• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan beberapa saran antara lain:

1. Dilakukan penyuluhan kesehatan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman untuk memberikan beberapa Informasi dan edukasi seputar hipertensi, cara mengendalikannya dan terapi yang tepat untuk mencegah dan mengobati hipertensi.

2. Untuk penelitian selanjutnya perlu dilakukan pengukuran tekanan darah lebih dari sekali pada kesempatan yang berbeda untuk memastikan apakah hasil pengukuran tersebut benar-benar bisa membuktikan bahwa responden memiliki tekanan darah tinggi atau tidak.

66

DAFTAR PUSTAKA

Agung, I., 2006, Statistika Penerapan Model Rerata Sel Multivariat dan Model Ekonometri dengan SPSS, Jakarta, hal. 83.

Bellary, S., Krishnankutty, B., and Latha, M.S., 2014, Basics of Case Report Form Designing in Clinical Research, Perspect Clin Res, 5 (4), 159.

Budiarto, E., 2002, Biostatistika, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, hal. 17.

Chobanian, A,V., 2004, The Sevent Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure, US Department of Health and Human Services, National High Blood Pressure Educatin Program.

Dahlan, M,S., 2014, Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan, Deskriptif, Bivariat, dan Multivariat Dilengkapi Aplikasi dengan Menggunakan SPSS, Edisi 6, Salemba Medika, Jakarta, hal. 55.

Dahlan, M,S., 2013, Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Edisi 3, Salemba Medika, Jakarta, hal. 41.

Danon-Hersch, N., Marques-Vidal, P., Bovet, P., Chiolero, A., Paccaud, F., Pecoud, A., et al, 2009, Prevalence, Awareness, Treatment, and Control of High Blood Pressure in a Swiss City Gneneral Population: The Colaus Study. European Journal of Cardiovascular Prevention and Rehabillitation, 16 (1), 66. Departemen Kesehatan RI, 2006, Pedoman Teknis Penemuan Dan Tatalaksana

Penyakit Hipertensi, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, hal. 13.

Departemen Kesehatan RI, 2009, Hipertensi Faktor Risiko Utama Penyakit Kardiovaskular, Departemen Kesehatan RI,

www.depkes.go.id/article/view/157/hipertensi-faktor-risiko-utama-penyakit-kardiovaskular.html, diakses tanggal 16 April 2015.

Departemen Kesehatan RI, 2010, Hipertensi Penyebab Kematian Nomor Tiga, Departemen Kesehatan RI, www.depkes.go.id/article/view/810/hipertensi-penyebab-kematian-nomor-tiga.html, diakses tanggal 16 April 2015.

Departemen Kesehatan RI, 2012, Masalah Hipertensi di Indonesia, Departemen Kesehatan RI, www.depkes.go.id/article/view/1909masalah-hipertensi-di-indonesia.html, diakses tanggal 16 April 2015.

Departemen Kesehatan RI, 2013, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS 2013), Departemen Kesehatan RI, Jakarta, hal. 122.

Departemen Kesehatan RI, 2014, Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, Departemen Kesehatan RI, Jakarta, hal. 1.

Departemen Kesehatan RI, 2006, Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hipertensi, Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik, 616.132 Ind P, Jakarta. Departemen Kesehatan RI, 2006, Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana

Penyakit Hipertensi, Jakarta, hal. 13.

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa DIY, 2013, Profil Kesehatan Daerah Istimewa DIY, Sistem Informasi Kesehatan DIY, DIY.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, 2012, http://dinkes.slemankab.go.id, diakses tanggal 23 Maret 2016.

DiPiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.C., Wells, B.G., and Posey, L.M., 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, Sixth Edition, The McGraw-Hill Companies, Inc., United States, 186.

Gu, D., Reynolds, K., Wu, X., Chen, J., Duan, X., Muntner, P., et al, 2002, Prevalence, Awareness, Treatment, and Control of Hypertension in China, American Heart Association, Inc., 920-927.

Isfandari, S., 2015, Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dan Distress Emosional Sebagai Kontributor Hipertensi Perempuan Indinesia: Tinjauan Perspektif Jender, Bul Penelit Kesehatan,43 (1), hal. 56,57,60.

Janus, E. D., Bunker, S. J., Kilkkinen, A., Namara, K. Mc., Philpot, B., Tideman, P., et al., 2008, Prevalence, Detection and Drug Treatment of Hypertension in A Rural Australian Population: The Gender Green Triangle Risk Factor Study 2004-2006, Internal Medicine Journal, 883.

Kennedy, L., 2009, Problem Solving in Hypertension, Atlas Medical Publishing, UK, 2-3.

Kiau, H.B., Kaur, J., Nainu, B.M., Omar, M.A., Saleh, M., Keong, Y.W., et al., 2013, Prevalence, awareness, treatment and control of Hypertension among the elderly: the 2006 National Health and Morbidity Survey III in Malaysia, Med J Malaysia, 68(4), 332-333.

Last, J.M., 2001, A Dictionary of Epidemiology, Oxford: Oxford University Press. Malekzadeh, M., Etemadi, A., Kamangar, F., Khademi, H., Golozar, A., Islami, F., et al., 2013, Prevalence, awareness and risk factors of hypertension in a large cohort of Iranian adult population, J Hypertens, 31 (7), 1364-1371.

Mancia, G., Fagard, R., Narkiewicz, K., Redon, J., Zanchetti, A., Bohm, M., et al., 2013, The Task Force for The Management of Arterial Hypertension of The European Society of Hypertension (ESH) and of the European Society of Cardiology (ESC), J Hypertens, 1286.

MHRA, 2013, Blood Pressure Measurement Devices, Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency, 5.

Nurudin, M., Mara, M,M., dan Kusanandar, D., 2014, Ukuran Sampel dan Distribusi Sampling dari Beberapa Variabel Random Kontinu, Buletin Ilmiah Mat. Stat dan Terapannya (Bimaster), 03 (1), hal. 1-6.

Nwankwo, T., Yoon, S. S., Burt, V., and Gu, Q., 2013, Hypertension Among Adults in the United States: National Health and Nutrition Examination Survey 2011-2012, NCHS Data Brief, No. 133, US, 2-5.

Ostchega, Y., Yoon, S.S., Hughes, J., Louis, T., and Division of Health and Nutrition Examination Surveys, 2008, Hypertension Awareness, Treatment, and Control-Continued Disparaties in Adult: United States 2005-2006, US Department Of Health And Human Services, NCHS, 1-15.

Panesar, S., Chaturvedi, S., Saini, N.K., Avasthi, R., Quadri, S. S., Singh, A., 2013, Current status of the ‘rule of halves’ of hypertension: a survey among the residents of slum resettlement colony from east Delhi, healthline pISSN 2239-337X337X/eISSN2320-1525, 4, 71.

Pereira, M., Lunet, N., Azevedo, A., and Barros, H., 2009, Differences in prevalence, awareness, treatment and control of hypertension between developing and develop countries, Journal of Hypertension, 27 (5), 972. Perhimpunan Hipertensi Indonesia dan Direktorat Penyakit Tidak Menular

KEMENKES R. I., 2012, Referensi Populer Untuk Masyarakat Umum: Kenalilah Tekanan Darah Anda, Jakarta, Pusat Promosi Kesehatan, hal. 21-24.

Purnama, D,S., dan Prihartono, N,A., 2013, Prevalensi Hipertensi dan Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat Tahun 2013, Jakarta, Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Rahajeng, E., dan Tuminah, S., 2009, Prevalensi Hipertensi dan Determinannya di Indonesia, Maj Kedokt Indon, Volum: 59, Jakarta, hal. 581.

Saeed, Abdallah, A., Al-Hamdan, N., Bahnassy, A., Abdalla, A., Abbas, Mostafa, A., and Abuzaid, L., 2011, Prevalence, Awareness, Treatment, and Control of Hypertension among Saudi Adult Population: A National Survey, International Journal of Hypertension, 2011, 1-8.

Singh, R.B., Suh, I.L., Singh, V.P., Chaithiraphan, S., Laothavorn, P., Sy, R.G., 2000, Hypertension and stroke in Asia: prevalence, control and straegis in developing coutries for prevention, India, Journal of Human Hypertension, 14, 753

Soetiarto, F., Roselinda., dan Suhardi, 2010, Hubungan Diabetes Melitus dengan Obesitas Berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang Data Riskesdas 2007, Buletin Penelitian Kesehatan (Online), Vol. 38, No. 1, hal. 36-42.

Sustrani, L., Alam, S., dan Hadibroto, I., 2006, Hipertensi, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sutedjo, 2006, Profil Hipertensi pada Populasi Monica, Hasil Penelitian Monica-Jakarta III”, Monica-Jakarta: Filed Under Riset Epidemiologi.

Thawomchaisit, P., Looze, F., Reid, M. C., Seubsman, S., Sleigh, A., and, Thai Cohort Study Team., 2013, Health-Risk Factors and the Prevalence of Hypertension: Cross-Sectional Findings from a National Cohort of 87 143 Thai Open University Students, Global Journal of Health Science; 5 (4), 127. Umar, H., 2002, Metode Riset Bisnis, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal.

P. 150.

Wahyuni, I. K., 2013, Faktor Risiko Penyakit Hipertensi Pada Laki-Laki di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangrejo Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun, Skripsi, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Ponorogo.

Wang, H., Zhang, X., Zhang, J., He, Q., Hu, R., Wang, L., et al., 2013, Factors Associated with Prevalence, Awareness, Treatment adn Control of Hypertension Among Adults in Southern China: A Community-Based, Cross-Sectional Survey, PLOS ONE, 8, 4-7.

Weber, M.A., Schiffrin, E.L., White, W.B., Mann, S., Lindholm, L.H., and Kenerson, J.G., 2014, Clinical Practice Guidelines for the Management of Hypertension in the Community: A Statement by the American Society of Hypertension and the International Society of Hypertension, The Journal of Clinical Hypertension (16)1, 15.

Sofia, M., 2014, Hipertensi Menduduki Penyebab Kematian Pertama di Indonesia,

www.inash.or.id/news_detail.html, diakses tanggal 5 Desember 2015. Yeni, Y., Djannah, S.N., dan Solikhah, 2010, Faktor-Faktor Yang Berhubungan

Dengan Kejadian Hipertensi Pada Wanita Usia Subur di Puskesmas Umbulharjo I DIY Tahun 2009, KESMAS, Vol. 4, No.2, hal. 95, 100. Zuraidah, Maksuk, dan Apriliadi, N., 2012, Analisis Faktor Risiko Penyakit

Hipertensi Pada Masyarakat di Kecamatan Kemuning Kota Palembang Tahun 2012, Palembang, hal. 4-5.

LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Izin Penelitian

Lampiran 3. Infrom Consent

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK

Kami dari tim peneliti yang diketuai oleh Nonitha Viana Susilo dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma akan melakukan penelitian yang berjudul “Prevalensi, Kesadaran, Terapi, dan Pengendalian Responden Hipertensi di Kecamatan Kalasan” (Kajian Faktor Risiko Kesehatan dan Sosiodemografi)”. Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Melakukan evaluasi berdasarkan tingkat prevalensihipertensi, kesadaran responden terhadap hipertensi, terapi hipertensi, dan pengendalian tekanan darah yang terjadi.

2. Melakukan evaluasi terhadap pengaruh umur dan 8 faktor (BMI, jenis kelamin, olahraga, diet, merokok, pekerjaan, penghasilan, dan pendidikan) terhadap prevalensi, kesadaran, terapi hipertensi dan pengendalian tekanan darah responden.

Tim peneliti mengajak bapak/ibu/saudara(i) untuk ikut serta dalam penelitian ini. Penelitian ini membutuhkan sekitar 800 responden penelitian. waktu penelitian diperkirakan 30 menit untuk masing-masing responden.

A. Keikutsertaan untuk Ikut Penelitian

Responden penelitian dibebaskan untuk memilih keikutsertaan dalam penelitian ini tanpa ada paksaan. Bila responden penelitian sudah memutuskan untuk ikut, maka responden penelitian juga bebas untuk mengundurkan diri/berubah pikiran setiap saat tanpa dikenai denda atau sanksi apapun.

B. Prosedur Penelitian

Apabil responden penelitian bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini, responden penelitian diminta menandatangani lembar persetujuan ini. Prosedur selanjutnya adalah:

1. Responden penelitian akan diwawancarai oleh tim peneliti. Setiap dukuh terdiri dari dua tim peneliti untuk menanyakan: Nama, alamat, usia, jenis kelamin, riwayat pengobatan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kebiasaan minum alkohol, pengaturan pola makan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan (berdasarkan CRF yang sudah disediakan).

2. Responden penelitian akan diukur berat badan, tinggi badan dan tekanan darahnya oleh tim peneliti.

C. Kewajiban Subyek Penelitian

Sebagai subyek penelitian berkewajiban mengikuti aturan atau petunjuk penelitian seperti yang tertulis diatas. Bila ada yang belum jelas, responden penelitian bisa bertanya lebih lanjut kepada tim peneliti.

D. Manfaat

Keuntungan langsung yang responden penelitian dapatkan adalah:

1. Responden penelitian mendapatkan pemeiksaan tekanan darah secara grartis.

2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan Informasi mengenai faktor risiko kesehatan terhadap responden hipertensi sehingga dapat mencegah prevalensi hipertensi meningkat dan tekanan darah responden hipertensi dapat terkontrol.

3. Data yang didapatkan diharapkan dapat memberikan Informasi mengenai tekanan darah responden sehingga responden dapat melakukan tindak lanjut yang harus dilakukan dengan mengetahui tekanan darahnya, serta dapat memberikan Informasi terkait faktor risiko kesehatan dan sosio-demografi terhadap responden di Kecamatan Kalasan. Pengukuran tekanan darah yang dilakukan diharapkan mampu memberikan gambaran mengani faktor risiko hipertensi.

E. Kerahasiaan

Semua Informasi yang berkaitan dengan identitas responden penelitian akan dirahasiakan dan hanya akan diketahui oleh peneliti.

F. Informasi Tambahan

Bapak/ibu/saudara(i) responden penelitian diberi kesempatan untuk menanyakan semua hal yang belum jelas sehubungan dengan penelitian ini. Bila sewaktu-waktu membutuhkan penjelasan lebih lanjut, Bapak/ Ibu/ saudara(i) dapat menghubungi Nonitha Viana Susilo pada 085713535980. Bapak/ ibu/ saudara(i) juga dapat menanyakan tentang penelitian kepada Komite Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM (Telp. 9017225 dari lingkungan UGM) atau 0274-7134955 dari luar, atau e-mail: [email protected].

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK

Kami dari tim peneliti yang diketuai oleh Nonitha Viana Susilo dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma akan melakukan penelitian yang berjudul “Prevalensi, Kesadaran, Terapi, dan Pengendalian Responden Hipertensi di Kecamatan Kalasan” (Kajian Faktor Risiko Kesehatan dan Sosiodemografi)”. Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Melakukan evaluasi berdasarkan tingkat prevalensihipertensi, kesadaran responden terhadap hipertensi, terapi hipertensi, dan pengendalian tekanan darah yang terjadi.

2. Melakukan evaluasi terhadap pengaruh umur dan 8 faktor (BMI, jenis kelamin, olahraga, diet, merokok, pekerjaan, penghasilan, dan pendidikan) terhadap prevalensi, kesadaran, terapi hipertensi dan pengendalian tekanan darah responden.

Tim peneliti mengajak bapak/ibu/saudara(i) untuk ikut serta dalam penelitian ini. Penelitian ini membutuhkan sekitar 800 responden penelitian dengan jangka waktu keikutsertaan masing-masing subjek sekitar 1 bulan.

Lampiran 4. Validari dan Uji Realibilitas Alat Pengukuran Tekanan Darah yang digunakan dalam Penelitian.

a. Validitas Sphygmomanmeter Digital dan Raksa

Validitas sphygmomanometer dilakukan melalui ujit t berpasangan dengan taraf kepercayaan 95%. Nilai p diperoleh >0,05 sehingga secara statistik dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan antara sphygmomanometer digital dan raksa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa instrumen penelitian yang digunakan valid.

ValiditasSpyghmomanometer Digital 1 dan Raksa pada Probandus Sphygmomanometer 1 Probandus 1 2 3 Digital Raksa Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) 106 60 115 60 102 53 106 58 104 55 107 55 Nilai p sistolik Nilai p diastolik 0,103 0,423

ValiditasSpyghmomanometer Digital 2 dan Raksa pada Probandus Sphygmomanometer 2 Probandus 1 2 3 Digital Raksa Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) 116 77 120 80 131 67 130 70 115 71 120 80 Nilai p sistolik Nilai p diastolik 0,287 0,085

ValiditasSpyghmomanometer Digital 3 dan Raksa pada Probandus Sphygmomanometer 3 Probandus 1 2 3 Digital Raksa Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) 98 78 100 60 91 53 90 60 105 65 110 70 Nilai p sistolik Nilai p diastolik 0,386 0,085

ValiditasSpyghmomanometer Digital 4 dan Raksa pada Probandus Sphygmomanometer 4 Probandus 1 2 3 Digital Raksa Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) 113 73 110 70 117 80 110 80 111 67 110 70 Nilai p sistolik Nilai p diastolik 0,173 0,560

b. Uji Realibilitas Spyghmomanometer Digital

Uji Realibilitas Spyghmomanometer Digital 1 pada Probandus Probandus Sphygmomanometer Digital 1 Hasil Pengukuran Mean SD CV (%) 1 2 3 1 Sistolik (mmHg) 113 115 115 114,33 1,15 0,94 Diastolik (mmHg) 69 77 72 72,66 4,04 3,29 2 Sistolik (mmHg) 101 103 111 105 5,29 4,32 Diastolik (mmHg) 62 71 67 66,67 4,50 3,68 3 Sistolik (mmHg) 101 99 104 101,33 2,51 2,05 Diastolik (mmHg) 75 72 79 75,33 3,51 2,86 Uji Realibilitas Spyghmomanometer Digital 2 pada Probandus

Probandus Sphygmomanometer Digital 2 Hasil Pengukuran Mean SD CV (%) 1 2 3 1 Sistolik (mmHg) 101 115 98 99,62 1,53 1,25 Diastolik (mmHg) 59 56 66 60,33 5,13 4,19 2 Sistolik (mmHg) 103 97 102 97 4,36 3,56 Diastolik (mmHg) 57 56 58 57 1 0,81 3 Sistolik (mmHg) 97 94 95 95,33 1,52 1,24 Diastolik (mmHg) 60 63 65 62,66 2,51 2,05 Uji Realibilitas Spyghmomanometer Digital 3 pada Probandus

Probandus Sphygmomanometer Digital 3 Hasil Pengukuran Mean SD CV (%) 1 2 3 1 Sistolik (mmHg) 104 115 107 102,67 5,13 4,19 Diastolik (mmHg) 56 77 57 55,33 2,08 1,70 2 Sistolik (mmHg) 94 103 99 96 2,56 2,16 Diastolik (mmHg) 54 71 59 55 3,60 2,94 3 Sistolik (mmHg) 102 99 104 100,33 4,73 3,86 Diastolik (mmHg) 59 72 65 59,66 5,03 4,10

Uji Realibilitas Spyghmomanometer Digital 4 pada Probandus Probandus Sphygmomanometer Digital 4 Hasil Pengukuran Mean SD CV (%) 1 2 3 1 Sistolik (mmHg) 102 99 107 101 1,73 1,41 Diastolik (mmHg) 55 61 65 60,33 5,03 4,11 2 Sistolik (mmHg) 97 103 95 98,33 4,16 3,40 Diastolik (mmHg) 55 61 63 59,67 4,16 3,40 3 Sistolik (mmHg) 107 100 102 103 3,60 2,94 Diastolik (mmHg) 60 59 62 60,33 1,52 1,24

Lampiran 6. SOP Pengukuran Tekanan Darah

SOP PENGUKURAN TEKANAN DARAH

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2007), standar operasional pengukuran (SOP) tekanan darah menggunakan sphygmomanometer digital, antara lain:

1. Sebelum menggunakan pengukuran tekanan darah, responden sebaiknya menghindari aktivitas fisik seperti olahraga, merokok dan makan, minimal 30 menit sebelum pengukuran. Duduk beristirahat setidaknya 5-15 menit sebelum pengukuran.

2. Hindari melakukan pengukuran dalam kondisi stress. Pengukuran sebaiknya dilakukan dalam ruangan yang tenang dan dalam kondisi tenag serta posisi duduk.

3. Pastikan responden duduk dengan posisi kaki tidak menyilang tetapi kedua telapak kaki datar menyentuh lantai. Letakkan lengan kanan responden di atas meja sehingga manset yang sudah terpasang sejajar dengan jantung responden. 4. Singsingkan lengan baju bagian kanan dan meminta responden untuk tetap duduk tanpa banyak gerak, dan tidak berbicara pada saat melakukan pengukuran tekanan darah. responden yang menggunakan baju berlengan panjang dapat disingsingkan lengan bajunya keatas tetapi pastikan lipatan baju tidak terlalu ketat sehingga tidak menghambat aliran darah di lengan.

5. Biarkan lengan dalm posisi tidak tegang dengan telapak tangan terbuka ke atas. Pastikan tidak ada lekukan pada pipa manset.

6. Persiapkan manset, perhatikan bahwa manset diambil dengan cara yang benar dengan mengangkat secara keseluruhan (tidak ditarik salah saty bagiannya). 7. Pasang manset pada lengan kanan responden dengan posisi kain halus/lembut

ada di bagian dalam dan D-ring (besi) tidak menyentuh lengan, masukkan ujung manset melalui D-ring dengan posisi kain perekat di bagian luar. Ujung bawah manset terletak kira-kira 1-2 cm diatas siku. Posisi pipa manset harus terletak sejajar dengan lengan kanan responden dalam posisi lurus dan relaks. 8. Tarik manset dan kencangkan melingkari lengan kanan responden. tekan kain

perekat secara benar pada kain bagian luar manset. Pastikan manset terpasang secara nyaman pada lengan kanan atas responden.

9. Tekan tombol “start” pada layar akan muncul angka 888 dan semua simbol. 10.Semua simbol gambar hati akan berkedip-kedip sampai denyut jantung tidak

terdeteksi dan tekanan udara dalam manset berkurang, angka sistolik, diastolik, dan denyut nadi akan muncul.

11.Catat angka sistolik, diastolik dan denyut nadi hasil pengukuan tersebut pada formulir hasil pengukuran dan pemeriksaan

12.Pengukuran dilakukan dua kali, jarak antara dua pengukuran sebaiknya 2 menit dengan melepaskan manset pada lengan.

13.Apabila pengukuran kedua terdapat selisih >10mmHg, ulangi pengukuran ketiga setelah istirahat 10 menit dengan melepas manset pada lengan.

14.Apabila responden tidak bisa duduk, pengukuran dapat dilakukan dengan posisi berbaring dan catat kondisi tersebut di lembar catatan.

BIOGRAFI PENULIS

Tika Desi Indriyani, lahir di Indragiri Hilir, Riau pada tanggal 22 Desember 1993 dari pasangan Bapak Ir. Kaca Widagdo dan Ibu Siti Juwariyah. Peneliti adalah anak pertama dari dua bersaudara. Pendidikan formal yang pernah ditempuh yaitu TK Aisyah Bustanul Akfal Temanggung (1998-2000), SD Negeri Jampiroso 2 Temanggung (2000-2005), SD Negeri Sagan DIY (2005-2006), SMP Negeri 6 DIY (2006-2009), SMA Negeri 6 DIY (2009-2012), dan mulai tahun 2012 mengikuti Program Studi Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma DIY sampai sekarang. Selama menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma DIY, peneliti menjadi Koordinator Divisi Konsumsi acara Pelepasan Wisuda Oktober 2014 dan acara Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA) 2014, anggota Divisi P3K dalam Acara Pharmacy Performance tahun 2012, anggota Divisi P3K dalam acara pengobatan gratis 2013, anggota Divisi Hubungan Masyarakat dalam acara pengobatan gratis dalam rangka Dies Natalis Fakultas Farmasi 2014, Anggota Divisi Hubungan Masyarakat dalam acara Pengabdian Masyarakat 2014.

Dokumen terkait