• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 SIMPULAN DAN SARAN

5.2 Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan untuk penyempurnaan penelitian selanjutnya antara lain:

1) Perlu dilakukan pemilihan aktivator yang sesuai dengan karakterisasi bahan baku pupuk yang.

2) Perlu dilakukan pengujian hara mikro untuk melengkapi data unsur hara yang dihasilkan.

3) Perlu dilakukan pengujian hara tanah yang digunakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap aplikasi pada tanaman.

4) Perlu dilakukan pengujian dosis pemupukan untuk menentukan dosis terbaik dari aplikasi pupuk yang dihasilkan.

5) Perlu dilakukan isolasi mikroba dari pupuk organik yang dihasilkan untuk mengetahui jumlah mikroba pada pupuk serta pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman.

6) Perlu dilakukan penyesuaian nilai rasio C/N bahan baku dan pengukuran nilai rasio C/N setiap minggu untuk mengetahui perubahannya selama proses pengomposan sehingga mendapatkan nilai rasio C/N pupuk yang sesuai dengan standar.

7) Perlu dilakukan pemilihan tanaman yang tepat untuk aplikasi sesuai dengan karakteristik pupuk organik yang dihasilkan.

DAFTAR PUSTAKA

[BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1992. SNI 01-2891-1992 Cara Uji Makanan dan Minuman.

_____________________________. 2004. SNI19-7030-2004 Spesifikasi Kompos dari Sampah Orghanik Domestik.

Aminah S, Soedarsono GB, Sastro Y. 2003. Teknologi Pengomposan. Jakarta:

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian.

Amir S, Merlina G, Pinelli E, Winterton P, Revel JC, Hafidi M. 2008. Microbial community dynamics during composting of sewage sludge and straw studied through phospholipid and neutral lipid analysis. J. Hazard Mater 159 (2–3): 593–601.

AOAC. 2007. Official Methods of Analysis of AOAC International. 18th Edition, 2005. Current Through Revision 2, 2007. Gaithersburg, Maryland, USA:

AOAC International.

Damayanti RU, Kurniaty R, Ocktolina SR. 2008. Pengaruh media kascing terhadap pertumbuhan bibit surian (Toona sinensis Roem.) umur 5 (lima) bulan. Dalam: Sintesa Hasil Penelitian Hutan Tanaman. Prosiding.

Workshop, Bogor, 19 Desember 2008, hlm. 155-160.

Djaja W. 2008. Langkah Jitu Membuat Kompos dari Kotoran Ternak dan Sampah. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Ekowati N. 1992. Penambahan Gliocladium spp. Pada pupuk kotoran ayam untuk pengendalian Rhizoctonia solani Kuhn. pada jagung [Tesis]. Bogor:

Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Fitria Y. 2008. Pembuatan pupuk organik cair dari limbah cair industri perikanan menggunakan asam asetat dan EM4 (Effective Microorganism 4) [Skripsi].

Bogor: Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.

Garno YS. 2005. Kajian status kualitas perairan Jangari Cirata dan kelayakannya untuk daerah wisata air. Jurnal Teknologi Lingkungan 6 (2): 424-431.

Gazi AV, Kyriacou A, Kotsou M, Lasaridi KE. 2007. Microbial community dynamics and stability assessment during green waste composting.

Global NEST Journal 9 (1): 35-41.

Giginyu BM, Fagbayide JA. 2009. Effect of nitrogen fertilizer on the growth and calyx yield of cultivar of roselle in northern guinea savanna. Journal of Sience Research 4 (2): 66-71.

Gil SV, Pastor S, March GJ. 2009. Quantitative isolation of biocontrol agents Trichoderma spp., Gliocladium spp. and actinomycetes from soil with culture media. Microbiological Research 164: 196-205.

Ginting P. 2007. Sistem Pengelolaan Lingkungan dan Limbah Industri. Bandung:

Yrama Widya.

Graves RE, Hattemer GM, Stettler D, Krider JN, Dana C. 2000. National Engineering Handbook. United States: Department of Agriculture.

Hadisuwito S. 2007. Membuat Pupuk Kompos Cair. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Hidayati YA, Harlia E, Marlina ET. 2008. Analisis kandungan N, P, dan K pada lumpur hasil ikutan gasbio (sludge) yang terbuat dari feses sapi perah.

Dalam: Seminar Nasional Teknologi Peternakan 2008, hlm. 271-275.

Ibrahim B. 2005. Kaji ulang sistem pengolahan limbah cair industri hasil perikanan secara biologis dengan lumpur aktif. Buletin Teknologi Hasil Perikanan VIII (1): 31-41.

Ibrahim B, Suptijah P, Prantommy. 2009. Pemanfaatan kitosan pada pengolahan limbah cair industri perikanan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan XII (2): 154-166.

Jenie BSL, Rahayu WP. 1993. Penanganan Limbah Industri Pangan. Yogyakarta:

Kanisus.

Kastaman R, Herwanto T, Iskandar Y. 2006. Rancang bangun dan uji kinerja kompos skala rumah tangga. Jurnal Agrikultura 11 (17): 1-10.

Komarawidjaja W, Sukimin S, Arman E. 2005. Status kualitas air Waduk Cirata dan dampaknya terhadap pertumbuhan ikan budidaya. Jurnal Teknologi Lingkungan 6 (1): 268-273.

Laos F, Mazzarino MJ, Walter I, Roselli L. 1998. Composting of fish waste with wood by-product and testing compost quality as a soil amendment:

experiences in patagonia region of Argentina. Compost Science &

Utilization 6 (1): 59-66.

Lengkong JE, Kawusulan RI. 2008. Pengelolaan bahan organik untuk memelihara kesuburan tanah. Soil Environment 6 (2): 91-97.

Liao PH, Jones L, Lau AK, Walkemeyer S, Egan B, Holbek N. 1997. Composting of fish waste in a full scale in vessel system. Bioresource Technology 59:

163-168.

Mashur, Djajakirana G, Sihombing DTH. 2001. Kajian perbaikan teknologi budidaya cacing tanah Eisenia foetida Savigny untuk meningkatkan produksi biomassa dan kualitas eksmecat dengan memanfaatkan limbah organik sebagai media. Med. Pet. XXIV (2): 28-38.

Marvelia A, Darmanti S, Parman S. 2006. Produksi tanaman jagung manis (Zea mays l. Saccharata) yang diperlakukan dengan kompos kascing dengan dosis yang berbeda. Buletin Anatomi dan FisiologiXIV(2): 7-18.

Mattjik AA, Sumertajaya M. 2000. Perancangun Percobaan dengan Aplikasi SAS dan Minitab. Bogor: IPB Press.

Mujiyati, Supriyadi. 2009. Pengaruh pupuk kandang dan NPK terhadap populasi bakteri Azotobacter dan Azospirillum dalam tanah pada budidaya cabai (Capsicum annum). Bioteknologi 6 (2): 63-69.

Mulat T. 2003. Membuat dan Memanfaatkan Kascing Pupuk Organik Berkualitas.

Jakarta: Agromedia Pustaka.

Musnamar EI. 2003. Pupuk Organik: Cair dan Padat, Pembuatan dan Aplikasi.

Jakarta: Penebar Swadaya.

Palungkun R. 2008. Sukses Beternak Cacing Tanah Lumbricus rubellus. Jakarta:

Penebar Swadaya.

Plaster EJ. 2003. Soil Science and Management. United States:

Delmar Learning Inc.

Pramaswari IAA, Suyasa IWB, Putra AAB. 2011. Kombinasi bahan organik (Rasio C:N) pada pengolahan lumpur (sludge) limbah pencelupan. Jurnal Kimia 5 (1): 64-71.

Purnamaningtyas SE, Tjahjo DWH. 2008. Pengamatan kualitas air untuk mendukung perikanan di Waduk Cirata, Jawa Barat. J. Lit. Perikan. Ind 14 (2): 173-180.

Ramdhani D. 2007. Formulasi pupuk bioorganik campuran Trichoderma harzianum dengan kascing [Skripsi]. Bogor: Program Studi Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut pertanian Bogor.

Rieuwpassa F, Salampessy J. 1997. Pemanfaatan limbah industri perikanan.

Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Universitas Pattimura II: 43-47.

Ruhnayat A. 2007. Penentuan kebutuhan pokok unsur hara n, p, k untuk pertumbuhan tanaman panili. Buletin Littro 18 (1): 49-59.

Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan, Jilid 1. Penerjemah: Lukman DR, Sumaryono. Bandung: ITB.

Santoso B, Budi US, Nurnasari E. 2012. Pengaruh jarak tanam dosis pupuk npk majemuk terhadap pertumbuhan, produksi bunga dan analisis usaha tani rosella merah. Jurnal Littri 18 (1): 17-23.

Satya A, Sunanisari S, Ramadaniya R, Mulyana E. 2010. Pola distribusi dan laju akumulasi karbon organik dan bahan organik dalam sedimen serta hubungannya dengan padatan tersuspensi di Situ Cibitu. Limnotek 17 (1):

71-84

Sentana S. 2010. Pupuk organik, peluang dan kendalanya. Dalam Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan”, Pengembangan Teknologi Kimia

untuk Pengolahan Sumber Daya Alam Indonesia di Yogyakarta, 26 Januari 2010, hlm. 1-5.

Setoyrini D, Saraswati R, Anwar EK. 2006. Kompos. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Setyawan WA, Setiawan D. 2010. Pemanfaatan limbah ikan menjadi pupuk organik [Laporan penelitian]. Surabaya: Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”

Jawa Timur.

Simanungkalit RDM, Suriadikarta DA, Saraswati R , Setoyrini D, Hartatik W.

2009. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.

Sofian. 2006. Sukses Membuat Kompos dari Sampah. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Subaedah S. 2007. Pemanfaatan jamur mikoriza dalam meningkatkan ketersediaan hara fosfat dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar. Jurnal Agrivigor VI (2): 174-177.

Subowo YB, Sugiharto A, Suliasih, Widawato S. 2010. Pengujian pupuk hayati kalbar untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai (Glicine max) var. baluran. Cakara Tani XXV (1): 112-118.

Sulistyawati E, Mashita N, Choesin DN. 2008. Pengaruh agen decomposer terhadap kualitas hasil pengomposan sampah organik rumah tangga [Makalah]. Dalam Seminar Nasional Penelitian Lingkungan di Perguruan Tinggi di Universitas Trisakti, 7 Agustus 2008, hlm. 1-10.

Supadma AAN, Arthagama DM. 2008. Uji formulasi kualitas pupuk kompos yang bersumber dari sampah organik dengan penambahan limbah ternak ayam, sapi, babi, dan tanaman pahitan. Jurnal Bumi Lestari 8 (2): 113-121.

Suriadikarta DA, Setoyrini D, Hartatik W. 2004. Petunjuk Teknis Uji Mutu dan Efektivitas Pupuk Alternatif Anorganik. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Susila AD. 2006. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Bogor: Departemen Agronomi dan Holtikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Sutanto R. 2002. Pertanian Organik. Yogyakarta: Kanisius.

Suwahyono U. 2011. Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik secara Efektif dan Efisien. Jakarta: Penebar Swadaya.

Suyono I. 2007. Kematian ikan. http://www.vaksinikan.com/berita/12-juni-2007/13-kematian-ikan.html?start=35 [20 Maret 2012].

Syafei LS. 2005. Penebaran ikan untuk pelestarian sumberdaya perikanan. Jurnal Ikhtiologi Indonesia 5 (2): 69-75.

Talkah A. 2009. Pengaruh pupuk organik vermikompos limbah jengkok tembakau pabrik rokok terhadap produktivitas budidaya tanaman melon (Cucurmis melo L) varitas red aroma. Cendikia: 1-9.

Tondok ET. 2006. Pemanfaatan agens biokontrol dan filtrate guano untuk menekan penyakit busuk phomopsis pada terong [Laporan Kegiatan].

Dalam Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat, Dosen Muda. Bogor:

Institut Pertanian Bogor.

Usman. 2012. Teknik penetapan nitrogen total pada contoh tanah secara destilasi titimetri dan kolorimetri menggunakan autonalyzer. Buletin Teknik Pertanian 17 (1): 41-44.

Utami SNH, Handayani S. 2003. Sifat kimia entisol pada sistem pertanian organik. Ilmu Pertanian 10 (2): 63-69.

Wasis B, Sandrasari A. 2011. Pengaruh pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan semai mahoni (Swietenia macrophylla King.) pada media tanah bekas tambang emas (tailing). Jurnal Silvikultur Tropika 03 (01):

109-112.

Wasito A, Nuryani W. 2005. Dayaguna kompos limbah pertanian berbahan aktif cendawan Gliocladium terhadap dua varietas krisan. Jurnal Hort. XV (2):

97-101.

Yuliarti N. 2009. 1001 Cara Menghasilkan Pupuk Organik. Yogyakarta:

Lily Publisher.

Yun SI, Ro HM. 2009. Natural 15N abundance of plant and soil inorganic-N as evidence for over-fertilization with compost. Soil Biology and Biochemistry 41: 1541–1547.

Yuwono D. 2007. Kompos. Jakarta: Penebar Swadaya.

Zhang J, Zeng G, Chen Y, Yu M, Yu Z, Li H, Yu Y, Huang H. 2011. Effects of physico-chemical parameters on the bacterial and fungal communities during agricultural waste composting. Bioresource Technology 102:

2950–2956.

LAMPIRAN

Lampiran 1 Data perhitungan analisis proksimat bahan baku a. Kadar air

Kadar Air Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Kadar Abu Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Kadar Protein Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Kadar Lemak Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Lampiran 2 Data perhitungan analisis unsur hara makro bahan baku a. Karbon (C) organik

b. Nitrogen total

Kadar N Total Bahan Baku Pupuk Parameter

Data Kadar Fosfor Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Limbah ikan Kascing

Ulangan 1 2 1 2

Bobot sampel (g) 1,02 1,02 0,56 0,56 Kadar C Organik Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Absorbans 0,35 0,34 0,39 0,41

ppm sampel 2,76 2,74 3,16 3,25

ppm sampelxfp 13811,48 13688,52 1577,87 1627,05 ppm splxfp/gr sampel 13567,26 13446,49 2807,60 2895,11

Kadar P (ppm) 13506,88 2851,35

Kadar P (%) 1,35 0,29

Standar Deviasi 0,01 0,01

e. Kalium

Data Kadar Kalium Bahan Baku Pupuk

Parameter Sampel

Limbah ikan Kascing

Ulangan 1 2 3 1 2 3

Bobot sampel (g) 1,02 1,02 1,02 0,56 0,56 0,56

Absorbans 0,22 0,22 0,22 0,46 0,45 0,46

ppm sampel 0,41 0,41 0,40 0,88 0,87 0,88

ppm sampel x fp 1012,95 1021,41 1004,98 2199,70 2177,29 2198,21 ppm sampel x fp/gr sampel 995,04 1003,35 987,21 3914,06 3874,18 3911,40

Kadar K (ppm) 995,20 3899,88

Kadar K (%) 0,10 0,39

Standar Deviasi 0,00 0,00

Lampiran 3 Data perubahan suhu selama proses pengomposan

Data Perubahan Suhu Selama Proses Fermentasi (°C)

Perlakuan Hari

Rata-rata 27,67 34 32,33 45,67 31,67 30 28,33 27,67 29 28 28 C3

u1 29 36 34 48 34 30 28 29 29 28 28

u2 27 33 33 46 33 31 28 28 29 28 28

u3 27 34 36 45 33 31 29 28 29 28 28

Rata-rata 27,67 34,33 34,33 46,33 33,33 30,67 28,33 28,33 29 28 28 C4

u1 28 32 32 47 34 33 28 28 29 28 29

u2 27 32 34 48 36 33 28 28 29 29 29

u3 27 33 36 48 36 33 29 28 29 29 29

Rata-rata 27,33 32,33 34 47,67 35,33 33 28,33 28 29 28,67 29

Lampiran 4 Data perubahan pH selama proses pengomposan

Data Perubahan pH Selama Proses Pengomposan

Perlakuan Hari

u3 5,70 4,00 3,90 3,80 4,00 4,80 5,40 6,00 6,40 6,80 6,90 Rata-rata 5,70 4,00 3,97 3,87 3,93 4,73 5,37 6,00 6,50 6,73 6,90

C0

u1 5,40 4,30 4,00 3,80 3,80 3,80 4,60 6,10 6,60 6,60 6,60 u2 5,40 4,00 3,90 3,80 3,70 3,80 4,70 6,10 6,60 6,60 6,60 u3 5,40 3,90 3,80 3,80 3,70 3,80 4,60 5,90 6,60 6,60 6,60 Rata-rata 5,40 4,07 3,90 3,80 3,73 3,80 4,63 6,03 6,60 6,60 6,60

C1

u1 5,40 4,50 4,00 4,80 5,70 5,90 6,00 6,10 6,40 6,80 6,80 u2 5,40 4,50 4,20 4,80 5,70 5,80 6,00 6,10 6,60 6,80 6,90 u3 5,40 4,50 4,20 4,80 5,70 5,80 6,20 6,10 6,50 6,80 6,70 Rata-rata 5,40 4,50 4,13 4,80 5,70 5,83 6,07 6,10 6,50 6,80 6,80

C2

u1 5,80 4,40 4,00 4,00 5,00 5,90 6,20 6,50 6,60 6,80 6,90 u2 5,80 4,40 4,30 4,20 4,90 5,50 6,20 6,60 6,80 6,80 6,90 u3 5,80 4,00 4,00 4,20 5,00 5,70 6,20 6,60 6,80 6,80 6,80 Rata-rata 5,80 4,27 4,10 4,13 4,97 5,70 6,20 6,57 6,73 6,80 6,87

C3

u1 5,60 4,20 4,00 4,50 4,80 5,60 6,20 6,30 6,70 6,70 6,80 u2 5,60 4,30 3,90 4,30 5,00 5,80 6,20 6,30 6,80 6,90 6,80 u3 5,60 4,30 4,00 4,40 4,60 6,00 6,20 6,30 6,80 6,80 6,90 Rata-rata 5,60 4,27 3,97 4,40 4,80 5,80 6,20 6,30 6,77 6,80 6,83

C4

u1 5,60 4,00 3,80 4,70 5,00 6,20 6,20 6,50 6,80 6,80 6,90 u2 5,60 3,90 3,80 4,70 4,80 6,20 6,20 6,50 6,80 6,90 6,70 u3 5,60 3,60 3,80 4,70 5,20 6,20 6,20 6,40 6,80 6,80 6,90 Rata-rata 5,60 3,83 3,80 4,70 5,00 6,20 6,20 6,47 6,80 6,83 6,83

Lampiran 5 Data kadar air pupuk yang dihasilkan

Lampiran 6 Data perhitungan analisis unsur hara makro pupuk yang dihasilkan

a. Karbon (C) organik

Data Kadar Karbon C Organik Pupuk

Sampel Basis

B4 Basah 29,53 1,00 10,30 2,95 0,11 50 11,58 11,50 0,10

Data Kadar Nitrogen Total Pupuk

Sampel Basis

A3 24,86 0,51 6,25 0,50 0,01 0,01 20 3,67

39,02 0,51 4,75 0,50 0,01 0,01 20 2,72

sampel Absorbans ppm sampel

d. Kalium

Data Kadar Kalium Pupuk Kode

sampel

Bobot

sampel Absorbans ppm sampel

C3

1,57 0,76 1,48 14818,73 9420,68 9491,17 0,95 0,01 1,57 0,77 1,51 15095,62 9596,71

1,57 0,76 1,49 14874,50 9456,14

C4

1,56 0,75 1,45 14543,82 9316,99 9436,95 0,94 0,01 1,56 0,75 1,47 14715,14 9426,74

1,56 0,77 1,49 14934,26 9567,11

Lampiran 7 Data aplikasi pupuk pada tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

1. Laju pertumbuhan tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin) a. Data laju pertumbuhan tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

Perlakuan Laju pertumbuhan

tanaman (cm)

Superskrip huruf kecil yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) hasil uji Duncan

b. Sidik ragam laju pertumbuhan tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

ANOVA

kontrol_negatif 5 2.5400

kontrol_positif 5 2.9600 2.9600

A2 5 3.1400 3.1400

C2 5 3.2400 3.2400

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

2. Tinggi tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin) a. Data tinggi tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

Perlakuan Tinggi Tanaman (cm)

KN 27,20 ± 4,09a

Superskrip huruf kecil yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) hasil uji Duncan

b. Sidik ragam tinggi tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

ANOVA tinggi_tanaman

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 2114.776 16 132.174 11.140 .000

Within Groups 806.800 68 11.865

Total 2921.576 84

tinggi_tanaman Duncana

Perlakuan

N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3

kontrol_negatif 5 27.2000

kontrol_positif 5 44.2000

A1 5 44.2000

C1 5 46.0000 46.0000

A0 5 46.2000 46.2000

C0 5 46.6000 46.6000

A3 5 47.2000 47.2000

C4 5 47.2000 47.2000

A4 5 47.4000 47.4000

B0 5 47.4000 47.4000

A2 5 47.6000 47.6000

C2 5 47.8000 47.8000

B3 5 48.0000 48.0000

C3 5 48.2000 48.2000

B4 5 48.8000 48.8000

B1 5 50.0000

B2 5 50.2000

Sig. 1.000 .086 .118

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

3. Jumlah daun tanaman caisin caisin (Brasica rapa cv. caisin) a. Data jumlah daun tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

Perlakuan 1 MST 2 MST 3 MST 4 MST

Superskrip huruf kecil yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) hasil uji Duncan

b. Sidik ragam jumlah daun tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

ANOVA

C 5 6.5600

Sig. .164

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

mst3

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

mst4

dime

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

b.

4. Luas daun tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin) a. Data luas daun tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

Perlakuan Luas Daun Tanaman (mm2)

KN 7557,33 ± 858,18a

Superskrip huruf kecil yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) hasil uji Duncan

b. Sidik ragam luas daun tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

ANOVA

luas_daun

kontrol_negatif 5 7557.3333

A1 5 20886.9333

kontrol_positif 5 24465.0667 24465.0667

C1 5 24593.6000 24593.6000

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

5. Bobot tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin) a. Data bobot tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

Perlakuan Bobot Tanaman

C4 110.24 ± 19,81bc Keterangan:

Superskrip huruf kecil yang berbeda menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) hasil uji Duncan

b. Sidik ragam bobot tanaman caisin (Brasica rapa cv. caisin)

ANOVA bobot_tanaman

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 35738.740 16 2233.671 3.631 .000

Within Groups 41831.184 68 615.164

Total 77569.924 84

bobot_tanaman Duncana

Perlakuan

N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3

kontrol_negatif 5 30.3400

kontrol_positif 5 78.5600

A1 5 86.5000

C1 5 88.2200

C2 5 89.4400 89.4400

A4 5 91.3000 91.3000

A2 5 92.7200 92.7200

C0 5 102.0400 102.0400

C3 5 103.6800 103.6800

B2 5 104.8800 104.8800

B3 5 105.2000 105.2000

A3 5 107.6200 107.6200

A0 5 107.9600 107.9600

C4 5 110.2400 110.2400

B0 5 112.3400 112.3400

B1 5 115.8600 115.8600

B4 5 126.5200

Sig. 1.000 .054 .053

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.

Lampiran 8 Data pupuk terbaik a. Pupuk Berdasarkan Kualitas

Nama Pupuk Total C

*) Pupuk C = Pupuk terbaik berdasarkan kualitas

b. Pupuk Berdasarkan Aplikasi Pertumbuhan Tanaman

Nama

C1 3,52 ± 0,66b

46,00 ± 4,69bc

24593,60 ± 6034,53bc

88,22 ± 23,70b C2 3,24 ± 0,55ab

47,80 ± 4,49bc 10.68 ± 0.58c

24842,67 ± 2804,51bc

89,44 ± 17,66bc C3 3,24 ± 0,48ab

48,20 ± 1,48bc

24113,60 ± 3184,57bc

103,68 ± 8,04bc

*C4 3,64 ± 0,33b

47,20 ± 2,17bc

26684,27 ± 4103,96d

110,24 ± 19,81bc

*) Perlakuan pupuk C4 = Perlakuan pupuk terbaik terhadap pertumbuhan tanaman

Lampiran 9 Dokumentasi penelitian

Limbah ikan Kascing Biakan Gliocladium sp.

Gambar Bahan Baku Pupuk

Pupuk sebelum dikomposkan Pupuk setelah dikomposkan Gambar Pupuk Organik yang Dihasilkan

Gambar Pertumbuhan Tanaman Caisin (Brasica rapa cv. caisin) 1MST

Gambar Pertumbuhan Tanaman Caisin (Brasica rapa cv. caisin) 2MST

Gambar Pertumbuhan Tanaman Caisin (Brasica rapa cv. caisin) 3MST

Gambar Pertumbuhan Tanaman Caisin (Brasica rapa cv. caisin) 4MST

Dokumen terkait