• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

RSUP H. Adam Malik merupakan suatu instansi yang tidak hanya menyangkut pada satu faktor, tetapi banyak faktor. Penulis sadar dalam melakukan penelitian ini pastilah penulis akan banyak memberikan saran yang berguna dan membantu rumah sakit ini untuk menjadi lebih baik ke arah depan. Adapun sarn yang dapat dikemukakan penulis antara lain:

Pertama, Bagi RSUP H. Adam Malik dengan adanya penelitian ini diharapkan agar lebih mampu meningkatkan mutu, berupa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat karena masa lalu dapat menjadikan perubahan untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Kedua, Bagi Pemerintah baik Pusat (Dinkes RI) ataupun Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Depkes) kiranya penelitian ini dapat menjadi masukan dalam mengambil kebijakan untuk memperhatikan dan mengembangkan RSUP H. Adam Malik menuju ke arah yang lebih baik.

Ketiga, Bagi Pegawai RSUP H. Adam Malik, diharapkan agar dapat menjaga rumah sakit ini melalui bekerja sesuai dengan waktu, menjaga kebersihan, dan tetap menganggap bahwa rumah sakit ini merupakan tempat bekerja ataupun rumah kedua para pegawai sehingga akan tumbuh perasaan mencintai dan memiliki.

Keempat, Bagi Masyarakat Kota Medan, kiranya penelitian ini dapat menjadi informasi tentang sejarah berdirinya RSUP H. Adam Malik dan perkembangannya serta peranannya untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Sehingga masyarakat pun yang berkunjung untuk menjenguk ataupun sebagai pasien dapat menjaga kebersihan dari rumah sakit ini.

DAFTAR PUSTAKA

Abdurahman, Dudung, Metodologi Penelitian Sejarah, Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2007.

Aditama, Tjandra Yoga, Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Jakarta: UI Press, 2003. Azwar, Azrul, Pengantar Administrasi Kesehatan, Jakarta: Binarupa Aksara, 1996. Djoojodibroto, R Darmanto, Kiat Mengelolah Rumah sakit, Jakarta: Hipokrates, 1997. Dwiloka, Bambang dan Rati Riana, Teknik Menulis Karya Ilmiah, Jakarta: Rineka Cipta,

2005.

Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah, Terj. Nugroho Notosusanto, Jakrta: UI Press, 1985. Informasi Kegiatan Pelayanan RSU. H. Adam Malik, 1993-2000.

Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Tiara Wacana, 1994.

Markam, Soemarmo dan Sulistia Ganiswarna, Kamus Istilah Kedokteran, Jakarta: Fakultas Kedokteran UI, 1983.

Soejitno, Soedarmono, dkk, Reformasi Perumahsakitan Indonesia, Jakarta: Grasindo, 2002.

Sutarto, Dasar-Dasar Organisasi, Yogyakarta: Gajah mada University Press, 2002. Ramali, Ahmad dan K. ST. Pamoentjak, Kamus Kedokteran, Jakarta: Djambatan, 1994. . Tim Redaksi Pustaka Yustisia, Undang-Undang Kesehatan dan Rumah Sakit,

BAB III

PERKEMBANGAN RUMAH SAKIT UMUM PUSAT H. ADAM MALIK MEDAN TAHUN 1993 – 2000

3.1 Struktur Organisasi

Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang para individu atau kelompok-kelompok harus melakukan dengan bakat-bakat yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas sedemikian rupa, memberikan saluran terbaik untuk pemakaian yang efisien, sistematis, positif, dan terkoordinasi dari usaha yang tersedia.15

15

Dari definisi yang sederhana ini dapat diketemukan adanya berbagai faktor yang dapat menimbulkan organisasi-organisasi, yaitu orang-orang, kerja sama, dan tujuan tertentu. Berbagai faktor tersebut tidak dapat saling lepas berdiri sendiri melainkan saling kait yang merupakan satu kebulatan. Maka dalam pengertian organisasi tersebut digunakan sebutan sistem yang berarti kebulatan.

Dalam usaha mencapai sasarannya suatu rumah sakit harus memiliki struktur organisasi yang efektif dan mudah beroperasi dan tidak banyak birokrasi. Penetapan struktur organisasi ini dimaksudkan untuk bisa membagi tugas, pekerjaan, memberikan wewenang, melakukan pengawasan dan meminta pertanggungjawaban sehingga masing-masing pihak akan bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing-masing-masing. Dalam memilih bentuk organisasi rumah sakit, yang perlu diingat adalah sifat rumah sakit yang berbeda dengan sifat umumnya suatu institusi karena rumah sakit merupakan suatu instansi yang bergerak dalam bidang sosial juga.

Adapun susunan atau struktur organisasi di RSUP H. Adam Malik adalah sebagai berikut:

1. Direktur

Adapun tugas dari Direktur RSUP H. Adam Malik adalah memimpin, merumuskan kebijaksanaan pelaksanaan, membina pelaksanaan, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaaan tugas rumah sakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Pendidikan.

Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Pendidikan mempunyai tugas mengelola pelayanan medis, asuhan dan pelayanan keperawatan pada Instalasi Rawat Jalan, Rawat Inap Terpadu A, Rawat Inap Terpadu B, Rawat Darurat, Rawat Intensif, Bedah Pusat, Kegiatan pendidikan dan pelatihan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan. Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Pendidikan membawahkan:

a. Bidang Pelayanan Medis. Bidang pelayanan Medis membawahkan: - Seksi Ketenagaan dan Pengendalian Mutu Pelayanan Medis. - Seksi Pengembangan Fasilitas Pelayanan Medis.

- Seksi Pemeliharaan Fasilitas Pelayanan Medis.

b. Bidang Keperawatan. Bidang Keperawatan membawahkan: - Seksi Asuhan Keperawatan

- Seksi Profesi Keperawatan - Seksi Logistik Keperawatan

c. Bidang Pendidikan dan Pelatihan. Seksi Pendidikan dan Pelatihan membawahkan: - Seksi Pendidikan dan Pelatihan Medis;

- Seksi Pendidikan dan Pelatihan Paramedis; - Seksi Pendidikan dan Pelatihan Non Medis. d. Instalasi Rawat Jalan;

e. Instalasi Rawat Inap Terpadu A; f. Instalasi Rawat Inap Terpadu B; g. Instalasi Rawat Darurat;

h. Instalasi Rawat Instensif; i. Instalasi Bedah Pusat.

3. Wakil Direktur Penunjang Medis dan Penelitian.

Wakil Direktur Penunjang Medis dan Penelitian mempunyai tugas menglola pelayanan penunjang medis pada Instansi Radiologi, Rehabilitasi Medis, Farmasi, Gizi, Patologi Klinik, Patologi Anatomi, Sterilisasi Pusat, Diagnostik terpadu, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit, Kegiatan penelitian dan pengembangan serta urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaannya. Wakil Direktur Penunjang Medis dan Penelitian membawahkan:

a. Bidang Penunjang Medis. Bidang Penunjang Medis membawahkan: - Seksi Ketenagaan dan Pengendalian Mutu Penunjang Medis;

- Seksi Penelitian dam Pengembangan Penunjang Medis; - Seksi Penelitian dan Pengembangan Keperawatan.

b. Bidang Penelitian dan Pengembangan. Bidang Penelitian dan Pengembangan membawahkan:

- Seksi Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Medis; - Seksi Penelitian dan Pengembangan Penunjang Medis;

- Seksi Penelitian dan Pengembangan Keperawatan. c. Instalasi Radiologi;

d. Instalasi Rehabilitasi Medis; e. Instalasi Farmasi;

f. Instalasi Gizi;

g. Instalsai Patologi Klinik; h. Instalasi Patologi Anatomi; i. Instalasi Sterilisasi Pusat; j. Instalasi Diagnosis Terpadu;

k. Instalasi Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit; l. Instalasi Bio Elektro Medik.

4. Wakil Direktur Umum dan Keuangan.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan mempunyai tugas mengelola kegiatan kesekretariatan, perencanaan dan informasi, keuangan, akuntansi, teknik sipil, pemulasaran jenazah, tata usaha rawat pasien dan memberikan pelayanan kesekretariatan, penyusunan program dan informasi, keuangan dan akuntasi kepada semua satuan organisasi di lingkungan rumah sakit. Wakil Direktur Umum dan Keuangan Membawahkan:

a. Bagian Sekretariat. Bagian Sekretariat Membawahkan: - Sub Bagian Tata Usaha;

- Sub Bagian Kepegawaian; - Sub Bagian Rumah Tangga; - Sub Bagian Perlengkapan.

b. Bagian Perencanaan dan Informasi. Bagian Perencanaan dan Informasi membawahkan:

- Sub Bagian Penyusunan Program dan Laporan; - Sub Bagian Rekam Medis;

- Sub Bagian Hukum Dan Publikasi;

- Sub Bagian Informasi dan Pemasaran Sosial. c. Bagian Keuangan. Bagian Keuangan Membawahi:

- Sub bagian Penyusunan Anggaran; - Sub Bagian Pembendaharaan; - Sub Bagian Mobilisasi Dana.

d. Bagian Akuntansi. Bagian Akuntansi membawahkan: - Sub Bagian Akuntansi Keuangan;

- Sub Bagian Akuntansi Manajeman; - Sub Bagian Akuntansi Verifikasi. e. Instalasi Pemulasaraan Jenazah; f. Instalasi Teknik Sipil;

g. Instalasi Tata Usaha Rawat Pasien. 5. Kepala Instalasi.

Instalasi dipimpin oleh seorang kepala dalam jabatan non-struktural. Tugas Kepala Instalasi adalah menyiapakan fasilitas agar pelayanan terlaksana dengan baik yang dibantu oleh beberapa penanggung jawab sesuai kebutuhan. Kepala Instalasi dan penanggung jawab diangkat oleh direktur RSUP H. Adam Malik.

Selain dari hal tersebut di atas, RSUP H. Adam Malik memiliki satu bagian organisasi terpenting, yaitu Komite Medis. Komite Medis adalah wadah non-struktural yang keanggotaannya dipilih dari Ketua Staf Medis Fungsional (SMF) atau yang mewakili SMF yang ada di RSUP H. Adam Malik. Tugas Komite Medik adalah memberikan pertimbangan kepada direktur dalam standar pelayanan medis, pengawasan dan penilaian mutu pelayanan medis, pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan. Selain itu Komite Medik memberikan pertimbangan kepada direktur tentang penerimaan tenaga medis untuk bekerja di rumah sakit dan bertanggung jawab tentang pelaksanaan etika profesi. Pembentukan Komite Medis ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pelayanan Medik atas usulan direktur dan mempunyai masa kerja 3 (tiga) tahun. Dalam melaksanakan tugas Komite Medis dibantu oleh panitia-panitia antara lain panitia Infeksi Nosokomial, Panitia Rekam Medis, Panitia Farmasi dan Terapi, Panitia Peningkatan Mutu Pelayanan. Keanggotaan SMF dalam Panitia, jumlah dan jenis panitia ditetapkan dengan Keputusan Direktur RSUP H. Adam Malik.

Komite SMF mempunyai tugas melaksankan diagnosis, pengobatan, pencegahan akibat penyakit, peningkatan dan pemulihan kesehatan, penyuluhan, penelitian, pengembangan, pendidikan, dan pelatihan. Dalam melaksanakan tugasnya SMF menggunakan pendekatan tim. SMF diangkat dalam jabatan fungsional dan dikelompokkan dengan cara lain berdasarkan pertimbangan khusus. Setiap jenis SMF dikoordinasikan oleh seorang ketua yang dipilih oleh anggota SMF dan disetujui oleh direktur untuk masa kerja 3 tahun dan merupakan atasan langsung dari anggota SMF. Ketua SMF diangkat oleh Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan atas usul Direktur RSUP H. Adam Malik.

Kepemimpinan adalah seni atau proses untuk mempengaruhi orang lain sehingga mereka bersedia dengan kemampuan sendiri dan secara antusias bekerja untuk mencapai tujuan organisasi.16 Seorang pemimpin adalah seorang yang karena kecakapan pribadinya, dengan atau tanpa pengangkatan resmi, dapat mempengaruhi kelompok yang dipimpinnya untuk mengarahkan upaya bersama ke arah pencapaian sasaran-sasaran tersebut. Dalam hal ini, pemimpin RSUP H Adam Malik disebut dengan direktur. Pengangkatan direktur RSUP H. Adam Malik ditentukan oleh Dinas Kesehatan dengan Menteri Kesehatan yang dituangkan ke dalam SK Menkes, dengan kata lain dari pusat.17

3. Dr. Fauzi, SKM ( 23 Pebruari 1998 s/d 05 Pebruari 2003).

Adapun beberapa direktur RSUP H. Adam Malik dari tahun 1993-2000 adalah: 1. Prof. Dr. Marwali Harahap, Sp.KK ( 27 Desember 1990 s/d 23 Pebruari 1993) 2. Dr. T. M. Panjaitan, SKM ( 23 Pebruari 1993 s/d 23 Pebruari 1998)

18

Pada dasarnya di rumah sakit ada tiga kelompok tenaga kerja, yaitu kelompok profesional, kelompok manajerial, dan kelompok perkarya. Kelompok profesional bertugas mengupayakan penyembuhan pasien yang dirawat. Yang termasuk kelompok ini adalah dokter, perawat, apoteker, ahli gizi, psikolog, ahli laboraturium, radiografer, fisioterapis. Kelompok menajerial bertugas membantu memperlancar jalannya pelayanan kesehatan rumah sakit. Yang termasuk kelompok ini adalah para pejabat struktural, akuntan, ahli instalasi teknik. Kelompok perkarya adalah tukang cuci, cleaning service, 3.2 Tenaga Kerja

16

Tjandra Yoga Aditama, Op.cit, hal. 188

pesuruh.19

Para pekerja yang bekerja di RSUP H. Adam Malik seperti dokter, perawat, ataupun kelompok menajerial pada awalnya yaitu tahun 1993 tidak melalui tahap ujian melainkan perpindahan dari rumah sakit Dr. Pirngadi Medan dan rumah sakit lainnya yang berada di sekitar Medan. Mulai tahun 1994 RSUP H. Adam Malik mengadakan ujian/test bagi para pekerja yang ingin bekerja di RSUP H. Adam Malik. Ujian ini pun dilakukan setiap tahun.

Mutu tenaga kerja di rumah sakit sangat menentukan tingkat efesiensi. Tenaga kerja yang bermutu rendah tidak menyokong rumah sakit dalam usaha mendapatkan surplus keuangan, malahan bisa sebagai penyebab kebangkrutan.

20

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pemimpin satuan organisasi di lingkungan rumah sakit wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik di lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan rumah sakit dan instansi lain di luar rumah sakit sesuai dengan tugasnya masing-masing. Setiap pemimpin satuan organisasi wajib mengawasi bawahan masing-masing dan apabila Jumlah tenaga kerja yang ada di RSUP H. Adam Malik pada tahun 1993 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Guna terciptanya tenaga kerja yang profesional, RSUP H. Adam Malik banyak menugaskan para tenaga kerjanya untuk ikut pada latihan/kursus/penataran yang pada umumnya diselenggarakan oleh Departemen Kesehatan RI. Adapun beberapa Pelatihan/Kursus/Penataran yang diikuti oleh tenaga dari RSUP H. Adam Malik Medan dari tahun 1993-2000 dapat dilihat pada tabel di daftar lampiran:

3.3 Tata Kerja Pekerja

19

Darmanto, Djojobiroto, Op.cit, hal 55.

20

terjadi penyimpangan agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan rumah sakit bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing dan memberikan petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti, mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing, menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan menyusun laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bahawan.

Dalam menyampaikan laporan masing-masing pada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. Para wakil direktur, kepala bagian, kepala sub bagian, dan kepala seksi wajib menyampaikan laporan berkala kepada atasan masing-masing.

Dalam melaksanakan tugasnya, setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh kepala satuan organisasi di bawahnya dan dalam rangka pemberian bimbingan pembinaan kepada bawahan masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. RSUP H. Adam Malik mempunyai hubungan koordinasi fungsional dengan Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi Sumatera Utara sesuai dengan tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. RSUP H. Adam Malik yang merupakan Rumah Sakit Rujukan Regional Wilayah Sumatera bagian Utara dan Sumatera bagian Tengah serta sebagai Rumah Sakit Pendidikan melakukan hubungan fungsional terhadap rumah sakit-rumah sakit yang berada di wilayah Sumatera bagian Utara dan Sumatera bagian Tengah, melakukan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran

Universitas Sumatera Utara dan lembaga pendidikan lainnya, melakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan serta penelitian dan pengembangan di bidang ilmu kedokteran serta keperawatan.

3.4 Fasilitas RSUP H. Adam Malik Medan 3.4.1 Pelayanan Medis

Pelayanan medis adalah pelayanan yang diberikan RSUP H. Adam Malik terhadap pasien dalam bidang medis atau kesehatan, yaitu dalam bidang pengobatan. Adapun pelayanan medis yang dimiliki RSUP H. Adam Malik Medan adalah:

1. Instalasi Rawat Jalan terdiri dari : 13 Spesialis dan 106 Sub-Spesialisasi - Penyakit dalam : 10 Sub Spesialisasi.

- Bedah : 8 Sub Spesialisasi.

- Kesehatan Anak : 13 Sub Spesialisasi. - Obstetri dan Ginekologi21

- Kardiologi

: 12 Sub Spesialisasi. - Syaraf : 7 Sub Spesialisasi.

- Jiwa : 9 Sub Spesialisasi.

- THT : 13 Sub Spesialisasi.

- Gigi dan Mulut : 9 Sub Spesialisasi.

- Mata : 10 Sub Spesialisasi.

- Kulit dan Kalamin : 8 Sub Spesialisasi. 22

- Paru : 5 Sub Spesialisasi.

: 4 Sub Spesialisasi.

21

Ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani penyakit alat kelamin wanita.

22

Kardiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang menangani penyakit jantung dan pembuluh darah.

- Bedah Syaraf : -

2. Instalasi Rawat Inap : 450 Tempat Tidur (TT)

Instalasi Rawat Inap terdiri dari Instalasi Rindu A = 262 TT dan Instalasi Rindu B = 188 TT.

1. Instalasi Rindu A terdiri dari:

- Kelas Utama : 10 TT - Kelas I Plus : 18 TT - Kelas I : 16 TT

- Kelas II : 50 TT

- Kelas III : 168 TT

Pelayaanan yang diberikan di Rindu A meliputi pelayanan yang dilakukakn oleh:

* SMF Penyakit Dalam Wanita : 46 TT

* SMF Penyakit Dalam Pria : 46 TT

* SMF Paru –apru : 48 TT

* SMF Syaraf : 46 TT

* SMF Mata, THT, Gigi dan mulut, dan kulit kelamin : 48 TT

* VIP A + Klas I Plus (Umum) : 28 TT

2. Instalasi Rindu B terdiri dari:

- Kelas Utama : 12 TT - Kelas I Plus : 36 TT

- Kelas I : - TT

- Kelas II : 20 TT

Pelayanan yang diberikan di Rindu B meliputi pelayanan yang dilakukan oleh: * SMF Kebidanan dan Penyakit Kandungan : 36 TT

* SMF Anak : 30 TT

* SMF Bedah : 74 TT

* SMF Bedah : 74 TT

* VIP B + Klas I Plus (Umum) : 48 TT

* Kamar Bersalin

3. Instalasi Perawatan Intensif : 32 TT

- IPI Dewasa : 12 TT

- IPI Anak : 4 TT

- IPI Pasca Bedah : 8 TT - IPI Jantung : 8 TT 4. Instalasi Gawat Darurat

5. Instlasi Bedah Pusat : 9 OK 6. Instalasi Hemodialisa23

3. Instalasi Patologi Anatomi.

: 8 Unit. B. Pelayanan Penunjang Medis terdiri dari:

1. Instalsai Diagnostik terpadu. 2. Instalasi Patologi Klinik.

24

4. Instalasi Radiologi.25

23

Hemodialisa adalah cuci darah yang dilakukan untuk menangani penyakit ginjal.

24

Patologi Anatomi adalah ilmu tentang perubahana fisik dan fungsional pada tubuh akibat penyakit.

25

Radiologi adalah ilmu tentang energi dan zat-zat radioaktif, khususnya cabang ilmu kedokteran yang menggunakan energi radio aktif dalam diagnosis dan pengobatan penyakit.

C. Pelayanan Penunjang medik terdiri dari: 1. Instalasi Gizi.

2. Instalasi Farmasi. 3. Instalasi CSSD.

4. Instalasi Bio Elektro Medik. 5. Instalsasi PKMRS.

D. Pelayanan Non Medis terdiri dari: 1. Instalasi Tata Usaha Pasien. 2. Instalasi Teknik Sipil.

3. Instalasi Pemulasaran Jenazah.

3.4.1.1 Dalam Bidang Kesehatan

Sebuah rumah sakit pastilah mempunyai tujuan yang terutama yaitu dalam bidang kesehatan, sesuai dengan pengertian rumah sakit, bahwa rumah sakit merupakan tempat untuk merawat orang sakit. Pada tahun 1994, terdapat perjanjian kerja sama antara direktur RSUP H Adam Malik Medan dengan direktur Rumah Sakit Jantung ”Harapan Kita” Jakarta. Adapaun guna perjanjian tersebut adalah untuk pengembangan di bidang Pelayanan Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kesehatan di Indonesia yaitu penyakit jantung dan pembuluh darah menunjukkan kecenderungan meningkat. Mengingat bahwa RSUP H. Adam Malik Medan sebagai Rumah Sakit Pendidikan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai rujukan tertinggi untuk pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah, di wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh. Rumah Sakit Jantung ’’Haparan Kita” Jakarta sebagai pusat rujukan nasional kesehatan jantung dan pembuluh

darah mampu melaksanakan bimbingan teknis dan alih pengetahuan serta alih teknologi di bidang pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Kerja sama antara RSUP H. Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Jantung ”Harapan Kita” Jakarta didasarkan pada semangat dan cita-cita yang luhur dengan menghayati azas gotong royong serta menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama, kedua rumah sakit bertekad bekerja sama untuk mengembangkan pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Adapun maksud dan tujuan dari kerja sama ini adalah dengan menyadari diperlukannya pelayanan yang makin bermutu dan ditingkatkannya cakupan pelayanan bagi penderita penyakit jantung dan pembuluh darah, ketiga rumah sakit bertekad bekerja sama untuk mengembangkan pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah di RSUP H. Adam Malik Medan sekaligus dikembangkan sebagai rujukan tertinggi untuk wilayah Propinsi Sumatera Utara dan Daerah Istimewa Aceh. Kerja sama ini merupakan perwujudan fungsi Rumah Sakit Jantung ”Harapaan Kita” Jakarta sebagai Pusat Rujukan Nasional Pelayanan Kesehatan Jantung dan Pembuluh darah dalam tugas membina rumah sakit pendidikan di Indonesia.

Kerja sama antara RSUP H. Adam Malik Medan dan Rumah Sakit Jantung ”Harapan Kita” Jakarta meliputi pengembangan di bidang pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah, melalui:

1. Program pelatihan dan pengembangan tenaga medis, perawat dan para medis non perawatan dari RSUP H. Adam Malik Medan dan program rujukan tenaga ahli dari Rumah Sakit Jantung ”Harapan Kita’’ Jakarta.

2. Program penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pelayanan kesehatan jantung dan pembuluh darah.

3. Penyediaan tim tenaga, sarana, fasilitas, dan peralatan yang memenuhi syarat untuk dapat terselenggaranya program kerja sama ini.

3.4.2. Gedung

Gedung merupakan sesuatu hal yang penting selain adanya para pekerja di rumah sakit karena gedung merupakan tempat dilakukannya semua aktifitas. Pada mulai beroperasi, RSUP H. Adam Malik sudah memiliki gedung antara lain seperti di bawah ini:

1. Instalasi Rawat Jalan...7.000 m². Lantai I : - Poli Obst dan Gynekology

: - Poli gigi : - Poli Jiwa Lantai II : - Poli Anak

: - Poli Kardiologi : - Poli Paru : - Poli Syaraf

Lantai III : - Poli Penyakit Dalam : - Poli Bedah

: - Poli Bedah syaraf Lantai IV : - Poli Mata

: - Poli THT

: - Poli Penyakit Kulit dan kelamin 2. Instalasi Rawat Inap:

- Instalasi Rawat Inap A (300 TT )...9.000 m² - Instalasi Rawat Inap B ( 150 TT )...5.254 m² 3. Central Medical Unit (CMU)...11.000 m²

Lantai I : - Instalasi Radiologi : - Instalasi Hemodialisa

Lantai II : - Instalasi Diagnostik Terpadu : - Instalasi Patologi Klinik : - Instalasi Patologi Klinik : - Instalasi Patologi Anatomi : - Instalasi Rehabilitasi Medis Lantai III : - Instalasi Bedah Pusat

: - Instalasi Perawatan Intensif.

4. Instalasi Gawat Darurat...1.000 m² 5. Farmasi, Dapur, dan Laundry ...2.100 m² 6. Instalasi Kedokteran kehakiman / Pemulasaran Jenazah ...500 m² 7. Pusat Administrasi ( Lantai I ) ...1.000 m² 8. M & E Utility ... 360 m² 9. Work Shop ...500 m² 10. Asrama Perawat ...1.800 m²

Pembangunan tahap berikutnya dilaksanakan berlanjut setiap tahun sampai dengan waktu penulisan ini, yaitu:

- T.A. 1992/1993: Pembangunan gedung Instalasi Gawat Darurat.

- T.A. 1994/ 1995: Gedung Rawat Inap B ( 150 TT ) dan selasar penghubung. - T.A. 1997/1998: Lanjutan pembangunan gedung Rawat Inap B (150 TT lagi)

dalam bentuk rangka/Konstruksi bangunan saja.

- T.A 1999/2000: Lanjutan pembangunan gedung administrasi lantai II dan III.

3.4.3 Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana sangat dibutuhkan dalam suatu instansi, seperti rumah sakit karena tanpa adanya sarana dan prasarana maka rumah sakit tersebut tidak akan sempurna dan tidak dapat melayani para pasien dengan baik. Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki RSUP H. Adam Malik Medan adalah:

1. Air:

Bersumber dari Perusahaan Air Minum (PAM) dengan kapasitas 20 I/detik ditambah Deep Wel dengan kapasitas 5 I/detik.

2. Listrik:

Berasal dari PLN dengan kapasitas 1.730 KVA dan Generator 1.000 KVA yang dikhusukan untuk Boiler Gedung CMU dan UPS dengan kapasitas 40 KVA. 3. Taman dan Parkir yang memiliki luas:

- Taman : 6.000 m² - Parkir : 8.500 m²

4. Pembuangan Limbah cair dan padat:

Telah dibangun Sewage Treatment Sederhana dan Insreator dengan pengelolahannya:

- Limbah Cair (Waste Water Treatment): 8 L/ detik; - Limbah Padat (Increator): 3 m³;

- Limbah Radiasi: Bapetan. 5. Alat–alat lain:

- AC Centarl untuk gedung CMU;

- Telekomunikasi, berupa Telephone (sambungan) dan faximile; - Instalasi gas medis dengan pengelolahannya:

1. Gas Central 8.000 M³ 2. Gas Tabung 6 M³ 3. Gas Tabung 2 M³ 4. Gas Tabung 1 M³

3.4.4 Ambulance

Ambulance merupakan alat transportasi yang digunakan oleh rumah sakit untuk mengangkut pasien, ataupun jenazah. Dapat dibayangkan bagaimana jika suatu rumah sakit tidak memiliki Ambulance pastilah rumah sakit ini tidak akan menjadi lengkap atau

Dokumen terkait