1. Menggunakan Alat Tangkap Jala Tebar
5.2 Saran
46 V. KESIMPULAN DAN SARAN
47 DAFTAR PUSTAKA
Abele, L. G. 1982. The Biology of Crustacea, Volume 1. New York: Academic Press.
Actuti, N., Apriansyah, dan S. I. Nurdiansyah. 2019. “Keanekaragaman Kepiting Biola (Uca spp.) di Ekosistem Mangrove Desa Pasir, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat”. Jurnal Laut Khatulistiwa. 2(1) :25-31.
Afif, J., S. Ngabekti., T. A. Pribadi. 2014. “Keanekaragaman Makrozoobentos Sebagai Indikator Kualitas Perairan Di Ekosistem Mangrove Wilayah Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang”. Unnes Journal of Life Science. 3(1): 47-52.
Agungguratno, E. Y. dan Darwanto. 2016.” Penguatan Ekosistem Mangrove Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir”. Jurnal Eko-Regional.
11(1): 1-9.
Alpuche, J., A. Pereyra, C. Agundis. 2005. “Respuestas bioquímicas de camarones marinos a factores ambientales”. Revista electrónica de veterinaria. 6(5):1-10.
Alwi, D., Muhammad, S. H., & Herat, H. 2020. Keanekaragaman Dan Kelimpahan Makrozoobenthos Pada Ekosistem Mangrove Desa Daruba Pantai Kabupaten Pulau Morotai. Jurnal Enggano. 5(1): 64–77.
Andre, N., Windarti., dan Efawani. 2021.” Identifikasi Jenis Udang Air Tawar Di Danau Bunter Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau”. Jurnal Sumberdaya dan Lingkungan Akuatik. 2 (1): 184-191.
Avianto, I., Sulistiono, dan I. Setyobudiandi. 2013.” Karakteristik habitat dan potensi kepiting bakau (Scylla serrata, S. tranquaberica, dan S. olivacea) di hutan mangrove cibako, Sancang Kabupaten Garut Jawa Barat”.
Jurnal Ilmu Perikanan dan Sumberdaya Perairan Aquasains, 2(1): 97-106.
Campbell, N. A., J. B. Reece., and L. G. Mitchell. 2003. Biologi Edisi Kelima Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Campbell, N.A. 1993. Biology Concepts and Connection. The Benjamin Cummings Publishing Company Inc. California.
Carpenter, K. E, Dan V. H. Niem. 1998. FAO Species Identification Guide For Fishery Purpose. The Living Marini Resource of The Western Central Pasific Volume 2. Chepalopods, Crustaceans, Holothurians and Shark. FAO:
Rome.
D’Abramo, L. R., J. H. Tidwell., M. Fondren and C. L. Ohs. 2006. Pond Production of the Freshwater Prawn in Temperate Climates. United States Departement of Agriculture. Southern Regional Aquaculture Centre. 8 p.
Dimenta, R. H., Khairul, K dan R. Machrizal. 2018. “Studi Keanekaragaman Plankton sebagai Pakan Alami Udang pada Perairan Ekosistem Mangrove Belawan, Sumatera Utara”. Jurnal Pembelajaran dan Biologi. 4(2):18-23.
Duya. N, dan R. Noveria. 2019.” Jenis-jenis Crustacea di cagar alam teluk klowe pulau Enggano Kabupaten Bengkulu utara”. Jurnal Konservasi Hayati.
10 (01): 16-22.
Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air: Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Yogyakarta: Kanisius.
Eprilurahman, R., W. T. Baskoro, dan Trijoko. 2015. “Keanekaragaman Jenis Kepiting (Decapoda: Brachyura) di Sungai Opak Daerah Istimewa Yogyakarta “. Jurnal Ilmiah Biologi. 3(2): 100-108.
Fahrian, H. H., S. P. Putro., dan F. Muhammad. 2015.” Potensi Ekowisata di Kawasan Mangrove, Desa Mororejo, Kabupaten Kendal”. Biosaintifika. 7 (2): 105-111.
Goldman, C. R., dan A. J. Horne. 1983. Limnologi. International Student Edition.
McGraw-Hill International Book Company. Auckland. 464 h.
Gunarto. 2004. “Konservasi Mangrove sebagai Pendukung Sumber Daya Hayati Perikanan Pantai”. Jurnal Litbang Pertanian. 23: 15-21.
Hamidy, R. 2010. Struktur dan Keragaman Komunitas Kepiting di Kawasan Hutan Mangrove Stasiun Kelautan Universitas Riau, Desa Purnama Dumai. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2(4): 81–91.
Handayani, O. T., S. Ngabekti., N. K. T. Martuti. 2016.” Keanekaragaman Crustacea di Ekosistem Mangrove Wilayah Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang”. Life Science. 5(2): 100-107.
Hutabarat, S., dan S. M. Evans. 1986. Kunci Identifikasi Zooplankton. Jakarta:
UI Press.
Hutchison, J., Manica, A., Swetnam, R., Balmford, A., & Spalding, M. 2014.
Predicting global patterns in mangrove forest biomass. Conservation Letters. 7 (3): 233-240.
Indrayanti, M.D., A. Fahrudin, dan I. Setiobudianto. 2015. “Penilaian Jasa Ekosistem Mangrove di Teluk Blanakan Kabupaten Subang”. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). 20(2): 92-96.
Irawan, B. 2013. Karsinologi dengan Penjelasan Deskriptif dan Fungsional.
Surabaya: Airlangga University Press.
Iromo, H. 2019. Pengembangan Budi Daya Kepiting Bakau di Kaltara.
Yogyakarta: DEEPUBLISH.
Josia, M., E. Kaligis., D. R. H. Kumampung., S. Darwisito., C. A. L. Sinjal., H.
sinjal. 2019.” Inventaris dan Kepadatan Udang dan Kepiting di Perairan Mangrove”. Jurnal Pesisir dan Laut Tropis. 7(2): 60-66.
Karim, M. Y. 2005. “Kinerja Pertumbuhan Kepiting Bakau Betina (Scylla Serrata Forskal) pada berbagai Salinitas Media dan Evaluasinya pada Salinitas Optimu dengan Kadar Protein Berbeda”. Disertasi. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor
Kartika, W. D., J. Siburian., T. Wulandari., F. Shalehati., N. Oktaviani. 2022.”
Kajian Bioekologi Crustacea Berbasis Teknologi Dalam Upaya Pengembangan Edu-Ekowisata Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat”.
Biospecies. 15(2): 80-88.
Kasry, A. 1991. Budidaya Kepiting Bakau dan Biologi Ringkas. Medan: Bhratara Niaga.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51. 2004. Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut. Sekretariat Menteri Negara Lingkungan Hidup: Jakarta.
30 hal.
Kigpiboon, C. 2013. “The Development of Participated Environmental Education Model for Sustainable Mangrove Forest Management on Eastern Part of Thailand”. International Journal of Sustainable Development & World Policy. 2 (3): 33-49.
49
Kordi, M.G.H.K., 2012. Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi, dan Pengelolaan.
Jakarta: Rineka Cipta.
Kusuma, K.R., I. Safitri., dan Warsidah. 2021.” Keanekaragaman Jenis Kepiting Bakau (Scylla sp) di Kuala Kota Singkawang Kalimantan Barat”. Jurnal Laut Khatulistiwa. 4(1): 1-9.
Laewa, N. H., Fahri dan Annawaty. 2018.” Udang Air Tawar macrobrachium latidactylus (Decapoda, Caridea, Palaemonidae) dari Sungai Gililana, Morowali Utara, Sulawesi, Indonesia”. Journal of Science and Technology.
7 (2): 205-216.
Magurran, A. E. 2004. Measuring Biological Diversity. USA: Blackwell Publishing.
Motoh, H. 1977. Biological synopsis of Alimango, Genus Scylla. SEAFDEC Aquaculture Departemen: 136-153.
Motoh, H. 1979. “Edible Crustaceans in philipines 11th Scylla serrata (Forsskal) in A series”. Asian Aquaculture. 2 (1):5-10.
Murniati, D. C., D. A. Nugroho., W. D. kartika. 2022. Fauna Jawa Seri Krustasea (Dekapoda) pada ekosistem mangrove dan estauri di pulau jawa. Jakarta: BRIN.
New, M. B. 2005. “Freshwater Prawn Farming: Global Status, recent Research and a glance at the future”. Aquaculture research. 36(3): 210-230.
Nybakken, J. W. 1992. Marine Biology an Ecological Approach. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologi. Terjemahan Oleh Mohammad Eidman. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Nurudin, F. A., N. Kariada., A. Irsadi. 2013.” Keanekaragaman Jenis Ikan-Ikan di Sungai Sekonyer Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah”. Unnes Journal of Life Science. 2 (2): 118-125.
Odum, E. P. 1998. Biologi Laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Jakarta: PT.
Gramedia.
Oktavia, R. 2018.” Jenis-jenis Udang Air Tawar dan Karakteristik Habitat di Tujuh Sungai Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh”. Biospecies. 11(1):
37-47.
Patty, S.I. 2013. “Distribusi suhu salinitas dan oksigen terlarut di perairan Kema Sulawesi Utara”. Jurnal Ilmiah Platax. 1(3): 148-157.
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 2019. Diakses tanggal 04 Oktober 2021. Pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Barat.
https://tanjabbarkab.go.id/site/tanjab-barat-segera-kembangkan-eko-wisata-mangrove/
Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.35/MENHUT-II/
(2010) tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTKRHL-DAS).
Poore, G. C. B. 2004. Marine Decapod Crustacea of Southern Australia. Australia:
CSIRO PUBLISHING.
Prabowo, T., R. Asra., J. M. Amelia. 2019.” Hubungan Kelimpahan Zooplankton Terhadap Hasil Tangkapan Alat Tangkap Togok Di Kelurahan Kampung Nelayan Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi”. Biospecies. 12(1): 11-23.
Pratama, S., B. Rosadi., dan Afriani, H. 2021.” Perbandingan Hasil Tangkapan Udang menggunakan Alat Tangkap Sondong pada Ukuran Mata Jaring yang berbeda di kelurahan Tanjung Solok Kecamatan Kuala Jambi”.
Journal Pengelolaan Sumberdaya Perairan. 5(2): 12-20.
Pratiwi, A. 2002.” Studi Struktur Komunitas dan Beberapa Aspek Biologis Makrobentos Krustasea di Komunitas Mangrove Pulau Ajkwa dan Pulau Kamora, Kabupaten Mimika, Papua. Skripsi. Sarjana Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Semarang.
Pratiwi, R. 2010.” Asosiasi Krustasea di ekosistem padang lamun perairan Teluk Lampung”. Jurnal Ilmu Kelautan 15 (2): 66-76.
Pratiwi, R., dan N. I. Wijaya. 2013.” Keanekaragaman Komunitas Krustasea Di Kepulauan Matasiri Kalimantan Selatan”. Berita Biologi. 12(1): 127-140.
Pratiwi, R., dan Rahmat. 2015.” Sebaran Kepiting Mangrove (Crustacea:
Decapoda) Yang Terdaftar Di Koleksi Rujukan Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI”. Berita Biologi. 14(2): 195-202.
Prihadi, D. J., I. Riyantini, dan M. R. Ismail. 2018. “Pengelolaan Kondisi Ekosistem Mangrove dan Daya Dukung Lingkungan Kawasan Wisata Bahari Mangrove Di Karangsong Indramayu”. Jurnal Kelautan Nasional.
13 (1): 53-64.
Prihatman, K. 2000. Budidaya Udang Windu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
Jakarta. 438 Hal.
Purnamasari, P.A. 2016.” Struktur Komunitas Plankton di Perairan Mangrove Karangsang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat”. Jurnal Biologi. 5(5): 39-51.
Putra, A.N. 2008. “Kajian Pengaruh Keberadaan Mangrove Terhadap Komunitas Kepiting (Branchyura) di Ekosistem Mangrove Pesisir Klatakan”. Skripsi.
Dept. Manajemen sumberdaya perairan (IPB). Bogor.
Rahayu, S. M., Wiryanto, dan Sunarto. 2017.” Keanekaragaman Jenis Krustasea Di Kawasan Mangrove Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah”. Jurnal Sains Dasar. 6(1): 57-65.
Rahmi, Annawaty dan Fahri. 2016.” Keanekaragaman Jenis Udang Air Tawar Di Sungai Tinombo Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah”. Online Journal of Natural Science. 5 (2): 199-208.
Redjeki, S., M. Arif., R. Hartati., dan L. K. Pinandita. 2017. “Kepadatan Dan Persebaran Kepiting (Brachyura) Di Ekosistem Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap”. Jurnal Kelautan Tropis, 20(2): 131-139.
Riyana, H., S. Hutabarat, dan N. Widyorini. 2015. “Kelimpahan Larva Udang Penaeid Pada Saat Pasang di Saluran Tambak Desa Gempol Sewu, Kabupaten Kendal”. Diponegoro Journal of Maquares. 4(3):49-57.
Saputra, S. W. 2008. Pedoman Identifikasi Udang (subordo Macrura Natantia).
Semarang: Universitas Diponegoro.
Sartika, I. D., M. A. Alamsjah., N. E. N. Sugijanto. 2016. “Isolasi dan Karakterisasi Kitosan dari Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus)”.
Jurnal Biosains Pascasarjana. 18(2): 98-112.
Sipayung, R. H, dan E. Poedjirahajoe. 2021. “Pengaruh Karakteristik Habitat Mangrove Terhadap Kepadatan Kepiting (Scylla serrata) Di Pantai Utara Kabupaten Demak, Jawa Tengah”. Jurnal Tambora. 5(2): 21-30.
Stephenson, W., J. Hudson, Joy J., and Campbell, B. 1957. “The Australian portunids (Crustacea; Port-unidao). II. The genus Charybdis. Aust. J.
Mar”. Freshw. Res. 8(4): 491-507.
51
Sugiharyanto dan Khotimah, N. 2009.” Diktat Mata Kuliah Geografi Tanah.
Diktat. Yogyakarta, Indonesia: Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi”, Universitas Negeri Yogyakarta.
Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan sumber daya alam di wilayah pesisir tropis. Jakarta: Gramedia.
Suryani, M. 2006. “Ekologi Kepiting Bakau (Scylla serrata Forskal) dalam Ekosistem Mangrove di Pulau Enggano Provinsi Bengkulu”. Tesis.
Semarang: Universitas Diponegoro.
Susyanto, N. T. 2017.” Keanekaragaman Udang Di Kawasan Ekosistem Mangrove Desa Sungai Itik Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur”. Skripsi. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (UNJA). Jambi.
Syahputra, F., Safrizal, dan Chaliluddin. 2021.” Pola Sebaran Kepiting Bakau Dengan Alat Tangkap Bubu di Perairan Payau Sungai Tanjung Keramat Kecamatan Banda Mulia Kabupate Aceh Tamiang”. Jurnal TILAPIA. 1(2):
63-72.
Tamarol, J., A. Luasunaung., J. Budiman. 2012.” Dampak Perikanan Tangkap terhadap Sumber Daya Ikan dan Habitatnya di Perairan Pantai Tabukan Tengah Kepualauan Sangihe”. Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis.
8(1): 12-16.
Wahyudewantoro, G. 2011. “Catatan Biologi Udang Putih (Litopenaeus vannamei)”. Fauna Indonesia. 10(2) :1-7.
Wulandari, T., Hamidah, A., dan Siburian, J. 2013.” Morfologi Kepiting Biola (Uca spp.) di Desa Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat Jambi. Journal Biospecies. 6(1): 6-14.
Zulkifli, H., dan D. Setiawan. 2011.” Struktur Komunitas Makrozoobentos di Perairan Sungai Musi Kawasan Puloketo sebagai Instrumen Biomonitoring”. Jurnal Natur Indonesia. 14(1): 95-99.
52 LAMPIRAN
Lampiran 1. Analisis Data
No Famili Spesies Jumlah Pi (ni/N) Ln Pi Pi.Ln Pi
1 Macrobrachium equidens 753 0,1027145 -2,275801983 -0,233757863
2 Macrobrachium dacqueti 1932 0,263538399 -1,333556196 -0,351443264
3 Macrobrachium rosenbergii 2 0,000272814 -8,206720031 -0,002238909
4 Exopalemon styliferus 11 0,001500477 -6,501971938 -0,009756062
5 Fenneropenaeus merguiensis 48 0,006547538 -5,0286662 -0,032925382
6 Metapenaeus ensis 1977 0,269676715 -1,310531388 -0,3534198
7 Metapenaeus lysianassa 2588 0,353021416 -1,041226556 -0,367575273
8 Sergestidae Acetes sp 13 0,001773292 -6,334917854 -0,011233656
9 Alpheidae Alpheus euphrosyne 4 0,000545628 -7,51357285 -0,004099617 10 Portunidae Scylla Paramamosain 2 0,000272814 -8,206720031 -0,002238909
11 Thranita crenata 0 0 0 0
12 Carcinus maenas 0 0 0 0
13 Cymononidae Cymonomus soela 0 0 0 0
14 Potamidae Nanhaipotamon sp. 1 0,000136407 -8,899867211 -0,001214005
7331 1,37
Indeks keanekaragaman Jenis (Stasiun 1)
Palaemonidae
Penaeidae
Total
No Famili Spesies Jumlah Pi (ni/N) Ln Pi Pi.Ln Pi
1 Macrobrachium equidens 700 0,330812854 -1,106202458 -0,365945993
2 Macrobrachium dacqueti 1026 0,484877127 -0,723859767 -0,350983044
3 Macrobrachium rosenbergii 0 0 0 0
4 Exopalemon styliferus 216 0,102079395 -2,282004385 -0,232945627
5 Fenneropenaeus merguiensis 128 0,060491493 -2,805252529 -0,169693915
6 Metapenaeus ensis 11 0,005198488 -5,25938752 -0,027340861
7 Metapenaeus lysianassa 35 0,016540643 -4,101934731 -0,067848637
8 Sergestidae Acetes sp 0 0 0 0
9 Alpheidae Alpheus euphrosyne 0 0 0 0
10 Portunidae Scylla Paramamosain 0 0 0 0
11 Thranita crenata 0 0 0 0
12 Carcinus maenas 0 0 0 0
13 Cymononidae Cymonomus soela 0 0 0 0
14 Potamidae Nanhaipotamon sp. 0 0 0 0
2116 1,21
Indeks keanekaragaman Jenis (Stasiun 2)
Palaemonidae
Penaeidae
Total
No Famili Spesies Jumlah Pi (ni/N) Ln Pi Pi.Ln Pi
1 Macrobrachium equidens 0 0 0 0
2 Macrobrachium dacqueti 0 0 0 0
3 Macrobrachium rosenbergii 0 0 0 0
4 Exopalemon styliferus 0 0 0 0
5 Fenneropenaeus merguiensis 1 0,0625 -2,772588722 -0,173286795
6 Metapenaeus ensis 0 0 0 0
7 Metapenaeus lysianassa 0 0 0 0
8 Sergestidae Acetes sp 0 0 0 0
9 Alpheidae Alpheus euphrosyne 0 0 0 0
10 Portunidae Scylla Paramamosain 9 0,5625 -0,575364145 -0,323642332
11 Thranita crenata 2 0,125 -2,079441542 -0,259930193
12 Carcinus maenas 1 0,0625 -2,772588722 -0,173286795
13 Cymononidae Cymonomus soela 3 0,1875 -1,673976434 -0,313870581
14 Potamidae Nanhaipotamon sp. 0 0 0 0
16 1,42
Total Palaemonidae
Penaeidae
Indeks keanekaragaman Jenis (Stasiun 3)
53
No Famili Spesies Jumlah pi C
1 Macrobrachium equidens 753 0,1027145 0,010550269
2 Macrobrachium dacqueti 1932 0,263538399 0,069452488
3 Macrobrachium rosenbergii 2 0,000272814 7,44275E-08
4 Exopalemon styliferus 11 0,001500477 2,25143E-06
5 Fenneropenaeus merguiensis 48 0,006547538 4,28703E-05
6 Metapenaeus ensis 1977 0,269676715 0,072725531
7 Metapenaeus lysianassa 2588 0,353021416 0,12462412
8 Sergestidae Acetes sp 13 0,001773292 3,14456E-06
9 Alpheidae Alpheus euphrosyne 4 0,000545628 2,9771E-07
10 Portunidae Scylla Paramamosain 2 0,000272814 7,44275E-08
11 Thranita crenata 0 0 0
12 Carcinus maenas 0 0 0
13 Cymononidae Cymonomus soela 0 0 0
14 Potamidae Nanhaipotamon sp. 1 0,000136407 1,86069E-08
7331 0,28
Indeks Dominansi (Stasiun 1)
Palaemonidae
Penaeidae
Total
No Famili Spesies Jumlah pi C
1 Macrobrachium equidens 700 0,330812854 0,109437145
2 Macrobrachium dacqueti 1026 0,484877127 0,235105828
3 Macrobrachium rosenbergii 0 0 0
4 Exopalemon styliferus 216 0,102079395 0,010420203
5 Fenneropenaeus merguiensis 128 0,060491493 0,003659221
6 Metapenaeus ensis 11 0,005198488 2,70243E-05
7 Metapenaeus lysianassa 35 0,016540643 0,000273593
8 Sergestidae Acetes sp 0 0 0
9 Alpheidae Alpheus euphrosyne 0 0 0
10 Portunidae Scylla Paramamosain 0 0 0
11 Thranita crenata 0 0 0
12 Carcinus maenas 0 0 0
13 Cymononidae Cymonomus soela 0 0 0
14 Potamidae Nanhaipotamon sp. 0 0 0
2116 0,36
Indeks Dominansi (Stasiun 2)
Palaemonidae
Penaeidae
Total
No Famili Spesies Jumlah pi C
1 Macrobrachium equidens 0 0 0
2 Macrobrachium dacqueti 0 0 0
3 Macrobrachium rosenbergii 0 0 0
4 Exopalemon styliferus 0 0 0
5 Fenneropenaeus merguiensis 1 0,0625 0,00390625
6 Metapenaeus ensis 0 0 0
7 Metapenaeus lysianassa 0 0 0
8 Sergestidae Acetes sp 0 0 0
9 Alpheidae Alpheus euphrosyne 0 0 0
10 Portunidae Scylla Paramamosain 9 0,5625 0,31640625
11 Thranita crenata 2 0,125 0,015625
12 Carcinus maenas 1 0,0625 0,00390625
13 Cymononidae Cymonomus soela 3 0,1875 0,03515625
14 Potamidae Nanhaipotamon sp. 0 0 0
16 0,38
Indeks Dominansi (Stasiun 3)
Palaemonidae
Penaeidae
Total
Lampiran 2. Nilai Hasil Perhitungan Indeks keanekaragaman
No Stasiun Indeks Keanekaragaman (H') Kategori
1 I 1,4 Sedang
2 II 1,2 Sedang
3 III 1,4 Sedang
Indeks Dominansi
No Stasiun Indeks Dominansi (C) Kategori
1 I 0,3 Rendah
2 II 0,4 Rendah
3 III 0,4 Rendah
55
Lampiran 3. Logbook Penelitian Nama peneliti : Hari/ Tanggal : Stasiun/Waktu :
Alat Tangkap : Keadaan Cuaca :
Fase Bulan :
Kondisi Pasang :