• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

B. SARAN

Bagi Mahasiswa yang ingin melakukan aktivitas dakwah seperti Habib Muhammad al-Athas maka hendaklah terus berpegang teguh kepada ajaran Islam. Sebab dakwah Islam sangat terkait dengan makna, hakikat, dan tujuan hidup manusia, mengacu pada perubahan sikap mental dan diwarnai dengan nilai-nilai ke-Islaman.

Besar harapan kami kepada Habib Muhammad al-Athas agar dakwah yang dilakukan dapat terus berlanjut serta dapat menerbitkan karya-karya yang lebih banyak lagi khususnya di bidang dakwah.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Aceng, Press Relations : Kiat Berhubungan dengan Media Massa, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 2000)

Ahnan, Maftuh, Kamus Arab Indonesia-Arab, Arab-Indonesia, (Gresik : CV Bintang Pelajar, tth)

Al-Qaradhawi, Yusuf, Retorika Islam, (Jakarta, Pustaka Al-Kautsar, 2004), cet.ke-1,

A., Muis, Komunikasi Islami

Arifin, M., Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), Cet. Ke-1

A. Shomad, H.M. Idris, Diktat Ilmu Dakwah, (Jakarta, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 2004)

Assegaf, M. Hasyim, Derita Putri-putri Nabi, Studi Historis Kafaah Syarifah, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2000), Cet. Ke-1

As-Suyuthi, Imam Jalaluddin, 105 Hadits Keutamaan Ahlul Bait (terj.), (Indonesia : Hasyimi Press, 2001)

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta : Balai Pustaka, 1997), cet. Ke-9

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi 3, (Jakarta : Balai Pustaka, 2002)

Faizah, & Effendi, Muchsin, Psikologi Dakwah, (Jakarta, Prenada Media, 2006), cet. Ke-1

Glasse, Cyril (ed), “Ahlul Bait”, Ensiklopedia Islam, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1999)

Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, (Yogyakarta : Andi Offset, 1983)

Hafidhudin, Didin, Dakwah Aktual, (Jakarta : Gema Insani Press, 1998), Cet. ke-1 Hasanuddin, A., Retorika Dakwah dan Publisistik dalam Kepemimpinan,

(Surabaya, Usaha Nasional, 1982) Cet. Ke-1

Hasanudin, Hukum Dakwah, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya, 1996), Cet. Ke-1 Hasyami, A., Dustru Dakwah Menurut Al-Quran, Penerbit Bulan Bintang, Jakarta

tahun 1974

Imam Ahmad Mustafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, Penerbit Darul Ihya Turas al-Araby, Beirut

Lathief, HMS. Nazaruddin, Teori dan Praktek Dakwah, Penerbit Firma Dara Jakarta

Prayitno, Irwan, Kepribadian Da’i, Jakarta, Pustaka Tarbiatuna, 2005

Masy’ari, Anwar, Studi Tentang Ilmu Dakwah, Penerbit PT. Bina Ilmu Surabaya Mubarok, Achmad, Psikologi Dakwah, (Pustaka Firdaus, 1999)

M. Syafa’at, Habib, Buku Pedoman Dakwah, (Jakarta : Penerbit Widjaya, 1982) Muhammad al-Athas, Habib, Ajaran Islam antara Tanggung Jawab Aqidah

dengan Hak Kewajiban Syariah dalam Kajian Filsafat Muammalah, (Tangerang : LP3KK, 2008), cet. Ke-1

Munawwir, Ahmad Warson, Al Munawwir Kamus Arab Indonesia, (Yogyakarta: Pondok pesantren Al Munawwir, 1984), Cet. Ke-1

Munsyi, Abdul Kadir, Methode Diskusi

Natsir, M., Fiqhud Dakwah, Dewan Islamiyah Indonesia, Jakarta

Purwodarminta, WJS., Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1976)

Tasmara, Toto, Komunikasi Dakwah, (Jakarta : Gaya Media Pratama, 1997), Cet. Ke-1

Sanusi, Salahuddin, Methode Diakui dalam Dakwah, Pen. CV. Ramdani, Semarang

Shaleh, Abd. Rosyad, Manajemen Dakwah Islam, (Jakarta : Bulan Bintang, 1986) Shiddiq, Syamsuri, Dakwah dan Tekhnik Berkhotbah, Penerbit, Al-Maarif

Bandung, 1981

Shihab, M. Quraish, Membumikan Al-qur’an : Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan 1998), Cet. Ke-17

Soeitoe, Samuel, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : FEUI, 1982)

Strauss, Anselm & Corbin, Juliet, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, (Surabaya : PT. Bina Ilmu Offset, 2007), cet. Ke-2, h.11

Surahmad, Winarno, Menyusun Rencana Penelitian, (Bandung : CV. Tarsita, 1989)

Syukri, Asmuni, Dasar-dasar Strategi Dakwah, (Surabaya Al-Ikhlas, 1983) Wahyudi, J.B., Dasar-dasar Manajemen Penyiaran, (Jakarta : Gramedia Pustaka

Utama, 1994)

Ya’cub, Hamzah, Publistik dan Islam, Penerbit CV. Diponegoro, Bandung

Zaidan, Abdul Karim, Ushulud Dakwah, Penerbit Darul Amar Al-Khathah, Bagdad 1975

Yamani, Muhammad Abduh, Ajarilah Anakmu Mencintai Anak Nabi SAW¸(Pasuruan : L’ Islam, 2002), Cet. Ke-2

Majalah

Alkisah, (Majalah Kisah dan Hikmah), No.07/Tahun III/28 Maret – 10 April 2005 Tarbawi, (Menuju Kesalihan Pribadi dan Umat), Edisi 135 Th. 8/Jumadil Akhir

1427 H/20 Juli 2006 M

Dzikir, No.11 Juni 2008/Jumadil Awwal – Jumadil Akhir 1429 H

Koran

Tangerang, Tribun, Jum’at 21 September 2007 Tangerang, Tribun, Selasa 08 Januari 2008

Internet

http://assagaf.blogspot.com/2008/05/kaum-alawiyin-di-hadramaut.html, 03 September 2008.

http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7611145537-keturunan-rasulullah-dan habaib.htm, 03 September 2008.

http://www.eramuslim.com/ustadz/dll/7b10184825-siapakah-haba039ib-atau-habib-.htm?rel, 03 September 2008.

HASIL WAWANCARA Narasumber : Habib Muhammad al-Athas

Waktu : Senin, 18 Agustus 2008

Tempat : Pondok Pesantren Ainurrahmah Ciater Barat Serpong-Tangerang

1. Apa yang melatarbelakangi didirikannya pondok pesantren Ainurrahmah?

Secara global didirikannya yayasan pendidikan pondok pesantren Ainurrahmah adalah dimungkinkan karena satu, anak-anak yang di sekitar ciater putus sekolah setelah sekolah SD atau sederajat untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi mengingat di wilayah Ciater tidak ada sekolah lanjutan dan masyarakat ciater yang pada umumnya adalah yang berpenghasilan rendah menengah ke bawah. Kedua, adanya sekolah-sekolah yang mahal yang didirikan oleh BSD yang tidak mungkin terjangkau secara finansial oleh warga masyarakat Ciater jika berupaya masuk ke sekolah tersebut mengingat penghasilan mereka yang tersebut tadi.

2. Apa yang melatarbelakangi Tanah Wakaf untuk didirikannya pondok pesantren Ainurrahmah?

Wakaf yang diberikan kepada pengurus yayasan jumlahnya 850 m2 dan di situ sudah ada Madrasah Ibtidaiyah yang menggunakan tanah wakaf itu, dan selanjutnya dikembangkan oleh yayasan kita membeli dari masyarakat atas nama wakaf pula yang alhamdulillah sampai hari ini sudah ada kurang lebih 2500 m dan itu semua atas kepentingan yang dikelola oleh lembaga yayasan pondok

pesantren Ainurrahmah yang sampai hari ini sudah berdiri Tsanawiyah dan Aliyah setelah Madrasah Ibtidaiyah.

3. Bagaimana menurut Habib tentang konsepsi dakwah?

Konsepsi dakwah akhir-akhir ini terjadi stagnas karena kurangnya kemampuan dari para mubaligh-mubaligh mendalami ilmu pengetahuan agama sehingga kesannya dakwah itu berbolak-balik dari itu kesitu saja tidak ada peningkatan baik dari segi kuantitas terlebih lagi secara kualitas.

4. Bagaimana konsepsi Habib tentang aktivitas dakwah yang sedang marak saat sekarang ini?

Aktivitas dakwah yang marak lebih dimungkinkan kepada karena masyarakat memberikan apresiasi para da’i dengan uang, sehingga mereka ada kecendrungan dalam dakwahnya bukannya memperhatikan agama tapi hanya sekedar mencari sesuap nasi dengan menjual agama secara murah.

5. Model dakwah yang efektif menurut Habib bagaimana?

Model dakwah yang paling efektif ada dua yaitu dakwah bil lisan dan dakwah bil-hal dan bisa dikerjakan bersama atau tidak tetapi dengan motivasi Li’i’lai Kalimatillah dan jauh dari harapan-harapan untuk kesenangan pribadi sebagaimana Allah berfirman dalam surat Yasin : “Ittabiu mallayas alukum ajrow wahum muhtadun” hanya merekalah orang-orang yang tidak mengharapkan upah dari dakwahnya yang bisa memberikan petunjuk hidayah Allah.

6. Konkritnya model dakwah yang efektif seperti apa?

Konkritnya tidak diundang tapi datang ke tempat untuk masyarakat dan mendakwahi agama kepada mereka secara lisan dan secara hal apa saja yang dibutuhkan oleh mereka saat itu yang mendesak andaikan di wilayah itu banyak orang yang sakit, tentu dakwah itu harus dibarengi dengan bakti sosial kesehata. Kalau di wilayah mad’u itu banyak orang-orang yang miskin maka setelah dakwah bil lisan yaitu dakwah bil hal yang dengan memberikan sembako dan secara umumnya apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat harus bisa memenuhi dengan dakwah kita.

7. Media apa yang biasa digunakan untuk berdakwah di jaman ini ?

Bermacam-macam media dan yang sangat ampuh adalah media visual media televisi ataupun dengan surat kabar.

8. Media apa yang paling baik, dulu, sekarang, dan masa yang akan datang?

Tidak berbicara dulu, sekarang dan masa yang akan datang yang jelas melalui media visual yang sangat tepat pada saat sekarang ini adalah dengan metode interaktif, reaktif dan proaktif.

9. Definisi dakwah menurut habib seperti apa?

Bagi saya dakwah adalah alat komunikasi untuk menyampaikan ajaran agama dengan benar kepada kaumnya kalau kita mengatakan Islam tentu kepada kaum muslimin agar dalam melaksanakan hidup senantiasa benar karena di bawah bimbingan ilmu yang mereka ketahui.

10.Mengapa tertarik dalam bidang dakwah?

Tanggungjawab.

11.Apa yang memotivasi Habib begitu cintanya akan dakwah?

Karena dalam hidup setiap manusia harus saling tolong menolong dan sebaik-baiknya orang adalah orang yang bisa menolong apa yang dibutuhkan oleh orang lain ketika dia meminta pertolongan kepadanya. Bagian daripada orang ditolong adalah orang yang bodoh orang yang jahil, dan kebetulan saya sedikit diberikan pengertian tentang ilmu agama dan ini adalah anugerah Allah yang harus saya syukuri dan saya berkewajiban memanfaatkan dan menyebarkan ilmu itu kepada orang yang membutuhkannya disitulah saya ada satu kenikmatan tersendiri karena saya sudah mencoba untuk memanfaatkan anugerah Allah berupa ilmu kepada jalan yang diridhai oleh Allah yaitu menyebarkan ilmu itu sendiri.

12.Sebelum terjun dalam bidang dakwah, pernahkah Habib mengambil bidang yang lain?

Dalam bidang ilmu keagamaan alhamdulillah praktis semuanya secara global sudah dipelajari walaupun detailnya belum terpenuhi semua dan itu tidak mungkin karena batasan-batasan manusia yang dianugerahkan oleh Allah itu sangat berbeda sehingga sampai hari ini saya bersyukur karena bagian-bagian dari ilmu agama yang pokok saya sudah pelajari dan saya sudah mencoba mengaktualisasikannya di tengah masyarakat termasuk di dalamnya seperti dakwah yang sekarang saya laksanakan.

13.Adakah perbedaan antara dakwah periode lama dengan periode baru?

Prinsipnya tidak ada namun yang membedakan adalah karena alat media dakwah yang sekarang lebih canggih dan lebih bisa memenuhi banyak orang daripada yang lama karena jangkauan dakwah itu jauh dan alat komunikasi dakwah belum canggih seperti sekarang ini.

14.Apa yang melandasi kegiatan dakwah Habib?

Landasannya adalah iman dan wajib dimana iman itu percaya bahwa saya tidak mungkin hidup selamat tanpa iman dan saya akan berdosa ketika saya tahu kepada satu masalah dan saya tidak bisa menyampaikan kepada orang lain yang tidak tahu masalah itu.

15.Dalam dakwah ada tiga metode yaitu dakwah bil-lisan, dakwah bil-qolam, dan dakwah bil-hal, menurut Habib di jaman sekarang metode dakwah yang mana yang lebih tepat digunakan?

Tiga-tiganya karena semuanya saling berkaitan satu dengan yang lain.

16.Dari ketiga metode di atas manakah yang lebih sering digunakan oleh Habib?

Alhamdulillah praktis bagi saya pribadi karena ada pondok pesantren nyaris ketiga-tiganya itu tidak ada yang dibedakan sehingga ada persentase yang sama.

17.Keberhasilan apa saja yang telah dicapai dalam bidang dakwah?

Masih jauh kalau berbicara keberhasilan tetapi ada yang sudah bisa dinikmati dengan dakwah yang saya laksanakan alhamdulillah di antara mereka banyak yang mengakui diri mereka adalah murid saya dan diri mereka dapat melanjutkan apa yang sudah saya rintis dengan metode dari saya dan mereka tidak malu untuk mengaktualisasikan metode saya di tengah masyarakat.

18. Hambatan apa saja yang Habib alami dalam pelaksanaan dakwah Habib selama ini?

Yang paling utama dakwah itu menurut Imam Syafiie pasti sukses jika ditopang oleh dana dan hambatan yang paling utama adalah dana dan dakwah saya sampai hari ini belum bisa ditopang oleh dana dengan maksimal karena masih ada keinginan-keinginan yang ideal saya sendiri untuk bisa menciptakan satu lembaga dakwah yang profesional yang mencakup segala hal yang berkaitan dengan masalah pendidikan agama yang kita anut yang dimungkinkan dengan adanya sarana media dakwah yang baik berupa lembaga-lembaga pendidikan dakwah.

19.keinginan apa yang ingin dicapai oleh Habib?

Terus terang ini sangat berat dan hanya dengan hidayah Allahlah ini bisa dibuktikan saya berkeinginan bahwa lembaga-lembaga agama dalam menyampaikan misinya tidak terkontaminasi dengan pola pikir manusia kecuali dia hanya berpikir agama itu harus bersih dari konsep-konsep manusia karena agama dari Allah dan kita harus membuat lembaga pendidikan agama itu yang

sesuai apa yang diinginkan oleh Allah dan rasul-Nya. Sehingga tidak ada konsep yang ada di lembaga pendidikan agama itu konsep pendidikan agama ala wahabi, ala NU, ala Negara, ala organisasi politik, ala rasulullah, ala sahabat, ala ulama, yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

20.Bagaimana sistem dakwah yang Habib gunakan?

Metode interaktif dan reaktif serta proaktif.

21.Menurut Habib da’i yang ideal seperti apa?

Da’i yang mukhlis.

22.Apa persyaratan menjadi da’i yang ideal?

Da’i ideal adalah syaratnya dia harus mendakwahi ilmu yang ia dakwahi kepada mad’unya dan dia tidak boleh mendakwahkan sesuatu yang ia sendiri tidak mengerti atau dia belum bisa mengamalkannya karena Allah sangat murka kepada manusia yang bisa menyampaikan sesuatu sementara ia tidak memulainya dengan apa yang ia sampaikan kepada orang lain.

23.Prospek dakwah di masa mendatang kira-kira bagaimana?

Prospek dakwah di masa mendatang bagi saya kelabu kalau para da’i itu hanya ditatar satu, dua bulan sudah menjadi da’i dan itu yang diterima oleh masyarakat sehingga ada kesan seakan-akan dakwah itu bukan menjadikan orang itu lebih baik terhadap agama tapi hanya dijadikan rating untuk orang lain banyak mengundang dia dalam membicarakan ilmu agama.

24.Isi dakwah yang baik menurut Habib seperti apa?

Isi dakwah yang baik adalah yang mempunyai kekuatan seperti dalil naqliyah dan aqliyah artinya secara dalil alquran dan haditsnya jelas dan secara logika kehidupan masyarakat juga bisa diterima.

25.Di dalam buku Habib yang berjudul “Ajaran Islam Antara Tanggung Jawab Aqidah dengan Hak Kewajiban Syariah dalam Kajian Filsafat Muammalah” saya menemukan sebuah kalimat bahwa pembahasan ajaran Islam harus dengan berbagai dengan dimensi, apa maksud dari kalimat tersebut?

Ada manusia yang bisa menerima ilmu agama itu secara akal dengan konsep filsafat ada juga ajaran Islam yang diterima oleh masyarakat secara akal itu dengan konsep ekonomi, politik dan strata ilmu lain yang dipelajari di tengah masyarakat oleh karena itu alquran sebagai buku pintar kita ketika akan kita tuangkan untuk masyarakat kita harus mengerti dimensi kehidupan manusia itu sendiri sehingga ketika kita menyampaikan dakwah tepat dengan dimensi manusia yang kita dakwahi sesuai dengan karakter keilmuan yang mereka miliki.

26.Apa inti dari judul buku Habib yang sudah diterbitkan?

Prinsipnya manusia harus melaksanakan ibadah dan muammalah itu dengan logika (akal) dan oleh karena itu kita harus mengerti setiap perintah itu ada keinginan-keinginan yang tersembunyi dari setiap perintah yang diperintahkan kepada kita misalnya kenapa ketika kita takbir kita harus mengangkat tangan ketika mengucapkan subhanallah wabihamdihi subhanallah hil adzhim, kita harus ruku ketika kita membaca subhana robbi’al a’la, kita

harus sujud semua itu ada keinginan dan tujuan Allah dan ini tidak mungkin kita bisa gali kecuali bagi mereka yang mau menggunakan akalnya dan itulah yang disebut dengan filosofi amaliah.

27.Siapa murid-murid Habib?

Di pesantren alhamdulillah walaupun belum bertaraf kiyai tapi banyak di antara mereka sudah bisa mengajar baik di Madrasah Ibtidaiyah, SD seperti Ita Rosita, Neneng Farida, M. Taufik, Jaya, Mutiah, Aisyah, mereka semuanya sudah mengajar ada juga di antara mereka yang melanjutkan kuliah dan ada juga yang sudah kerja menjadi imam masjid di tempat pekerjaannya yaitu saudara Witarta dia bekerja di ITI Serpong dan di samping itu dia menjadi imam masjid di salah satu di masjid Al-Bayan ITI di luar pesantren pada hari ini alhamdulillah ada beberapa orang dibina di majleis ta’lim diantara ialah Habib Muhammad Assegaf Ketua Front Pembela Islam Kabupaten Tangerang dan ada juga yang menjadi pengurus NU Kabupaten Tangerang dan adapula yang menjadi anggota DPR dari partai PKB yaitu Hj. Muin Basuni serta masih banyak yang lainnya.

28.Apa makna pemikiran dakwah menurut Habib?

Dakwah ada dua maknanya, ada dua bahasa ketika kita memaknai dengan pemikiran maka kita harus memaknai dakwah dengan bahasa yaitu mengajak orang dari satu tempat yang jelek kepada tempat yang baik daripada tempat yang baik kepada tempat yang lebih baik sehingga kehidupan mereka semakin hari semakin meningkat baik secara kualitas maupun kuantitas dan ajakan-ajakan itu

murni berangkat dari tanggungjawab dia sebagai makhluk sosial terhadap rekan yang ada di sekitarnya.

29.Apa dan bagaimana arti dan peran dakwah dalam pandangan Habib Muhammad al-Athas?

Peran dakwah sangat penting dan strategis karena bagaimana pun manusia harus saling ingat mengingatkan dan itulah dakwah dan tanpa diberi peringatan kadang kala manusia lupa akan jati dirinya sehingga dakwah dibutuhkan di setiap saat dan setiap keadaan.

30.Bagaimana media dakwah dalam pandangan Habib?

Media dakwah sudah cukup baik tapi perlu ada peningkatan dengan konsep-konsep dakwah yang alamiah natural dan terarah tidak membias kepada hal-hal lain yang tidak masuk ke dalam wilayah dakwah.

31.Apa masalah-masalah dan problematika umat Islam menurut Habib?

Masalah yang dihadapi oleh umat adalah masalah krisis kepercayaan, krisis aqidah, dan krisis mental agama yang buruk karena banyak saat ini orang menyelesaikan masalah bukan dengan tidak bermasalah justru menyelesaikan masalah dengan menambah masalah yang baru seperti ketika dia ingin buru-buru selesai ketika dia mempunyai sengketa dengan orang lain bukan melalui jalur hukum tapi dia mengambil jalan pintas yaitu dengan membunuh atau dibunuh.

32.Nasib umat Islam?

Nasib umat Islam ada di persimpangan jalan karena mereka khususnya yang ada di Indonesia sekarang ini seperti tamu di negeri sendiri karena Undang-undang Dasar 45 dan pancasila yang sudah menjadi payung seluruh agama bisa hidup aman di negeri ini akan tetapi tidak terealisasi sepenuhnya dengan adanya manusia-manusia yang ingin negara ini hancur.

33.Bagaimana pandangan Habib tentang globalisasi dakwah?

Saya pikir dari awal dakwah itu harus bersifat global karena Islam itu tidak ada sekat perbedaan antara negara yang lain karena Islam adalah universal dan Islam pula universal oleh karena itu dakwah global harus, dan memang demikian contohnya tidak mungkin ketika kita tidak mempunyai konsep dakwah global Islam dari Arab Saudi datang ke Indonesia dan kenapa kemudian bisa datang ke Indonesia karena para da’inya mempunyai prinsip dakwahnya harus disebarkan ke seluruh dunia dan itulah yang di sebut dengan dakwah global.

Intervew Intervewer

DO KUM EN TA SI HA BIB M UHA M M A D A L- A THA S DI PO N DO K PESA N TREN A IN URRA HM A H C IA TER BA RA T SERPO N G – TA N G ERA N G

Dokumen terkait