• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

Berdasarkan hasil studi pustaka dan penelitian telah dipaparkan bahwa penghayatan Mahasiswa IPPAK terhadap Sakramen Ekaristi sangat berpengaruh terhadap perkembangan hidup rohani mereka sebagai calon katekis. Akhirnya penulis mencoba memberikan saran - saran yang dapat digunakan untuk semakin meningkatkan semangat para mahasiswa dalam merayakan Ekaristi dalam hidup sehari-hari sehingga hidup rohani mereka semakin berkembang dan mereka siap melaksanakan tugas perutusan sebagai seorang katekis. Adapun saran – saran itu sebagai berikut :

1. Bagi pihak Kampus

Para Mahasiswa IPPAK adalah calon - calon Katekis yang didiik dan dibina menjadi pendidik dan menjadi pewarta baik di sekolah maupun di Gereja, untuk itu pihak Kampus perlu lebih menyemangati lagi mereka dalam hal hidup Rohani, terkhusus dalam Ekaristi. Pihak kampus juga sewaktu-waktu dapat

memberikan Rekoleksi tentang Ekaristi, sehingga para Mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai tentang Ekaristi. Selain itu juga baik untuk pihak kampus untuk kembali menggalakkan Ekaristi harian di Kapel Maria Della Strada seperti yang sudah pernah dilakukan. Bagi penulis sangat disayangkan bila kapel tidak difungsikan sebagai mana mestinya

2. Bagi Para Mahasiswa IPPAK

Demi memperbaiki sekaligus meningkatkan hidup rohani, kiranya para Mahasiswa IPPAK melatih hidup rohaninya dengan berbagai cara misalnya setia merayakan Ekaristi, Devosi, Adorasi Ekaristi, Rosario dan lain sebagainya. Selain itu juga para Mahasiswa IPPAK memamfaatkan sarana – prasarana yang telah disediakan oleh kampus (Kapel untuk berdoa dan merayakan Ekaristi, Gua Maria dan lain sebagainya) dan dengan demikian para mahasiswa hidup rohaninya semakin berkembang dan mereka dapat semakin menemukan, menyadari, dan menghayati makna Ekaristi dalam kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

Adisusanto, F.X. (2000). Katekese dalam Tugas Gereja. Seri Puskat, 370. Yogyakarta: Pusat Pastoral

Aqudo, Fhilomena.(1998). Aku Memilih Engkau. Yogyakarta; Kanisius. Darminta, SJ. (2006). Hati Pendoa. Yogyakarta;Kanisius

Grun, Anselm. 1998. Ekaristi dan perwujudan diri. Ende:Nusa Indah.

Heuken, Adolf, SJ.(2005). Ensiklopedi Gereja VII. Jakarta: Cipta Loka Caraka Hidya Tjahya, Thomas, SJ. Ph.D. ( 2011) Perziarahan Hati.Yogyakarta: Kanisius. Katekismus Gereja Katolik. (1995). ( terjemahan Hardawiryana).Ende: Arnoldus Kitab Hukum Kanonik. (2006). (terjemahan Dr. Rubiyatmoko, Editor). Bogor,

Grafika Mardi Yuana

Komisi Kateketik Keuskupan Padang. (1988); Spiritualitas Seorang Katekis Padang, Keuskupan Agung Padang.

Konfrensi Wali Gereja. (2003). Iman Katolik Buku Informasi dan Refrensi; Yogyakarta; Kanisius.

Lalu, Yosef. (2005). Katekese Umat. Jakarta: Komisi Kateketik KWI.

Martasudjita, E.(2003). Sakramen – sakramen Gereja. Yogyakarta: Kanisius.

________________(2005). Ekaristi: Tinjauan Teologis, Liturgis, Pastoral. Yogyakarta: Kanisius

_____________________. (2012). Ekaristi: Makna dan kedalamannya bagi perutusan di tengah dunia. Yogyakarta:Kanisius.

O‟Collins, dkk. (1996). Kamus Teologi.Yogyakarta;Kanisius Papo,Jakob. (1987). Memahami Katekese. Ende: Arnoldus

Prasetyantha, Y.B. (2008). Ekaristi dalam hidup kita. Yogyakarta: Kanisius

Rubiyatmoko, R. (2001). Ekaristi Dalam kitab Hukum Kanonik. Diktat Mata Kuliah Ekaristi untuk Mahasiswa Semester X, Fakultas Teologi Wedabhakti, Universitas Sanata Dharma

Sarjumunarsa, Th. (1982). (artikel) Spiritualitas Katekis.

Seri dokumen Gereja no 7 (1990). Lumen Gentium (Konstitusi Dogmatis tentang Gereja): Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

_________________. No 9. (1990). Sacrosanctum Concilium. (Konstitusi Tentang Liturgi Suci). Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI __________________. No 13 (1991). Ad Gentes (Dekrit tentang kegiatan Misioner

Gereja): Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.

__________________. No 20. (1992). Presbyterorum Ordinis (Tingkat para Imam). Dekrit tentang Pelayanan dan kehidupan para Imam. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI

__________________. No 67 (2003). Ecclesia De Eucharistia (Ekaristi dan Hubungannya dengan Gereja): Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI

Suiyono.(2009)./Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D/. Bandung. Alfabeta.

Supriyati, Y. (2013). "Dasar – Dasar Bimbingan Dan Konseling". Diktat Mata Kuliah untuk semester V, Prodi IPPAK – FKIP, Universitas Sanata Dharma.

Sumarno, M. (2015). " Program Pengalaman Lapangan Pendidikan Agama Katolik Paroki (PPL Pak Paroki)". Diktat Mata Kuliah Mahasiswa Semester VI, Prodi IPPAK - FKIP, Universitas Sanata Dharma.

Staf Dosen IPPAK. (2010). Panduan Program Studi IPPAK. Yogyakarta: IPPAK USD.

Seri Puskat 356.(1997).Shared Christian Praxis. /Suatu Model Berkatekese/. Yogyakarta: Puskat

Telaumbanua, Marinus. (1999) Ilmu kateketik. Jakarta : Obor.

Sumber dari Internet

annisawindiaulia.blogspot.com/.../profesi-kepustakawan/ di akses pada 14 Mei 2015; 12.00 WIB

www.carmelia.net › ARTIKEL/Sakramen dan Ekaristi - Carmel of St. Elijah/ tanggal di akses pada 15 Mei 2015; 07.30

id.wikipedia.org/wiki/Misa/ Misa - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas/ di akses pada tanggal 15 Mei 2015; 08.00 WIB

www.katolisitas.org › TANYA JAWAB/ Ekaristi sebagai sakramen pemersatu / di akses tanggal 15 Mei 2015; 09.15 WIB

www.katolisitas.org › SAKRAMEN › EKARISTI- Sudahkah Kita Pahami Pengertian Ekaristi? | katolisitas.org/ di akses pda tanggal 15 Mei 2015; 09.WIB http:// damai sertamu.blog spot. Com/ di akses pada tanggal 15 Mei 2015; 10.45 WIB

(1)

Lampiran : 1 Cerita tentang “ Si anak dan Ibu yang bijaksana”

SI ANAK DAN IBU YANG BIJAK SANA

Di sebuah desa hiduplah seorang ibu yang kesehariaany bekerja sebagai tukang penjual keranjang. Dalam hidupnya, ibu tersebut dikaruniai seorang anak yang semasa itu telah berusia 12 tahun. Hari demi hari kehidupannya sebagai pembuat keranjang itu si ibu tekuni, dan dengan itulah ibu tersebut mampu membiayai kehidupan dia dan anaknya. Dengan ketekunannya, ibu tersebut mempu bukan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari dia dan anaknya, akan tetapi si ibu tersebut mampu menyekolahkan anaknya sampai pada jenjang SMP.

Dengan rumah yang amat sederhana yang bertembokan dari kulit kayu, dan dalam hidup mereka tidak pernah merasa kurang apapun. Pada tataran hidup bermasyarakat, ibu tersebut memiliki tetangga yang amat kaya raya dan memiliki rumah serta sarana pra sarana lainnya yang begitu mewah. Walaupun demikian kehidupan ibu dan anaknya tersebut, mereka tidak minder akan status mereka sebagai orang yang boleh dikatakan golongan miskin. Kebahagiaan, kedamaian dan sukacita yang disertai dengan canda dan tawa sering terdengar dari rumah yang bertembokan kulit kayu tersebut.

Suasana yang demikian tidak ditemukan dalam rumah mewah yang menjadi tetangga ibu tersebut. Sang ibu tersebut sangat sayang kepada anaknya, perhatian dan waktu yang sangat cukup ia berikan kepada anaknya dalam mendidiknya sebagai orang yang baik dikemudian hari, terutama sebagai orang yang beriman. Contoh dalam keteladanan sebagai orang yang beriman kepada Allah, ia berikan kepada anaknya, dan ini terlihat bagaimana sang ibu tersebut menjalankan panggilannya sebagai orang beriman yang patuh dan taat kepada kehendak Allah. Walaupun hasil dalam menjual keranjang itu tidak tetap hasil yang ia peroleh, sang ibu tersebut selalu bersyukur atas apa yang ia dapatkan, ia yakini bahwa ini adalah kasih yang diberikan oleh Allah kepada nya. Setiap malam ia menggingatkan kepada anaknya untuk berdoa, baik sebelaum dan sesudah makan, tidur, dan dalam segala hal, karena menurutnya segala sesuatu yang dimulai dari restu Allah maka semuanya akan berjalan lancar sesuai dengan kehendak Allah.

Lain halnya dengan kehidupan pada tetangganya, mereka disibukan dengan urusan usaha mereka, terkadang dalam beberapa waktu mereka tidak bisa berkumpul dalam keluarga apa lagi untuk bertemu dan membicarakan masalah keluarga. Keluarga yang kaya ini amat jauh kehidupan mereka dari Tuhan, jarang pergi kegereja dan mereka

(2)

bekerja tidak pernah mengenal waktu antara siang dan malam semuannya sama. Dalam situasi yang semacam ini, rumah si kaya tersebut terlihat amat suram. Tibalah sebuah musibah yang amat besar dari keluarga kaya tersebut, usaha mereka menjadi bangkrut karena termakan krisis globalisasi dan secara satu persatu isi di dalam rumah mereka digerogoti oleh pemegang saham mereka. Kurang menerima akan situasi yang semacam ini, maka semakin kacaulah keluarga kaya tersebut dan pada akhirnya mereka keluarga yang terpecah belah.

Walaupun krisis globalisasi yang amat dasar melanda negeri mereka, ibu dan anak tersebut tidak takut karena kehidupan mereka sudah sangat sering termakan globalisasi yang terjadi disetiap waktu mereka. Semangat dan ketekunan mereka dalam bekerja itu tidak pudar. Sampailah pada suatu ketika, sang anak itu bertanya kepada ibunya.

A: anak B: Ibu

S: Si orang Kaya

A: Bu, tanya anak, mengapa ibu sering sekali pergi ke gereja? Pada hal kita bisa berjualan pada hari minggu, karena hari minggu itu banyak orang yang ada di pasar dan mungkin mereka mau membeli keranjang kita?

B: Nak, pergi kegereja itu adalah kewajiban kita sebagai umat Allah yang telah dikasihani oleh Allah.

B: Tanya ibu, mengapa kamu berkata demikian, nak?

A: Bu, sebenarnya apa yang ibu dapatkan digereja, ketika saya melihat ibu pulang, ibu tidak membawa apa-apa? Ketika saya melihat ibu berdoa, yang hanya ada ibu menangis terus, saya merasa ibu sangat tertekan sekali pada waktu berdoa? B: Ibu menangis bukan karena ibu tertekan atau menyesal akan situasi kita, tetapi

ibu merasa bahwa ibu telah berdosa, dan mohon ampun kepada Allah supaya ibu dan kamu selalu diberkati oleh Allah.

A: Bu, dengan ibu pulang tidak membawa apa-apa dari gereja ibu masih mau pergi kegereja?

(3) B: (sang ibu berpikir sejenak)

B: Kata ibu, nak ibu tidak akan memberikan penjelasan apapun tetang apa yang ibu dapatkan sepulang dari gereja, ibu mau tanya ni ama kamu, kamu mau atau tidak ikut ibu kegereja pada hari minggu ini?

A: Tidak mau bu, karena bendingan saya bekerja dirumah saja ketimbang ikut ibu pergi kegereja, ka nada gunanya?

B: Bailah nak, oh ya ibu boleh minta tolong enggak, kamu mengambil air untuk kita minum dan mengisi tong tersebut, nanti yang kamu gunakan jangan ember, karena emaber kita telah penuh semua. Nah, kamu mengambil air dengan mengunakan keranjang yang ada di dapur kita, Ibu mau berangkat sembanyang dulu, ya?

A: (karena ia amat patuh terhadap ibunya maka ia melakukan apa yang diperintahkan oleh ibunya)

(4)

Lampiran 2 : Bacaan Kitab Suci

Yohanes 6 : 25 - 59

6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"

6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"

6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?

6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."

6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."

6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." 6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.

(5)

6:36 Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya.

6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.

6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. 29

6:39 Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.

6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

6:41 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."

6:42 Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"

6:43 Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.

6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

(6)

6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. 6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."

6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 30

6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.

6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.

6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."

6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat. 31

Dokumen terkait