BAB IV : PENUTUP
B. Saran
Ketidakberhasilan yang terjadi tahun 2017 diharapkan dapat menjadi perhatian agar kegiatan-kegiatan di masa mendatang dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan efisien. Hal-hal yang menghambat tercapainya target dan rencana pelaksanaan kegiatan diharapkan dapat ditemukan solusi serta alternatif penyelesaiannya.
Adapun saran untuk perbaikan kinerja, adalah sebagai berikut :
a. Perlu dilaksanakan riset kepuasan pelanggan dan riset pemasaran untuk mengetahui kebutuhan pasien sehingga dapat terus memenuhi harapan pasien.
b. Perlu dilaksanakan evaluasi rutin terhadap standar pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.
c. Perlu adanya perencanaan yang tepat untuk menetapkan kegiatan kegiatan yang harus dilaksanakan beserta penyusunan anggarannya.
d. Perlunya koordinasi dan sinkronisasi dalam penanganan dan tindak lanjut terhadap komplain.
e. Perlu adanya penambahan anggaran untuk penyelesaian perjanjian kerjasama dengan pemerintah daerah diwilayah binaan.
f. Perlu adanya kegiatan sosialisasi secara rutin terhadap penerapan SOP.
g. Perlunya dilaksanakan kegiatan promosi terhadap produk pengembangan pelayanan rumah sakit.
h. Perlu dilaksanakan optimalisasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS).
i. Perlunya peningkatan kemampuan SDM rumah sakit secara berkesinambungan dan penempatan SDM sesuai dengan kompetensinya.
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Dalam rangka pencapaian visi, misi dan tujuan RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang sesuai dengan Rencana Strategis Bisnis (RSB) RSK. Dr. Rivai Abdullah Palembang 2017, ditetapkan sasaran strategis sebagai berikut
1. Terwujudnya kepuasan stakeholder
2. Meningkatnya pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu
3. Terwujudnya kerjasama dengan pemerintah daerah dan swasta guna peningkatan mutu kegiatan referral
4. Terwujudnya layanan rehabilitasi medis, karya dan sosial medik yang handal
5. Terwujudnya sistem manajemen pelayanan terpadu 6. Terpenuhinya kompetensi SDM
7. Meningkatnya motivasi dan komitmen SDM 8. Terpenuhinya sarana dan prasarana yang handal 9. Terwujudnya sistem informasi manajemen rumah sakit
Sasaran strategis tersebut di atas merupakan penjabaran rencana strategis yang tertuang dalam matrik Renstra 2017 dan indikator sasarannya tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan RSK. Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2017.
Secara singkat dapat digambarkan sasaran strategis dan sasaran program/ kegiatan yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 tahun sebagaimana
ditetapkan dalam Rencana Strategis Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1
Matrik Kinerja Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang 2015-2019
No Sasaran Strategis KPI Target IKU (per tahun) 2015 2016 2017 2018 2019 I Perspektif Konsumen
1 Terwujudnya kepuasan stakeholder
1 Tingkat kepuasan
pasien 2.5 2.55 2.65 2.85 3
2 Tingkat kepuasan
Stakeholder 2.5 2.55 2.65 2.85 3 II Perspektif Proses Bisnis Internal
2 Meningkatnya
3 Persentase keluhan pasien yang
ditindaklanjuti
80 85 90 95 100
4 Persentase temuan ketidak sediaan obat rutin yang ditindaklanjuti
80 83 85 87 90
5 Persentase pengembalian Rekam Medis dari rawat inap < 24 jam
80 85 90 95 100
6 Waktu tunggu rawat
jalan ≤75 ≤60 ≤50 ≤40 ≤30
7 Persentase
Kesembuhan pasien reaksi kusta
80 85 90 95 100
3 Terwujudnya 8 Persentase 80 85 90 95 100
No Sasaran Strategis KPI Target IKU (per tahun) 2015 2016 2017 2018 2019 pemerintah
kunjungan referral di wilayah binaan pasien yang mandiri
20 40 60 80 85
12 Persentase pasien kusta yang
dilakukan
pemeriksaan POD baik rawat inap maupun rawat jalan
100 100 100 100 100
5 Terwujudnya
III Proses Pengembangan Personil dan Organisasi 6 Terpenuhinya
15 Persentase tingkat
kepuasan karyawan 60 75 80 85 90
8 Terpenuhinya
No Sasaran Strategis KPI Target IKU (per tahun) 2015 2016 2017 2018 2019 handal 17 Persentase
tersedianya sarana dan prasarana yang siap pakai, tersedia dan berfungsi dengan baik.
80 85 90 90 100
18 Persentase
ketepatan kalibrasi sesuai jadwal
80 85 90 95 100
9 Terwujudnya sistem
informasi manajemen rumah sakit
19 Persentase pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM RS) yang terintegrasi
50 60 70 85 100
A. PERENCANAAN KINERJA TAHUN 2017
Perencanaan kinerja di bawah ini merupakan dasar bagi kinerja Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2017 untuk melaksanakan program dan/atau kegiatan sebagai suatu kinerja aktual. Perencanaan kinerja Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2017 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2
Perencanaan Kinerja Tahun 2017
Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Sasaran Program /
Kegiatan Indikator Kinerja Target Satuan 1 Terwujudnya Terwujudnya kepuasan 2,55 Persentase
Sasaran Program /
Kegiatan Indikator Kinerja Target Satuan stakeholder Terwujudnya kepuasan
Stakeholder 2,55 Persentase
2 Meningkatnya pelayanan
kesehatan secara menyeluruh dan terpadu
Adanya keluhan pasien
yang ditindaklanjuti 85 Persentase Adanya temuan ketidak
sediaan obat rutin yang
ditindaklanjuti 83 Persentase
Terwujudnya
pengembalian Rekam Medis dari rawat inap < 24 jam
85 Persentase
Terwujudnya Waktu
tunggu rawat jalan ≤ 60 Menit Terwujudnya Kesembuhan
pasien reaksi kusta 85 Persentase 3 Terwujudnya
kerjasama dengan pemerintah daerah dan swasta guna peningkatan mutu kegiatan referal
Adanya peningkatan
kerjasama yang terealisasi 85 Persentase
Terwujudnya kunjungan
referral di wilayah binaan 85 Persentase 4 Terwujudnya
layanan rehabilitasi medis, karya dan sosial medik yang handal
Tewujudnya peningkatan
tindakan rehabilitasi. 85 Persentase Terwujudnya peningkatan
jumlah pasien yang
mandiri 40 Persentase
Terwujudnya pasien kusta yang dilakukan
pemeriksaan POD baik rawat inap maupun rawat jalan
terhadap Clinical Pathway 40 Persentase
Sasaran Program /
Kegiatan Indikator Kinerja Target Satuan 6 Terpenuhinya
kompetensi SDM Ketersediaan SDM yang
kompeten 70 Persentase
7 Meningkatnya motivasi dan komitmen SDM
Terwujudnya tingkat
kepuasan karyawan 75 Persentase
8 Terpenuhinya sarana dan prasarana yang handal
Adanya peningkatan pemeliharaan sarana dan
prasarana 65 Persentase
Tersedianya sarana dan prasarana yang siap pakai, tersedia dan berfungsi dengan baik.
85 Persentase
Terwujudnya ketepatan
kalibrasi sesuai jadwal 85 Persentase 9 Terwujudnya sistem
informasi manajemen
Terwujudnya
pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIM RS) yang terintegrasi
60 Persentase
B. PERJANJIAN KINERJA
Indikator-Indikator, target dan pagu anggaran RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2017 yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2017 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.3
Penetapan Kinerja RS Kusta dr Rivai Abdullah Palembang Tahun 2017
No Sasaran Program /Kegiatan Indikator Kinerja Target
No Sasaran Program /Kegiatan Indikator Kinerja Target 2 Meningkatnya
pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu
Adanya keluhan pasien yang
ditindaklanjuti 85%
Adanya temuan ketidak sediaan obat
rutin yang ditindaklanjuti 83%
Terwujudnya pengembalian Rekam
Medis dari rawat inap < 24 jam 85%
Terwujudnya Waktu tunggu rawat
jalan ≤ 60 menit
Terwujudnya Kesembuhan pasien
reaksi kusta 85%
3 Terwujudnya kerjasama dengan pemerintah daerah dan swasta guna peningkatan mutu kegiatan referal
Adanya peningkatan kerjasama yang
terealisasi 85%
Terwujudnya kunjungan referral di
wilayah binaan 85%
4 Terwujudnya layanan rehabilitasi medis, karya dan sosial medik yang handal
Tewujudnya peningkatan tindakan
rehabilitasi. 85%
Terwujudnya peningkatan jumlah
pasien yang mandiri 40%
Terwujudnya pasien kusta yang dilakukan pemeriksaan POD baik
rawat inap maupun rawat jalan 100%
5 Terwujudnya sistem manajemen
pelayanan terpadu
Terwujudnya kepatuhan terhadap
Clinical Pathway 40%
6 Terpenuhinya
kompetensi SDM Ketersediaan SDM yang kompeten 70%
7 Meningkatnya
motivasi dan
komitmen SDM
Terwujudnya tingkat kepuasan
karyawan 75%
8 Terpenuhinya sarana
dan prasarana yang Adanya peningkatan pemeliharaan
sarana dan prasarana 65%
No Sasaran Program /Kegiatan Indikator Kinerja Target handal Tersedianya sarana dan prasarana
yang siap pakai, tersedia dan
berfungsi dengan baik. 25%
Terwujudnya ketepatan kalibrasi
sesuai jadwal 85%
9 Terwujudnya sistem
informasi manajemen Terwujudnya pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit
(SIM RS) yang terintegrasi 60%
Jumlah Anggaran Kegiatan : Rp.88.076.570.000,00
,-BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENGUKURAN DAN ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan.
Pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh RS Kusta Dr.
Rivai Abdullah Palembang dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember 2017.
Tahun 2017 merupakan tahun ketiga dimana pelaksanaan Rencana Strategis RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2015–2019, sehingga pengukuran kinerja yang dilakukan adalah dengan pengukuran capaian terhadap target tahun 2017, dengan membandingkan dengan tahun sebelumnya. Indikator kegiatan di dalam Rencana Strategis, diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian masing-masing indikator. Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh informasi untuk masing-masing indikator, sehingga dapat digunakan untuk menindaklanjuti dalam perencanaan program/ kegiatan di masa yang akan datang agar setiap program/ kegiatan yang direncanakan dapat lebih berhasil guna dan berdaya guna. Selain untuk mendapat informasi mengenai masing-masing indikator, pengukuran kinerja ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kinerja RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang Tahun 2017 khususnya dibandingkan dengan target yang ingin dicapai yang sudah ditetapkan di awal tahun. Selain itu manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang.
Dalam rangka pencapaian visi dan misi sesuai dengan Rencana Strategis Bisnis (RSB) RSK. Dr. Rivai Abdullah Palembang 2015-2019, maka ditetapkan sasaran strategis sebagai berikut :
1. Terwujudnya kepuasan stakeholder.
2. Meningkatnya pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu.
3. Terwujudnya kerjasama dengan pemerintah daerah dan swasta guna peningkatan mutu kegiatan referal.
4. Terwujudnya layanan rehabilitasi medis, karya dan sosial medik yang handal.
5. Terwujudnya sistem manajemen pelayanan terpadu.
6. Terpenuhinya kompetensi SDM.
7. Meningkatnya motivasi dan komitmen SDM.
8. Terpenuhinya sarana dan prasarana yang handal.
9. Terwujudnya sistem informasi manajemen rumah sakit.
Uraian kinerja dari masing-masing sasaran dan indikatornya adalah sebagai berikut:
Untuk mencapai sasaran ini, indikator kinerja yang digunakan adalah:
A. Tingkat Kepuasan Pasien
Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap jasa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang. Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila pelayanan yang diberikan sesuai atau melampaui harapan pelanggan. Hal ini dapat
1. TERWUJUDNYA KEPUASAN STAKEHOLDER
YANG BERORIENTASI PADA KEPUASAN PELANGGAN
berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pengukuran IKM dilaksanakan di lokasi layanan sesuai dengan metode dan ketentuan sebagaimana diatur dalam pedoman survey kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik (Permenpan No. 16 tahun 2014)
Hasil pengukuran menggunakan survey kepuasan pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dengan mengacu pada kepuasan pelanggan berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Kondisi yang dicapai :
Indikator ini diharapkan mencapai target penilaian 2,65 dalam skala nominal Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Dari 9 (sembilan) unsur penilaian Indikator Kepuasan Masyarakat (IKM) yang meliputi :
1. Persyaratan 2. Prosedur
3. Waktu Pelayanan 4. Biaya / tarif
5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan 6. Kompetensi Pelaksana
7. Perilaku Pelaksana 8. Maklumat Pelayanan
9. Penanganan, pengaduan, saran dan masukan
Secara umum dari hasil survei menunjukan tanggapan positif dari responden (pasien). hal ini dapat dilihat terhadap minat dan daya beli masyarakat akan ketersediaan dalam mutu pelayanan yang disiapkan oleh rumah sakit.
Dampak lain yang dapat dilihat adalah peningkatan pengunjung rawat jalan dan rawat inap, juga dapat kita lihat pada peningkatan pendapatan rumah sakit pada tahun 2017.
Tabel 3.1 Indikator Kinerja
Terwujudnya Kepuasan Pasien tahun 2017
Indikator Kinerja Target Capaian %
Terwujudnya Kepuasan Pasien 2,65 3,096 116 %
Tabel 3.2
Indikator Kinerja Perbandingan Capaian
Terwujudnya Kepuasan Pasien tahun 2016 dan 2017
Indikator Kinerja
2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi
Terwujudnya Kepuasan Pasien 2,55 3,37 2,65 3,096
Dari tabel di atas, terlihat bahwa realisasi Indeks Kepuasan Pasien sebesar 3,096 IKM ; atau mencapai 116 % dari target tahun 2017.
B. Tingkat Kepuasan Stakeholder
Kepuasan adalah pernyataan tentang persepsi pelanggan terhadap jasa pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Kusta Dr.
Rivai Abdullah Palembang. Kepuasan pelanggan dapat dicapai apabila pelayanan yang diberikan sesuai atau melampaui harapan pelanggan.
Hal ini dapat diketahui dengan melakukan survey kepuasan pelanggan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan dengan mengacu pada kepuasan pelanggan berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
Pengukuran IKM dilaksanakan di lokasi layanan sesuai dengan metode dan ketentuan sebagaimana diatur dalam pedoman survey kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan publik (Permenpan No.
16 tahun 2014).
Kondisi yang dicapai :
Indikator ini diharapkan mencapai target penilaian 2,65 dalam skala nominal Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).
1. Persyaratan 2. Prosedur
3. Waktu Pelayanan 4. Biaya / tarif
5. Produk Spesifikasi Jenis Pelayanan 6. Kompetensi Pelaksana
7. Perilaku Pelaksana 8. Maklumat Pelayanan
9. Penanganan, pengaduan, saran dan masukan
Secara umum dari hasil survey menunjukkan tanggapan positif dari responden (stakeholder) hal ini dapat dilihat pada adanya dukungan pemerintah pusat (Kementerian Kesehatan) dalam mensupport anggaran untuk pelaksanaan kegiatan operasional dan investasi di RS Kusta DR Rivai Abdullah Palembang.
Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten mendukung dan memberikan kepercayaan kepada RS Kusta DR. Rivai Abdullah Palembang untuk melaksanakan program JKN (BPJS) dan program JAMSOSKES (SUMSEL SEMESTA). Kerjasama ini terjadi dalam mendukung program pemerintah.
Beberapa instansi pendidikan dan juga perusahaan asuransi telah bekerjasama untuk mendukung pelayanan yang lebih baik di RS Kusta DR Rivai Abdullah Palembang.
Tabel 3.3
Pencapaian Indikator Kinerja Terwujudnya Kepuasan Stakeholder
Indikator Kinerja Target Capaian %
Terwujudnya Kepuasan Stakeholder 2,65 3,17 110
Tabel 3.4
Pencapaian Indikator Kinerja perbandingan capaian Terwujudnya Kepuasan Stakeholder tahun 2016 dan 2017
Indikator Kinerja 2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Terwujudnya Kepuasan
Stakeholder 2,55 3,45 2,65 3,17
Dari tabel diatas, terlihat bahwa realisasi Indeks Kepuasan Masyarakat untuk indikator Terwujudnya kepuasan stakeholder sebesar 3,17IKM atau sebesar 110% dari target tahun 2017 sebesar 2,55.
Untuk mencapai sasaran ini, indikator kinerja yang digunakan adalah sebagai berikut
A. Persentase Keluhan Pasien yang Ditindaklanjuti
Persentase Keluhan Pasien yang ditindak lanjuti adalah jumlah keluhan pasien yang masuk ke rumah sakit mengenai pelayanan yang ditanggapi dan dijawab oleh pihak rumah sakit.
Kondisi yang dicapai
Untuk indikator capaian ini menargetkan 90% capaian keluhan pasien yang ditindaklanjuti.
Dari jumlah komplain yang disampaikan oleh pelanggan Rumah Sakit, secara umum dapat ditindak lanjuti diselesaikan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku.
Pengukuran jumlah komplain pada tahun 2017 menggambarkan masih tingginya komplain masyarakat yang lebih terhadap mutu pelayanan Rumah Sakit, dampak yang dapat dilihat adalah kunjungan berulang (kunjungan lama) masih rendah.
Tabel 3.5
Keluhan Pasien yang Ditindak Lanjuti
Indikator Kinerja 2017
Komplain yang
masuk Komplain yang
ditindaklanjuti % capaian Keluhan Pasien yang Ditindak
Lanjuti 30 30 100%
2. MENINGKATNYA PELAYANAN KESEHATAN SECARA MENYELURUH DAN TERPADU
Tabel 3.6
Capaian Indikator Kinerja Keluhan Pasien yang Ditindak Lanjuti
Tabel 3.7
Perbandingan Pencapaian Indikator Kinerja
Keluhan Pasien yang Ditindak Lanjuti tahun 2016 dan 2017
Dari tabel dapat dilihat realisasi indikator ini sebesar 100% dengan capaian melebihi target 111 %
B. Persentase temuan ketidaksediaan obat rutin yang ditindak lanjuti
Persentase temuan ketidaktersediaan obat rutin yang ditindak lanjuti adalah jumlah jenis obat vital dan essensial di instalasi farmasi yang kosong dalam satu bulan yang perlu untuk ditindaklanjuti agar tidak terjadi gangguan pelayanan di rumah sakit
Kondisi yang dicapai
Untuk indikator capaian ini menargetkan capaian 85% untuk ketidaksediaan obat rutin yang ditindak lanjuti.
Rumah sakit selalu berupaya untuk menjaga kegiatan operasional berlangsung dengan baik, stok persediaan selalu dimonitor.
Dampak yang dapat ditimbulkan adalah berkurangnya komplain dari petugas dan pasien terhadap fasilitas pelayanan obat di RS Kusta DR.
Rivai Abdullah Palembang.
Indikator Kinerja Target Capaian %
Keluhan Pasien yang Ditindak
Lanjuti 90% 100 % 111%
Indikator Kinerja
2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Keluhan Pasien yang Ditindak Lanjuti 85% 100% 90% 100 %
Tabel 3.8
Pencapaian Indikator Kinerja
Temuan ketidaksediaan obat rutin yang ditindak lanjuti
Indikator Kinerja 2017
Jumlah obat
kosong Obat kosong
ditindak lanjuti % Ketidaksediaan obat rutin yang
ditindak lanjuti 0 0 100%
Tabel 3.9
Pencapaian Indikator Kinerja
Temuan ketidaksediaan obat rutin yang ditindak lanjuti
Indikator Kinerja Target Pencapaian Realisasi Ketidaksediaan obat rutin yang
ditindak lanjuti
85% 100% 117%
Tabel 3.10
Perbandingan Pencapaian Indikator Kinerja Temuan ketidaksediaan obat rutin yang ditindaklanjuti
tahun 2016-2017 Ketidaksediaan obat rutin yang
ditindak lanjuti 0 0 0 0
Dikarenakan tidak adanya obat rutin yang kosong. Capaian kegiatan indikator ini adalah 100% dari target 85%, dengan capaian kegiatan 117%
C. Persentase pengembalian rekam medik dari rawat inap < 24 jam Persentase pengembalian rekam medik dari rawat inap <24 jam adalah jumlah rekam medik dari rawat inap yang diisi lengkap dan dikembalikan ke pengelola rekam medik dalam waktu < 24 jam setelah pasien pulang.
Kondisi yang dicapai :
Dampak dari tata laksana pengembalian rekam medik yang sudah baik adalah :
1. Klaim pasien rawat jalan dan rawat inap tidak terjadi keterlambatan.
2. Evaluasi Clinical Pathway (CP) sesuai ketentuan yang berlaku.
Tabel 3.11
Pengembalian Rekam Medik dari Rawat Inap < 24 Jam Indikator Kinerja Pasien pulang Pengembalian
RM < 24jam
Realisasi
Pengembalian Rekam Medik dari
Rawat Inap < 24 Jam 1.435 1.258 87,68%
Tabel 3.12
Pencapaian Indikator Kinerja
Persentase Pengembalian Rekam Medik dari Rawat Inap < 24 Jam
Indikator Kinerja 2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Persentase Pengembalian Rekam
Medik dari Rawat Inap < 24 Jam 85% 100% 90% 87,68%
Tabel 3.13
Pencapaian Indikator Kinerja
Persentase Pengembalian Rekam Medik dari Rawat Inap < 24 Jam
Indikator Kinerja Target Capaian %
Persentase Pengembalian Rekam Medik dari Rawat Inap < 24 Jam
90% 87,68 % 97,4 %
Realisasi kegiatan mencapai 87,68%, atau capaian target sebesar 97,4% pada tahun 2017.
Tatalaksana pengelolaan rekam medis telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan perlu optimalisasi dan sistem pencatatan yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), tetapi masih memerlukan disiplin pengisian CPPT dan pengembalian RM lengkap <24jam.
D. Waktu Tunggu Rawat Jalan
Waktu tunggu rawat jalan adalah waktu tunggu rata-rata dari selesai pendaftaran sampai mendapatkan pelayanan di poliklinik
Kondisi yang dicapai :
Tabel 3.14
Pencapaian Indikator Kinerja Waktu Tunggu Rawat Jalan Indikator Kinerja Jumlah waktu
tunggu
Jumlah pasien disurvei
Realisasi
Waktu Tunggu Rawat Jalan 175.521 menit 3.580 pasien 49,03 menit
Tabel 3.15
Capaian Indikator Kinerja Waktu Tunggu Rawat Jalan 2017
Indikator Kinerja Target Capaian %
Waktu Tunggu Rawat Jalan ≤ 50 menit 49,03 menit 102%
Tabel 3.16
Pencapaian Indikator Kinerja Waktu Tunggu Rawat Jalan
Indikator Kinerja
2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Waktu Tunggu Rawat
Jalan
≤ 60 menit 35,83 menit ≤ 50menit 49,03 menit
Untuk indikator capaian ini menargetkan capaian ≤ 50 menit untuk waktu tunggu rawat jalan. Dengan realisasi 49,03 menit, atau capaian target sebesar 102%.
E. Persentase Kesembuhan Pasien Reaksi Kusta
Waktu pemulihan pasien reaksi kusta adalah waktu yang dibutuhkan oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di ruangan rawat
Dimana indikator dapat diuraikan meliputi kondisi capaian, permasalahan dan usulan pemecahan masalahnya sebagai berikut :
Kondisi yang dicapai :
Dampak dari capaian realisasi ini adalah perbaikan ALOS rawat inap pasien kusta
Tabel 3.17
Pencapaian Indikator Kinerja Persentase Kesembuhan Pasien Reaksi Kusta Indikator Kinerja Pasien sembuh
reaksi kusta Pasien reaksi
kusta Realisasi Persentase Kesembuhan
Pasien Reaksi Kusta 40 pasien 43 pasien 93 %
Tabel 3.18
Capaian Indikator Kinerja
Persentase Kesembuhan Pasien Reaksi Kusta
Indikator Kinerja Target Capaian %
Persentase Kesembuhan
Pasien Reaksi Kusta 90% 93 % 103 %
Tabel 3.19
Perbandingan Pencapaian Indikator Kinerja
Persentase Kesembuhan Pasien Reaksi Kusta tahun 2016-2017
Indikator Kinerja 2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Persentase Kesembuhan
Pasien Reaksi Kusta 85% 87% 90 % 93%
Indikator ini dengan mencapai realisasi 93% atau dengan capaian kinerja sebesar 103% dari target 90% pasien yang sembuh dari reaksi kusta di ruang rawat inap kusta berdasarkan realisasi tahun 2017.
3. TERWUJUDNYA KERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH DAERAH DAN SWASTA GUNA PENINGKATAN
MUTU KEGIATAN REFERAL
Untuk mencapai sasaran ini, indikator kinerja yang digunakan adalah : A. Persentase Kerja Sama Yang Terealisasi
Persentase kerjasama yang terealisasi adalah persentase jumlah kerjasama yang terealisasi dengan pemerintah daerah dan swasta di daerah wilayah binaan Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang, meliputi pulau Sumatera dan Kalimantan Barat
Kondisi yang dicapai :
Tabel 3.20
Persentase Kerja Sama Yang Terealisasi
Indikator Kinerja Target PKS Realisasi PKS Realisasi Persentase Kerja Sama yang
terealisasi 10 MOU 1 MOU 10 %
Tabel 3.21
Pencapaian Indikator Kinerja Persentase Kerja Sama Yang Terealisasi
Indikator Kinerja Target Capaian %
Persentase Kerja Sama yang terealisasi
90% 10 % 11 %
Tabel 3.22
Pencapaian Indikator Kinerja Persentase Kerja Sama Yang Terealisasi
Indikator Kinerja 2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Persentase Kerja Sama yang
terealisasi
85% 9 % 90% 11%
Sedangkan untuk perhitungan indikator ini hanya terbatas pada kerjasama pemerintah provinsi yang terealisasi sebesar 1 MOU dari target 10 MOU.
Indikator ini menargetkan capaian sebesar 90% dan realisasi kegiatan sebesar 10 % yang hanya mencapai target 11% untuk indikator persentase Kerja Sama yang terealisasi.
Permasalahan:
a. Belum adanya anggaran untuk pengelolaan kerjasama dalam penatalaksanaan pelayanan kesehatan terutama dalam penatalaksanaan pasien kusta.
b. Belum terealisasinya pembuatan IKS dengan seluruh daerah binaan kusta yang meliputi seluruh daerah di propinsi pulau Sumatera dan Kalimantan Barat.
Usulan Pemecahan Masalah :
a. Menjalin kerjasama pelayanan kesehatan dengan kepala daerah di wilayah binaan.
b. Usulan anggaran untuk tindak lanjut penyelesaian IKS
B. Persentase Kunjungan Referal di Wilayah Binaan
Persentase kunjungan referral adalah persentase jumlah daerah yang dikunjungi di daerah binaan Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang, dimana indikator dapat diuraikan meliputi kondisi capaian, permasalahan dan usulan pemecahan masalahnya sebagai berikut :
Kondisi yang dicapai :
Tabel 3.23
Persentase Kunjungan Referal di Wilayah Binaan Indikator Kinerja Wilayah
kunjungan referal Realisasi
referal Realisasi Kunjungan Referal di
Wilayah Binaan 24 wilayah 18 wilayah 75%
Tabel 3.24
Pencapaian Indikator Kinerja
Persentase Kunjungan Referal di Wilayah Binaan
Indikator Kinerja Target Capaian %
Persentase Kunjungan
Referal di Wilayah Binaan 90% 75 % 83,3 %
Tabel 3.25
Pencapaian Indikator Kinerja
Persentase Kunjungan Referal di Wilayah Binaan
Indikator Kinerja
2016 2017
Target Realisasi Target Realisasi Persentase Kunjungan Referal di
Wilayah Binaan
85% 66,6% 90% 75%
Indikator ini menargetkan 90% dan realisasi kegiatan sebesar 75%, dengan capaian kegiatan 83,3 % di tahun 2017.
Permasalahan:
Mekanisme belum tersosialisasi dengan baik ke beberapa dinas kesehatan di wilayah binaan sehingga tidak tersedia dana untuk mensupport kegiatan referal dari beberapa dinas kesehatan tujuan wilayah binaan.
Pemecahan Masalah:
Perbaikan mutu pelayanan terhadap pasien, dan kerjasama dengan semua dinas kesehatan terkait.
Untuk mencapai sasaran ini, dengan indikator kinerja yang digunakan adalah :
A. Persentase Peningkatan Tindakan Rehabilitasi
Persentase peningkatan tindakan rehabilitasi medik, karya, dan social medik adalah persentase peningkatan tindakan rehabilitasi medik, karya, dan social medik tahun berjalan dibandingkan tahun lalu.
Dimana indikator dapat diuraikan meliputi kondisi capaian, permasalahan dan usulan pemecahan masalahnya sebagai berikut :
Kondisi yang dicapai :
Tabel 3.26
Persentase Peningkatan Tindakan Rehabilitasi
Indikator Kinerja Tindakan Rehab Tindakan Rehab Realisasi 4. TERWUJUDNYA LAYANAN REHAB MEDIS, KARYA DAN
Indikator Kinerja Tindakan Rehab Tindakan Rehab Realisasi 4. TERWUJUDNYA LAYANAN REHAB MEDIS, KARYA DAN