Saran

Dalam dokumen Hubungan antara hiperurisemia dengan hipertensi (Halaman 54-59)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, maka saran dari penulis adalah sebagai berikut:

1. Sebaiknya dilakukan penelitian pada populasi lain dengan melibatkan

subjek wanita untuk memperluas generalisasi hasil penelitian.

2. Sebaiknya dilakukan penelitian lanjutan dengan rancangan penelitian yang lebih baik (studi longitudinal) sehingga dapat membuktikan adanya hubungan sebab akibat antara hiperurisemia dengan hipertensi.

3. Sebaiknya dilakukan penelitian lain dengan memperhitungkan faktor perancu lain yang belum dapat dikendalikan pada penelitian ini.

4. Sebaiknya masyarakat rajin mengontrol kadar asam urat dan tekanan darah serta menghindari hal-hal yang dapat meningkatkan keduanya sehingga angka kejadian hiperurisemia dan hipertensi serta berbagai komplikasinya dapat menurun.

lv

DAFTAR PUSTAKA

Alderman, MH. 2007. Uric Acid and Cardiovascular Disease. Circulation, pp: 880-83.

Aminullah A, Rukman Y, Munasir Z, Sastroasmoro S. 2007. Variabel dan Hubungan antar Variabel. In: Sastroasmoro S dan Ismael S (ed). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ketiga. Jakarta: Sagung Seto, pp: 255-78.

Aneja A, El-Atat F, Mc Farlane SI, Sowers AJR. 2004. Hypertension and Obesity. Endojournals, pp: 169-205.

Berry CE and JM Hare. 2004. Xanthine Oxidoreductase and Cardiovascular Disease: Molecular Mechanism and Pathophysiological Implications. Am J Physiol, pp: 589-606.

Bratawidjaja KG. 2002. Imunologi Dasar. Jakarta: FKUI, pp: 44-53.

Budiarto, Eko. 2004. Biostatika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC

Caballero. 2005. Nutrition Paradox – Underweight and Obesity in Developing Countries. N Engl. J. Med, pp: 1514-16.

Culleton BF, Larson MG, Kannel WB, Levy D. 2006. Serum Uric Acid and Risk for Cardiovascular Disease and Death: The Framingham Heart Study. Ann Intern Med, pp: 7-13.

Despres J. 2006. Abdominal obesity: the most prevalent cause of the metabolic syndrome and related cardiometabolic risk. European Heart Journal Supplements 8:B4–B12.

Dincer HE, Dincer AP, Levinson DJ. 2002. Asymptomatic Hyperuricemia: To Treat or Not To Treat. Cleveland Clinic Journal of Medicine, pp: 594-606.

lvi

Feig DI, Kang DH, Johnson RJ. 2008. Uric Acid and Cardiovascular Risk. N Eng J Med, pp: 1811-21.

Ghazali MV, Sastromihardjo S, Rochani S, Soelaryo T, Pramulyo H. Studi Cross-Sectional. 2007. In: Sastroasmoro S dan Ismael S (ed). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ketiga. Jakarta: Sagung Seto, pp:112-26.

Hediger MA, Johnson RJ, Miyazaki H, Endou H. 2005. Molecular Physiology of Urate Transport. Am J Physiol, pp: 125-33.

Heinig M and RJ Johnson. 2006. Role of Uric Acid in Hypertension, Renal Disease, and Metabolic Syndrome. Cleveland Clinic Journal of Medicine, pp: 1059-64.

Indrawan IGNB. 2005. Hubungan Konsumsi Purin Tinggi dengan Hiperurisemia Studi Potong Lintang Analitik pada Penduduk Suku Bali di Kota Denpasar. Denpasar: In Press.

Janghorbani M, Amini M, Rezvanian H, Gouya MM, Delavari A, Alikhani S, Mahdavi A. 2008. Association of body mass index and abdominal obesity with marital status in aduts. Arch Iranian Med 11:274-81.

Joesoef AH dan Budhi Setianto. 2003. Hipertensi Sekunder. In: Rilantono dkk (ed). Buku Ajar Kardiologi. Jakarta: FKUI.

Johnson RJ, Kang DH, Feig DI, Kivlighn S, Kanelis J, Watanabe S, Tuttle KR, Mazzali M. 2003. Is There a Pathogenic Rule of Uric Acid in Hypertension, Cardiovascular and Renal Disease? Hypertension Journal, pp: 1183-90.

Lawrence GS. 2010. Implikasi Klinis Disfungsi Endotel dan Radikal Bebas. Makassar: FK UNHAS.

Lehto S, Niskanen L, Ronnemma T, Laakso M. 1998. Serum Uric Acid is A Strong Predictor of Stroke in Patients with Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus. Stroke, pp: 635-39.

lvii

Madiyono B, Moeslichan S, Sastroasmoro S, Budiman I, Purwanto SH. 2007. Perkiraan Besar Sampel. In: Sastroasmoro S dan Ismael S (ed). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ketiga. Jakarta: Sagung Seto, pp: 302-30.

Mansjoer A, Triyanti K, Savitri R. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius FKUI.

Misbach, Jusuf. 2007. Ancaman Serius Hipertensi di Indonesia. Simposia, pp: 34.

Mitchell BD, Almasy LA, Rainwater DL, Schneider JL, Blangero J, Stern MP, MacCluer JW. 2000. Diabetes and Hypertension in Mexican American

Families: Relation to Cardiovascular Risk. American Journal of

Epidemiology, pp: 1047-56.

Mladinescu OF, Savoiu G, Serban C, Noveanu L, Gaita D, Muntean D. 2008. The Rule of Hyperurisemia in Endothelial Dysfunction Induced by Hypertension. Romanian J. Biophys, pp: 329-36.

Murti, Bhisma. 2010. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Niskanen LK, Laaksonen DE, Nyysonen K, Alfthan G, Lakka HM, Lakka TA, Salonen JT. 2004. Uric Acid Level as a Risk Factor for Cardiovascular and All Cause Mortality in Middle Aged Men: A Prospective Cohort Study. Arch Itern Med, pp: 1541-46.

Price SA, Wilson LM. 2006. Pathophysiology Clinical Concepts of Disease Processes 4th Edition. Philadelphia: Mosby Year Book.

Purwanto, Bambang. 2009. Pathogenesis, Etiology, and Management of

Hypertension and Nefrotoxic Agents. Disampaikan pada Half Day Simposium: Renal Disease Induced by Nefrotoxic Agents. Surakarta.

Putra, Tjokorda Raka. 2006. Hiperurisemia. In: Sudoyo dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Peyakit Dalam Jilid II Edisi IV. Jakarta: FKUI, pp: 1213-17.

lviii

Sastroasmoro, Sudigdo. 2007. Pengukuran dalam Penelitian. In: Sastroasmoro S dan Ismael S (ed). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ketiga. Jakarta: Sagung Seto, pp: 78-91.

_______________. 2007. Inferensi: dari Sampel ke Populasi. In: Sastroasmoro S dan Ismael S (ed). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ketiga. Jakarta: Sagung Seto, pp: 12-28.

Shahid SM, Mahboob T. 2009. Diabetes and Hypertension: Correlation Between Glycosylated Hemoglobin (HbA1c) and Serum Nitric Oxide (NO). Australian Journal of Basic and Applied Sciences, pp : 1323-27.

Sherwood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia : Dari Sel ke Sistem. Alih bahasa: Brahm U. Pedit. Jakarta: EGC.

Siregar, Tagor Gumanti Muda. 2003. Hipertesi Esensial. In: Rilantono dkk (ed). Buku Ajar Kardiologi. Jakarta: FKUI.

Suwitra, Ketut. 2006. Penyakit Ginjal Kronik. In: Sudoyo dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Peyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: FKUI, pp: 581-84.

Taufiqurrohman M. A. 2004. Pengantar Metodologi Penelitian Untuk Ilmu Kesehatan. Surakarta: CSGF.

Tumbelaka AR, Riono P, Wirjodiarjo M, Pudjiastuti P, Firman K. 2007. Pemilihan Uji Hipotesis. In: Sastroasmoro S dan Ismael S (ed). Dasar – Dasar Metodologi Penelitian Klinis Edisi Ketiga. Jakarta: Sagung Seto, pp: 279-301.

Verdecchia P, Schillaci G, Reboldi G, Santeusanio F, Brunetti P. 2000. Relation between Serum Uric Acid and Risk of Cardiovascular Disease in Essential Hypertension. The PIUMA Study Hypertension, pp: 1072-78.

Waring WS, Webb DJ, Maxwell SR. 2000. Uric Acid as A Risk Factor for Cardiovascular Disease. QJ Med, pp: 7007-713

lix

Wisesa IBN, Suastika K. 2009. Hubungan antara Konsentrasi Asam Urat Serum dengan Resistensi Insulin pada Penduduk Suku Bali Asli di Dusun Tenganan Pegrisingan Karangasem. J Peny Dalam vol 10, pp: 110-19.

Yogiantoro, Mohammad. 2006. Hipertensi Esensial. In: Sudoyo dkk (ed). Buku Ajar Ilmu Peyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Jakarta: FKUI, pp: 610-14.

Zharikov S, Karina Krotova, Richard Johnson, Chris Baylis, Edward R. 2007. Uric Acid Reduces Nitrioxide (NO) Bioavailability in Endothelial Cells by Activating The L-Arginine/Arginase Pathway. The FASEB Journal, pp: 745-51.

Dalam dokumen Hubungan antara hiperurisemia dengan hipertensi (Halaman 54-59)