BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.2. Saran
a. Perlu dilakukan uji toksisitas akut daun Annona muricata L menggunakan pelarut lain, seperti DMSO dan Tween 20.
b. Perlu dilakukan uji toksisitas kronik dari daun Annona muricata L.
c. Perlu dilakukan penelitian yang bertujuan melakukan isolasi senyawa yang memiliki potensi toksik dalam ekstrak metanol daun Annona muricata L. d. Perlu dilakukan perbandingan toksisitas antara senyawa isolat dari daun
Annona muricata L yang berpotensi sitotoksik dengan obat antikanker seperti methotrexate, siklosporin, doxorubicin, dan lainnya.
43
DAFTAR PUSTAKA
1. WHO. International Agency for Research on Cancer (IARC). Latest world cancer statistics. Global cancer burden rises to 14,1 million new cases in 2012: Marked increase in breast cancer must be addressed. France: IARC; 2013. 2. Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan Indonesia tahun 2013. Jakarta:
Kementerian Kesehatan RI; 2014.
3. Kementerian Kesehatan RI. Buletin jendela data dan informasi kesehatan penyakit tidak menular. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2012.
4. Wijaya M. Ekstraksi Annonaceous acetogenin dari daun sirsak, Annona muricata, sebagai senyawa bioaktif antikanker. [Skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia; 2012.
5. Agoes G. Teknologi bahan alam. Bandung: Penerbit ITB; 2007.
6. Giawa PN, Yuharmen, Teruna HY. Identifikasi dan uji toksisitas ekstrak n-heksan dari kulit biji tanaman sirsak (Annona muricata L). Pekanbaru: Universitas Riau; 2013.
7. Juliani R, Yuherman, Teruna HY. Identifikasi dan uji toksisitas ekstrak metanol dari daun tanaman sirsak (Annona muricata L). Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. 2014; 1 (1)
8. Siemuri EO, Akintunde JK, Bello IJ, Dairo KP. Assesment of cytotoxic effects of methanol extract of Calliandra portoricensis using brine shrimp
(Artemia salina) lethality bioassay. GJBB. 2012; 1 (2): 257-60.
9. Meyer BN, Ferrigni NR, Putnam JE, et al. Brine Shrimp: A convenient general bioassay for active plant constituent. Planta Medica. 1982; 45: 31-34. 10.Pisutthanan S, Plianbangchang P, Pisutthanan N, et al. Brine shrimp lethality
activity of thai medicinal plants in the family Meliaceae. Naresuan University Journal. 2014; 12(2): 13-8.
11.Dewoto HR. Pengembangan obat tradisional Indonesia menjadi fitofarmaka. Majalah Kedokteran Indonesia. Juli 2007; 57 (7): 205-11.
12.Departemen Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional. Pedoman pelaksanaan uji klinik obat tradisional. Jakarta: Departemen Kesehatan RI; 2000.
13.Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Peraturan kepala badan pengawas obat dan makanan nomor: HK.00.05.41.1384 tentang kriteria dan tata laksana obat tradisional, obat herbal terstandar dan fitofarmaka. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan; 2005.
14.Pramono S. Kontribusi bahan obat alam dalam mengatasi krisis bahan obat Indonesia. Jurnal Bahan Alam Indonesia. Januari 2002; 1 (2). 18-20.
15.Sunarjono HH. Seri agribisnis sirsak & sirkaya: Budi daya untuk menghasilkan buah prima. Bogor: Penebar Swadaya Wisma; 2005.
16.Putra AA. Pengaruh ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata) terhadap ekspresi gen caspase 3 pada kultur sel kanker serviks uteri HeLa. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung; 2012.
17.Suranto A. Dahsyatnya sirsak tumpas penyakit. Jakarta: Pustaka Bunda; 2011. 18.Wullur AC, Schaduw J, Wardhani ANK. Identifikasi alkaloid pada daun
sirsak (Annona muricata L.). Farmasi Poltekes Kemenkes Malang; 2013. 19.Raintree Tropical Plant Database. Graviola. [Internet]. 2005. [cited 2015 31
August]. Available from: http://rain-tree.com/graviola.htm.
20.Kojima N, Tanaka T. Medicinal chemistry of annonaceous acetogenins: design, synthesis, and biological evaluation of novel analogues. Molecules. 2009.
21.Alali FQ, Xiao XL, Mclaughin JL. Annonaceous acetogenins: Recent progress. J. Nat. Prod. American Chemical Society and American Society of Pharmacognosy; 1999.
22.Raintree Nutrition. Monograph Graviola Annona Muricata. Carson city. 2004. 23.Taylor L. Technical Data Report for Graviola Annona Muricata. Herbal secret
of the Rainforest. 2nd ed. 2002.
24.Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Parameter standar umum ekstrak tumbuhan obat. Jakarta: Departemen Kesehatan; 2000.
26.Staf Pengajar Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Kumpulan kuliah farmakologi. Ed. 2. Jakarta: EGC; 2009.
27.Kuete V. Medicinal plant research in Africa: Pharmacology and chemistry. USA: Elsevier; 2013.
28.Colegate SM, Molyneux RJ. Bioactive natural product: Detection, isolation, and structural determination. 2nd ed. Francis: CrC Press; 2008.
29.Lisdawati V, Wiryowigdagdo S, Kardono LB. Brine shrimp lethality test (BSLT) dari berbagai ekstrak daging buah dan kulit biji mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Bul. Penelitian Kesehatan. 2006; 34 (3).
30.Thomas G. Medical chemistry: An introduction. 2nd ed. England: John Wiley and Sons Ltd; 2007.
31.Carballo JL, et al. A comparison between two brine shrimp assays to detect in vitro cytotoxicity in marine natural products. BMC Biotechnology. 2002. 32.Dumitrascu M. Artemia salina. Balneo-Research Journal. 2011; 2(4):119-22. 33.Panjaitan RB. Uji toksisitas akut kulit batang pulasari (Alyxiae cortex) dengan
metode brine shrimp lethality test (BST). [Skripsi]. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma; 2011.
34.Ramdini RN. Uji toksisitas terhadap Artemia salina Leach dan toksisitas akut komponen bioaktif Pandanus conoideus var.conoideus Lam sebagai kandidat antikanker. [Skripsi]. Surakarta: Universitas Sebelas Maret; 2010.
35.Sorgeloos P, Remiche VDWC, Persoone G. The use of Artemia nauplii for toxicity tests-a critical analysis. Ecotoxicol Env Safety. 1978; 2: 249–55. 36.Solis PN, et al. A microwell cytotoxicity assay using Artemia salina (brine
shrimp). Planta Med. 1993 Jun; 59(3): 250-52.
37.Campbell HA, Reece JB. Biologi jilid I. Ed. 8. Jakarta: Penerbit Erlangga; 2010.
38.Barrett KE, Barman SE, Boitano S, Brooks HL. Ganong’s review of medical
physiology. 23th ed. USA: The McGraw-Hill Companies; 2010.
39.Gajardo GM, Beardmore JA. The brine shrimp Artemia: Adapted to clinical life conditions. Frontiers in Physiology. June 2012; (3): 1-8.
40.Hayden C. When nature goes public: the making and unmaking of bioprospecting in Mexico. Oxfordshire: Princeton University Press; 2003.
41.Fenton JJ. Toxicology: A case-oriented approach. Taylor and Francis; 2001.
42.Mayorga P, et al. Comparison of bioassays using the anostracan crustaceans
Artemia salina and Thamnocephalus platyurus for plant extract toxicity screening. Brazilian Journal of Pharmacognosy. Dec 2010; 20(6).
43.Kurniawan A. Aktivitas antioksidan dan potensi hayati dari kombinasi ekstrak empat jenis tanaman obat Indonesia. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor; 2011.
44.Geethaa S, Thavamany PJ, Chiew SP, Thong OM. Interference from ordinarily used solvents in the outcomes of Artemia salina lethality test. Journal of Advanced Pharmaceutical Technology and Research. 2013 Oct-Dec; 4(4): 179-82.
45.Sepadan A. Uji Toksisitas akut ekstrak etanol 96% biji buah alpukat (Persea americana Mill.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) [Skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2014.
46.Priyanto. Toksikologi: Mekanisme, terapi antidotum dan penilaian risiko. Depok: Lembaga Studi dan Konsultasi Farmakologi Indonesia; 2009.
47.Kurniawan H. Uji toksisitas akut ekstrak metanol daun kesum (Polygonum minus Huds) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT). [Skripsi]. Pontianak: Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tanjungpura; 2009.
48.Material Safety Data Sheet Methanol. [Internet]. 2006. [cited 2015 11 Sept]. Available from: http://kni.caltech.edu/facilities/msds/methanol.pdf.
49.Rahmawati N, Handayani D, Mulyanti N. Skrining aktivitas sitotoksik ekstrak dan fraksi beberapa jenis spons laut asal pulau Mandeh Sumatera Barat. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Pekanbaru. 2011.
50.Wulandari F. Uji toksisitas ekstrak metanol daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa [Scheff.] Boerl.) terhadap larva Artemia salina Leach dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT). [Skripsi]. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta; 2014.
47 LAMPIRAN
Lampiran 1
Perhitungan konsentrasi ekstrak metanol daun Annona muricata L dan nilai LC50
1. Larutan induk konsentrasi 2000 ppm
Konsentrasi = =
=
=
2000 μg/mL = 2000 ppm2. Kadar DMSO pada larutan induk Kadar DMSO =
=
= 2 % 3. Larutan konsentrasi uji
a. Konsentrasi 30 ppm M1.V1 = M2.V2 2000 μg/mL x V1 = 30 μg/mL x 6 mL V1 = V1
=
0,09 mL = 90 μLJadi diambil 90 μL dari larutan induk 2000 ppm + 5910 μL akuades, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
b. Konsentrasi 20 ppm M1.V1 = M2.V2 2000 μg/mL x V1 = 20 μg/mL x 6 mL V1 = V1
=
0,06 mL = 60 μL(lanjutan) Jadi diambil 60 μL dari larutan induk 2000 ppm + 5940 μL akuades,
kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi. c. Konsentrasi 10 ppm M1.V1 = M2.V2 2000 μg/mL x V1 = 10 μg/mL x 6 mL V1 = V1
=
0,03 mL = 30 μLJadi diambil 30 μL dari larutan induk 2000 ppm + 5970 μL akuades, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
d. Konsentrasi 5 ppm M1.V1 = M2.V2 2000 μg/mL x V1 = 5 μg/mL x 6 mL V1 = V1
=
0,015 mL = 15 μLJadi diambil 15 μL dari larutan induk 2000 ppm + 5815 μL akuades, kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
Larutan dengan konsentrasi dalam tabung reaksi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam well plate masing-masing 1 mL, sehingga konsentrasi larutan uji pada
well plate menjadi ½ kalinya karena penambahan air laut sebanyak 1 mL.
4. Perhitungan nilai LC50
a. Menggunakan cara manual
Nilai m(slope) digitung menggunakan rumus:
m = – = 3,0893 = – = – = = 3,0893
Nilai intersept (b) dihitung menggunakan rumus: b = = 3,080 = – – = – = = 3,080
Y = mX + b, dengan memasukkan nilai 5 sebagai Y karena nilai probit dari 50 % kematian larva Artemia salina L.
Y = 3,0893X + 3,080 5 = 3,0893X + 3,080 X = – = 0,6215 LC50 = Antilog X = Antilog 0,6215 = 4,183 ppm
b. Menggunakan aplikasi Microsoft Office Excel
Y = mX + b 5 = 3,097X + 3,073 X = – X = 0,622 LC50 = Antilog X = Antilog 0,622 = 4,187 ppm
Lampiran 2
Surat Keterangan Determinasi Tanaman
Lampiran 3
Alat dan Bahan Penelitian
Gambar 6.2. Daun Annona muricata L sebelum dikeringkan
Gambar 6.3. Serbuk simplisia daun
Annona muricata L sebanyak 572 gram
Gambar 6.4. Proses maserasi daun
Annona muricata L
Gambar 6.5. Penyaringan filtrat hasil maserasi
(lanjutan)
Gambar 6.6. Destilasi pelarut metanol Gambar 6.7. Hasil destilasi metanol
Gambar 6.8. Filtrat maserat yang telah disaring
Gambar 6.9. Evaporasi
(lanjutan)
Gambar 6.10. Ekstrak kental metanol daun Annona muricata L sebanyak 57 gram
Gambar 6.11. Larutan induk 2000 ppm dihomogenkan menggunakan
hot plate stirrer
Gambar 6.12. Penetasan larva Artemia salina Leach
Gambar 6.13. Konsentrasi ekstrak metanol daun Annona muricata L
Lampiran 4
Tabel Transformasi Persen-Probit
Lampiran 5 Riwayat Penulis
Nama : Nur Zaki Hanifah
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, Tanggal Lahir : Banyumas, 19 Maret 1993
Agama : Islam
Alamat : Tinggarjaya RT 01/RW 05, Jatilawang, Banyumas,
Jawa Tengah No hp : 085726562539 Email : [email protected] Riwayat pendidikan : 1. 1999-2005 : SD N 1 Tinggarjaya 2. 2005-2008 : SMP N 1 Jatilawang 3. 2008-2011 : SMA N Jatilawang