• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

1) Diharapkan kepada masyarakat agar tetap memberikan teguran meskipun tidak ada hubungan keluarga, sebagaimana masyarakat harus tetap menunjukan sikap penegasan bahwasanya perilaku seksual yang menyimpang tersebut melanggar norma-norma yang ada.

2) Diharapkan kepada orang tua agar selalu mengontrol pola pergaulan anaknya meskipun dalam kondisi jarak yang jauh.

3) Diharapkan kepada pemilik sanggar agar tetap memberikan peran tarian yang sesuai dengan gendernya, serta menegur apabila penari melampaui batas kewajaran dalam bertingkah laku.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU

Adrianto, B. (2006). Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap

Pembangunan Prasarana Dasar Pemukiman Yang Bertumpu Pada Masyarakat di Kota Magelang. Tesis. Semarang. Universitas Semarang.

Afrizal. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Depok : PT Raa Grafindo Persada.

Boeree, George. 2006. Dasar-Dasar Psikologi. Jogjakarta : AR-RUZZ MEDIA.

Bungin, B. (2011). Metodologi Penelitian kuantitatif ; Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Ermansyah.(2015). Diktat Antropologi.

Frankl, V. E. (2006), Logoterapi, Terapi Psikologi Melalui Pemaknaan Eksistensi, Alih Bahasa oleh M Murtadlo, Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Indra, S., Sawariyanto, Sujoko, Rahman, M. 2003. Hikayat Kaum Pentol Korek. Majalah Gatra ; 34-35

Irwanto. (2002). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Prenhalindo

Jalaluddin Rakhmat. 2008.psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset. cet 26.

Moleong, L. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Nasrullah Nazsir. 2009. Teori-Teori Sosiologi. Cet.2. Bandung: Widya Padjadjaran.

Oetomo, D. 2001. Homoseksual di Indonesia Staf Pengajar. FISIP Universitas Airlangga. http:staff.ui.ac.id/internal/.

Peradantha, I.B.S. 2011. Revitalisasi dan Inovasi Dramatari Arja : Sebuah Harapan Baru. Institut Seni Indonesia. Denpasar.

Rukminto, Isbandi. 1994 . Psikologi, Pekeraan Sosial dan Kesejahteraan Sosial. Jakarta : PT Raa Grafindo Persada.

Sarwono, S. 1994. Psikologi Remaja. Jakarta PT. Raja Grafindo Persada.

Siagian, M. (2011). Metode Penelitian Sosial. Medan. PT Grasindo Manorotama.

Sinyo. 2014. Anakku Bertanya Tentang LGBT, Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.

Soetomo. 2008. Masalah Sosial dan Upaya Pemecahan nya. Yogyakarta : PUSTAKA PELAJAR.

Sulfida. 2016. Eksistensi Yayasan An-Nissa’ Centre Dalam Pemberdayaan Perempuan Di Wilayah Kabupaten Aceh Besar. Fakultas Dakwah Dan Komunikasi. Universitas Islam Negri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh.

Widyastuti, Yeni. 2014. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Zainal Abidin, Filsafat Manusia: Memahami Manusia melalui Filsafat, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), h. 33.

JURNAL

Agustiningsih, Glorya. 2018. Peran Terpaan Sosial Media Dalam Perubahan Persepsi Khalayak Kaum Homoseksual. Jakarta : Institut Bisnis Dan Informatika Kwik Kian Gie.

Lestari, Gesti . 2012. Fenomena Homoseksual di Yogyakarta. Yogyakarta.

Univrsitas Negeri Yogyakarta.

Pranata, Tommy Dwi. 2015. Perilaku dan Realitas Kehidupan Sosial Gay di Kota Samarinda.Samarinda : Universitas Mulawarman.

Wijaya, Windy. 2018. Persepsi Masyarakat Lokal Terhadap Peran Komunitas LGBT dalam Mendukung Pariwisata di Bali Studi Kasus di Kelurahan Seminyak, Kuta. Denpasar : Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International Denpasar.

Zulkarnain. 2018. Interaksi Simbolik Kaum Gay Studi Kasus pada Komunitas Cowok Medan. Medan. Universitas Sumatera Utara.

INTERNET

Arjuna. 2011. Homoseksual Lesbian Gay Biseksual dan Transgender. Dapat diakses di http :/jakarjuna.blogspot.com

Kania, Dinar Dewi. 2013. Peneliti INSITSS dan Direktur The Center For Gender Studies (CGS). Dapat dilihat di http ://Thisgender.com. Diakses 6 Agustus 2013.

2. PEDOMAN WAWANCARA

1. Eksistensi Kaum Gay di Komunitas Tari 1. Aktivitas di komunitas tari.

2. Interaksi masyarakat dengan komunitas tari.

3. Gestur masyarakat pada komunitas tari.

No Sumber Data : Aspek Wawancara :

1. Latar Belakang 1. Persepsi positif masyarakat

terhadap eksistensi kaum gay di komunitas tari.

2. Persepsi negatif masyarakat terhadap eksistensi kaum gay di komunitas tari.

2. Aspek Kehidupan 1. Kehidupan subjek dilihat dari

aspek sosial.

2. Kehidupan subjek dilihat dari aspek psikologis

3. Kehidupan subjek dilihat dari aspek fisik.

4. Kehidupan dilihat dari aspek agama.

1. Kriteria Umum Informan Utama (Ibu Penjual makanan di Sekitar Sanggar Tari)

1. Apa pendapat ibu tentang kaum gay/penyuka sesama jenis ? 2. Bagaimana ciri-ciri kaum gay menurut Ibu ?

3. Bagaimana pandangan Ibu tentang penari ?

4. Bagaimana pandangan Ibu dengan keberadaan kaum gay di sanggar tari itu ?

5. Bagaimana gaya dan penampilan nya?

6. Dimana saja mereka berkumpul sebelum show ?

7. Kapan saja Ibu melihat/berinteraksi dengan para penari itu ? 8. Sudah berapa lama Ibu berualan disekitar sini ?

9. Bagaimana sikap Ibu ketika mereka memebeli makanan disini ? 10. Berapa kali biasanya para penari itu berkumpul disanggar ? 11. Berapa orang biasanya yang ikut bergabung disanggar tari itu ?

12. Apakah menurut Ibu semua penari yang ada disanggar itu semuanya gay ? 13. Apa alasan Ibu mengatakan bahwa mereka itu gay ?

14. Apa alasan Ibu mengatakan bahwa mereka ada juga yang normal ? 15. Bagaimana biasanya sikap mereka ketika membeli makanan disini ? 16. Apakah menurut Ibu laki-laki yang menari itu dilarang agama ? 17. Pernahkah Ibu menanyakan alasan mengapa mereka menjadi gay ? 18. Apakah Ibu pernah masuk kedalam sanggar tari itu ?

disini ?

2. Kriteria Umum Informan Kunci (Kepala Lingkungan dan Pimpinan Komunitas Tari disanggar MCDC Indonesia).

2.1 Identitas Informan Kunci

1. Nama :

2. Umur :

3. Tempat/Tgl Lahir :

4. Jenis Kelamin :

5. Agama :

6. Alamat :

7. Pendidikan Terakhir :

8. Pekerjaan :

2.2 Daftar Pertanyaan

1. Kapan sanggar tari ini mulai berdiri ?

2. Bagaimana pandangan Bapak tentang sanggar tari ini ?

3. Bagaimana pandangan Bapak tentang penari gay yang ada disanggar ini ? 4. Bagaimana pandangan masyarakat dengan adanya sanggar tari disini ? 5. Apa yang menyebabkan penari itu menjadi gay ?

6. Apa bentuk penolakan dari masyarakat yang sering didapatkan disanggar tari ini ?

7. Apakah keberadaan kaum gay disini dapat menganggu kenyamanan penduduk ?

8. Menurut Bapak apakah kaum gay itu menular ? 9. Bagaimana menjadi seorang penari yang seharusnya ? 10. Apakah Bapak pernah menasehati/menegur para penari ?

3.1 Identitas Informan Tambahan

1. Nama :

2. Umur :

3. Tempat/Tgl Lahir :

4. Jenis Kelamin :

5. Agama :

6. Alamat :

7. Pendidikan Terakhir :

8. Pekerjaan :

3.2 Daftar Pertanyaan

1. Bagaimana pandangan anda tentang keberadaan kaum gay disanggar tari ini ?

2. Apakah anda merasa terganggu dengan keberadaan kaum gay disanggar tari ini ?

3. Dari mana penari itu berasal ?

4. Kapan mereka berkumpul disanggar ? 5. Dimana mereka biasa show ?

6. Bagaimana mereka bersosialisasi dengan masyarakat setempat ? 7. Bagaimana latar belakang penari kaum gay disaggar tari itu ? 8. Menurut anda mengapa mereka menjadi gay ?

9. Apakah orang tua mereka mengetahui kalau mereka gay ?

10. Menurut anda apakah menjadi seorang penari harus menjadi gay ?

Dokumen terkait