BAB IV (PELAKSANAAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN)
B. Saran
Sebagai saran dapat dikemukakan beberapa hal berikut:
1. Bagi pihak pengelola panti wreda “HANNA” Yogyakarta, peningkatan fasilitas dan lingkungan fisik panti mendapatkan perhatian yang lebih baik pada masa- masa berikutnya sehingga kebutuhan lansia dapat terpenuhi secara tepat.
2. Bagi perawat dan pengelola panti wreda “HANNA” Yogyakarta, mempertahankan dan terus meningkatkan sikap positif dalam memberikan pelayanan terhadap lansia sehingga suasana aman dan nyaman tercipta di lingkungan panti.
78
Hubungan Antara Pemenuhan Kebutuhan Berafiliasi Dengan Tingkat Depresi Pada Wanita Lanjut Usia di Panti Wredha. Anima, Indonesian Psychological Journal, 15, 180-195.
Berk, Laura E. (2006). Development Trough The Lifespan. 4th Edition. Boston: Allyn & Bacon.
Creswell, John W. (1997). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Traditions. California: SAGE Publication.
Damanik, Janianton. (2003). Wisata Sebagai Salah Satu Upaya Peningkatan Kesejahteraan Lansia: Suatu Gagasan Awal. Media Informasi Penelitian No. 173, Th. Ke 27 Januari-Maret.
Davidson, Gerald C et. al. (2006). Psikologi Abnormal. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
“HANNA”. (2004). Jubileum ke-25 Panti Wreda “HANNA” Yogyakarta 1979-2004
Hartati, Sri & Andayani, Tri Rejeki. (2004). Perbedaan Tingkat Depresi Antara Lansia Yang Tinggal Dengan Keluarga dan Lansia yang Tinggal Di Panti Sosial Tresna Werdha “Wening Werdaya” Ungaran. Jurnal Psikologi UNDIP, I, 78-87.
Kimmel, Douglas C. (1974). Adulthood and Aging: An Interdisiplinary, Development View. United State of America: John Wiley & Sons, Inc. Long, Judith Stevens. (1984). Adult Life: Developmental Processes. 2nd Edition.
California: Mayfield Publishing Company.
Lovel, K. (1968). An Introduction To Human Development. Dallas: Scoot, Foresman & Company.
Moleong, Lexy J. (2008). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mönks, F. J. (1999). Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Murdiyanto. (2007). Persepsi Masyarakat Terhadap Aktivitas Pemulung di Kabupaten Sleman Propinsi DIY. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, VI, 54-72.
Nawawi, Hadari. (2005). Metode Penelitian Bidang Sosial. Cet. 11. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nordhus, Inger Hilde et. al. (1998). Clinical Geropsychology. Baltimore: United Book Press, Inc.
Papalia, Diane E. et. Al. (2005). Human Development. 10th Edition. New York: McGraw-Hill.
Perlmutter, Marion. (1992). Adult Development & Aging. 2nd Edition. Canada: John Wiley & Sons, Inc.
Pikunas, Justin. (1969). Human Development: An Emergent Science. 3rd Edition. Tokyo: McGraw-Hill.
Poerwandari, Kristi. (2005). Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: Mugi Eka Lestari.
Russell, Daniel W., Cutrona, Carolyn E., De la Mora, Arlene., & Wallace, Robert B. (1997). Loneliness and Nursing Home Admission Among Rural Older Adults. Psychology and Aging, 12, 574-589.
Rybash, John W., Roodin, Paul A., Santrock, John W. (1991). Adult Development and Aging. 2nd Edition . United State of America: Wm. C. Brown Publisher.
Salamah. (2005). Kondisi Psikis dan Alternatif Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial Lansia di Panti Wredha. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, IV, 55-61.
Sahrah, Alimatus. (2004). Persepsi Terhadap Kepemimpinan Perempuan. Anima, Indonesian Psychological Journal, 19, 222-233.
Schiamberg, Lawrence B. (1982). Human Development. New York: Macmillan Publishing.
Sobur, Alex. (2003). Psikologi Umum dalam Lintasan Sejarah. Bandung: CV Pustaka Setia.
Suharman. (2005). Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.
Suprayogo, R. (2004). Pelayanan Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Unit “Abiyoso” Yogyakarta. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, III, 43-57.
Supriyadi. (2007). Peran Panti Sosial Tresna Werdha Budhi Luhur bantul Yogyakarta Dalam Pemenuhan Kebutuhan Fisik, Psikis, dan Sosial. Media Informasi Penelitian No. 192, Th. Ke 31 Oktober-Desember.
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan & Pengembangan Bahasa. (1990). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Cet 4. Jakarta: Balai Pustaka.
Tursilarini, Tateki Yoga. (2004). Tindak Kekerasan Terhadap Istri dan Kepedulian Masyarakat. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, III, 62-74.
Tursilarini, Tateki Yoga & Untung, Abdul. (2003). Mengembalikan Rasa Percaya Diri, Rasa Harga Diri, dan Rasa Berguna Lansia: Model Pelayanan Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Wreda “Minaula” Kabupaten Kendari, Propinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, II, 54-67.
81
Lampiran I
Kode Subjek : P1
No. Verbatim Koding
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49
(apa latar belakang Oma untuk masuk ke panti ini..apakah ada alasan tertentu dari Oma memilih panti ini?) Panti Abiyoso ya…yang membayar itu sudah penuh, lalu saya telepon adik saya yang direktris CTF itu untuk apa..mencari lain. terus adik saya bilang perempuan, kalo metting, bahwa di Jogya ada, jadi saya tidak emilih-milih antara panti Kristen. Yayasan apa ndak..saya kan sudah hubungi dulu Abiyoso..yang membayar itu dah penuh lalu saya cari nomor telepon yang Jogya ya ini..terus nelpon sini ada yang mau dikeluarkan satu..penuh waktu itu, tahun 2004 ya..si Bos bilang”wah untung ya buat Bu Rudolfin dari Jakarta” tengah-tengah telpon ada satu yang tanggal 28 september..yang dikelurkan ini bakal 21 oktober berarti ada tempat kan, tinggal satu saja tempat Bu Rudolfin, mungkin sudah karunia Tuhan dia bilang begitu, boleh masuk, kapan saja asal bawa ini dan itu (awalnya bukan disini?) awalnya ya.(awalnya dimana?) dimana saja lah maksud saya...saya kan dah katakan sudah telpon di Abiyoso..di Bintaro tempat Katolik..penuh..yang bayar. Kalau Bintaro itu punya Katolik pasti bayar semua, tapi ga ada tempat,saya gimana lagi ya, Jakarta ya juga tidak ada tempat terus saya iseng-iseng saja ke Adik perempuan saya itu (kalau sikap Oma terhadap pihak pengelola disini gimana?)
maksud..(sikap Oma Rudolfin..sikap atau pendapat Oma Rudolfin
terhadap pihak pengelola di sini..pendapat Oma gimana?) pengelola? (terhadap pihak pengelola di sini) maksudnya pengelola yang
mana…yang ini (yang ini..panti wreda ini..) maksudnya
apa..sikap?…(pendapat Oma) oh pendapat saya…la saya kan..pengelola sini kan saya tidak apa ya..maksud saya..saya tidak tahu apa-apa toh.. asal saya dapat tempat dulu gitu kan (selama tinggal di sini…selama 3 tahun di sini, pendapat Oma gimana..penilaian Oma?) dengan ini..pengelola? (ya..dengan pihak pengelola di sini) hmm..baiklah (baik?) ya (karena..kenapa kok bisa ngomong baik, kenapa?) bisa ngomong baik ya..saya seneng tinggal di sini. Tidak pernah saya ada apa...masalah dengan saya..tidak pernah.itu saja anu..seperti Bu Prapti bilang “seperti Bu Rudolfin itu orang pandai, pinter, kayaknya keras, tapi ga..ga..menilai si ini..ini..pimpinan ini..ga pernah..terus bilang..kayak Deborah itu..”saya pernah dikatakan Deborah..ora becus..ora tegas di sini”..di bilang seperti itu.. kan kalau Bu Rudolfin ga ada masalah selama ini mungkin ya karena kepribadian ya..dari..bukan level ya..ama level yang tinggi ya.biasa di rumah.Saya kan dari Keraton Mangkunegara, Solo..(jadi karena Oma tidak ada masalah di sini, pimpinan di sini baik -baik saja maka Oma mengatakan bahwa pendapat Oma terhadap pihak pengelola di sini baik?) ya (relasi Oma dengan lansia yang lain gimana) relasi aku? (dengan temen-temen sebaya atau lansia yang lain?) saya? (he eh..Oma Rudolfin dengan Oma-Oma yang lain) klien..maksudnya baik atau tidak gitu (ga..pendapat Oma gimana..sikap Oma..penilaian Oma…) ya mereka itu karena saya tidak pernah memusuhi mereka mungkin ya.. jadi mereka juga ga ada masalah dengan saya, gitu toh..itu maksudnya (menurut Oma tidak ada masalah?) ndak ya saya kalau mubeng itu sudah..”di sini-sini, duduk di sini”..berarti saya kan diterima oleh mereka ya, gitu (kalau relasi Oma dengan perawat atau sebutan di sini pramurukti gimana, pendapat Oma atau sikap Oma?) saya..sikap saya terhadap pramurukti gitu? (ya..) Pelayanan ya apa-apa gitu (ya..sikap Oma..pendapat Oma?) saya. sikap
A A A A C C B
52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 76 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104
saya? (he eh..) ya baik-baik saja.. pokoknya saya tidak pernah bilang keras-keras gitu terhadap perawat, tidak saya, semua baik pada saya (kenapa kok bilang baik?) yang baik mereka itu terhadap saya? (Oma bilang pramuruktinya kok baik kenapa?) ya karena saya tidak pernah kasar keras terhadap mereka. itu seperti itu ngomong sendiri kan, seperti Diah itu, sampai dia diadili di situ, ngunek-ngunek apa..menghujat-menghujat pake pelacur-pelacur dari pasar kembang..wah itu kan..kalau saya kan..semua itu…delapan sama saya..waduh..wong saya tidak pernah ada masalah dengan mereka (ok..kalau dari pelayanan yang diberikan di sini pendapat Oma gimana?) cukup-cukup..ya baiklah.pelayanan pramurukti terhadap saya toh? (he eh..) baik.. mereka juga menerima eh..meladeni dengan baik terhadap saya karena saya baik terhadap dia. Kalau yang tidak baik ya..dengan muka piye ya…kadang ya..kalau sama saya ya “ini tehnya…bu rudolfin, gitu. Kalau sama Diah ora cocok. Samapi si Diahya bilang “ga pernah nawani gitu”. Kenapa kalau sama Bu Rudolfin kok..”itu lain..saya kan baik sama yang ngeladenin ya toh..mereka kan susah payah ngeladenin kita (kenapa kok Oma bilang pelayanan di sini baik, ciri-cirinya apa?) ciri- cirinya ya…menurut aku, memang menurut terhadap pribadi saya baik gitu (dari segi apanya?) ya dari segi apa ya…pribadi merekalah. ya memang ada yang kasar, ada..yang keras, ada..tapi saya terima dengan tidak saya reken..(reken?) ‘hitung’ kalau dia itu keras…katanya orang “si A itu mesti minta kalau mandi barang.kalau saya kan..saya acuhkan gitulah..ga terus melu-melu “opo-opo Mbak..kok mandine barang…” aku yo ga pernah ngurus. Jadi mereka kan orang..pramurukti delapan itu kan, nek coro Jawa Niteni.apa ya..jadi ga ada masalah lah bisa..Niteni tu opo yo coro Indonesianya? Umpama “oh Bu Rudolfin ga pernah sih keras-keras sama pramurukti, gitu lho. makanya delapan pramurukti sama saya semua baik (kalau dari..ini kan saya membuat kategori pelayanan..rendah, sedang, atau tinggi pelayanan di sini?) oh..pramurukti terhadap kita? (pelayanan di sini, bisa dibilang rendah, cukup-cukup saja, atau sangat bagus?) ya cukup-cukup lah…rendah ga..tinggi banget ya ga lah..sedang..cukuplah (kalau fasilitas kesehatan di sini, menurut Oma gimana?) cukup baik karena setiap seminggu satu kali kan ada dokter ke sini..dokter Wiji yang dari RS Bantul..itu untuk kita setiap minggu satu kali datang. Siapa yang merasa kurang sehat atau memeriksakan apa….kalau ga senin..selasa ya..tergantung waktunya dokter Wiji (selain ada dokter, apalagi yang menurut Oma yang bisa dibilang baik?) kemaren..sering ada itu..kayak penginjil itu lho..boleh toh aku bilang gitu..itu pendeta Andreas..itu free ya..bukan tergantung pada sini..tapi beliau pelayan sendiri di sini..kemarin sore juga ke sini..saya disembayangin di situ… terus ke sana..akhirnya nanti ketemu si Bos..itu kadang ada satu minggu sekali. selain kunjungan yang ada pendeta-pendata..ada pendeta Andreas (selain ada yang penginjil dateng, alasan Oma bilang fasilitas kesehatan di sini baik apalagi, selain dokter dan penginjil dateng, kira-kira ada yang lain?)ya..(cuman itu saja?) ya itu..sama dokter..kalau tamu ya beda ya (yang sering dateng dokter ya?) ya itu dokter harus untuk memeriksa kesehatan kita..yang penting yo si dokter itu...(misalnya kegiatan sosial ke luar, menurut Oma gimana?) sosial ke luar? (ya..misalnya bisa dilakukan menurut Oma gimana ada kegiatan sosial) dari sini? (ya..) saya ka ga ngerti ya..wong klien disuruh di rumah wae.. (kalau kegiatan di dalam panti, seperti misalnya menjahit sesuai hobi, atau seperti Oma Tan yang bermain Orgen,gimana menurut Oma?) ya baik..toh memang kegiatan itu
B B D1 D1 D1 D2 D3 D4
107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150
bilang baik?) ya baik. Terus di sini ya.. Terserah Oma mau ngapa…daripada ‘dengak-dengok’ kalau yang masih berpikir jernih itu boleh lah mau apa-apa (kalau area privasi masksudnya tempat kita privasi, misalnya untuk sekadarm mebaa buku, sekadar kita pengen guling-guling saja, menurut Oma area privasi di sini?) sehari-hari itu..? (ya) ya itu lagi kembali ke…terserah yang mau tiduran..tiduran..yang ga bisa ngapain ya mau gimana, tapi keluar ga boleh tanpa didampingi pramurukti. Tapi seperti yang Bu Tan itu kan orang masih kayak gitu kan…boleh pergi sendiri, apalagi seperti saya ya, masih pake begini mesti sama pramurukti. Di sini tugas pramurukti ada 2 setiap bulan 2..jatuhnya 2 tiap bulan untuk yang mau ke dokter..ada yang mau ke adek saya…ada..(tapi area privasi di kamar Oma itu ada ga, ada mungkin kan ga mau diganggu, ini daerah saya…) ya mestinya begitu ya, tapi kepiye ya wong itu banyak orang kan emosi orang tua padahal saya..kemaren saya tidur siang jam 1..tiba-tiba Debora ganggu...ya itu di kamar itu kadang susah (menurut Oma perlu ruang pribadi bagi tiap-tiap lansia?) ya mestinya perlu tapi
bagaimana..tempatnya tidak ada ( jadi menurut Oma kurang..area
pribadi?) ya..hanya sebatas area pribadi hanya kamar dan itu penuh (kalau masalah keamanan, menurut Oma gimana?) aman soalnya kita kan punya ini..Pak Priyadi..Satpam itu lho..satu.., tapi hanya malam. dan kita merasa aman tuh seberang tuh kan Koramil, Kodim itu lho (ya..) begitu..(jadi karena ada Satpam dan Deket dengan Koramil?) ya…( kalau bentuk kamar..bentuk kamar yang Oma tempati, menurut Oma bagaimana?) memang itu untuk orang 4..memang dikhususkan untuk orang 4 dan cukup luas.. Itu sama dengan tempat Bakri..itu gede kan..tempatku gede..lebih dari yang sana..sudah cukuplah (karena luas gitu..?) ya ( masalah jumlah penghuni kamar?) memang sudah diputuskan..2 ya 2..satu ya satu…sejak jaman dulu ya toh.. sejak 29 tahun yang lalu (tapi apakah ada keinginan dari Oma..apa pengen sendiri atau gimana..?) ya pengennya seperti di rumah…luas. Tapi mau gimana lagi..diterima apa adanya (jarak kamar dengan ruang perawat?) jauh kan…(menurut Oma gimana?) ya, tapi pribadi saya itu mulai jatuh ini saya dipegangin bel, tapi sementara sudah lama saya jarang bel wong saya..malam ke kamar kecil sendiri tapi penting sekali baru saya pake belnya..(menurut Oma itu kejauhan atau sudah cukup..) buat saya mestinya ya jauh ya..(kenapa Oma bisa bilang jauh..) ya saya kan masih pake..mungkin kalau saya jalan biasa mungkin tidak..karena pake ini kan saya kadang “kok perut saya mules ya, tak liat-liat kok tidur tengah malam, mau ke sana ya lain kan dengan kaki ini..ini kan pake ini ya...ya sudahlah saya cari obat sendiri di kamar sendiri kadang gitu..Kadang aku “Mbk!” ga ngebel ada yang dateng.baik-baik kok mbknya. Mbknya juga tergantung ama klien yang sama dia..iya toh..maksudnya ga pernha minta-minta, kasar…mbk-mbknya tak ajak guyon…jadi mereka kan..timbangannya merengut terus ya..mereka juga sama kita kan gini….
D4 D5 D5 D5 E1 E1 E2 E3 E3 E4 E4 B
Gambaran tentang persepsi terhadap panti wreda sebagaimana P1 menyatakan dapat kita rinci sikap P1 terhadap aspek-aspek panti wreda sebagai berikut, yaitu:
A. Aspek Pihak Pengelola
Pada bagian ini, penilaian P1 terhadap pihak pengelola panti cenderung baik (27). P1 beralasan bahwa dirinya merasakan perasaan senang tinggal di panti dan tidak pernah ada masalah dengan dirinya (29). Lebih lanjut lagi, P1
mungkin ini disebabkan kepribadian dan pengaruh dari lingkungan Keraton (36).
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah persepsi P1 terhadap pihak pengelola panti cenderung positif.
B. Aspek Relasi Lansia dengan Perawat
Pada bagian ini, penilaian P1 cenderung baik (50). Ini ditunjukkan dengan sikapnya yang menghargai (53&55) dan tidak pernah ada masalah dengan para perawat (60). Selain itu, P1 juga menyatakan bahwa perawat panti baik-baik (147)
Dapat disimpulkan persepsi subjek mengenai relasinya dengan perawat cenderung positif.
C. Aspek Relasi Sesama Lansia
Pada aspek yang selanjutnya, P1 menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memusuhi lansia lain sehingga mereka juga tidak ada masalah dengan dirinya (43). Ketika peneliti menanyakan apakah benar menurut P1 tidak ada masalah dan jawaban dari P1 adalah ya (18) dan pernyataan ini diperkuat dengan alasan bahwa ketika dirinya keliling, dirinya merasa diterima oleh lansia yang lain (45-46).
Kesimpulannya adalah persepsi P1 pada aspek relasi dengan sesama lansia cenderung positif.
D. Fasilitas Panti 1. Pelayanan
Pada poin ini P1 menyatakan bahwa pelayanan yang terdapat pada panti cenderung baik (61&82). P1 menyatakan bahwa dirinya merasa dilayani dengan baik oleh perawat (62-63) oleh karena dirinya memperlakukan secara baik para perawat (63).
2. Fasilitas Penyembuhan/Kesehatan
P1 menyatakan bahwa fasilitas kesehatan yang ada di sini juga cukup baik (84). P1 beralasan bahwa setiap satu kali dalam seminggu datang dokter ke panti ini (85). Selain itu, P1 juga menyatakan bahwa dokter yang datang ke panti membantu lansia dalam memeriksakan kesehatan mereka (87).
3. Kegiatan Sosial
Pada poin selanjutnya, P1 menyatakan bahwa dirinya kurang memahami tentang kegiatan sosial yang diadakan oleh panti. P1 menyatakan bahwa klien panti disuruh tinggal di panti (101).
4. Kegiatan di dalam Panti
Pada poin ini, P1 menyatakan bahwa kegiatan yang diadakan di dalam panti dinilai baik (104). P1 beralasan bahwa pihak panti memperbolehkan para lansia di sini untuk melakukan kegiatan yang sesuai kemampuan masing- masing lansia dibandingkan jika lansia hanya berdiam diri (107-109).
terganggu lansia lain (120). Alasan yang dinyatakan oleh P1 bahwa tempatnya tidak ada dan area pribadi hanya sebatas kamar serta penuh penghuni (121 & 124) sehingga dapat disimpulkan ruang pribadi, terutama waktu pribadi yang kurang.
Pada bagian ini dapat ditarik 3 kesimpulan mengenai fasilitas panti, yaitu cenderung positif, negatif, dan netral. Persepsi cenderung positif ditunjukan terhadap poin pelayanan, fasilitas kesehatan, dan kegiatan di dalam panti. Persepsi cenderung negatif ditujukan terhadap poin area pribadi yang ada pada panti. Sedangkan persepsi netral, yaitu tentang kegiatan sosial.
E. Lingkungan Fisik 1. Keamanan
P1 menyatakan aman pada poin ini (127). Ini dikarenakan oleh adanya satpam yang berjaga di malam hari dan letak panti yang berdekatan dengan Koramil (126-127).
2. Bentuk Kamar
Bentuk kamar dinilai oleh P1 sudah cukup luas dan kamarnya memang disesuaikan dengan jumlah penghuni kamar (130-132)
3. Jumlah Penghuni Kamar
Pada poin ini, P1 menyatakan keinginannya seperti di rumah sendiri sehingga merasa luas (136), tetapi P1 menambahkan bahwa masalah jumlah penghuni kamar sudah diatur menurut kapasitas kamarnya dan sudah diatur sejak jaman dahulu sehingga P1 harus menerima keadaan ini (133)
4. Jarak Kamar Lansia dengan Ruang Perawat
Pendapat yang dinyatakan P1 pada bagian ini adalah jauhnya letak ruang perawat dengan kamar lansia (141). Ini dikarenakan kondisi kaki P1 yang tidak memungkinkan berjalan ke ruang perawat yang bagi P1 jauh (142).
Persepsi P1 terhadap Lingkungan Fisik memunculkan 3 persepsi, yaitu positif dan negatif. Persepsi yang cenderung positif ditunjukkan pada poin keamanan dan bentuk kamar. Pada persepsi negatif ditujukan pada poin jumlah penghuni kamar dan jarak kamar lansia dengan ruang perawat.
87
Lampiran II
Kode Subjek : P2
No. Verbatim Koding
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49
(Pendapat Oma atau penilaian terhadap pihak pengelola di sini..) memang sengaja membuat itu, merancang..membuat panti wreda “HANNA” ini, sengaja didalam rancangannya..jadi ide-ide dari pengurus yang itu mau ingin mencetuskan apa namanya gagasannya, untuk kerja sosialnya. jadi membuat panti ini dengan sungguh-sungguh mateng dibuatnya…sebetulnya mereka lama untuk merancang idenya itu lama. Jadi mateng..sungguh-sungguh mateng nah inilah yang dicetuskan di dalam gagasan-gagasan ide itu.membuat panti wreda itu bener-bener mateng ini dan e.….dulu membuat panti itu belum nyata jadi mengontrak rumah terus dibuatnya panti..panti jompo itu..mula -mula, sudah itu dengan kerjasama usaha itu dicetuskan sekarang ini yang jadi menurut saya menaynakan sesuatu dari pengurus. ini sudah…idenya mateng. Puji Tuhan, Panti ini menurut saya sepertinya ladangnya Tuhan. kalau ladang Tuhan itu dipelihara pasti akan bertumbuh ya,..nyatanya bertumbuh menurut saya. Banyak sekali yang orang-orang lansia itu membutuhkan tempat ini sehingga ya banyak juga yang ga punya kesempatan karena penuhnya tempat..tempatnya terbatas, kalo penuh ini semuanya 32, tidak bisa ditambah lagi karena tempatnya tidak ada, kalau kurang mungkin bisa..nah inilah kalau mau,tambah dimana ndak bisa nanti ‘usek-uesekan’ nanti namanya kayak barang ditumpuk di gudang, kita tinggal disini harus nyaman, menurut saya nyaman, pribadi saya..(bagaimana pendapat Oma tentang relasi perawat atau pramurukti dengan lansia) pramurukti dengan penghuninya? (ya..) menurut saya ada rasa apa namanya..rasa kerjasama. Penghuni ingin dilayani dengan perawat dengan ramah baik, sopan..begitu..kalo saya pribadi. saya ingin berhubungan dengan perawat itu seperti teman atau saudara. jadi ya…tidak harus aku dilayani kayak pelayan sama majikan ndak menurut saya pribadi. Saya selalu mengatakan apa saja yang dikerjakan perawat itu saya menghargai..menghormati pada pelayanannya atau pekerjaannya. Saya selalu mengatakan, “terimakasih ya Mbk” walau hanya dengan senyum, “selamat pagi Mas, selamat bekerja ya Mas”. Saya membiasakan dengan itu. saya bukan memandang dia itu tukang sapu atau bagaimana. Saya tinggal di panti ini saya dengan relasi