• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

D. Saran

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, saran yang perlu dipertimbangkan adalah sebagai berikut.

1. Bagi Guru

Pembelajaran dengan metode pembelajaran penemuan (discovery learning) berbantuan media aplikasi Livewire dapat digunakan sebagai salah

diskripsi elemen pasif dalam rangkaian listrik arus searah. Metode pembelajaran penemuan membuthkan perhatian khusus dalam hal pemilihan pembatasan masalah, perencanaan yang seksama dan membantu mengoptimalkan proses pembelajaran dan meminimalkan jumlah waktu yang terbuang sehingga guru harus lebih merancang proses pembelajaran yang tepat.

Guru sebaiknya harus mengetahui tingkat kemampuan awal masing-masing siswa terlebih dulu karena metode pembelajaran penemuan akan sukses apabila semua siswa memiliki kemampuan tinggi dan memiliki motivasi belajar yang tinggi.

2. Bagi Siswa

siswa diharapkan mampu beradaptasi dengan penerapan metode pembelajaran penemuan berbantuan media aplikasi Livewire. Siswa

hendaknya memiliki motivasi belajar yang tinggi agar sukses dalam pembelajaran menggunakan metode pembelajaran penemuan. Siswa diharapkan agar meningkatkan kesadaran dan keaktifan dalam belajar sehingga hasil belajar meningkat.

3. Bagi Ketua Jurusan TIPTL

Ketua jurusan hendaknya membuat kebijakan kepada guru untuk menggunakan metode pembelajaran penemuan berbantuan media aplikasi

DAFTAR PUSTAKA

Awaluddin Tjalla. (2011). Potret Mutu Pendidikan Indonesia Ditinjau Dari Hasil-hasil Studi Internasional. Jakarta: FIP UNJ.

Ahmad Aprillah. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 dan Kesiapan Guru.

Mataram: FKIP UNRAM.

Anik. (2015). “Seberapa Pentingkah Media Dalam Pembelajaran?”.

Kompasiana.

http://www.kompasiana.com/nikdanhan/seberapa- pentingkah-media-dalam-

pembelajaran_552e234f6ea83403098b457c. [ 5 Januari 2016 :13.00].

Ari Ariyanto. (2015). “Apa Yang Harus Dilakukan Guru Sebelum

Mengajar?”. Kompasiana.

http://www.kompasiana.com/aloevera/apa-yang-harus- dilakukan-oleh-guru-sebelum-

mengajar_55284be26ea83455468b4581. [ 5 Januari 2016 :13.00].

Bachtiar (2014). “Kurikulum 2013 Tak Cocok Bagi SMK”. Haluan Kepri.

http://www.haluankepri.com/pendidikan/50076-kurikulum- 2013-tak-cocok-bagi-smk-.html . [ 5 Januari 2016 :13.00]. Dewa Gede. (2015). Penerapan Model Discovery Learning Untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Dasar dan Pengukuran Listrik Kelas X TITL 1 SMK Negeri 3 Singaraja Tahun 2014/2015. Jurnal JPTE (Nomor 1 Tahun 2015). UPG. Hlm. 22-33.

Dimyati & Mudjiono. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka

Cipta.

Dina Indriana. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pembelajaran. Jogjakarta. Diva Press.

Djamarah. (2010). Guru & Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: PT

Rineka Cipta

DJemari Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrumen Tes Dan Nontes.

Yogyakarta: Mitra Cendekia Press.

E Mulyasa. (2008). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya Offset.

_________. (2014). Guru Dalam Implementasi Kurikulum 2013. PT Remaja Rosdakarya Offset.

Fartani, Ibnu Fartani. (2014). “Peningkatan Kompetensi Mata Pelajaran Dasar dan Pengukuran Listrik Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik di SMK Muhamadiyah 1 Klaten

Utara Dengan Metode Discovery learning”. Laporan Penelitian.

UNY.

Fitrah Insani (2014). “Rumitnya Penerapan Kurikulum Baru 2013”. Jawa Pos. http://www2.jawapos.com/baca/artikel/5265/rumitnya- penerapan-kurikulum-baru-2013. [ 5 Januari 2016 :13.00]. Hamzah B & Lamatenggo, Nina. (2011). Teknologi Komunikasi dan

Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Hosnan. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.

Ika Lestari. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT. Akademia.

Jamil Suprihatiningrum. (2013). Strategi Pembelajaran. Jogjakarta: AR- RUZZ MEDIA.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2013).

Dasar dan Pengukuran Listrik Semester 3. Badan

Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kebudayaan 2014

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013. Badan Pengembangan Sumber

Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan dan Kebudayaan 2014.

Kokom Komalasari. (2013). Pembelajaran Kontekstual. Bandung. PT

Refika Aditama.

Mariom, Anema., & Jan., McCoy., (2010). Competency-Based Nursing Education. New York: Springer Publishing Company, LLC.

Masnur Muslich. (2011). KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara.

Mochamad Moestofa dan Meini Sondang. (2013). Penerapan Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pada Standar Kompetensi Memperbaiki Radio Penerima Di SMK Negeri 3 Surabaya. Jurnal JPTE. (Nomor 1 Tahun 2013). Hlm. 255-261.

Mohamad Nuh. (2014). “Kreatifvitas Dalam Kurikulum 2013”.

Kompasiana.http://www.kompasiana.com/mulyotom/kreati vitas-dalam-kurikulum-2013_5528b23a6ea8342e048b456e. [ 5 Januari 2016 :13.00].

Muhibbin Syah. (2014). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.

Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Musliar Kasim (2014). “Buku dan Kreativitas Guru”. Suara Merdeka.

23/271130/Buku-dan-Kreativitas-Guru . [ 5 Januari 2016 :13.00].

Nana Sudjana. (2012). Penelitian Hasil Proses Mengajar. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Nyoman Sri. (2010). Pengaruh Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Berbasis LKS Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis Pada Siswa Kelas X SMA N 1 Bangli. Bali: FMIPA UNDIKSHA.

Richard, Mettler. (1998). Cognitive Learning Theory and Cane Travel Instruction A New Paradigm. Nebraska: State f Nebraska,

Departement of Public Institutions, Division of Rehabilitations Service for The Visually Impaired.

Rusman. (2014). Model – model Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo

Persada.

Saefuddin, Asis & Berdiati, Ika. (2014).Pembelajaran Efektif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R & D.

Bandung : Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2015). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Suryono & Hariyanto. (2014). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya.

Sutman, Frank., Schmuckler, Joseph S., & Woodfield, Joyce D., (2008).

The Science Quest Using Inquiry/Discovery to Enchance Student Learning. San Francisco: Jossey-Bass.

Tresya Kartika. (2014). Pengaruh Cara Mengajar Interaktif Dengan Metode Discovery Learning Terhadap Peningkatan Vocational Skill Pada Standar Kompetensi Mengukur Besaran-besaran Listrik Dalam Rangkaian Elektronika Kelas X TEI Di SMKN 3 Jombang. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro (Nomor 02 Tahun

2014). Hlm. 257-265.

Wening. (2015). “Laporan Hasil Observasi SMK N 2 Yogyakarta”. Laporan PPL. UNY.

Wina Sanjaya. (2012). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Yuli Rahmalia. (2014). “Efektivitas Model Discovery Learning Untuk Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Kompetensi Dasar analisis rangkaian kemagnetan di SMK 1 Pundong”. Laporan Penelitian. UNY.

Zainal Arifin. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja

Dokumen terkait