BAB V PENUTUP
C. Saran
Berdasarkan temuan dan simpulan dari hasil penelitian berikut ini dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut:
1. Kepada Pemerintah dalam hal ini Depdiknas
a. Hendaknya memvasilitasi kegiatan guru dalam MGMP untuk menyusun garis besar materi pembelajaran IPS Terpadu (sejarah, sosiologi, antropologi, ekonomi, dan geografi).
b. Pemerintah Daerah hendaknya membentuk tim yang meliputi tim ahli, guru IPS sebagai penyusun materi sejarah khas daerah yang merupakan materi kearifan lokal yang dapat dijadikan acuan oleh guru dalam pengembangan materi pembelajaran.
166
c. Hendaknya menambah buku-buku penunjang pembelajaran materi sejarah untuk peserta didik sebagai sumber belajar, baik berupa buku cetak
(hardware) maupun elektronik (software) yang bisa di download dari internet.
2. Kepada Kepala Sekolah
a. Hendaknya menyediakan sarana dan media pembelajaran IPS yang mendukung keberhasilan guru.
b. Perlu peningkatan pengawasan melalui koreksi dan atau saran terhadap guru terhadap program pembelajaran.
3. Kepada Guru IPS
a. Perlu usaha untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap KTSP, dan peraturan yang berkaitan dengan kurikulum.
b. Dalam pelaksanaan pembelajaran materi sejarah hendaknya menggunakan metode variatif dan inovatif disesuaikan dengan materi pembelajaran, psikososial dan psikologi peserta didik.
c. Hendaknya memperbaiki dan meningkatkan kualitas materi pembelajaran melalui peningkatan kualitas silabus dan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan.
167
d. Dalam pelaksanaan pembelajaran materi sejarah hendaknya menggunakan evaluasi proses dan evaluasi hasil.
e. Dalam pelaksanaan pembelajaran materi sejarah hendaknya menggunakan evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
f. Hendaknya materi sejarah dalam pembelajaran IPS disampaikan dengan
student centered tidak dengan teacher centered.
g. Hendaknya materi sejarah dalam pembelajaran IPS disampaikan secara
integrated dengan materi IPS lainnya.
h. Hendaknya guru dalam pembelajaran materi sejarah tidak textbook centered, tetapi berusaha menjadikan materi pembelajaran bermakna, dengan selalu mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata.
i. Hendaknya guru selalu melakukan perbaikan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran materi sejarah dengan mengadakan penelitian tindakan (action research)
168
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah Idi. 2007. Pengembangan Kurikulum. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Abdul Majid . 2008. Perencanaan Pembelajaran.Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Abizar. 1995. Peluang Pemberian Pemikiran Kritis Melalui Pengajaran
Sejarah,Makalah.Padang: IKIP
Akhmad Sudrajat. 2008. Penilaian Pembelajaran Peserta didik dalam KTSP. (http://akhmadsudrajat-wordpress.com)diunduh 7 Oktober 2008.
Aristo Rahadi, Kenthut. 2008. Pembuatan Media Presentasi. Jakarta: Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan, Depdiknas.
BSNP. 2007. Model Silabus KTSP SMK. Jakarta: Depdiknas. Carr E.H. 1972. What is History.New York: Alfred Knop.
Collingwood R.G. 1973. The Idea of History. London: Oxford Universirty Press. Depdiknas. 2007. Model Penilaian Kelas.Jakarta: Depdiknas.
. 2002. Pelangi Pendidikan (Buletin Peningkatan Mutu SLTP Volume V No 1 Tahun 2002), Jakarta: Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama, Dirjendikdasmen, Depdiknas.
169
. 2004. Buletin Pusat Perbukuan. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. . 2005. Pendidikan Kewarganegaraan (Materi Pelatihan Terintregrasi).
Jakarta: Depdiknas
. 2006. Pedoman Memilih dan Menyusun Materi pembelajaran. Jakarta: Depdiknas.
. 2007. Model Pembelajaran Terpadu IPS. Jakarta: Depdiknas
Dewi Salma Prawiradilaga dan Eveline Siregar. 2004. Mozaik Teknologi Pendidikan.
Jakarta: Prenada Media
Djojonegoro,W. 1997. Lima Puluh Tahun Perkembangan Pendidikan di Indonesia.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Djoko Suryo. 1989. ”Serba-Serbi Pengajaran Sejarah”, Historika, Nomor 1 Tahun 1. Surakarta: Program Pasca Sarjana IKIP Jakarta KPK UNS.
. 1991. Pengajaran Sejarah dan Globalisasi Kehidupan, Historika
Nomor 5,Tahun III, Surakarta: Program Pasca Sarjana IKIP Jakarta KPK UNS
Gatot Pramono. 2008. Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran.Jakarta: Depdiknas Hamid Hasan. 2008. Evaluasi Kurikulum,Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Hanson, John W. 1966. Education and Development of Nation.New York: Alfred A. Knop.
Hariyono. 1995. Mempelajari Sejarah Secara Efektif. Jakarta: Pustaka Jaya.
http://www.bsnp.indonesia.org/files/FORMAT_INSTRUMEN_SEJARAH_8 Agst_FINAL.pds, diunduh tanggal 16 Januari 2009.
http://infopendidikankita.blogspot.com/2008/04/panduanpengembanganpembelajaran ips.html, diunduh tanggal 23 Januari 2009.
http://www.klubguru.com, diunduh tanggal 16 Januari 2009.
Jawa News. 2008. Java News Edisi/35 Th IV/Agustus 2008). Surakarta: Java Group. Lander S. David and Charles Tely. 1971. History As Social Science. London:
170
Miles, M. B & Huberman, A. M. 1984. Qualitatif Data Analysis: A Sourse Book of New Method Beverly Hills, CA: Sage Publications.
Moh Ali. 1961. Pengantar Imu Sejarah Indonesia. Jakarta: Bhratara.
Moleong, Lexy J. 1991. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Mulyasa (2008), Menjadi Guru Profesional,Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana. 1996. Sistem Belajar Peserta didik Aktif dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Noeng Muhadjir. 1996. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Rake Surasin. Nugroho Notosusanto. 1979. Sejarah Masa Kini. Jakarta: UI Press.
Oemar Hamalik. 1994. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara.
Pannen Paulina & Purwanto. 1994. Penulisan Materi pembelajaran Mengajar di Perguruan Tinggi. Jakarta: PAU untuk peningkatan Pengembangan Aktivitas Panitia Serifikasi Guru Rayon XII Unnes. 2008. Sejarah SMA/SMK/MA. Semarang:
Unnes.
Sahertian, Piet A. 2000. Supervisi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.
Sartono Kartodirdjo. 1992. Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah.
Jakarta: Gramedia.
. "Negara dan Nasionalisme Indonesia: Integrasi, Disintegrasi dan Suksesi, dalam PJ Suwarno, (Ed) (1995). Sejarah Indonesia. Jakarta: Gramedia Widiaksara.
Solihatin Etin dan Raharjo. 2008.Cooperatif Learning, Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta : Bumi Aksara.
171
Sutopo, H.B. .2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakata: Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Taufik Abdullah."Disekitar Peran Sejarah dan Tugas Sejarawan". Makalah Sejarah & Pengembangan.
Tim Instruktur Geografi. Transparansi Kajian Materi Buku Teks (Disampaikan Pada PKG Sekolah Jauh di BPG Srondol Semarang). Semarang: Proyek Perluasaan dan Peningkatan Mutu SLTP Kanwil Depdiknas Propinsi Jawa Tengah.
Widja, I Gde. 1996. Dasar-dasar Pengembangan Strategi Serta Metode Pengajaran Sejarah. Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan, Direktorat Pendidikan Tinggi.
Wina Sanjaya. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran.Jakarta: Prenada Media Group. Yamin Martinis. 2007. Profesionalisasi Guru dan Implementasi KTSP, Jakarta:
Gaung Persada Press.
Yusuhadi Miarso. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Prenada Media.
Zulherman. 2008. Evaluasi Dalam Pembelajaran Bahasa Perancis (L’Evaluation Dans L’apprentissage Du Francais).(http://www.apfi-pppsi.com) diunduh tanggal 7 Oktober 2008.