BAB VI SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
C. Saran
Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran Penyuluh Agama Islam dalam pemberdayaan ekonomi melalui usaha sembako di Majelis Ta’lim Al Hurriyah, penulis memberikan saran sebagai berikut
1. Penyuluh Agama Islam
a. Mampu meningkatkan kinerja secara profesional dalam membimbing masyarakat dengan membuat laporan yang terorganisir dalam setiap kegiatan b. Memanfaatkan media yang ada agar proses
penyuluhan menjadi lebih menarik
c. Berkoordinasi dengan pihak-pihak tertentu dalam melaksanakan kegiatan pemberdayaan agar hasil yang didapat menjadi lebih maksimal dan tersebar luas
2. Majelis Ta’lim Al Hurriyah
a. Merapikan administrasi majelis taklim agar memudahkan ketika diadakan proses evaluasi dalam setiap kegiatan atau ketika dokumen majelis taklim dibutuhkan
b. Membuat kebijakan terkait pelaksanaaan usaha sembako agar usaha sembako berjalan terus-menerus dan tidak mengalami penjedaan di tengah jalan
c. Bekerjasama dengan masyarakat luar untuk mengembangkan usaha sembako agar manfaat usaha sembako dapat dirasakan oleh masyarakat luas
d. Membuat pelatihan tertentu agar pemberdayaan ekonomi dapat menciptakan kemandiri pada setiap jamaah
161
DAFTAR PUSTAKA
Adi, Isbandi Rukminto. 2001. Pemberdayaapemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas:
Pengantar Pemikiran dan Pendekatan Praktis. Jakarta:
Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi UI.
Afriyani, Susi. 2018. Peran Penyuluh Agama dalam Meningkatkan Solidaritas Pemuda Desa Winduaji Paguyangan Brebes. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syraif Hidayatullah Jakarta.
Agustina, Widyanti. 2019. Peran Penyuluh Agama Islam Bidang Kerukunan Umat Beragama (KUB) dalam Menanamkan Nilai Toleransi Sebagai Upaya Membina Kerkunan Umat Beragama di Kecamatan Jasinga. Skripsi, Jurusan Bimbingan dna Penyuluhan Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Agustinova, Danu Eko. 2015. Memahami Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Calpulis.
Aisyah, Siti. 2019. Peran Majelis Ta’lim Dalam Transformasi Sosial Budaya pada Komunitas Pengemis Desa Banyu Ajuh Kecamatan Kamal Bangkalan Madura. Tesis, Program Studi Pendidikan Agama Islam, Program Pascasarjana, UIN Sunan Ampel Surabaya.
http://digilib.uinsby.ac.id/34619/ (diakses pada 20 Desember 2020 pukul 20.32 WIB).
Alim, S. 2010. Bahan Ajar Penyuluhan Pertanian. Jatinangor : Universitas Padjadjaran.
Badan Resmi Statistik. 2019. Pertumbuhan Ekonomi Indonesi Triwulan IV-2018. http://bps.go.id (diakses pada 11 juli
2019 pukul 22.32).
Bariadi, Lili, Muhammad Zen dan M. Hudri. 2005. Zakat dan Wirausaha. Jakarta: CED
Bungin, M. Burhan. 2010. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta:
Kencana.
Choironi, Rizqi. 2018. Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui Pengolahan Limbah Cangkang Kerang di PKBM Kridatama Desa Sendang Sikucing Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Skripsi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Walisongo Semarang.
Departemen Pendidikan Nasioanl. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Dzulfaqqor, Qois. 2018. Peran Penyuluh Agama Islam dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah di Kecamatan Cakung Jakara Timur. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Enjang & Abdul Mujib. 2009. Dasar-dasar Penyuluhan Islam.
Bandung: Sajjad Publishing House.
Fisal, Sanapiah. 2005. Format-format Penelitian Sosial. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada.
Furchan, Arief. 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan.
Surabaya: Usaha Nasional.
Gunawijaya, Rahmat. 2017. Kebutuhan Manusia dalam Pandangan Ekonomi Kapitalis dan Ekonomi Islam. Jurnal al-Maslahah.
Hasanudin, Maulana. 2016. Pemberdayaan Ekonomi Umat: Studi Kasus pada Masjid-masjid di Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Skripsi, Program Studi
163
Muamalat, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Hermansah, Tantan. 2016. Memberdayakan Masyarakat dengan Mengaplikasikan Pendekatan Transformasi Komunitas Institusionalsasi. Banten: UIN Jakarta Press.
Ilham. 2018. Peranan Penyuluh Agama Islam dalam Dakwah.
Jurnal Alhadharah.
Inayah, Khomsiatul. 2020. Peran Penyuluh Agama dalam Menjalankan Fungsi Profesi Untuk Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Parung Bogor. Skripsi, Program Studi Bimbingan dna Penyuluhan Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Indrawan, Rully., & Poppy Yaniawati. 2014. Metodologi Penelitian. Bandung: Refika Aditama.
Kementerian Agama RI. 2012. Pedoman Majelis Ta’lim. Jakarta:
Dirjen BIMAS Islam.
_________________.2012. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Penyuluh Agama. Jakarta: Dirjen BIMAS Islam.
Kerlinger, Fred N. 2000. Asas-asas Penelitian Behavioral.
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Press.
Mardikanto, Totok dan Poerwoko Soebianto. 2013.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.
Martono, Nanang. 2016. Metode Penelitian Sosial: Konsep-konsep Kunci. Jakarta: Rajawali Press.
Moleong, Lexy J. 2016. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Mubyanto. 1998. Ekonomi Rakyat dan Program IDT.
Yogyakarta: Aditya Media.
Mustofa, Muhammad Arif. Majelis Ta’lim sebagai Alternatif Pusat Pendidikan Islam (Studi Kasus pada Majelis Ta’lim se-Kecamatan Natar Lampung Selatan). Jurnal STAIN Curup, Vol.1, No.1.
Mutiawanthi. 2017. Tantangan “Role”/Peran yang Dihadapi oleh Perawat IJ-EPA setelah kembali ke Indonesia. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Humaniora, Vol.4, No.2.
Narwoko, J. Dwi dan Bagong Suyanto. 2007. Sosiologi: Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana.
Nawawi, Hadari., & Martini Mimin. 1994. Penelitian Terapan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nuraeni, Ida. Pengertian Media Penyuluhan Pertanian. Modul, Universitas Terbuka.
Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Skripsi, Tesis dan Disertasi). 2017. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.
Poerwandari, E. Kristi. 2011. Pendekatan Kualitatif Untuk Penelitian Perilaku Manusia. Depok: LPSP3.
Rapunzel, Moniaga Brenda., Vekie A. Rumate., & Irawaty Maslowan. 2017. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Pemilikm Warung Sembako di Kota Manado. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, Vol. 17, No. 02, 24-35.
Rohman, Dudung Abdul dan Firman Nugraha. 2018. Menjadi Penyuluh Agama Profesional: Analisis Teoritis dan Praktis, Bandung: Lekkas.
Salam, Syamsir dan Amir Fadhillah. 2008. Sosiologi Pedesaan, Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
165
Sarinah, Iin., dkk. 2019. Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi oleh Pemerintah Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.
Jurnal MODERAT,Vol.5,No.3,267-277.
https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/moderat/article/view/
2709 (diakses pada 1 Desember 2020 pukul 22.12 WIB).
Sarwono, Sarlito Wirawan. 2000. Teori-teori Psikologi Sosial.
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta:
Rajawali Pers.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:
Alfabeta.
Syamsiyah, Nur. 2017. Pemberdayaan Ekonomi Masyrakat Melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Alkesa Lestari RW. 003 Cipedak Jagakarsa Jakarta Selatan.
Skripsi, Jurusan Penge,bangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Syarif, Amir., Syamsul Hadi., & Subejo. Metode dan Media Komunikasi dalam Penyuluhan Agama: Studi Kasus Penyuluhan Agama Islam di Kabupaten Sukoharjo.
ACTA DIURNA, Vol.15, No.2.
Tambunan, Tulus. 20212. Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia: Isu-isu Penting. Jakarta: LP3ES.
Tanjung, M. Azrul. 2017. Koperasi dan UMKM sebagai Fondasi Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Zubaedi. 2014. Pengembangan Masyarakat: Wacana dan Praktik. Jakarta: Kencana
166
LAMPIRAN
Lampiran 1
Catatan Lapangan
Catatan Lapangan
Tanggal : 6 Juli 2019 Waktu : 09.20-11.42 WIB
Tempat : Majelis Taklim Al Hurriyah
Peneliti melakukan silaturahim untuk pertama kalinya ke Majelis Taklim Al Hurriyah. Di sana peneliti bertemu dengan Penyuluh Agama Islam Honorer, yaitu Bu Nurul Hanifah.
Peneliti menuju lokasi dengan bermodalkan fitur berbagi lokasi dari layanan pesan daring. Peneliti sempat beberapa kali mengontak Bu Hanifah untuk memastikan lokasi tepatnya di mana, karena peneliti belum pernah ke daerah sana sekalipun.
Alhamdulillah cuaca saat itu cerah, sehingga memudahkan peneliti juga untuk melakukan kunjungan pertama ke lokasi penelitian.
Saat tiba di lokasi yang sesuai dengan titik berbagi lokasi yang diberikan, peneliti langsung diarahkan oleh Bu Hanifah untuk langsung menuju ke lokasi tempat dilaksanakannya pengajian Majelis Taklim Al Hurriyah. Di sana sudah berkumpul para jamaah. Tak disangka, jamaah yang hadir sangat banyak.
Hal itu sedikit membuat peneliti terkejut, karena biasanya, pengajian majelis taklim di daerah tempat tinggal peneliti jumlah jamaah dalam satu majelis taklim relatif sedikit.
dengan pembacaan dzikir serta tahli yang kemudian dilajutkan dengan pengisian materi oleh Bu Hanifah. Saat itu Bu Hanifah menyampaikan materi tentang asmaulhusna. Beliau menerangkan keutamaan dari asmaulhusna dan memberikan tips agar dapat menghafal 99 asmaulhusna tersebut. Tips yang beliau berikan berupa penghafalan asmaulhusna dengan memberikan melodi pada tiap bacaannya, sehingga ketika menghafalkannya seperti sedang bernyanyi. Dengan cara tersebut, asamaulhusna dapat dengan mudah dihafalkan.
Setelah menyelesaikan seluruh kegiatan pengajian pada hari itu, peneilit mengobrol dengan Bu Hanifah perihal maksud dan tujuannya datang ke majelis taklim tersebut. Kemudian peniliti juga melakukan mencari data dan informasi awal seputar kegiatan di majelis taklim tersebut. Setelah perbincangan tersebut, Bu Hanifah mengizinkan peneliti jika ingin bersilaturahim di luar jam kegiatan pengajian majelis taklim untuk mencari data dan informasi seputar majelis taklim.
Catatan Lapangan
Tanggal : 29 Februari 2020 Waktu : 12.01-13.00 WIB
Tempat : Majelis Taklim Al Hurriyah
Penulis bertemu dengan Bu Hanifah dan pengurus majelis taklim untuk mengetahui tentang sejarah terbentuknya Majelis Taklim Al Hurriyah. Sebelumnya penulis sudah menghubungi Bu Hanifah melalui pesan WhatsApp untuk membuat janji temu.
Pada saat itu kegiatan di majelis taklim adalah pembacaan surat yasin, dzikir serta tahlil. Setelah pengajian selesai, penulis berbincang dengan Bu Hanifah terkait sejarah terbentuknya majelis taklim serta susunan kepengurusan majelis taklim dan berbagai kegiatan yang terdapat di majelis taklim. Disela perbincangan penulis dengan Bu Hanifah, terdapat pengurus yang ikut menambahkan informasi terkait majelis taklim. Para pengurus memang biasa berkumpul terlebih dahulu setelah pengajian selesai untuk menyelesaikan administrasi pada setiap pertemuan pengajian. Setelah selesai berbincang, peneliti diajak makan bersama oleh Bu Hanifah dan para pengurus di majelis taklim dengan makanan yang sudah dibeli oleh pengurus yang tidak ikut berbincang bersama dengan penulis dan Bu Hanifah.
Tanggal : 24 Juli 2020 Waktu : 10.30-11.37 WIB
Tempat : Majelis Taklim Al Hurriyah
Penelitian ini sempat terhenti beberapa bulan dikarenakan mewabahnya virus COVID-19. Setelah kondisi cukup kondusif, penulis menghubungi Bu Hanifah untuk membuat janji temu.
Seperti biasa, penulis menghubungi Bu Hanifah melalui pesan pada aplikasi WhatsApp. Pada pertemuan kali ini penulis berbincang bagaimana kondisi kegiatan pengajian pada saat pandemi mewabah dan bertanya seputar kegiatan usaha sembako yang terdapat di majelis taklim.
Penulis bertemu dengan Bu Hanifah pada Hari Jumat, hari di mana terdapat kegiatan MINJUM. MINJUM merupakan akronim dari minuman Jumat. Meskipun kegiatan ini bernama nimunan Jumat, menu yang dibagikan tak selalu minuman.
Terkadang para jamaah majelis taklim membuatnya dalam bentuk makanan, seperti nasi kotak. Kegiatan ini merupakan wadah berbagi kepada sesama yang dilakukan setiap Hari Jumat.
Siapapun dapat mendonasikan rezekinya pada kegiatan ini, baik jamaah Majelis Taklim Al Hurriyah ataupun bukan karena target dari kegiatan ini adalah para jamaah shalat Jumat di Masjid Nurul Iman Kp. Parung Kored.
Ketika itu menu MINJUM adalah jus jeruk. Peneliti berpartisipasi dalam pengepakan dan pendistribusian MINJUM.
Proses pengepakan dilakukan di kediaman Bu Hanifah. Di sana
terdapat beberapa jamaah yang ikut membantu. Setiap proses, dimulai dari belanja bahan minuman sampai pendistribusiannya dilakukan oleh para jamaah majelis taklim Al Hurriyah. Sebelum jamaah selesai melaksanakan shalat Jumat, para ibu dari jamaah MT Al Hurriyah sudah stand by membawa minuman yang akan dibagikan di pelataran Masjid Nurul Iman Kp. Parung Kored.
Jumlah minuman/makanan yang dibagikan sebanyak 300 pak.
Tanggal : 25 Juli 2020 Waktu : 09.00-12.30 WIB
Tempat : Majelis Taklim Al Hurriyah
Penulis berkesempatan hadir pada kegiatan bulanan Majelis Taklim Al Hurriyah. Pada kegiatan bulanan ini terdapat seorang ustazah yang memberikan materi kepada jamaah di Majelis Taklim Al Hurriyah. Ustazah tersebut bernama Ustazah Lilis Suhaida. Saat itu Ustazah Lilis memberikan materi tentang amalan-amalan baik yang harus dilakukan pada 10 hari pertama Bulan Zulhijah.
Pada kegiatan bulanan, setelah selesai pengajian terdapat acara makan bersama di majelis taklim dengan makanan yang dibawa oleh masing-masing jamaah. Pada acara makan bersama ini para jamaah membawa apapun rezeki yang mereka punya.
Kalau tidak membawa makanan apapun juga tetap boleh mengikutinya. Pada kegiatan ini terlihat bagaimana cara yang dilakukan oleh majelis taklim ini untuk menyatukan para jamaah dalam satu kegiatan tanpa harus membebankan mereka dengan mewajibkan para jamaah untuk membawa sesuatu yang telah ditentukan. Selain itu penulis juga meminta data jamaah Majelis Taklim Al Hurriyah.
Catatan Lapangan
Tanggal : 27 Agustus 2020 Waktu : 11.00-12.00 WIB Tempat : TK Al Hurriyah
Penulis berkesempatan untuk bertemu dan mewawancarai Ibu Leni. Ibu Leni merupakan penanggung jawab dari usaha sembako di Majelis Taklim Al Hurriyah. Pertemuan dilakukan di TK Al Hurriyah karena kediaman Ibu Leni bersebelahan dengan TK Al Hurriyah. Sebelum bertemu, penulis menghubungi Ibu Leni melalui nomor WhatsApp yang didapat dari data jamaah majelis taklim. Pada kesempatan ini penulis berbincang dengan Ibu Leni terkait pengelolaan usaha sembako di Majelis Taklim Al Hurriyah. Pada saat wawancara Ibu Leni membawa buku catatan penjualan barang usaha sembako. Dalam proses perbincangan Ibu Leni menjelaskan bagaimana sistem jual-beli di usaha sembako ini.
Tanggal : 24 Oktober 2020 Waktu : 11.00-11.58 WIB
Tempat : Majelis Taklim Al Hurriyah
Penulis berkesempatan untuk bertemu dengan Ibu Puji Lestari. Ibu Puji merupakan pengurus Majelis Taklim Al Hurriyah. Beliau bertanggung jawab sebagai bendahara.
Sebelumnya penulis telah membuat janji temu dengan beliau sehari sesudah bertemu dengan Ibu Masinah. Namun qadarullah, penulis diberi nikmat untuk beristirahat dengan menderita sakit tifus selama 10 hari. Setelah benar-benar pulih dari sakit, penulis langsung menghubungi Ibu Puji kembali untuk mengatur ulang janji temu. Penulis menghubungi Ibu Puji melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor yang didapat dari data jamaah. Penulis bertemu dengan Ibu Puji setelah kegiatan pengajian selesai di Majelis Taklim Al Hurriyah. Penulis mewawancarai Ibu Puji seputar kepengurusan dan juga kegiatan-kegiatan yang terdapat di Majelis Taklim Al Hurriyah.
Lampiran 2
Pedoman Wawancara
PEDOMAN WAWANCARA PENYULUH AGAMA ISLAM
A. PERAN
1. Tolong jelaskan peran apa saja yang dimiliki oleh penyuluh agama Islam?
2. Menurut Anda, apakah penyuluh memiliki peran yang penting dalam upaya memberdayakan ekonomi masyarakat?
3. Peran seperti apa yang telah Anda lakukan dalam masyarakat, terutama dalam lingkup majelis taklim sebagai Penyuluh Agama Islam?
4. Apakah yang Anda lakukan saat ini sudah sesuai dengan tugas dan fungsi Anda sebagai Penyuluh Agama Islam?
5. Bagaimana langkah-langkah yang Anda lakukan dalam menjalani peran Anda sebagai Penyuluh Agama Islam?
B. PEMBERDAYAAN EKONOMI
1. Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan pemberdayaan ekonomi?
2. Menurut Anda, apakah tujuan dari pemberdayaan ekonomi?
3. Usaha apa yang telah Anda lakukan dalam memberdayakan ekonomi di Majelis Taklim Al Hurriyah?
Kenapa tidak memilih kegiatan ekonomi lainnya?
5. Bagaimana proses yang Anda lakukan dalam memberdayakan ekonomi di Majelis Taklim Al Hurriyah?
6. Apa saja yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan pemberdayaan ekonomi di Majelis Taklim Al Hurriyah?
7. Apa hasil dari pemberdayaan ekonomi yang dilakukan di Majelis Taklim Al Hurriyah?
8. Akankah pemberdayaan ekonomi yang sekarang sudah berjalan tetap bertahan atau diganti dengan kegiatan lainnya?
9. Apa harapan Anda untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi di majelis taklim ini?
PEDOMAN WAWANCARA PENANGGUNGJAWAB USAHA SEMBAKO
1. Sudah berapa lama menjadi pengurus usaha sembako di majelis taklim?
2. Bagaimana awal mula terbentuknya usaha sembako dalam majelis taklim ini?
3. Apa tujuan dibentuknya usaha sembako dalam majelis taklim?
4. Bagaimana sistem dan bentuk kegiatan usaha sembako yang dijalankan?
5. Apa perbedaan usaha sembako di majelis taklim ini dengan warung lainnya?
6. Berapa harga jual barang-barang dalam usaha sembako ini?
7. Siapa saja pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha sembako?
8. Bagaimana cara mengajak para jamaah dan orang sekitar agar tertarik dengan program usaha sembako?
9. Mengapa usaha sembako dipilih sebagai wadah untuk membantu perekonomian dalam majelis taklim ini?
10. Menurut Anda, apakah jamaah terbantu secara ekonomi dengan keberadaan usaha sembako?
11. Menurut Anda, apakah usaha sembako ini sudah berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai?
12. Apa dampak dari diadakannya kegiatan usaha sembako dalam majelis taklim ini?
1. Sudah berapa lama Anda mengikuti kegiatan di majelis taklim?
2. Apa alasan Anda mengikuti kegiatan di majelis taklim ini?
3. Selama mengikuti kegiatan majelis taklim, materi apa saja yang sudah Anda terima dari penyuluh agama Islam?
4. Menurut Anda, apakah seorang penyuluh agama Islam memiliki peran yang penting dalam kehidupan masyarakat?
5. Apakah Anda terlibat dalam kegiatan usaha sembako di majelis taklim?
6. Menurut Anda, mengapa perlu diadakan usaha sembako dalam majelis taklim?
7. Manfaat seperti apakah yang Anda rasakan dengan keberadaan usaha sembako di majelis taklim ini?
8. Apa harapan Anda ke depan untuk keberadaan usaha sembako di majelis taklim?
9. Menurut Anda, haruskah usaha sembako dalam majelis taklim dipertahankan keberlangsungan kegiatannya?
10. Apa harapan Anda ke depan untuk kegiatan penyuluhan yang harus ditambahkan dalam majelis taklim?
PEDOMAN WAWANCARA PENGURUS MAJELIS TAKLIM
1. Sudah berapa lama Anda menjadi pengurus di majelis taklim ini?
2. Apa posisi Anda dalam kepengurusan majelis taklim ini?
3. Tolong ceritakan tanggung jawab apa saja yang dilakukan para pengurus dalam majelis taklim ini!
4. Tolong ceritakan awal mula berdirinya majelis taklim ini!
5. Apa tujuan didirikannya majelis taklim ini?
6. Apa saja kegiatan yang terdapat dalam majelis taklim ini?
7. Materi apa saja yang diberikan oleh Penyuluh Agama Islam?
8. Bagaimana cara yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam dalam menyampaikan materi terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi?
9. Bagaimana pandangan Anda terhadap penyampaian materi oleh Penyuluh Agama Islam?
10. Menurut Anda, apakah Penyuluh Agama Islam sudah menjalankan perannya dengan baik?
11. Hal apa yang membuat Anda tertarik untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan majelis taklim ini?
12. Apa harapan Anda ke depannya untuk majelis taklim dan kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam?