BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
• Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai arang batubara untuk meningkatkan luas permukaan pori arang sehingga oksida logam yang terbentuk semakin banyak dan dapat membentuk gas sintesis dengan rasio H2:CO mendekati 2.
• Dilakukan pengujian luas permukaan pori terhadap batubara tanpa pertukaran ion kalsium untuk meyakinkan bahwa arang batubara hasil pertukaran ion akan mempunyai luas permukaan pori yang tinggi.
• Dilakukan uji Boehm titration untuk mengetahui besarnya kandungan oksigen dalam batubara setelah demineralisasi untuk meyakinkan bahwa kandungan gugus karboksilat dan fenolat, yang mengandung oksigen, cukup tinggi.
Anheden, M. and G. Svedberg, (1998). Energy analysis of chemical-looping combustion systems. Energy Conversion and Management.
Brockway, D. J, Ottrey A.L dan Higgins, R.S, (1991). The Science of Victorian Brown Coal, R.A. Chapter 5. Butterworth-Heinemann.
Budiraharjo, Imam. (2009). Analisis Mikro batubara,terjemahan bebas dari Coal Science Handbook”, Bab “Sekitan no tettei kenkyuu”, sub bab “Sekitan wo mikuro ni bunseki suru” dan “Sekitan wo mikuro kara makuro made kagaku suru”. Japan Coal Energy Center. available from URL :
http://imambudiraharjo.wordpress.com/2009/03/11/analisis-mikro-batubara/, accessed : 5 Oktober 2009.
Dave, N., Forl ds, G. A. (1995) Comparativve Assesment of Catalytic Partial Oxidation and Steam Reforming for the Production of Methanol from Natural Gas. Ind. Eng. Chem. Res.
Durie, Robert A. and Schafer, Harry N. S. (1979). The Production of Active Carbon from Brown Coal in High Yields. Fuel. vol. 58. pp. 472 – 476
Haykiri ,Hanzade -Ac,ma, Yavuz , Reha, Ersoy , AyseguÈ l - Meric,boyu, KuÈc,uÈkbayrak , Sadriye . (1999). Effect of Mineral Matter on the Ractivity of Lignite. Istanbul Technical University. Turki.
Hengel, T. D., Walker Jr. (1983). Catalysis of lignite char gasification by exchangeable calcium and magnesium. Pennsylvania. The Pennsylvania State University,University Park, PA 16802, USA
Hippo, E. dan Walker, P.L., Jr. (1975). pp. 54-245.
Hongwei Wu , Chun-Zhu Li*, , Dimple M. Quyn and Chirag Sathe.
Understanding the Volatilisation of Alkali and Alkaline Earth Metallic Species during the Pyrolysis of Victorian Brown Coal. Monash University, Victoria 3800, Australia.
Jenkins, R.G., Nandi, S.P., Walker, P.L., (1973). p. 288.
Kim, M. H.; Lee, E.K.; Jun, J. H.; Kong, S. J.; Han, G. Y.; Lee, T. J.; Yoon, K.
(2004). J. Hydrogen Energy, vol. 24, pp. 187-193.
Kumar, K. Vasanth., Subanandam,K., Ramamurthi,V., Sivanesan, S. (2004). Solid Liquid Adsorption for Wastewater Treatment : Principle Design and Operation. India : Departement of Chemical Engineering – A.C. College of Technology, Anna University.
Muradov, N. (2000). Catalysis Communication, vol. 2, pp. 89-94.
Morgan, M.E., Jenkins, R.G. dan Walker, P.L., Jr. (1981). pp. 60-189.
Nankervis, J.C. dan Furlog. R. B.(1980). pp. 59-425.
Nukman. (2008). Dekomposisi Volatile Matter dari Batubara Tanjung Enim dengan Menggunakan Alat Thermogravimetry Analyzer (TGA). Fakultas Teknik Universitas Sriwijawa : Sumatera Selatan.
Pohl, J. H., Vorres, K. S . (1986). Mineral Matter and Ash in Coal. American Chemical Society Series 301, p 430.
Rostrup-Nielsen, Jens R. (2000). New Aspects of Syngas Production and Use.
Catalysis Today. vol. 63. pp. 159–164
Schafer, Harry N.S. (1970). Carboxyl Groups and Ion Exchange in Low-Rank Coals. Fuel. vol. 49. pp.197-213.
Schafer, Harry N.S (1971). Funcional Groups and Ion Exchange Properties. In the science of Victorian Brown Coal : Structure, Properties and Consequences for Utilisation. Butterworth-Heinemann Ltd. p 323.
Schafer, Harry N.S. (1983). Determination of Carboxyl Groups in Low-Rank Coals. Fuel. vol. 63.
Sun, Zhiqiang; Wu, Jinhu; Wang, Yang and Zhang, Dong-ke. (2005a). Methane Cracking over a Chinese Coal Char in a Fixed-Bed Reactor. 5th Asia-Pacific Conference on Combustion. The University of Adelaide. Australia.
Sun, Zhiqiang; Wu, Jinhu; Wang, Yang and Zhang, Dong-ke. (2005b). Methane and Carbon Dioxide Reactions over a Chinese Coal Char in a Fixed-Bed Reactor. 5th Asia-Pacific Conference on Combustion. The University of Adelaide, Australia.
Topp, N. E. and Pepper, K. W. J. (1995) Chem. Sot. 1949, p 3299
Udovich, C.A.(1998). Study on Surface Science and Catalysis, vol. 119, p. 417.
Vorres, K.S. (1986). Mineral Matter and Ash in Coal. American Chemical Society, Symposium Series 302. Washington
Wang, Shaobin and Lu, G. Q. (1996). Max, Energy & Fuels, vol. 10, pp. 896-904.
Wood, B J and Sancier, K M. (1984). Catal. Rev. Sci. Eng. vol. 26(2), pp. 233-279.
Wormat, Mary, J. (1995). Proton Magnetic Thermal Analysis of a Brown Coal : Effect on Ion-Exchanged. Princeton Universit., USA.
Zhu, J.N., Zhang, D.K., Bromly, J,A. (2000) Study of CH4 Partial Oxidation Reforming with Detailed Mechanisms. International Journal of Thermal and Fluid Sciences.
LAMPIRAN
• Siapkan labu takar 250 ml dan masukan 50 ml aquades
• Ambil sebanyak 41,67 ml HCl pekat 37% (12 N) dengan menggunakan pipet Mohr dan masukan ke dalam labu takar sedikit demi sedikit
• Tambahkan aquades ke dalam labu ukur hingga garis batas
• Menutup labu takar
• Homogenkan agar larutan teraduk rata.
2. Prosedur pembuatan larutan CaCl2
• Ditimbang CaCl2 sebanyak 10 gram
• Dilarutkan CaCl2 yang telah ditimbang dengan aquades
• Dimasukkan larutan CaCl2 tersebut ke dalam labu takar
• Ditambahkan aquades ke dalam labu takar 250 ml hingga volumenya mendekati batas takar
• Ditambahkan aquades sedikit demi sedikit dengan menggunakan pipet tetes hingga permukaan larutan CaCl2 tepat berhimpit dengan pembatas takar
• Dihomogenkan agar larutan teraduk rata.
3. Prosedur pembuatan larutan buffer triethanolamine-HCl pH 8,3
• Diambil 2,7 ml triethanolamine (Sigma T1377, 7,5 M) dimasukan ke dalam gelas piala 150 ml
• Ditambahkan 90 ml aquades lalu di aduk hingga homogen
• Ditambahkan 0,5 ml HCl hingga pH 8,3
• Ditambahkan aquades hingga volume total menjadi 100 ml.
4. Prosedur preparasi katalis batubara
• Ditumbuk bongkahan batubara hingga ukurannya menjadi kecil
• Diayak batubara agar ukuran partikelnya menjadi seragam yaitu sekitar 0,325-0,5 mm
• Disaring campuran batubara dan HCl dengan menggunakan kertas saring
• Dibilas batubara dengan menggunakan air demin untuk menghilangkan sisa asam yang terkandung
• Disaring larutan dengan menggunakan corong Buchner
5. Prosedur ion exchannge
• Ditimbang sebanyak 20 gram partikel batubara yang telah dicuci
• Disiapkan sebanyak 250 ml larutan CaCl2
• Dicampurkan 20 gram batubara dengan larutan CaCl2
• Diaduk campuran dengan menggunakan magnetic stirrer selama 24 jam pada suhu kamar
• Diamati perubahan pH setiap 30 menit pada menit ke 0, 30, 60, 90 dan 120 menit
• Setelah 24 jam proses pertukaran ion Ca batubara disaring menggunakan corong Buchner dan dikeringkan dengan menggunakan oven.
6. Prosedur pirolisa dan reaksi oksidasi parsial metana
• Ditimbang sebanyak 2 gram batubara berkalsium
• Dimasukan batubara tersebut ke dalam reaktor yang terbuat dari kuarsa
• Dirangkai reaktor yang telah berisi batubara ke dalam furnace
• Dipanaskan batubara dengan menggunakan furnace dengan aliran N2
murni pada variasai suhu 700, 800, dan 900oC selama sekitar 60 menit
• Setelah 60 menit, diganti aliran umpan menjadi campuran 10% metana dan nitrogen dengan laju alir sebesar ---- ml/det
• Dianalisa aliran gas produk dengan menggunakan GC TCD setiap 15 menit selama 3 jam
Dipanaskan GC kurang lebih 1 hari untuk yang sudah lama tidak dipakai dan kurang lebih 15 menit untuk GC yang sering dipakai untuk menstabilkan dan memanaskan agar kotoran-kotorannya terbawa.
7.2 Prosedur mengalirkan gas argon
Prosedur mengalirkan gas argon sebagai gas pembawa adalah sebagai berikut:
• Dipastikan tekanan input dan output di regulator berada pada angka ф dan tidak ada kebocoran pada sambunngan-sambungannya
• Dibuka valve utama , hingga tekanan akan langsung naik
• Dibuka valve regulator dari kendur menjadi kencang sehingga tekanan akan naik perlahan-lahan.
7.3 Prosedur membuka tabung gas
Untuk alasan keamanan maka untuk membuka tabung gas perlu dilakukan dengan mengikuti prosedur berikut :
• Dipastikan tekanan input dan output di regulator, jarum pressure gauge menunjukkan ф dan valve dalam keadaan tertutup (posisi valve longgar)
• Dibuka valve induk di tabung dengan memutar kearah kiri (arah kebalikan jarum jam) dan dilihat tekanan gas, yang menunjukkan tekanan dalam tabung
• Dibuka vavle regulator perlahan-lahan kearah kanan (searah jarum jam), lalu atur tekanan gas yang diinginkan
• Dipastikan instalasi gas baik dari tabung sampai perpipaan tidah bocor (cek kebocoran menggunakan pipa sabun)
• Untuk gas-gas yang beracun dan mudah terbakar (CO,H2, CH4), langkah 4 harus dilakukan terlebih dahulu sebelum langkah 1 menggunakan gas inert N2.
jarum jam) ditunggu hingga tekanan gas pada pressure gauge menunjukkan nol
• Ditutup valve pada regulator pelan-pelan kearah kiri (arah kebalikan jarum jam) sampai valve longgar dan ditunggu tekanan gas pada pressure gauge sampai menunjukkan angka nol.
7.5 Prosedur menyalakan GC
• Dipastikan tekanan primary 600 kPa, carrier gas ± 150-180 kPa
• Diatur suhu menjadi 130 – 100 – 100 (oC)
• Ditunggu hingga stabil (lampu berkedip-kedip)
• Diyalakan current 6 mA
7.6 Prosedur menyalakan chromatopac
• Dihubungkan chromatopac dengan GC, ditekan : shift down bersama dengan I,N,I, lalu ditekan enter, dan akan muncul initialize
• Diatur tinta di sebelah kiri, Ditekan : shift down bersama dengan plot, lalu tekan enter, untuk mengatur gunakan “coarse” kemudian ditekan kembali shift down bersama dengan plot, lalu ditekan .
• Input Attenuasi, jika attenuasi kecil maka segala impurities akan terlihat
“peak”nya, sehingga digunakan attenuasi yang agak besar, ditekan : attn bersama dengan angka 7, lalu ditekan enter
• Diatur kecepatan kertas, ditekan : speed bersama dengan angka 10, lalu ditekan enter
• Diatur stop time, ditekan : stop time bersama angka 5 lalu ditekan enter
• Untuk melihat parameter-parameter yang ada, ditekan : shift down bersama dengan print width, lalu ditekan enter
• Mengetahui apakah GC sudah stabil (garis lurus), ditekan : shift bersama dengan plot, lalu ditekan enter. Kestabilan juga dapat dilihat dari ditekan : print bersama ctrl dan width secara bersamaan. Nilai yang keluar harus
7.7 Prosedur mematikan GC
• Dimatikan current
• Diturunkan temperatur menjadi 30-30-30 kemudian GC dibuka agar pendinginan terjadi lebih cepat
• Setelah suhu kolom menjadi 80 oC (pada indikator) kemudian GC baru dapat dimatikan .
2.1.1 Variasi suhu reaksi 700 oC
P reaktor 1 atm
R 82,057 atm.mL/gmol.K
Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 700 C
Treaksi 700 C
Tabel 2.1 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 700 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 770 204063 468920 30519 2134 28.92% 66.45% 4.33% 0.30%
30 776 230949 475233 33781 2876 31.09% 63.98% 4.55% 0.39%
45 780 273955 465989 37382 1467 35.18% 59.83% 4.80% 0.19%
60 780 326915 449067 46386 4705 39.53% 54.30% 5.61% 0.57%
75 781 396598 434552 52316 9714 44.40% 48.65% 5.86% 1.09%
90 782 459458 427244 51735 1836 48.86% 45.44% 5.50% 0.20%
105 780 465298 428687 48923 7934 48.94% 45.08% 5.15% 0.83%
120 781 488232 427980 48144 18030 49.70% 43.57% 4.90% 1.84%
135 781 510095 426501 44885 20502 50.91% 42.57% 4.48% 2.05%
150 782 545730 423835 42626 24240 52.65% 40.89% 4.11% 2.34%
165 783 570136 422818 39797 28961 53.70% 39.82% 3.75% 2.73%
180 782 578285 423523 36890 32191 54.00% 39.55% 3.44% 3.01%
Gambar 2.1. Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 700 oC
R 82,057 atm.mL/gmol.K
Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 700 C
Treaksi 800 C
Tabel 2.2 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 700 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 881 257990 468139 31170 2180 33.97% 61.64% 4.10% 0.29%
30 883 317385 464316 33799 3161 38.77% 56.72% 4.13% 0.39%
45 883 328233 458209 35770 3628 39.75% 55.48% 4.33% 0.44%
60 885 461284 452753 27017 12915 48.35% 47.46% 2.83% 1.35%
75 886 472348 440120 38522 7408 49.29% 45.92% 4.02% 0.77%
90 885 36824 33256 3254 203 50.08% 45.22% 4.42% 0.28%
105 887 513753 435196 39222 6971 51.63% 43.73% 3.94% 0.70%
120 886 561464 432347 37077 9099 53.99% 41.57% 3.57% 0.87%
135 886 644791 424163 34821 10924 57.84% 38.05% 3.12% 0.98%
150 886 662442 424262 33932 11724 58.50% 37.47% 3.00% 1.04%
165 886 721132 417786 33007 13467 60.83% 35.24% 2.78% 1.14%
180 886 666713 426438 28757 16431 58.57% 37.46% 2.53% 1.44%
Gambar 2.2. Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 800 oC
R 82,057 atm.mL/gmol.K Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 700 C
Treaksi 900 C
Tabel 2.3 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 700 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 966 297349 463197 38315 3878 37.04% 57.70% 4.77% 0.48%
30 973 442308 444280 40886 4355 47.47% 47.68% 4.39% 0.47%
45 973 611782 430726 39224 4508 56.32% 39.65% 3.61% 0.42%
60 974 678313 422351 39354 5012 59.24% 36.89% 3.44% 0.44%
75 973 887711 400405 37852 5238 66.68% 30.08% 2.84% 0.39%
90 973 948772 397516 33216 6917 68.43% 28.67% 2.40% 0.50%
105 973 915196 408000 29378 7806 67.28% 29.99% 2.16% 0.57%
120 972 779516 418133 31756 6990 63.05% 33.82% 2.57% 0.57%
135 971 752791 427267 31361 7120 61.78% 35.06% 2.57% 0.58%
150 970 743001 426325 29690 7199 61.60% 35.34% 2.46% 0.60%
165 970 699781 433284 28186 6629 59.92% 37.10% 2.41% 0.57%
180 969 617803 440901 29266 5656 56.49% 40.32% 2.68% 0.52%
Gambar 2.3 Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 900 oC
P reaktor 1 atm
R 82,057 atm.mL/gmol.K
Flow 39,11343 ml/min T pirolisa 800 C
Treaksi 700 C
Tabel 2.4 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 800 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 770 740096 302691 56147 73847 63.11% 25.81% 4.79% 6.30%
30 776 775399 299321 60739 74133 64.10% 24.75% 5.02% 6.13%
45 780 714295 315618 58709 61944 62.08% 27.43% 5.10% 5.38%
60 780 665048 331296 55295 52558 60.23% 30.00% 5.01% 4.76%
75 781 613055 342351 54232 45657 58.09% 32.44% 5.14% 4.33%
90 782 573305 354090 51606 39345 56.30% 34.77% 5.07% 3.86%
105 780 524580 362530 49434 35899 53.94% 37.28% 5.08% 3.69%
120 781 415475 381383 44068 24696 48.00% 44.06% 5.09% 2.85%
135 781 379254 386753 42237 21837 45.69% 46.59% 5.09% 2.63%
150 782 352244 395236 40495 19783 43.61% 48.93% 5.01% 2.45%
165 783 327343 394897 39254 17729 42.01% 50.68% 5.04% 2.28%
180 782 307173 400241 37026 15651 40.41% 52.66% 4.87% 2.06%
Gambar 2.4. Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 700 oC
R 82,057 atm.mL/gmol.K Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 800 C
Treaksi 800 C
Tabel 2.5 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 800 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 881 531724 402769 32195 89705 50.33% 38.13% 3.05% 8.49%
30 883 503876 405410 28694 96196 48.72% 39.20% 2.77% 9.30%
45 883 493420 403293 28060 98287 48.23% 39.42% 2.74% 9.61%
60 885 491007 404718 27997 96893 48.11% 39.65% 2.74% 9.49%
75 886 492130 407604 31448 101060 47.68% 39.49% 3.05% 9.79%
90 885 484622 406699 27768 97660 47.66% 40.00% 2.73% 9.61%
105 887 482616 407020 27341 98121 47.54% 40.10% 2.69% 9.67%
120 886 488274 425177 7518 98925 47.87% 41.69% 0.74% 9.70%
135 886 447939 411768 27131 99341 45.42% 41.75% 2.75% 10.07%
150 886 356029 446305 10177 99341 39.04% 48.94% 1.12% 10.89%
165 886 346875 442792 3433 102644 38.72% 49.43% 0.38% 11.46%
180 886 343177 445273 3057 104421 38.30% 49.70% 0.34% 11.66%
Gambar 2.5 Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 800 oC
R 82,057 atm.mL/gmol.K
Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 800 C
Treaksi 900 C
Tabel 2.6 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 800 oC
t (min) T act (K) Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 966 416956 459849 3975 69164 43.89% 48.41% 0.42% 7.28%
30 973 482091 426225 25677 72585 47.89% 42.34% 2.55% 7.21%
45 973 523424 442431 4348 74186 50.12% 42.36% 0.42% 7.10%
60 974 509313 445001 3874 73177 49.38% 43.15% 0.38% 7.10%
75 973 508148 447201 3954 69834 49.38% 43.45% 0.38% 6.79%
90 973 516331 469659 2954 69161 48.80% 44.39% 0.28% 6.54%
105 973 512686 447381 3390 71720 49.53% 43.22% 0.33% 6.93%
120 972 497505 447769 3391 75236 48.59% 43.73% 0.33% 7.35%
135 971 458327 439219 3100 79515 46.76% 44.81% 0.32% 8.11%
150 970 433283 449990 3034 83483 44.68% 46.40% 0.31% 8.61%
165 970 402431 451736 2713 88747 42.56% 47.77% 0.29% 9.38%
180 969 378048 453403 2841 92250 40.80% 48.93% 0.31% 9.96%
3 Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 900 oC
P reaktor 1 atm
R 82,057 atm.mL/gmol.K
Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 900 C
Treaksi 700 C
Tabel 2.7 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 900 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 770 172356 503605 6535 811 25.22% 73.70% 0.96% 0.12%
30 776 367912 448007 36866 1287 43.08% 52.46% 4.32% 0.15%
45 780 346544 455822 35432 1970 41.27% 54.28% 4.22% 0.23%
60 780 396938 449610 36362 4292 44.74% 50.68% 4.10% 0.48%
75 781 440258 447010 35196 6548 47.39% 48.12% 3.79% 0.70%
90 782 619321 425009 35360 10069 56.83% 39.00% 3.24% 0.92%
105 780 630187 424394 32379 21689 56.84% 38.28% 2.92% 1.96%
120 781 569259 432098 31294 23364 53.91% 40.92% 2.96% 2.21%
135 781 608157 424724 28978 37517 55.32% 38.63% 2.64% 3.41%
150 782 595614 423355 27784 46947 54.46% 38.71% 2.54% 4.29%
165 783 577158 446886 5795 50849 53.41% 41.35% 0.54% 4.71%
180 782 504763 456133 5192 49268 49.71% 44.92% 0.51% 4.85%
Gambar 2.6. Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 700 oC
R 82,057 atm.mL/gmol.K Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 900 C
Treaksi 800 C
Tabel 2.8 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 900 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 868 208152 628822 2405 33397 23.85% 72.05% 0.28% 3.83%
30 869 211238 368197 4641 36204 34.06% 59.36% 0.75% 5.84%
45 869 257186 458129 6068 43032 33.64% 59.93% 0.79% 5.63%
60 871 249084 478138 5853 38391 32.29% 61.98% 0.76% 4.98%
75 872 209570 421724 19729 30067 30.77% 61.92% 2.90% 4.41%
90 872 212763 473439 21381 29054 28.88% 64.27% 2.90% 3.94%
105 871 203102 509380 4574 26009 27.33% 68.55% 0.62% 3.50%
120 873 215937 575913 4441 25563 26.27% 70.07% 0.54% 3.11%
135 873 203133 575320 4275 22928 25.21% 71.41% 0.53% 2.85%
150 872 211143 609238 3944 22092 24.95% 71.98% 0.47% 2.61%
165 871 202758 605733 3773 20227 24.36% 72.76% 0.45% 2.43%
180 871 203185 613660 3474 18971 24.21% 73.12% 0.41% 2.26%
Gambar 2.7 Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 800 oC
R 82,057 atm.mL/gmol.K Flow 39,11343 ml/min
T pirolisa 900 C
Treaksi 900 C
Tabel 2.9 Data penelitian dengan variasi temperatur pirolisa 800 oC
t (min) T act (K)
Peak Area Komposisi (%) (Yi)
H2 CO CH4 CO2 H2 CO CH4 CO2
15 868 87502 373004 2109 105 18.91% 80.61% 0.46% 0.02%
30 869 134152 446108 3310 264 22.98% 76.41% 0.57% 0.05%
45 869 124059 391482 2967 506 23.90% 75.43% 0.57% 0.10%
60 871 27818 80008 531 202 25.62% 73.70% 0.49% 0.19%
75 872 98328 323801 2110 908 23.13% 76.16% 0.50% 0.21%
90 872 118478 405055 2434 1247 22.47% 76.83% 0.46% 0.24%
105 871 115479 411132 2267 1306 21.78% 77.55% 0.43% 0.25%
120 873 97395 361677 1715 1151 21.08% 78.30% 0.37% 0.25%
135 873 107611 418521 1930 1332 20.33% 79.06% 0.36% 0.25%
150 872 113086 455251 1733 1382 19.79% 79.67% 0.30% 0.24%
165 871 102075 428995 1435 1238 19.12% 80.37% 0.27% 0.23%
180 871 111808 477849 1488 1298 18.87% 80.66% 0.25% 0.22%
Gambar 2.9 Grafik profil komposisi produk gas sintesis pada suhu reaksi 900 oC
Tabel 2.10 Data penelitian profil rasio H2:CO
t (min) 700 800 900
700 800 900 700 800 900 700 800 900
15 0.435 0.551 0.642 2.445 1.320 0.907 0.342 0.331 0.235 30 0.486 0.684 0.996 2.591 1.243 1.131 0.821 0.574 0.301 45 0.588 0.716 1.420 2.263 1.223 1.183 0.760 0.561 0.317 60 0.728 1.019 1.606 2.007 1.213 1.145 0.883 0.521 0.348 75 0.913 1.073 2.217 1.791 1.207 1.136 0.985 0.497 0.304 90 1.075 1.107 2.387 1.619 1.192 1.099 1.457 0.449 0.292 105 1.085 1.181 2.243 1.447 1.186 1.146 1.485 0.399 0.281 120 1.141 1.299 1.864 1.089 1.148 1.111 1.317 0.375 0.269 135 1.196 1.520 1.762 0.981 1.088 1.044 1.432 0.353 0.257 150 1.288 1.561 1.743 0.891 0.798 0.963 1.407 0.347 0.248 165 1.348 1.726 1.615 0.829 0.783 0.891 1.292 0.335 0.238 180 1.365 1.563 1.401 0.767 0.771 0.834 1.107 0.331 0.234
Gambar 2.10 Profil rasio H2/CO pada variasi suhu pirolisa 700 oC
Gambar 2.12. Profil rasio H2/CO pada variasi suhu pirolisa 900 oC