BAB IV : Pertanggung Jawaban Pidana Terhadap Anak
B. Saran
1. Sebagai aparat penegak hukum yang dalam skripsi ini dikhususkan pada satuan Polisi Lalu Lintas Polres Labuhan Batu agar lebih profesional dalam menangani lebih spesipik pada kasus kecelakaan lalu lintas yang mana pelakunya adalah anak, karena anak merupakan aset bagi negara untuk itu perlu dilindungi agar dapat berkembang memiliki wawasan.
2. Pemerintah harus membentuk suatu peraturan undang-undang lalu lintas khusus terhadap anak-anak yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Agar adanya perbedaan antar hukuman yang dilakukan orang dewasa dengan anak. 3. Penanggulangan kecelakaan lalu lintas di jalan raya pihak pemerintah harus
turut serta dalam penanggulangannya berdasarkan Pasal 4 ayat (1) UU No. 14 Tahun 1992 ‘Negara mempunyai hak atas penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan raya yang pembinanya dilakukan oleh Pemerintah’. Untuk itu pemerintah turut serta dalam pengaturan berupa perencanaan dan perumusan teentang lalu lintas, pengendalian berupa pengendalian baik dibidang
pembangunan maupun operasi, serta pengawasan terhadap penyelenggaraan lalu lintas di jalan raya.
4. Disamping itu juga masyarakat turut juga membantu, khususnya pada orang tua sebagai wali anak harus benar-benar memperhatikan keperluan dan kebutuhan anak bukan memberi apa yang dikatakan anak sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
BAB II
Tinjauan Umum Penyebeb Terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya
Transportasi mempunyai peranan penting dalam strategis untuk memantapka perwujudan wawasan nusantara, memperkukuh pertahanan nasional, dan mempererat hubungan antar bangsa dalam usaha mencapai tujuan nasional berdasarkan pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.34
Ini berarti jumlah kendaraan semakin meningkat, yang berakibat volume kendaraan bermotor di jalan raya bertambah besar dan menuntut adanya keseimbangan volume jalan raya. Dalam usaha pembangunan jalan-jalan raya yang sudah ada dan membangun yang baru akan membutuhkan waktu yang lama Dengan melajunya usaha pembangunan disegala bidang, termasuk bidang ekonomi, maka perkembangan sarana angkutan jalan raya atau transportasi darat mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan ini ternyata menimbulkan masalah yang sangat rumit dalam pengaturan lalu lintas, seperti timbulnya masalah kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
Peningkatan taraf hidup rakyat akibat pembangunan yang cukup berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat, yang dulu orang pergi ke tempat kerja berjalan kaki, sekarang sudah naik kendaraan, yang dulu naik turun angkutan umum, sekarang sudah memiliki kendaraan sendiri, yang semula naik sepeda motor sekarang sudah berganti dengan mobil pribadi.
34
Undang-undang No.14 Tahun 1992,Tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya, Sinar Grafika, Jakarta, 1992, hal 1.
dan modal atau biaya yang besar, sehingga pembangunan jalan-jalan terlambat, sedangkan laju pertumbuhan kendaraan begitu pesat. Hal inilah yang mengakibatkan kemacataan dihampir sepanjang jalan kota, terutama pada waktu-waktu jam-jam sibuk yaitu pagi hari orang pergi kekantor dan anak sekolah berangkat sekolah serta jam-jam pulang kantor yang kadang kala dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya.35
Inilah tantangan yang selalu harus dihadapi di setiap kota yang sarana jalannya sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan penduduk serta volume kendaraan yang memenuhinya. Mengingat masalah lalu lintas dan transportasi ini sangat erat hubungannya dengan kebutuhan hidup, serta pengaruh kebutuhan ekonomi maupun kelancaran pembangunan, sesuai dengan Program Pembangunan Nasional (Proprnas) yang mana dijelaskan bahwa pembangunan prasarana angkutan dan perhubungan bertujuan untuk memperlancar arus barang, jasa dan manusia keseluruh daerah dan kota sehingga dengan demikian merangsang dan menunjang sasaran pembangunan36
Disamping itu pengangkutan dan perhubungan juga mempunyai peran yang sangat penting dalam membina persatuan bangsa dan negara. Disini jelas kita lihat bahwa angkutan dan perhubungan merupakan alat yang paling utama di dalam melaksanakan pembangunan di segala bidang selain itu juga dijelaskan bahwa pembangunan jalan mengutamakan peningkatan kondisi jalan yang sudah ada. Pembangunan jalan baru dilakukan apabila dapat meningkatkan serta memeratakan pembangunan terutama jalan yang menghubungkan pusat produksi
.
35
P.Warpani. Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Mandar Maju, 1995 36
dengan daerah pemasarannya. Oleh karena itu semakin tahun masyarakat selalu merasa akan kekurangan dan menuntut penambahan kendaraan angkutan atau transportasi, sebaliknya sarana jalan yang ada sudah tak mampu untuk menampung kendaraan-kendaraan yang hilir mudik dengan jumlah yang bertambah pesat.
Selain itu semakin berkembangnya suatu masyarakat atau daerah dapat dilihat dari lancar atau tidaknya arus lalu lintas di daerah tersebut. Kelancaran lalu lintas dapat menunjang kemajuan suatu daerah khususnya dalam bidang perekonomian. Simpangsiurnya lalu lintas jalan makin hari makin bertambah pesat, sehingga segala akibat-akibatnya juga harus ditanggung oleh masyarakat itu sendirinya. Berbagai peristiwa dalam kecelakaan lalu lintas sudah sering terjadi, khususnya di Kabupaten Labuhan Batu. Dalam peristiwa naas ini selalu memakan korban baik dari segi materil maupun non materil.
Bila kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, hal yang bisa terjadi dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas selalu menimbulkan kerugian. Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa masyarakat selalu mempersalahkan pihak pengemudia kendaraan, hingga dengan berbagai hujatan dan makian akan selalu ditujukan kepada pengemudi. Namun apabila kita simak dan pelajari secara seksama hal-hal yang menyebabkan timbulnya kecelakaan, ternyata penyebabnya tidak hanya dari pihak sipengemudi saja, tetapi dapat juga disebabkan oleh manusia atau hal-hal dari luar diri sipengemudi
Seperti diketahui bahwa jalan itu digunakan oleh para pejalan kaki beserta bermacam-macam jenis kendaraan seperti : beca, sepeda, sepeda motor,
mobil, disamping pejalan kaki dan kendaraan sekarang ini jalan juga sudah dipergunakan oleh pedagang untuk menjajahkan dagangannya. Inilah keseluruhan penyebab yang menimbulkan berbagai macam akibat yang tidak diinginkan, disamping faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti pengelolaan jalan yang sudah tidak memadai. Atau berbagai macam jenis kendaraan maupun berbagai macam sebab dan akibat yang menimbulkan atau ditimbulkan, tidak lepas hubungannya dengan manusia, sebab pada dasarnya manusialah yang mengendalikan berbagai macam jenis kendaraan yang memenuhi jalan-jalan tersebut. Dengan berbagai macam cara dan tingkah lakunya dalam menggunakan jalan untuk mencapai keinginan dan tujuan masing-masing, tanpa menghiraukan sarana pemakai jalan lainnya. Jadi dapatlah diambil kesimpulan, bahwa atas terjadinya segala hal yang tidak diinginkan seperti : kemacatan lalu lintas, pelanggaran dan kecelakaan, polusi udara dan lain sebagainya yang mempengaruhi ketidak lancaran transportasi yang tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan hidup ini, penyebab utamanya adalah manusia itu sendiri, disamping pengaruh alam, jalan atau sarana lain yang belum disesuaikan dengan perkembangan penduduk dan kemajuan teknologi, merupakan alat atau kendaraan yang dipakai manusia itu sendiri, sudah atau belum memenuhi syarat dengan sarana jalan yang ada.
Salah satu penyebab fatal kecelakaan lalu lintas di jalan raya adalah faktor manusia yang bergerak di belakang mesin. Diluar perhitungan nasib sial, kecelakaan dapat dihindarkan sebab siapapun kita, tidaklah pernah terbayangkan
untuk menjadi seorang korban, calon korban, seorang pembunuh atau calan terbunuh di jalanan.
Saat ini telah terjadi kemerosotan mental sehingga orang sibuk memperhatikan dirinya sendiri tanpa memperhatikan orang lain. Krisis toleransi dijalanan telah meradisi, kita dapat menggambarkannya sebagai arena kekasaran diamana orang satu dengan orang lainnya telah kehilangan toleransi. Dalam satu penyelidikan yang lain disebutkan bahwa kebanyaan peristiwa kecelakaan dijalan-jalan raya disebabkan oleh keteledoran manusia. Manusia adalah penentu, sebab masalah akhlak manusia itu masih berperan penting, benda pasif yang dapat dikendalikan. Kita memang belum bisa menghindarkan berbagai fenomena di dalamnya.
Teknologi, selain membawa manfaat, juga mengundang korban secara dramatis. Jumlah-jumlah korban yang jatuh di jalan raya mengguah kita untuk berfikir bahwa mau tidak mau kita membenamkan diri dalam rangkaian bahaya yang kita guluti setiap saat. Salah satu yang perlu dicatat adalah kesimpulan yang ditonjolkan bahwa 90% dari kecelakaan-kecelakaan yang terjadi dijalan raya disebabkan oleh faktor pengemudinya, sehingga ditekankan bahwa kondisi jalan raya, berapapun uang dituangkan untuk menambah kendaraan bermotor menjadi tangguh dan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas yang penting adalah segera harus ditindak tingkah laku dan perbuatan-perbuatan pengemudi yang sembrono, sembarangan, tidak bertanggungjawab terhadap keselamatan dan kepentingan bersama.
Sikap mementingkan diri sendiri dapat disaksikan di keseharian dimana seakan-akan seseorang berpendapat, bahwa jika ia tidak berlaku kejam, dia sendiri yang akan dilecehkan orang. Sebuah pendapat yang ada benarnya tapi mengingatkan kita pada semacam perlombaan dan keterbukaan kehidupan yang semakin sibuk dan ruwet serta prespektif sosial yang kompleks dapat menjadikan alasan mengapa orang semakain individualistik di jalanan.37
Mekanisme pelayanan lalu lintas sebegitu jauh belum dapat mengimbangi pola kebutuhan yang sebenarnya. Kita memang dapat merasakan adanya manfaat dari peningkatan sarana-sarana lalu lintas yang ditunjang teknologi mutakhir. Mekanisme justru telah semakin menggantikan likuiditas
Begitulah resikonya sebuah pembaharuan, kita memang tidak dapat menutup mata terhadap kenyataan ini tapi yang harus dipikirkan adalah bagaimana pengaruh tadi dapat diperhitungkan sekecil-kecilnya dengan adanya usaha memperbaiki keadaan, memang boleh dikatakan telah terlambat. Apa yang dapat kita lakukan kini hanyalah tindakan-tindakan dalam intensitas yang tidak bergerak bersamaan dengan pesatnya perkembangan masyarakat. Angka-angka akibat kecelakaan dan kerugian materil bagi sebagian orang, kekerasan dijalan raya menimbulkan phobia tersendiri. Berbagai perasaan terancam meliputi kita, dikala sedang terlihat dalam percaturan di jalanan. Banyak aspek dari penyebab kecelakaan itu dapat diperhitungkan sebelumnya. Akan tetapi ada satu hal yang jelas terlihat, kecelakaan meningkat terus karena jumlah kendaraan bertambah terus.
37
tenaga manusia dalam mengtur lalu lintas, tenaga manusia selain merupakan era daluarsa, juga secara struktural kebutuhan pelayanan yang serba cepat logis dilangsungkan oleh pola-pola yang lebih tepat, praktis dan efisien.
Pelanggaran-pelanggaran rambu-rambu lalu lintas termasuk juga satu kasus terbanyak penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Satu hal yang cukup tragis sekaligus mengherankan adalah bahwa dijalan-jalan pusat kota yang telah dilayani jembatan penyeberangan, sering terjadi orang tewas, justru karena enggan menggunakan sarana yang telah disediakan tersebut. Ini cuma momen kecil yang bisa dipakai sebagai totalitas, bahwa masyarakat kita cenderung seronok dan tidak menyukai disiplin, terlebih dalam hal-hal terkecil sekalipun.
Bardasarkan uraian diatas penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya antara lain;
a. Volume jalan yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan
b. Petugas pengawas lalu lintas jumlahnya berkurang, serta perlengkapan lalu lintas yang belum lengkap.
c. Para pemakai jalan yang tidak disiplin.
d. Kondisi jalan raya yang kurang baik atau penempatannya yang tidak tepat. e. Tempat parkir kendaraan dijalan yang tidak teratur
Hukum tidak mungkin ditati secara bulat, demikian juga ketertiban lalu lintas di kota selalu dilanggar. Para pemakai jalan dan jembatan seakan-akan tidak mau tahu, bahwa sengaja melakukan pelanggaran terhadapnya akan dapat menimbulkan akibat yang menimpa dirinya sendiri maupun pihak lain, hingga
sampai melewati batas, dapat dinilai sebagi tindakan melawan hukum baik hukum perdata, maupun hukum pidana, bahkan hukum tata usaha negara.
Berdasarkan ketentuan data diatas penyebab kecelakaan lalu lintas tidak jauh dengan apa yang dikemukakan oleh Kanit Lantas Labuhan Batu faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas baik terhadap kendaraan beroda dua ataupun kendaraan beroda empat dipengaruhi oleh faktor manusia, faktor jalan dan faktor alam38
A. Faktor yang bersumber dari dalam diri sipengemudi
Peranan pengemudi sebagai subyek hukum disini yang dimaksudkan sudah barang tentu apabila terjadi kepentingan yang dilindungi oleh hukum terganggu, baik gangguan yang datangnya dari pihak pengemudi maupun dari pihak luar, dalam hubungannya dengan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Terjadinya kecelakaan menurut konstruksi hukum pidana, haruslah ditimbulkan oleh kelakuan orang dalam hubungan sebab akibat, karena tanpa batasan yang demikian itu akan menimbulkan kesulitan pada peranan hukum pidana.
Di dalam hukum pidana telah tumbuh perkembangan tentang penentuan kelakuan seseorang yang menjadi sebab akibat terhadap kejadian yang melarang dan diberi sanksi oleh hukum pidana yaitu kejadian yang dalam hal ini dikhususkan pada kecelakaan
Sikap pengemudi sebagai subyek hukum yang pertama-tama harus menguasai pengertian hukum, pengertian tertip hukum dan kesadaran hukum,
38
Wawancara dengan Kanit Laka IPTU Suhermadi di Kepolisian Resort Labuhan Batu pada tanggal 14 April sampai 16 April 2009.
karena tanpa pengertian serta kesadaran tersebut dapat dikatakan sudah mempunyai kecenderungan melakukan pelanggaran hukum.
Banyak sekali faktor penyebab kecelakaan lalu lintas akan tetapi faktor manusia yang mengemudi kendaraan adalah lebih penting bagi hukum pidana, karena melalui keterangan atau keadaan sekitar dari orang yang mengemudi dapat diungkap atas kejadian materil dalam proses perkara pidana. Melalui kelakuan dari pengemudi itu dapat ditentukan apakah hukum pidana dapat berperan atau tidak, dengan cara membuat konsturksi hubungan antara kelakuan itu dengan sifat melawan hukum karena adanya peraturan hukum dan yang terakhir masih diperlukan hubungan antara kelakuan yang berakibat menimbulkan kejadian yang melawan hukum dengan pertanggungjawaban atau kesengajaan atau kelalaian atau unsur subkjek lainnya, yang pelaksanaannyamenurut proses beracara.
Tidak memperhatikan bagian-bagian serta unsur-unsur yang terdapat didalam jalur inti hukum pidana (delik) akan berakibat peranan hukum menjadi merosot kewibawaannya. Bahkan jauh dari tujuan keadilan, dan dimata masyarakat hukum pidana bukan sebagai pengayoman melainkan menakut-nakuti serta tidak mendapat simpati. Keadaan terakhir ini sangat tergantung pada petugas pelaksana hukum, yang disatu pihak harus nyata-nyata dibedakan antara bersikap mengurus kecelakaan semata-mata dan bertindak mengusut kecelakaan yang melanggar hukum dengan dilain pihak mengeterapkan bagian-bagian serta unsur-unsur dari inti hukum pidana secara filosofis, yuridis, sosiologis, yang tujuananya sebagai penganyom. Akan nampak jalinan peranan pengemudi dihadapan peranan hukum apabila terjadi pelanggaran hukum, maka perlu diimbangi secara tepat
untuk memperlakukan hukum secara filosofis, yuridis, sosiologis dan imbangan antara peranan ini harus terujud karena dorongan dari falsafah maupun kebudayaan bangsa Indonesia39
Kita tidak sepenuhnya sadar bahwa mengemudikan kendaraan harus dilakukan secara fungsional. Jadi orang yang menolak pendekatan sungguh-sungguh melakukan kegiatan tersebut, entah karena malas atau enggan repot, tidak layak mengeluh jika ia dikoreksi melalui penjatuhan pidana karena kurang hati-hati atau teliti atau memandang remeh resiko yang mungkin muncul sehingga benar-benar tujuan hukum pidana. Di dalam perakteknya tidak ditemukan banyak fiksi berkenaan dengan pendekatan diatas. Lagi pula pengemudi berpenggalaman tidak akan memandang kesalahan diatas sebagai suatu fiksi
.
40
Menjalankan kecepatan kenadaraan di dalam kota yang melampaui kecepatan yang dibolehkan oleh peraturan atau rambu-rambu, memberhentikan atau memparkirkan kendaraan di tempat terlarang oleh peraturan, menggangkut penumpang di luar tempat atau terminal yang ditentukan oleh peraturan, mendahului kendaraan lain tanpa suatu keperluan, tidak memberikan kesempatan dan ruang yang cukup bagi kendaraan lain yang meminta mendahului, tidak mengadakan peneranngan lampu atau isyarat arah yang cukup dari jarak penglihatan dan beberapa hal lainnya itu adalah merupakan tertib lalu lintas maupun sopan santun lalu lintas yang hanya dapat berlaku semata-mata
.
39
Bambang poernomo, Hukum Pidana Kumpulan karangan Ilmiah, Bina Aksara Jakarta,1982, hal 65.
40
Jan Remmelink, Hukum Pidana Komentar Atas Pasal-pasal Terpenting dari Kitab Undang-unang Hukum Pidana Indonesia, PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta, 2003, hal 176
tergantung faktor manusia yang berperan di dalam kendaraan itu dengan kedudukannya sebagai pengemudi.
Peranan pengemudi dalam bidang tertib hukum lalu lintas maupun sopan santun lalu lintas, mempunyai kecendrungan untuk kemungkinan besar terjadinya kecelakaan yang melanggar lalu lintas dengan membawa kerugian harta benda dan manusia. Apabila telah sampai pada persoalan ini, bagi seseorang ahli hukum yang mengenal berlakunya hukum secara filosofis, yuridis, sosiologis. Harus terlebih dahulu berpaling pada suatu pendekatan melalui “Social legal engineering” dalam bidang lalu lintas semua lapisan masyarakat mulai dari pendidikan taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, mulai dari masyarakat di desa sampai kekota, mulai dari anggota masyarakat biasa sampai pada pemuka masyarakat dengan memperkenalkan kepada mereka apa yang dinamakan traffic education, traffic engeneering, serta treffic law enforeement, sebagai bagian dari pada kesadaran hidup bermasyarakat.
Di dalam masalah lalu lintas yang selalu akan unggul dari tertip lalu lintas pada masa kini dan masa yang akan datang, perlu dibentuk “Traffic board” di daerah yang mampu menampung persoalan-persoalan maupun perkembangan lalu lintas serta merumuskan kebijaksanan-kebijaksanan dalam bidang lalu lintas. Di daerah untuk mewujudkan ketertiban, kelancaran dan keamanan lalu lintas di dalam wilayahnya, terutama untuk turut memecahkan pencegahan kecelakaan yang membawa korban harta benda dan manusia, melalui traffic board
pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan dan selanjutnya cara-cara menghadapi hukum apabila diperlukan karena kecelakaan yang terjadi setelah
ditentukan secara kausalitas dapat menjadi tanggungjawab dari penggemudi yang bersangkutan.
Barulah kemudian dilanjutkan dengan tindakan represip berupa tindakan hukum dengan norma-norma dan sanksi pidana sebagaiman telah diajarkan aliran “Ultimum Remedium” yakni obat terakhir pabila sanksi atau uapaya-upaya pada cabang hukum lainnya dianggap tidak mempan.41
Oleh karena itu untuk kepentingan baik pemerintah maupun masyarakat diatur ketentuan-ketentuan mengenai peranan lalu lintas dan angkutan jalan yang meliputi antara lain jaringan lintas angkutan barang-barang, terminal penumpang, fasiliats jalan kaki, fasilitas penyeberangan orang, parkir, rambu-rambu, marka jalan, alat pemberi syarat lalu lintas, perlindungan keselamatan, keamanan, kemudahan bagi pemakai jalan. Sehubungan dengan betapa pentingnya lalu lintas ditengah-tengah kehidupan masyarakat, maka dalam hal ini pemerintah berusaha untuk mengadakan pembangunan dan perbaikan serta pelebaran jalan-jalan raya terutama jalan yang terdapat di tengah jantung kota yang lalu lintasnya sudah sangat padat.
Pembinaan dalam lalu lintas jalan memiliki aspek-aspek pengaturan, pengendalian dan pengawasan lalu lintas yang bertujuan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas disamping aspek kepentingan umum atau masyarakat pemakai jalan, kelestarian lingkungan, teknologi serta koordinasi antar wewenang pembinaan lalu lintas jalan baik di tingkat pusat maupun daerah , serta antar instansi, sektor dan unsur lainnya.
41
Sudarto, Hukum Pidana I, Penerbit Yayasan Sudarto FH Undip, Semarang, 1990, hal 13
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang berasal dari dalam diri sipengemudi, antara lain :
1. Karena Mengantuk
Hal ini terjadi akibat sering sekali para pengemudi kendaraan memaksakan dirinya untuk melanjutkan perjalanannya. Adakalanya seseorang itu sudah lelah dan sudah mengantuk tapi tetap bertahan. Keadaan ini apabila dibiarkan akan cenderung menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Karena sikap yang tidak serius dan tidak setabil terhadap kondisi yang dipaksakan maka pengemudi tersebut tidak dapat mengendalikan kendaraannya.
2. Karena Menghayal
Segala sesuatu yang terjadi pada diri manusia, baik sedih manupun senang, kadang kala dapat mempengaruhi aktifitas manusia itu sendiri. Orang yang sering menghayal akan dominan melalaikan kegiatan yang sering dilakukannya. Sama halnya kebanyakan orang khususnya pengemudi. Yang menjadi bahan pemikirannya sehingga seorang itu harus menghayal sring disebabkan oleh masalah-masalah pribadi. Hal seperti ini juga dapat menjadi penyebab kacelakaan lalu lintas.
3. Karena Mengobrol
Kebiasaan buruk pengemudi dengan teman-temannya atau penumpang adalah keasyikan mengobrol. Ada dua sisi yang ditimbulkan apabila seseorang itu
bercerita atau mengobrol dengan temannya atau penumpanggnya sambil mengemudikan kendaraannya, antara lain:
1. sisi positip: sipengemudi terlupa akan keletihan atau rasa kantuk yang dialaminya. Sehingga sipengemudi tetap bugar dalam menjalankan tugasnya sebagai pengemudi.
2. sisi negatif: bahwa karena keasyikan ngobrol, maka sipengemudi dapat melakukan hal-hal refleks yang dapat menggangu keamanan dan keselamatan penumpang.
Obrolan tidak hanya dilakukan pengemudi dengan penumpangnya atau dengan orang yang ada dibelakangnya. Tapi dalam hal ini juga mencakup obrolan yang dilakukan via telepon (handphone). Maraknya alat komunikasi membuat orang gampang memperolehnya.
4. Karena Kurang Hati-hati dalam Mengatur Kecepatan (Ugal-ugalan)
Pengemudi sangat senang bila dapat mendahului kendaraan yang ada didepannya. Kecepatan yang tidak mempunyai keseimbangan dengan kecepatan kendaraan yang didahuluinya dapat menimbulkan suatu kecelakaan. Kecepatan yang sangat tinggi dapat berakibat buruk, karena tidak berhati-hati dapat menabrak yang datang dri arah yang berlainan. Hal ini khususnya terjadi pada remaja, yang mengemudikan kendaraan sesuka hati dijalan pada saat mereka konvoi dengan teman-temannya.
5. Karena Belum Terampil Mengemudikan Kendaraan
Kemahiran atau keterampilan seseorang dalam mengemudikan sangat dibutuhkan guna mencegah timbulnya kecelakaan lalu lintas. Seseorang yang