• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Menururt Bogdan dan Biklen , dalam Moleong (2009: 248) analisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mngorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada orang lain.

Seiddel (dalam Moleong,2009: 248) menjelaskan proses jalannya analisis data kualitatif adalah sebagai berikut:

1) Mencatat hasil lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri,

2) Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar, dan membuat indeksnya,

3) Berpikir, dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola dan hubungan-hubungan, dan membuat temuan-temuan umum.

Selanjutnya Rachman menjelaskan (2011:174-177) proses analisis data dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, dan setelah selesai dari lapangan. Analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan dilakukan terhadap data pendahuluan atau yang disebut dengan data sekunder yang digunakan sebagai penentu fokus penelitian, dimana fokus penelitian tersebut masih bersifat sementara dan dapat berkembang setelah dilakukan penelitian dan selama di lapangan.

Analisis data dilakukan pada saat pengumpulan data sedang dilaksanakan, dan setelah selelsai pengumpulan data dalam waktu tertentu. Aktivitas menganalisis dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga data yang diperoleh sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data antara lain data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification (Miles dan Huberman, 1984).

1) Reduksi data (data reduction)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, oleh karena itu diperlukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data artinya merangkum, memilih hal-hal yang pokok, berfokus pada hal yang penting, dicari tema serta polanya. Dalam mereduksi data, peneliti akan dipandu oleh tujuan yang ingin dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif ada pada temuan. Oleh karena itu, dalam penelitian peneliti menemukan segala sesuatu yang dianggap asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, maka hal tersebut menjadi perlu diperhatikan peneiti dalam melakukan reduksi data.

2) Penyajian data (data display)

Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Dalam penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, bagan alur, dan sejenisnya.

3) Penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verification) Langkah berikutnya dalam analisis data adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Simpulan awal yang dilakukan masih bersifat sementara, dapat berubah apabila ditemukan bukti-bukti yang mendukung. Sebaliknya, jika

52

didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan konsisten, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel. Simpulan merupakan temuan yang belum pernah ada sebelumnya. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnhya masih belum diketahui dan setelah dilakukan penelitian menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipotesis atau teori.

Data Data

Collection Display

Data Conclusions:

drawing/verifying Reduction

PENUTUP

A. SIMPULAN

Berdasarkan deskripsi dan pembahasan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka pendidikan karakter pada anak usia dini di PAUD Al-Fida Kota Semarang dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Bentuk pendidikan karakter yang diajarkan di PAUD Al-Fida, dimasukkan dalam setiap materi dan kegiatan dengan nilai karakter yang diajarkan meliputi nilai karakter religius, nilai karakter kemandirian dan nilai karakter kepedulian. Nilai karakter religius menjadi andalan nilai karakter yang diajarkan pada anak usia dini di PAUD Al-Fida.

2. Dalam mengajarkan nilai karakter, guru di PAUD Al-Fida menggunakan metode keteladan atau contoh. Pelaksanannya diawali dengan pengenalan nilai karakter, kemudian membiasakan menerapkan nilai karakter, dan membuat penilaian atau evaluasi sikap anak didik.

3. Kendala yang dihadapi dalam mendidik karakter anak usia dini di PAUD Al-Fida dapat berasal dari sekolah, guru, peserta didik, dan bahkan lingkungan keluarga.

100

B. SARAN

Menilai dari hasil simpulan tersebu, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Kepala Sekolah

Kepada kepala sekolah, diharapkan dapat menyediakan media yang mendukung pelaksanaan pendidikan karakter seperti menambah koleksi buku cerita karakter, komik karakter, atau gambar-gambar yang memuat nilai karakter

2. Guru

Guru diharapkan dapat memberikan contoh yang baik pada anak dengan membiasakan diri berperilaku yang mencerminkan nilai karakter baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Memberikan penjelasan dan cerita yang dapat dipahami oleh anak sesuai dengan usia dan tingkat pengetahuannya.

3. Orang Tua Anak

Orang tua ikut berperan dalam mendidik karakter anak dengan membiasakan anak menerapkan nilai karakter yang sudah diajarkan di sekolah saat berada di rumah. Menjaga serta mengawasi setiap kegiatan anak sehingga anak menjadi terarah.

Amin, Maswardi Muhammad. 2011. Pendidikan Karakter Anak Bangsa. Baduose Media

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Damayanti, Anita. 2011. Hubungan Antara Keterampilan Membatik dan Motorik Halus Dengan Kemampuan Menulis Anak Usia 6-8 Tahun (Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini). Jakarta: UNJ

Fadlillah, Muhammad dan Lilif Mualifatu Khorida. 2013. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Jogjakarta: Ar-ruzz Media

Hasan, Maimunah. 2011. Pendidikan Anak Usia Dini. Jogjakarta: DIVA Press Hidayatullah, Furqon. 2010. Pendidikan Karakter: Membangun Peradaban

Bangsa. Surakarta: Yuma Pustaka

Huberman, Michael dan Miles. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press Kesuma, Dharma dkk. 2011. Pendidikan Karakter: Kajian Teori dan Praktik di

Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya

Lickona, Thomas. 2013. Educatin for Character: mendidik Untuk Membangun Karakter Bagaimana Sekolah dapat Mengajarkan Sikap Hormat dan Tanggung Jawab. Terjemahan Juma AbduWamaungo. Jakarta: Bumi Aksara

Megawangi, Ratna. 2004. Pendidikan Karakter Solusi Yang Tepat Untuk Membangun Bangsa. Jakarta

Moleong, Lexy. 2008. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Mulyasa. 2012. Manajemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya

Nucci, Larry P dan Darcia Narvaez. 2014. Handbook Pendidikan Moral dan Karakter. Terjemahan Imam Baehaqie dan Derta Sri Widowatie. Bandung: Penerbit Nusa Media

102

Rachman, Maman. 2011. Metode Penelitian Pendidikan Moral dalam Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Campuran, Tindakan, dan Pengembangan. Semarang: UNNES Press

Samani, Muchlas dan Hariyanto. 2011. Pendidikan Karakter (Konsep dan Model). Bandung: Remaja Rosdakarya

Siti Aisyah dkk. 2007. Perkembangan dan Konsep Dasar Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka

Sujiono, Yuliani Nurani. 2009. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks

Suprihatiningrum, Jamil. 2013. STRATEGI PEMBELAJARAN (Teori dan Aplikasi). Jogjakarta: Ar-ruzz Media

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Wibowo, Agus. 2013. Pendidika Karakter Usia Dini. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

106

DAFTAR NAMA SISWA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI AL-FIDA

Dokumen terkait