• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

1. Dalam hal pembuatan Visum et Repertum, seharusnya dilakukan oleh dokter forensik bukanlah dokter umum karena dokter umum di dalam KUHAP hanya disebut sebagai keterangan saja bukanlah keterangan ahli.

Namun, dokter umum yang selama pendidikannya sudah mempelajari forensik klinik dan patologi forensik serta telah mengucapkan sumpah jabatan setelah menyelesaikan pendidikannya, maka dokter tersebut berwewenang untuk memberikan pelayanan forensik dan juga apabila tidak ada dokter forensik di tempat perkara.

2. Di dalam memeriksa hasil Visum et Repertum, sebaiknya dokter memeriksa dengan teliti mengenai luka-luka yang ada di tubuh korban juga dalam menerbitkan hasil Visum, dokter sebaiknya memeriksa Kembali mengenai apa yang telah diperiksanya.

3. Meskipun di dalam KUHAP tidak ada keharusan bagi penyidik untuk mengajukan permintaan Visum et Repertum kepada ahli kedokteran kehakiman ataupun dokter (ahli) lainnya, akan tetapi untuk kepentingan pemeriksaan perkara serta agar lebih jelas perkaranya sedapat mungkin, bilamana ada permintaan yang diajukan kepada dokter bukan ahli maka permintaan tersebut patut diterima.

DAFTAR PUSTAKA A. Buku

Abdul Mun’im Idris, Kedokteran Forensik, Edisi Pertama, Binarupa Aksara, 2007 Adami Chazawi, Kejahatan Terhadap Tubuh Manusia, Jakarta: PT Raja Grafindo

Persada, 2001

Adami Chazawi, Pelajaran Hukum Pidana Bagian I, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002

Andi Hamzah, Asas-asas Hukum Pidana, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010

Bambang Sunggono, Metode Penelitian Hukum, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002

Bustoro Aly, Kitab Undang No. 8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Jakarta, 2012

Dr. Abdul Munim Idries, SpF dan Dr. Agung Legowo Tjiptomartono, Penerapan Ilmu Kedokteran Forensik Dalam Proses Penyidikan, Sagung Seto, Jakarta, 2011

Eko Prasetyo, Perempuan Dalam Wacana Perkosaan, Edisi Pertama, PKBI Yogyakarta, 1997

H.M.Hasan Basri Saanin Dt, Tan Pariaman, Psikiater dan Pengadilan Psikiatri Forensik Indonesia, Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983

Kuffal, Penerapan KUHAP Dalam Praktik Hukum, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, 2004

Lamintang dan Theo Lamintang, Delik-delik Khusus Kejahatan Terhadap Nyawa dan Kesehatan, Sinar Grafika, Jakarta, 2012

Lamintang, Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2013

M. Yahya Harahap, Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP Edisi Kedua, Jakarta, 2008

M.Sudradjat Bassar, Tindak-tindak Pidana tertentu di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, (Bandung: Remadja Karya, 1984

Mangiliwati Winardi dan Tri Wahyuni, Kedudukan Visum Et Repertum Sebagai Alat Bukti Surat, Dusun Sukosewu, Vol. 3 No. 1, 2015

Martiman Prodjohamidjojo, Penerapan Pembuktian Terbalik Dalam Delik Korupsi (UU No. 31 Tahun 1999), CV Mandar Maju, Bandung, 2001 Moeljatno, Asas-asas Hukum Pidana, Jakarta: Bina Aksara,1985

Moeljatno, Perbuatan Pidana dan Pertanggung Jawab Pidana, (Pidato Dies Natalis Universitas Gadjah Mada VI Yogyakarta, 1955), dalam K.Wantjik Sale, 1983, Tindak Pidana Korupsi dan Suap, Jakarta: Ghalia Indonesia,1955 Mun’im Idries, Pedoman Praktis Ilmu Kedokteran Forensik, Sagung Seto, Jakarta,

2009

Njowito Hamdani, Ilmu Kedokteran Kehakiman, Gramedia Pustaka Tama, 1992 P.A.F Lamintang, Dasar-dasar Hukum Pidana Indonesia

Pol. Drs. Suharto dan Jonaedi Efendi, Panduan Praktis Bila Menghadapi Perkara Pidana Cet I, PT. Prestasi Pustakarya, Jakarta, 2010

R. Atang Ranoemihardja, Ilmu Kedokteran Kehakiman (Forensic Science), Bandung: Tarsito, Edisi Kedua 1983

R. Soeparmono, SH., Keterangan Ahli dan Visum Et Repertum Dalam Aspek Hukum Acara Pidana

Roeslan Saleh, Perbuatan Pidana dan Pertanggung Jawab Pidana Dua Pengertian Dasar Dalam Hukum Pidana, Jakarta: Aksara Baru, 1981

Satochid Kartanegara, Hukum Pidana Kumpulan Kuliah, Bagian Satu, (t,t.:Balai Lektur Mahasiswa,t.th.)

Satochid Kertanegara, Hukum Pidana II Delik-delik Tertentu. Balai Lektur Mahasiswa

Setyo Trisnadi, Ruang Lingkup Visum et Repertum Sebagai Alat Bukti Pada Peristiwa Pidana Yang Mengenai Tubuh Manusia di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, (Sains Medika, Vol. 5, No. 2, Juli-Desember 2013) Soedirjo, Jaksa dan Hakim Dalam Proses Pembuktian, CV Akademika Pressindo,

Jakarta, 1985

Soedjatmiko, H.M,. Ilmu Kedokteran Forensik, Fakultas Kedokteran UNIBRAW, Malang, Malang, 2001

Soerjono Soekanto, Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Rajawali Press, Jakarta, 2010

Tampil Ashari Siregar, Metodologi Penelitian Hukum Penulisan Skripsi, Pustaka Bangsa Press, Medan, 2006

Tresna, Asas-asas Hukum Pidana, Jakarta: Tiara Limited,1959

Waluyadi, Ilmu Kedokteran Kehakiman Dalam Perspektif Keadilan dan Aspek Hukum Praktik Kedokteran, Djambatan, Jakarta, 2005

Wirjono Prodjodikoro, Asas-asas Hukum Pidana di Indonesia, Bandung: Eresco, 1986

Wirjono Prodjodikoro. Tindak-tindak Pidana Tertentu di Indonesia. PT Eresco.

Jakarta, 1980

Zainuddin Ali, Metode Penelitian Hukum, Sinar Grafika, Jakarta, 2009 B. Peraturan Perundang-Undangan

Kitab Undang- Undang Hukum Pidana Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2015 Tentang Pedoman Pemeriksaan Kesehatan Jiwa untuk Kepentingan Penegakan Hukum

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1993/K.dj/U/1970 Tentang Perawatan Penderita Penyakit Jiwa

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nmor 4 Tahun 2006 Tentang Penyelenggaraan dan Kerjasama Pemulihan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

C. Internet/Majalah, Jurnal

Andi Zainal Abidin, Tanggapan Terhadap Buku I Bab I sampai dengan Bab II Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, makalah dalam jurnal Legislasi Indonesia Vol. 2 No. 1 Maret, (Jakarta: Dirjen Peraturan Perundang-undangan Depkumham RI, 2005

Bripka Citra Abdi Purba, S.H., Sat Reskrim Tindak Pidana Tertentu Unit 4 Resor Deli Serdang, Wawancara Pribadi, Kamis, 03 Juni dan 09 Juni 2021 pukul 11.00 WIB dan pukul 14.00 WIB

Dokter Veronika Brahmana, di Rumah Sakit Deli Serdang, Wawancara Pribadi, Senin, 07 Juni 2021, Pukul 11.45 WIB

https://sipp.menpan.go.id/pelayanan-publik/nusa-tenggara-barat/pembuatan-visum-et-repertum

https://www.gresnews.com/berita/hukum/113760-biaya-visum--harus-jadi-tanggungan-negara-/

https://www.kompas.com/tren/read/2021/04/17/134000765/ramai-penganiayaan-perawat-di-rs-siloam-sriwijaya-ini-kronologi-dan?page=all, diakses tanggal 16 Maret 2021 pukul 19.00 WIB

Juber Ronson Simanjuntak, Penyidik Pembantu Kepolisian Resor Deli Serdang, Wawancara Pribadi, Sabtu, 29 Mei 2021, pukul 10.00 WIB.

Juber Ronson Simanjuntak, Penyidik Pembantu Kepolisian Resor Deli Serdang, Wawancara Pribadi, Selasa, 01 Juni 2021 pukul 13.00 WIB

Redaksi Bhafana Publishing, Kuhp Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Perpustakaan Nasional, 2009

Dokumen terkait