A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: a).Pengunaan metode Eksperimen Nyata-Vitual (ENV), Eksperimen Virtual (EV), dan Eksperimen Nyata (EN) dalam pembelajaran IPA berbasis Inkuiri berpengaruh terhadap pencapaian kemampuan kognitif siswa, pencapaian setiap kelas eksperimen termasuk dalam kategori sedang yakni ENV sebesar 78,6%; EV sebesar 79,3%; dan EN sebesar 72,9%; b) Tidak terdapat perbedaan pencapaian kemampuan kognitif secara signifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode ENV, EV dan EN dalam pembelajaran IPA berbasis inkuiri; c) Pengunaan metode ENV, EV, dan EN dalam pembelajaran IPA berbasis Inkuiri berpengaruh terhadap pencapaian keterampilan proses sains siswa, pencapaian setiap kelas eksperimen termasuk dalam kategori sedang yakni ENV sebesar 73,3%; EV sebesar 73,1%; dan EN sebesar 72,7%; dan d) Tidak terdapat perbedaan pencapaian keterampilan proses sains secara siginifikan antara siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode ENV, EV dan EN dalam pembelajaran IPA berbasis inkuiri.
97
Rif’at Shafwatul Anam, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Nyata,Virtual,Dan Gabungan Dalam Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terhadap Pencapaian Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Saran/Rekomendasi
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat di ajukan beberapa saran/rekomendasi, antara lain: 1) Penggunaan metode eksperimen gabungan, eksperimen virtual, maupun eksperimen nyata memiliki pengaruh yang sama pada materi kelistrikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Sehingga guru dapat memilih salah satu dari ketiga metode eksperimen tersebut. 2) Penggunaan media virtual dalam eksperimen gabungan dan eksperimen virtual akan lebih optimal jika pada materi yang memiliki tingkat kerumitan yang tinggi baik dari segi konsep maupun dalam melakukan eksperimen. 3) Perlu adanya soal (instrumen) yang dapat mengukur kelebihan-kelebihan dari penggunaan eksperimen yang dilakukan secara virtual yang tidak bisa dihadirkan oleh eksperimen nyata berupa hal-hal yang bersifat mikroskopik seperti pergerakan elektron, pergerakan partikel, dan lain sebagainya. 4) Pelaksanaan kegiatan eksperimen pada kelas yang menggunakan metode gabungan hendaknya terdapat perbedaan antara eksperimen yang pertama dengan eksperimen kedua baik itu berupa konten, tujuan, maupun isi eksperimen. Agar pengabungan eksperimen bukan hanya merupakan pengulangan namun sebuah penguatan dari eksperimen sebelumnya.
98
Rif’at Shafwatul Anam, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Nyata,Virtual,Dan Gabungan Dalam Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terhadap Pencapaian Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Daftar Pustaka
Adisyahputra, M.S.; Ernawati.; dan Zachrias A.H. (1992). Strategi Belajar Mengajar IPA. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Amin, M. (1987). Mengajarkan Ilmu Pengetahuan Alam dengan Menggunakan
Metode”Discovery” dan “Inquiry”. Bagian I. Jakarta: Depdikbud Dirjen
Pendidikan Tinggi
Anderson, O. W. dan Krathwohl, D. R. (2001). A taxonomy for learning, teaching and assessing. New York: Longman
Arifin, M. (2003). Strategi Belajar Mengajar Kimia. Bandung: Jurusan Pendidikan Kimia FPMIPA UPI
Arifin, Zainal. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2005). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Bandung: Bumi Aksara Baser, M. dan Durmus, S. (2010). “The Effectiveness of Computer Supported Versus
Real Laboratory Inquiry Learning Environments on the Understanding of Direct Curren Electricity among Pre-Service Elementary School Teachers”. Eurasia Journal Of Mathematics, Science and technology Education. 6, (1): 47-61. Beichner, R. J. (1990). “The Effect Of Simultaneous Motion Presentation And Graph
Generation In A Kinematics Lab”. Journal Of Research in Science Teaching. 27, (8), 803-815.
BSNP. (2006). Panduan Penyusunan KTSP. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas.(2006). Kurikulum 2006 Sains SD dan MI. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. (2007). Pedoman Penilaian Hasil Belajar di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas
Depdiknas. (2008) Strategi pembelajaran MIPA. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
Druxes, H. (1986). Kompendium Didaktik Fisika. Bandung: Remadja Karya Furqon. (2009). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung: Alfa Beta
99
Rif’at Shafwatul Anam, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Nyata,Virtual,Dan Gabungan Dalam Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terhadap Pencapaian Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Gulo, W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Ismail, A. (2011). Model Pembelajaran Children Learning In Science (Clis), Keterampilan Proses Sains, Penguasaan Konsep, Multimedia Dan Pokok Bahasan Fluida. Tesis SPs UPI Bandung: Tidak diterbitkan
Jaakkola, T., Nurmi, S., & Lehtinen, E. (2005). In quest of understanding electricity – Binding simulation and laboratory work together. [Online]. Tersedia: http://users.utu.fi/samnurm/Understanding_electricity.pdf (22 April 2013)
Mulyani, A. (2009). Pembelajaran Sistem Saraf Berbasis Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep, Keterampilan Generik Sains, Dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa. Tesis pada SPs UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Musnira. (2012). Penggunaan Alat Peraga untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Tentang Rangkaian Listrik Sederhana dalam Pembelajaran IPA SD Di SD Negeri 2 Greged Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon. Skripsi pada PGSD Bumi Siliwangi Bandung: Tidak diterbitkan
Olympiou, G. and Zacharia, Z. C. (2008). “Implementing a blended combination of physical and virtual laboratory manipulatives to enhance students’ learning through experimentation in the domain of Light and Color”. American Journal of Physics, 76, 425 – 430.
Panggabean, L. P. (1996). Penelitian Pendidikan. Bandung: Jurusan Pendidikan Fisika FPMIPA UPI
Panggabean, L. P. (2001). Statistika Dasar. Bandung: Jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia
Puskur. (2007). Kajian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran IPA. Jakarta Depdiknas Roestiyah N.K. (2001). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Rustaman, N. Y., Dirdjosoemarto, S., Yudianto. A. S., Achmad, Y., Subekti, R., Rochintawati, D., Nurjhani, M. (2005). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang : UM Press
100
Rif’at Shafwatul Anam, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Nyata,Virtual,Dan Gabungan Dalam Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terhadap Pencapaian Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Rustaman, N. Y.(2005). Perkembangan Penelitian Pembelajaran Berbasis Inkuiri dalam Pembelajaran Sains. [online]. Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/195012311979032 -NURYANI_RUSTAMAN/PenPemInkuiri.pdf (21 April 2013)
Saepuzaman, D. (2011). Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Dengan Kombinasi Eksperimen Nyata-Virtual Pada Materi Rangkaian Listrik Arus Searah Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Sma. Tesis pada SPs UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Salovaara, H. (2005). “An exploration of students' strategy use in inquiry-based computer-supported collaborative learning”. Journal of Computer Assisted Learning, 21, (1), 39–52.
Sanjaya, W. (2008). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media Group
Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Bandung: Kencana Prenada Media Group
Setiawan, A. (2006). Pemanfaatan Teknologi Komputer untuk Pembelajaran Fisika Abad ke-21. UPI-UPSI Joint Internasional Seminar. UPI 8-9 Agustus 2006 Sugiono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Syakir, A. (2010). Penggunaaan Komputer untuk Pembelajaran Matematika. [online]. Tersedia: http://ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/tarbiyah/article/-download/1439/pdf. (21 April 2013).
Sukmadinata, N. S. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Rosda
Triona, L. M & Klahr, D. (2007). “Point and Click or Grab and Heft: Comparing the Influence of Physical and Virtual Instructional Materials on Elementary School Students’ Ability to Design Experiments”. Cognition and Instruction, 21, (2), 149–173.
Widodo, A. dan Vidia R. (2006). “Analisis Kegiatan Praktikum Dengan Menggunakan Video”, dalam Jurnal Metalogika: Bidang Kependidikan MIPA Winataputra, U.S. (1992). Strategi Belajar Mengajar IPA. Jakarta: Depdikbud.
101
Rif’at Shafwatul Anam, 2013
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen Nyata,Virtual,Dan Gabungan Dalam Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terhadap Pencapaian Kemampuan Kognitif Dan Keterampilan Proses Sains Siswa SD Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Wartono. (2003). Strategi Belajar Mengajar Fisika. Bandung: JICA UNM
Wiyono, K. (2009). Penerapan Model Pembelajaran Multimedia Interaktif Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep, Keterampilan Generik Sains Dan Berpikir Kritis Siswa Sma Pada Topik Relativitas Khusus. Tesis pada SPs UPI Bandung: Tidak diterbitkan.
Zacharia, Z. C. and Anderson, O. R. (2003). “The effects of an interactive computer-based simulations prior to performing a laboratory inquiry-computer-based experiments on students’ conceptual understanding of physics”. American Journal of Physics, 71, (6), 618 – 629.
Zacharia, Z. C. (2007). “Comparing and Combining Real and Virtual Experimentation: an Effort to Enhance Students’ Conceptual Understanding of Electric circuits”. Journal of Research in Science Teaching. 23, (2), 120-132. Zacharia, Z. C., Olympiou, G., & Papaevripidou, M. (2008). “Effects of
experimenting with physical and virtual manipulatives on students’ conceptual understanding in heat and temperature”. Journal of Research in Science Teaching, 45, (9), 1021 – 1035