BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1. Upaya mencegah dan mengurangi kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan penambangan dalam rangka rehabilitasi lahan kritis pasca tambang dapat menggunakan jenis tanaman sengon buto (E.
cyclocarpum Griseb.) dengan perlakuan pemberian arang dengan dan
bokashi pupuk kandang.
2. Perlu adanya penelitian lanjutan berskala lapang untuk menguji lebih lanjut pengaruh arang dan bokashi terhadap pertumbuhan bibit di lapangan.
28
DAFTAR PUSTAKA
Agusman, Maas A, Keronegoro BD, Siradz SA. 2006. Karakterisasi tanah-tanah berwarna hitam hingga merah di atas formasi karst Kabupaten Gunung Kidul. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 6(1):39-46.
Alrasjid H, Ardikusuma RI. 1974. Beberapa Keterangan Tentang E.cyclocarpum
Griseb. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan.
Choliq A, Ali, Amrin, Budiharjo, Komara D. 1999. Pengaruh pemberian pupuk biologi terhadap produksi kedelai di SMKN 1 Pino Kabupaten Bengkulu Selatan. Laporan Teknik Proyek Penelitian, Pengembangan dan
Pendayagunaan Potensi Wilayah 1999/2000. hlm 16-21.
Dephut. 2003. Atlas Benih tanaman hutan Indonesia. [terhubung berkala]. http://www.indonesianforest.com/Atlas%benih/Identifikasi/Sengon_buto. pdf [10 Jan 2012].
Dwijoseputro. 1984. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: PT. Gramedia. Fahmi I. 2010. Aplikasi pupuk majemuk NPK dan kompos terhadap peningkatan
pertumbuhan semai kayu afrika (Maesopsis eminii Engl.) di media tanam
tailing tambang emas [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut
Pertanian Bogor.
Fauziah AB. 2009. Pengaruh asam humat dan kompos aktif untuk memperbaiki sifat tailing dengan indikator pertumbuhan tinggi semai Enterolobium
cyclocarpum Griseb dan Altingia excelsa Noronhae [skripsi]. Bogor:
Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Gusmailina, Pari G, Komaryati S. 2000. Pengelolaan limbah melalui teknik pemanfaaran arang untuk kesuburan lahan. Bulletin Penelitian Hasil Hutan 23:249-258.
Gusmailina, Pari G. 2002. Pengaruh pemberian arang terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah. Buletin Penelitian Hasil Hutan 23:217-229.
Gusmailina, Pari G, Komaryati S. 2003. The Possible extending in the use of charcoal for land rehabilitation. Forestry Research and Development
Bulletin 4:21-30.
Hardjowigeno. 1995. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Edisis Revisi. Jakarta: Akademika Presindo.
Heriyanto NM, Siregar CA. 2004. Pengaruh pemberian serbuk arang terhadap pertumbuhan bibit A.mangium di persemaian. Jurnal Penelitian Hasil Hutan
29
Hidayati N. 1998. Tren pertumbuhan tanaman di areal reklamasi Cigaru.
Laporan Teknik Proyek Penelitian, Pengembangan dan Pendayagunaan Potensi Wilayah 1998/1999. hlm 122-125.
Hudaya N, Hartoyo. 1990. Pembuatan arang rendemen tinggi dari tempurung kelapa dengan klin drum. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 7:134-138.
Irawan US. 2005. Aplikasi ektomikoriza dan pupuk organik untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman pada media tailing [tesis]. Bogor: Fakultas Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.
[Jatam] Jaringan Advokasi Tambang. 2004. Mengenali limbah tailing. [terhubung berkala]. http://www.jatam.org [10 Nov 2011].
Juhaeti T, Nuril H, Fauzia S. 2006. Pertumbuhan sengon buto (Enterolobium
cyclocarpum Griseb) yang ditanam pada media limbah tailing pada berbagai
taraf pemupukan NPK. Laporan Teknik bidang Mikrobiologi 2006. hlm 1186-1190.
Komaryati S, Gusmailina, Pari G. 2003. Aplikasi arang kompos pada anakan tusam. Buletin Penelitian Hasil Hutan 21:1-14.
Komaryati S, Gusmailina. 2010. Aplikasi pupuk organik plus arang dan pupuk organik mikoriza plus arang pada media tumbuh anakan S.crysophylla.
Jurnal Penelitian Hasil Hutan 28:77-83.
Lewenusa A. 2009. Pengaruh mikoriza dan bio-organik terhadap pertumbuhan bibit C.odorata Lamk [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Maretina T. 2010. Pengaruh pemberian pupuk NPK dan kompos pada media
tailing tambang emas terhadap pertumbuhan semai sengon buto
(Enterolobium cyclocarpum Griseb.) [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Marsono, Sigit P. 2001. Pupuk Akar, Jenis dan aplikasinya. Jakarta: Penebar Swadaya.
Muhammad W. 2002. Penggunaan arang tempurung kwlapa sebagai penurun cemaran kimiawi limbah cair sapi perah [skripsi]. Bogor: Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Muslim C. 2003. Biologi Molekuler Sel. Bengkulu: Universitas Bengkulu Pr.
Nasir. 2008. Teknik pembuatan bokashi. [terhubung berkala].
http://www.deptan.go.id/daerah_new/banten.../artikel_13.html [8 Nop
30
Nuryadin. 2009. Bokashi (bahan organik kaya akan sumber hayati). [terhubung berkala]. http://featikabsinjai.blogspot.com/.../bokashi_bahan-organik-kaya-akan-sumber-hayati.html [8 Nop 2011].
Pratama MW. 2010. Pemanfaatan asam humat dan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) untuk meningkatkan pertumbuhan semai E.cyclocarpum Griseb. dalam usaha penerapan pembenihan langsung [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Pristyaningrum A. 2010. Pengaruh dosis pupuk NPK dan bokashi terhadap pertumbuhan jabon (Anthocephalus cadamba Roxb Miq.) [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Purwani J, Prihatini T, Kentjanasari A, Hidayat R. 1998. Pengaruh jenis bokashi terhadap kandungan unsur hara tanah, populasi mikroba dan hasil padi di lahan sawah. Prosiding Pertemuan Pembahasan dan Komunikasi Hasil
Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bidang Kimia dan Biologi Tanah; Bogor,
10-12 Feb 1998. Bogor: Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Balitbang Pertanian, Departemen Pertanian.
Ramadani H. 2007. Formulasi inokulum Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) dan vermikompos dalam meningkatkan kualitas semai jati muna (Tectona
grandis Linn f.). [skripsi]. Bogor: Program Sarjana, Institut Pertanian
Bogor.
Saeni MS. 1989. Kimia Lingkungan. Bogor: IPB Pr.
Sastrapradja S, Bimantoro R. 1980. Jenis Kayu Daerah Kering. Boogor: Lembaga Biologi Nasional.
Siagian MH. 1997. Pembibitan berbagai jenis tanaman reklamasi pada lahan bekas tambang timah di Pulau Singkep, Riau. Laporan Teknis 1997/1998. hlm 81-87.
Siregar CA. 2004. Pemanfaatan Arang Untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah dan Pertumbuhan A.mangium. Prosiding Ekspose Penerapan Hasil Litbang
Hutan dan Konservasi Alam; Palembang, 15 Des 2004. hlm 15-23.
Palembang: Kelompok Peneliti Konservasi Tanah dan Air.
Sitompul SM, Guritno B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sudiana IM. 2004. Revegetation of degraded land using Enterolobium cyclocarpum inoculated with rhizobium, phosphate solubizing bacteria, and mycorrhiza. Agrikultura 15:5-9.
31
Supriyamto, Fiona F. 2010. Pemanfaatan arang sekam untuk memperbaiki semai
A.cadamba Miq. pada media subsoil. Jurnal Silvikultur tropika 1(1):24-28.
Suhartati, Rahmayanti S. 2007. Pengaruh berbagai jenis material bokashi sebagai media pembibitan G.arborea Roxb. Jurnal Penelitian Hutan dan
Konservasi Alam 4(6):615-626.
Suriawira U. 2002. Pupuk Organik dari Sampah. Bandung: Humaniora.
Syarif F. 2008. Toleransi sengon buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb) yang ditanam pada media limbah tailing tercemar sianida dengan perlakuan pupuk. Berita Biologi 2008;9(1):105-110.
Wangi DAP. 2006. Pengaruh Jarak tanam dan pemanglkasan daun pada pertumbuhan bibit T.grandis L. F. dalam persemaian akar telanjang [skripsi]. Bogor: Program Budidaya Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Wangi DAP. 2006. Pengaruh jarak tanam dan pemangkasan daun pada pertumbuhan bibit jati dalam persemaian akar telanjang [skripsi] Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Windyaningrum R. 2008. Pengaruh pemberian Mikoriza (CMA), asam humik serta mikroorganisme tanah potensial terhadap pertumbuhan dan produksi
Setaria splendida Stapf. pada latosol dan tailing tambang emas [skripsi].
32
33
Lampiran 1 Hasil sidik ragam pengaruh pemberian arang tempurung kelapa dan bokashi pupuk kandang terhadap pertumbuhan tinggi bibit E.
cyclocarpum
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F arang 4 441.9476667 110.4869167 34.99* <.0001 bokashi 3 155.0493333 51.6831111 16.37* <.0001 arang*bokashi 12 205.7790000 17.1482500 5.43* <.0001 * = Perlakuan berpengaruh nyata pada selang kepercayaan 95%
Lampiran 2 Hasil sidik ragam pengaruh pemberian arang tempurung kelapa dan bokashi pupuk kandang terhadap diameter bibit E. cyclocarpum Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F arang 4 0.00899000 0.00224750 4.59* 0.0038 bokashi 3 0.00419333 0.00139778 2.85* 0.0492 arang*bokashi 12 0.00349000 0.00029083 0.59 0.8342 * = Perlakuan berpengaruh nyata pada selang kepercayaan 95%
Lampiran 3 Hasil sidik ragam pengaruh pemberian arang tempurung kelapa dan bokashi pupuk kandang terhadap berat kering total bibit E.
cyclocarpum
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F arang 4 73.02539000 18.25634750 4.73* 0.0031 bokashi 3 62.94528500 20.98176167 5.44* 0.0031 arang*bokashi 12 25.55322333 2.12943528 0.55 0.8662 * = Perlakuan berpengaruh nyata pada selang kepercayaan 95%
Lampiran 4 Hasil sidik ragam pengaruh pemberian arang tempurung kelapa dan bokashi pupuk kandang terhadap nilai nisbah pucuk akar bibit E.
cyclocarpum
Source DF Type III SS Mean Square F Value Pr > F arang 4 0.63307977 0.15826994 2.66* 0.0582 bokashi 3 0.79219153 0.26406384 4.44* 0.0118 arang*bokashi 12 0.48073330 0.04006111 0.67 0.7813 * = Perlakuan berpengaruh nyata pada selang kepercayaan 95%
34
Lampiran 5 Data hasil analisis tanah