BAB VI PENUTUP
6.2 Saran
Saran yang dapat diberikan kepada perusahaan adalah dapat menerapkan strategi yang telah diprioritaskan guna mengurangi risiko yang mungkin timbul. Sedangkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambahkan perhitungan kerugian dengan aspek keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Quran
Aini, H., Syamsun, M., & Setiawan, A. (2014). Risiko Rantai Pasok Kakao Di Indonesia Dengan Metode Analytical Network Process Dan Failure Mode Analysis Terintegrasi.
Jurnal Manajemen dan Agribisnis.
Astutik, W. D., Santoso, P. B., & Sumantri, Y. (2015). Srategi Penanganan Risiko Pada Rantai Pasok Pupuk Organik. Jurnal Rekayasa Dan Manajemen Sistem Industri, 3, 558-567. Caesaron, D., & Tandianto. (2014). Penerapan Metode Six Sigma Dengan Pendekatan DMAIC
Proses Handling Painted Body BMW X3 (Studi Kasus: PT. Tjahja Sakti Motor). PASTI, 248-256.
Cash, R., & Wilkerson, T. (2003). GreenSCOR : Developing a Green SUpply Chain Analytical
Tool. LMI.
Christopher, M., & Peck, H. (2004). Building the Resilient supply chain. International Journal
Logistics Management.
Gaspersz, V. (2002). Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi Dengan ISO
9001:2000, MBNQA, Dan HACCP. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Hanafi, M. M. (2012). Manajemen Risiko. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Handayani, D. I. (2014). Risiko Rantai Pasok Minuman Sari Apel Dalam Prespektif Sistem Tracesbility. Jurnal Teknik Industri Undip.
Hanggraeni, D. (2010). Pengelolaan Risiko Usaha. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Hidayat, S., Marimin, Suryani, A., & Sukardi. (2012). Model Identifikasi Risiko dan Strategi Peningkatan Nilai Tambah pada Rantai Pasok Kelapa Sawit. Jurnal Teknik Industri, 89-96.
Indrajit, R. E., & Djokopranoto, R. (2006). Konsep Manajemen Supply Chain. Jakarta: PT Grasindo.
Kerzner, H. (2003). Project Management, A System Approach to Planning, Scheduling, and
Kristanto, B. R., & Hariastuti, N. L. (2014). Aplikasi Model House of Risk (HOR) Untuk Mitigasi Risiko Pada Supply Chain Bahan Baku Kulit . Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 149-157.
MAK, U. E. (2004). Instruksi Kerja Analisis Risiko Menggunakan Metode FMEA. Yogyakarta: PT MAK.
Maulidya, R. A., Suparno, & Baihaqi, I. (2013). Analisis Risiko Supply Side Pengadaan Bahan Baku Dalam Hubungan Supplier-Buyer Dengan Fuzzy-AHP.
Mirhedayatian, S. M., Azadi, M., & Farzipoor, S. R. (2014). A novel network data envelopment analysis model for evaluating green supply chain management. International Journal of
Production Economics, 544-554.
Mobley, W. H. (2000). Pergantian Karyawan: Sebab Akibat dan Pengendaliannya. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo.
Nanda, L., Hartanti, L. P., & Runtuk, J. K. (2014). Analisis Risiko Kualitas Produk daam Proses Produksi Miniatur Bis dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Pada Usaha Kecil Menengah Niki Kayoe. Gema Aktualita.
Ntabe, E. N., LeBel, L., Munson, A. D., & Santa-Eulalia, L. A. (2015). A systematic literature review of the supply chain operations reference (SCOR) model application with special attention to environmental issues. International Journal of Production Economics, 310-332.
Pujawan, I. N., & Geraldin, L. H. (2009). House of Risk: a model for proactive supply chain risk management. Business Process Management Journal, 953-967.
Pujawan, I. N., & Mahendrawati. (2010). Supply Chain Management. Guna Widya.
Punniyamoorthy, M., Thamaraiselvan, N., & Manikandan, L. (2013). Assessment of Suplly Chain Risk: Scale Development and Validation. Benchmarking: An Internation Journal, 79-105.
R.E. McDermott, J. M. (1996). The Basics of FMEA. New York: Productivity Press. Ramli, S. (2010). Ramli, Soehatman. Jakarta: Dian Rakyat.
Sharma, V. K., Chandna, P., & Bhardwaj, A. (2017). Green supply chain management related performance indicators indicators in agro industry: A review. Journal of Cleaner
Production, 1194-1208.
Siagian, Y. M. (n.d.). Aplikasi Supply Chain Dalam Dunia Bisnis. Grasindo.
Stamatis, D. H. (2003). Failure Mode and Effect Analysis FMEA: from Theory to Execution. :. Wisconsin: ASQC Quality Press.
Tampubolon, F., Bahaudin, A., & Ferdinant, P. F. (2013). Pengelolaan Risiko Supply Chain dengan Metode House of Risk. Jurnal Teknik Industri, 222-226.
Tummala, R., & Schoenherr, T. (2011). Assessing and Managing Risk Using The SUpply Chain Risk Management Process (SCRMP). Supply Chain Management: An International
Journal, 474-483.
Ulfah, M., Maarif, M. S., Sukardi, & Raharja, S. (2016). Analisis Dan Perbaikan Manajemen Risiko Rantai Pasok Gula Rafinasi Dengan Pendekatan HOR. Jurnal Teknologi Industri
Pertanian, 87-103.
Utami, N. F., & Suparno. (2014). Pendekatan Supply Chain Risk Management Pada Aktivitas Supply Chain PG Pesantren Baru. Digilib ITS.
Waters, D. (2007). Supply Chain Risk Management: Vulnerabilty and Resilience in Logistics. Kogan Page Publishers.
LAMPIRAN
A. Penilaian bobot Risk event
1. Kuesioner penilaian risiko pada plan dan source Departemen : Pembelian bahan olahan
Risk Event Severity Potential Impact
Peramalan permintaan yang tidak
tepat 5
Tidak dapat memenuhi permintaan buyer Perubahan produksi secara
mendadak 7
Tidak dapat produksi secara maksimal Perbedaan jumlah stok yang tercatat
dengan actual 7
Terjadi kesalahan jumlah pembelian maupun penjualan Negoisasi harga tidak mencapai
kesepakatan 6
Melakukan pengadaan ulang
Tidak ada penawaran dari supplier 5 Tidak ada bahan baku Keterlambatan kedatangan bahan
baku 9
Tidak produksi Produksi tertunda Ketidaksesuaian bahan baku yang
dipesan 9
Mengirim ulang bahan baku
Melakukan pengadaan ulang
Ketidaksesuaian jumlah yang
dipesan 8
Melakukan pengadaan ulang
Kerusakan bahan baku 9
Pengembalian bahan baku
2. Kuesioner penilaian risiko pada make
Departemen : Produksi, Laboratorium, Gudang
Risk Event Severity Potential Impact
Produk cacat 10 Kehilangan kepercayaan buyer
Produksi ulang
Produksi tertunda 10 Telat pengiriman ke buyer Kecelakaan pekerja 10 Kekurangan SDM
Tinggi biaya asuransi
Kegagalan mesin 9
Tidak produksi
Produksi tidak mencapai target Terlambat pengiriman ke buyer
Produksi tidak sesuai target 9 Tidak dapat memenuhi permintaan buyer Tidak dilakukan pengetesan
kualitas produk selama proses
4
Kualitas produk rendah
3. Kuesioner penilaian risiko pada delivery dan return Departemen : Distribusi
Risk Event Severity Potential Impact
Pengiriman ke buyer
telat 9
Kehilangan kepercayaan buyer Membayar finalti jika ada kontrak Kerusakan produk
selama pengiriman 7
Kehilangan kepercayaan buyer Pengiriman ulang produk Keterlambat dalam
komplain ke supplier 6
Masa berlaku komplain hangus Keterlambatan
pengembalian produk dari buyer
B. Hasil Focus Group Discussion 1 Ketua: Bapak Tarmizi
Anggota: - Peneliti
- Bapak Suryo (Departemen pembelian bahan olahan) - Bapak Edi (Departemen produksi)
- Bapak Nasir (Departemen Laboratorium) - Bapak Kim (Departemen Gudang) - Bapak Rahmat (Departemen Distribusi Pada hari : Jumat, 17 Februari 2017
Pukul : 09.05-10.15 Hasil :
1. Penilaian occurrence dari risk agent
2. Penilaian correlation antara Risk event dan Risk Agent
C. Focus Group Discussion 2 Ketua: Bapak Tarmizi Anggota:
- Peneliti
- Bapak Suryo (Departemen pembelian bahan olahan) - Bapak Edi (Departemen produksi)
- Bapak Nasir (Departemen Laboratorium) - Bapak Kim (Departemen Gudang) - Bapak Rahmat (Departemen Distribusi) Pada hari : Rabu, 1 Maret 2017
Pukul : 13.20-15.15 Hasil :
1. Merancang strategi penanganan
3. Pembobotan correlation antara strategi penanganan dengan risk agent 4. Perhitungan nilai Effectiviness to dificully (TED)