan kapal yang bersangkutan. Surat muatan merupakan persetujuan yang mengikat pihak PT. Samudera Indonesia, Tbk Cabang Medan, pengirim dan penerima, sehingga barang dilindungi dari perbuatan sewenang-wenang dan tidak bertanggung-jawab dari pihak pengangkut.

2. Surat bukti tanda terima barang di atas kapal. Dengan adanya surat muatan pihak PT. Samudera Indonesia, Tbk Cabang Medan mengakui bahwa ia telah menerima barang dari pengirim untuk diangkut dengan kapal yang bersangkutan.

3. Tanda bukti milik atas barang. Dengan memiliki surat muatan berarti sekaligus memiliki barang yang tersebut di dalamnya.

46

Wawancara dengan Teguh Waluyo, selaku Human Capital PT. Samudera Indonesia, tanggal 5 Juni 2015.

60

4. Kuitansi pembayaran biaya pengangkutan. Dalam surat muatan dinyatakan bahwa biaya pengangkutan dibayar lebih dahulu di pelabuhan pemuatan oleh pengirim atau dibayar kemudian di pelabuhan tujuan.

5. Kontrak atau

persyaratan pengangkutan.Surat muatan adalah bukti perjanjian pengangkutan yang memuat syarat-syarat perjanjian.

Pelaksanaan pengangkutan laut dengan container yang dilaksanakan mereka dilandasi dengan surat muatan dimana di dalamnya diatur tentang:

1. Tanggal pengangkutan 2. Pembayaran

3. Jenis muatan 4. Nama pengirim

B. Peran container dalam Penyelenggaraan Pengangkutan Barang

Melalui Laut

Pengangkutan pada pokoknya berisikan perpindahan tempat, baik mengenai benda-benda, maupun mengenai orang-orang, karena perpindahan itu mutlak diperlukan untuk mencapai dan meninggikan manfaat serta efisiensi. Dengan pesat kemajuannya diperluaslah pengangkutan benda-benda atau orang-orang itu, tidak saja di darat, melainkan juga menyebrang di samudra dan di udara.

61

Pemerintah pada umumnya memandang bahwa bidang pengangkutani adalah sangat vital untuk kepentingan negara baik dari sudut perekonomian maupun dari sudut-sudut sosial, politik, pemerintahan, pertahanan-keamanan dan sebagainya. Karena itu pemerintah berpendapat bahwa bidang pengangkutan ini perlu mendapat perhatian dan bantuan, bahkan sering kali pula berpandangan

Dokumen terkait