BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Bagi siswa, penggunaan kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar IPS kelas V MI Muhammadiyah Ngasinan Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali Tahun Pelajaran 2017/2018. Bagi guru, penggunaan kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing pada mata pelajaran merupakan salah satu alternatif pertimbangan dalam mengunakan model pembelajaran yang dapat memotivasi siswa dalam mencapai hasil belajar yang maksimal. Bagi kepala sekolah, penggunaan kolaborasi model pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing pada mata pelajaran IPS hendaknya merupkan salah satu acuan dalam membimbing dan mengambil kebijakan untuk
melakukan perbaikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah yang dipimpinnya. Bagi peneliti lain, hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan kepustakaan dalam melakukan penelitian yang sejenis atau penelitian dengan variabel yang berbeda.
DAFTAR PUSTAKA
Anitah, Sri. dkk. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Arifin, Zainal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Derektorat Jendral Pendidikan Islam.
Aqib, Zainal, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya. Arikunto, Suharsimi, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara.
______. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Asep, J. & Abdul, H. 2008. Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multi Pressindo. Asrori, M. 2010. Penggunaan Model Belajar Snowball Throwing dalam
Meningkatkan Keaktifan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Bruce Joyce dan Marsha Weil. (2009). Model of Teaching: Model-model Pengajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Buku Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas V Semester 1&2. 2008.
Cahyadi, Dewa Putu. 2014. “Implementasi Model Quantum Teaching Berbantuan Snowball Throwing untuk Meningkatkan Hasil Belajar”. Jurnal Mimbar
PGSD Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan PGSD (Vol: 2 No: 1 Tahun 2014)
De Porter, Bobbi. 1999. Quantum teaching: mempraktikkan quantum learning di ruang kelas.Terjemahan oleh Ary Nilandari. 2009. Bandung: Kaifa PT Mizan Pustaka.
Fathoni, Abdurrahmat. 2011. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hizbullah. 2011. Prinsip Fungsi dan Kriteria dalam Pemilihan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ismail, Arif. 2008. Model-Model Pembelajaran Mutakhir. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Maufur, Fauzi. 2009. Sejuta Jurus Mengajar Mengasyikan. Semarang: PT Sindua Press.
Munib, Achmad, dkk. 2009. Pengantar Ilmu Pendidikan. Semarang: UPT UNNES Press.
Permendiknas, R. I. 2006. No 24 Tahun 2006. “Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006”. Jakarta: Depdiknas. (Online),
( https://awidyarso65.files.wordpress.com/2008/08/permendiknas-no-24-th-2006-ttg-kurikulum-ips-sd.pdf, diakses 11 Januari 2018).
Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rasimin. 2012. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Trust Media Publishing.
Rey, Mahessa. 2014. Kata-Kata Mutiara dari Bung Karno Presiden Pertama RI, (Online), ( https://mahessa83.blogspot.com/2014/11/kata-kata-mutiara-dari-bung-karno-presiden-pertama-ri.html, diakses 22 Februari 2018). Riyanto, Y. 2010. Paradigma baru pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Slameto. 1991. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyanto, H., Si, M., & Si, M. 2010. Model-model Pembelajaran inovatif. Surakarta: FKIP UNS Surakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penulisan Penelitian Pendekatan Kualitatif, kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Suprijono. 2011. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Susanto, Ahmadi. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 “Tentang Sistem Pendidikan Nasional”.
Uno, Hamzah B. 2010. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Wahidmurni. 2010. Pengembangan Kurikulum IPS dan Ekonomi di Sekolah/ Madrash. Malang: UIN Maliki Press.
Wena, Made. 2011. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.
Yamin, Martinis. 2005. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada Press.
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SIKLUS I
Nama Madrasah : MI Muhammadiyah Ngasinan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : V/I
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi
1. Menghargai berbagal peninggalan dan sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha, dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia
B. Kompetensi Dasar
1.4 Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia C. Indikator Kompetensi
1. Menemutunjukkan pada peta persebaran daerah asal suku bangsa di Indonesia
2. Menyebutkan macam-macam suku bangsa di Indonesia D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kerja kelompok siswa dapat menemutunjukkan pada peta persebaran daerah asal suku bangsa di Indonesia
2. Melalui diskusi siswa dapat menyebutkan macam-macam suku bangsa di Indonesia
E. Materi Pokok
Keragaman Suku Bangsa di Indonesia
Perbedaan adalah sesuatu yang alami dan wajar. Pernahkah kalian mengamati tentang sekeliling kalian? Adakah perbedaan atau persamaan di antara kalian dan teman yang lain? Dalam satu kelas, mungkin ada anak yang berambut keriting, berkulit putih, cokelat atau hitam. Perbedaan warna kulit atau bentuk fisik jangan dijadikan sumber perpecahan. Indonesia adalah negara yang kaya akan ragam budaya dan suku bangsa. Ada suku Bali, Jawa, Banjar, Madura, Toraja, dan sebagainya. Setiap suku bangsa memiliki kebudayaan sendiri-sendiri. Semua itu merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan kata suku di sini? Kata suku di sini maksudnya suku bangsa. Suku bangsa adalah bagian atau golongan dari suatu bangsa. Suku bangsa sangat berkaitan dengan asal usul, tempat asal, dan kebudayaan.
Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa. Keanekaragaman suku bangsa di Indonesia disebabkan oleh dua faktor, yaitu sebagai berikut:
1. Lingkungan Geografis
Lingkungan geografis yaitu tempat atau wilayah yang mencakup keragaman lingkungan alam. Lingkungan geografis ini sangat memengaruhi corak kehidupan bangsa Indonesia. Misalnya, ada penduduk yang tinggal di pegunungan. Ada juga penduduk yang tinggal di daerah pantai. Perbedaan tempat tinggal itu menimbulkan perbedaan adat dan kebiasaan.
2. Induk Suku Bangsa
Induk suku bangsa di Indonesia berasal dari daratan Asia. Induk suku bangsa tersebut antara lain ras melayu dan ras melanosoid. Induk suku bangsa melahirkan berbagai suku bangsa di Indonesia. Di Indonesia, terdapat beraneka ragam suku bangsa yang tersebar ke seluruh penjuru tanah air.
Sumber: Indonesian Heritage, 9 Gambar 1.1 Peta Indonesia
Berikut ini tabel persebaran suku bangsa di beberapa provinsi di Indonesia.
No Provinsi Suku Bungsa
1 Nanggroe Aceh Darussalam Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Simelu, Kluet, Ulu Singkil.
2 Sumatra Utara Batak, Nias, Melayu.
3 Sumatera Barat Minangkabau, Piliang,
Sikumbang, Guci.
4 Riau Melayu, Sakai, Anak Dalam,
Talang Mamak, Bonai Laut, Melayu.
Sasak Makasar Jawa Betawi Minangkabau Asmat
6 DKI Jakarta Betawi, Sunda, Cina, Arab.
7 Jawa Barat Sunda, Badui, Betawi, Banten.
8 Jawa Tengah Jawa, Samin, Karimun.
9 Daerah Istimewa Yogyakarta Jawa
10 Jawa Timur Jawa, Madura, Tengger, Osing.
11 Bali Bali, Baliaga, Jawa, Madura.
12 Nusa Tenggara Barat Bali, Sasak, Sumbawa, Mbojo.
13 Kalimantan Barat Melayu, Dayak, Ngaju, Murut,
Punan, Apa Kayan.
14 Kalimantan Timur Melayu, Dayak, Kutai, Abai,
Berusuh, Kayan, Tidung, Bulungan.
15 Sulawesi Selatan Bugis, Makassar, Toraja, Mandar.
16 Sulawesi Utara dan Gorontalo Gorontalo, Bolaang, Mongondow, Minahasa, Sangir Talaud.
17 Maluku dan Maluku Utara Ambon, Ternate, Kei, Tanimbar, Furuaru, Rana.
18 Papua Sentani, Biak, Asmat, Senggi, Dani,
Iban, Manen, Mooi, dan Kaure.
Contoh gambar keanekaragaman suku bangsa di Indonesia
F. Metode Pembelajaran 1. Ceramah
2. Diskusi
3. Kolaborasi model Quantum Teaching dan Snowball Throwing G. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (5 menit) Pendahuluan
a. Guru mengawali pertemuan dengan mengucapkan salam. b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa.
c. Guru melakukan presensi Apersepsi
a. Guru menanyakan kepada siswa “Pernahkah kalian mengamati tentang sekeliling kalian? Adakah perbedaan atau persamaan di antara kalian dan teman yang lain?”
b. Siswa mendengarkan guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
c. Motivasi: memberikan pengetahuan manfaat mempelajari Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Guru memperlihatkan berbagai gambar suku bangsa.
b. Siswa mengamati beberapa gambar suku bangsa yang ada di Indonesia c. Menjelaskan dengan menggunakan peta persebaran daerah asal suku
d. Guru bertanya kepada siswa terhadap gambar peta tersebut. “Di manakah kamu tinggal?”, Apakah kamu mengetahui asal suku kamu?. (T=Tumbuhkan)
e. Siswa secara bergantian menjawab pertanyaan guru, sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Kemudian guru meminta siswa untuk mencari informasi lebih jauh. (A=Alami)
f. Siswa dengan bimbingan guru diminta mengidentifikasi dan menamai gambar-gambar suku bangsa, yang dimaksud menamai dalam pembelajaran ini yaitu menyebutkan asal daerah, nama, atau deskripsi suku bangsa tersebut. (N=Namai).
g. Siswa diberi kesempatan untuk membuat pertanyaan di selembar kertas yang dibuat menjadi seperti bola kemudian dilempar kepada teman untuk dijawabnya. (D=Demonstrasikan).
h. Guru memberi kesempatan siswa menjawab pertanyaan yang didapat dari bola salju di depan kelas.
i. Siswa dengan bimbingan dari guru menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Guru juga dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa agar mereka lebih paham tentang materi tersebut. (U=Ulangi) j. Siswa yang berani maju kedepan untuk menyampaikan materi yang
telah disampaikan diberikan penghargaan berupa kata motivasi dan pujian sebagai tanda keberhasilannya. (R=Rayakan)
k. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi yang belum jelas. (U=Ulangi)
3. Kegiatan Penutup (15 menit) Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. Menutup pelajaran dengan berdo’a bersama dan salam.
H. Alat Dan Sumber Bahan
Alat Peraga : Gambar keanekaraman suku bangsa di Indonesia Peta/atlas Indonesia
Sumber : Buku IPS kelas V yang relevan I. Penilaian Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrum en Instrumen/ Soal Cinta tanah air : Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya,ekono mi, dan politik bangsa Gemar membaca: Kebiasaan menyediakan Menemutunjukka n pada peta persebaran daerah asal suku bangsa di Indonesia Menyebutkan
macam-macam suku bangsa di Indonesia
Tes tertulis Soal uraian
waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya. Instrumen/ Soal
Isilah titik-titk berikut dengan tepat dan jelas! 1. Apa yang dimaksud dengan suku bangsa?
2. Sebutkan dua faktor yang menyebabkan perbedaan suku bangsa di Indonesia!
Amati Peta berikut! (No. 3-7)
3. Suku Asmat, Dani, Dera, Morwap adalah suku bangsa yang ada di Provinsi... .
4. Persebaran suku bangsa yang ditunjukkan pada peta no. 6 adalah... . 5. Pada peta Suku Jawa, Samin ditunjukkan oleh nomor... .
6. Pada peta, suku bangsa yang termasuk Banten ditunjukkan oleh nomor... 7. Suku bangsa yang terdapat pada no.7 adalah... .
8. Apa saja suku bangsa yang ada di provinsimu!
9. Suku bangsa apa saja yang ada di Kalimantan Timur? 10.Sebutkan suku bangsa yang ada di Sumatera Selatan! Jawaban
1. Suku bangsa adalah bagian atau golongan dari suatu bangsa. 2. Lingkungan geografis, induk suku bangsa.
3. Papua
4. Melayu, Dayak, dan Ngaju. 5. Nomor 5
6. Nomor 4
7. Makasar, Bugis, Toraja. 8. Jawa, Samin. (Kondisional) 9. Melayu, Dayak, Kutai, Abai. 10.Melayu, Palembang.
Skor Penilaian : Jawaban benar = 2 Jawaban salah = 1 Tidak menjawab = 0 Skor Max : 20
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor Max = 20 x 100
20
Lembar Penilaian
No. Nama Skor Nilai
1 Abdi Manaf 18 90
2 Abdul Rohman 14 70 3 Ahmad Nurul Huda 10 50 4 Ali Muzamil 17 85 5 Dea Dahlia Oktaviana 12 60 6 Dinasa Arumsari 12 60 7 Galih Sukmajati 16 80 8 Ida Putri Aristia 10 50 9 Lia Ismawati 14 70 10 M. Iqbal Maulana 16 80 11 Nabila Putri Nur Romadhani 14 70 12 Panji Dermawan 12 60 13 Restu Keisha 8 40 14 Wiwit Rahayu 8 40 15 Yunita Restinawati 10 50
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SIKLUS II
Nama Madrasah : MI Muhammadiyah Ngasinan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : V/I
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi
1. Menghargai berbagai peninggalan dan sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha, dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia
B. Kompetensi Dasar
1.4 Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia C. Indikator Kompetensi
Mengidentifikasi keragaman budaya yang terdapat di Indonesia D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui ceramah siswa dapat mengetahui arti budaya.
2. Melalui kerja kelompok siswa dapat mengidentifikasi keragaman budaya di Indonesia
3. Melalui permainan lempar bola salju siswa dapat menyebutkan berbagai keragaman budaya di Indonesia.
E. Materi Pokok
Keragaman Budaya di Indonesia
Kalian sudah mengetahui ada bermacam-macam suku bangsa yang ada di negara kita, bukan? Keanekaragaman suku bangsa tentu juga menjadikan beranekaragamnya budaya yang ada. Setiap suku bangsa memiliki budaya yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Tahukah kamu apa itu budaya? Budaya adalah hasil pikiran, daya cipta, dan karya manusia melalui proses belajar. Sementara itu, kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah seluruh wilayah Indonesia. Kebudayaan daerah mempunyai ciri khas kedaerahan yang dapat dibedakan dengan daerah lain. Kebudayaan-kebudayaan daerah ini menjadi akar dari kebudayaan nasional. Kebudayaan nasional tumbuh dan berkembang secara nasional akibat berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.
Bentuk keragaman budaya di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. 1. Bahasa Daerah
Setiap daerah memiliki bahasa sendiri. Contoh:
o Jawa Barat; bahasa Sunda, bahasa Cirebon, bahasa Melayu dialek Betawi, bahasa Banten.
o Jawa Tengah; bahasa Jawa standar , bahasa Jawa Ngapak-ngapak (Banyumasan).
o Jawa Timur; bahasa Jawa Timuran, bahasa Madura, bahasa Osing, bahasa Tengger.
2. Adat Istiadat/ Kebiasaan Masyarakat Setempat
Kebiasaan suatu masyarakat merupakan bagian dari budaya. Setiap daerah memiliki kebbiasaan-kebiasaan yang mungkin tidak terdapat di daerah lain. Oleh karena itu kebiasaan dapat menjadi ciri khas suatu daerah. Kebiasaan-kebiasaan tersebut antara lain upacara perkawinan, upacara keagamaan, kematian, dll.
Contoh:
a. Tedhak Siten adalah suatu upacara dalam tradisi budaya Jawa yang dilakukan ketika anak pertama belajar jalan dan dilaksanakan pada usia sekitar tujuh atau delapan bulan.
Gambar 2.1 Upacara Tedak Siten
Sumber: https://www.nyonyamelly.com/blogs/news/tedhak-siten-tradisi-jawa-yang-penuh-warna
b. Injak telur saat prosesi pernikahan ini dimaknai harapan dan lambang kesetiaan.
Gambar 2.1 Upacara Injak Telur Sumber: noviarimuko.com
c. Upacara Brobosan adalah berjalan di bawah keranda jenazah yang bertujuan untuk menunjukkan penghormatan dari sanak keluarga kepada orang tua dan leluhur mereka yang telah meninggal dunia.
Gambar 2.3 Upacara Brobosan Sumber:www.boombastis.com
3. Kesenian Daerah
Kesenian daerah, meliputi seni tari, rumah adat, lagu daerah, seni musik dan alat musik daerah, cerita rakyat, serta seni pertunjukan daerah.
Contoh alat musik daereah :
a. Gamelan adalah alat musik dari Bali dan Jawa. b. Gambang Suling adalah lagu daerah Jawa Tengah
c. Reog adalah pertunjukan daerah dari Ponorogo Jawa Timur d. Cerita rakyat Joko Kendil dari Jawa Tengah
e. Cerita Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan. F. Metode Pembelajaran
1. Ceramah 2. Diskusi
3. Kolaborasi model Quantum Teaching dan Snowball Throwing G. Langkah-Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal (5 menit) Pendahuluan
a. Guru mengawali pertemuan dengan mengucapkan salam. b. Guru meminta ketua kelas untuk memimpin doa.
c. Guru melakukan presensi Apersepsi
a. Guru menanyakan kepada siswa “Pernahkah kalian melihat pertunjukan Reog? Tahukah kalian Reog itu berasal dari daerah mana?”
b. Siswa mendengarkan guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
c. Motivasi: memberikan pengetahuan manfaat mempelajari Keragaman budaya di Indonesia.
2. Kegiatan Inti (50 menit)
a. Guru menjelaskan pengertian budaya.
b. Guru memperlihatkan contoh gambar keragaman budaya di Indonesia. c. Guru bertanya kepada siswa terhadap gambar tersebut. “Gambar apakah itu?” Apakah kalian pernah melihatnya di daerahmu?. (T=Tumbuhkan)
d. Siswa secara bergantian menjawab pertanyaan guru, sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki. Kemudian guru meminta siswa untuk mencari informasi lebih jauh tentang budaya yang ada di daerah tempat tinggal. (A=Alami)
e. Guru memperlihatkan berbagai gambar budaya di Indonesia.
f. Siswa dengan bimbingan guru diminta mengidentifikasi dan menamai gambar-gambar budaya bangsa, yang dimaksud menamai dalam pembelajaran ini yaitu menyebutkan asal daerah, nama, atau deskripsi budaya tersebut. (N=Namai).
g. Siswa diberi kesempatan untuk membuat pertanyaan di selembar kertas yang dibuat menjadi seperti bola kemudian dilempar kepada teman untuk dijawabnya. (D=Demonstrasikan).
h. Guru memberi kesempatan siswa menjawab pertanyaan yang didapat dari bola salju di depan kelas.
i. Siswa dengan bimbingan dari guru menyimpulkan apa yang telah dipelajari. Guru juga dapat memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa agar mereka lebih paham tentang materi tersebut. (U=Ulangi) j. Siswa yang berani maju kedepan untuk menyampaikan materi yang
telah disampaikan diberikan penghargaan berupa kata motivasi dan pujian sebagai tanda keberhasilannya. (R=Rayakan)
k. Siswa diberi kesempatan oleh guru untuk menanyakan materi yang belum jelas. (U=Ulangi)
3. Kegiatan Penutup (15 menit) Dalam kegiatan penutup, guru:
a. Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d. Menutup pelajaran dengan berdo’a bersama dan salam.
H. Alat Dan Sumber Bahan
Alat Peraga : Gambar keanekaraman budaya di Indonesia
I. Penilaian
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa Indikator Pencapaian Kompetensi Teknik Penilaian Bentuk Instrumen Instrumen/ Soal Semangat kebangsaan : Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya Mengidentifikasi keragaman budaya yang terdapat di Indonesia Menyebutkan keragaman budaya di Indonesia Tes tertulis
Soal uraian Terlampir
Lembar Kegiatan
Carilah informasi tentang berbagai budaya yang ada di daerah tempat tinggalmu. Kemudian, tulislah informasi yang kamu dapatkan!
Nama : Alamat :
Informasi yang didapatkan tentang budaya yang ada di daerah tempat tinggal. 1. Alat musik : _____________________________________________ 2. Lagu daerah : _____________________________________________ 3. Tarian daerah : _____________________________________________ 4. Senjata tradisional: ____________________________________________ 5. Rumah adat : ____________________________________________ Instrumen/ Soal
Marilah menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini! 1. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan daerah?
2. Bahasa yang digunakan suku bangsa berbeda-beda. Bahasa apa yang digunakan oleh penduduk asli daerah Jawa Tengah?
3. Apa yang kamu ketahui tentang upacara “Mbrobos”?
4. Sebutkan makanan khas yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta! 5. Sebutkan lima jenis kesenian daerah yang kalian ketahui dan daerah asalnya!
Jawaban
1. kebudayaan daerah adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah seluruh wilayah Indonesia.
2. Bahasa Jawa.
3. Ngaben adalah upacara pembakaran mayat dalam agama Hindu di Bali. 4. Gudeg, Bakpia
5. Gamelan adalah alat musik dari Bali dan Jawa. Gambang Suling adalah lagu daerah Jawa Tengah
Reog adalah pertunjukan daerah dari Ponorogo Jawa Timur Cerita rakyat Joko Kendil dari Jawa Tengah
Cerita Nyi Roro Kidul Ratu Pantai Selatan.
Skor Penilaian : Jawaban benar = 2 Jawaban salah = 1 Tidak menjawab = 0 Skor Max : 10
Nilai = Skor perolehan x 100 Skor max
= 10 x 100
10
= 100 Lembar Penilaian
No. Nama Skor Nilai
1 Abdi Manaf 9 90
2 Abdul Rohman 7 70 3 Ahmad Nurul Huda 6 60
4 Ali Muzamil 9 90
5 Dea Dahlia Oktaviana 7 70 6 Dinasa Arumsari 8 80 7 Galih Sukmajati 8 80 8 Ida Putri Aristia 5 50 9 Lia Ismawati 8 80
No. Nama Skor Nilai
10 M. Iqbal Maulana 8 80 11 Nabila Putri Nur Romadhani 8 80 12 Panji Dermawan 7 70 13 Restu Keisha 6 60 14 Wiwit Rahayu 6 60 15 Yunita Restinawati 5 50
Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
SIKLUS III
Nama Madrasah : MI Muhammadiyah Ngasinan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas I Semester : V/I
Alokasi Waktu : 2 x 35 menit A. Standar Kompetensi
1. Menghargai berbagai peninggalan dan sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha, dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa serta kegiatan ekonomi di Indonesia
B. Kompetensi Dasar
1.4 Menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia C. Indikator Kompetensi
Mengembangkan sikap menghormati keragaman suku bangsa dan budaya D. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menghargai keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia.
Karakter siswa yang diharapkan : Semangat kebangsaan, Cinta tanah air , Gemar membaca.
E. Materi Pokok
Menghargai Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia
Tentu kamu suka melihat ungkapan tersebut dalam garuda yang menjadi lambang negara Indonesia. Ungkapan tersebut menjadi semboyan negara
Indonesia. Ungkapan “Bhineka Tunggal Ika” diambil dari Kitab Sutasoma
karangan Mpu Tantular. Kitab tersebut di tulis pada masa Kerajaan Majapahit. Bhineka Tunggal Ika berarti walaupun bereda-beda namun tetap satu. Semboyan tersebut digunakan untuk menggambarkan keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia. Namun, keberagaman tersebut bersatu dalam sebuah negara, yaitu negara Indonesia. Sebagai penduduk Indonesia, kita tidak boleh mejadikan keragaman itu sebagai perpecahan. Sebaliknya, keragaman itu harus kita syukuri dan dijadikan kekayaan bangsa Indonesia. Bahkan, keragaman suku bangsa dan budaya dapat dijadikan modal untuk mempertahankan kesatuan bangsa Indonesia.
Berikut ini ada beberapa manfaat keragaman budaya Indonesia. 1. Mempererat tali persaudaraan.
2. Menjadi aset wisata yang dapat menghasilkan pendapatan bagi negara. 3. Memperkaya kebudayaan nasional.
Pada subbab sebelumnya, kamu sudah mengenal perbedaan suku bangsa dan budaya di Indonesia. Kamu harus belajar menghargai dan menghormati perbedaan itu. Kamu tidak boleh membedabedakannya. Misalnya, di sekolahmu ada teman dari suku bangsa yang berbeda dengan kamu. Kamu harus tetap berteman dengan temanmu itu. Kamu juga harus ikut melestarikan