• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai Privacy Concern pada remaja

pengguna Facebook, ada dua saran yang dapat diberikan:

1. Bagi Remaja pengguna Facebook

Guna megantisipasi berbagai potensi penyalahgunaan, remaja

pengguna Facebook pada khususnya dan media sosial lain pada umumnya

perlu memperhatikan dan peduli pada privasi. Hal ini dapat dilakukan

dengan cara mengelola pengaturan privasi secara rutin. Selain itu, remaja

mengantisipasi adanya respon negatif dari pengguna medsos lainnya

(netizen) dan untuk mengantisipasi jerat pidana pelanggaran UU ITE.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian selanjutnya perlu untuk memperhatikan jumlah subjek

penelitian yang masif sehingga mampu merepresentasikan total populasi

pengguna media sosial. Selain itu, peneliti selanjutnya juga perlu

memperhatikan proporsi karakteristik subjek penelitian. Mengingat bahwa

alat ukur ini tidak dianggap sebagai skala multidimensi, penelitian

selanjutnya dapat melakukan analisa korelasi tiap aspek untuk melihat

hubungan dan keterkaitan tiap aspek dalam kontribusinya pada privacy

DAFTAR ACUAN

Acquisti, A. dan Gross, R. (2006). Imagined communities: awareness, information sharing, and privacy on the facebook. dalam G. Danezis & P. Golle (Eds.). (2011). Privacy enhancing technologies (Hal 36-58). Cambridge, UK: Springer-V erlag Berlin Heidelberg.

A ffan, H. (2010, 17 Februari). Remaja menjadi 'korban' Facebook. BBC Indonesia. Diakses pada 20 Januari 2016 pukul 14. 45 WIB dari laman http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2010/02/100217_faceboo k.shtml

A sosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2015). Profil Pengguna Internet Indonesia 2014. Jakarta:A PJII.

Boyd, D. dan Ellison, N. (2008) Social Network Sites: Definition, History and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication, 13, 210230.

Buntaran, F. A. A. dan Helmi, A. F. (2015). Peran Kepercayaan Interpersonal Remaja yang Kesepian dalam Memoderasi Pengungkapkan Diri pada Media Jejaring Sosial Online. Jurnal Psikologi Universitas Gadjah Mada, 1(2), 106-119.

Castañeda, J. dan Montoro, F. (2007). The effect of Internet general privacy concern on customer behavior. Electronic Commerce Research, 7(2), 117-141.

Christofides, E., Muise, A., dan Desmarais, S. (2009). Information disclosure & control on Facebook: Are they two sides of the same coin ortwo different processes? CyberPsychology & Behavior, 12(3), 341-345.

Clark-Carter, D. (2010). Quantitative Psychological Research: a Student’s Handbook. 3rd ed. New Y ork: Psychology Press.

Creswell, J.W. (2011). Educational Research : Planing, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Boston : Pearson Educatio, Inc.

Davies, C. dan Eynon, R.(2013). Teenagers and Technology. New Y ork: Routledge.

Debatin, B., Lovejoy, J. P., Horn, A. K., dan Brittany N. H. (2009). Facebook & Online Privacy: Attitudes, Behaviors & Unintended Consequences. Journal of Computer Mediated Communication 15, 83-108.

Diina, Nirmala (2013). Persepsi Remaja dan Orangtua terhadap Penggunaan Facebook. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1), 1-20.

Dolnicar, S., dan Jordaan, Y . (2006) Protecting customer privacy in the company's best interest. Australasian Marketing Journal, 14(1), 39-61.

Ellison, N. B., Steinfeld, C., dan Lampe, C. (2007). The benefits of Facebook

“friends:” Social capital and college students’ use of online social network

sites. Journal of Computer-Mediated Communication, 12(4), 1143-1168.

Fadhal, S. dan Nurhajati, L. (2012). Identifikasi Identitas Kaum Muda di Tengah Media Digital. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Pranata Sosial, 1(3), 176- 200.

Global Indonesian V oices (2014). Social media craze in Indonesia. Diakses pada 8 Januari 2015 pukul 20.25 WIB dari laman https://vulcanpost.com/7358/social-media-craze-indonesia/

Global Web Index (2014). GWI Social Report: GlobalWebIndex’s quarterly report on the latest trends in social network usage & engagement. Diakses pada tanggal 2 September 2014 pukul 15.49 WIB dari laman https://www.globalwebindex.net/products/report/gwi-social-january-2014.

Global Web Index (2015). GWI Social: GlobalWebIndex’s quarterly report on the latest trends in social networking. Diunduh pada tanggal 17 September 2015 pukul 21.49 WIB dari laman http://www.thewebmate.com/wp- content/uploads/2015/05/GWI-Social-Report-Q1-2015.pdf

Govani, T., dan Pashley, H. (2005). Student awareness of the privacy implications when using Facebook. unpublished paper presented at the “Privacy Poster

Fair” at the Carnegie Mellon University School of Library and Information Science, 9, 1-17. Diunduh pada 10 Oktober 2016 pukul 19.12 WIB dari laman http://lorrie.cranor.org/courses/fa05/tubzhlp.pdf

Grimmelmann, J. (2009). Saving Facebook. University of Iowa Law Review, 94, 1137- 1216.

Hadi, S. (1994). Analisis butir analisis butir instrumen angket, tes dan skala nilai dengan basica. Y ogyakarta : Pustaka Pelajar.

Hartono, Y . (2011). Aktifitas Komunikasi Masyarakat Melalui Situs Jejaring Sosial. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 15(2), 175-190.

Haythornthwaite, C. (2001). Introduction: The Internet in Everyday Life. American Behavioral Scientist, 45(3), 363-382.

Hollenbaugh, E. dan Ferris, A. (2014). Facebook self-disclosure: Examining the role of traits, social cohesion, and motives. Computers in Human Behavior, 30(Jan 2014), 5058.

Hong, W., dan Thong, J. Y . (2013). Internet privacy concerns: A n integrated conceptualization and four empirical tests. MIS Quarterly, 37(1), 275-298.

Indarini, N. (2014, 22 Januari). Bermula dari Facebook, Ini Beberapa Kasus Kriminal yang Menimpa Remaja. detikHealth. Diakses pada 20 Januari 2016 pukul 15.23 WIB dari laman http://health.detik.com/read/2014/01/22/145746/2474924/775/bermula- dari-facebook-ini-beberapa-kasus-kriminal-yang-menimpa-remaja

Introna, L. D., dan Pouloudi, A. (1999). Privacy in the Information Age: Stakeholders, interests & values. Journal of Business Ethics, 22, 27-38.

Karman (2014). Media Sosial: A ntara Kebebasan dan Eksploitasi. Jurnal Studi Komunikasi dan Media, 18(1), 75-88.

Kemp, S. (2016) Digital in 2016: We Are Social’s Compendium of Global Digital, Social, and Mobile Data, Trends, and Statistics. Diunduh pada tanggal 17 September 2015 pukul 22.04 WIB dari laman http://wearesocial.com/sg/special-reports/digital-2016

Korpijaakko, M. (2015). Cracking Facebook: The Importance of Understanding Technology-Based Communication. Rotterdam: Sense Publisers.

Larson, R. dan W ilson, S. (2004). Adolescence across Place and Time: Globalization and the Changing Pathways to Adulthood. In Handbook of Adolescent Psychology. New Y ork: W iley.

Lewis, K., Kaufman, J., dan Christakis, N. (2008). The Taste for Privacy: A n A nalysis of College Student Privacy Settings in an Online Social Network. Journal of Computer Mediated Communication, 14, 79-100.

Lin, K. Y ., dan Lu, H. P. (2011). Why people use social networking sites: A n empirical study integrating network externalities and motivation theory. Computers in Human Behavior, 27(3) , 1152-1161.

Livingstone, S. (2008). Taking risky opportunities in youthful content creation:

Teenager’s use of social networking sites for intimacy, privacy, & self- expression. New Media & Society, 10(3) , 393-411.

Madge, C., Meek, J., Wellens, J., dan Hooley, T. (2009). Facebook, social integration & informal learning at university:'It is more for socializing & talking to friends about work than for actually doing work'. Learning, Media & Technology, 34(2), 141-155.

Majorsy, U., Kinasih, A. D., Andriani, I., dan Lisa, W. (2013). Hubungan antara Keterampilan Sosial dan Kecanduan Situs Jejaring Sosial pada Masa Dewasa Awal. Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Teknik Sipil) Bandung, Jawa Barat, Indonesia. p78-84.

Malhotra, N.K., Kim, S.S., dan Agarwal, J. (2004). Internet users’ information

privacy concerns (IUIPC): The construct, the scale, and a causal model. Information Systems Research, 15(4), 336-355.

Margulis, S. (2011). Three Theories of Privacy: A n Overview. Dalam Trepte, S. dan Reinecke, L. (Eds.). (2011). Privacy Online: Perspectives on Privacy and Self-Disclosure in the Social Web (Hal 9-18). New Y ork: Springer.

Markel, M. (2005). The rhetoric of misdirection in corporate privacy-policy statements. Technical Communication Quarterly, 14(2), 197-214.

Maryulis (2014). Pengaruh Aktivitas di Media Sosial Terhadap Rutinitas Blogger Sumatera Barat. Jurnal Pekommas, 17(2), 119-128.

McKenna, K., dan Bargh, J. (1988). Coming out in the age of Internet: Identity

“demarginalization” through virtual group participation. Journal of Personality and Social Psychology, 75, 681-694.

Milne, G., Rohm, A., dan Bahl, S. (2004). Consumers' protection of online privacy and identity. Journal of Consumers Affairs, 38(2), 217-232.

Miyazaki, A. dan Fernandez, A. (2000). Internet Privacy and Security: A n Examination of Online Retailer Disclosures. Journal of Public Policy & Marketing, 19(1), 54-61.

Miyazaki, A. dan Fernandez, A. (2001) Consumer perceptions of privacy and security risks for online shopping. Journal of Consumer Affairs, 35(1), 27- 44.

Moshman, D. (2011). Adolescent Rationality and Development: Cognition, Morality, and Identity. 3rd ed. New Y ork: Psychology Press.

Muise, A., Christofides, E., dan Desmarais, S. (2009). More information than you ever wanted to know Does Facebook bring out the green-eyed monster of jealousy? CyberPsychology & Behavior, 12(4), 441-444.

Nosko, A., Wood, E., dan Molema, S. (2009). A ll about me: Disclosure in online social networking profiles: The case of Facebook. Computers in Human Behavior, 26(2010), 406-418.

Nurmandia, H., W igati, D., dan Masluchah, L. (2013). Hubungan antara Kemampuan Sosialisasi dengan Kecanduan Jejaring Sosial. Jurnal Penelitian Psikologi, 4(2), 107-119.

Nyshadham, E. dan Minton, R. (2013). A ffect and risksin IS research. Proceedings of the Sixteenth Annual Conference for the Southern Association of Information Systems. Diunduh pada 4 Maret 2016 pada pukul 16.12 WIB dari laman http://ssrn.com/abstract=2225446.

O’Neil, D. (2001) Analysis of Internet Users’ Level of Online Privacy Concerns.

Social Science Computer Review, 19(1), 17-31.

O'Keeffe, G. dan Clarke-Pearson, K. (2011). Clinical Report-The Impact of Social Media on Children, Adolescents, and Families, 127(4), 800-804.

Park, N., Jin, B. dan Jin, A. (2011). Effects of self-disclosure on relational intimacy in Facebook. Computers in Human Behavior, 27(5), 1974-1983.

Peluchette, J., dan Karl, K. (2008). Social networking profiles: A n examination of student attitudes regarding use & appropriateness of content. CyberPsychology & Behavior, 11(1), 95-7.

Pempek, T.A., Y ermolayeva, Y .A., dan Calvert, S.L. (2009). College students' social networking experiences on Facebook. Journal of Applied Developmental Psychology, 30, 227-238.

Peter, J. dan Valkenburg, P. (2011 ). Adolescents’ Online Privacy: Toward a

Developmental Perspective. Dalam Trepte, S. dan Reinecke, L. (Eds.). (2011). Privacy Online: Perspectives on Privacy and Self-Disclosure in the Social Web (Hal 221-234). New Y ork: Springer.

Pramiyanti, A., Putri, I. P., dan Nureni R. (2014). Motif Remaja dalam Menggunakan Media Baru: Studi pada Remaja di Daerah Sub-Urban Kota Bandung. KomuniTi, 6(2), 95-103.

Prasetya, E. (2015, 11 September). Kasus-kasus status iseng di Facebook berujung masalah. Merdeka.com. Diakses pada 20 Januari 2016 pukul 15.10 WIB dari laman http://www.merdeka.com/peristiwa/kasus-kasus-status-iseng-di- facebook-berujung-masalah.html

Prayitno, A. L. (2013. Pengaruh Social Influence Process terhadap Participation Behavior Pengguna Twitter di Surabaya. Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2), 1-13.

Pribadi, A. S., Pratiwi, M. M. S., dan Brotowidagdo, R. (2011). Motif A filiasi Pengguna Aktif Facebook. Proyeksi, 6(2), 50-57.

Pusat Bahasa (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Putri, D. K., Nirwana, M. D., dan Sobari, W. (2012). Analisis Manajemen Privasi Komunikasi Korban Cyberstalking dalam Facebook. Diakses pada 18 April 2016 pukul 18.40 WIB dari laman http://interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/120/118

Rianto, Y ., Lumanto, R., dan Meiningsih, S. (Eds.) (2013). Potret Belanja Online di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Sarana Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Rifon, N. J., LaRose, R., dan Lewis, M. L. (2007). Resolving the Privacy Paradox: Toward a social-cognitive theory of consumer privacy protections. Diunduh dari laman https://www.msu.edu/~wirthch1/privacyparadox07.pdf pada 2 Januari 2016 pukul 21.24 WIB.

Rohm, A. dan Milne, G. (2004). Just what the doctor ordered: The role of information sensitivity and trust in reducing medical information privacy concern. Journal of Business Research, 57(9), 1000-1011.

Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologi dari blog menjadi buku. Y ogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Santrock, J. W. (2010) Life-Span Development. 13th Edition. New Y ork: McGraw- Hill.

Santrock, J. W. (2014) Adolescence. 15th ed. New Y ork: McGraw-Hill Education.

Schofield, C dan Joinson, A. (2008). Privacy, Trust, and Disclosure Online. Dalam Azy, B. (Ed.). (2008). Psychological Aspects of Cyberspace-Theory, Research, Applications (Hal 13-31). New Y ork: Cambridge University Press.

Sheehan, K.B. dan Hoy, M.G. (2000). Aspekons of privacy concern among online consumers. Journal of Public Policy & Marketing, 19(1), 62-73.

Sikape, H. J. (2014). Persepsi Komunikasi Pengguna Media Sosial pada Blackberry Messenger Twitter dan Facebook Oleh Siswa SMAN 1 Tahuna. Journal

“Acta Diurna”, 3(3).

Sledgianowski, D., dan Kulviwat, S. (2009). Using social network sites: The effects of playfulness, critical mass and trust in a hedonic context. Journal of Computer Information Systems, 49(4), 74-83.

Smith, H., Milberg, S., dan Burke, S. (1996). Information Privacy: Measuring Individuals' Concerns about Organizational Practices. MIS Quarterly, 20(2), 167-196.

Sofiyyah (2015). Konstruksi Makna Path sebagai Media Komunikasi Interpersonal dalam Dunia Sosial V irtual di Kalangan Mahasiswa. Jom FISIP, 2(1), 1-11.

Special, W. dan Li-Barber, K. (2012). Self-disclosure and student satisfaction with Facebook. Computers in Human Behavior, 28(2), 624630.

Steg, L., Berg, A., de Groot, J. (2013) Environmental psychology: an introduction. Oxford, UK: Blackwell Publishing.

Subrahmanyam, K. dan Šmahel, D. (2011). Digital Youth: The Role of Media in Development. New Y ork: Springer.

Sularto, L. (2004). Pengaruh Privasi, Kepercayaan, dan Pengalaman terhadap Niat Beli Konsumen Melalui Internet. Jurnal Ekonomi & Bisnis, 3(9), 138-155.

Suparno, B. A., Sosiawan, E. A., dan Tripambudi, S. (2012). Situs Jejaring Sosial dan Identitas Diri Remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 85-102.

Supratiknya, A. (2014). Pengukuran Psikologis. Y ogyakarta: Penerbit Universitas Sanata Dharma.

Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi Validitas Isi dalam Asesmen Psikologis. Y ogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Taddei, S. dan Contena, B. (2013). Privacy, Trust and Control: W hich Relationships with Online Self-Disclosure? Computers in Human Behavior, 29(3), 821- 826.

Taraszow, T., Elena, A., Georgina, S., Y iannis, L., dan Asyu, A. (2010). Disclose of personal & contact information by young people in social networking sites: A n analysis using Facebook© profiles as an example. International Journal of Media & Cultural Politics, 6(1), 81-102.

Timm, D. M. dan Duven, C. J. (2008). Privacy and Social Networking Sites. New Directions for Student Services, 124, 89-102.

Tufekci, Z. (2008). Can Y ou See Me Now? Audience & Disclosure Regulation in Online Social Network Sites. Bulletin of Science & Technology, 28(1), 20-36.

Turow, J. dan Hennessy, M. (2007). Internet privacy & institutional trust: insights from a national survey. New Media & Society, 9, 300-318.

V alkenburg, P.M., Schouten, A.P., dan Peter, J. (2005). Adolescents' Internet-based identity experiments: A n exploratory survey. New Media & Society, 7, 383- 402.

V ulcanpost.com (2014) Social Media Craze In Indonesia. diunduh dari laman https://vulcanpost.com/7358/social-media-craze-indonesia/ pada 20 Juli 2015 pukul 14.45 WIB.

W iley, C. dan Sisson, M. (2006). Ethics, accuracy & assumption: The use of Facebook by students & employers. Proc. of the Southwestern Ohio Council for Higher Education Special Topics Forum. Dayton, Ohio, USA .

W interdyk, J. dan Thompson, N. (2008). Student & Non Student Perceptions & Awareness of Identity Theft. Canadian Journal of Criminology & Criminal Justice, April 2008,153-186.

Youn, S. (2005). Teenagers’ perceptions of online privacy & coping behaviours: A

riskbenefit appraisal approach. Journal of Broadcasting & Electronic Media, 49(1), 86-110.

Zakaria, I. (2015). Remaja Indonesia makin tergantung dengan Facebook ketika liburan. Diunduh dari laman http://www.techno.id/social/remaja-indonesia- makin-tergantung-dengan-facebook-ketika-liburan-150701k.html pada 20 Januari 2016 pukul 20.14 WIB.

Zhao, S., Grasmuck, S., dan Martin, J. (2008). Identity construction on Facebook: Digital empowerment in anchored relationships. Computers in Human Behavior, 24, 1816-1836.

Zlatolas, L., Welzer, T., Heričko, M., dan Hölbl, M. (2015). Privacy antecedents for SNS self-disclosure: The case of Facebook. Computers in Human Behavior, 45(Apr 2015), 158167.

LAMPIRAN 1

SKALA PENGUKURAN PSIKOLOGIS

(dalam rangka memenuhi tugas akhir kuliah)

Y ohanes W ahyu Setia Jati 099114060

FA KULTAS PSIKOLOGI

UNIV ERSITAS SANATA DHARMA

FORM PERSETUJUAN

Dengan hormat,

Dalam rangka penelitian untuk penulisan skripsi, saya mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Y ogyakarta hendak meminta bantuan A nda untuk mengisi kuisioner yang sudah disediakan di bawah ini.

Penelitian ini mengenai perhatian akan privasi atau yang dikenal juga dengan nama privacy concern pada pengguna Facebook. Untuk itu, saya meminta kesediaan A nda untuk meluangkan waktu serta berpartisipasi dalam mengisi kuesioner yang telah disediakan.

Secara umum kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan yang berkaitan perhatian akan privasi atau yang dikenal juga dengan nama privacy concern dalam konteks penggunaan Facebook. Sebelum memulai pengerjaan, isilah data yang tertera pada bagian Identitas Diri. Bacalah dengan teliti Petunjuk Pengisian sebelum mengisi jawaban dari pernyataan yang ada.

Tidak ada jawaban yang salah dalam kuisioner ini. Semua jawaban yang A nda berikan adalah tepat sepanjang hal itu sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan A nda yang sesungguhnya.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa jawaban yang A nda berikan bersifat pribadi. Semua informasi yang didapat dari responden akan diperlakukan sebagai sesuatu hal yang bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk penyusunan penelitian.

Dengan mengisi kuesioner ini A nda dapat melihat kembali pengalaman A nda dalam menggunakan Facebook dari pertama hingga saat ini. Hal ini tentu dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dalam memberikan jawaban-jawaban pada kuesioner ini. Kendatipun demikian, saya berharap Anda dapat sepenuhnya berpartisipasi.

Atas waktu dan perhatian Saudara, saya mengucapkan terimakasih.

Saya yang bertandatangan di bawah ini menyanggupi permohonan di atas dan bersedia untuk mengisi kuisioner yang ada di bawah ini.

Y ogyakarta, Desember 2016.

_________________ Y . W ahyu Setia Jati

_________________ Partisipan

IDENTITAS DIRI

Inisial :

Usia : tahun

Jenis kelamin :

Laki-laki

Perempuan

Pendidikan terakhir :

SD

SMP

SMA/SMK

Diploma/Sarjana Berapa lama menjadi pengguna Facebook?

< 2 tahun

2-4 tahun

4-6 tahun

6-8 tahun

8-10 tahun

> 10 tahun

Seberapa sering mengakses Facebook?

beberapa kali dalam sehari

sekali dalam sehari

sekali seminggu

beberapa kali seminggu

sekali dalam sebulan

setahun sekali Berapa lama waktu pada saat mengakses Facebook?

< 1 jam

1-2 jam

2-3 jam

3-4 jam

> 4 jam Berapa jumlah teman di Facebook?

< 500

501-1000

1001-1500

1501-2000

> 2000 Apa yang paling sering dilakukan di Facebook?

mencari teman baru

bermain games

membuat obrolan (chat/message, comment, menulis di wall)

melihat-lihat linimasa (timeline)

update status (what’s on your mind?) dan profil

lainnya:

PETUNJUK PENGISIAN

Berikut terdapat sejumlah pernyataan yang terkait dengan pengalaman A nda dan pada setiap pernyataan terdapat enam pilihan jawaban.

Berikan tanda (X) pada kotak yang A nda anggap paling menggambarkan diri A nda.

Pilihan jawabannya adalah:

STS : Sangat Tidak Setuju TS : Tidak Setuju

S : Setuju

SS : Sangat Setuju

Dalam Skala ini, tidak ada jawaban yang benar maupun salah untuk setiap

pernyataan. Semua jawaban yang A nda pilih merupakan jawaban yang paling sesuai dengan diri A nda. Kami berharap A nda menjawab dengan jujur.

Terimakasih atas kerjasama, serta kesediaannya untuk mengisi skala ini.

No. Pernyataan STS TS S SS

1 Saya senang ketika bisa berbagi foto selfie di tempat-tempat yang saya datangi.

2

Saya yakin bahwa apa yang saya

ungkapkan melalui Facebook belum tentu dapat menyebar luas (viral) dengan cepat.

3

Saya cemas ketika beberapa teman mengabarkan kalau akun Facebook miliknya telah diretas.

4

Saya mengubah pengaturan supaya akun Facebook saya sulit ditemukan lewat penelusuran alamat email.

5 Siapa pun dapat menemukan akun Facebook saya lewat penelusuran email. 6 Siapa pun dapat memulai percakapan

(chat/message) dengan saya.

7

Saya kurang nyaman jika apa yang saya ungkapkan lewat Facebook

disalahgunakan oleh orang lain.

8 Saya mengungkapkan semua informasi pribadi melalui Facebook secara spontan.

9

Pada saat pertama kali membuat akun, saya kurang nyaman ketika Facebook meminta informasi pribadi.

10 Hanya saya yang mengetahui kata sandi akun Facebook milik saya.

11

Saya mencegah (block) beberapa teman sehingga mustahil bagi mereka untuk mengajak saya menyukai (like) laman tertentu (page).

12

Saya menganggap bahwa sangat kecil kemungkinan Facebook menjual informasi pribadi penggunanya pada pihak lain.

13

Saya mencegah (block) beberapa teman sehingga sulit bagi mereka untuk menyampaikan undangan menghadiri perisitiwa tertentu (event).

14

Saya tetap nyaman sekalipun saya menemukan kesulitan untuk mengedit postingan lama di laman Facebook saya.

15

Saya membatasi akses pengguna lain terhadap postingan lama di 'wall' Facebook saya.

16

Saya kurang nyaman ketika sesuatu yang saya ungkapkan lewat Facebook menjadi viral dan diluar kendali saya.

17 Saya mempertimbangkan apa yang perlu saya ungkapkan ketika update status.

18

Saya akan segera mengakses akun Facebook sesaat setelah mendapatkan notifikasi tanggapan terbaru

(comment/like).

19

Saya membagikan kata sandi akun Facebook pada orang lain yang saya percaya.

20 Saya mengabaikan komentar teman lain pada laman Facebook saya.

21

Saya membatasi pengguna lain yang ingin

menuliskan sesuatu di ‘wall’ Facebook saya.

22 Saya memastikan berapa jumlah like yang saya dapat dari postingan terbaru.

23 Saya menceritakan setiap aktivitas sehari- hari di laman Facebook saya.

24

Saya akan tetap berteman sekalipun teman saya mengakses akun Facebook saya tanpa izin.

25 Saya suka mengungkapkan tempat di mana saya pernah belajar (sekolah/kuliah).

26

Saya menganggap bahwa berbagai informasi pribadi memang perlu

diungkapkan ketika pertama kali membuat akun Facebook.

27

Saya ragu ketika menandai lokasi tempat saya beraktivitas dan membaginya di laman Facebook.

28 Saya melihat siapa saja yang memberi komentar pada postingan terbaru saya.

29

Saya akan berpikir dua kali sebelum mengunggah foto mesra saya dengan kekasih.

30 Saya gelisah ketika saya kesulitan untuk menghapus postingan tertentu.

31

Saya membiakan siapa saja boleh

menuliskan apa pun di ‘wall’ Facebook saya.

32

Saya membiarkan teman saya untuk leluasa menandai (tag) saya pada postingan teman-teman saya.

33

Saya membiarkan siapa pun mengundang saya untuk menghadiri perisitiwa tertentu (event).

34 Saya enggan menghapus postingan terdahulu dari laman Facebook saya.

35

Saya menolak tawaran fitur untuk menyimpan kata sandi yang disediakan oleh peramban (browser).

36 Sulit bagi saya untuk menghapus akun Facebook yang saya miliki selama ini.

37

Saya mengatur supaya akun Facebook saya sukar ditemukan lewat penelusuran nomor ponsel (smartphone).

38

Saya ragu untuk membagikan foto-foto selfie di tempat-tempat yang saya kunjungi.

39

Saya yakin bahwa Facebook menjaga keamanan informasi milik penggunanya dari serangan peretas (hacker)

40

Saya mengatur setting privasi Facebook supaya akun saya sulit ditemukan ketika googling.

41

Siapa pun dapat menemukan profil Facebook saya hanya dengan menuliskan nama saya ketika Googling.

42

Hanya teman dari teman saya (Friends of Friends) yang dapat menambahkan saya ke daftar permintaan pertemanan.

43 Semua orang dapat melihat foto-foto yang saya unggah di album Facebook.

44

Saya enggan untuk menuliskan tempat saya belajar sebelumnya (sekolah/kuliah) pada laman Facebook saya.

45

Saya mencegah (block) beberapa teman sehingga mustahil bagi mereka untuk mengundang saya bergabung ke dalam group.

46 Saya suka memposting apapun di laman Facebook saya.

47

Saya menyadari bahwa sesuatu yang sudah saya unggah lewat Facebook dapat

menyebar luas dengan cepat.

48

Saya memperbolehkan siapa pun untuk mengundang saya bergabung ke dalam group.

49 Saya membiarkan peramban (browser) menyimpan kata sandi secara otomatis. 50 Saya sengaja membiarkan postingan lama

dapat ditelusur oleh siapa pun.

51

Saya membatasi agar postingan saya sulit

Dokumen terkait