• Tidak ada hasil yang ditemukan

BABA VI SIMPULAN SARAN

B. Saran

1) sarana air bersih bukan milik sendiri, 2) jamban tidak ada,

3) SPAL tidak ada, dan

4) sarana pembuangan sampah tidak ada.

c. Perilaku penghuni:

1) tidak pernah membuka jendela,

2) tidak pernah membersihkan

rumah dan halaman,

3) membuang tinja tidak pada tempatnya,

4) membuang sampah tidak pada

tempatnya, dan

5) tidak pernah melakukan 3M.

commit to user

Berdasarkan kerangka teori di atas, Lingkungan Rumah yang tidak sehat meliputi komponen rumah dengan kriteria langit-langit tidak ada, dinding nonpermanen, lantai tanah, jendela kamar tidur tidak ada, pintu kamar tidur tidak ada, ventilasi kurang dari sepuluh persen luas lantai, lubang asap dapur tidak ada, dan pencahayaan kurang. Sarana sanitasi dengan kriteria sarana air bersih bukan milik sendiri, jamban tidak ada, SPAL tidak ada, dan sarana pembuangan sampah tidak ada.

Perilaku penghuni dengan kriteria tidak pernah membuka jendela, membersihkan rumah dan halaman, membuang sampah dan tinja tidak pada tempatnya, serta tidak melakukan 3M. Kriteria lain yang berupa kepadatan penghuni kurang dari delapan meter persegi setiap orang, ada tikus, ada lalat lebih dari lima ekor, ada kecoa, dan ada nyamuk, dan jarak kandang ternak dari rumah kurang dari sepuluh meter merupakan faktor risiko Kejadian Pneumonia pada anak balita.

Faktor risiko lain diantaranya dari faktor ibu dan anak balita. Faktor ibu meliputi penderita ISPA dan tingkat pendidikan rendah; sedangkan dari faktor anak balitanya adalah status gizinya buruk, status imunisasi dasarnya tidak lengkap, dan Riwayat BBLR.

C. Hipotesis

Berdasarkan tinjauan pustaka dan kerangka teori dapat dirumuskan hipotesis yaitu ada hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada anak balita di Kelurahan panularan Laweyan Surakarta.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id commit to user 27 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan waktu Cross Sectional yaitu menganalisis hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada anak balita dalam waktu bersamaan (Notoatmodjo, 2010: 37). Pengumpulan data variabel bebas yaitu kondisi kesehatan rumah dan variabel terikat yaitu pneumonia pada waktu yang bersamaan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta karena berdasarkan studi pendahuluan yang di lakukan pada tanggal 15 Mei 2012, 57 persen Kejadian Pneumonia terjadi di Kelurahan Panularan, Laweyan, Surakarta yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Penumping Surakarta.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dari pengajuan judul pada bulan Februari sampai pengumpulan KTI pada bulan Juli 2012. Pengumpulan data penelitian dilakukan pada bulan Juni 2012. Waktu pelaksanaan penelitian pada lampiran I.

commit to user C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi yang ditentukan pada penelitian ini adalah seluruh anak balita di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta yaitu sejumlah 594 anak balita dengan retriksi sejumlah 300 anak balita (Puskesmas Penumping, Mei 2012).

2. Sampel dan Teknik Sampling

Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah anak balita yang bertempat tinggal di Kulurahan Panularan Laweyan Surakarta yang dipilih secara Quota Sampling Nonproporsional yaitu teknik pengambilan sampel

dengan menetapkan jumlah anggota sampel secara quantum sampai

jumlahnya terpenuhi (Sulistyaningsih, 2012: 75). Pencuplikan Quota Sampling Nonproporsional yaitu dengan cara menentukan jumlah unit pencuplikan sesuai yang diinginkan dalam setiap kategori dengan tujuan mendapatkan jumlah subjek yang memadai untuk mewakili karakteristik tertentu di dalam sampel (Murti, 2010: 632).

3. Besar Sampel

Besar sampel pada penelitian ini menggunakan ketentuan umum Rule of Thumb yaitu setiap penelitian yang datanya akan dianalisis secara statistik dengan analisis bivariat membutuhkan sampel minimal tiga puluh subjek penelitian setelah peneliti melakukan restriksi terhadap populasi sumber sampel (Murti, 2010: 119). Berdasarkan ketentuan tersebut maka besarnya sampel dalam penelitian ini adalah tiga puluh anak balita.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

29

4. Kriteria Restriksi a. Kriteria Inklusi

Kriteria Inklusi adalah subjek yang dapat dimasukkan ke dalam sampel penelitian (Murti: 2010: 36). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah:

1) Ibu yang memenuhi kriteria:

a) Tidak menderita ISPA, diketahui dengan cara mengisi angket tentang karakteristik responden dan melihat status kesehatan di Puskesmas.

b) Pendidikannya minimal tamat SLTP, diketahui dengan cara mengisi angket tentang karakterisrik responden.

2) Anak balita yang memenuhi kiteria:

a) Status gizi baik ditandai dengan tidak Bawah Garis Merah (BMG), diketahui dengan cara melihat buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)-nya.

b) Status Imunisasi Dasarnya lengkap, diketahui dengan cara melihat buku KIA-nya.

c) Tidak ada riwayat BBLR, diketahui dengan cara melihat buku KIA-nya dan mengisi angket tentang karakteristik resonden. b. Kriteria Ekslusi

Kriteria ekslusi adalah subjek yang tidak dapat diambil sebagai sampel (Notoatmodjo: 2010: 30). Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah ibu yang tidak bersedia menjadi responden dalam penelitian.

commit to user D. Definisi Operasional Variabel

1. Lingkungan Rumah

Lingkungan Rumah yaitu suatu keadaan hunian atau tempat tinggal anak balita meliputi komponen rumah, sarana sanitasi, perilaku penghuni, dan lain-lain berupa kepadatan penghuni, serangga, hama, dan hewan ternak.

Cara pengumpulan data dengan observasi Lingkungan Rumah dan wawancara langsung dengan orang tua anak balita. Skala data yang digunakan adalah skala data nominal dengan kriteria:

a. Lingkungan Rumah sehat dengan hasil penilaian lebih dari atau sama dengan 1.032

b. Lingkungan Rumah tidak sehat dengan hasil penilaian kurang dari 1.032

2. Kejadian Pneumonia pada anak balita

Kejadian Pneumonia pada anak balita yaitu suatu peradangan paremkim paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan penyebab yang lainya apabila terjadi pada seseorang berusia dua belas sampai dengan enam puluh bulan.

Cara pengumpulan data dengan melihat dokumen status Kejadian Pneumonia di Puskesmas Penumping Surakarta Bulan Januari tahun 2011 sampai Juni 2012. Skala pengukuran datanya adalah nominal dengan kategori:

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

31

a. Pneumonia:

1) Ada tanda bahaya umum seperti anak tidak bisa minum atau menetek, selalu memuntahkan semuanya, kejang atau anak letergis atau tidak sadar;

2) Ada tarikan dinding dada ke dalam; 3) Stridor (bunyi grok-grok saat inspirasi).

4) Terdapat nafas cepat pada usia anak dua belas sampai enam puluh bulan sebanyak empat puluh kali atau lebih permenit.

b. Bukan Pneumonia, apabila tidak ada tanda-tanda Pneumonia atau penyakit sangat berat.

E. Alat dan Metode Pengumpulan Data

1. Alat Pengumpulan Data

Alat yang dipergunakan untuk proses pengumpulan data Lingkungan Rumah yaitu kuesioner dan formulir penilaian. Formulir penilaian berpedoman pada Petunjuk Teknis Rumah Sehat Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Tahun 2003. Kisi-kisi formulir penilaian Lingkungan Rumah sebagai berikut.

Tabel 1. Kisi-Kisi Formulir Penilaian Lingkungan Rumah

No Konstruksi Aspek yang Dinilai No. Item yang dinilai ∑ item

1. Komponen a. Langit-langit 1 8

b. Dinding 1

rumah c. Lantai 1

d. Jendela kamar dan ruang keluarga

e. Pintu 1

f. Ventilasi 1

g. Lubang asap dapur 1

commit to user

No Konstruksi Aspek yang Dinilai No. Item yang dinilai ∑ item

2. Sarana a. Sarana air bersih 1 4

b. Jamban 1

sanitasi c. SPAL 1

d. Sarana pembuangan sampah 1

3. Perilaku a. Membuka jendela kamar tidur 1 5

dan ruang keluarga

penghuni b. Membersihkan rumah dan halaman 1

c. Cara membuang tinja anggota 1

keluarga

d. Membuang sampah 1

e. Menguras, menutup, dan mengubur 1

4. Lain-lain a. Kepadatan penghuni 1 6

b. Tikus 1 c. Lalat 1 d. Kecoa 1 e. Nyamuk 1 f. Kandang ternak 1 total 23 Penilaian Kejadian Pneumonia pada anak balita dipergunakan alat Status Kejadian Pneumonia di Puskesmas Penumping Surakarta Bulan Januari 2011 sampai Juni 2012.

2. Metode Pengumpulan Data

Langkah awal rencana peneliti adalah mengurus surat perizinan melakukan penelitian yang akan dilakukan di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta dengan cara menyerahkan Surat Perizinan Penelitian dari Program Studi Diplama IV Bidan Pendidik Universitas Sebelas Maret Surakarta kepada Kepala Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta. Selanjutnya, Peneliti mengumpulkan data dengan datang ke rumah anak balita untuk membagikan lembar kuesioner yang diisi oleh orang tua balita dengan sebelumnya Peneliti memberikan pengarahan singkat cara pengisiannya.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

33

Langkah berikutnya pengisian hasil yang telah diperoleh peneliti melalui observasi dan wawancara dengan orang tua balita pada formulir penilaian Lingkungan Rumah anak balita yang telah disediakan peneliti. Pengumpulan data dilakukan oleh Peneliti dibantu oleh kader Posyandu di wilayah Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta yang telah memperoleh penjelasan teknis pelaksanaan pengumpulan data yang akan dilakukan oleh Peneliti.

F. Metode Pengolahan dan Analisis Data

Setelah data terkumpul melalui pengisian lembar karakteristik, observasi dan wawancara langsung pada responden, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah pengolahan data. Data diolah secara manual dan komputerisasi dengan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Pengolahan data (Sulistyaningsih, 2010: 150) a. Editing

Peneliti memeriksa kelengkapan dan kesesuaian data yang diperoleh dari responden. Diawali dengan menerima hasil skor pengisian obsevasi rumah sehat sesuai keterangan dari responden, kemudian Peneliti melakukan penilaian rumah sehat sesuai dengan hasil skor yang telah ditentukan. Selanjutnya, Peneliti memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dalam pengisian data tanpa mengubah keterangan yang diperoleh dari responden. Jika terdapat data yang diperoleh dari keterangan responden kurang maka dihilangkan atau diberi skor 0 pada lembar penilaian.

commit to user b. Coding

Tahap ini dilakukan setelah proses editing selesai dengan memberikan penilaian pada keterangan responden guna memudahkan pengolahan data. Penilaian untuk Lingkungan Rumah dengan ketentuan kode 1 untuk kondisi kesehatan rumah sehat dan kode 0 untuk kondisi kesehatan rumah yang tidak sehat. Penilaian Kejadian Pneumonia pada anak balita dengan memberi kode 2 untuk Pneumonia dan kode 1 untuk Bukan Pneumonia.

c. Entry

Memasukkan data yang telah di-coding dalam komputer untuk diolah dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS). 2. Analisis data

a. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) Analisis Univariate

Analisis univariate dilakukan pada setiap variabel dari hasil penelitian. Analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari setiap variabel (Notoatmodjo, 2010: 182). 2) Analisis Bivariate

Setelah dilakukan analisis univariate dilanjutkan dengan analisis bivariate yang dilakukan terhadap variabel bebas dan terikat dalam penelitian (Notoatmodjo, 2010: 182). Pengujian

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

35

hipotesis untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variabel, yaitu variabel bebas dengan skala data nominal dan variabel terikat dengan skala data nominal maka menggunakan uji statistik Chi Square (Dahlan, 2009).

Bila Chi Square hitung lebih kecil dari tabel, maka Ho diterima, dan apabila lebih besar atau sama dengan harga tabel maka Ho ditolak. Dapat juga dilihat dari nilai asymp.sig pada perhitungan dengan SPSS jika p lebih besar dari 0,05 artinya tidak ada hubungan antar variabel, sedangkan jika p lebih kecil dari 0,05 berarti ada hubungan antar variabel (Riwidikdo. 2008: 109).

b. Analisis dari data-data pada penelitian ini sebagai berikut.

1) Lingkungan Rumah

Data yang diperlukan Peneliti telah terkumpul, dilanjutkan dengan pengelompokkan sesuai data dan jenis masing-masing. Kemudian, dimasukkan dalam tabel dan dikategorikan skala datanya dengan dijumlahkan. Kategori Lingkungan Rumah baik diperoleh dengan menjumlahkan skor pada pertanyaan yang telah disusun.

Skor yang diperoleh dibandingkan dengan yang tertinggi, selanjutnya dimasukkan ke kategori yang berupa data nominal yaitu:

commit to user

a) Lingkungan Rumah sehat apabila hasil penilaian lebih dari sama dengan 1.032,

b) Lingkungan Rumah tidak sehat apabila hasil penilaian kurang dari 1.032.

Data yang didapatkan kemudian dimasukkan tabel dengan kriteria kode 1 untuk Lingkungan Rumah sehat dan 0 untuk Lingkungan Rumah tidak sehat. Hasil tersebut dibuat persentase dengan rumus:

P =

Keterangan: P: Persentase

x: Lingkungan Rumah baik atau buruk n: Jumlah populasi sampel

2) Kejadian Pneumonia

Mengklasifikasikan Kejadian Pneumonia dengan kategori

Pneumonia dan Bukan Pneumonia sesuai dengan dokumentasi status Kejadian Pneumonia di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Penumping.

3) Analisis hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

37

Sugiyono (2007: 107) pengujian terhadap hubungan antara Lingkungan Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada anak balita mengunakan uji Chi Square:

Keterangan: �²= Chi Square

= Freukuensi yang diobservasi = Frekuensi yang diharapkan

Riwidikdo (2008: 109) Karena menghitung uji statistik dengan SPSS, maka juga disajikan kriteria pembacaan hasil uji statistik dengan SPSS dengan melihat nilai asymp.sig sebagai berikut. a) Jika p lebih besar dari 0,05 artinya tidak ada hubungan antar

variabel,

b) Sedangkan jika p lebih kecil dari 0,05 berarti ada hubungan antar variabel.

commit to user

38 BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

Panularan merupakan wilayah pemukiman di tengah kota Surakarta. Secara historis merupakan wilayah Haryo Panular, keluarga ningrat yang tinggal di kelurahan ini. Kelurahan Panularan berada di Kecamatan Laweyan Kota Surakarta yang dipimpin oleh Tri Broto W. P., S.H dan merupakan wilayah kerja Puskesmas Penumping Laweyan Surakarta. Pada pelaksanaan kepemerintahan Kelurahan Panularan, beliau dibantu oleh seorang Sekretaris Kelurahan; empat orang Kepala Seksi meliputi tata pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pembangunan dan lingkungan hidup, budaya dan agama; dan empat orang staf kelurahan.

Kondisi geografis Kelurahan Panularan berada pada dataran rendah yang sebagian wilayah berada di tepi Sungai Jenes dengan luas wilayah 5,441 hektar (ha) dengan pemanfaatan sebagai besar sebagai pemukiman penduduk yaitu sejumlah 2,541 ha (46,7 persen) dan selebihnya dimanfaatkan sebagai bangunan sekolah 2,00 ha, lapangan olah raga 0,5 ha, rusunawa 0,07 ha, pasar 0,06 ha, pertokoan 0,04, perkantoran 0,03 ha, dan tempat ibadah 0,2 ha. Orbitasi dari wilayah Kelurahan Panularan ke Kecamatan Laweyan cukup dekat kurang lebih enam ratus meter, jarak ke Pemerintah Kota Surakarta sekitar lima kilometer, dan akses ke Puskesmas Penumping sangat memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan karena terletak di

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

39

Kelurahan Penumping berbatasan langsung di sebelah utara Kelurahan Panularan (Profil Kelurahan Panularan, Juni 2012).

Jumlah total penduduk Kelurahan Panularan adalah 9.913 terbagi menurut kelompok kelamin adalah 4.901 laki-laki dan 5.012 perempuan, sedangkan menurut kelompok usia dalam kelompok piramida muda yaitu sejumlah 61,9 persen dalam kelompok 0 sampai 24 tahun dengan jumlah balita sejumlah 24,3 persen. Penduduk Kelurahan Panularan sejumlah 66,7 persen sudah menyelesaikan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun dan mayoritas penduduknya beragama islam yaitu sejumlah 83,1 persen, dan mata pencaharian penduduknya sejumlah 49,7 persen adalah sebagai buruh industri dan bangunan (Data Monografi Dinamis Kelurahan Panularan, Juni 2012).

Berdasarkan Profil Kelurahan Panularan (Juni, 2012) Kelurahan Panularan terdiri dari 48 Rukun Tetangga (RT) yang terbagi dalam delapan Rukun Warga (RT) dengan 2.826 Kepala Keluarga (KK). Prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi yaitu 688 rumah dengan Perusahaan Air Minum (PAM), 492 rumah dengan sumur gali, dan 216 rumah dengan sumur pompa, 688 rumah memiliki saluran sanitasi limbah, dan lima lokasi Mandi Cuci Kakus (MCK).

Batas wilayah Kelurahan Panularan sebelah utara adalah Kelurahan Penumping dan Sri Wedari, sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Bumi dan Kelurahan Cemani yang dipisahkan oleh Kali Jenes, sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Tipes, serta di sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan Jayegan (Profil Kelurahan Panularan, Juni 2012).

commit to user B. Karakteristik Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan keluarga yang diuraikan sebagai berikut.

1. Usia

Karakteristik responden berdasarkan usia dijelaskan melalui daftar tabel sebagai berikut.

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia di Kelurahan Panularan Surakarta

No. Karakteristik Frekuensi Persentase (%)

1. 20 – 24 4 13,30 2. 25 – 29 6 20 3. 30 – 34 16 53,40 4. 35 – 39 3 10 5. ≥ 40 1 3,30 Σ 30 100

Sumber: Data Primer, Juli 2012

Berdasarkan tabel 5 di atas, dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan usia paling banyak adalah berusia tiga puluh sampai dengan 34 tahun yaitu sejumlah enam belas orang (53,4) persen). Sedangkan responden yang berusia lebih dari sama dengan empat puluh tahun paling sedikit jumlahnya yaitu sejumlah satu orang (3,30) persen.

2. Pendidikan

Karakteristik responden berdasarkan pendidikan dijelaskan melalui daftar tabel sebagai berikut.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

41

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan di Kelurahan Panularan Surakarta

No. Karakteristik Frekuensi Persentase (%)

1. Tamat SLTP 15 50

2. Tamat SLTA 14 46,70

3. Tamat PT 1 3,30

Σ 30 100

Sumber: Data Primer, Juli 2012

Berdasarkan tabel 6 di atas, dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan pendidikan yang dominan yaitu sejumlah lima belas orang (lima puluh persen) adalah berpendidikan SLTP. Sedangkan, yang paling tidak dominan yaitu sejumlah satu orang (3,30 persen) responden berpendidikan terakhir PT.

3. Pekerjaan

Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan dijelaskan melalui daftar tabel sebagai berikut.

Tabel 4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan di Kelurahan Panularan Surakarta

No. Karakteristik Frekuensi Persentase (%)

1. IRT 15 50 2. Karyawan 8 26,70 3. PNS 1 3,30 4. Swasta 4 13,30 5. Lain-lain 2 6,70 Σ 30 100

commit to user

Berdasarkan tabel 7 di atas, dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan pekerjaan paling banyak merupakan yang bekerja sebagai IRT yaitu sejumlah lima belas orang (lima puluh persen). Sedangkan responden yang bekerja sebagai PNS paling sedikit jumlahnya yaitu sejumlah satu orang (3,30 persen).

4. Penghasilan keluarga

Karekteristik responden berdasarkan penghasilan keluarga dijelaskan melalui daftar tabel sebagai berikut.

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan Keluarga di Kelurahan Panularan Surakarta

No. Karakteristik Frekuensi Persentase (%)

1. 850.000 – 1.000.000 11 36,70

2. 1.100.000 – 1.500.000 14 46,70

3. > 1.500.000 5 16,60

Σ 30 100

Sumber : Data Primer, Juli 2012

Berdasarkan tabel 8 di atas, dapat diketahui bahwa karakteristik responden berdasarkan penghasilan keluarga paling banyak adalah yang berpenghasilan Rp. 1.100.000,00 sampai Rp. 1.500.000,00 yaitu sejumlah empat belas keluarga (46,70 persen). Sedangkan responden yang berpenghasilan lebih dari Rp. 1.500.000,00 paling sedikit jumlahnya, yaitu sejumlah lima keluarga (16,60 persen).

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

43

C. Lingkungan Rumah di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

Lingkungan Rumah di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta dapat diketahui dengan cara melakukan observasi Lingkungan Rumah tiga puluh anak balita tersebut secara langsung dan wawancara dengan tiga puluh responden dalam penelitian ini yaitu ibu yang memiliki anak balita. Berikut ini disajikan tabel tentang Lingkungan Rumah yang telah memenuhi kriteria minimal rumah sehat.

Tabel 6. Hasil Penilaian Lingkungan Rumah di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

No Komponen yang Dinilai F Persentase (%)

1. Komponen rumah

a. Langit-langit ada, bersih, tidak rawan kecela-

kaan dan tingginya tidak kurang dari 2,75m 15 30,0

b. Dinding pemanen atau papan kedap air 29 96,7

c. Lantai diplester atau ubin atau keramik

seluruhnya 27 90,0

d. Jendela kamar tidur dan ruang keluarga ada 30 100,0

e. Pintu ada setiap ruangan atau kamar 17 56,7

f. Ventilasi ada, luas lebih dari 10% luas lantai 29 96,7 g. Lubang asap dapur ada, asap dapat keluar

dengan sempurna 23 76,7

h. Pencahayaan terang, tidak silau, dapat untuk

membaca 19 63,3

2. Sarana sanitasi

a. Sarana air bersih yang meliputi susia gali, SPT, atau PAM ada, milik sendiri, dan

memenuhi syarat 26 86,7

b. Jamban atau sarana pembuangan kotoran ada

dan memenuhi syarat 30 100,0

c. SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) ada, jarak dengan sumber air lebih dari sama

dengan 10 m atau dialirkan ke riol kota 30 100,0

d. Sarana pembuangan sampah atau tempat

commit to user

No Komponen yang Dinilai F Persentase (%)

3. Perilaku penghuni

a. Membuka jendela kamar tidur dan ruang

keluarga setiap hari 27 90,0

b. Membersihkan rumah dan halaman setiap hari 27 90,0

c. membuang tinja atau kotoran manusia semua

anggota keluarga setiap hari ke jamban 30 100,0

d. Membuang sampah setiap hari ke tempat

sampah 27 81,7

e. Menguras, menutup, dan mengubur lebih dari

satu kali dalam seminggu 20 66,7

4. Lain-lain

a. Kepadatan penghuni lebih dari 8m² per orang 12 40,0

b. Tikus tidak ada 0 0,0

c. Lalat kurang dari sama dengan 5 ekor 22 73,3

d. Kecoa tidak ada 0 0,0

e. Nyamuk tidak ada 0 0,0

f. Kandang ternak terpisah dari rumah, jarak lebih

dari 10 m atau tidak punya ternak 23 76,6

Sumber: Data Primer, Juli 2012

Data penilaian lingkungan rumah yang diperoleh, kemudian masing-masing dilakukan penilaian dengan kategori Rumah sehat dan Rumah tidak sehat yang dideskripsikan sebagai berikut.

Gambar 2. Distribusi Frekuensi Lingkungan Rumah di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

45

Berdasarkan Gambar 2 di atas, dapat diketahui dalam penelitian Lingkungan Rumah yang dilakukan di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta terdapat sejumlah enam belas rumah sehat (53,30 persen) dan empat belas rumah tidak sehat (46,7 persen).

D. Kejadian Pneumonia di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

Kejadian Pneumonia di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta diketahui dengan cara melihat dokumen status medis di Puskesmas Penumping. Jumlah skor data yang diperoleh digunakan untuk menentukan kriteria Kejadian Pneumonia pada anak balita yang dikategorikan menjadi Pneumonia dan Bukan Pneumonia yang dideskripsikan sebagai berikut.

Gambar 3. Distribusi Frekuensi Kejadian Pneumonia di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

Sumber: Data Primer, Juli 2012

Berdasarkan gambar 3 di atas, dapat diketahui Kejadian Pneumonia di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta terdapat sejumlah lima belas Pneumonia (lima puluh persen) dan lima belas Bukan Pneumonia (lima puluh persen).

commit to user

E. Hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan, hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada anak balita di Kelurahan Panularan Laweyan surakarta dapat dideskripsikan melalui gambar diagram yang disajikan sebagai berikut.

Gambar 4. Hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Balita di Kelurahan Panularan Laweyan Surakarta

Sumber: Data Primer, Juli 2012

Berdasarkan gambar 4 di atas, dapat diketahui sejumlah dua belas Pneumonia pada anak balita (delapan puluh persen) tinggal di rumah yang tidak sehat. Sedangakan hanya sejumlah dua Bukan Pneumonia pada anak balita (13,30 persen) yang tinggal di rumah yang tidak sehat.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

Dalam dokumen HAPPY PRIMARIASARI R1111016 (Halaman 38-70)

Dokumen terkait