• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Bagi Peneliti dan Penelitian Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi atau gambaran untuk penelitian selanjutnya dan dapat dikembangkan dengan desain penelitian yang berbeda dengan menggunakan penelitian ini sebagai referensi awal dalam penelitian selanjutnya.

2. Bagi Siswa

Siswa dapat meningkatkan pengetahuan tentang perilaku sexting, mengetahui perilaku yang termasuk dalam sexting, dampak buruknya, serta pencegahan yang dapat dilakukan remaja agar terhindar dari perilaku

sexting. Manfaat positif dan negatif dari penggunaan media internet,

meningkatkan pemahaman agama, dengan mencari informasi yang baik dan akurat serta dapat memilih teman yang baik, lebih memperdalam pengetahuan agama, yang bisa dilakukan dengan memperbanyak membaca buku keagamaan atau keislaman bagi yang muslim, mengikuti ceramah keagamaan, mengikuti organisasi/kegiatan keagamaan, agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun pihak lain sehingga tidak terpengaruh dalam perilaku negatif.

3. Bagi orang tua

Orangtua dapat memberikan perhatian bahkan untuk hal kecil atau

sepele, seperti cara bergaul anak, meluangkan waktu untuk

memperhatukan, mengobrol dengan anak, serta mengontrol kegiatan mereka. Memberikan pengetahuan tentang pendidikan seks pada anak sejak usia dini, menerapkan kedisiplinan beribadah/beragama dengan cara memberi teladan yang baik, serta mengawasi anak dalam menggunakan fasilitas yang ada terutama penggunaan telepon genggam dan media internet.

69

4. Bagi pendidikan

Hasil penelitan ini dapat menjadi dasar, sumber dan bahan pemikiran untuk pengembangan penelitian selanjutnya, terlebih lagi dalam penelitian ini sebagian besar remaja tidak mengetahui dampak dari perilaku sexting sehingga pihak sekolah dapat pengembangan kurikulum dan peningkatan peran pendidik khusunya bagi sekolah. Misalnya dengan menerapkan peraturan berperilaku yang baik sesuai norma agama yang berlaku, Membuat kebijakan seperti melarang membawa telepon genggam oleh siswa. Dengan adanya kebijakan larangan membawa telepon genggam di sekolah guna meminimalisir terjadinya penyalahgunaan media tersebut ke hal-hal yang negatif dan perlunya mengadakan penyuluhan pendidikan tentang perilaku seksual remaja, perilaku sexting dan penyuluhan secara berkala dan berkesinambungan tentang penggunaan media sosia secara bijak agar siswa tidak terjerumus lebih dalam ke hal-hal negatif. Dimana penyuluhan ini dapat disampaikan oleh tenaga kesehatan atau tenaga pengajar yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan dengan menambahkan kegiatan tersebut dalam kegiatan ekstrakulikuler wajib. Selain itu, dengan menghidupkan atau mengaktifkan kegiatan-keagiatan keagamaan disekolah secara rutin sehingga remaja lebih mampu memperdalam pengetahua agama yang dimilikinya..

70

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Al-Karim

Albury, Kath & Crawford, Kate. 2016. Sexting, consent and young people's

ethics:Beyond Megan's Story. Continuum: Journal of Media & Cultural Studies. Vol. 26, No. 3. ISSN: 1030-4312.

Alfarista, Dina Aprillia, Wantiyah, Rahmawati, Iis. 2013. Hubungan Sumber

Informasi Dengan Perilaku Seksual Berisiko Remaja Di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas

Jember (UNEJ).

AL-Manawi, Abd Al-Rauf. Faid al-Qadir Syarh al-Jam al-Sagir. Juz VI. Mesir: al-Maktabah al-Tijariyyah al-Kubra,t. th.

Anastassiou, Andrea. 2017. Sexting and Young People: A Review of the Qualitative

Literature. Volume 22, Number 8, Article 9, 2231-2239. http://nsuworks.nova.edu/tqr/vol22/iss8/9 Akses 26 Agustus 2017.

Aryani, R. Ns.S.Kep.2010. Kesehatan Remaja Problem dan Solusinya. Jakarta: Penerbit Salemba Medika

Atem. 2016. Ancaman Cyber Pornography Terhadap Anak-Anak. VOL.1, NO.2: Hal.107. http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JMK Akses 9 Oktober 2017. Bahiyatun. 2011. Psikologi Ibu & Anaka: Buku Ajar Bidan. Jakarta: Buku

Kedokteran EGC.

Benotsch, E. G., Snipes, D. J., Martin, A. M. & Bull, S. S. 2013. Sexting, substance

use, and sexual risk behavior in young adults. Journal of Adolescent Health,

52, 307-313. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2012.06.011. Akses 9 Oktober 2017.

Birowo, Mathilda AMW. 2013. 1001 Virus Cinta Keluarga.Jakarta: Grasindo.

Bungin, Burhan. 2017. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT. Fajar Interprata Mandiri.

Brewin, Dorothy dkk.. 2014. Behind Closed Doors: School Nurses and Sexual

Education. The Journal of School Nursing. Vol. 30 (1) 31-41. DOI:

10.1177/1059840513484363.

Crimmins, D. M., & Seigfried-Spellar, K. C. 2014. Peer attachment, sexual

71

among undergraduate students. Computers in Human Behavior, 32, 268-275.

https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.12.012. Akses 13 Oktober 2017.

Drouin, M., Vogel, K. N., Surbey, A., & Stills, J. R. 2013. Let‟s talk about sexting,

baby: Computer-mediated sexual behaviors among young adults. Computers in Human Behavior, 29, A25-A30.

Döring, N. (2014). Consensual sexting among adolescents: Risk prevention through

abstinence education or safer sexting. Cyberpsychology. Volume 8 (1) 1-18.

http://dx.doi.org/10.5817/CP2014-1-9 Akses 13 Oktober 2017.

Ferguson, C. J. 2011. Sexting behaviors among young Hispanic women: Incidence

and association with other high-risk sexual behaviors. Psychiatric Quarterly,

82, 239-243. https://doi.org/10.1007/s11126-010-9165-8. Akses 13 Oktober 2017.

Gomez, L. C., & Ayala, E. S. 2014. Psychological aspects, attitudes and behaviour

related to the practice of sexting: A systematic review of the existent literature. Procedia Social and Behavioral Sciences.

Gordon-Messer, D., Bauermeister, J., A., Grodzinski, A., & Zimmerman, M. 2013.

Sexting among young adults. Journal of Adolescent Health, 52, 301-306.

https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2012.05.013. Akses 13 Oktober 2017. Hastutik. 2012. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja tentang Kesehatan

Reproduksi dengan Sikap terhadap Seks Pra Nikah. Rida Bhakti Kencana.

Hidayat, A. Azis Alimul. 2008. Metode Penelitian Keperawatan dan Tehnik Analisa

Data. Jakarta : Salemba Medika.

Hidayat, A. Azis Alimul. 2009. Metode Penelitian Keperawatan dan Tehnik Analisa

Data. Jakarta : Salemba Medika.

Hidayat, A. Azis Alimul. 2009. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba Medika.

Houck, Christopher D dkk. 2013. Sexting and Sexual Behavior in At-Risk. Doi:10.1542/peds.2013-1157. www.pediatrics.org/cgi/doi/10.1542/peds.2013-1157 Akses 26 Agustus 2018.

Hudson, H. K., Fetro, J. V., & Ogletree, R. 2014. Behavioral indicators and

behaviors related to sexting among undergraduate students. American

Journal of Health Education, 45, 183-195.

72

Ibtesam, Rayeed. 2017. On Teenage „Sexting‟ and the Law. Volume 37: Iss 1. http://digitalcommons.hamline.edu/jplp/vol36/iss1/4. Akses 28 Agustus 2017 Imron, Ali. 2012. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: AR. Ruzz

Media.

Karaian, Lara & Van Meyl, Katherine. 2015. Reframing Risqué/Risky: Queer

Temporalities, Teenage Sexting, and Freedom of Expression. ISSN

2075-471X. Doi:10.3390/laws4010018. www.mdpi.com/journal/laws/ Akses 26 Agustus 2017

Kemp, S. 2018. Digital in 2018: World‟s Internet Users Pass The 4 Billion Mark. https://wearesocial.com/blog/2018/01/global-digital-report-2018 Akses pada tanggal 26 Agustus 2018

Karaian, Lara. 2014 .“Policing „Sexting‟: Responsibilization, Respectability and

Sexual Subjectivity in Child Protection/Crime Prevention Responses to Teenagers‟ Digital Sexual Expression.” Theoretical Criminology.

Karaian, Lara & Van Meyl, Katherine. 2015. Reframing Risqué/Risky: Queer

Temporalities, Teenage Sexting, and Freedom of Expression. ISSN

2075-471X. Doi:10.3390/laws4010018. www.mdpi.com/journal/laws/ Akses 26 Agustus 2017

Klettke, B., Hallford, D. J., & Mellor, D. J. 2014. Sexting prevalence and correlates:

A systemic literature review. Clinical Psychology Review, 34, 44-53.

https://doi.org/10.1016/j.cpr.2013.10.007 Akses 27 Agustus 2017

Kumalasari, Intan dan Iwan Andhyantoro. 2012. Kesehatan Reproduksi untuk

Mahasiswa Kebidanan dan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Kushner, Alexandra. 2013. The Need For Sexting Law Reform: Appropriate

Punishments For Teenage Behaviors. Vol. 16, Iss. 3.

Kusmiran E. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja dan Wanita. Jakarta: Salemba Medika.

Lestari, Tri Wiji dkk. 2014. Buku Ajaran Kesehatan Reproduksi: Berbasis

Kompetensi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Lorang, Melissa R., McNiel, Dale E & Binder, Rene´e L. 2016. Minors and Sexting: Legal Implications. J Am Acad Psychiatry Law 44:73–81. Volume 44, Number 1. http://jaapl.org/content/jaapl/44/1/73.full Akses 28 Agustus 2017. Marcum, Catherine D dkk. 2014. Sexting Behaviors among Adolescents in Rural

73

Peer Association. International Journal of Cyber Criminology (IJCC) ISSN:

0974 – 2891. Vol 8 (2):

Mahmudah, Yaslinda Yaunin, Yuniar Lestari. 2016. Faktor-Faktor yang

Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Padang. Vol. 5 (2).

Majalah triwulanan SINERGI. 2016. Penerbit: Jajaran Komunikasi Perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Marcum, Catherine D dkk. 2014. Sexting Behaviors among Adolescents in Rural

North Carolina: A Theoretical Examination of Low Self-Control and Deviant Peer Association. International Journal of Cyber Criminology (IJCC) ISSN:

0974 – 2891. Vol 8 (2): 68–78. Akses 28 Agustus 2017

Martinez-Prather, Kathy & Vandiver, Donna M. 2014. Sexting among Teenagers in

the United States: A Retrospective Analysis of Identifying Motivating Factors, Potential Targets, and the Role of a Capable Guardian. International Journal of Cyber Criminology (IJCC) ISSN: 0974 – 2891. Vol 8 (1).

Matondang, Z. 2009. Validitas dan Reabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabula Rasa PPS UniMed.

Miswanto. 2014. Pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas pada

remaja, Jakarta : Jurnal Studi Pemuda.

Moloeng, Lexy J. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Ngafifi, Muhamad. 2014. Kemajuan Teknologi dan Pola Hidup Manusia Dalam

Perspektif Sosial Budaya. Volume 2. Nomor 1.

Nur Rosyidah, Feryna. Nurdin, M. Fadhil. 2018. Perilaku Menyimpang: Media Sosial

Sebagai Ruang Baru Dalam Tindak Pelecehan Seksual Remaja. Fakultas Ilmu

Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Padjadjaran. Volume 2. Nomor 2.

Nursalam. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika, 2008.

Nursal DGA. 2008. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual murid

SMU negeri di Kota Padang tahun 2007. Padang: Fakultas Kesehatan

Masyarakat Universitas Andalas.

Notoadmojo S. 2010. Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

74

Nora R.A. Draper. 2012. Is Your Teen at Risk? Discourses of Adolescent Sexting in

United States television news. Journal of Adolescent Psychology, 6.

Obakeng L. Makgale . Plattner, Ilse Elisabeth. 2017. Sexting and risky sexual

behaviours among undergraduate students in Botswana: An exploratory study. Cyberpsychology: Journal of Psychosocial Research on Cyberspace, 11(2), article 1. doi: 10.5817/CP2017-2-1. Akses 29 Agustus 2017

Oktarina., Hanafi, F., Budisuari, M.A. 2009. Hubungan Antara Karakteristik

Responden, Keadaan Wilayah Dengan Pengetahuan, Sikap Terhadap HIV/AIDS Pada Masyarakat Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan,

Volume 12 (4).

Ott, B. L., & Mack, R. L. 2014. Critical Media Studies: An Introduction. Chichester: Wiley Blackwell.

Paskah, Victorious. 2016. “Konstruksi Seksualitas Perempuan Dalam Aktifitas

Sexting”. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Diponegoro Semarang,

Semarang.

Pieter, Herri Zan & Lubis, Namora Lumongga. 2010. Pengantar Psikologi Dalam

Keperawatan. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Prasetyo, Bambang. 2005. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Rahardjo, Wahyu. Saputra, Maizar. Hapsari , Indria. 2015. Harga Diri, Sexting dan

Jumlah Pasangan Seks yang Dimiliki oleh Pria Lajang Pelaku Perilaku Seks Berisiko. Volume 42 (2).

Rasyid. Muhammad Rusyid. 2015. Psikologi Perkembangan. Makassar: Alauddin University Press.

Reyns, B. W., Burek, M. W., Henson, B., Fisher, B. S. 2011. The unintended

consequences of digital technology: exploring the relationship between sexting and cybervictimization. Journal of Crime and Justice, Vol 36 (1).

Rice, Eric. Rhoades, Harmony. Winetrobe, Hailey. Sanchez, Monica. Montoya, Jorge. Plant, Aaron. Kordic, Timothy. 2012. Sexually Explicit Cell Phone

Messaging Associated With Sexual Risk Among Adolescents, Vol 130 (4).

Rosyidah, Feryna Nur. Nurdin, M. Fadhil. 2018. Perilaku Menyimpang: Media

Sosial Sebagai Ruang Baru Dalam Tindak Pelecehan Seksual Remaja,Vol 2

75

Samimi, P., & Alderson, K. G. 2014. Sexting among undergraduate stu-dents.

Computers in Human Behavior.

Santrock, John W. 2007. Remaja. Edisi 11. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Sari, Dewi Purnama. 2017. Pendidikan Karakter Berbasis Al-Quran. Vol 1 No.1. P-ISSN 2580-3638, E-P-ISSN 2580-3646.

Sarwono, S. W. 2012. Psikologi Remaja. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Sarwono. 2013. Psikologi Remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Sarwono S.W. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: Grafindo Persada.

Scholes-Balog, Kirsty. Francke, Nicole. Hemphill, Shery. 2016. Relationships

Between Sexting,Self-Esteem, and Sensation Seeking Among Australian Young Adults. DOI: 10.1177 / 2374623815627790. Akses 20 November 2017.

Setyosari Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.Jakarta: Kencana.

Silva, R. B. R., Teixeira, C. M., Vasconcelos-Raposo, J., & Bessa, M. 2016. Sexting:

Adaptation of sexual behaviour to modern technologies. Computers in Human Behavior, 64, 747-753. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.07.036 Akses 20

November 2017.

Soetjiningsih dkk. 2004. Buku Ajar: Tumbuh Kembang Remaja dan

Permasalahannya. Jakarta : Sagung Seto.

Strassberg, D. S., McKinnon, R. K., Sustaita, M. A., & Rullo, J. 2013. Sexting by high school students: An exploratory and descriptive study. Archieves of

Sexual Behavior, 42, 15-21.

Sugiyono. 2011. Statistika untuk Peneltian. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyanto. 2011. Metodologi dan aplikasi penelitian keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Teja, Mohammad. 2017. Majalah Info Singkat: Ujaran Kebencian Dan Persekusi. Vol. IX, No. 11.

Van Ouytsel, J., Walrave, M., Ponnet, K., & Heirman, W. 2014. The association

between adolescent sexting, psycho-social difficulties, and risk behavior: Integrative review. The Journal of School Nursing,

76

Walker, Shelley dkk. 2013. Sexting: Young Women‟s and Men‟s Views on Its Nature

and Origins. Journal of Adolescent Health.

Weidman, Lisa B. Hightow dkk. 2015. Youth, Technology And HIV: Recent Advances

And Future Directions. Vol 12 (4) : 500–515.

Doi:10.1007/s11904-015-0280-x.

Weisskirch, R. S., & Delevi, R. 2011. “Sexting” and adult romantic attachment.

Computers in Human Behavior, 27, 1697-1701. https://doi.org/10.1016/j.chb.2011.02.008 Akses 29 September 2018.

White, C. M. 2012. Social Media, Crisis Communication, and Emergency Widyastuti. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitramaya. Management

Leveraging Web 2.0 Technologies. CRC Press : U.S. Page 2.

Widyaningrum Primastuti. 2010. Hubungan Antara Pengetahuan Tentang

Menstruasi Dengan Sikap Menghadapi Menarche Pada Remaja Putri di SD Negeri Bulukantil Jebres Surakarta Tahun 2010. Fakultas Kedokteran

Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI. Melalui

Ybarra, Michele L.J. Mitchell. 2014. “Sexting” and its relation to sexual activity and

sexual risk behavior in a national survey of adolescents. Vol 55(6): 757–764.

doi:10.1016.

Yusuf, Muri. 2017. Meyode penelitian kuantitatif, kualitatif & gabungan. Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri. (Csetakan Ke-4).

Dokumen terkait