Saran dari penelitian pengembangan ini adalah:
1) Guru hendaknya menggunakan alat peraga pesawat sederhana yang telah penulis kembangkan untuk membelajarkan konsep pesawat sederhana kepada siswa.
44
2) Guru atau peneliti yang hendak melanjutkan penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan alat peraga pesawat sederhana lebih lanjut dengan tampilan yang lebih menarik dan efisien.
3) Pada penelitian yang akan datang diharapkan dapat melakukan pengujian alat peraga yang dikembangkan dibandingkan dengan alat peraga produksi pabrikan untuk mengetahui kelebihan atau tingkat efisiensi alat percobaan yang dikembangkan.
DAFTAR PUSTAKA
Asyhar, Rayandra. 2011. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Gaung Persada (GP) Press. Jakarta.
Badarudin. 2011. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran. http:// ayahalby.wordpress.com /2011/02/23/model-pengembangan-perangkat-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 20 April 2012 Gumawan. 1996. Pengembangan Alat Peraga SMP. Bumi Aksara. Jakarta. Potter, Arfiy. 2010. Skripsi Pengembangan Multimedia.
http://sekripsiku.blogspot. com/ 2010/02/bab-iii.html. Diakses pada tanggal 19 April 2012.
Setyosari, Punaji. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Prenada Media Group. Jakarta.
Sudrajat, Akhmad. 2008. Media Pembelajaran.
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/konsep-media-pembelajaran/. Diakses pada tanggal 20 April 2012.
Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. 2007. Media Pembelajaran. CV Wacana Prima. Bandung.
Suyanto, Eko dan Sartinem. 2009. Pengembangan Contoh Lembar Kerja Fisika Siswa dengan Latar Penuntasan Bekal Awal Ajar Tugas Studi Pustaka dan Keterampilan Prosesuntuk SMA Negeri 3 Bandar Lampung. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2009. Bandarlampung: Unila.
Wahyudi, Adip. 2011. Model Penelitian Pengembangan Borg and Gall (1983). http://adipwahyudi.blogspot.com/2011/01/model-penelitian-pengembangan-borg-and.html. Diakses pada tanggal 20 April 2012.
Wasis, Sukis dan Yuli Irianto. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan IPA Terpadu untuk Kelas IX SMP/MTs. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
6
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian Pengembangan
Penelitian pengembangan merupakan jenis penelitian yang berorientasi pada pengembangan dan validasi produk. Penelitian pengembangan sering dikenal dengan Research and Development (R&D). Menurut Setyosari (2010:214) penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk
mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan.
Sukmadinata dalam Potter (2010:1) menyatakan bahwa:
Penelitian dan pengembangan adalah proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggungjawabkan.
Penelitian pengembangan merupakan proses untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada dan memvalidasi produk tersebut untuk mengetahui layak atau tidak untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
Sedangkan Badarudin (2011:1) mengemukakan bahwa:
Pengembangan perangkat pembelajaran adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran berdasarkan teori pengembangan yang telah ada.
7 Borg dan Gall dalam Wahyudi (2011:1) mengemukakan bahwa:
Riset dan pengembangan bidang pendidikan (R & D) adalah suatu proses yang digunakan untuk mengembangkan dan mengesahkan produk bidang pendidikan.
Berdasarkan pemaparan di atas maka penelitian pengembangan adalah serangkaian proses untuk menghasilkan atau memperbaiki suatu produk pembelajaran yang sudah ada kemudian divalidasi berdasarkan teori
pengembangan yang telah ada melalui beberapa proses atau tahapan-tahapan agar sesuai sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
Adapun prosedur penelitian pengembangan menurut beberapa pendapat antara lain:
Menurut Suyanto dan Sartinem (2009: 16) terdapat tujuh prosedur pengembangan produk dan uji produk, yaitu:
(1) Analisis kebutuhan, (2) Identifikasi sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan, (3) Identifikasi spesifikasi produk yang diinginkan pengguna, (4) Pengembangan produk, (5) Uji internal: Uji spesifikasi dan Uji operasionalisasi produk, (6) Uji eksternal: Uji kemanfaatan produk oleh pengguna, (7) Produksi.
Sedangkan menurut Asyhar (2011: 95) adalah sebagai berikut:
(1) Analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, (2) Merumuskan tujuan pembelajaran, (3) Merumuskan butir-butir materi, (4) Menyusun instrumen evaluasi, (5) Menyusun naskah/ draft media, (6) Melakukan validasi ahli dan (7) Melakukan uji coba/ tes dan revisi.
Penelitian pengembangan ini mengikuti prosedur pengembangan yang sudah ada, mulai dari menganalisis kebutuhan sampai melakukan uji coba dan kemudian produksi.
8 Menurut Borg dan Gall dalam Wahyudi (2011:1) setidaknya terdapat sepuluh langkah dalam melakukan penelitian pengembangan, yaitu:
(1) Research and information collecting; yaitu merumuskan kerangka penelitian;(2) Planning; yaitu merumuskan kecakapan daaan keahlian yang berkaitan dengan permasalahan;(3) Develop preliminary form of product; yaitu mempersiapkan komponen pendukung; (4) Preliminary field testing; yaitu melakukan uji coba awal; (5) Main product revision; melakukan perbaikan terhadap produk awal; (6) Main field testing; yaitu uji coba utama secara luas; (7) Operational product revision; yaitu melakukan perbaikan setelah uji coba secara luas; (8) Operational field testing; yaitu uji vlidasi terhadap produk yang sudah diperbaiki; (9) Final product
revision; yaitu perbaikan akhir terhadap model produk yang dikembangkan; (10) Dissemination and implementation; yaitu menyebarluaska produk yang dikembangkan.
Berdasakan uraian di atas dalam penelitian pegembangan yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk maka harus melalui beberapa tahapan (prosedur) agar produk yang dihasilkan berkualitas baik, bermanfaat dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
B. Media Pembelajaran
Media pembelajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan dan berfungsi menyampaikan pesan pembelajaran dari penyampai pesan (guru) kepada penerima pesan (siswa).
Susilana dan Riyana (2007: 5) menjelaskan bahwa kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau penghantar.
9 Susilana dan Riyana (2007: 6) mengemukakan bahwa:
Media pembelajaran selalu terdiri atas dua unsur penting, yaitu unsur peralatan atau perangkat keras (hardware) dan unsur pesan yang dibawanya (message/software). Dengan begitu, media pembelajaran memerlukan peralatan untuk menyajikan, namun yang terpenting bukanlah peralatan itu, tetapi pesan atau informasi belajar yang dibawakan oleh media tersebut.
Media pembelajaran merupakan semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran yang dapat berupa hardware
dan software. Media pembelajaran memiliki cakupan yang sangat luas, karena semua sumber yang diperlukan dalam pembelajaran merupakan
media pembelajaran.
Sedangkan menurut National Education Associaton dalam Sudrajat (2008:1) Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras yang dapat digunakan dalam pembelajaran utuk mempemudah proses pembelajaran.
Menurutnya media pembelajaran mempunyai beberapa fungsi diantaranya: (a) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik
berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. (b) Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang
dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial. (c) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. (d) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. (e) Media menghasilkan keseragaman pengamatan. (f) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. (g) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. (h) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk
10 belajar. (i) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
Media pembelajaran mempunyai beberapa fungsi dalam proses pembelajaran diantaranya membangkitkan keinginan dan minat baru, menumbuhkan motivasi belajar dan memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak dan lain-lain tergantung dari jenis media yang digunakan.
Menurut Sudrajat (2008:2)terdapat berbagai jenis media belajar antara lain: (1) Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik. (2) Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan
sejenisnya. (3) Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya. (4) Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Berdasarkan pengertian di atas, maka media pembelajaran merupakan segala sesuatu (baik benda hidup maupun benda mati) yang dapat menyalurkan pesan dari suatu sumber, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar secara efisien dan efektif pada diri peserta didik. Sedangkan beberapa manfaat dari penggunaan media pembelajaran antara lain adalah dapat memperjelas penyajian pesan informasi, dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian siswa sehingga menimbulkan motivasi belajar, interaksi secara langsung antara siswa dan
lingkungannya dan meningkatkan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya tanpa kepasifan.
11 C. Alat Peraga IPA
Alat alat peraga pembelajaran adalah semua benda dan sarana yang dapat
digunakan dalam proses pembelajaran agar dapat memperjelas dan mempermudah peserta didik dalam memahami materi pelajaran.
Gumawam (1996) mendefinisikan alat peraga pembelajaran (teaching aids audiovisual ) adalah alat-alat yang digunakan oleh guru pada saat mengajar untuk memperjelas materi pelajaran dan mencegak terjadinya verbalisme pada siswa Sedangkan alat peraga IPA sederhana merupakan benda yang digunakan untuk mempermudah pemahaman materi IPA dan terbuat dari bahan yang mudah dan murah harganya, serta dapat dibuat secara mudah oleh guru mata pelajaran IPA. Proses belajar mengajar di sekolah mencakup penyajian berbagai mata pelajaran baik untuk kepentingan melanjutkan pendidikan maupun untuk bekal pengetahuan dan keterampilan. Proses Belajar -Mengajar akan menarik dan merangsang rasa ingin tahu serta para peserta didik ingin mencoba jika proses belajar-mengajar tersebut dilengkapi dengan alat peraga, sehingga mengaktifkan belajar para peserta didik.
Proses belajar-mengajar di sekolah harus disajikan dengan bentuk kongkrit sesuai dengan tingkat perkembangan berpikir peserta didik pada jenjang pendidikan tertentu. Itulah sebabnya alat peraga dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan. Keterbatasan tingkat berpikir peserta didik harus sebenarnya melalui percobaan atau dengan menggunakan alat peraga.
12 D. Pesawat Sederhana
Pada materi usaha dan energi untuk kelas VIII MTs terdapat berbagai bagian-bagian materi yang akan diajarkan kepada siswa, salah satunya adalah materi pesawat sederhana pada kompetensi dasar 5.4 melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun materi tersebut dalam buku Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar Panduan IPA Terpadu untuk Kelas VIII SMP/MTs yang ditulis oleh Wakis (2008).
1. Pengertian Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana adalah alat sederhana yang dipergunakan untuk mempermudah manusia melakukan usaha.
2. Macam-macam Pesawat Sederhana
Pesawat sederhana berdasarkan prinsip kerjanya dibedakan menjadi beberapa macam yaitu tuas/pengungkit, bidang miring, katrol dan roda berporos. Pesawat sederhana mempunyai keuntungan mekanik yang didapatkan dari perbandingan antara gaya beban dengan gaya kuasa sehingga memperingan kerja manusia. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu.
a. Tuas/Pengungkit
Tuas/pengungkit berfungsi untuk mengungkit, mencabut atau mengangkat benda yang berat.
13 Bagian-bagian pengungkit: Gambar 2.1 Tuas/Pengungkit A = titik kuasa T = titik tumpu B = titik beban F = gaya kuasa (N) w = gaya beban (N) lk = lengan kuasa (m) lb = lengan beban (m)
Tuas Jenis pertama
Yaitu tuas dengan titik tumpu berada diantara titik beban dan titik kuasa.
Gambar 2.2 Tuas Golongan Pertama Keterangan Gambar:
B = Titik Beban T = Titik Tumpu K = Kuasa
14 2) Tuas Jenis kedua
Yaitu tuas dengan titik beban berada diantara titik tumpu dan titik kuasa.
Gambar 2.3 Tuas Golongan Ketiga Keterangan Gambar:
B = Titik Beban T = Titik Tumpu K = Kuasa
Contoh : gerobak beroda satu, alat pemotong kertas, dan alat pemecah kemiri, pembuka tutup botol.
3) Tuas Jenis ketiga
Yaitu tuas dengan titik kuasa berada diantara titik tumpu dan titik beban.
Gambar 2.4 Tuas Golongan ketiga Keterangan Gambar:
B = Titik Beban T = Titik Tumpu K = Kuasa
15 Keuntungan Mekanik Tuas
Keuntungan mekanik pada tuas adalah perbandingan antara gaya beban (w) dengan gaya kuasa (F), dapat dituliskan
KM = w/F atau KM = lk/lb
Keuntungan mekanik pada tuas bergantung pada masing-masing lengan. Semakin panjang lengan kuasanya, maka keuntungan mekaniknya akan semakin besar.
b. Bidang Miring
Bidang miring merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang digunakan untuk memindahkan benda dengan lintasan yang miring.
Prinsip Kerja Bidang Miring
Gambar 2.5 Prinsip Bidang Miring Keteraga Gambar:
S = panjang lintasan bidang miring H = ketinggian bidang
W = gaya berat F = gaya kuasa
16 Keuntungan mekanik bidang miring
Keuntungan mekanik bidang miring bergantung pada panjang landasan bidang miring dan tingginya. Semakin kecil sudut kemiringan bidang, semakin besar keuntungan mekanisnya atau semakin kecil gaya kuasa yang harus dilakukan. Keuntungan mekanik bidang miring dirumuskan dengan perbandingan antara panjang (l) dan tinggi bidang miring (h).
KM = l/h. Pemanfaatan bidang miring dalam kehidupan sehari-hari terdapat pada tangga dan jalan di daerah pegunungan.
c. Katrol
Katrol merupakan roda yang berputar pada porosnya. Biasanya pada katrol juga terdapat tali atau rantai sebagai penghubungnya. Berdasarkan cara kerjanya, katrol merupakan jenis pengungkit karena memiliki titik tumpu, kuasa, dan beban. Katrol digolongkan menjadi tiga, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk.
1) Katrol tetap
Gambar 2.6 Katrol Tetap Keteragan Gambar 2.5
F = gaya kuasa W = gaya berat
17 B = Lengan beban
A = Lengan kuasa
Katrol tetap merupakan katrol yang posisinya tidak berpindah pada saat digunakan. Katrol jenis ini biasanya dipasang pada tempat tertentu. Contoh : katrol yang digunakan pada tiang bendera dan sumur timba.
Keuntungan mekanik
Pada katrol tetap, panjang lengan kuasa sama dengan lengan beban sehingga keuntungan mekanik pada katrol tetap adalah 1, artinya besar gaya kuasa sama dengan gaya beban.
2) Katrol bebas
Gambar 2.7 Katrol Bebas Keteragan Gambar 2.5
F = gaya kuasa W = gaya berat A = Lengan beban B = Lengan kuasa
Berbeda dengan katrol tetap, pada katrol bebas kedudukan atau posisi katrol berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Katrol jenis ini biasanya ditempatkan di atas tali yang kedudukannya dapat berubah. Salah satu ujung tali diikat pada tempat tertentu. Jika ujung yang lainnya ditarik maka katrol akan
18 bergerak. Katrol jenis ini bisa kita temukan pada alat-alat pengangkat peti kemas di pelabuhan.
Keuntungan mekanik
Pada katrol bebas, panjang lengan kuasa sama dengan dua kali panjang lengan beban sehingga keuntungan mekanik pada katrol tetap adalah 2, artinya besar gaya kuasa sama dengan setengah dari gaya beban.
3) Katrol majemuk /takal
Gambar 2.8 Katrol Majemuk Keteragan Gambar 2.5
F = gaya kuasa W = gaya berat
Katrol majemuk merupakan perpaduan dari katrol tetap dan katrol bebas. Kedua katrol ini dihubungkan dengan tali. Pada katrol majemuk, beban dikaitkan pada katrol bebas. Salah satu ujung tali dikaitkan pada penampang katrol tetap. Jika ujung tali yang lainnya ditarik maka beban akan terangkat beserta bergeraknya katrol bebas ke atas.
Keuntungan mekanik
Keuntungan mekanik pada katrol majemuk adalah sejumlah tali yang digunakan untuk mengangkat beban.
Lampiran 1
INSTRUMEN DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA DENGAN BEBERAPA SISWA MTsN PRINGSEWU
1. Apakah ada ruang laboratorium di sekolah Anda?
2. Apakah alat-alat yang ada di laboratorium sudah lengkap?
3. Bagaimanakah proses pembelajaran pada mata pelajaran fisika di sekolah Anda?
4. Apakah pernah dilakukan praktikum pada saat proses pembelajan mata pelajaran fisika, khususnya pada materi pesawat sederhana?
5. Apakah perlu dibuat suatu alat peraga untuk membantu membelajarkan materi pesawat sederhana agar Anda lebih mudah memahaminya?
Lampiran 2
INSTRUMEN DAFTAR PERTANYAAN WAWANCARA DENGAN GURU FISIKA MTsN PRINGSEWU
1. Berapakah frekuensi praktikum/ penggunaan alat peraga pada pembelajaran fisika kelas VIII dalam 1 tahun pembelajaran?
2. Berapakah jenis alat peraga pembelajaran fisika yang dimiliki oleh sekolah?
3. Apakah kendala yang dialami sehingga pembelajaran tidak menggunakan alat peraga/praktikum?
4. Apakah sudah tersedia alat peraga fisika untuk materi pesawat sederhana? 5. Apakah perlu dibuat suatu alat peraga fisika untuk materi pesawat
Lampiran 3
FORMAT LEMBAR KERJA SISWA (LKS) YANG DIRENCANAKAN
Lembar Kerja Siswa (LKS) diproduksi menggunakan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Menentukan desain LKS .
2. Menentukan standar kompetensi dan kompetensi dasar pembelajaran. 3. Menentukan indikator ketercapaian pembelajaran.
4. Menentukan tujuan pembelajaran. 5. Membuat isi LKS , yang meliputi :
a. Teori dasar yang ada di buku siswa
b. Panduan untuk melakukan percobaan dengan menggunakan alat peraga pesawat sederhana.
c. Memberikan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan hasil percobaan yang menuntun dalam penarikan kesimpulan.
Lampiran 4
PEMETAAN/ANALISIS SK-KD
SEKOLAH : MTsN Pringsewu
MATAPELAJARAN :IPA Fisika KELAS/ SEMESTER : VIII / 2
Tabel LP4.a. Pemetaan SK/KD
Standar
Kompetensi Kompetensi Dasar
Tk. Ranah KD Indikator Pencapaian Tk. Ranah IPK Materi Pokok
Ruang Lingkup Alokasi Waktu Nilai Karakter 1 2 3 4 5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari 5.4 Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapanny a dalam kehidupan C 4 a. Kognitif 1. Produk a) Menjelaskan pengertian dari pesawat saderhana. b) Menjelaskan macam-C 1 Gaya √ 4 x 45 menit Karakter: berfikir kreatif, logis, teliti, jujur, bertanggung jawab, peduli serta berprilaku santun.
sehari-hari macam pesawat sderhana. c) Menjelaskan keuntungan mekanis pesawat sederhana. d) Menyebutka n macam-macam pesawat sederhana yang ada di sekitar siswa. 2. Proses melakukan eksperimen pada materi pesawat sederhana yang meliputi kegiatan C 2 C 3 C 2 bekerjasama, menyampaikan pendapat, menjadi pendengar yang baik, dan menanggapi pendapat orang lain dengan baik.
sebagai berikut : a) Merumuskan hipotesis. b) Melakukan eksperimen. c) Membuat tabel pengamatan. d) Melakukan analisis data. e) Merumuskan kesimpulan. b. Psikomotor 1. Merakit pesawat sederhana (tuas, katrol dan bidang miring) dari bahan-bahan bekas yang sudah
disediakan. 2. Mengubah variabel berat benda , lengan beban, lengan gaya, dan besar sudut untuk menyelidiki apa hubungan dari keempat variabel tersebut.
Lampiran 5
SKENARIO PENGEMBANGAN DAN SPESIFIKASI PRODUK YANG DIKEMBANGKAN
I. Standar Kompetensi
5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan
sehari-hari.
II. Kompetensi Dasar
5.4 Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator A. Kognitif
1. Produk:
a) Menjelaskan pengertian pesawat sederhana b) Menjelaskan macam-macam pesawat sederhana
c) Menjelaskan apa itu keuntungan mekanis dari pesawat sederhana d) Menyebutkan macam-macam pesawat sederhana yang ada di sekitar
siswa
2. Proses:
Menganalisis keuntungan mekannis dari pesawat sederhana dengan melakukan eksperimen yang meliputi kegiatan sebagai berikut:
f) Merumuskan hipotesis. g) Melakukan eksperimen. h) Membuat tabel pengamatan. i) Melakukan analisis data. j) Merumuskan kesimpulan.
B. Psikomotor:
1. Merakit pesawat sederhana (tuas, katrol dan bidang miring) dari bahan-bahan bekas yang sudah disediakan.
2. Mengubah variabel berat benda , lengan beban, lengan gaya, dan besar sudut untuk menyelidiki apa hubungan dari keempat variabel tersebut.
C. Afektif
1. Mengembangkan perilaku berkarakter, meliputi: a) jujur
b) mandiri
c) tanggung jawab
2. Mengembangkan keterampilan sosial, meliputi: a) bertanya,
b) menyumbang ide atau berpendapat, c) menjadi pendengar yang baik, d) berkomunikasi
Sinopsis
Pengembangan yang dilakukan adalah pembuatan media pembelajaran berupa alat peraga praktikum SMP pada materi pesawat sederhana. Alat peraga ini dapat digunakan untuk mengamati keuntungan mekanik dari penggunaan pesawat sederhana dengan metode eksperimen. Alat ini dilengkapi dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Buku Siswa (BS) yang digunakan sebagai penuntun praktikum, mulai dari kegiatan prapraktikum, hingga penarikan kesimpulan, dan evaluasi. Alat peraga yang dikembangkan berupa alat yang dapat menunjukkan keuntungan mekanis pada sistem kerja pesawat sederhana.
Untuk mempelajari konsep pesawat sederhana, alat peraga tersebut juga dapat digunakan untuk bereksperimen melihat keuntungan mekanik dari penggunaan pesawat sederhana. Berdasarkan spesifikasi produk yang direncanakan, kemudian dibuat desain produk yang ingin dikembangkan.
Desain produk tersebut adalah: a. Tuas Golongan Pertama
Bagian-Bagian Tuas antara lain Beban, tumpuan, lengan beban dan lengan kuasa.
Lampiran 6
SILABUS PEMBELAJARAN IPA SMP/MTS
Sekolah : MTs N Pringsewu
Kelas : VIII
Mata Pelajaran : IPA Semester : 2 (DUA)
Standar Kompetensi : 5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari
Kompetensi Dasar
Materi Pokok/ Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi Waktu Sumber Belajar Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen 5.1 Melakuka n percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapan nya dalam kehidupan sehari-hari Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana (Tuas, Katrol, bidang miring) Diskusi untuk memecahkan masalah yang berhubunan dengan Menunjukkan penggunaan beberapa pesawat sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari misalnya tuas (pengungkit), katrol tunggal baik yang tetap maupun yang bergerak, bidang miring, dan roda gigi
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja prosedur dan produk Lakukan percobaan dengan menggunakan alat-alat untuk menemukan konsep pesawat sederhana 6x40’ Buku siswa, LKS, Alat-alat praktek
pesawat sederhana (gear) Menyelesaikan masalah secara kuantitatif sederhana yang berhubungan dengan pesawat sederhana
Tes tulis Isian Untuk memudahkan
melakukan pekerjaan manusia.
Karakter siswa yang diharapkan : Disiplin ( Discipline )
Rasa hormat dan perhatian ( respect ) Tekun ( diligence )
Tanggung jawab ( responsibility ) Ketelitian ( carefulness)
Mengetahui,
Kepala Sekolah MTsN Pringsewu
Hilman S.Ag M.Pd.I
Pringsewu, Febuari 2013
Guru Mapel Ilmu Pengetahuan Alam
Lampiran 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : MTsN Pringsewu Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : VIII/2
Alokasi Waktu : 2 jam pelajaran
I. Standar Kompetensi : Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari
II. Kompetensi Dasar : Melakukan percobaan tentang pesawat sederhana dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
III. Indikator A. Kognitif
1. Produk:
a) Menjelaskan pengertian pesawat sederhana b) Menjelaskan macam-macam pesawat sederhana
c) Menjelaskan apa itu keuntungan mekanis dari pesawat sederhana d) Menyebutkan macam-macam pesawat sederhana yang ada di sekitar
siswa
2. Proses:
Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya, berat benda, lengan beban dan lengan gaya meliputi:
a) merumuskan masalah tentang pesawat sederhana,
b) merumuskan hipotesis hubungan antara gaya, berat benda, lengan beban dan lengan gaya
c) mengidentifikasi variabel manipulasi yaitu berat beban dan lengan gaya,
e) mengidentifikasi variabel kontrol ,
f) melaksanakan eksperimen untuk mencari hubungan antara gaya, berat benda, lengan beban dan lengan gaya,
g) membuat tabel pengamatan antara gaya, berat benda, lengan beban