BAB V PENUTUP
B. Saran
1. Bagi lingkungan Peradilan khususnya Hakim di dalam memberikan dispensasi kawin hendaknya lebih memperketat kembali dalam menanyakan kesiapan orang tua maupun anak yang hendak menikah demi tujuan mengurangi angka pernikahan usia di bawah umur di Indonesia umumnya dan wilayah Jakarta Selatan khususnya.
2. Bagi Mahasiswa hukum keluarga yang mempunyai tugas sebagai agen perubahan dan bagian dari masyarakat, sebaiknya ikut berkontribusi secara langsung untuk memberikan pengajaran dan pembelajaran terkait pernikahan
usia di bawah umur, regulasi permohonan dispensasi kawin dan bahaya pernikahan usia di bawah umur.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran dan Terjemahan, Departemen Agama RI.
Abi Muslim al-Hijaj, Imam, Shohih Muslim, Dar al-Fikr: Beirut, 1992.
Abidin, Slamet dan H. Aminuddin, Fiqh Munakahat , Bandung: CV. Pustaka Setia, 1999.
Ali, Mukti, dkk, Fikih Kawin Anak Membaca Ulang Teks Keagamaan Perkawinan Usia Anak-anak,t.tp, Cet. I, Rumah Kitab, 2015.
as-Siba’i, Mustafa, al-Mar’ah bain al-Fiqh wa al-Qur’an, Damsyik: Maktabah al-Kitab, [t.th.],
Aulia, Nuansa, Kompilasi Hukum Islam: Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Perwakafan,
Aziz Dahlan, Abdul, Ensiklopendi Hukum Islam, Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997, Cet. 1.
Candra, Mardi, Aspek Perlindungan Anak Indonesia: Analisis tentang Perkawinan di Bawah Umur, Jakarta: Kencana, 2018.
Daly, Peunoh, Hukum Perkawinan Islam Studi Perbandingan Kalangan Ahlu Sunnah dan Negara-Negara Islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1998
Daud Ali, Mohammad, Hukum Islam dan Peradilan Agama, Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2002.
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Nikah, cet.II, Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 1994.
Djalil, Basiq, Peradilan Agama Di Indonesia: Gemuruhnya Politik Hukum (Hukum Islam, Hukum Barat, Hukum Adat), cet. I, Jakarta: Kencana, 2006. Eoh, O.S., Perkawinan Antar Agama Dalam Teori dan Praktek, cet.II, Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada, 2001.
Hadikusuma, Hilman, Metode Pembuatan Kertas atau Skripsi Ilmu Hukum, Bandar Lampung: Mandar Maju, 1995.
Jalal ad-Din Abd ar-Rahman bin Abi Bakar as-Suyuthi, Imam, al-Asybah wa an-Nazhair, Semarang : Maktubah wa Mathbu’ah Thoha Putera, [t.th]. Karim, Helmi, Kedewasaan Untuk Menikah Problematika Hukum Islam
Kontemporer, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996.
Laporan Pelaksanaan KegiatanPengadilan Agama Jakarta Selatan Tahun 2019 Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974.
Manan, Abdul, Etika Hakim dalam Penyelenggaraan Peradilan Jakarta: Kencana, 2007
Manuba, Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta: EGC, Edisi 2
Marilang, Dispensasi Kawin Anak di Bawah Umur, Al-Daulah Vol 7 No. 1 Juni 2018,
Media Informasi dan Transfaransi Agama Jakarta Selatan, Sejarah Pengadilan Agama Jakarta Selatan, diakses pada tanggal 23 Februari 2020 melalui http://www.pa- jakartaselatan.go.id/v2/index.php/tentang-kami/sejarah.html
Mertokusumo, Sudikno, Hukum Acara Perdata Indonesia, Libery, Yogjakarta, 1998.
Penghimpun Solahuddin, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Acara Pidana, dan Perdatah Jakarta: Visimedia, 2008.
Q.S. An-Nisa’ (4) ayat 6
Rahman Ghazaly, Abdul, Fiqh Munakahat, cet.II, Jakarta: Kencana, 2006. Ramulyo, Moh. Idris, Hukum Perkawinan Islam: Suatu Analisis dari
Undang-undang No. 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam, Cet. 1, Jakarta: Bumi Aksara, 1996.
Rofiq, Ahmad , Hukum Islam Di Indonesia, cet.IV, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2000.
Rudiana Arief, Eddy, Hukum Islam di Indonesia: Perkembangan dan Pembentukan, Remaja Rosdakarya: Bandung, 1991.
Sabiq, Sayyid, Fiqh Sunnah 6, cet.VII, Bandung: PT. Al-Ma’arif, 1990.
Saleh, K. Wancik, Hukum Perkawinan Di Indonesia Jakarta: Ghalia Indonesia, 1976
Soekanto, Soerjono dan Sri Mamudji, Penelitian Hukum Normatif, Cet. Ke-8, Jakarta : RajaGrafindo Persada 2004.
Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-undang Perkawinan (Undang-undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan), Cet.5 Yogyakarta: Liberty, 2004.
Soerjono, Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta, Universitas Indonesia, 1986.
Sudirman Abbas, Ahmad, Pengantar Pernikahan: Analisis Perbandingan antar Mazhab, t.tp., PT.Prima Heza Lestari, 2006.
Syarifuddin, Amir, Garis- Garis Besar Fiqih Jakarta : Prenada Media, 2003. Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan Di Indonesia, cet.II, Jakarta: Prenada
Mulia, 2007.
Tahido Yanggo, Chuzaimah dan Hafiz Anshary AZ, Problematika Hukum Islam Kontemporer Buku Pertama Jakarta: LSIK, 1994.
Tihami dan Sohari, Fiqih Munakahat Kajian Fiqih Nikah Lengkap, Jakarta : Rajawali pers, 2014.
Umran, Abdurrahim, Islam dan KB (Jakarta: Lentera Batritama, 1997
Undang-Undang Perkawinan No.1 Tahun 1974 .Jakarta: PT Tintamas Indonesia, 1986.
Usman, Sayed, “Sejarah Pengadilan Agama Jakarta Selatan”, artikel diakses pada 29 Februari 2020 dari https://www.pa-jaksel.go.id.
Usman, Suparman, Perkawinan Antar Agama dan Problematika Hukum Perkawinan di Indonesia Serang: Saudara Serang, 1995.
Zakariya Al-Anshary, Abu Yahya, Fath al-Wahhab, Singapura: Su laiman Mar’iy, t.t.
WEBSITE
http://www.pa-jakartaselatan.go.id/v2/profil-pengadilan/sejarah-pa-jaksel.html diakses pada tanggal 24 Februari 2020
http://www.pa-jakartaselatan.go.id/v2/profil-pengadilan/tupoksi.html diakses pada 21 Februari 2020.
http://www.pa-jakartaselatan.go.id/v2/profil-pengadilan/tupoksi.html diakses pada 23 Februari 2020.
https://m.cnnindonesia.com/nasional/20181213110330-12-353335/mk-kabulkan-gugatan-batas-usia-dalam-uu-perkawinan, diakses pada tanggal 29 Februari 2020, pukul 09.46 WIB
https://nasional.kompas.com/read/2019/09/16/13174991/dpr-akan-sahkan-ruu-perkawinan-batas-usia-perkawinan-jadi-19-tahun, diakses pada hari senin, 23 Desember 2019, pukul 19.00 WIB.
https://www.pa-jakartaselatan.go.id/tentang-pengadian/sejarah-pengadilan, diakses pada tanggal 26 Februari 2020, pukul 15.00 WIB
HASIL WAWANCARA HAKIM (ANGGOTA)
PENGADILAN AGAMA JAKARTA SELATAN, 23 JUNI 2020 JAM 10.09
Nama : Ujang Soleh, S.H
Pendidikan : HK UIN Jakarta 1982 dan Unisma Malang 1996
1. Kriteria Pemohon yang dikabulkan
- Administrasi dibuktikan dengan KTP atau Akta Kelahiran
- Dewasa (membedakan yang baik & benar) secara fisik/psikis/berpikir - Meskipun secara usia di bawah umur apabila secara mental sudah dewasa
bisa menjadi pertimbangan dikabulkannya dispensasi kawin oleh hakim - Sudah berpacaran/berhubungan lama, datang ke KUA kemudian ke
Pengadilan Agama sesuai domisili pemohon
- Calon mempelai pria mempunyai pekerjaan/penghasilan yang layak - Diajukan oleh orang tua dan atau pemohon itu sendiri
2. Terkait zina yang tidak boleh dinikahkan dalam Hukum Perdata - Hal tersebut tidak didasari oleh Syari’ah (hukum Islam)
- Wanita hamil yang belum menikah itu wajib dinikahkan meskipun faktornya nanti meluas. Dan juga nanti anaknya akan dinasabkan ke Ibu sehingga ayah biologis pun bisa menikah dengan anak perempuan hasil perzinahannya (dilihat sesuai mazhab fiqihnya)
3. Pencegahan : kedua calon mempelai sudah siap secara fisik maupun mental, sehingga hakim mempertimbangkan hal tersebut untuk dikabulkannya dispensasi kawin
4. Selama menangani kasus, hakim tidak pernah menolak pengajuan dispensasi kawin kar. Faktor usia bisa dibuktikan dengan KTP atau Akta Kelahiran akan tetapi hakim tidak mempunyai bukti terkait penghasilan calon mempelai pria. 5. Menurut hakim, sebisa mungkin jangan ada pernikahan usia di bawah umur
agar secara fisik/psikir/berpikir sudah matang. Dan itu juga menjadi salah satu faktor terhadap kasus perceraian, bisa faktor ekonomi, dan faktor lainnya.