• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES

18 Sastra dan budaya Ismawati Siti S, S.Pd, Widi Nurasih, S.Pd, Suwarto

REFLEKSI DIR

7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES

SMK N 1 Salatiga secara keseluruhan sudah cukup namun praktikan memliki beberapa saran yang mungkin dapat membangun kualitas dari SMK N 1 Salatiga, diantaranya perlu ditingkatkan fasilitas atau sarana dan prasarana pembelajaran pada sekolah tersebut, khususnya terpenuhinya adanya LCD pada setiap kelas. Karena itu merupakan salah satu sarana dan prasarana yang penting utuk menunjang pembelajaran siswa. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan lebih bervariasi lagi dan pemanfaatan media secara maksimal sehingga peserta didik menjadi lebih semangat untuk belajar serta terjadi pemingkatan prestasi belajar.

Saran pratikan untuk UNNES adalah untuk menambah kuota PPL dan menempatkan mahasiswa untuk PPL sesuai dengan asal tempat tinggalnya dan jumlah tiap sekolah mahasiswa yang PPL rata. Serta untuk pembekalan PPL di lakukan selama 2 hari saja dan sisa hari berikutnya digunakan untuk persiapan untuk PPL .

Salatiga, 7 Agustus 2012 Mengetahui,

Guru Pamong Mahasiswa praktikan

Endang Wahyu H, S.Pd,M.Mpar Syarifah Ariyani

REFLEKSI DIRI

Nama mahasiswa : ERLA HERNITA

Nim : 5401409073

Prodi / Jurusan : PKK,S1 Tata Boga

Fakultas : FT

Guru pamong : Puji Nur Zakiah,S.Pd,M.MPar Mata Pelajaran : Tata Boga

Sekolah latihan : SMK N 1 Salatiga

PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) merupakan kegiatan perkuliahan yang wajib dilakukan bagi mahasiswa program pendidikan. PPL sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana kependidikan. Mahasiswa calon guru yang diterjunkan langsung ke sekolah – sekolah untuk praktek mengajar, dengan harapan dapat menerapkan ilmu yang sudah diperoleh selama perkuliahan sebelumnya disekolah latihan. PPL juga dapat memberikan kesiapan bagi mahasiswa calon guru untuk mengajar kelak ketika benar – benar menjadi guru. PPL dilakuan selama ± 3 bulan yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu PPL1 dan PPL2.

PPL di laksanakan di SMK N 1 Salatiga yang berlangsung dari tanggal 30 Juli- 20 Oktober 2012. Pratikan memperoleh berbagai hal yang sangat bermakna. Berbagai hal tersebut pratikan tuangkan dalam refleksi diri yang berkaitan dengan mata pelajaran yang pratikan tekuni yaitu TATA BOGA. Refleksi diri ini menyangkut berbagai hal yang tertera dalam poin – poin dibawah ini :

1. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran mata pelajaran yang ditekuni

Jurusan tata boga merupakan salah satu jurusan yang ada di SMK N 1 Salatiga yang dimana siswa dan siswinya mempelajari segala sesuatu tentang masakan, gizi,tata cara makan(table manner),dan pelayanan makanan. Jurusan tataboga tidak hanya mempelajari tentang masakan dan resep saja,tetapi juga mempelajari tentang bagaimana kita menata makanan(penyajian tempat dan makanan),table manner,gizi dalam tubuh kita dan asupan gizi yang akan kita masak dalam praktek pengolahan masakan.Selain praktek memasak makanan siswa dan siswi disini juga mendapat mata pelajaran tentang kewirausahaan dimana nantinya dapat berguna bagi siswa yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi untuk berwirausaha.

Dalam pembelajaran di jurusan tataboga tidak terlalu mengalami masalah. Hanya dalam pembelajaran memerlukan sarana dalam berlangsungnya KBM dimana guru tidak hanya menggunakan metode ceramah tetapi guru dapat menggunakan LCD dalam pembelajaran agar memudahkan murid dalam belajar.Namun ketersediaan LCD cukup terbatas sehingga dalam proses KBM setiap kelas yang akan menggunakan LCD harus bergantian. Penggunaan media LCD dapat mempermudah siswa dan siswi dalam melihat langsung gambar atau sesuatu yang akan di perlihatkan oleh guru pada saat mengajar. Penggunaan metode ceramah dalam mengajar kurang efektif.Bisa saja siswa dan siswi kurang memperhatikan dan siswa dan siswi akan mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana

Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu sekolah sangat mempengaruhi proses belajar mengajar dan prestasi peserta didik. Yang dimana akan terlihat siswa dan siswi yang memperhatikan dan yang tidak memperhatikan.untuk itu saran dan prasarana sangat penting dalam pembelajaran.

3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing

Pada pembelajaran dalam rangka Ramadan kualitas guru pamong untuk mengajar dicurahkan pada praktek produksi untuk kue lebaran .Dan pembelajaran di kelas untuk teori berkurang dari yang 45 menit menjadi 30 menit. Sehingga pembelajaran di kelas kurang efektif.kualitas untuk guru pamong adalah pada saat mengajar suatu materi guru pamong mengunakan metode ceramah dan siswa mulai mencatat materi apa yang di ajarkan oleh guru pamong.Serta untuk kualitas pada dosen pembimbing adalah dosen pembimbing merupakan seorang lider yang patut di contoh karna wibawa serta cara mengajarnya didalam kelas yang dapat memberikan contoh pada kita bagaimana cara mengajar yang baik dalam suatu kelas.

4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan

Kualitas pembelajaran di sekolah latihan sudah cukup baik khususnya pembelajaran tentang dasar tata boga.. Akan tetapi, pembelajaran hanya dilakukan dengan metode ceramah,diskusi,serta praktek. Selain itu, adanya kegiatan ekstrakulikuler dapat menggali potensi yang dimiliki oleh peserta didik.Untuk ekstrakulikuler di SMK N 1 salatiga jurusan tataboga tidak ada hanya saja untuk jurusan tatboga membuat produksi yang di mana produksi tersebut akan dijual di dalam lingkungan sekolah atau diluar lingkungan sekolah.Produksi yang mereka buat sudah sesuai resep yang sudah mereka dapat dari guru.Dalam produksi, jurusan tataboga membuat produk dengan mandiri dan untuk guru hanya menunggui pada saat siswa dan siswi mulai mempraktekkan produksi yang mereka buat.

5. Kemampuan diri praktikan

Sebelum melaksanankan PPL 1 praktikan sudah mendapat pelatihan dari kampus yang dimana praktikkan sudah dilatih menjadi seorang guru serta praktikan mendapat pengarahan dari guru pamong.Dalam memulai praktek mengajar dikelas praktikan belum professional karena pratikan sebelumnya belum pernah menghadapi peserta didik dengan berbagai macam karakter dan belum pernah terjun langsung menghadapi siswa yang jumlahnya cukup banyak. Namun, setelah melakukan observasi dan melakukan beberapa latihan mengajar pratikan mendapat pengalaman mengajar yang menjadikan pratikan memahami sedikit demi sedikit bagaimana cara mengajar yang baik, dan mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang guru. Sehingga kemampuan mahasiswa praktikan akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Tidak hanya mengenai cakupan materi akan tetapi cara menguasai kelas juga di arahkan oleh guru pamong sehingga sekarang pratikan menjadi semakin siap dan terbiasa dalam mengajar yang kondusif dan efektif.

6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1

Nilai tambah yang diperolah mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1 adalah pengalaman mengajar secara langsung. Serta dari pengarahan dan

masukan dari guru pamong menjadikan mahasiswa praktikan lebih mengerti dan memahami hakekat mengajar atau jadi guru yang sebenarnya. Nilai tambah yang diperoleh pratikan dapat menjadi modal untuk menjadi guru yang professional di masa depan.

7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES

SMK N 1 Salatiga secara keseluruhan sudah cukup namun pratikan memliki beberapa saran yang membangun, diantaranya perlu ditingkatkan fasilitas atau sarana dan prasarana pembelajaran pada sekolah tersebut, khususnya terpenuhinya adanya LCD pada setiap kelas. Karena itu merupakan salah satu sarana dan prasarana yang penting utuk menunjang pembelajaran siswa. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan lebih bervariasi lagi dan pemanfaatan media secara maksimal sehingga peserta didik menjadi lebih semangat untuk belajar serta terjadi pemingkatan prestasi belajar. Serta untuk pakaian siswa perlu ditingkatkan keseragaman modelnya karena seragam merupakan identitas dari sekolah dan perlu adanya standar pakaian siswa.

Saran pratikan untuk UNNES adalah untuk menambah kuota PPL dan menempatkan mahasiswa untuk PPL sesuai dengan asal tempat tinggalnya dan jumlah tiap sekolah mahasiswa yang PPL rata. Serta untuk pembekalan PPL di lakukan selama 2 hari saja dan sisa hari berikutnya digunakan untuk persiapan untuk PPL .

Salatiga, 7 Agustus 2012

Mengetahui,

Guru Pamong Mahasiswa praktikan

Puji Nur Zakiah,S.Pd,M.MPar Erla Hernita

REFLEKSI DIRI

Nama mahasiswa : RINI VAMELASARI

Nim : 5401409084

Prodi / Jurusan : PKK,S1 Tata Boga

Fakultas : FT

Guru pamong : Endang Wahyu H, S.Pd,M.MPar Mata Pelajaran : Tata Boga

Sekolah latihan : SMK N 1 Salatiga

PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) merupakan kegiatan perkuliahan yang wajib dilakukan bagi mahasiswa program pendidikan. PPL sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana kependidikan. Mahasiswa calon guru yang diterjunkan langsung ke sekolah – sekolah untuk praktek mengajar, dengan harapan dapat menerapkan ilmu yang sudah diperoleh selama perkuliahan sebelumnya disekolah latihan. PPL juga dapat memberikan kesiapan bagi mahasiswa calon guru untuk mengajar kelak ketika benar – benar menjadi guru. PPL dilakuan selama ± 3 bulan yang dibagi menjadi 2 bagian yaitu PPL1 dan PPL2.

PPL di laksanakan si SMK N 1 Salatiga yang berlangsung dari tanggal 30 Juli- 11 Agustus 2012. Pratikan memperoleh berbagai hal yang sangat bermakna. Berbagai hal tersebut pratikan tuangkan dalam refleksi diri yang berkaitan dengan mata pelajaran yang pratikan tekuni yaitu TATABOGA. Refleksi diri ini menyangkut berbagai hal yang tertera dalam poin – poin dibawah ini :

1. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran mata pelajaran yang ditekuni

Jurusan tataboga merupakan salah satu jurusan yang ada di SMK N 1 Salatiga yang dimana siswa dan siswinya mempelajari selaga sesuatu tentang masakan dan gizi.Jurusan tataboga tidak hanya mempelajari tentang masakan dan resep saja,tetapi juga mempelajari tentang gizi dalam tubuh kita dan asupan gizi yang akan kita masak dalam praktek pengolahan masakan.Selain praktek memasak makanan siswa dan siswi disini juga mempuat roti dan kue yang diman kue itu akan di produksi.

Dalam pembelajaran di jurusan tataboga tidak terlalu mengalami masalah dalam KBM karena daya tanggap siswa dan siswi di SMK N 1 Salatiga berbeda-beda.Hanya dalam pembelajaran memerlukan sarana dalam berlangsungnya KBM di mana guru tidak hanya mengunakan metode ceramah tetapi guru dapat mengunakan LCD dalam pembelajaran agar memudahkan murid dalam belajar. Serta mengan mengunakan media LCD siswa dan siswi dapat melihat langsung gambar atau sesuatu yang akan di perlihatkan oleh guru pada saat mengajar.Di dalam proses belajar guru hanya mengunakan metode ceramah dalam mengajar sehingga bias di anggap jika metode tersebut kurang efektif.Bisa saja siswa dan siswi kurang memperhatikan dan siswa dan siswi akan mengalami kejenuhan dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana

Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu sekolah sangat mempengaruhi proses belajar mengajar dan prestasi peserta didik. Yang dimana akan terlihat

siswa dan siswi yang memperhatikan dan yang tidak memperhatikan.untuk itu saran dan prasarana sangat penting dalam pembelajaran.

3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing

Pada pembelajaran dalam rangka Ramadan kualitas guru pamong untuk mengajar dicurahkan pada praktek produksi untuk kue lebaran .Dan pembelajaran di kelas untuk teori berkurang dari yang 45 menit menjadi 30 menit. Sehingga pembelajaran di kelas kurang efektif.kualitas untuk guru pamong adalah pada saat mengajar suatu materi guru pamong mengunakan metode ceramah dan siswa mulai mencatat materi apa yang di ajarkan oleh guru pamong.Serta untuk kualitas pada dosen pembimbing adalah dosen pembimbing merupakan seorang lider yang patut di contoh karna wibawa serta cara mengajarnya didalam kelasyang dapat memberikan contoh pada kita bagaimana cara mengajar yang baik dalam suatu kelas.

4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan

Kualitas pembelajaran disekolah latihan sudah cukup baik khususnya pembelajaran tentang dasar tata boga.. Akan tetapi, pembelajaran hanya dilakukan dengan metode ceramah,diskusi,serta praktek. Selain itu, adanya kegiatan ekstrakulikuler dapat menggali potensi yang dimiliki oleh peserta didik.Untuk ekstrakulikuler di SMK N 1 salatiga jurusan tataboga tidak ada hanya saja untuk jurusan tatboga membuat produksi yang di mana produksi tersebut akan dijual di dalam lingkungan sekolah atau diluar lingkungan sekolah.Produksi yang mereka buat sudah sesuai resep yang sudah mereka dapat dari guru.Dalam produksi, jurusan tataboga membuat produk dengan mandiri dan untuk guru hanya menunggui pada saat siswa dan siswi mulai mempraktekkan produksi yang mereka buat.

5. Kemampuan diri praktikan

Sebelum melaksanankan PPL 1 praktikan sudah mendapat pelatihan dari kampus yang dimana praktikkan sudah dilatih menjadi seorang guru serta praktikan mendapat pengarahan dari guru pamong.Dalam memulai praktek mengajar dikelas praktikan belum professional karena pratikan sebelumnya belum pernah menghadapi peserta didik dengan berbagai macam karakter dan belum pernah terjun langsung menghadapi siswa yag jumlahnya cukup banyak. Namun, setelah melakukan observasi dan melakukan beberapa latihan mengajar pratikan mendapat pengalaman mengajar yang menjadikan pratikan memahami sedikit demi sedikit bagaimana cara mengajar yang baik, dan mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang guru. Sehingga kemampuan mahasiswa praktikan akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Tidak hanya mengenai cakupan materi akan tetapi cara menguasai kelas juga di arahkan oleh guru pamong sehingga sekarang pratikan menjadi semakin siap dan terbiasa dalam mengajar yang kondusif dan efektif.

6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1

Nilai tambah yang diperolah mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1 adalah pengalaman mengajar secara langsung. Serta dari pengarahan dan masukan dari guru pamong menjadikan mahasiswa praktikan lebih mengerti dan memahami hakekat mengajar atau jadi guru yang sebenarnya. Nilai tambah

yang diperoleh pratikan dapat menjadi modal untuk menjadi guru yang professional di masa depan.

7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES

SMK N 1 Salatiga secara keseluruhan sudah cukup namun pratikan memliki beberapa saran yang membangun, diantaranya perlu ditingkatkan fasilitas atau sarana dan prasarana pembelajaran pada sekolah tersebut, khususnya terpenuhinya adanya LCD pada setiap kelas. Karena itu merupakan salah satu sarana dan prasarana yang penting utuk menunjang pembelajaran siswa. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan lebih bervariasi lagi dan pemanfaatan media secara maksimal sehingga peserta didik menjadi lebih semangat untuk belajar serta terjadi pemingkatan prestasi belajar.

Saran pratikan untuk UNNES adalah untuk menambah kuota PPL dan menempatkan mahasiswa untuk PPL sesuai dengan asal tempat tinggalnya dan jumlah tiap sekolah mahasiswa yang PPL rata. Serta untuk pembekalan PPL di lakukan selama 2 hari saja dan sisa hari berikutnya digunakan untuk persiapan untuk PPL .

Salatiga, 7 Agustus 2012 Mengetahui,

Guru Pamong Mahasiswa praktikan

Endang Wahyu H, S.Pd,M.Mpar Rini Vamelasari

REFLEKSI DIRI

Nama mahasiswa : IKA SARI NURUL HIDAYATI

Nim : 5401409094

Prodi / Jurusan : PKK, Tata Boga

Fakultas : FT

Guru pamong : Puji Nur Zakiah, S. Pd.,M.Mpar Mata Pelajaran : Tata Boga

Sekolah latihan : SMK N 1 Salatiga

PPL (Praktek Pengalaman Lapangan) merupakan kegiatan perkuliahan yang wajib dilakukan bagi mahasiswa program pendidikan.

Pratikan melaksanakan kegiatan PPL di SMK N 1 Salatiga pada tanggal 30 Juli – 20 Oktober 2012. Pratikan memperoleh berbagai hal yang sangat bermakna dari praktek pengalaman lapangan ini. Berbagai hal tersebut pratikan tuangkan dalam refleksi diri yang berkaitan dengan mata pelajaran yang pratikan tekuni yaitu mata pelajaran Tata Boga. Refleksi diri ini menyangkut berbagai hal yang tertera dalam poin – poin dibawah ini :

1. Kekuatan dan kelemahan pembelajaran mata pelajaran yang ditekuni

Mata pelajaran tata boga merupakan salah satu mata pelajaran produktif yang banyak disukai siswa SMK N 1 Salatiga, karena dalam prosesnya materi dan praktek mata pelajaran tata boga banyak terealisasikan pada kehidupan sehari- hari. Sehingga mudah bagi siswa untuk memahami materi yang disampaikan guru untuk kemudian di praktekkan pada mata pelajaran produktif.

Namun, kelemahan pembelajaran tata boga adalah dalam pelajaran produktif adalah kurangya alat-alat labolatorium dan biasanya praktek dilakukan secara kelompok, sehingga ada siswa yang hanya melihat temannya praktek dan tidak mengikuti praktek. Hal tersebut menyebabkan pembelajaran tidak efektif dan efisien.

2. Ketersediaan sarana dan prasarana

Kelengkapan sarana dan prasarana disuatu sekolah sangat mempengaruhi proses belajar mengajar dan prestasi peserta didik. Sarana dan prasarana di SMP 1 Mejobo Kudus sudah cukup lengkap untuk menunjang proses belajar mengajar. Adanya lapangan upacara, lapangan sepak bola, laboratorium biologi, fisika, multimedia dan bahasa, fasilitas guru dan karyawan serta peserta didik yang cukup lengkap menunjukkan bahwa seharusnya pembelajaran disekolah tersebut dapat berlangsung efektif. Ada sarana yang belum ada pada sekolah tersebut yaitu adanya LCD pada setiap kelas. Padahal adanya LCD pada setiap kelas sangat penting keberadaanya khususya untuk menunjang kelancaran pembelajaran. Khusus untuk mata pelajaran biologi ada hal – hal yang perlu dilengkapi terutama laboratotium. Laboratorium biologi pada sekolah tersebut masih kurang menunjang.

3. Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing

Kualitas guru pamong dan dosen pembimbing pratikan sangat baik. Guru pamong pratikan adalah Ibu Puji Nur Zakiah yang mengampu pelajaran tata

boga kelas X, XI dan XII. Beliau merupakan salah satu guru pamong yang perhatian terhadap mahasiswa praktikan. Beliau menyambut kedatangan pratikan dengan baik. Beliau sangat ramah terhadap pratikan. Beliau banyak memberikan masukan – masukan tentang cara mengajar tata boga. Beliau juga selalu bersedia membantu dan mengajarkan ilmu mengajarnya kepada mahasiswa praktikan serta memberikan hal – hal yang diperlukan oleh pratikan.

Dosen pembimbing pratikan adalah. Beliau adalah dosen yang sangat berpengalaman dalam hal proses belajar mengajar. Merupakan dosen pada fakultas ekonomi. Beliau juga sangat membantu pratikan dalam menghadapi kesulitan – kesulitan dalam proses Praktik Pegalaman Lapangan. Beliau juga memberikan masukan – masukan yang positif bagi pratikan

4. Kualitas pembelajaran di sekolah latihan

Kualitas pembelajaran disekolah latihan sudah cukup baik khususnya pembelajaran tata boga. Ketika pratikan melakukan observasi, pembelajaran tata boga yang dilakukan oleh Ibu Puji Nur Zakiah sudah cukup baik. Pembelajaran sudah mampu mengaktifkan peserta didik. Akan tetapi, pembelajaran hanya dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Dengan demikian perlu adanya variasi dalam pembelajaran tata boga sehingga pembelajaran tidak membosankan. Dalam pembelajaran tata boga dapat dilakukan dengan mengadakan praktik terhadap materi-materi yang sekiranya perlu dipraktikan supaya lebih mudah dimengerti oleh siswa.

5. Kemampuan diri praktikan

Kemampuan pratikan sebelum melaksanakan PPL 1 dan mendapat pengarahan dari guru pamong belum professional, karena pratikan sebelumnya belum pernah menghadapi peserta didik dengan berbagai macam karakter dan belum pernah terjun langsung menghadapi siswa yang jumlahnya cukup banyak. Namun, setelah melakukan observasi dan melakukan beberapa latihan mengajar pratikan mendapat pengalaman mengajar yang menjadikan pratikan memahami sedikit demi sedikit bagaimana cara mengajar yang baik, dan mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang guru. Sehingga kemampuan mahasiswa praktikan akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Tidak hanya mengenai cakupan materi akan tetapi cara menguasai kelas juga di arahkan oleh guru pamong sehingga sekarang pratikan menjadi semakin siap dan terbiasa dalam mengajar yang kondusif dan efektif.

6. Nilai tambah yang diperoleh mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1

Nilai tambah yang diperolah mahasiswa setelah melaksanakan PPL 1 adalah pengalaman mengajar secara langsung. Serta dari pengarahan dan masukan –masukan dari guru pamong menjadikan mahasiswa praktikan lebih mengerti dan memahami hakekat mengajar atau jadi guru yang sebenarnya. Selain itu, pratikan dapat mempelajari organisasi disekolah, Nilai tambah yang diperoleh pratikan dapat menjadi modal untuk menjadi guru yang professional di masa depan.

7. Saran pengembangan bagi sekolah latihan dan UNNES

SMK N 1 Salatiga secara keseluruhan sudah cukup baik namun pratikan memliki beberapa saran yang membangun, diantaranya perlu ditingkatkan

fasilitas atau sarana dan prasarana pembelajaran pada sekolah tersebut, khususnya terpenuhinya adanya LCD pada setiap kelas. Karena itu merupakan salah satu sarana dan prasarana yang penting utuk menunjang pembelajaran siswa. Selain itu, metode pembelajaran yang diterapkan lebih bervariasi lagi dan pemanfaatan media secara maksimal sehingga peserta didik menjadi lebih semangat untuk belajar serta terjadi pemingkatan prestasi belajar.

Saran pratikan untuk UNNES adalah ketika pemberangkatan mahasiswa PPL ke tempat sekolahan sebaiknya di sediakan transportasi yang di sediakan dari universitas, agar memudahkan mahasiswa pratikan untuk keberangkatannya.

Salatiga, Agustus 2012 Mengetahui,

Guru Pamong Mahasiswa Praktikan

Puji Nur Zakiah, S. Pd.,M.Mpar Ika Sari N.H.H

REFLEKSI DIRI

Silmia Latifah Irhami (5401409099), 2012. Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) SMK NEGERI 1 SALATIGA. Program Studi Pendidikan Tata Busana. Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang.

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah kegiatan intra kurikuler yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Kependidikan Universitas Negeri Semarang. Observasi dalam PPL I dilaksanakan selama kurang lebih 2 minggu yaitu sejak tanggal 30 Juli – 11 Agustus 2012. Pelaksanaan observasi dan orientasi pada PPL I secara umum adalah berkaitan dengan kondisi fisik sekolah, stuktur organisasi sekolah, administrasi sekolah, administrasi kelas, keadaan murid dan guru, tata tertib guru dan siswa, administrasi perangkat pembelajaran guru, organisasi kesiswaan, kegiatan intra-ekstrakurikuler, sarana dan prasarana sekolah, kalender akademik sekolah, dan jadwal kegiatan sekolah.

Dalam penulisan Refleksi Diri ini akan memaparkan hasil pengamatan pada Praktik Pengalaman Lapangan I (PPL I) di SMK Negeri 1 Salatiga terutama