BAB V PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi Guru
a. Guru sebaiknya lebih menggali pendapat dan tanggapan siswa mengenai suatu hal yang terkait dengan materi
b. Kembangkan motivasi siswa dalam meningkatkan keberanian bertanya dan mengembangkan rasa ingin tahu dan kreatifitasnya. c. Dalam pembelajaran guru sebaiknya mencoba menggunakan
metode-metode yang bervariasi dan menyenangkan, sehingga peserta didik dapat menikmati proses pembelajaran yang bisa membuat mereka lebih aktif dalam mengikuti pembelajran dan dapat meningkatkan hasil belajar serta tidak merasa bosan dan jenuh dalam mengikuti pembelajaran.
2. Bagi Siswa
a. Tingkatkan keaktifan dalam proses belajar mengajar b. Tingkatkan keberanian diri untuk bertanya
89
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara. B. Uno, Hamzah, Dkk. 2015. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM. Jakarta: PT
Bumi Aksara.
Bayor, A. 2010. Snowball Throwing. Diunduh dari
http://akmaldebayor.blogspot.com/2010/05/snowball-throwing_08.html, diakses pada tanggal 10 April 2018.
Dalyono, M. 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Daradjat, Zakiah. 2001. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Darwyan, dkk. 2010. Perencanaan Pendidikan: Suatu Pendekatan Praktik,
Jakarta: Diadit Media.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Hamdayama, Jumanta. 2014. Model dan Metode Pembelajaran Kreatif dan
Berkarakter. Bogor: Ghalia Indonesia.
Khairiyah, Nelty, dan Endi. 2016. Indonesia. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti/Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Muhaimin, Dkk. 2004. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Mujahidin, Khoirul. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Akidah Akhlak Materi
Aliran Dan Tokoh Ilmu Kalam Melalui Metode Snowball Throwing Pada Siswa Kelas Xi Ipa 1 Ma Al-Bidayah Candi Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi. Salatiga: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Salatiga.
Mulyasa H. E., M.Pd. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
90
Nasikhul, Abid, Muhammad. 2017. Ruang Lingkup Pendidikan Agama slam.
Diunduh dari https://dosenmuslim.com/pendidikan/ruang-lingkup-pendidikan-agama-islam/, diakses pada tanggal 12 April 2018
Purwanto. 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar
Rahayu. Sholihah Pamuji. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran Pendidikan agama Islam Materi Azan Dan Ikamah Dengan Metode Snowball Throwing Pada Kelas V SDN Siderejo Lor Salatiga Tahun 2016/2017. Skripsi. Salatiga: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri Salatiga.
Ramayulis. 2014. Metodologi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Kalam Mulis.
Sam’s, Rosma H. 2010. Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yogyakarta: Teras.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soeparwoto. 2004. Psikologi Perkembangan. Semarang: UNNES
Sudiran, Ridwan A. S. 2016. Penelitian Timdakan Kelas. Tangerang: TSmart Sudjana, Nana, 1998, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru.
Sudjana, Nana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya
Sukmadinata, Nana Syaudih. 2004. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.
Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Sumadayo, Samsu. 2013. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suwardi, Anitah, W. S., Akhyar,M. & Asrowi (2017). Gender Bias in Islamic Textbooks for Muslim Children in Indonesia. Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education. 2 (2). 214-235.
Suwardi, Anitah, W. S., Akhyar,M. & Asrowi (2017). The Relevance of Picture as Media in Thematic Learning Book with Pluralism Values in Indonesia.
International Journal of Law, Goverment adn Communication (IJLGC). 2 (6). 01-08.
91
Uhbiyati, nur. 1999. Ilmu Pendidikan Islam. CV. Pustaka Setia.
Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
92
93
94 Lampiran 1. Surat Permohonan Izin Penelitian
95
96 Lampiran 3. Lembar Konsultasi
98 Lampiran 4. RPP SIKLUS I
RPP Siklus 1
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SMK N 1 Bancak
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas/Semester : X/ 2 (Dua)
Kompetensi Keahlian : TB 1
Materi Pokok : Menjaga Martabat Manusia dengan Menjauhi Zina Alokasi waktu : 3 x 45 menit (1x pertemuan)
A. Kompetensi Inti (KI)
KI-1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian pada tingkat teknis, spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional dan internasional.
KI-4 Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan lingkup kajian.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah kongkrit terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah.
B. Kompetensi Dasar
1.2 Menjelaskan zina adalah dilarang agama
2.2 Menghindarkan diri dari perbuatan zina sebagai pengamalan Q. S. An Nur (24): 2, serta Hadis terkait
3.2 Menganalisis Q. S. an-Nur (24): 2, serta Hadis tentang larangan perbuatan zina 4.2.1 Membaca Q. S. an-Nur (24): 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q. S. an-Nur (24): 2 dengan fasih dan lancar
99
berbagai kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya sesuai pesan Q. S. an-Nur (24): 2
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2.1 Siswa dapat menjelaskan pengertian zina
3.2.2 Siswa dapat mengetahui hukum Tajwid Q.S An-Nur ayat 2 3.2.3 Siswa dapat mengetahui hukum Zina
3.2.4 Siswa dapat mengetahui macam-macam zina
3.2.5 Siswa dapat mengetahui hikmah pelarangan melakukan zina
4.2.1 Siswa dapat mengkaji dalil Q. S. an-Nur (24): 2 sesuai dengan kaidah tajwid
dan makharijul huruf
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui tahapan pembelajaran melalui model pembelajaran Snowball Throwing peserta didik mampu:
1. Melalui penjelasan guru siswa dapat menjelaskan pengertian zina. 2. Melalui diskusi siswa dapat hukum Tajwid Q.S An-Nur ayat 2 3. Melalui penjelasan guru dapat mengetahui hukum Zina
4. Melalui penjelasan guru dapat menyebutkan macam-macam zina
5. Melalui diskusi siswa Siswa dapat mengetahui hikmah pelarangan melakukan zina 6. Melalui diskusi siswa dapat mengkaji dalil Q. S. an-Nur (24): 2 sesuai dengan kaidah
tajwid dan makharijul huruf
E. Materi Pembelajaran
1. Pengertian zina, kata zina berasal dari kata zana-yazni yang artinya hubungan layaknya suami istri antara perempuan dengan laki-laki yang sudah mukallaf (baligh) tanpa ikatan pernikahan yang sah menurut syari’at islam.
ُخْأَت َلَ َو ةَدْلَج َةَئاِّم اَمُهْنِّم د ِّحا َو َّلُك اوُدِّلْجاَف يِّناَّزلا َو ُةَيِّناَّزلا ِّ َّللّاِّب َنوُنِّمْؤُت ْمُتْنُك ْنِّإ ِّ َّاللّ ِّنيِّد يِّف ةَفْأَر اَمِّهِّب ْمُكْذ
َنيِّنِّمْؤُمْلا َنِّم ةَفِّئاَط اَمُهَباَذَع ْدَهْشَيْل َو ِّر ِّخ ْلْا ِّم ْوَيْلا َو
Artinya : ”Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”.
2. Hukum Tadwij Q.S An-Nur ayat 2
Lafal Hukum Tajwid Lafal Hukum Tajwid
اوُدِلْجاَف Qalqalah sugra يِفٌ ةَفْأ َر Ikhfa halqi
اَمُهْنِم Izhar halqi ٌ ةَفِئاَط Mad wajib muttasil
3. Hukum Zina
Zina oleh agama adalah perbuatan melanggar hukum yang tentu saja dan sudah seharusnya diberikan hukuman maksimal, mengingat akibat yang
100
ditimbulkannya sangatlah buruk, lagi pula mengundang kejahatan , dan dosa. segala bentuk hubungan kelamin diluar ketentuan agama adalah perbuatan yang membahayakan dan mengancam keutuhan masyarakat disamping sebagai perbuatan yang sangat nista.
4. Macam-macam Zina Zina Muhsan
orang yang sudah baliq, berakal, merdeka, dan sudah pernah bercampur dengan pernikahan yang sah. Para ulama sepakat bahwa hukuman terhadap pezina muhsan adalah dirajam yaitu dikubur sampai batas pundak dan dilempari dengan batu sampai meninggal.
Zina Ghairu Muhsan
adalah perawan atau perjaka yang melakukan hubungan badan. Bagi mereka adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun.
5. Hikmah Pelarangan Melakukan Zina
a. Mencegah bahaya merajalelanya perzinaan, kemungkaran, dan pelacuran yang mengakibatkan kerusakan dan kehancuran peradaban dan menularkan penyakit yang sangat berbahaya
b. Tazkiyatun nafs atau membersihkan jiwa, mempertahankan martabat, melindungi keutuhan keluarga yang merupakan unsur utama masyarakat
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Scientific
2. Model : Snowball Throwing
3. Metode : Diskusi, ceramah, tanya jawab G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Alokasi
waktu Pendahuluan
Memberikan salam
Mempersilakan salah satu siswa memimpin doa
Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk belajar
Menanyakan kehadiran siswa
Tanya jawab materi sebelumnya
Menyampaikan tujuan pembelajaran
15 menit
Inti
Mengamati
- Menyimak bacaan, mengidentifikasi hukum bacaan (tajwid), dan mencermati
101
kandungan Q. S. An-Nur (24): 2.
- Dilanjutkan membentuk kelompok masing-masing kelompok terdiri dari 5 siswa - Guru memanggil masing-masing ketua
kelompok untuk mmeberikan penjelasan tentang materi
- Masing-masing ketua kelmpok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
- Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu
pertanyaan apa saja yang mneyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
- Kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa lain selama ±15 menit - Setelah siswa dapat satu bola/satu
pertanyaan yang tertulis dalam kertas - tentang yang berbentuk bola tersebut secara
bergantian
Menanya
Menanyakan cara membaca hukum tajwid, asbabun nuzul, dan isi kandungan Q. S. An-Nur (24): 2.
Mengasosiasi
Membuat kesimpulan dari kandungan Q. S. An-Nur (24): 2.
Mengkomunikasikan:
Mendemonstrasikan bacaan (hafalan), menyampaikan hasil diskusi Q.S. An-Nur (24): 2, secara individu maupun kelompok Penutup Klarifikasi/kesimpulan siswa dibantu oleh
guru menyimpulkan materi
Evaluasi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran
Siswa melakukan refleksi tentang pelaksanaan pembelajaran
Membaca Do’a Penutup/Kafarotul Majlis
Mengucapkan salam
102 H. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media : kertas HVS Presentasi Power Point
Video motivasi atau lain-lain Laptop/Komputer
LCD Projector 2. Alat : Al Qur’an
3. Sumber Belajar : Buku PAI Kls X Kemdikbud Al-Quran dan Al-Hadits
Buku tajwid
Kitab tafsir Al-Qur’an Buku lain yang menunjang
103
LEMBAR OBSERVASI GURU SIKLUS I Nama sekolah : SMK NEGERI 1 BANCAK
Guru : Sidiqoh, M.Pd.I.
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Materi Pelajaran : Menjaga Martabat Manusia dengan Menjauhi Zina Kelas/semester : X (TB) 1 / Genap
Petunjuk : Skor diisi dengan memberi tanda cek (√)
Keterangan:
3. Kurang 3. Baik 4. Cukup 4. Sangat baik
No Aspek yang diamati Skor
1 2 3 4 1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil ketua kelompok untuk memberi penjelasan tentang materi
3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temanya
4. Masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelskan ketua kelompok
5. Kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama
Memberikan evaluasi kepada siswa + 15 menit
6. Setelah siswa dapat satu bola, pertanyaan diberikan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas yang berbentuk bola tersebut secara bergantian
104
LEMBAR OBSERVASI SISWA SIKLUS I Nama sekolah : SMK NEGERI 1 BANCAK
Guru : Sidiqoh, M.Pd.I.
Mata pelajaran : Pendidikan Agama Islam
Materi Pelajaran : Menjaga Martabat Manusia dengan Menjauhi Zina Kelas/semester : X (TB) 1 / Genap
Petunjuk : Skor diisi dengan memberi tanda cek (√)
No Nama Siswa Memper
hatikan
Bertanya Menanggapi Mengerjakan Ket Skor 1 AL DILLA FITHROTUN NAFISA 2 DEVI PURNAMASARI 3 DEWI ARDIANTI 4 DWI RAHAYU
5 EKA WAHYU UTAMI
6 EVA DWI CAHYANI
7 FARISA EMILIA PUTRI
8 INDAH LARASATI 9 KHOSIDATUN NIKMAH 10 MIKA JUMARYANI 11 NINA SOFIATUN
12 NITA SAHARA PUTRI
13 NURUL FADILAH
14 PUTRI PUJI LESTARI
105 ASRONIKA 16 RINA NOPITASARI 17 RISMA WULAN RIVANA 18 SASA FITRIANINGSIH 19 SITI ISNAINI 20 SRI HARYANI 21 TANTRI APRILIANA 22 TRIANA SARI 23 UHTI IMROATUS SYA'DIYAH 24 WIWIK APRILYANA 25 WULANSARI ARORA Keterangan:
tanda cek (√) 1 : kurang tanda cek (√) 2 : cukup tanda cek (√) 3 : baik
106 1. Penilaian Pengetahuan
No Soal Skor
1 Jelaskan Pengertian Zina!
5
2 Sebutkan macam-macam Zina! 5
3
Sebutkan Hukum Tajwid yang terdapat dalam Q.S
An-Nur ayat 2! 5
4
Jelaskan Hukum Zina!
5
5 Tuliskan surah Q.S An-Nur ayat 2! 5
JUMLAH 25
Kunci Jawaban:
1. kata zina berasal dari kata zana-yazni yang artinya hubungan layaknya suami istri antara perempuan dengan laki-laki yang sudah mukallaf (baligh) tanpa ikatan pernikahan yang sah menurut syari’at islam.
2. Zina muhsan dan zina ghairun muhsan 3.
Lafal Hukum Tajwid Lafal Hukum Tajwid
اوُدِلْجاَف Qalqalah sugra يِفٌ ةَفْأ َر Ikhfa halqi
اَمُهْنِم Izhar halqi ٌ ةَفِئاَط Mad wajib muttasil
4. Zina oleh agama adalah perbuatan melanggar hukum yang tentu saja dan sudah seharusnya diberikan hukuman maksimal, mengingat akibat yang ditimbulkannya sangatlah buruk, lagi pula mengundang kejahatan , dan dosa. segala bentuk
108 Lampiran 5. RPP SIKLUS II
RPP Siklus 2
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Sekolah : SMK N 1 Bancak
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas/Semester : X/ 2 (Dua)
Kompetensi Keahlian : TB 1
Materi Pokok : Menjaga Martabat Manusia dengan Menjauhi Zina Alokasi waktu : 12 x 45 menit (4 x pertemuan)
A. Kompetensi Inti (KI)
KI-1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI-2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung-jawab, responsif, dan proaktif melalui keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan, dan pengkondisian secara berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kajian pada tingkat teknis, spesifik, detail dan kompleks berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional dan internasional.
KI-4 Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat informasi dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan lingkup kajian.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif dan solutif dalam ranah abstrak, terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, dalam ranah kongkrit terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah.
B. Kompetensi Dasar
1.2 Menjelaskan zina adalah dilarang agama
2.2 Menghindarkan diri dari perbuatan zina sebagai pengamalan Q. S. an-Nur (24): 2, serta Hadis terkait
3.2 Menganalisis Q. S. an-Nur (24): 2, serta Hadis tentang larangan perbuatan zina 4.2.1 Membaca Q. S. an-Nur (24): 2 sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf 4.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q. S. an-Nur (24): 2 dengan fasih dan lancar
109
kekejian (fahisyah) yang ditimbulkannya sesuai pesan Q. S. an-Nur (24): 2
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
4.2.1 Siswa dapat mendemonstrasikan hafalan Q. S. an-Nur (24): 2 dengan fasih dan lancar 4.2.2 Siswa dapat menjelaskan dampak negatif zina
4.2.3 Siswa dapat menjelaskan dampak zina di dunia dan akhirat 4.2.4 Siswa dapat mengetahui hukuman bagi orang yang menuduh zina 4.2.5 Siswa dapat mengetahui hadis tentang larangan melakukan zina 4.2.6 siswa dapat mengetahui cara menghindari zina
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui tahapan pembelajaran melalui model pembelajaran Snowball Throwing peserta didik mampu:
1. Melalui penjelasan guru siswa dapat mendemonstrasikan hafalan Q. S. an-Nur (24): 2 dengan fasih dan lancar
2. Melalui penjelasan guru siswa dapat menjelaskan dampak negatif zina 3. Melalui diskusi siswa dapat menjelaskan dampak zina di dunia dan akhirat 4. Melalui penjelasan guru siswa dapat mengetahui hukuman bagi orang yang
menuduh zina
5. Melalui diskusi siswa dapat mengetahui hadis tentang larangan melakukan zina 6. Melalui penjelasan guru siswa dapat mengetahui cara menghindari zin
E. Materi Pembelajaran l. Kandungan Ayat
Kandungan Q. S. An-Nur ayat 2 sebagai berikut:
4) Perintah Allah Swt. untuk mendera pezina perempuan dan pezina laki-laki masing-masing seratus kali.
5) Orang yang beriman dilarang berbelas kasihan kepada keduanya untuk melaksanakan hukum allah Swt.
6) Pelaksanaan hukuman tersebut disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
Adapun hadis tentang larangan mendekati zina yaitu: Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
َناَك ْنَمَو :ملسو هيلع الل ىلص ِّالل ُل ْوُسَر َلاَق َلاَق ِّالل ِّدْبَع ِّنْب ِّرْيِّباَج ْنَع
ُنِّمْؤُي
ُلْخَي َلَف ِّر ِّخا ْلَا ِّم ْوَيْلاَو ِّللاِّب
َّنِّاَف اَهْنِّم ِّمَرَّحَم ْوُذ اَهَعَم َسْيَل ةَأَرْمِّإِّب َّنَو
110
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah swt. dan hari akhir maka janganlah
berdua-duaan dengan wanita yang tidak bersama mahramnya karena yang ketiga
adalah setan.” (H.R Ahmad). m. Dampak Negatif Zina
7) Mendapat laknat dari Allah SWT dan rasul-Nya 8) Dijauhi dan dikucilkan oleh masyarakat
9) Nasab menjadi tidak jelas
10)Anak hasil zina tidak bisa dinasabkan kepada bapaknya 11)Anak hasil zina tidak berhak mendapat warisan
n. Dampak Zina di Dunia dan di akhirat Dampak Zina di dunia antara lain: 4) Menghilangkan wibawa 5) Mengakibatkan kefakiran 6) Mengurangi umur
Dan dampak zina di akhirat antara lain: 4) Mendapat murka dari Allah SWT 5) Hisab yang jelek (banyak dosa) 6) Siksaan di Neraka
o. Hukuman bagi orang yang Menuduhkan Zina
5) Hukuman dapat dibatalkan bila masih terdapat keraguan terhadap peristiwa atau perbuatan zina tersebut.
6) Untuk meyakinkan perihal terjadinya zina tersebut, syaratnya harus ada 4 orang saksi laki-laki yang adil.
7) Kesaksian 4 orang laki-laki yang adil yaitu setiap laki-laki tersebut harus melihat persis kejadiaanya
8) Hukuman bagi penuduh zina terhadap perempuan baik-baik dengan didera sebanyak 80 kali deraan
111 p. Hadis tentang Larangan Mendekati Zina
Apa batasan pergaulan itu? Dalam hal ini Rasulullah saw memberikan batasan berupa larangan berdua-duan antara laku-laki dan perempuan melalui hadis berikut:
ُقَي ُُُطْخَي ملسو هيلع الل ىلص َّيِّبَّنلا َعِّمَس ُهَّنَا ساَّبَع ِّنْبا ِّنَع
ُل ْو
َّرَمْلا َرِّف اَسُت َلََو مَرْحَم ْوُذ اَهَعَمَو َّلَِّا ةَأَرْمِّإِّب لُجَر َّنَوُلْخَي َلَ
َعَم َّ ِّلَا ُةَأ
مَرْحَم ْيِّذ
ِّرَخُبْلا ُهاَوَر(
) مِّلْسُمَو ْى
Artinya: “Dari Ibnu Abbas; bahwa Rasulullah saw bersabda, Janganlah
seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya),
dan janganlah seorang wanita berpergian kecuali bersama mahramnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
q. Cara Menghindari Zina
Untuk menjauhkan seseorang dari perbuatan zina, maka setiap muslimah diwajibkan untuk menutup aurat dengan berbusana sesuai dengan syariat Islam, merupakan salah satu akhlak yang sangat penting dalam Islam. Penerapan perilaku tersebut dalam pergaulan sehari-hari diantaranya dapat dilakukan dengan cara berikut:
2) Menjaga pergaulan yang sehat
Beruntunglah para pemuda yang dapat menjaga pergaulan sesuai dengan ajaran Islam. Islam mengajarkan pergaulan yang sehat, bernilai positif, dan mengadung manfaat. Pergaulan yang sehat antara laki-laki dan perempuan merupakan pergaulan yang terbebas dari nafsu yang dapat mengarah ke hubungan seksual di luar nikah.
2) Menjaga Aurat
Aurat merupakan bagian dari tubuh yang harus dilindungi dan ditutupi agar terjaga dari pandangan lawan jenis. Aurat perempuan adalah seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tanggan. Aurat laki-laki adalah bagian tubuh antara pusar sampai dengan lutut.
112
Agar aurat perempuan tertutup, maka diwajibka untuk menggunakan jlbab dan pakaian yang dapat menutupi seluruh tubuhnya, termasuk menutupi dada. Kain kerudung dan pakaian itupun merupakan kain yang
disyari’atkan, misalnya kainnya tidak boleh tipis, tidak boleh sempit, dan
dapat menyamarkan lekuk tubuh perempuan. Demikian juga dengan lai-laki, agar terjaga dari pandangan maka bagian tubuh yang menjadi aurat itu harus dijaga dari pandangan lawan jenis, caranya ditutup dengan pakaian yang sesuai.
3) Menjaga Pandangan
Pandangan laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya termasuk celah bagi setan melncarkan strategi untuk menggodanya. Kalau hanya sekilas saja atau spontanitas atau tidak sengaja, pandangan mata itu tidak menjadi masalah. Pandangan pertama yang tidak segaja diperbolehkan, tetapi jika berkelanjutan maka haram hukumnya.
Untuk menjaga agar pandangan pertama tidak disertai tujuan lain tersebut, cepatlah kendalikan diri anda. Salah satunya dengan menundukan pandangan. Sebelum iblis mempengaruhi pikiran dan hari kita. Segera memohon pertolongan Allah swt. agar kita tidak menggulangi pandangan yang mengandung unsur nakal itu.
4) Menjaga Kehormatan
Organ paling pribadi manusia sering disebut atau diperhalus dengan
kata “kehormatan”. Jika direnungkan secara mendalam, sebutan ini
sungguh sangat arif dan tepat. Benteng paling akhir dari harga diri dan kehormatan manusia baik laki-laki maupun perempuan ada pada organ tubuh yang paling pribadi tersebut. Terkadang organ vital manusia juga
disebut “kemaluan”. Hal ini juga relevan karen apalang pintu rasa malu
terakhir adalah pada bagian tubuh tersebut. Orang dewasa yang normal, baik laki-laki maupun perempuan tentu sangat malu jika organ vital itu
113
terlihat oleh pihak lain yang tidak mempunyai hak untuk memandangnya. 5) Meningkatkan aktivitas dan rajin puasa
Bagi para pemuda yang belum menikah disarankan untuk memperbanyak aktifitas atau kegiatan yang positif. Hal ini dapat membuat mengalihkan perhatian dan pikiran mesum. Ikutilah kegiatan olahraga, ekstrakulikuler, kursus, bimbingan belajar, dan lain-lain.
Cara lain yang dapat ditempuh untuk menahan nafsu bagi para pemuda yang belum menikah adalah dengan berpuasa sunah. Islam itu indah dan sehat, dengan taat beribadah dan rajin puasa otomatis pikiran dan hati menjadi bersih dan jernih. Tidak akan terlintas dipikiran kita untuk melakukan hal yang melanggar kesusilaan. Perhatikan hadis Rasulullah