Berdasarkan kesimpulan diatas, saran-saran yang penulis berikan antara lain: a. Pada fungsi manajemen Planning/Perencanaan, untuk mengoptimalkan
program bersih sungai, BPBD perlu menambah jumlah personil buruh atau satuan petugas yang membersihkan sungai setiap hari senin-sabtu, BPBD juga perlu memberikan pelatihan serta pendidikan/sosialisasi mengenai bencana dan bagaimana menghadapi bencana banjir, BPBD juga perlu membuat kelurahan tanggap bencana dengan difasilitasi pamflet, liflet, banner atau hal-hal gambaran mengenai bahaya bencana banjir akibat pembuangan sampah secara sembarangan, kemudian BPBD perlu memberikan informasi titik rawan bencana banjir kepada masyarakat Kecamatan Tanjung Karang Pusat. Selain itu, yang terpenting adalah pada pasca banjir, BPBD tidak hanya fokus melakukan
pendataan akan tetapi dapat ikut berpartisipasi dalam memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir.
b. Pada fungsi manajemen Organizing/Pengorganisasian, BPBD perlu menjalin komunikasi koordinasi tidak hanya dalam kondisi normal, namun juga saat menangani bencana banjir, sehingga instansi yang diterjunkan dapat mengetahui wilayah yang menjadi prioritas mendapatkan pertolongan dan apa yang perlu dilakukan pada kondisi tanggap darurat. BPBD juga perlu meminjamkan fasilitas sarana dan prasarana handytalky (HT) kepada pihak kelurahan/kecamatan yang dapat menunjang komunikasi koordinasi. selain itu, BPBD perlu melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota, Bappeda dalam mengawasi dan memberikan izin pembangunan/pemukiman.
c. Pada fungsi manajemen Actuating (Pelaksanaan/Penggerakan), BPBD perlu berpartisipasi aktif dalam melaksanakan bersih-bersih sungai secara rutin terutama saat memasuki musim penghujan, selain itu, BPBD perlu menindak tegas masyarakat yang membuang sampah disungai, jalan atau bukan pada tempatnya sesuai dengan Perda nomor 8 tahun 2000, menginformasikan dampak menutup drainase secara permanen dan mendirikan bangunan diatas daerah resapan air, dan selain menyalurkan bantuan materiil, BPBD perlu membantu masyarakat membersihkan dan memperbaiki rumah dan fasilitas umum yang rusak akibat banjir dan untuk mendukung setiap pelaksanaan kinerja BPBD, harapannya adalah BPBD dapat dijalankan dengan sumber daya manusia yang memadai dan
berkompeten dibidangnya, hal ini sangat penting karena menyangkut bagaimana menyelamatkan jiwa manusia pada saat bencana banjir. d. Pada fungsi manajemen Controlling/Pengawasan, selain melakukan
pengawasan dengan menerima laporan yang berasal dari instansi yang diterjunkan, BPBD perlu melakukan konfirmasi kebenaran dari masyarakat, apakah instansi yang diterjunkan sudah mewakili kinerja BPBD dengan memberikan pertolongan saat menangani banjir dan apakah masyarakat telah menerima bantuan yang disalurkan dan BPBD perlu melakukan pengawasan secara rutin dengan berkoordinasi bersama pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan pihak Kelurahan untuk memantau dan mengontrol diterapkannya kebijakan larangan membuang sampah secara sembarangan disungai.
BPBD juga sebagai SKPD perlu dijadikan prioritas oleh Pemerintah Daerah Kota Bandar Lampung guna mendorong peningkatan ketahanan Kecamatan Tanjung Karang Pusat terhadap bencana banjir. BPBD diharapkan dapat dikelola oleh SDM yang berkompeten pada bidangnya, yang mengerti dan paham mengenai bencana agar BPBD dapat menjadi agen perubahan untuk mendorong peningkatan pemahaman, kapasitas dan kepekaan aparat Pemerintah Kota dan masyarakat mengenai dasar-dasar penanggulangan bencana banjir. Selain itu, hal yang sangat penting adalah kesadaran yang harus dibangun oleh masyarakat sendiri untuk ikut perduli dan peka terhadap rusaknya sungai dan dampak yang diakibatkan dari membuang sampah sembarangan, terlebih saat ini sudah banyak sungai yang diberi pagar dan papan peringatan larangan membuang sampah sembarangan.
DAFTAR PUSTAKA
Buku :
Afifuddin dan Saebani Ahmad, Beni. 2012. Metodologi Kualitatif. Bandung. CV. Pustaka Setia.
Azwar, Saifuddin. 2012. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Miles, Matthew and A. Michael Huberman. 1992. Analisa Data Kualitatif: Buku
Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta. UI Press.
MPBI (Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia). 2005. Membangun
Ketahanan Bangsa dan Komunitas Terhadap Bencana. Jakarta. MPBI
Moenir, H.A.S. 2002. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta. Bumi Aksara.
Moleong, J. Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.
Nurjanah, dkk. 2012. Manajemen Bencana. Yogyakarta. Alfabeta.
Prawirosentono, Suryadi. 1999. Manajemen SDM Kebijakan Kinerja Karyawan, Kiat
Menuju Organisasi. Kompetitif dalam Perdagangan Bebas Dunia. Yogyakarta
BPFE.
Ratminto. Winarsih, A. Septi. 2012. Manajemen pelayanan Pengembangan Model
Konseptual, Penerapan Citizens Charter dan Standar Pelayanan. Yogyakarta.
Pustaka Pelajar.
Sinambela Poltak, Lijan. 2006. Reformasi Pelayanan Publik, Teori, Kebijakan, dan
Implementasi. Jakarta. Bumi Aksara.
____________________. 2012. Kinerja Pegawai, Teori Pengukuran dan Implikasi. Yogyakarta. Graha Ilmu.
& Perubahan Organisasi. Alfabeta. Bandung.
Withmore, John. 1997. Coaching For Performance, Seni Mengarahkan untuk Mendongkrak Kinerja, Terjemahan Y. Dwi Helly Purnomo. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.
Sumber Lain :
ACCCRN (Asian Cities Climate Change Resilience Network). 2011. Strategi Ketahanan Kota Bandar Lampung terhadap Perubahan Iklim 2011 – 2030. Disusun oleh Kelompok Kerja Kota: Maulana Mukhlis, Desti Mega Putri, dan Dini Purnamawaty. Bandar Lampung Publikasi : ACCCRN
Asian Cities Climate Change Resilience Network (ACCCRN) dan Institute for Social and Enviromental Transition (ISET), Laporan Akhir 2010. “Kajian Kerentanan dan adaptasi Terhadap Perubahan Iklim Di Kota Bandar Lampung. Bandar Lampung. Publikasi : ACCCRN
BPS (Badan Pusat Statistik). 2010. Kota Bandar Lampung dalam Angka 2010, Bandar Lampung In Figure. Bandar Lampung. BPS Kota Bandar Lampung Dephut (Departemen Kehutanan Republik Indonesia. Kerangka Kerja
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Di Indonesia. Amanah Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2008 Tentang Fokus Program Ekonomi Tahun 2008-2009. diakses pada 15 Mei 2013
Keputusan Menteri Aparatur Negara Nomor 63/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 35 Tahun 1995 Tentang Program Kali Bersih
LAKIP (Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) Kecamatan Tanjung Karang Pusat Tahun 2012
Marbun, M.Yeni, Christian. 2013. Peran Koordinasi BPBD Kota Medan dalam Upaya Penanggulangan Bencana Banjir di Kota Medan. Medan. Universitas Sumatera Utara.
Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2010 tentang Pembentukan Bada penanggulangan Bencana daerah Kota Bandar Lampung.
Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2011-2030
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandar Lampung
Peraturan Walikota Nomor 70 Tahun 2010 Tentang Tugas Fungsi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandar Lampung.
Promise Indonesia (Program For Hydro-Meteorogical Risk Disaster Mitigation In Secondary Cities In Asia). Banjir dan Upaya Penanggulangannya. Jakarta. USAID. ADPC. ITB
Rekapitulasi Korban Banjir Per Kecamatan di Kota Bandar Lampung 2013. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandar Lampung.
SuaraKomunitas.Net/Baca/2307/Bandar-Lampung--Kota-Banjir.Html diakses pada 8 Mei 2013
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 Tentang Program
Pembangunan Nasional (Propenas)
www. Guru.or.id/ program-kali-bersih-prokasih-harus-dilakukan-secara- nyata.html diakses pada 19 November 2013
www.Lampung.co/Drainase Tersumbat, Awal Banjir Bandar Lampung.htm diakses pada 11 April 2013
www.RadarLampung.co.id/ /Dituding Miskin Program, BPBD Santai Radar Lampung.htm diakses pada 10 April 2013
www. ulunlampung.blogspot.com/ semua sungai di Bandar Lampung Tercemar.html/ diakses pada 19 November 2013