• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Sehubungan dengan keterbatasan hasil penelitian ini, serta setelah diketahuinya proses dan hasil pelaksanaan metode hipnoterapi, maka ada beberapa saran yang dapat diberikan oleh penulis, yaitu:

1. Untuk lembaga TranzCare perlu adanya pengembangan dan perluasan mengenai metode hipnoterapi ini agar masyarakat tidak salah menilai mengenai praktik hypnosis.

2. Untuk para orang tua diharapkan metode hypnosis ini bisa membantu menangani masalah anaknya terutama yang mengalami phobia.

lxxxix

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Hafidz, Muhammad Nur. Mendidik Anak Bersama Rasulullah, Bandung: Al-Bayan, 1999, cet. Ke-4.

A. Kasandravati, “Masalah dengan Hipnoterapi”, artikel diakses pada tanggal 15 juni 2008 dari http://www.nakita.com.

A. Supratik, Mengenal Perilaku Abnormal, Yogyakarta: Kanisus, 1995. Aziz Ahyadi, H. Abdul. Psikologi Agama, Bandung: PT. Sinar Bintang, 1991. Bachtiar, Wardi. Metodologi Penelitian Ilmu Dakwah, (Jakarta: Logos, 1999), cet.

Ke-2.

Burhan, Arif. Pengantar Metode Kualitatif, Surabaya: Usaha nasional, 1992. Crist, James J. Saat Takut dan Cemas: Apa yang Harus Aku Lakukan, Jakarta: PT.

Buana Ilmu Populer, 2005.

Daradjat, Zakiah. Peranan Agama dalam Kesehatan Mental, Jakarta: Gunung Agung, 2001, cet. Ke-16.

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung: Gema Risalah Press, 1989.

Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2002, Cet. Ke-3.

Diah Astuti, Irawati. wartawan Suara Pembaharuan, “Hipnotis bukan Sulap”, artikel diakses pada 02 April 2008 dari http://www.hipnotis.net.

Diana, Karen, dkk. Mendampingi Anak Menghadapi Rasa Takut, Yogyakarta: Kanisius, 2008, cet. Ke-5.

Echol, Jhon M dan Shadily, Hassan. Kamus Inggris-Indonesia, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003, Cet. Ke-27.

Farida, Ida. wartawan Suara Harian Rakyat, “Masuk ke Alam Bawah Sadar, Atasi

Masalah Psikosomatik”, diakses pada 09 April 2008 dari

http://www.hipnotis.net

Gunarsa, Singgih D. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia, 1989, cet. Ke-5.

xc

Gunawan, Adi W. Hypnosis: The Art of Subconscious Comunication, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007, Cet. Ke-5.

_______________. Hipnoterapy: The Art Subconscious Restructuring, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007,cet. Ke-2.

Hadi, Sutrisno. Metodologi Penelitian Research 11, Yogya: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM, 1984.

Hakim, Thursan. Mengatasi Gangguan Mental dan Fisik, Jakarta: Puspa Swara, 2005, Cet. Ke-2.

Hawari, Dadang. Al-Qur’an Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan JIwa, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Prima Yoso,1997, cet. Ke-3.

Hurlock, Elizabeth B. Perkembangan Anak, Jakarta: PT. Graha Aksara Pratama, 1978, edisi ke-6.

Kartono, Kartini. Psikologi Abnormal dan Abnormalitas, Bandung: Mandar Maju, 1989, cet. Ke-6.

Koentjaraningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: PT. Gramedia, 1993.

La Kahija, YF. Hipnoterapi : Prinsip-prinsip Dasar Praktik Psikoterapi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2007, Cet. Ke-1.

Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, Jakarta: Bumi Aksara, 2002, cet. Ke-2.

Maramis, WF. Ilmu Kedokteran Jiwa, Surabaya: Airlangga Press, 1994, cet. Ke-4. M. Arifin, Pedoman Pelaksanaan Bimbingan dan Penyuluhan Agama, Jakarta:

PT. Golden Terayon Press, 1998, Cet. Ke-6.

Moleong, Lexy J. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1999, cet.X.

Mustaqim dan Wahib, Abdul.Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 1991. Nugroho, NSK. Transformasi Diri: Memberdayakan Diri Melalui Hipnoterapy,

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Nurindera, Yan. melalui Asisten Pribadinya, Wawancara Pribadi, Jakarta, 04 November 2008.

_____________. “Ramai-ramai Belajar Hipnotis” di akses pada tanggal 02 April 2008 dari http://www.hipnotis.net.

xci

_____________. “Sugesti”, diakses tanggal 01 April 2008 dari http://www.hipnotis.net.

Panjiagung, Sidney. Wawancara Pribadi, Jakarta, 01 Desember 2008.

Pasiak, Taufiq. Revolusi IQ/EQ/SQ Antara Neurosains dan Al-Qur’an, (Bandung: PT. Mizan Pustaka, 2002), Cet. Ke-3.

Poerwadarminta, WJS. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1984.

Professional Centre for Stress-Depression & Schizophrenia, “Hipnoterapi: Mitra Sejati Menuju Kehidupan Berkualitas”, diakses Tgl. 22 Maret 2008 dari http://www.dharmawangsa.Org.

Purwandani, Kristi. Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Prilaku Manusia, Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi, 1999, cet. Ke-6.

Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofian. Metode Penelitian Survey, Jakarta: LP3ES, 1999.

Sumber data diakses internet dari http://www.tranzcare.com Sumber data diperoleh dari dokumen lembaga TranzCare.

Yudono, Jodhi. dalam Harian Kompas, “Ramai-ramai Belajar Hipnotis”, diakses tanggal 02 April 2008, dari http://www.hipnotis.net.

Yudawan, Larry, “Memberdayakan Energi bawah Sadar.” Koran Jakarta, 30 Mei 2008. h. 22.

Zulkifli L., Psikologi Perkembangan, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005, cet. Ke-3.

xcii

Hasil Wawancara

Nama : Sidney Panjiagung

Jabatan : Direktur, Penanggung Jawab sekaligus asisten Pribadi Pak Yan Nurindera

Tempat : Di Kantor TranzCare

Waktu Wawancara : 01 Desember 2008, jam 03.15 WIB.

1. Sejak kapan TranzCare terbentuk?

Jawaban: Secara operasional TranzCare emang udah dirintis sekitar taun 2005 lah, tapi kalo aktifnya yah belom lama sih sekitar awal-awal taun 2007 gitu. 2. Kenapa diberi nama TranzCare?

Jawaban: kalo Tranz itu asal katanya dari kata Trance istilah hypnosisnya itu,,relaksasi yang dalam, truz kalo Care itu kan penyembuhan. Jadi, TranzCare itu yah mba bisa gabunginlah dari 2 kata itu.

3. Bisa anda ceritakan latar belakang dari Pak Yan Nurindera?

Jawaban: seinget saya si beliau tuh pernah belajar pendidikan Teknik Elektro. Waktu kecil beliau emang udah seneng sama hal-hal kaya esoterism, spiritualitas, dan pemberdayaan diri. Kalo ga salah beliau pernah bekerja di sektor formal kurang lebih 11 tahun, truz juga beliau pernah kerja di bagian Computer Banking Indonesia di bagian Teknologi Informasi di sektor-sektor Bank pemerintah gitu. Kalo soal hipnotis emm,,,waktu hipnotis masih bentuknya tradisional kaya yang berbau

xciii

mistis gitu, dari mulai bentuknya kaya mantra-mantra, sampe beliau percaya adanya kekuatan magnet di tubuh manusia. Nah taun 90an barulah beliau kenal sama yang namanya hipnotis modern, belajarnya itu lewat seorang pesulap tua kalo ga salah si dulu tuh Bp. Sam (alm.) pensiun pegawai Bappenas, dia tuh pernah terkenal lho taun 60an. Dari Bp. Sam inilah beliau kenal sama yang namanya Bp. Hukom, dia ini dokter sekaligus guru besar di UI lho! Selanjutnya, beliau melanjutkan pembelajarannya ke para guru-guru hipnotis yang berasal dari Canada, UK, dan USA. Dan baru setelah itu beliau mulai mempraktekkan ilmunya hingga sekarang.

4. Siapa yang menjadi pengurus di TranzCare?

Jawaban: yang menangani langsung teknik hipnoterapi ini,,yah, Pak Yan sendiri tapi emang harus ada perjanjian lebih dulu ma beliau.

5. Siapa yang menjadi sasaran klien di TranzCare?

Jawaban: kalo sasaran kliennya si emang semua kalangan, tapi disini kami targetin. Kami tidak terima, pertama klien itu berumur di bawah 17 tahun, truz klien yang punya gangguan komunikasi, khususnya gangguan di indera pendengaran, truz klien yang keluhan penyakit fisik non psikosomatis, dan terakhir klien yang datang tanpa kemauannya sendiri.

6. Apakah TranzCare juga terima klien anak?Alasannya!

Jawaban: kadang-kadang pak yan emang terima klien anak, kalo itu diperluin dan ditangani langsung ma beliau. Yang penting si anak tuh bisa komunikasi.

xciv

Alasan kenapa TranzCare ga masukin sasaran klien yang utama,,yah,, karena anak-anak tuh emang lebih baik dan lebih bagus ditangani langsung sama orang tuanya. Kalopun emang ada klien anak yang membutuhkan metode hypnosis ini tidak lebih cuma sebagai spesialisasi aja. Karena memang, TranzCare juga sediakan pelatihan-pelatihan buat orang tua.

6. Program atau kegiatan apa saja yang ada di TranzCare?

Jawaban: disini selain buat tempat praktek Pak Yan,, kami juga ngadain pelatihan-pelatihan kaya workshop dan show-show gitu, bentuknya tuh ada yang hypnosis diri,,biasanya itu pelatihan motivasi biar semangat kerja…pokoknya banyak deh, mba bisa liat di website kami, disitu ada banyak kegiatannya koq. kalo programnya mbak bisa liat di www.tranzcare.com.

7. Apa visi dan misi TranzCare?

Jawaban: waduh, soal visi ya,,,lembaga ini emang terbilang masih baru.jadi kalo soal visi mungkin mba bisa liat logo kami kali ya…hehe itu judulnya “Life Transformation Center” artinya,,emm..pokoknya yang berhubungan dengan pusat pemberdayaan diri gitu… Kalo misi kami,,intinya yah yang baik-baiklah kaya buat kesehatan baik fisik maupun psikologis, truz mengarahkan menuju perubahan yang positif, dan terakhir yang pasti memberikan motivasi pikiran dan ada keseimbangannya..pokoknya intinya yang baik-baik aja.

xcv

Jawaban: Yah itu tadi,, selain tempat konsultasi juga tempat buat pelatihan-pelatihan hypnosis yang secara langsung ditangani oleh Pak Yan Nurindera.

9. Dalam struktur organisasi Tranz Care ada diwilayah apa?

Jawaban: TranzCare itu adanya di bawah naungan lembaga Corplus EventMedia truz kerjasama dengan School of Hipnotism dan The Indonesian Board Hipnotherapy (IBH) yang didiriin sama Pak Yan pusatnya itu di Jakarta.

Interviewer

xcvi

Hasil Wawancara

Nama : Sidney Panjiagung

Jabatan : Direktur dan Penanggung Jawab sekaligus asisten Pak Yan Nurindera

Tempat : Kantor TranzCare

Waktu wawancara : tanggal 20 Februari 2009, jam 15.10 WIB

1. Apa yang anda tahu tentang hipnoterapi?

Jawaban : hipnoterapi itu…apa ya…yah,itu,, salah satu bentuk hipnotis untuk proses penyembuhan. Kayak, buat motivasi kerja, phobia, hypnosis parenting, gangguan-gangguan mental gitu..

2. Bagaimana bentuk pelaksanaan hipnoterapi di TranzCare?

Jawaban : biasanya sebelum konsultasi sama Pak Yan, dilakukan Pra-Treatment dulu,,itu dilakukan buat analisa dari permasalahan klien, kita biasanya ngasih beberapa test untuk menentukan apakah metode TranzCare apa ga. Truz tahap konsultasi ini berlangsung sekitar kurang lebih 30 Menit - 45 Menitan. Jika metode TranzCare ga sesuai dengan klien maka penanganan dihentikan, tapi kalo metode TranzCare dianggap sesuai, maka klien akan diberikan rencana program. Kemudian treatment itu bentuknya Session, dimana setiap Session akan berkisar yah,,90 Menit - 120 Menitlah, tergantung dari kasus.

xcvii

3. Apa yang menjadi syarat-syarat agar proses hipnoterapi bisa berjalan?

Jawaban : kalo syaratnya,,yang pasti si…harus ada kemauan dan si klien itu bersedia dihipnotis.

4. Apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dari proses hipnoterapi? Jawaban : faktor penduhkungnya yah…lebih ke komunikasinya aja kali ya dan ga

ada unsur paksaan dari pihak klien…kalo penghambatnya yah….kebalikannya…si klien ga bisa komunikasi dengan terapis…pokoknya kebalikan dari itu deh…

5. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode hipnoterapi?

Jawaban : kelebihannya si…kayaknya lebih ke proses penyembuhan kali ya…kayak phobianya tuh ga balik-balik lagi.. trus juga efektif kalo hipnotis ini tepat buat klien dan kalo ga tepat yah berarti harus ada cara atau metode lain yang digunain…trus kalo kelemahannya…saya rasa mungkin lebih ke pemahaman aja tentang masyarakat nyamain hipnotis sama gendam yang suka dipraktekkin buat yang ga baik-baik kayak buat kriminal gitu…

Interviewer

xcviii Hasil Wawancara

Nama : Yan Nurindera

Jabatan : Konselor dan terapis

Tempat : Kantor TranzCare

Waktu wawancara : tanggal 25 Februari 2009, jam 14.42 WIB

1. Apa yang dimaksud dengan hipnotherapi menurut anda?

Jawaban: Hipnoterapi itu salah satu bentuk aplikasi hipnotis dimana menghasilkan efek therapeutic atau terapi, misalkan,,,untuk penyembuhan phobia seperti yang mba maksud, trus traumatik, dan bisa juga penyakit-penyakit psikosomatis.

2. Bagaimana bentuk pelaksanaan hipnotherapi terutama pada anak-anak?

Jawaban: kalo pelaksanaannya itu,,,sepertinya sama aja ya sama orang dewasa dimulai dari Pra-induksi, kemudian Induksi, lalu proses Dept Level Test, pemberian sugesti, dan terakhir terminasi dan lebih jelasnya mbak bisa liat di www.hipnotis.net, disana mbak bisa liat penjelasannya. Proses hipnotherapi ni, sebenernya dilakukan sangat-sangat sederhana sekali, biasanya dikasih sugesti saat anak dalam kondisi setengah tidur ( itu antara alpha-teta). Sugestinya itu harus sugesti yang baik-baik yang sifatnya positif.

3. Bagaimana teknik menghipnosis anak terutama yang mengalami phobia dalam Hipnotherapi?

xcix

Jawaban: Tekniknya itu,,,dengan komunikasi verbal dan non verbal yang sangat persuasif, dan pada umumnya emang udah betul-betul bisa memahami komunikasi. Kalo anak efektifnya usia minimal sekitar 7-8 tahun. Kalo Untuk kaya anak-anak balita baik dipergunakan hipnotis informal atau komunikasi yang berpola hipnotis dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Yah,,intinya sama saja kaya orang dewasa hanya mungkin perbedaannya dalam proses pra-induksinya aja yang perlu disesuaikan dengan si anak. 4. Kapan sebaiknya waktu menghipnosis anak?

Jawaban: kalo kapan itu,,,bagusnya saat anak mulai tidur, karna tidur di awal itu belumlah tidur dikatakan sempurna (posisinya delta), dan kondisi ini memiliki sifat paling reseptif (posisi teta), yaitu merespon kondisi luar. Walaupun kondisi teta itu belum dikatakan tidur sempurna akan tetapi bagi anak, tidur ini tetap dirasakan sebagai tidur sempurna, nah,, kemungkinan anak tidak akan mendengarkan sugesti yang diberikan, tapi sugesti ini justru didengar dengan baik oleh pikiran bawah sadar si anak, sehingga proses itu ngaruh ke perubahan perilakunya si anak.

! ! "

c

6. Bagaimana dampak dari Hipnotherapi bagi anak-anak?

Jawaban: dampaknya saya rasa sangat-sangat berpengaruh ya,,apalagi pemberian sugesti yang baiknya itu dilakukan berulang-ulang sehingga si anak bisa diarahkan kearah yang lebih baik nantinya. Contohnya,, bisa diarahkan menjadi rajin belajar, doyan makan, dan lain sebagainya.

7. Apa fungsi dan tujuan Hipnotherapi?

Jawaban : nah,,tujuannya itu sebagai alat bantu aja buat penyembuhan tanpa harus ada efek samping. Justru bukan untuk melupakan atau menghilangkannya,,melainkan untuk merubah persepsi yang salah yang pengaruhi pola pikirnya.

8. Apa kelebihan dan kelemahan dari proses Hipnotherapi?

Jawaban: saya rasa ya,,,emmm..sangat efektif dan efisien tapi kalo penggunaannya tepat ya..pada klien yang bener-bener butuhin. Karna g pake obat-obatan,, mungkin akan berpengaruh sama efek sampingnya. Truz kalo kelemahannya mungkin yah,,, tentang anggapan orang tua yang salah, kayak ada yang bilang kalo hipnotis itu bisa pake buat bayi,,nah ni ga bener karna hypnosis itu bisa efektif kalo si anak bisa paham betul-betul komunikasinya. Kedua, Untuk menjalani terapi ini dibutuhin kemampuan berpikir abstrak. Sugesti bisa aja si dilakuin buat bayi atau balita kalo tujuannya buat parenting gitu, misalkan,, orang tua berusaha menenangkan anaknya yang lagi nangis karna jatuh truz ibunya cium si anak nah,,si anak itu ga ngerasain sakit lagi..ini namanya bukan hipnotis tapi sugesti.. truz mungkin kebanyakan orang tua itu khawatir

ci

menjalani terapi ini karna nganggap anaknya dikuasai sama orang atau dikibulin ma orang. Ini juga kurang tepat, sebab anak itu justru masih bisa lakuin kayak penilaian buat dirinya, bikin keputusan sendiri, dan ngarahin tingkah lakunya sendiri. Mungkin itu pengaruh dari tontonan teve kayak yang diterapin ma romy Rafael yang bentuknya hipnotis panggung. Lalu banyak juga orang tua cemas kalau-kalau anaknya tidak bisa "bangun" lagi. Anggapan ini ga bener. Sebab selama sesi proses itu berlangsung, hakikatnya anak dalam kondisi sadar. Si anak bisa ngarahin dirinya sendiri untuk keluar dari fase ini meskipun ditinggal sama saya atau bisa juga pingsan,,si anak ni masih bisa bangun koq dengan sendirinya.

9. Apa faktor pendukung dan penghambat dari metode Hipnotherapi?

Jawaban: Keberhasilan praktik hipnoterapi adalah ketika klien sudah berada pada situasi deep trance. Namun, untuk mencapat tingkat ini, ada faktor yang mempengaruhinya. Yakni, kondisi psikologis (Kejiwaan) klien, tingkat keaktifan berpikir klien, suasana dan kondisi lingkungan, ketrampilan seorang hypnotist, waktu, serta tingkat kepercayaan klien terhadap seorang hypnotist. Dan jika salah satu faktor tidak lengkap kemungkinan proses hipnoterapi tidak akan berjalan dengan lancar dan berhasil. Selama si anak bisa berkomunikasi dengan baik dan bisa untuk fokus serta tidak ada hambatan dalam bahasa, maka terapi akan berjalan dengan lancar. Akan tetapi, permasalahan utama adalah terkadang anak memiliki ketidakmampuan untuk fokus dalam waktu tertentu saat proses

cii

hipnotherapi, sehingga terapis mengalami kesulitan untuk membimbing anak yang mengalami phobia untuk memasuki relaksasi atau imajinasi. 10.Bagaimana pandangan konseling Islam tentang metode Hipnotherapi?

Jawaban: emmm,,,jelas-jelas g langsung dengan berhubungan dengan alam ghaib ya,,, contohnya kayak gendam. Truz juga emang udah diuji secara ilmiah dalam ilmu psikologi,,pasti mbak dah belajar kan soal alam bawah sadar teorinya Sigmeund Freud. Nah,,hipnotis ini pendekatannya pake alam bawah sadar. Dan justru karna hipnoterapi ini hanya sebagai alat bantu aja untuk proses penyembuhan si klien yang datag kemari,, dan saya juga sering bilang kalo yang sembuhin itu diri anda sendiri, sedangkan saya cuma ngarahin. Kalo emang diperluin bisa dikombinasiin sama teknik zikir dan doa.

11.Sampai kapan pengaruh metode Hipnotherapi bisa bertahan pada klien? Jawaban: hampir sebagian besar yang datang ke sini itu,,bilang bertahan jauh

lebih lama daripada yang diperkirakan sebelumnya. tapi,,, tentu saja harus ada faktornya,,yah paling tidak lingkungannya yang membentuk dia balik lagi kaya awalnya.

12.Apa tingkat kesulitan metode Hipnotherapi pada penanganan anak?

Jawaban: sebenernya,,yah,,tidak ada kesulitan sama sekali si,,intinya selama si anak bisa berkomunikasi aja. Intinya, si klien dalam keadaan bersedia, memahami komunikasi, dan yang terakhir adalah itu fokus.

ciii

Jawaban: yah,,minimal dilakukan dengan 1 kali sesi terapi jika phobianya ringan ya... truz sesi terapinya sekitar 4 kali-10 kali-anlah dan kadang juga ada klien yang datang tiap minggunya,,pokoknya tergantung dari jenis permasalahannya aja sampe bener-bener sembuh.

14.Apakah ada bahasa khusus ketika memberikan sugesti pada anak?

Jawaban: tentu ada,, dimulai dari kata-kata dan kalimat yang sederhana dan jelas maksudnya, truz bahasanyapun bisa dipahami,,nah,,ekspresi itu jangan ekspresi kaya marah,bete,,pokoknya ekspresinya itu harus yang menyenangkan si anak sekaligus menghindari ekspresi negatif dimana si anak sedapat mungkin memberikan respon kepada kita, sedapat mungkin hindari kata "coba" contohnya ni “bisa ga ade bayangin waktu jalan-jalan sama mama” seperti itu, kemudian berikan saran pake tanda-tanda tertentu contohnya kaya petik jari,,truz gunain sugesti langsung dan tidak langsung, diulang-ulang sugestinya,dan terakhir gunakan bentuk imajinasi atau pengalaman kita.

Interviewer

Dokumen terkait