Untuk penelitian lebih lanjut sebaiknya perlu dilakukan pengujian sifat fisik minyak kemiri yaitu viskositas, titik cair dan bilangan asam untuk mengetahui lebih jelas perbandingan dan perbedaan dari pengaruh rasio sangrai terhadap karakteristik fisik minyak kemiri.
DAFTAR PUSTAKA
Adawiyah, R. (2017). Uji Identifikasi Farmakognotis Tumbuhan Kemiri Sunan (Aleurites trisperma) Di Kebun Percobaan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Anterior Jurnal, 17(1), 60–68.
Agusman. 2013. Pengujian Organoleptik. Semarang: Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang.
Agustina, M. 2017. Daya Inhibisi Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma Ulmifolia Lamk.) Terhadap Enzim α-Glukosidase. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Agustina, E., Andiarna, F., & Hidayati, I. (2020). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bawang Hitam (Black Garlic) Dengan Variasi Lama Pemanasan. Al-Kauniyah: Jurnal Biologi, 13(1), 39–50.
Ahmadi, R., H., & Handoko, Riwidikdo. (2007). Fisika Kesehatan. Yogyakarta.
Mitra Cendekia.
Anggraini, A. 2007. Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Antioksidan Terhadap Ketahanan Oksidasi Biodiesel Dari Jarak Pagar (Jatropha Curcas, L.). Skripsi.
Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Apriyandi A. 2011. Aktifitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif pada Keong Ipong - Ipong (Fasciolaria salmo). Bogor : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.
Arlene, A. (2013). Ekstraksi Kemiri Dengan Metode Soxhlet Dan Karakterisasi Minyak Kemiri. Jurnal Teknik Kimia USU, 2(2), 6–10.
Arlene, A., Ign. Suharto, & Jessica, N. R. (2013). Pengaruh Temperatur dan Ukuran Biji terhadap Perolehan Minyak Kemiri pada Ekstraksi Biji Kemiri dengan Penekanan Mekanis. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan”
Pengembangan Teknologi Kimia Untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia, 1–6.
Chynintya, G., & Vita, R. P. (2016). Pengaruh Temperatur , Kecepatan Putar Ulir Dan Waktu Pemanasan Awal Terhadap Perolehan Minyak Kemiri Dari Biji Kemiri Dengan Metode Penekanan Mekanis ( Screw Press ). 12(1), 17–25.
Cikita, I., Hasibuan, I. H., & Hasibuan, R. (2016). Pemanfaatan Flavonoid Ekstrak Daun Katuk ( Sauropus androgynus ( L ) Merr ) Sebagai Antioksidan Pada Minyak Kelapa. Jurnal Teknik Kimia USU, 5(1), 45–51.
D., M. M. (2011). Pembuatan Shortening Dari Campuran Rbd Stearin Dengan Minyak Inti Sawit Secara Gliserolisis Menggunakan Katalis Enzim Lipase Dari Dedek Padi. 16(3), 131–135
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan.
Darmawan, S. (2010). Pembuatan Minyak Kemiri Dan Pemurniannya Dengan Arang Aktif Dan Bentonit.
Elevitch, C.R. dan Manner, H.I. 2006 Traditional tree initiative: species profiles for Pacific Islands agroforestry. http://www.agroforestry.net/tti/ Aleurites-kukui.pdf [8 Desember 2010].
Eliyanoor, B., 2012, Penuntun Praktikum Farmakognosi, Edisi II, Buku Kedokteran EGC, Jakarta, Indonesia
Estrada, F., R. Gusmao,. Mudjijati, dan N. Indraswati. 2007. Pengambilan Minyak Kemiri Dengan Cara Pengepresan Dan Dilanjutkan Ekstraksi Cake Oil. Widya Teknik. Vol. 6, No 2.
Gustiani, S. H., 2008. Studi Ekstraksi Analisis Minyak Lengkeng [Skripsi]. FMIPA UI, Jakarta
Hadiah, F., Soerawidjaja, T.H., Subagjo, -, dan Prakoso, T., 2017. Low Temperature Catalytic-Treansfer Hydrogenation of Candlenut Oil.
International Journal on Advance Science, Engineering and Information Technology, 7;843.
Hasibuan, H. A. (2012). Kajian Karakteristik Minyak Inti Sawit Indonesia Dan Produk Study on Characteristics of Indonesian Palm Kernel Oil and Its Fractionation Products. Jurnal Standarisasi, 14(2), 98–104.
Hendrawati., T,Y. 2001. Studi Pengaruh Penggunaan Antioksidan Golongan Phenolik dan Aminik terhadap Ketahanan Oksidasi Minyak Sawit Pada Berbagai Tingkat Kemurnian. Tesis. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
Januarti, N. (2016). Penetapan bobot jenis dan rapat jenis. Jurnal Ilmiah, 5(1), 31–
39.
Jogihalli, P., Singh, L., Kumar, K, dan Sharanagat, V.S., 2017. Physicofunctional and antioxidant properties of sand-roasted chickpea (Cicerarietinum).
FoodChemistry, 147:17 - 24
justicia, A. K. (2017). Formulasi Mouthwash Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L.) Dan Kayu Manis (Cinnamomum Zeylanicum) Dengan Menggunakan Tween 80 Sebagai Surfraktran. Ilmiah Ibnu Sina, 2(1), 134–
146.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Farmakope Indonesia Edisi V 2014. In Farmakope Indonesia Edisi V.
Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Ketaren, S. 2008. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Khasanah, I., Ulfah, M., & Sumantri, S. (2014). Uji Aktivitas Antioksina Ekstrak Etanolik Kulit Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dengan Metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil). E-Publikasi Fakultas Farmasi, 11(2), 9–17.
Khoirani, N. 2013. Karakteristik Simplisia dan Standarisasi Ekstraketanol Herba Kemangi (Ocimum americanum L.). Skripsi. Jurusan Farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta.
Krisnawati, M.H., K., & M., K. (2011). Aleurites moluccana (L.) Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas. In Aleurites moluccana (L.) Willd.: ekologi, silvikultur dan produktivitas.
Lamusu, D. (2018). Uji Organoleptik Jalangkote Ubi Jalar Ungu ( Ipomoea Batatas L) Sebagai Upaya Diversifikasi Pangan. Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1), 9–
15.
Lumbantoruan, D., Rohana, A., & Rindang, A. (2014). Uji Pengaruh Suhu Pemanasan Biji Kemiri Dengan Mengguakan Oil Press Tipe Ulir Terhadap Rendemen dan Mutu Minyak yang Dihasilkan. 2(3), 92–98.
Mamuaja, C. F. (2017). Lipida. In Unsrat Press.
Martawijaya, A., Kartasujana, I., Mandang, Y.I., Prawira, S.A. dan Kadir, K. 1989 Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor, Indonesia.
Maryati, T. (2011). Preferensi masyarakat terhadap pemilihan jenis pohon dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat : Studi Kasus di Desa Paramasan Bawah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 12(31), 123–131.
Mmawaddah,A. 2012. Teknologi Pengolahan Pangan. Yogyakarta.
Muchtadi, Deddy. 2013. Antioksidan dan Kiat Sehat di Usia Produktif. Alfabeta.
Bandung.
Nasiru, N. 2014. Teknolohi Pangan Teori Praktis dan Aplikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Ngatemin, Nurrahman, & Isworo, J. T. (2013). Pengaruh Lama Fermentasi Pada Produksi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) Terhadap Sifat Fisik , Kimia , Dan Organoleptik Effect Of Fermentation Time On Virgin Coconut Oil ( Vco ) For Character Physical , Chemical , And Organoleptic. Pangan Dan Gizi, 04(08), 9–18.
Nirwana, L., Muh. Rais, & Jamaluddin P, J. P. (2018). Konduktivitas Termal Pasir Kali Sebagai Media Penghantar Panas Pada Proses Penyangraian Kerupuk.
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 3, 182.
Nugraheni, 2007, Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol dan Ekstrak Etanol Daun Tempuyung (Sunchus arvensis L.) serta Penentuan EC50 dengan Metode DPPH (1,1difenil-2-pikrilhidrazil), Skripsi, 36-39, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi, Semarang.
Parwati, L.D. 2017. Pengaruh Massa Kemiri Terhadap Volume Dan Karakteristik Minyak Kemiri Hasil Pengolahan Tradisional Sebagai Bahan Dasar Biofuel.
Skripsi. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
Pham, L.N., Luu, B.V., Phouc, H.D., Le, H.N.T., Troung, H.T., Luu, P.D., dkk., 2018. Production of Biodisel from Candlenut Oil Using a Two-step Co-solvent Method and Evalution of its Gaseous Emissions. Journal of Oleo Science, 67:617-629.
Prakash, A., Rigelhof, F. & MIller, E. (2001). Antioxidant activity. Medallion Laboratories: Analithycal Progres, 19(2), 1-4.
Putri, E.M. 2019. Uji Kualitas Minyak Kemiri (Aleurities moluccana (L.) Willd) Dengan Metode Pengepressan Menggunakan Variasi Temperatur Dan Ukuran Biji. Skripsi. Jember : Universitas Jember.
Rastuti, U., & Purwati. (2012). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kalba (Albizia falcataria) Senyawa Metabolit Sekundernya. Molekul, 7(1), 33–42.
Riyanta, A. B., Mada, U. G., Lukitaningsih, E., Mada, U. G., Rohman, A., & Mada, U. G. (2019). Penggunaan Fourier Transform Infrared Spectroscopy ( FTIR ) dan kemometri untuk analisis minyak kemiri dalam campuran biner dengan minyak biji anggur Kertas Lengkap Penggunaan Fourier Transform Infrared Spectroscopy ( FTIR ) dan kemometri untuk analisis m. 4(September).
Sani, I., Owoade, C., Abdulhamid, a, Fakai, I. M., & Bello, F. (2014). Evaluation of Physicochemical Properties , Phytochemicals and Mineral Composition of Cocosnucifera l . ( Coconut ) Kernel Oil. International Journal of Advanced Research in Chemical Science (IJARCS).
Siddique, B.M., Ahmad, A., Alkarkhi, A.F.M., Ibrahim, M.H., dan Omar A.K., M., 2011b. Chemical Composition and Antioxidant Properties of Candlenut Oil Extracted by Supercritical CO2. Journal of Food Science, 76:C535-C542 Simbolon, R. 2012. Pengaruh Perbed aan Jumlah Imbangan Pelarut dengan
Adsorben Terhadap Rendeman dan Mutu Hasil Ekstraksi Minyak Atsiri Bunga Kamboja (Plumeria obtusa) dengan Metode Enfleurasi. Skripsi.
Fakultas Teknologi Industri Pertanian. Universitas Padjajaran. Jatinangor.
SNI, 2847:2013. (2013). Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung.
Bandung: Badan Standardisasi Indonesia, 1–265.
Sudik, A., & Aryadi, W. 2013. Perbandingan Performa dan Konsumsi Bahan Bakar Motor Diesel Satu Silinder dengan Variasi Tekanan Injeksi Bahan Bakar dan Variasi Campuran Bahan Bbakar Solar, Minyak Kelapa dan Minyak Kemiri.
2.
Sulistyaningsih. 2011. Metodologi Penelitian Kebidanan, Kuantitatif & Kualitatif.
Edisi Pertama, Yogyakarta : Graha Ilmu
Susiwi. 2009. Jurnal Penelitian Organoleptik (Handout)". FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia.
Taufik, M., & Hermawan Seftiono. (2018). Karakteristik Fisik dan Kimia Minyak Goreng Sawit Hasil Proses Penggorengan dengan Metode Deep-Fat Frying.
Jurnal Teknologi, 10(2), 123–129.
Teknologi, D., Pertanian, I., Pertanian, F. T., Badan, P., & Bioteknologi, P. (n.d.).
Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB 2 Peneliti Badan Pengkajian Bioteknologi, BPPT Serpong. 15(C), 28–33.
Tri Yuni Hendrawati, Studi Pengaruh Penggunaan Antioksidan Golongan Phenolik dan Aminik terhadap Ketahanan Oksidasi Minyak Sawit Pada Berbagai Tingkat Kemurnian, Tesis, Program Pascasarjana IPB, 2001
Ward, J. A. 1982. Pre-pressing of oil from rapeseed and sunflower dalam Plofesi.
Skripsi, tidak dipublukasikan.
Wiryoatmojo, Suryono. 1988. Kimia Fisika I. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.
Wulandari,N. 2019. Minyak Dan Lemak Bukan Hanya Beda Bentuknya. (online) avaible at: http://seafast.ipb.ac.id/minyak-dan-lemak-bukan-hanya-beda-bentuknya/.accesed at 13 December 2020.
Yudhaningtyas.,R.D.M. 2008. Pengaruh Level Pemberian BHT (Butylated Hidroxy Toluene) dan Lama Penyimpanan terhadap Kadar Air, Kadar Asam Lemak Bebas, dan Angka Peroksida Bungkil Kelapa. Skripsi. Malang : Universitas Brawijaya.
Yuslianti, Euis R. 2018. Pengantar Rradikal Bebas dan Antioksidan. Yogyakarta.
CV Budi Utama.
Yusnita, E. 1999. Pengaruh Suhu dan Waktu Pemasakan Biji Kemiri Terhadap sifat Minyaknya. Buletin Penelitian Hasil Hutan. 17(2).
Lampiran 1
Perhitungan Rendemen Minyak Kemiri 1. Rendemen rasio 1 : 1,3
Suhu Sangrai : 75oC
Waktu Sanrai : 15 menit
Berat sampel awal (x) : 50 g Berat ekstrak Minyak kemiri (y) : 17,01 g
Rendemen =
y
x x 100%
= 17,01g
50g x 100%
= 34,02% b/b 2. Rendemen rasio 1 : 2
Suhu Sangrai : 75oC
Waktu Sanrai : 15 menit
Berat sampel awal (x) : 50 g Berat ekstrak Minyak kemiri (y) : 22,66 g
Rendemen =
y
x x 100%
= 22,66 g
50 g x 100%
= 45,32% b/b
3. Rendemen rasio 1 : 4
Suhu Sangrai : 75oC
Waktu Sanrai : 15 menit
Berat sampel awal (x) : 50 g Berat ekstrak Minyak kemiri (y) : 21,33 g
Rendemen =
y
x x 100%
= 21,33 g
50 g x 100%
= 42,66% b/b
Lampiran 2
Perhitungan Bobot Jenis Minyak Kemiri 1. Bobot jenis minyak kemiri rasio 1 : 1,3
a. Berat pikno kosong (m) : Replikasi 1 : 22,04g Replikasi 2 : 21,07g Replikasi 3 : 22,10g b. Berat pikno isi (mʹ) :
Replikasi 1 : 46,31g Replikasi 2 : 46,35g Replikasi 3 : 46,40g
c. Volume Piknometer (v) : 25 mL
ρ minyak : mʹ - m v
ρ minyak
:
Bobot jenis minyak d. ρ minyak Rasio 1 : 1,3 :Replikasi 1 : mʹ- m v
: 46,31g - 22,04g 25 mL : 0,97 g/mL
Replikasi 2 : mʹ- m
v
: 46,35g - 21,074g 25 mL : 1,01 g/mL
Replikasi 3 : mʹ- m v
: 46,40g - 22,10g 25 mL : 0,97 g/mL
Rata – rata bobot jeni: Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
: 0,97 g/mL + 1,01 g/mL + 0,97 3
: 0,98 g/mL
Replikasi 3 : mʹ- m
v
: 41,85g - 18,63g 25 mL : 0, 928 g/mL
Rata – rata bobot jenis: Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3
3
: 0,927g/mL + 0,93 g/mL + 0,928 3
: 0,928 g/mL
Replikasi 3 : mʹ- m
v
: 41,56g - 18,60g 25 mL : 0,918 g/mL
Rata – rata bobot jenis: Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
: 0,919 g/mL + 0,915 g/mL + 0,918 3
: 0,917 g/mL
Lampiran 3
Perhitungan Viskositas Minyak Kemiri
Rumus Viskositas: η1
η2 = T1ϒ1 T2ϒ2
1. Viskositas minyak kemiri rasio 1 : 1,3 a) Replikasi 1
Viskositas minyak (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
b) Replikasi 2
Viskositas air (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Viskositas air (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Bobot jenis minyak (ϒ1) : 0,97 g/mL Bobot jenis air (ϒ2) : 1,04 g/mL Waktu alir minyak (T1) : 67 (s) Waktu alir air (T2 : 1,8 (s)
Viskositas minyak : η1
η2 = T1ϒ1 T2ϒ2
: η1
0,98 = 67 x 0,97 1,8 x 1,04
: η1
0,98 = 64,99 1,87
: η1= 63,69 1,87 : η1= 34 Cp
Rata – rata viskositas : Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
: 31 + 36 + 34 3
: 33,66 Cp
2. Viskositas minyak kemiri rasio 1 : 2 a) Replikasi 1
Viskositas minyak (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Viskositas air (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Bobot jenis minyak (ϒ1) : 0,93 g/mL Bobot jenis air (ϒ2) : 1,04 g/mL Waktu alir minyak (T1) : 102 (s) Waktu alir air (T2) : 1,8 (s)
Viskositas air (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
η1= 48,63 Cp
Rata – rata viskositas : Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
: 51 + 49,71+ 48,63 3
: 49,78 Cp
3. Viskositas minyak kemiri rasio 1 : 4 a) Replikasi 1
Viskositas minyak (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Viskositas air (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Bobot jenis minyak (ϒ1) : 0,915 g/mL Bobot jenis air (ϒ2) : 1,04 g/mL Waktu alir minyak (T1) : 87 (s) Waktu alir air (T2) : 1,8 (s)
Viskositas air (η1) : Viskositas Minyak (Cp) Viskositas air (η2) : 0,98 Cp
Rata – rata viskositas : Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
: 39,79 + 41,72+ 42,81 3
: 41,44 Cp
Lampiran 4
Perhitungan Bilangan Asam
Rumus Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
1. Bilangan Asam Minyak Kemiri Rasio 1 : 1,3 a) Replikasi 1
c) Replikasi 3
mL KOH = 9 mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
9 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
10 mg KOH/gRata – rata bilangan asam = Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
= 10 + 10,56 + 10 3
= 10,22 mg KOH/g
2. Bilangan Asam Minyak Kemiri Rasio 1 : 2 a) Replikasi 1
mL KOH = 9 mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
9 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
10 mg KOH/g b) Replikasi 2mL KOH = 8 mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
8 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
8,98 mg KOH/gc) Replikasi 3
mL KOH = 7,25mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
7,25 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
8,13 mg KOH/gRata – rata bilangan asam = Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
= 10 + 8,98 + 8,13 3
= 9,04 mg KOH/g
3. Bilangan Asam Minyak Kemiri Rasio 1 : 4 a) Replikasi 1
mL KOH = 8 mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
8 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
8,98 mg KOH/g b) Replikasi 2mL KOH = 9 mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
9 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
10 mg KOH/gc) Replikasi 3
mL KOH = 7,5 mL
N KOH = 0,1 N
BM KOH = 56,1
Berat Minyak = 5g
Bilangan Asam = mL KOH x N KOH x BM KOH g
=
7,5 mL x 0,1 N x 56,1 5g=
8,415 mg KOH/gRata – rata bilangan asam = Replikasi 1 + Replikasi 2 + Replikasi 3 3
= 8,98 + 10 + 8,415 3
= 9,13 mg KOH/g
Lampiran 5 Perhitungan % Inhibisi 1. Perhitungan larutan DPPH 0,4 mM
M = x sampai tanda batas kocok hingga homogen.
2. Perhitungan larutan DPPH 0,1 mM
M = x
Mr x 1000
Volume Larutan x = Berat bahan (m)
Mr = Molekul Relatif (g/mol)
M = Molaritas
Molaritas DPPH yang dibutuhkan 0,1 mM = 1 x 10-4 M
Mr DPPH = 394,32 g/mol
Volume larutan = 100 mL
Molaritas = x
Mr x 1000
Volume Larutan
0,0001M = x
394,32 x 1000 100
Berat DPPH = 0,0001 M x 394,32 g/mol x 100
1000
Berat DPPH = 0,0039432g
Berat DPPH = 3,9432 mg
Menimbang DPPH 3,94 mg dan dilarutkan dalam labu ukur 100 mL sampai tanda batas kocok hingga homogen.
3. Pembuatan Larutan sampel minyak 1000ppm 1000ppm = 1000g / 1000.000 mL 1000ppm = 1000.000mg/1000.000mL
1000ppm = 1mg/mL
Menimbang 1mg minyak kemiri dilarutkan dalam tabung reaksi 10 mL methanol kocok hingga homogen.
4. Perhitungan % Inhibisi
a) Rasio 1 (1 : 1,3)
Absorbansi Kontrol
Replikasi Operating Time (menit) (λ)
0 5 20 15 20 25 30 35 40
1 0.455 0.456 0.456 0.456 0.456 0.456 0.457 0.457 0.458 2 0.456 0.456 0.456 0.456 0.456 0.456 0.457 0.458 0.458 3 0.456 0.456 0.456 0.456 0.456 0.456 0.457 0.458 0.458 Rata – rata 0,455 0,456 0,456 0,456 0,456 0,456 0,457 0,457 0,458
Absorbansi Minyak
Replikasi Operating Time (menit) (λ)
0 5 20 15 20 25 30 35 40
1 0.455 0.455 0.455 0.453 0.451 0.448 0.447 0.445 0.444 2 0.455 0.455 0.455 0.453 0.451 0.448 0.447 0.445 0.444 3 0.455 0.455 0.455 0.453 0.45 0.448 0.447 0.445 0.444 Rata – rata 0,455 0,455 0,455 0,453 0,450 0,448 0,447 0,445 0,444
= 0,01
0,457 x 100%
= 2,19%
35 menit = 0,457 - 0,445
0,456 x 100%
= 0,012
0,457 x 100%
= 2,77%
40 menit = 0,458 - 0,444
0,458 x 100%
= 0,014
0,458 x 100%
= 3,06%
b) Rasio 2 (1 : 2)
Absorbansi Kontrol
Replikasi Operating Time (menit) (λ)
0 5 20 15 20 25 30 35 40
1 0.896 0.902 0.904 0.908 0.911 0.913 0.915 0.920 0.924 2 0.902 0.903 0.905 0.908 0.911 0.914 0.916 0.920 0.924 3 0.903 0.903 0.905 0.908 0.912 0.914 0.916 0.921 0.925 Rata – rata 0,900 0,902 0,905 0,908 0,911 0,914 0,916 0,920 0,924
Absorbansi Minyak
Replikasi Operating Time (menit) (λ)
0 5 20 15 20 25 30 35 40
1 0.718 0.715 0.713 0.712 0.711 0.710 0.709 0.708 0.707 2 0.718 0.715 0.713 0.712 0.711 0.709 0.709 0.708 0.707 3 0.718 0.715 0.713 0.712 0.711 0.709 0.708 0.708 0.707 Rata – rata 0,718 0,715 0,713 0,712 0,711 0,709 0,709 0,708 0,707
% Inhibisi = A kontrol- A sampel
A kontrol x 100%
0 menit = 0,900 - 0,718
0,900 x 100%
= 0,182
0,900 x 100%
= 20,25%
= 0,212
0,920 x 100%
= 23,07%
40 menit = 0,924 - 0,707
0,924 x 100%
= 0,217
0,924 x 100%
= 23,51%
c) Rasio 3 (1 : 4)
Absorbansi Kontrol
Replikasi Operating Time (menit) (λ)
0 5 20 15 20 25 30 35 40
1 0.733 0.733 0.733 0.734 0.736 0.736 0.737 0.738 0.741 2 0.733 0.733 0.733 0.734 0.736 0.736 0.737 0.739 0.741 3 0.733 0.733 0.734 0.734 0.736 0.736 0.737 0.739 0.741 Rata – rata 0,733 0,733 0,733 0,734 0,736 0,736 0,737 0,739 0,741
Absorbansi Minyak
Replikasi Operating Time (menit) (λ)
0 5 20 15 20 25 30 35 40
1 0.619 0.594 0.589 0.585 0.582 0.579 0.576 0.574 0.571 2 0.618 0.594 0.589 0.585 0.582 0.579 0.576 0.573 0.570 3 0.618 0.594 0.589 0.585 0.582 0.578 0.576 0.573 0.570 Rata – rata 0,618 0,594 0,589 0,585 0,582 0,579 0,576 0,573 0,570
% Inhibisi = A kontrol- A sampel
A kontrol x 100%
0 menit = 0,733 - 0,618
0,733 x 100%
= 0,115
0,733 x 100%
= 15,69%
= 0,166
0,739 x 100%
= 22,46%
40 menit = 0,741 - 0,570
0,741 x 100%
= 0,171
0,741 x 100%
= 23,08%
Lampiran 6
Gambar Alat dan Praktikum
No Gambar Keterangan
1 Tabung Centrifuge
2 Alat Press Minyak
3 Vortex
4 Kuvet
5 Mengayak simplisia
kemiri
6 Menyangrai biji kemiri
7
Mengekstrak biji kemiri menjadi minyak
kemiri
8 Uji Bobot Jenis Air
9 Uji Bobot Jenis
Minyak
10 Uji Viskositas Minyak
11 Uji Viskositas Air
12
Uji Titik Cair Minyak
13 Penimbangan uji
bilangan asam
14 Uji Bilangan Asam
Minyak
15 Uji Bilangan Asam
16 Larutan minyak 1000
ppm
17 Larutan uji sampel
minyak
18 Penimbangan sampel
minyak
19 Mengukur absorbansi
sampel minyak kemiri
Lampiran 7
Bukti Surat Keterangan Laboratorium
Curriculum Vitae
Nama : Rini Sutiofani
Nim : 18080136
Jenis Kelamin : Perempuan
TTL : Tegal, 12 Januari 2000
Alamat : Jl. Kapten Samadikun RT 06/ RW 02
Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana,
52142, Kota Tegal
No. Telp/Hp : 089675381719
Riwayat Pendidikan
SD : SD Negeri Pesurungan – Lor 1 Tegal
SMP : SMP Negeri 17 Tegal
SMA/K SEDERAJAT : SMA Negeri 4 Tegal
DIPLOMA III : Politeknik Harapan Bersama Tegal
Nama Ayah : Suwito
Nama Ibu : Cariwati
Pekerjaan Ayah : Wiraswasta
Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga
Jenis Penelitian : PENGARUH RASIO SANGRAI DENGAN
MEDIA PASIR HITAM TERHADAP
KARAKTERISTIK FISIK MINYAK KEMIRI
DARI DAERAH KALIMANTAN