• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

1. Untuk mengurangi peningkatan kemiskinan di Provinsi Jawa Barat, pemerintah

dapat meningkatkan infrastruktur dan birokrasi untuk menarik perhatian

investor agar dapat menanamkan modalnya, cara tersebut diharapkan dapat

memperbanyak membuka lapangan kerja baru yang berkaitan dengan potensi

82

penyerapan lapangan kerja baru dengan pendirian pabrik atau perusahaan ini

bertujuan agar dapat mengembangkan potensi tiap daerah dalam segi ekonomi

dan dapat menyerap tenaga kerja pada masing-masing daerah tersebut,

sehingga sumberdaya masyarakat pada usia angkatan kerja dapat diberdayakan

secara optimal dan pendapatan masyarakat dapat meningkat.

2. Pembatasan kelahiran dapat dilakukan dengan cara pemberian hadiah dari

pemerintah berupa pembebasan biaya pendidikan utuk anak hingga jenjang

tertinggi kepada setiap keluarga yang dapat mempertahankan jumlah anak

maksimal 2 anak hingga usia istri dalam keluarga tersebut mencapai batas usia

produktif. Kebijakan tersebut dapat dilakukan dengan tujuan agar setiap

keluarga dapat membatasi jumlah anak dan dengan hadiah pembebasan biaya

pendidikan diharapkan anak dapat menjadi tenaga kerja yang terlatih saat

dewasa nanti.

3. Lebih banyak lagi pihak-pihak atau lembaga-lembaga swasta di Indonesia yang

mendirikan sekolah-sekolah nonformal seperti bimbingan belajar untuk

anak-anak dari keluarga miskin yang tidak dapat melanjutkan penidikan pada

sekolah formal seperti sekolah negeri, dimana biaya sekolah tersebut

benar-benar gratis. Pada sekolah tersebut lebih mengfokuskan pada penggalian bakat

dan potensi yang dimiliki anak-anak sehingga saat dewasa keahlian anak dapat

diakui oleh masyarakat dan tetap bisa mendapat pekerjaan yang sesuai dengan

83

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. Tahun 1987-2016. Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia. Jakarta: BPS RI Jakarta

---. Tahun 1987-2016. Indikator Kesejahteraan Rakyat. Jawa Barat: Biro Pusat Statistik

---. Tahun 1987-2016. Statistik Indonesia. Jakarta: BPS RI Jakarta.

Badan Pusat Statistik.Berbagai Tahun. Survei Sosial Ekonomi Nasional. Jawa Barat: Biro Pusat Statistik

Bachtiar, Nasri dan Ayu, Cintia Putri. 2017. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pekerja anak di Sumatera Barat. Skripsi. Padang: Universitas Andalas. Beegle, Dehejia, & Gatti. 2004.Why Should We Care about Child Labor? The

Education, Labor Market, and Health Consequences of Child Labor. The Journal of Human Resource. Madinson: University of Wisconsin Press Bagoes Mantra, Ida. 2003. Demografi Umum.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Baland, J. M., & Robinson, J. A. (2000). Is child labor inefficient? Journal of Political Economy, 108(4), 663–679.

Basu, K., 2000. The intriguing relation between adult minimum wage and child labour. Economics Journal. 110 (462), C50–C61.

Borjas, George J. 2013. Labor Economics, 2nd edition. McGraw Hill.

Coulumbe, Harold dan Canagarajah, S. 2016. Child Labor and Schooling in Ghana. World Bank Economic and Sector Work (ESW).

Darwin, Muhadjir. 2009. Penghapusan atau Pemanusiaan Pekerja Anak?. Universitas Gadjah Mada. (online), (http://mapeksi002.blogspot.com, diakses 1 April 2018).

Edmonds, E., Schady, N., 2012. Poverty alleviation and child labor. Am. Economic. Journal: Econ. Policy 4 (4), 100–124..

Emerson, Patrick M and Souza, Andre Portela. 2003. Is There a Child Labor Trap? Intergenerational Persistence of Child Labor in Brazil. Economic Development and Cultural Change, 51(2), 375-398

Emerson, Patrick M, Ponczek, Vladimir, and Souza, Andre Portela. 2017. Child labor and learning. Economic Development and Cultural Change, 65 (2), 265-296.

Grootaert, C., Kanbur, R., 1995. Child labour: an economic perspective. International Labour Rev. 134 (2), 187–203.

84

Gujarati, Damodar dan Porter, Dawn. C. 2013. Dasar-Dasar Ekonometrika. Basic Econmetris 5th ed. Jakarta : Mc Graw Hill education dan Salemba Empat Herlina dan Nasser, E.M. 2003. Tenaga Kerja Anak di Indonesia. Jurnal Ekonomi,

7 (3). Hal. 291-305.

International Labour Organization. 2014 Menghapus Pekerja Anak di Indonesia Dukungan 25 Tahun. Jakarta: ILO Jakarta

---. 2016. Country Report on Child Labour and Youth Employment. Jakarta: Geneva.

Jhingan, M.L. 2010. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Mankiw, N. Greogory. 2003. Pengantar Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Manulang, Sendjun H. 2001. Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan Di Indonesia. Jakarta. Rhineka Cipta. Hlm. 3

Manurung, Dopang. 1998. ”Keadaan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi

Pekerja Anak di Indonesia”, Analisis Data SAKERNAS 1994. Tesis Magister Kependudukan dan Ketenagakerjaan. Universitas Indonesia. Jakarta.

Nengroo, Aasif Hussain dan Bhat, Gulam Mohammad. 2017. Why child labour? Evidences from homebased carpet weaving industry of Kashmir, Children andYouth Services Review. India: Departement of Economics

Noor, Muhammad, dkk. 2013. The estimation of Total Domestic Workers in Indonesia. Jakarta: International Labour Organization.

Nurjana, Mega. 2008. Pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat Fertilitas Total, dan Angka Putus Sekolah terhadap Angka Pekerja Anak di Indonesia tahun 1995-2009. Skripsi. Surabaya: Universitas Airlangga.

Psacharopoulos, George. 1997. Child Labor versus Educational Attainment Some Evidence from Latin America. Journal of Population Economics.

Washington DC: Springer Verlag.

Shahanara, Syeda. 2012. Economic growth and child poverty reduction in Bangladesh and China. Journal of Asian Economics 23(2012) 73-85. China. Simanjuntak, Payaman J. 1998. Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia.

Jakarta : Lembaga Penerbit FE-UI.

Sinaga, Minarwaty. 2010. Konrtibusi Pekerja Anak dalam Ekonomi Keluarga di Pemukiman Kumuh Kota Medan; “Studi Kasus: 4 keluarga Pekerja Aank”.

Medan: Universitas Sumatra Utara.

Sirohi, R. A. (2014). Child labour, human capital accumulation and foreign aid. Journal of Economic Development, 39(3), 1–14.

Sugaswara, Kouki. 2010. Intergenerational transfers and fertility: Trade-off between human capital and child labor. Japan Journal of macroeconomics 32 584-593. Jepang.

Todaro, Michael dan Stephen C. Smith. 2003. Pembangunan Ekonomi. Edisi Kedelapan. Jakarta: Erlangga.

---. 2006. Economic Development. Ninth Edition. England: Pearson Education Limited.

Ray, Ranjan. 2000. Child Labor, Child Schooling, and Their Interaction with Adult Labor: Empirical Evidence for Peru and Pakistan. The World Bank Economic ReviewVol. 14(2). Pakistan: IEG Public Sector.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1964, tentang pokok-pokok ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan hukum bagi pekerja dan pemberi kerja.

--- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

--- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Reggio, I. 2011) The influence of the mother's power on her child's labor in Mexico. Journal of Development Economics, 96(1), 95–105.

Talcott parsons. 1999. The Social System. England: Routledge & Kegan Paul Ltd. Tang, Can et al. 2016. Child Labor in China. Journal: China Economic Review.

Renmin University of China, China.

Tsuyuhara, K. (2014). A welfare analysis of child labor restriction: Intergenerational perspectives. Journal of Economic Development, 39(3), 15–

33.

Quayes, Shakil M, dkk. (2004). Poverty and Other Determinants of Child Labor in Bangladesh. Southern Economic Journal. 70(4), 876-892. Soutern Economic Asossiation

Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas. (online), (http://www.id.wikipedia.org, diakses 15 April 2018).

William. 2014. Child Labor in Indonesia. Voices of Youth. Jakarta: International Labour Organization

LAMPIRAN

88

Lampiran 3: Hasil Regresi OLS

Source | SS df MS Number of obs = 27 --- F( 3, 23) = 262.95 Model | 255.411451 3 85.1371 Prob > F = 0.0000 Residual | 8.41822111 23 .373777 R-squared = 0.8686 --- Adj R-squared = 0.8544 Total | 263.829672 26 9.09757 Root MSE = .46901 --- y | Coef. Std. Err. t P>|t| [95% Conf. Interval] --- x1d1 | .3157876 .0878093 3.60 0.012 .135293 .4962823 x2d2 | .2716608 .0332454 8.17 0.021 .203323 .3399977 x3d3 | 1.426115 .4903844 2.91 0.008 .418115 2.434114 _cons | 3.317508 .8402166 3.95 0.017 1.59041 5.044598 ---

Lampiran 4: Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance and Variance Inflation Factor (VIF)

Variable VIF 1/VIF

x2d2 1,01 0,989969

x1d1 1,01 0,990246

x3d3 1,00 0,999672

Lampiran 5: Hasil Uji Heteroskedastisitas Breusch-Pagan / Cook-Weisberg

Dokumen terkait