BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan, maka peneliti memberikan saran bila ingin menggunakan Dual Situated Learning Model sebagai alternatif model pembelajaran fisika pada topik-topik lain untuk memperoleh hasil perubahan konsep siswa yang lebih optimal, harus lebih memperhatikan mengenai hal-hal berikut ini:
1. Proses observasi situasi dan kondisi siswa di kelas perlu dilakukan dalam beberapa kali pengamatan. Dengan pengamatan yang berulang-ulang dimungkinkan peneliti lebih mengetahui bagaimana karakteristik siswa dan metode apa yang lebih membuat siswa nyaman dan materi yang diajarkan bisa benar-benar dipahami siswa.
2. Untuk menggunakan Dual Situated Learning Model, peneliti hendaknya harus terlebih dulu melakukan pengajaran sebelum menggunakan model DSLM dalam artian sebelum treatment dilaksanakan. Hal ini dimungkinkan untuk keterbiasaan pada situasi dan kondisi di dalam KBM dan supaya siswa menjadi terbiasa akan cara mengajar, interaksi, dan cara penyampaian materi peneliti. Dengan kata lain faktor guru sebelumnya tidak begitu berpengaruh terhadap perancangan metode, interaksi dengan siswa, cara penyampaian materi dan memungkinkan siswa sudah tidak terbayang-bayang bagaimana guru sehingga KBM akan berjalan lancar.
3. Bila menggunakan wawancara sebagai salah satu instrumen untuk mengetahui sejauh mana konsep awal siswa hendaknya harus lebih tersusun secara rapi. Dalam artian urutan wawancara dan waktu pelaksanaan wawancara harus sesuai dan disetujui oleh kedua pihak dalam hal ini peneliti dan siswa. Dengan waktu yang tidak mendesak, mepet dimungkinkan hasil wawancara juga akan lebih maksimal dalam menggali konsep awal siswa.
4. Perlu juga diperhatikan mengenai metode pembelajaran yang bisa dengan sungguh-sungguh mengubah konsep awal siswa yang semula salah, kurang lengkap menjadi benar. Dikarenakan dari hasil penelitian ini, metode yang membuat siswa merasa senang dan antusias dalam artian belum tentu apa yang dipelajari siswa bisa paham atau mengerti akan konsep yang sudah dipelajarinya. 5. Dalam memilih materi yang digunakan untuk menerapkan DSLM
hendaknya yang sudah dipelajari siswa pada jenjang itu juga. Hal tersebut lebih memungkinkan siswa masih memiliki daya ingat terhadap materi tersebut.
6. Manajemen waktu perlu lebih diperhatikan terutama dalam merancang dan melaksanakan DSLM dikarenakan perlu waktu lama.
DAFTAR PUSTAKA
Akpinar, E. 2007. The Effect Of Dual Situated Learning Model On Students Understanding Of Photosynthesis And Respiration Conceps. Journal of Baltic Science Education,Vol.6, No.3,16-26.
Berg, V.D.. 1991. Miskonsepsi Fisika dan Remidiasi. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Domi, S. & Sarkim, T.. 2009. Perubahan Konsep Radikal Tentang Listrik Arus Searah Menggunakan Dual Situated Learning Model. Jurnal Penelitian, Vol.13, No.1, 1-22.
Fisika Dasar Prodi IPA (Zat dan Wujudnya). http//staf.uny.ac.id. diunduh tanggal 30 Agustus 2012 jam 21:38.
Haryanti. 2009. Penerapan Metode Ceramah dengan Latihan Soal dalam Pembelajaran Fisika dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas I Otomotif 1 SMK 45 Wonosari pada Konsep Usaha dan Energi. Yogyakarta :Universitas Sanata Dharma (skripsi).
Kanginan, M. 2006.IPA Fisika untuk SMP kelas VII. Jakarta: Erlangga.
Kurniawan, A.D.. 2011. Media Pembelajaran Komik untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta dalam Pokok Bahasan Wujud Zat. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma (skripsi).
Salirawati, D. 2010. Pengembangan Model Instrumen Pendeteksi Miskonsepsi Kimia pada Peserta Didik SMA. Yogyakarta: Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta (disertasi). Diunduh di internet tanggal 30 Agustus 2012 jam 21.30.
She, H.C.. 2004. Fostering Radical Conceptual Change through Dual-Situated Learning Model.Journal Of Research In Science Teaching,Vol. 41, No. 2, Pp. 142–164.
Suparno, Paul.1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Suparno, Paul. 2000. Teori Perubahan Konsep dan Aplikasinya dalam Pembelajaran Fisika.Jurnal Kependidikan Widya Dharma, No.2 th. X April. No.2, 15-26.
Suparno, Paul. 2005. Miskonsepsi dan Perubahan Konsep Pendidikan Fisika.
Jakarta: Grasindo.
Suparno, Paul.2006. Diktat Statistik untuk Mahasiswa Pendidikan Fisika.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Suparno, Paul.2007. MetodePenelitianPendidikan Fisika.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Surya, Yohanes. 2006. IPA Fisika GASING untuk SMP kelas VII. Jakarta: Grasindo.
Triana, M.H. 2007. Pembelajaran IPA Terpadu dengan Menggunakan Metode Inkuiri dan Media Komputer pada Topik Wujud Zat dan Kelarutan pada Siswa SMP Khatolik Santo Mikail Balikpapan. Yogyakarta:Universitas Sanata Dharma (skripsi).
71
LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
LAMPIRAN 3
Soal-soal Pretest-Postest
Pilihlah jawaban yang paling tepat dan berilah tanda silang (x) pada pertanyaan-pertanyaan dibawah ini serta berilah alasannya.
1. Terjadinya peristiwa hujan melibatkan proses perubahan wujud berupa... a. Penguapan, pengembunan b. Penguapan, pencairan c. Peleburan, pengembunan d. Pengembunan, pencairan Alasannya: ---2. Saat kamu membuat teh panas lalu gula dimasukkan didalamnya, yang terjadi jika gula
diaduk-aduk dengan sendok ialah... a. Gula cepat larut dalam teh panas b. Gula lama larut dalam teh panas c. Gula tidak bisa larut dalam teh panas d. Gula menggumpal dalam teh panas Alasannya: ---3. Berikut ini contoh benda yang mudah dimampatkan adalah...
a. Tembaga b. Oli
c. Udara di dalam balon d. Air di dalam botol
---4. Contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari adalah...
a. Penguapan air laut
b. Naiknya air sumur yang dipompa c. Adanya embun air pada gelas berisi es d. Naikknya minyak pada sumbu kompor Alasannya: ---5. Saat ibu anda menaruh kapur barus di dalam lemari, lama-kelamaan kapur barus itu
hilang, peristiwa ini merupakan salah satu perubahan wujud suatu zat yaitu... a. Menguap b. Menyublim c. Deposisi d. Mencair Alasannya: ---6. Disaat kamu sedang menulis dengan pulpen, tinta dapat melekat dan menyebar pada
buku tulis. Hal ini menunjukkan peristiwa... a. Kohesi
Alasannya: ---7. Pada waktu musim hujan tiba, sering kali dinding tembok rumahmu menjadi lembab.
Itu merupakan akibat terjadinya peristiwa... a. Mencair b. Deposisi c. Mengembun d. Menyublim Alasannya: ---8. Ketika kamu terluka, sering kali kamu diolesi alkohol di bagian kulitmu, maka kulitmu
akan terasa dingin, hal itu akibat...
a. Alkohol membeku kulit menyerap panas dari alkohol b. Alkohol menguap kulit menyerap panas dari alkohol c. Alkohol menguap dan alkohol menyerap panas dari kulit d. Alkohol membeku dan alkohol menyerap panas ke kulit Alasannya:
---b. Padat, gas, cair c. Padat, gas d. Padat, cair, gas Alasannya: ---10. Pernyataan berikut ini yang benar dan berkaitan tentang suhu saat es dipanasi
terus-menerus adalah...
a. Suhu es akan terus naik b. Suhu es tidak berubah
c. Suhu es tetap saat terjadi perubahan wujud d. Suhu es akan selalu turun
Alasannya:
---Indikator pencapaian:
1. Menyelidiki perubahan wujud zat
2. Menafsirkan susunan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran 3. Membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan
4. Mengaitkan peristiwa kapilaritas dalam peristiwa kehidupan sehari-hari
Dari indikator pencapaian, miskonsepsi yg sering terjadi, aspek (ingatan, pemahaman, penerapan) dan inti materi yang diajarkan kemudian teridentifikasi ada 4 konsep Zat dan Wujudnya yang harus dikuasai siswa yang kemudian dijabarkan menjadi 10 soal pretest dengan bentuk test multiple choices dengan alasan . Daftar konsep yang harus dikuasai siswa adalah : perubahan wujud zat, isitlah dan sifat partikel zat, istilah dan peristiwa kohesi adhesi dlm kehidupan sehari-hari, gejala kapilaritas.
Soal-soal Pretest-postes beserta jawabannya
1. Terjadinya peristiwa hujan melibatkan proses perubahan wujud berupa.... a. penguapan, pengembunan
b. penguapan, pencairan c. peleburan, pengembunan d. pengembunan, pencairan Alasannya:
Jawabannya adalah A. (penguapan, pengembunan) Karena disaat akan terjadi hujan, ada proses penguapan air (akibat pemanasan sinar matahari, pernafasan tumbuhan, dll). Karena mengembang, uap air menjadi dingin, dan molekul-molekul uap air bergerak makin lambat. Karena makin lambat, akhirnya molekul-molekul itu mulai menyatu membentuk tetes-tetes air (proses pengembunan). Di dalam tetes-tetes air itu kemudian terkumpul jadi satu membentuk di awan dan setelah berkumpul diawan kemudian mengembun dan menjadikannya butiran-butiran air hujan
2. Saat kamu membuat teh panas lalu gula dimasukkan didalamnya, maka yang terjadi jika gula yang ada di dalam gelas berisi teh panas diaduk-aduk dengan sendok adalah... a. Gula cepat larut dalam teh panas
Alasannya:
Jawabannya adalah A. (gula cepat larut dalam teh panas) hal itu disebabkan karena air panas yang memiliki suhu tinggi memberikan kalor kepada gula yang merupakan zat padat sehingga terjadilah perubahan wujud yaitu gula melebur dan bercampur menjadi satu dengan teh panas
3. Berikut ini contoh benda yang mudah dimampatkan adalah.... a. Tembaga
b. Oli
c. Udara di dalam balon d. Air dalam botol Alasannya:
Jawabannya adalah C. (udara di dalam balon) karena udara di dalam balon tergolong zat gas. Dimana gas mudah dimampatkan karena gas memiliki susunan dan jarak antarpartikel zatnya berjauhan.
4. Contoh peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari adalah... a. Penguapan air laut
b. Naiknya air sumur yang dipompa c. Adanya embun air pada gelas berisi es d. Naikknya minyak pada sumbu kompor Alasannya:
Jawabannya adalah D. (Naikknya minyak pada sumbu kompor) alasannya peristiwa kapilaritas merupakan suatu peristiwa naik turunnya zat cair di dalam pipa kapiler dan hal tersebut ditunjukkan dengan contoh naikknya minyak pada sumbu kompor. Dengan minyak sebagai zat cair dan sumbu kompor sebagai pipa kapiler.
5. Saat ibu anda menaruh kapur barus di dalam lemari, lama-kelamaan kapur barus itu hilang, peristiwa ini merupakan salah satu perubahan wujud suatu zat yaitu...
a. Menguap b. Menyubilm c. Deposisi d. Mencair Alasannya:
Jawabannya adalah B. (Menyublim) karena disitu terjadi perubahan wujud dari padat menjadi gas dan saat perubahan wujud tersebut zat memerlukan energi panas. dan istilah itu disebut menyublim
a. Kohesi b. Adhesi
c. Kohesi dan Adhesi d. Mencair
Alasannya:
Jawabannya adalah B. (Adhesi) Saat menulis dengan pulpen pd buku tulis, maka akan ada gaya adhesi kedua partikel zat yang berbeda yaitu tinta dan buku tulis lebih besar daripada gaya kohesinya tinta. Hal itulah yang menyebabkan tinta dapat melekat dan meyebar pada buku tulis.
7. Pada waktu musim hujan tiba, sering kali dinding tembok rumahmu menjadi lembab. Itu merupakan akibat terjadinya peristiwa...
a. Mencair b. Deposisi c. Mengembun d. Menyublim
Alasannya:
Jawabannya adalah C. (Mengembun) pengembunan terjadi ketika udara lembab dan hangat bersentuhan dengan permukaan bidang yang dingin di dalam ruangan. Biasanya peristiwa pengembunan ini terjadi waktu musim hujan, ketika udara dingin sedangkan semua struktur bangunan jarang dibuka sehingga udara dingin tersebut menjadi tertahan didalam.
8. Ketika kamu terluka, sering kali kamu diolesi alkohol di bagian kulitmu, maka kulitmu akan terasa dingin, hal itu akibat...
a. Alkohol membeku kulit menyerap panas dari alkohol b. Alkohol menguap kulit menyerap panas dari alkohol c. Alkohol menguap dan alkohol menyerap panas dari kulit d. Alkohol membeku dan alkohol menyerap panas ke kulit Alasannya:
Jawabannya adalah C. (alkohol menguap dan alkohol menyerap panas dari kulit) hal ini disebabkan karena suhu kulit lebih tinggi dibanding dengan alkohol, akibatnya ada kalor yang mengalir dari kulit ke alkohol dimana alkohol menyerap panas dari kulit untuk proses perubahan wujud yaitu penguapan. Dan karena kulit kehilangan kalor, maka kulit terasa dingin.
b. Padat, gas, cair c. Padat, gas d. Padat, cair, gas Alasannya:
Jawabannya adalah D (padat, cair dan gas) alasannya karena ketika wujud es yaitu padat dipanasi maka es akan menyerap kalor sehingga es yang semula berwujud padat akan berubah menjadi cair dan ketika es sudah menjadi cair, masih terus tetap dipanasi lama-kelamaan dan es cair itu menyerap kalor dan berubah wujud menjadi uap air yang berbentuk gas.
10. Pernyataan berikut ini yang benar dan berkaitan tentang suhu saat es dipanasi terus-menerus adalah...
a. Suhu es akan terus naik b. Suhu es tidak berubah
c. Suhu es tetap saat terjadi perubahan wujud d. Suhu es akan selalu turun
Alasannya:
Jawaban yang benar adalah C. (suhu es tetap saat terjadi perubahan wujud) hal itu disebabkan karena saat terjadi perubahan wujud kalor yang terus diberikan (terjadi penyerapan kalor) itu digunakan untuk proses peleburan (perubahan wujud dari padat ke cair) dan selama proses peleburan dan penguapan tersebut suhu benda tetap.
LAMPIRAN 5
Data skor hasil pretes
Soal Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 J A J A J A J A J A J A J A J A J A J A 1 √ <50 √ <50 x X x - √ >50 x - √ <50 x - x x x x 5 2 √ <50 √ <50 x X x X √ <50 - - √ <50 x x x x x x 4 3 X √ √ <50 √ <50 - - √ >50 - - √ <50 √ - x X x x 7 4 X X √ <50 √ X x X √ X x - √ X √ x √ >50 x x 3 5 X X √ <50 √ X x X √ <50 x x √ <50 √ <50 x x x x 4 6 √ <50 √ <50 √ X - - √ <50 x x √ - √ - √ >50 x x 5 7 √ <50 √ <50 √ <50 √ - √ X x - √ - x - x x x x 3 8 x X √ >50 √ X x X √ >50 - - √ <50 √ x x x x x 5 9 √ <50 √ X x X x X √ <50 - - √ X √ x √ >50 x x 4 10 x X √ X x X - - √ <50 - - √ <50 √ x √ >50 x x 4 11 √ <50 √ X x X x x √ <50 √ x x X √ x x x x x 2 12 √ <50 √ X x X x - X X x x √ X x x √ <50 x x 2 13 √ X √ <50 x X - - √ X √ - √ x √ - √ >50 x x 3 14 x X √ >50 - - √ x X X - - √ <50 √ x x x x x 3 15 x X √ >50 √ X x x √ X √ x √ x √ x x x x x 2 16 √ <50 √ X x X x x √ >50 x x √ x x x x x x x 3 17 x X √ X x X x x √ X x x √ x x x x x x 0 18 √ <50 √ X √ <50 x x √ X x x √ <50 x x x x x x 3 19 x X √ <50 x X x x x X x x √ X √ x √ >50 x x 3 20 x X √ X √ <50 x x √ X - - √ - √ - x x x x 1 21 x X √ x √ x x x √ X - - √ <50 √ - x x x - 1 22 √ >50 √ x √ x x x √ X x x √ - x x x x x x 2 23 x x √ x x x x x √ X x x x x x x x x √ <50 1 Σ 11 23 11 2 20 3 21 14 7 1 13 15 4 0 14 0 9 1 13 1 Rata-rata = 3,04
Sisw a K J N K J N K J N K J N K J N K J N K J N K J N K J N K J N 1 C 1 C 1 D 0 D 0 B 2 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 5 2 C 1 C 1 D 0 D 0 C 1 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 4 3 B 2 C 1 C 1 D 0 B 2 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 7 4 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 B 2 D 0 3 5 D 0 C 1 D 0 D 0 C 1 D 0 C 1 C 1 D 0 D 0 4 6 C 1 C 1 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 B 2 D 0 5 7 C 1 C 1 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 3 8 D 0 B 2 D 0 D 0 B 2 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 5 9 C 1 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 B 2 D 0 4 10 D 0 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 C 1 D 0 B 2 D 0 4 11 C 1 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 2 12 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 2 13 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 B 2 D 0 3 14 D 0 B 2 D 0 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 3 15 D 0 C 1 D 0 D 0 B 2 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 2 16 C 1 C 1 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 3 17 D 0 C 1 C 1 D 0 B 2 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 0 18 C 1 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 3 19 D 0 C 1 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 B 2 D 0 3 20 D 0 C 1 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 1 21 D 0 C 1 C 1 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 1 22 B 2 B 2 D 0 D 0 B 2 D 0 D 0 D 0 D 0 D 0 2 23 D 0 D 0 D 0 D 0 C 1 D 0 D 0 D 0 D 0 C 1 1 Σ 13 15 4 0 14 0 9 1 13 1 Rata2 = 3.04
1 1 1 0 0 2 0 1 0 0 0 5 2 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 4 3 2 1 1 0 2 0 1 0 0 0 7 4 0 1 0 0 0 0 0 0 2 0 3 5 0 1 0 0 1 0 1 1 0 0 4 6 1 1 0 0 1 0 0 0 2 0 5 7 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 3 8 0 2 0 0 2 0 1 0 0 0 5 9 1 0 0 0 1 0 0 0 2 0 4 10 0 0 0 0 1 0 1 0 2 0 4 11 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 2 12 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 2 13 0 1 0 0 0 0 0 0 2 0 3 14 0 2 0 0 0 0 1 0 0 0 3 15 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 2 16 1 0 0 0 2 0 0 0 0 0 3 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 18 1 0 1 0 0 0 1 0 0 0 3 19 0 1 0 0 0 0 0 0 2 0 3 20 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 21 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 22 2 0 0 0 0 0 0 0 0 0 2 23 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 Σ 13 15 4 0 14 0 9 1 13 1 Rata2 = 3.04
LAMPIRAN 6
Nama sisiwa Teofilius Setyo P.
Pewawancara : Halo, dengan teo ya? Gimana kabarnya, Siswa : iya mas, baik
Pewawancara : gini saya mau bertanya-tanya ya Siswa : ya
Pewawancara : kamu tau gak beda air sama es itu?
Siswa : kalau, kalau air itu permukaannya apa... merata mencair, kalau es itu benda padat Pewawancara : maksudnya permukaan rata mencair itu yang gimana?
Siswa : ya yang mengalir mas, dari satu titik ke titik yang lain Pewawancara : maksudnya?
Siswa : ya
Pewawancara : oke, kalau yang es tadi gmn?
Siswa : ya es itu dari air yang cair kemudian dibekukan menjadi benda padat. Pewawancara : kok airnya bisa dibekukan?
Siswa : karena memiliki suhu yang tinggi.
Pewawancara : maksudnya suhu yang tinggi itu yang gimana?
Siswa : suhu yang... suhu yang gimana ya... suhu yang... ahhh(berfikir beberapa detik) Pewawancara : ayo pikirkan yang kamu maksud suhu yang tinggi itu yang gimana
Siswa : suhu yang lebih tinggi dari sekitarnya mas
Pewawancara : maksudnya, tinggi itu itu dengan sekitarnya gmn? Bisa dijelaskan dengan contoh Siswa : ya misalnya yang sini dingin, yang kota sleman, jogja itu panas, nah pengunungan gunung kidul itu dingin
Pewawancara : itu yang bisa nyebapin air jadi es? Siswa : hhe... (hanya bisa tertawa) Pewawancara : oke, es itu gmn?
Siswa : kalau air, kalau air lama kelamaan di tempat yang dingin selama bertahun-tahun, atau berbulan-bulan, maka akan menjadi es
Pewawancara : contohnya di tempat yang dingin mana? Contohnya mana? Siswa : di pegunungan jawa wijaya, jaya wijaya.
Siswa : bisa, air diletakkan di frezzer Pewawancara : kenapa kok di frezzer?
Siswa : karena kalau diletakkan ditempat terbuka gini gak jadi es, malah tetap mencair Pewawancara : kok kalau di frezzer bisa menjadi es kenapa?
Siswa : karena, karena suhu di frezzer lebih dingin daripada diluar Pewawancara : kalau ditaruh d lemari biasa?
Siswa : dia tetap menjadi semula Pewawancara : maksudnya semula? Siswa : air tetap menjadi mencair
Pewawancara : kok kenapa di lemari biasa masih tetap menjadi air?
Siswa : karena di lemari biasa suhunya tidak dingin dan di dalam itu hangat Pewawancara : kok kamu bisa berkata seperti itu? pernah masuk lemari?
Siswa : hhe... belum
Pewawancara : oke, kalau air sama es itu zatnya sama atau nggak? Siswa : sama kayaknya
Pewawancara : kok kayaknya?
Siswa : hhe... kurang tahu we mas
Pewawancara : es tadi bisa dibuat dalam frezzer, nah kalau es mencair itu, tau gak sebabnya kenapa?
Siswa : kalau es, kalau es lama dilamai kena benda panas itu, ah lama kelamaan akan mencair dengan sendirinya
Pewawancara : contohnya benda panas itu apa?
Siswa : matahari, api, ... (berfikir) dah kayaknya itu
Pewawancara : kalau misalnya es ditempatkan di tempat terbuka misalnya di sini gimana? Siswa ; ya bisa mencair mas,
Pewawancara : itu sebabnya apa? Kan gak ada benda panas tadi Siswa : sebabnya udara mas
Pewawancara : udara yang gimana maksudnya
Siswa : udara yang, udara yang terus menghembus...(berfikir) Pewawancara : gimana, ngomong aja. Coba pikirkan
Siswa : ya dari, dari buku teks kelas 6 mas
Pewawancara : oke, lanjut, kamu tahu alkohol? Bentunya apa? Siswa : tahu mas, bentuknya berupa cairan
Pewawancara : ini contoh alkohol, sekarang saya oleskan ke kulit kamu, gimana rasanya? Siswa : dingin mas
Pewawancara : tahu sebabnya kenapa dingin
Siswa : ya karena, karena apa... (berfikir) kurang tahu mas. Pewawancara : oke, alkohol tai bentuknya apa
Siswa : cair
Pewawancara : terus setelah diolesi, kemana alkoholnya? Siswa : hilang ig mas
Pewawancara : kok bisa hilang, sebabnya apa? Siswa : menguap
Pewawancara : yang menyebabkan menguap apa? Siswa : tidak tahu
Pewawancara : coba, gimana Siswa : karena terkena udara
Pewawancara : udara yang gimana maksudnya? Siswa : kurang tahu we mas
Pewawancara : oke terus alkohol tadi bentuknya apa terus berubah jadi apa Siswa : cair mas, terus... (berfikir) kurang tahu we
Pewawancara : Nama panggilan kamu siapa? Nia ya? Siswa : iya mas
Pewawancara : oke nia, saya mau tanya, kamu tahu bedanya air dan es? Siswa : tahu mas, ya jelas beda, kalau tadi apa mas? Air sama es ya? Pewawancara : iya beda air sama es?
Siswa : kalau air cair kalau es benda padat Pewawancara : gimana dengan bahan dasarnya? Siswa : sama-sama air mas
Pewawancara : air kok bisa jadi es? Siswa : ya karena membeku mas Pewawancara :kok bisa membeku? Siswa : karena suhu yang tinggi Pewawancara :maksudnya suhu yang tinggi? Siswa :ya yang dingin-dingin itu mas
Pewawancara : jadi air bisa membeku tadi karena apa? Siswa :ya suhu yang dingin mas
Pewawancara : oke, terus kamu tahu bagaimana es dibuat?
Siswa : tahu, masukkan air ke tempat cetakan masukin ke frezzer dah tunggu berapa lama jadi es.
Pewawancara : kenapa kok ke frezzer
Siswa : biar membeku, kan ditaruh di frezzer jadi dingin Pewawancara :maksudnya?
Siswa :ya kan klau ke frezzer itu kan membeku, kan ada udara dingin mas Pewawancara :bagaimana dengan perubahan wujudnya
Siswa : berubah mas dari cair ke padat
Pewawancara : bagaimana kalau air dimasukkan ke dalam lemari biasa? Siswa : ya sama aja mas
Siswa : ya nalar lah mas
Pewawancara : nah, sekarang es dikeluarin dari frezzer, terus di taruh ditempat terbuka gimana? Siswa :mencair
Pewawancara :sebabnya?
Siswa : ya mencair mas kena udara panas Pewawancara : maksudnya udara panas itu seperti apa? Siswa : ya udara panas, ya itu, contohnya matahari Pewawancara : kalau es di senteri bisa gak mencair Siswa :bisa aja, kan panas mas disenteri itu Pewawancara : owh, ya ya, sebab es mencair Siswa : ya karena panas itu mas
Pewawancara :oke, sekarang kamu tahu alkohol? Bentuknya seperti apa? Siswa :tahu mas, bentuknya cair
Pewawancara :oke, sekarang saya oleskan alkohol ini ke kulit kamu ya? Gimana rasanya? Siswa : dingin mas
Pewawancara :kenapa kok bisa dingin Siswa :menguap
Pewawancara :mengapa kok menguap
Siswa :ya...eeeee... kena udara mas, kena udara mas, Pewawancara :selain itu
Siswa :eeeeeeeeeee...kan menguap mas, udara Pewawancara :ya kan tentu ada sebabnya
Siswa :ya... karena alkoholnya menguap mas, dingin,.... kan alkohol jika terkena kulit jadi dingin
Pewawancara : lha iya, kok bisa dingin? Siswa :hhe... gak tahu mas
Pewawancara : kan dulu sd pernah dipelajari tho
Siswa :iya mas, ya karena alkohol terkena udara dingin mas Pewawancara :itu saja
LAMPIRAN 7
perubahan konsep 1. Mengenai keterlibatan perubahan wujud
(penguapan,pengembunan) air pada peristiwa hujan
Diskusi tanya jawab mengenai perubahan wujud:
Kegiatan 1.3 2. mengenai kecepatan larutnya gula karena
panas
Diskusi tanya jawab:
- Kegiatan 1.3 dan 2.2 3. mengenai ciri zat (gas) yang mudah
dimampatkan
Demonstrasi, diskusi tanya jawab: - Kegiatan 2.2
4. contoh peristiwa kapilaritas (naiknya minyak pada sumbu kompor)
Diskusi tanya jawab, analogi: - Kegiatan 2.5
5. mengenai penyubliman pada kapur barus Diskusi tanya jawab: - Kegatan 1.3 6. Peristiwa kohesi dan adhesi Diskusi tanya jawab:
- Kegiatan 2.4 7. pengembunan pada dinding tembok saat
musim hujan
Diskusi tanya jawab: - Kegiatan 1.3
8. Penguapan yang terjadi pada alkohol Demonstrasi, diskusi tanya jawab: - Kegiatan 1.3 dan kegiatan 2.2 9. perubahan wujud saat es dipanasi
terus-menerus
Simulasi komputer, diskusi tanya jawab: - Kegiatan 1.4 dan kegiatan 2.3 10. mengenai suhu es saat dipanasi terus
menerus
Simulasi komputer, diskusi tanya jawab: - Kegiatan 1.4
Menurutmu, apa saja yang benda disekitarmu yang tergolong sebagai zat? Menurutmu apa itu zat?
Menurutmu ada berapa jenis zat? Kegiatan 1.1 Demonstrasi: massa gas
Tujuan : mengetahui apakah gas memiliki massa
Alat dan bahan : sebatang lidi, dua balon, dan tali seukupnya Menurut pendapat kalian, apakah gas memiliki massa? Alat dan Bahan:
1. Sepotong lidi yang panjangnya kira-kira 50 cm. 2. Dua buah balon sejenis yang berukuran sama. 3. Benang.
Prosedur Percobaan
1. Ikatlah lidi dengan benang di tengah-tengahnya dan gantungkan di tempat tertentu. Usahakan lidi dalam keadaan setimbang (lidi berada pada posisi mendatar).
2. Tiuaplah kedua balon sampai berukuran sama besar. Selanjutnya, kedua balon diletakkan pada kedua ujung lidi.
3. Tusuklah salah satu balon dengan jarum sehingga kempes. Apa yang terjadi?
Kesimpulan: dari pengamatanmu nyatakanlah kesimpulanmu? Apakah sesuai dengan pendapat pertama kalian? Jelaskan.
Kegiatan 1.2 penyelidikan/ demonstrasi (wujud dan sifat zat berkaitan dengan bentuk & volume)
Tujuan: menyelidiki wujud dan sifat berbagai zat
Alat dan bahan: buku, pulpen, air, gelas, mangkok, farfum/minyak wangi Langkah kerja:
1. Ambil sebuah pulpen, kemudian masukkan kedalam gelas, amatilah pulpen tersebut 2. Ambil pulpen itu kemudian letakkan ke atas meja, amatilah
3. Bagaimana kaitan nya dengan bentuk dan volume pulpen? 4. Tuangkan sejumlah air ke dalam gelas, amatilah
5. Kemudian tuangkan air di dalam gelas tersebut ke dalam sebuah mangkok