B. Keterbatasan
Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Adanya ketidaksesuain antara alokasi waktu yang sudah dibuat dalam
rencana pembelajaran dengan implementasi yang sebenarnya sehingga penerapan metode pembelajaran ini menjadi terkesan terburu-buru. 2. Adanya perbedaan persepsi dalam pelaksanaan tindakan karena
kurangya komunikasi yang efektif antara guru mitra dan peneliti dalam menjelaskan aturan dan langkah-langkah dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga pada waktu penerapan, guru dan siswa terlihat bingung.
3. Dalam penelitian, peneliti sudah melakukan pengamatan pada setiap kelompok namun pengamatan tersebut tidak secara mendetail dari awal hingga akhir proses pembelajaran.
4. Beberapa data siswa yang diperoleh oleh peneliti tidak berkesinambungan dari awal sampai akhir penelitian karena disebabkan beberapa siswa tersebut tidak masuk sekolah.
C. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa saran yang ditujukan pada pihak yang terkait dalam penelitian ini:
1. Pentingnya perencanaan dan penyusunan alokasi waktu secara efektif dan efisien dalam pembelajaran untuk menghindari penggunaan waktu yang berlebihan dan menggunakan waktu sesuai dengan kebutuhan sehingga bukan hanya sebagai rencana tetapi dalam implementasinya,
kegiatan pembelajaran yang diterapkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran Akuntansi untuk meningkatkan pemahaman juga dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
2. Perlu adanya komunikasi yang baik antara peneliti dengan guru mitra sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dan untuk menghindari adanya penyimpangan pelaksanaan tindakan dari rencana yang telah ditetapkan.
3. Pentingnya persiapan-persiapan secara matang dan maksimal berkaitan dengan media, perangkat , serta prosedur pembelajaran yang digunakan untuk menghindari kesalahan-kesalahan selama proses pembelajaran berlangsung.
4. Penelitian berikutnya dapat dilakukan pada subjek dan model pembelajaran yang berbeda.
96
DAFTAR PUSTAKA
………2007. Pedoman Penyusunan Tugas Akhir. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
Sanjaya, A. (2011). Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. [On-line]. Tersedia: http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/.html [26 Oktober 2011]
Sanjaya, A. (2011). Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD. [On-line]. Tersedia:http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/html [26 Oktober 2011]
Arikunto, S. 1995. Dasar Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S.,dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Daryanto, Haji. 2007. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Dikti. 2005. Tatalaksana Undand-undang 14. [On-line]. Tersedia:
http://dikti.go.id [30 Oktober 2011]
Hapsari, L.R. 2009. Peningkatan Pemahaman Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD Pada Mata
Pelajaran Akuntansi SMA. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1994 .Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Kauchak, D, et al. 2009. Methods For Teaching Metode-metode pengajaran Meningkatkan belajar siswa TK-SMA Edisi ke-8.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Rajawali Pers.
Kusumah, W. dan Dedi Dwitagama. 2009. Mengenal Penelitian Tidakan kelas. Jakarta: PT.Indeks.
S. Alam. 2006. Ekonomi Kelas XII. Jakarta : Esis.
Shvoong. (2010). Business management-pengertian akuntansi [On-line]. Tersedia:http://id.shvoong.com [30 Oktober 2011]
Slavin, R.E. 2008. Cooperative Learning, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media
Sudrajat, A. 2009. Peraturan Pemerintah No.74 Tahun 2008 Tentang
Guru. [On-line]. Tersedia:http://akhmadsudrajat.wordpress.com
[30 Oktober 2011]
Sugiyanto. 2009. Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka-FKIP UNS
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Surabaya :Masmedia Buana Pustaka Anggota ikapi
Lampiran 1
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN STAD
Hari/tanggal : Mata Pelajaran :
Kelas :
Tabel Aktivitas Guru Pada Siklus I
No Deskriptor Ya Tidak
1. Guru menjelaskan pembelajaran kooperatif tipe
STAD
2 Guru mengorganisasikan bahasan yang bersifat umum menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi dalam pembelajaran tipe STAD di kelas
3 Guru memberikan materi yang akan dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas
4 Guru ikut berperan dalam pembentukan kelompok
STAD
5 Guru memberikan dorongan motivasi kepada siswa agar terlibat aktif dalam diskusi kelompok 6 Guru memberikan pengarahan kepada siswa
dalam pengerjaan lembar kegiatan
7 Guru memotivasi siswa agar ada kerja sama yang baik antar individu di dalam kelompok diskusinya 8 Guru mengamati atau mengobservasi proses
pembelajaran dalam kegiatan diskusi kelompok 9 Guru berinteraksi dengan siswa, dan melibatkan
diri dalam kelompok serta menjawab pertanyaan yang diajukan siswa secara perorangan
10 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah dan mencari sumber informasi secara mandiri
11 Guru tidak berinteraksi dengan siswa, tidak menjelaskan cara kerja kelompok, tugas yang harus dikerjakan dan kerjasama di dalam kelompok
12 Guru membiarkan siswa membuat kegaduhan di dalam kelas dan berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain sehingga suasana kelas menjadi
tidak kondusif
13 Guru hanya berinteraksi dan memperhatikan kelompok tertentu saja yang mengalami kesulitan 14 Guru dan siswa sama-sama asyik dengan
pekerjaannya masing-masing sehingga suasana kelas menjadi kaku
15 Guru meninggalkan kelas disaat siswa bekerja di dalam kelompok sehingga tidak ada pengawasan 16 Guru tidak melakukan evaluasi hasil
pembelajaran
18 Guru memberikan penghargaan bagi kelompok yang memiliki skor terbaik
19 Guru melakukan evaluasi terhadap peningkatan hasil belajar melalui pretest dan post test
Yogyakarta, 8 September 2011
Guru Observer
Dra. Arina Rahayu Mimilia Sulastri
Lampiran 2
Instrumen Pengamatan Kelas Saat Penerapan STAD Hari/tanggal :
Mata Pelajaran :
Kelas :
No Deskriptor Ya Tidak
1 Kelas terdiri dari banyak siswa yang memiliki kemampuan belajar dan asal usul yang berbeda-beda 2 Ada sejumlah aturan yang harus ditaati oleh para siswa 3 Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan
4 Buku-buku dan fasilitas pembelajaran mudah ditemukan siswa di kelas (sekolah)
5 Kerja di dalam kelompok terhambat dikarenakan beberapa siswa yang tidak ikut terlibat (malas) serta membuat kegaduhan di dalam kelas
6 Beberapa siswa hanya mengandalkan siswa lain dalam kerja kelompok
7 Para siswa tampak antusias dengan kerja kelompoknya 8 Para siswa berperan aktif dalam aktivitas pembelajaran
tipe STAD
9 Banyak siswa yang bertanya kepada guru jika menghadapi kesulitan
10 Sebagian besar siswa telah memiliki sumber referensi yang digunakan
11 Siswa mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. 12 Tujuan pembelajaran di dalam kelas tidak dapat
dipahami dengan jelas
13 Kelas ini terdiri dari berbagai individu yang tidak mengenal satu sama lain dengan baik
14 Sebagian besar siswa menganggap materi yang diberikan sulit
15 Kelas dapat terorganisir dengan baik
16 Selama kegiatan pembelajaran berlangsung para siswa saling memberikan pendapat atau masukan bagi tercapainya tujuan yang diharapkan
Yogyakarta,8 September 2011
Guru Observer
Dra. Arina Rahayu Mimilia Sulastri
Lampiran 3
Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam Kelompok (Secara Umum)
Hari/tanggal : Mata Pelajaran :
Kelas :
No Deskriptor Ya Tidak
1 Seluruh perhatian diarahkan pada materi diskusi dalam kelompok
2 Saling bertukar pikiran dan pendapat 3 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas 4 Pertanyaan yang diajukan ada kaitannya
dengan pembelajaran
5 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud
dan tujuan pertanyaan
6 Menghargai saran dan pendapat teman lainnya
Yogyakarta, 8 September 2011
Guru Observer
Dra. Arina Rahayu Mimilia Sulastri
Lampiran 4
Instrumen Refleksi
Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode STAD
No Uraian Komentar
1 Penilaian guru terhadap komponen pembelajaran dan penggunaan model pembelajaran kooperatif yang diterapkan
2 Penilaian guru terhadap aktifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran kooperatif tipe STAD
3 Hambatan yang mungkin ditemui dalam menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD
4 Manfaat yang diperoleh dalam merencanakan dan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe STAD
5 Keberhasilan yang telah dicapai ketika diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe STAD tersebut 6 Hal-hal mana saja yang masih perlu
ditingkatkan dan diperbaiki dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD
7 Apakah siswa berminat mengikuti pembelajaran kooperatif tipe STAD
selanjutnya seperti yang diterapkan di dalam kelas?
Yogyakarta, 8 September 2011
Guru Observer
Dra. Arina rahayu Mimilia Sulastri
Lampiran 5
Instrumen Refleksi
Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran dan Metode STAD
No Uraian Komentar
1 Bagaimana pendapatmu terhadap metode pembelajaran kooperatif yang diterapkan? 2 Apakah kamu merasa santai atau rileks
dalam mengikuti proses pembelajaran dengan STAD?
3 Apakah kamu berminat mengikuti
pembelajaran dengan STAD, jika diterapkan kembali?
4 Apa yang membuat kamu senang ketika mengikuti proses pembelajaran dengan
STAD?
5 Apa yang membuat kamu tidak senang ketika mengikuti proses pembelajaran dengan STAD?
6 Apakah kamu merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru? 7 Hambatan apa yang kamu temui ketika
mengikuti proses pembelajaran dengan
STAD?
8 Pengalaman baru apa yang kamu rasakan selama mengikuti proses pembelajaran dengan STAD?
Yogyakarta, 8 September 2011
Guru Observer
Dra. Arina Rahayu Mimilia Sulastri
Lampiran 6
Pedoman Wawancara Terhadap Guru Mata Mitra
1. Metode apa yang sering ibu gunakan dalam pembelajaran di kelas? 2. Mengapa ibu menggunakan metode tersebut?
3. Apakah metode tersebut sudah cukup efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa di kelas? Mengapa?
4. Sejauh mana keberhasilan metode tersebut?
5. Kendala apa saja yang dihadapi, pada saat menerapkan metode tersebut? 6. Persoalan-persoalan apa saja yang biasanya muncul dalam materi ini?
Mengapa begitu?
7. Apa sebab-sebab munculnya persoalan tersebut? 8. Hal-hal apa saja yang sudah ibu lakukan? 9. Hal-hal apa saja yang belum ibu lakukan?
Lampiran 7
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMA BOPKRI 2 Mata Pelajaran : Akuntansi Kelas/Semester : XII/ 1
Standar Kompetensi :Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Kompetensi dasar :Mencatat transaksi / dokumen ke dalam jurnal khusus
Indikator
1. Menjelaskan definisi Jurnal khusus
2. Membedakan antara jurnal khusus dan jurnal umum
3. Membedakan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas
4. Mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pembelian dari perusahaan dagang
5. Mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pengeluaran kas dari perusahaan dagang
Alokasi Waktu : 3 X 45 menit (2 kali pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menjelaskan definisi Jurnal khusus
2. Siswa dapat membedakan antara jurnal khuusus dan jurnal umum
3. Siswa dapat membedakan fungsi jurnal pembelian dan jurnal pengeluaran kas
4. Siswa dapat mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pembelian dari perusahaan dagang
5. Siswa dapat mencatat transaksi keuangan ke dalam jurnal pengeluaran kas dari perusahaan dagang
B. Materi Pembelajaran 1. Pengertian jurnal khusus
Jurnal khusus adalah jurnal yang dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. Setiap terjadi transaksi, petugas pembukuan mengidentifikasikan jenis transaksi yang terjadi, dan mencatatnya ke dalam jurnal khusus. Jurnal khusus digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi secara berulang-ulang.
Berikut adalah perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus:
Jurnal Umum Jurnal Khusus
1. Bentuk
-Terdiri dari 2 lajur
2. Pemindahbukuan ke Buku Besar:
(posting):
-dilakukan setiap transaksi 3. Pencatatan
-semua jenis transaksi harus dicatat dan secara kronologis
4. Pelaku (Pencatat)
-dapat dilakukan oleh satu orang
5. Penggunaan Jurnal Umum -Hanya pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang kecil yang transaksinya sedikit.
1. Bentuk
-terdiri dari banyak lajur
2. Pemindahbukuan ke Buku Besar:
(Posting):
-dilakukan secara kolektif dan berkala
3. Pencatatan
-hanya mencatat transaksi-transaksi yang sejenis dan sering terjadi saja.
4. Pelaku (Pencatat)
-Dapat dilakukan oleh beberapa orang
5. Penggunaan Jurnal Umum -Hanya pada perusahaan besar dan perusahaan dagang besar yang transaksinya banyak.
2. Manfaat jurnal khusus
Pembagian pekerjaan dapat dilakukan dengan baik karena terdapat beberapa jurnal sesuai jenis transaksinya.
b. Memudahkan posting ke akun buku besar
Jurnal khusus dapat dipindahkan ke akun buku besar secara berkala sehingga tidak perlu setiap terjadi transaksi langsung di posting ke buku besar.
c. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik
Pengendalian internal akan lebih baik apabila hanya satu orang petugas yang menangani satu atau dua jurnal khusus.
d. Menghemat biaya
Menggunakan jurnal khusus memungkinkan penghematan biaya karena dapat menghemat kertas dan biaya karena dalam jurnal khusus posting dapat dilakukan satu kali saja.
3. Pengelompokkan transaksi ke dalam jurnal khusus
Pengelompokkan transaksi yang dicatat dalam jurnal khusus adalah sebagai berikut:
a. Pembelian barang dagang dan barang lainnya secara kredit dicatat pada satu jurnal khusus, yaitu jurnal pembelian. Perlu diketahui, jurnal pembelian itu hanya untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit maka analisis transaksi tersebut adalah pembelian di sebelah debet, sedangkan utang usaha di sebelah kredit.
(Nama Perusahaan) Jurnal Pembelian Halaman…… Tangga l (1) No. Faktur (2) Nama Kreditur/ Alamat (3) Syarat Pembayan (4) Ref (5) Debet Kredit Pembelia n (6) Serba-serbi Rek (7) Ref (8) Jmlh (9) Utang Dagang (10) Keterangan:
(1) Kolom 1 disi dengan tanggal transaksi yang tertera dalam faktur, (2) Kolom 2 diisi dengan nomor faktur,
(3) Kolom 3 diisi dengan siapa yang menjual dan dimana alamat penjualnya,
(4)Kolom 4 diisi dengan bagaimana syarat pembayaran yang diberikan oleh penjual,
(5) Kolom 5 diisi dengan tanda cek (V) untuk pengecekan apakah jumlahnya telah sesuai dengan perhitungan di buku lain (buku besar pembantu, jika belum dicocokkan maka Anda kosongkan saja (6) Kolom 6 diisi dengan harga beli barang dagang saja yang tertera
dalam faktur,
(7) Kolom 7 diisi dengan nama akun barang/jasa selain barang dagang,
(8) Kolom 8 diisi dengan nomor kode akun,
(9) Kolom 9 diisi dengan jumlah harga beli barang/jasa selain barang dagang yang tertera dalam faktur,
(10)Kolom 10 diisi dengan harga barang dagang/bukan barang dagang yang dibeli sesuai dengan yang tercantum dalam faktur
b. Pengeluaran uang untuk keperluan berbagai kegiatan perusahaan dicatat pada satu jurnal khusus, yaitu jurnal pengeluaran kas. Transaksi yang dicatat pada jurnal pengeluaran kas serta analisanya antara lain:
(1) Pembelian barang dagang secara tunai, dapat dianalisis menjadi: a. Debet : pembelian
b. kredit : kas
(2) Pembayaran utang dagang dapat dilakukan dengan 2 cara: a. jika tanpa potongan pembelian, analisisnya menjadi:
1) debet : utang usaha 2) kredit : kas.
b. Jika ada potongan pembelian, analisisnya menjadi: 1) Debet : utang usaha
2) kredit : kas
3) kredit : potongan pembelian Bentuk lengkap jurnal pengeluaran kas:
(Nama Perusahaan) Jurnal Pengeluaran kas
Halaman…… Tanggal (1) No. Faktur (2) Ket. (3) Ref (4) Debet Kredit Pemb. (5) Utang Dagang (6) Serba-serbi Kas (10 a) Pot.Pemb (10 b) Per kiraan (7) Ref (8) Jmlh (9) Keterangan:
(1) Tempat mencatat tanggal dari transaksi
(2) Tempat mencatat nama diri atau nama perusahaan tempat membeli, akun ini dicatat didebet jika nama itu ada di buku besar pembantu
(3) Diisi tanda (V) setelah akun buku besar pembantu dicatat pada akun yang bersangkutan
(4) Tempat mencatat jumlah utang
(5) Tempat mencatat jumlah untuk akun pembelian
(6) Diisi setelah kolom 7 dicatat pada akun buku besar yang bersangkutan
(7) Mencatat nama akun kolom serba serbi (8) Mencatat jumlah untuk akun nomor 7 (9) Mencatat jumlah uang yang dibayar
(10)Mencatat jumlah potongan pembelian, yaitu selisih nilai nominal utang dengan jumlah yang dibayar melalui kas (10 a dan 10 b) C. Metode Pembelajaran
2. Tanya Jawab 3. Diskusi 4. Penugasan
5. Cooperatif Learning Tipe STAD
D. Langkah-langkah pembelajaran Pertemuan pertama
No. Kegiatan Alokasi
waktu Metode 1.
2.
3.
Pendahuluan
a. Guru memeriksa kesiapan kelas dan siswa b. Guru mengucapkan salam pembuka
c. Guru menyampikan indikator dan pokok persoalan yang akan dibahas
d. Guru bersama siswa melakukan apersepsi Kegiatan Inti
a. Guru menjelaskan materi tentang jurnal khusus pembelian dan pengeluaran kas b. Guru membagi siswa dalam kelompok
beranggotakan 4-5 orang
c. Membagikan Lembar Kerja Siswa (LKS) d. Memberikan petunjuk pengerjaan LKS
serta metode pembelajaran yang digunakan (STAD)
i. Siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang
ii. Siswa bekerja bersama-sama dalam kelompok menemukan pemecahan suatu permasalahan nantinya akan dilakukan kuis secara individu
e. Guru meminta siswa untuk mengerjakan LKS sesuai dengan prosedur yang telah diberikan
f. Guru membahas soal yang dikerjakan dalam kelompok
g. Guru memberikan kuis kepada siswa Penutup
a. Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan mengenai materi yang dibahas
b. Guru memberi pertanyaan tentang materi yang dibahas untuk mengetahui
1’ 1’ 1’ 3’ 10’ 5’ 3’ 5’ 15’ 10’ 25 5’ 2’ Ceramah Ceramah Ceramah Tanya jawab STAD STAD STAD STAD STAD STAD Tanya jawab Ceramah
ketercapaian indikator
c. Guru bersama-sama siswa merefleksikan makna pembelajaran materi
d. Guru mengucapkan salam penutup dan terima kasih kepada siswa.
2’ 2’ Diskusi Ceramah Pertemuan kedua
No. Kegiatan Alokasi
Waktu Metode 1.
2.
3.
Pendahuluan
a. Guru memeriksa kesiapan kelas dan siswa b. Guru mengucapkan salam pembuka c. Guru bersama siswa melakukan apersepsi Kegiatan Inti
a. Memberikan petunjuk pelaksanaan tes b. Guru membagikan soal kepada peserta tes c. Tes, soal berisi essay
Penutup
a. Guru mengumpulkan hasil tes
b. Guru memberikan arahan dan motivasi kepada siswa
c. Guru mengucapkan salam penutup dan terima kasih kepada siswa.
1’ 1’ 3’ 4’ 2’ 30’ 2’ 1’ 1’ Ceramah Ceramah Ceramah Ceramah STAD Ceramah Ceramah Ceramah
E. Sumber Bahan dan Media 1. Pegangan guru
Alam, S. 2007. Ekonomi untuk SMA KELAS XII. Jakarta : ESIS 2. Pegangan Siswa
Alam, S. 2007. Ekonomi untuk SMA KELAS XII. Jakarta : ESIS F. Evaluasi
Jenis tagihan : Kuis Teknik : Tertulis Soal :
1. Jelaskan Definisi Jurnal khusus!
2. Jelaskan perbedaan antara jurnal khusus dan jurnal umum!
3. Jelaskan perbedaan fungsi antara jurnal pembelian, jurnal pengeluaran kas, jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas! 4. Berikut ini beberapa transaksi yang berhubungan dengan pembelian yang terjadi pada UD. Pandan Sari selama bulan Juni
2001:
Juni 2 :Dibeli barang dagang dari toko Lili, Jakarta seharga Rp. 500.000,- dengan syarat 2/10, n/30, nomor faktur 01. 3 :Dibeli satu set perlengkapan kantor dari Toko Gramedia, Jakarta seharga Rp. 100.000,- dengan syarat n/60,
nomor faktur 02
5 :Dibeli barang-barang dari Toko Anugrah, Semarang seharga Rp. 1.000.000,- dengan syarat (OM, nomor faktur 03
8 :Dibeli barang dagang dari Toko Anggrek, Kediri seharga Rp. 2.000.000,- dengan menyerahkan cek nomor 13008.
19 :Dibeli peralatan toko dari Toko Adi, Bogor seharga Rp. 200.000,- dengan syarat 2/10, n/60,nomor faktur 04 Diminta Catatlah transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal pembelian dengan format 3 (form terlengkap)
5. Berikut ini Anda dihadapkan oleh beberapa transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran Kas yang terjadi pada UD. Sabar, Jakarta selama bulan Juli 2010.
Juli 2010 2 :Dibeli barang dagang kepada Toko Sahabat, Semarang seharga Rp. 500.000,- secara tunai BKK. 03 8 :Dibayar sewa ruangan untuk 1 tahun sebesar Rp. 2.400.000,- BKK. No.5
11 :Dibeli kendaraan dari PD. Abimanyu untuk usaha secara tunai seharga Rp. 20.000.000,- BKK. 06 15 :dibayar utang kepada PD Abimanyu faktur tanggal 5/1 menurut faktur Rp. 1.000.000,- potongan Rp. 20.000,- BKK No.7
17 :Dibeli barang dagang secara tunai seharga Rp. 700.000,- BKK No.8 Diminta :
Coba Anda catat transaksi-transaksi tersebut kedalam jurnal pengeluaran kas menurut format 5
6. Cobalah Anda catat transaksi-transaksi berikut ini ke dalam jurnal penjualan yang terjadi pada UD. Mulya, Semarang selama bulan Juli 2000:
Juli 3 :Dijual barang dagang kepada Toko Surya, Jakarta seharga Rp. 3.000.000,-dengan syarat 2/10, n/30 (faktur 002).
5 :Dijual barang dagang kepada Toko Gaya Baru, Cirebon seharga Rp. 2.000.000,- dengan syarat 3/10,
n/30 (faktur 003)
9 :Dijual peralatan toko kepada UD Jaya seharga Rp. 4.000.000,- dengan syarat (OM (faktur 005) 10 :dijual barang dagang kepada Toko Surya, Jakarta seharga Rp. 2.000.000,- dengan syarat 2/10, n/30
(faktur 006)
11 :Dijual barang dagang tunai dengan menyerahkan cek no.12009 seharga Rp. 3.000.000,- 13 :Dijual barang dagang kepada Toko Sabar Jakarta sebesar Rp. 500.000,- dengan syarat (OM. Diminta :Catatlah transaksi-transaksi itu ke dalam jurnal penjualan (Sales Journal)
7. Coba catat transaksi-transaksi dari UD Sejahtera ke dalam jurnal penerimaan Kas. Transaksi penerimaan uang di UD. Sejahtera selama bulan Januari 1996 sebagai berikut:
Januari 6 :Dijual dengan tunai barang dagang kepada Toko Sari sebesar Rp. 300.000,- (BKM 01)
13 :Diterima pelunasan piutang dari Toko Jaya sebesar Rp. 600.000,- dengan memberikan potongan sebesar Rp. 20.000,- (BKM 02).
20 :Diterima bunga dari Bank BCA sebesar Rp. 50.000,- 23 :Diterima pelunasan piutang dari Toko Mawar Rp. 700.000,-
25 :Diterima cek BBD No. 90470 dari Toko Melati sebagai pelunasan piutanga barang dagang Rp. 800.000,-
27 :Diterima pendapatan atas sebagian ruangan yang disewakan untuk bulan ini sebesar Rp. 75.000,- Diminta :
Catatlah transaksi-transaksi di atas ke dalam jurnal penerimaan kas. Jawaban:
1. Jurnal khusus adalah jurnal yang dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. 2. Perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus adalah sebagai berikut:
Jurnal Umum Jurnal Khusus
a. Bentuk -Terdiri dari 2 lajur
b. Pemindahbukuan ke Buku Besar:
(posting):
-dilakukan setiap transaksi
a. Bentuk
erdiri dari banyak lajur
b. Pemindahbukuan ke Buku Besar: osting):
c. Pencatatan
-semua jenis transaksi harus dicatat dan secara kronologis
d. Pelaku (Pencatat)
-dapat dilakukan oleh satu orang e. Penggunaan Jurnal Umum -Hanya pada perusahaan jasa dan
perusahaan dagang kecil yang transaksinya sedikit.
c. Pencatatan
anya mencatat transaksi-transaksi yang sejenis dan sering terjadi saja.
d. Pelaku (Pencatat)
Dapat dilakukan oleh beberapa orang e. Penggunaan Jurnal Umum
Hanya pada perusahaan besar dan perusahaan dagang besar yang transaksinya banyak.
3. Empat macam jurnal khusus dan masing-masing fungsinya adalah sebagai berikut: a. jurnal pembelian untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit perusahaan,
b. jurnal pengeluaran kas untuk mencatat transaksi pengeluaran uang untuk keperluan berbagai kegiatan perusahaan, c. Jurnal penjualan untuk mencatat transaksi penjualan barang dagang secara kredit,
d. Jurnal penerimaan kas untuk mencatat transaksi penerimaan uang tunai perusahaan,
4. Jurnal pembelian
UD. Pandan sari Jurnal pembelian (format 3)
Halaman : 1 Tanggal No. Faktur Nama Kreditur/ Alamat Syarat pe Ref Pembelian Debet Kredit Serba-serbi Utang Usaha
m ba ya ra n
Rekening ref Jumlah
20 Jul 2 3 5 19 01 02 03 04
Toko Lili, Jakarta Toko Gramedia
Jakarta Toko anugrah,
semarang Toko adi, Bogor
2/10, n/30 n/60 EOM 2/10, n/60 Rp 500.000,- Rp 1.000.000,-- Perlengka p a n T o k o Peralatan T o k o 112 113 Rp 100.000,- Rp200.00,- Rp 500.000,- Rp 100.000,- Rp 1.00 0,00 0,- Rp 200.000,- Rp 1.500.000,- Rp 300.000,- Rp 1.80 0.00 0,- (511) (211)
5. Jurnal Pengeluaran Kas
UD Sabar
Jurnal pengeluaran Kas
Halaman :1
Tanggal No.
Faktur Keterangan Ref
Debet Kredit
Pembelian Utang dagang Serba-serbi Kas Potonga
n pembeli
a n Perkiraan Ref Jumlah
2000 Juli 2 8 11 15 17 BKK03 BKK05 BKK06 BKK07 BKK08 Pembelian Tunai PD. Abimanyu Pembelian tunai Rp 500.000.- Rp 700.000,- Rp 1.000.00,- Sewa dibayar dim uka Kendaraan 112 121 Rp 2.400.000,- Rp 20.000.000,- Rp 500.000,- Rp 2.40 0.00 0,- Rp 20.0 00.0 00,- Rp 980.000,- Rp 700.000,-