BAB V SIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Bagi mahasiswa semoga mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar khususnya dan masyarakat pada umumnya mampu menggunakan kata sapaan yang baik, artinya tidak menimbulkan konotasi negatif yang dapat menimbulkan prasangka buruk pada penutur.
2. Bagi pengajar semoga penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam hal pengajaran bahasa dan juga landasan kajian teori pada penelitian yang sejenis sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan kajian sosiolinguistik sebagai informasi bagi peneliti selanjutnya.
3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan agar memperbanyak referensi dari penelitian sebelumnya sehingga dihasilkan macam-macam kata sapaan yang terdapat pada masyarakat di Indonesia.
4. Bagi pembaca pada umumnya, semoga penelitian ini dapat menjadi tambahan pengetahuan terkait macam-macam kata sapaan yang terdapat pada masyarakat di Indonesia sehingga dapat dijadikan sebuah rujukan atau sumber ilmu yang bermanfaat.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohammad dan Mohammad, Asrori, 2010. Judul : Psikologi Remaja
(Perkembangan Peserta Dididik). Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta. Ali, Usman. 2015. Pengertian Interaksi dan Bentuk Interaksi.
(http://www.pengertianpakar.com/2015/03/pengertian-interaksi-dan- bentuk-interaksi.html). Diakses pada tanggal 15 Agustus 2018.
Amir, Johar. 2011. Sapaan dalam Bahasa Bugis Dialek Sidrap. Linguistik
Indonesia., 29 (1): 69-83.
Chaer, Abdul dan Leonie, Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Ekayanti. 2016. Variasi Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Siswa SMK Negeri
1 Pasimasunggu Kabupaten Selayar. Skripsi tidak diterbitkan. Makassar: Unismuh Makassar.
Ghofur, Abd. (2013). Analisis Ragam Tuturan para Pelaku Pasar Kabupaten Pamekasan (Studi Sosiolinguistik Penggunaan Variansi Sapaan). Nuansa, Vol. 10, No. 2.
Hambali. 2016. Sosiolinguistik Suatu Pengantar. Makassar: Unismuh Makassar. Hardjana. (2003). Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta:
Kansius.
Hasyim, Munira. 2017. Variasi Kata Sapaan Pedagang dalam Transaksi Jual
Beli di Pasar Butung Makassar. Makalah disajikan dalam Seminar
Antarbangsa Ke-6 Arkeologi, Sejarah, dan BUdaya di Alam Melayu (ASBAM 6). Juli 2017.
Mutmainnah. 2016. Bentuk Sapaan Mahasiswa Kepada Dosen Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Hasanuddin: Tinjauan Sosiolinguistik. Skripsi.
Makassar: Universitas Hasanuddin.
Ngalimun. (2012). Bentuk Sapaan Mesra Antaranggota Ke lu arga da la m Bahasa Jawa. Jurnal Socioscientia, Vol. 4, No. 2.
Perwira, Asa Aga. 2013. Variasi Bahsa Sapaan Jual Beli Pedagang
Pasar Klitikan di Semanggi Surakarta pada Bulan Desember 2012 .
Puspitasari, Oviana Dyah. 2013. Penggunaan Ragam Sapaan di Kalangan
Remaja Desa Lorjurang Rt O6 Rw X Kelurahan Pulisen Kecamatan Boyolali. Skripsi. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Relawati, Miranti. 2012. Penggunaan Ragam Bahasa Sapaan yang
Digunakan Anak Kos Desa Pabelan Kartasura Sukoharjo. Skripsi.
Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Saefullah, Nurul Hikmayat y. (2010). Keragaman Sapaan dalam Tuturan
Seputar Kegiatan Perdagangan di Pasar Banjaran, Kabupaten Bandung. Laporan Penelitian. Bandung, Universitas Padjajaran.
Saleh, Muhammad dan Mahmudah. (2006). Sosiolinguistik. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Sari, Nika. (2013). Sistem Kata Sapaan Kekerabatan dalam Bahasa Melayu d i Kepenghuluan Bangko Kiri Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Vol. 1 No. 2.
Satria, Hari. 2011. Kata Sapaan Penghuni Lokalisasi Lorong Indah Di
Kabupaten Pati.Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Subiyatningsih. 2008. Kaidah Sapaan Bahasa Madura dalam
Identitas Madura dalam Bahasa dan Sastra. Sidoarjo: Balai
Bahasa Surabaya.
Sugono, Dendy. (2014). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edis i Keempat . Cetakan kedelapan.Jakarta:GramediaPustakaUtama. Suhardi, B. dan Sembiring, B.C. 2007. Aspek Sosial Bahasa dalam Pesona
Bahasa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Sumampouw, Elfrida. 2000. “Pola Penyapaan Bahasa Indonesia dalam
Interaksi Verbal denganLatar Multilingual .” Dalam Bambang
Kaswanti Purwo (ed). Kajian Serba Linguistik. Jakarta: Unika Atma Jaya dan BPK Gunung Mulia.
Wibowo, Ridha Mashudi dan Agustun Retnaningsih. (2015). Dinamika Bentuk-bentuk Sapaan sebagai Refleksi Sikap Berbahasa
L
A
M
P
I
R
A
N
Data Kata Sapaan Mahasiswa 1. Ko 2. Keti 3. Ma 4. Mu 5. Kie 6. Anak-anak 7. Anak-anak 8. Kanda 9. Kak 10. Dek 11. Kak 12. Sotta 13. Bro 14. Cika 15. Sodara 16. Sodara 17. Kak 18. Say 19. Say 20. Sist 21. Beb 22. Beb
23. Wen 24. Jun 25. Kak 26. Kak 27. Rahmat 28. Rian 29. Mas 30. Mas 31. Sodara
Data Kata Sapaan yang Digunakan Mahasiswa
1. “Mau ko ke mana?”.
“Kamu mau pergi ke mana?”. 2. “Mau ka pergi makan dulu Keti”.
“Saya mau pergi makan dulu Ketua tingkat”. 3. “Dari ma menghadap sama Bapak”.
“Saya dari menghadap pada Bapak”. 4. “Kapanmu pergi kenapa tidak ajak-ajak?”.
“Kapan kamu pergi kenapa tidak mengajak?”. 5. “Kapan kie lagi pergi main futsal?”.
“Kapan Anda pergi main futsal lagi?”.
6. “Nantilah kalau mau jie anak-anak yang lain”. “Nantilah kalau teman-teman yang lain sudah mau”. 7. “Ke mana anak-anak yang lain ini?”.
“Yang lain pada ke mana ini?”.
8. “Sudah di jalan, Kanda. Terus ambil spanduk tadi”.
“Sementara di perjalanan Kanda, mereka tadi mengambil spanduk”. 9. “Kok, baru kellihatan Kak?”.
10. “Iyya, Dek soalnya ada sedikit urusan di kampung”. 11. “Sempat pulang kie nikah Kak, ka lama sekali toh?”. 12. “Hahaha, tidak Sotta”.
“Hahaha, tidak SokTahu”. 13. “Bisa pinjam korek ta Bro?”.
“Saya bisa pinjam koreknya Bro?”. 14. “Bagaimana mie skripsi ta Cika?”.
“Bagaimana dengan skripnya Sepupu?”. 15. “Jadi nanti masuk bapak, Sodara?”.
“Iya, nanti kalau sudah ada info tolong dikabari ka Sodara!”.
16. “Minuman dinginnya Kak, lagi penggalangan dana lima ribu jie?”. “Minuman dinginnya Kak, lagi penggalangan dana hanya lima ribu?”. 17. “Say, coba aku lihat skripsi mu!”.
“Say, coba aku lihat skripsi mu!”. 18. “Say, saya ke kelas dulu yah”.
“Say, saya ke kelas dulu yah”.
19. “Hai Sist, nih ada produk make up terbaru. Minat nggak?”. 20. “Hei Beb ada tugasnya Bunda?”.
21. “Ada Beb”.
22. “Ooh, makasih yah Beb, nanti bantu kerjain yah”. 23. “Ada apa sih, Wen, kelihatannya lagi hepi?”. 24. “Aamiin, Jun.”.
25. “Tuti, itu temannya sudah masuk!”.
26. “Terimakasih Kak masuk ka dulu nanti ku kabari kalau sudah ada yang setor iuranya Kak”.
27. “Rahmat, Rian kenapa kemarin tidak ikut ke Tanjung padahal sudah banyak ikan dibeli?”.
29. “Permisi Mas, bisa bertanya, kalau ruangan IQ 9.3 di mana?”. 30. “Terimakasih Mas”.
31. “dedeh berubanya mie Bos ku, makin makmur saja, traktir dulu!”. 32. “Pesan mie, tapi bayar sendiri Sodara!”.
Kartu Data Yang Digunakan Untuk Menganalisis Kata Sapaan Berdasarkan Kata Ganti
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Mau ko ke mana?”
“Kamu mau pergi ke mana?”
“Mau ka pergi makan dulu Keti”.
“Saya mau pergi makan dulu Ketua tingkat”.
KONTEKS SEORANG BERTANYA KEPADA TEMANNYA SAAT AKAN PERGI.
Analisis Ko, Keti dalam kalimat adalah sapaan antara teman kelas
kepada teman yang lainnya ketika ketika temannya akan pergi dan keduanya mempunyai usia yang sama, meskipun mereka mempunyai usia yang sama penyapapun menggunakan sapaan Keti, sapaan Keti digunakan karena untuk menghormati yang tersapa yang kebetulan merupakan ketua tingkat di kelasnya. Ko yang mempunyai arti Kamu yang merupakan kata ganti orang kedua, antara penyapa dan tersapa sudah saling kenal dan sudah akrab sehingga mereka menggunakan bahasa daerah mereka.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Dari ma menghadap sama Bapak”
“Saya dari menghadap pada Bapak” “Kapanmu pergi kenapa tidak ajak-ajak?”. “Kapan kamu pergi kenapa tidak mengajak?”.
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MEMBERITAHUKAN KEPADA TEMANNYA BAHWA DIA TELAH MENEMUI DOSENNYA
Analisis Ma, „ma‟ dalam kalimat merupakan salah satu kata
sapaan, dan mempunyai arti yang sama dengan „saya‟. „ma‟ dalam kalimat merupakan kata ganti orang pertama tunggal. Sapaan Aku di atas digunakan untuk menyebut atau menyapa dirinya sendiri. Sedangkan “Mu” dapat diartikan sebagai kamu atau anda biasanya diutarakan kepada teman seusia, penyebutan mu dan ko itu mirip dengan bentuk sopan yaitu kie (Anda).
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Kapan kie lagi pergi main futsal?”
“Kapan Anda pergi main futsal lagi?”
“Nantilah kalau mau jie anak-anak yang lain” “Nantilah kalau teman-teman yang lain sudah mau”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MENANYAKAN PERMAINAN FUTSAL
Analisis Kie „Anda‟ dalam kalimat adalah sapaan seorang
mahasiswa, bertanya ke pada temannya mengenai persoalan bermain futsal. Meskipun keduanya saling mengenal, sapaan „Kie‟ digunakan karena penyapa lebih muda dari tersapa, maka penyapa menggunakan sapaan
Kie untuk menghormati orang yang disapa. Sapaan Kie
biasa digunakan penyapa untuk menyapa orang yang lebih tua dan statusnya lebih tinggi, yang dikenal maupun belum dikenal. Kata sapaan Kie juga bias digunakan
untuk menyapa orang yang lebih muda atau sebaya, gunanya untuk menghormati penyapa dan tersapa yang belum saling mengenal. Kata sapaan Kie ini merupakan kata sapaan kata ganti orang kedua tunggal yang sifatnya lebih sopan sehingga cocok untuk menyapa kepada orang yang sudah akrab ataupun yang belum saling kenal. Selain kata sapaan Kie di atas terdapat pula kata “anak-anak” yang penyebutannya diberi penekanan yang berartikan mereka.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Ke mana anak-anak yang lain ini?”
“Yang lain pada ke mana ini?”
“Sudah di jalan, Kanda. Terus ambil spanduk tadi.”
“Sementara di perjalanan Kanda, mereka tadi mengambil spanduk”
KONTEKS SEORANG SENIOR BERTANYA KEPADA ADIK TINGKATNYA
Analisis Anak-anak, dalam kalimat sapaan yang digunakan oleh
penyapa bertujuan untuk menanyakan kemana teman- teman yang lainnya. Sapaan „anak-anak‟ digunakan karena yang disapa merupakan kata ganti orang ketiga yang dibicarakan. Selain kata sapaan anak-anak pada kalimat di atas ada juga kata sapaan yaitu kata sapaan Kanda, kata sapaan Kanda ini digunkan karena tersapa mempunyai usia yang berbeda dengan penyapa, dan sapaan Kanda ini digunakan penyapa untuk menghormati tersapa.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Kok, baru kellihatan Kak?
“Iyya, Dek soalnya ada sedikit urusan di kampung.” “Sempat pulang kie nikah Kak, ka lama sekali toh?” “Hahaha, tidak Sotta”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MENYAPA TEMAN LAINNYA YANG DATANG
Analisis Kak, „kak‟ penyebutan biasanya sedikit ditekan, dalam
kalimat adalah sapaan yang digunakan mahasiswa ke pada mahasiswa lainnya dalam hal ini teman kelas. Sapaan Kak digunakan karena kedua sudah saling kenal dan sudah akrab, sapaan Kak ini merupakan sapaan kata ganti orang pertama tunggal. Selain sapaan Kak pada kalimat terdapat sapaan lagi yaitu sapaan Dek, sapaan Dek dan Kak (Kakak/Adik) ini muncul karena penyapa dan tersapa sudah akrab, sapaan Kak/Dek ini digunakan penjaga karaoke untuk menghormati tersapa, meskipun penyapa dan tersapa sudah akrab. Sapaan tersebut digunakan penyapa karena untuk menghormati tersapa begitu juga sebaliknya.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Bisa pinjam korek ta Bro?”
“Saya bisa pinjam koreknya Bro?”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MEMINJAM KOREK
Analisis Kata Bro merupakan kata ganti untuk orang kedua
tunggal. Penggunaan kata Bro dalam bentuk orang kedua tunggal digunakan untuk menggantikan kata kamu. Sebagai kata ganti orang kedua tunggal sebagaimana terlihat pada percakapan di atas yang dimaksudkan sebagai pengganti kata korek kamu yang diucapkan oleh penutur.
Kata Sapaan Kekerabatan No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kekerabatan
Data “Bagaimana mie skripsi ta Cika?”
“Skripsinya bagaimana Cika?
KONTEKS SEORANG MAHASISWA BERTANYA KEPADA TEMANNYA
Analisis Sapaan Cika pada data di atas sebenarnya berasal dari kata
Cikali atau sepupu. Sapaan ini bisa digunakan untuk
sepupu namun pada kenyataanya di kalangan anak muda gaul menggunakan kata sapaan ini untuk menyapa teman sebayanya. Guna membuat komunikasi lebih kekeluargaan.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kata Ganti
Data “Jadi nanti masuk bapak, Sodara?”
“Belum tahu ini, soalnya belum ku hubungi”
“Iya, nanti kalau sudah ada info tolong dikabari ka Sodara!”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA BERTANYA KEPADA TEMANNYA
Analisis Sapaan Sodara pada data di atas sebenarnya perubahan
dari kata Saudara yang kemudian di kalangan mahasiswa dituturkan menjadi Sodara, sapaan ini merupakan sapaan mahasiswa kepada salah seorang temannya. Sapaan
Sodara ini terjadi bukan karena memiliki hubungan
kekerabatan atau tali persaudaraan melainkan untuk menghormati tersapa, karena tersapa dan penyapa mempunyai status yang berbeda.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kekerabatan
Data “Minuman dinginnya Kak, lagi penggalangan dana lima
ribu jie?”
“Minuman dinginnya Kak, lagi penggalangan dana
hanya lima ribu?”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MELAKUKAN PENGGALANGAN DANA
Analisis Kak dalam kalimat sapaan ini ditujukan oleh mahasiswa
satu ke mahasiswa lainnya. Sapaan Kak digunakan karena tersapa dan penyapa masih belum kenal dan bukan merupakan anggota keluarga, maka penyapa menggunakan sapaan Kak untuk menghormati lawan bicaranya.
Sapaan Mesra (Bentuk Nomina: N+Ku) No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Sapaan Mesra (bentuk nomina: N+ku)
Data “Say, coba aku lihat skripsi mu!”
“Saya coba aku lihat skripsi mu!” “Say, saya ke kelas dulu yah” “Say, saya ke kelas dulu yah”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA BERTANYA KEPADA TEMANNYA
Analisis Percakapan dilakukan seorang mahasiswi menggunakan
saoang say kepada temannya untuk menunjukkan rasa sayang meskipun keduanya bukan sepasang kekasih. Sapaan ini terlontar lantaran keduanya sudah akrab dan menujukkan kedekatan keduanya. Kata sapaan say berasal dari kata sayang yang kemudian mengalami reduksi pemakaian dan disingkat menjadi say.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Sapaan Mesra (bentuk nomina: N+ku)
Data “Hai Sist, nih ada produk make up terbaru. Minat nggak?”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MENYAPA TEMAN KULIAHNYA
Analisis Percakapan dilakukan oleh mahasiswi 1 kepada
mahasiswi 2 yang merupakan teman satu kost. Penggunaan kata sapaan sist dimaksudkan untuk menunjukkan keeratan hubungan pertemanan dan saudara. Penggunaan kata sapaan sist dilakukan pada percakapan antara seorang kepada seorang lainnya yang biasanya merupakan berstatus teman atau sahabat. Kata sapaan sist berasal dari kata Sister atau saudara yang kemudian mengalami reduksi pemakaian dan disingkat menjadi sist. Penggunaan kara sist dimaksudkan untuk memasukkan unsur keakraban pada kata sapaan teresebut.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Sapaan Mesra (bentuk nomina: N+ku)
Data “Hei Beb ada tugasnya Bunda?.”
“Ada Beb”
“Ooh, makasih yah Beb, nanti bantu kerjaian yah” KONTEKS SEORANG MAHASISWA MENYAPA
Analisis Percakapan dilakukan oleh mahasiswi yang menyapa
pacarnya. Penggunaan kata sapaan beb dilakukan oleh mahasiswi untuk menunjukkan rasa sayangnya kepada pacarnya. Kata sapaan beb tersebut merupakan percakapaan antara seorang kepada seseorang lainnya yang meskipun bukan merupakan sepasang kekasih namun keduanya ingin menunjukkan rasa kedekatan mereka. Kata beb merupakan kata sapaan yang digunkaan menggantikan kata baby.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Sapaan Nama Diri
Data “Ada apa sih, Wen, kelihatannya lagi hepi?”
“Aamiin, Jun.”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MENYAPA
Analisis Sapaan dengan menyebut nama Wen dan Jun pada
percakapan mahasiswa di atas dapat terjadi karena usia penyapa dan tersapa sebaya dan antara penyapa-tersapa sudah akrab.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kekerabatan
Data “Tuti, itu temannya sudah masuk!”
“Terimakasih Kak masuk ka dulu nanti ku kabari kalau sudah ada yang setor iuranya Kak”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA YANG LEBIH SENIOR MENGINGATKAN MAHASISWA LAINNYA
Analisis Tuti dalam kalimat di atas, sapaan mahasiswa yang sedang
berbincang yang usianya lebih tua kepada mahasiswa lain yang usianya lebih muda untuk mengingatkan bahwa temannya sudah masuk ke ruangan. Selain sapaan Tuti pada kalimat di atas terdapat sapaan lain yaitu Kak, sapaan
Kak ini digunakan penyapa untuk menyapa mahasiswa
lain yang usianya lebih tua dari penyapa, tidak hanya itu sapaan Kak ini digunkan untuk menghormati tersapa yang memiliki usia yag berbeda.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan Kekerabatan
Data “Rahmat, Rian kenapa kemarin tidak ikut ke Tanjung
padahal sudah banyak ikan dibeli?” “Ku jemput tanteku di bandara”
KONTEKS SEORANG MAHASISWA MENANYAI MAHASISWA LAINNYA
Analisis Rahmat, Rian pada data di atas merupakan sapaan
mahasiswa yang usianya lebih tua dari tersapa maka penyapa dan antara penyapa dengan tersapa sudah akrab maka penyapa menggunaka sapaan nama diri.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan
Data “Permisi Mas, bisa bertanya, kalau ruangan IQ 9.3 di
mana?”.
“Iye. Dari sini lurus sampai di ujung lorong belok kiri!”. “Terimakasih Mas”.
KONTEKS SEORANG MAHASISWA BERTANYA KEPADAMAHASISWA LAINNYA
Analisis Mas pada konteks di atas merupakan sapaan yang
digunakan oleh mahasiswi yang ingin menanyakan sesuatu kepada orang yang belum dikenalnya. Sapaan Mas digunakan karena yang disapa adalah seorang laki-laki dan keduanya belum saling mengenal, tidak hanya itu karena penyapa tidak mengetahui apa lawan tuturnya ini lebih tua atau lebih muda maka sipenyapa menggunakan sapaan mas untuk menghormati.
No. Data
Sumber data Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar
Jenis Kata Sapaan
Data “dedeh berubanya mie Bos ku, makin makmur saja, traktir
dulu!”.
“Pesan mie, tapi bayar sendiri Sodara!”.
KONTEKS SEORANG MAHASISWA BERTANYA KEPADAMAHASISWA LAINNYA
Analisis Pada percakapan di atas dapat dilihat perbedaan status
sosisial mahasiswa pertama menyapa dengan sapaan Bos dengan harapan untuk mendapat traktiran dari temannya tersebut, sapaan Sodara pada kalimat di atas bertujuan untuk menghormati lawan tutur dan menolak permintaannya secara halus sapaan di atas dapat terjadi disebabkan kedekatan keduanya.
--•
.. . Jl. Sultan Alauddin Telp.(0411) 860 132 Makassar 90221
�
-�.
) "_.._...-:
,�.s
. ·-"
PERMOHONAN JUDUL SKRIPSI
Yang terhormat,. .
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unismuh Makassar Di-
Makassar
Assalamu Alaikum Wr. Wb
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama ·
No.
stambukJurusan
Jumlah SKS yang telah lulus
. Indeks prestasi saat ini
: ( OS-337 Q13
f4
: P&\O· � �):-=!
r��
,� �€Sl'A.
•
Dengan.ini mengajukanjudul skripsi untuk mendapatkan persetuiuanyaitu :
Alternatif l : Pl2051:;1 t-,lORFQfo1'-IG-M.llc.. DALAIVI r U.12.A"\ t::ABAR..
\.\A\2-1 tlN Pljf\� BA�
Altematif 2 NAil-NA uf'JG,� PA-N 1Af!-i ff::� Aft PAPA
ACAl2-A Ft-q-A. pANG-N Mf+.JY A.Mfr-AT 13A�
Atas terkabulnya permohonanini di ucapkan terima kasih.
Makassar, fA - o-t.. - 20(�
Yang bennohon
RIWAYAT HIDUP
AGUS ASHARI. Lahir di Pekkae, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru pada tanggal 17 Agustus 1995. Anak ke tiga dari lima bersaudara dari pasangan Bapak Kamiruddin Juhe dan Ibu Hasnah Suhe. Penulis mulai memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2002 di SD Inpres Pasar Baru dan tamat pada tahun 2008. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Tanete Rilau dan tamat pada tahun 2011, kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di SMK Negeri 2 Barru dan tamat pada tahun 2014. Pada tahun yang sama, penulis diterima di Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMP) pada program strata satu (S1) jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Adapun judul Skripsi penulis yaitu: “Pola Penyapaan dalam Interaksi Verbal Multilingual Studi Khusus Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar”.