• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. PENUTUP

B. Saran

Informasi padi varietas Rojolele masih harus terus digali, sehingga terkumpul data yang lengkap dan pemanfatannya lebih maksimal. Oleh karena itu penelitian padi varietas Rojolele perlu ditindaklanjuti, antara lain:

1. Variasi pola pita isozim merupakan awal untuk mengetahui terjadinya variasi genetik padi varietas Rojolele. Oleh karena itu

perlu ditindaklanjuti penelitian dengan memanfaatkan data DNA, kromosom.

2. Penelitian tentang hubungan antara keragaman padi varietas Rojolele dengan ketahanan terhadap hama dan penyakit, penanganan pasca panen serta kualitas berasnya perlu ditindaklanjuti sehingga melengkapi informasi tentang padi varietas Rojolele sebagai dasar dalam pengelolaannya.

DAFTAR PUSTAKA

Arora, R. 2003. Encyclopaedia of Research Methodology in Biological Sciences: Research Methodology. Anmol Publications PVT. LTD. New Delhi.

Cahyarini, R.D. 2004. Identifikasi Keragaman Genetik Beberapa Varietas Lokal Kedelai Di Jawa Berdasarkan Analisis Isozim. Tesis. Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Chaturvedi, M. and K. Datta. 2000. Studies in the pollen morphology of

Cajamus cajan (L.) Millsp. And its wild ally Atylosia W. & A. Aust. J. Bot.48: 507-510.

Chen, J., Geng R., Xiang-Dong L., J. Staub, and M.M. Jahn. 2006. Inheritance of aspatate aminotransferase (AAT) in Cucumis

species as revealed by interspecific hybridization. Can. J. Bot. 84: 1503-1507.

Cramer, C.S., and M.J. Havey. 1999. Morphological, biochemical, and molecular markers in onion. Hort Science34(4): 589-593.

Degani, C. dan A. Blumenfeld. 1986. The Use of Isozyme Analysis for Differentiation Between Loquat Cultivars. Hort. Sci. 21(6) : 1457 – 1458.

Departemen Pertanian. 1981. Gema Penyuluhan Pertanian: Bercocok Tanam Padi. Direktorat Jendral Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta.

______. 2003. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 126/KPTS/Tp.240/2/2003 tentang Pelepasan Galur Padi Sawah Lokal Rojolele Sebagai Varietas Unggul dengan Nama Rojolele.

Jakarta.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. 2005. Data Statistik Pertanian dalam Angka dan Grafik Kabupaten Klaten Tahun 2005. Klaten.

Erdtman, G. 1943. An Introduction to Pollen Analysis. The Ronald Press Company. New York.

_______, G. 1952. Pollen Morphology and Plant Taxonomy Angiosperms (An Introduction to Polynology I). Almquist and Wiksell. The Chronica Co. New York.

Finkelstein, S.A. 2003. Identifying pollen grains of Typha latifolia, Typha angustifolia, and Typha xglauca. Can. J. Bot.81(9): 985-990.

Hadiati, S., H.K. Murdaningsih, A. Baihaki, dan N. Rostini. 2002. Variasi pola pita dan hubungan kekerabatan nanas berdasarkan analisis isozim. Zuriat13(2): 65-72.

Hadiati, S. 2003. Pendugaan jarak genetik dan hubungan kekerabatan nanas berdasarkan analisis isozim. J. Hort. 13(2): 87-94.

Hames, B.D. and D. Rickwood. 1990. Gel Electrophoresis of Protein: a Practical Approach. Oxford University Press. New York.

Hartini, R., D.P. Priadi, A. Wijaya, dan Salni. 2005. Identifikasi genotipe tanaman gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) berdasarkan karakter morfologi tanaman dan kandungan katekin. Tanaman Tropika8(2): 63-74.

Hidayat, E.B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB. Bandung.

Huaman, Z., R. Oetiz, D. Zhang dan F. Rodrguez. 2000. Isozyme analysis of entire and core collection of Solanum tuberosum subsp.

andigena potato cultivars. Crop Sci.40: 273 – 276.

Ishak. 2000. Identifikasi keragaman genetic antara Pelita I/1 dan Rojolele menggunakan markah RAPD. Berita Biologi5(1): 21-26.

Iskandar, D.T., Tjan K.N. dan A. Sosyandi. 1992. Genetic diversity of six rice cultivars revealed by enzyme electrophoresis. Zuriat3(1): 2-6. Ito, H., N. Hiraoka, A.Ohbayashi and Y. Ohashi. 1991. Purification and

characterization of rice peroxidases. Agric. Biol. Chem. 55(10): 2445–2454.

Jaaska, V. 2005. Isozyme variation and phylogenetic relationship in Vicia

subgenus Cracca (Fabaceae). Annals of Botany96: 1085-1096. Karcicio, M. and A. Izbirak. 2003. Isozyme variations in some Aegilops L.

and Triticum L. species collected from Central Anatolia. Turk. J. Bot.27: 433-440.

Koch, M. and K.G. Bernhardt. 2004. Comparative biogeography of the cytotypes of annual Microthlaspi perfoliatum (Brassicaceae) in Europe using isozymes and cpDNA data : refigia, diversity centers, and postglacial colonization. Amirican Journal of Botany 91(1): 115-124.

Lestari, A.A. 2005. Kajian Taksonomi Tribus Alpineae Berdasarkan Sifat Morfologi Serbuk Sari dan Pola Pita Isozim. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Lu, B.R. 1999. Taxonomy of the genus Oryza (Poaceae): historical perspective and current status. Mini review. IRRN24(3): 4-8.

Mansyah, E., M.J. Anwarudinsyah, L. Sadwiyanti, dan A. Susiloadi. 1999. Variabilitas genetik tanaman manggis melalui analisis dan kaitannya dengan variabilitas fenotipik. Zuriat10(1): 1-9.

Mudjisihono, R., T. Santoso dan R. Hendrata. 2001. Laporan Hasil Pengkajian Uji Varietas Rojolele Kabupaten Klaten. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Yogyakarta.

______. 2002. Laporan Hasil Pengkajian Uji Varietas Rojolele Kabupaten Klaten. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Yogyakarta.

Novianto, H.F., A.H. Susanto, dan D. Bhagawati. 2005. Interpretasi genetik pola pita isozim pada bekicot Achatina variegata di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Jurnal Biologi IX(1): 39-43. Purwanto, E., E. Yuniastuti, dan D. Waluyo. 2002. Keragaman plasma

nutfah jeruk besar (Citrus maxima Merr.) berdasarkan karakter morfologi. Agrosains4(1): 7-12.

Purwanto, E., Sukaya, dan P. Merdekawati. 2002. Studi keragaman plasma nutfah jeruk besar di Magetan Jawa Timur berdasar penanda isozim. Agrosains4(2): 50-55.

Ritland, K., L.D. Meagher, D.G.W. Edwards, and Y.A. El-Kassaby. 2005. Isozyme variation and the conservation genetics of Garry oak. Can. J. Bot.83: 1478-1487.

Rothe. 1994. Electrophoresis of Enzim: Laboratory Methods. Springer Verlag. Berlin.

Santoso, S. 2004. SPSS v. 10.0. Mengolah Data Statistik Secara Profesional. Alex Media Komputindo. Jakarta.

Salemba Infotek. 2003. Pengolahan Data Statistik dengan SPSS 11.5. Jakarta.

Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Soemartono. 1998. Upaya Penyelamatan Varietas Padi Lokal dengan Pemuliaan Tanaman Serta Teknology Konservasi dan Penyimpanannya dalam F. Wahono, A.B. Widyanta dan T.O. Kusumajati (ed). Pangan, Kearifan Lokal & Keanekaragaman Hayati. Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas. Yogyakarta. hal. 169-181

Sudiarto dan D. Sukmadjaja. 2001. Variasi Morfologi dan Isoenzim pada Tanaman Garut (Marantha arundinacea). Plasma Nutfah 7(1) : 1 – 7.

Sugiarta, E. dan U. Murdiyatmo. 1992. Stabilitas Isoenzim Peroksidase untuk Identifikasi Varietas Tebu Saccharum species. Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi. Bogor. Hal 118-125.

Suranto. 1991. Studies of Population Variation in Species of Ranunculus.

Thesis Department of Plat Science-University of Tasmania. Hobart. ______. 2000. Electrophoresis studies of Ranunculus triplodontus

populations. Biodiversitas1(1): 1-7.

______. 2001. Study on Ranunculus population: isozymic pattern.

Biodiversitas 2(1): 85 – 91.

______. 2001. Pengaruh lingkungan terhadap bentuk morfologi tumbuhan. Enviro1(2): 37-40.

______. 2002. The early application of electrophoresis of protein in higher plant taxonomy.Biodiversitas 3(2): 257 – 262.

Tjitrosoepomo, G. 1988. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Touti, D. 1988. Molecular genetic of SOD free radical. Biol. Med. 5: 343 – 405.

Uji, T. 2005. Studi taksonomi Micromelum Blume (Rutaceae) di Indonesia. Biodiversitas6(2): 100-102.

Vihara, T. 2005. Keragaman Genetika Duku (Lansium domesticum Coor) di Jawa Tengah Berdasarkan Penanda Morfologi da Isoenzim.

Tesis. Program Pascasarjana. Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Weier, T.E., C.R. Stocking, M.G. Barbour and T.L. Rost. 1982. Botany : an Itroduction to Plant Biology. Sixth Edition. John Wiley and Sons Inc. New York.

Wijaya, A., Pediar, dan D.P. Priadi. 2005. Keragaman genetik dan karakteristik beberapa genotipe tomat ranti (Lycopersicon pimpinellifolium Mill.) dataran rendah. Tanaman Tropika 8(2): 53-62.

Winarno, E.K., Aryanti, Yulidar, Firdaus, dan Moch. Ismachin. 1993. Identifikasi genetic melalui elektroforesis isoenzim fosfatase asam dari tanaman padi M2 kultivar Nani-Sukro. Zuriat4(2): 120-125. Worede, M. 2001. Membangun sebuah sistem komunitas bank benih

dalam F. Wahono, A.B. Widyanta dan T.O. Kusumajati (ed).

Pangan, Kearifan Lokal & Keanekaragaman Hayati. Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas. Yogyakarta. hal. 219-234

Yoshida. S. 1981. Fundamental of Rice Crop Science. International Rice Research Institute. Philippines.

Lampiran 1. Berbagai bentuk serbuk sari pada tumbuhan monokotil (1-3) dan dikotil (4-6)

Lampiran 2. Warna dan alur permukaan biji padi varietas Rojolele yang diuji

Lampiran 3. Tanaman padi varietas Rojolele

Padi varietas Rojolele berasal dari desa Kadilajo

Lampiran 4. Pengambilan serbuk sari bunga padi varietas Rojolele

Pengambilan malai padi

Bunga padi diperbesar 40x

Serbuk sari dimasukkan kedalam effendorf 1,5 ml yang telah berisi larutan FAA

Lampiran 5. Morfologi serbuk sari padi varietas Rojolele

Gledeg Kadilajo

Karangan Mrisen

Lampiran 6. Pola pita isozim Peroksidase

Keterangan: Gl. Gledeg; Kd. Kadilajo; Kr. Karangan; Mr. Mrisen; Tj. Taji; Tr. Trasan

Lampiran 7. Pola pita isozim Esterase

Keterangan: Gl. Gledeg; Kd. Kadilajo; Kr. Karangan; Mr. Mrisen; Tj. Taji; Tr. Trasan

Lampiran 10. Daftar Pengelompokan

1 AVERAGE LINKAGE (BETWEEN GROUPS) PANJANG BULU PADI VARIETAS ROJOLELE

Daftar pengelompokan

Tahap Kombinasi kluster Koefisien Kluster 1 Klster 2 1 4 6 20,505 2 2 4 54,192 3 3 5 107,155 4 1 3 154,650 5 1 2 4.506,754

2 AVERAGE LINKAGE (BETWEEN GROUPS) BENTU BIJI PADI VARIETAS ROJOLELE

Daftar pengelompokan

Tahap Kombinasi kluster Koefisien Kluster 1 Klster 2 1 4 6 0,036 2 3 4 0,051 3 3 5 0,088 4 1 3 0,210 5 1 2 1,233

3 AVERAGE LINKAGE (BETWEEN GROUPS) INDEKS P/E SERBUK SARI PADI VARIETAS ROJOLELE

Daftar pengelompokan

Tahap Kombinasi kluster Koefisien Kluster 1 Klster 2 1 2 5 0,061 2 4 6 0,063 3 2 4 0,089 4 1 2 0,141 5 1 3 0,173

4 AVERAGE LINKAGE (BETWEEN GROUPS) ISOZIM PEROKSIDASE PADI VARIETAS ROJOLELE

Daftar pengelompokan

Tahap Kombinasi kluster Koefisien Kluster 1 Klster 2 1 4 6 0,000 2 3 5 0,000 3 2 4 0,000 4 1 3 0,000 5 1 2 1,000 5

AVERAGE LINKAGE (BETWEEN GROUPS) ISOZIM ESTERASE

PADI VARIETAS ROJOLELE Daftar pengelompokan

Tahap Kombinasi kluster Koefisien Kluster 1 Klster 2 1 2 6 0,000 2 3 5 0,000 3 4 2 0,000 4 1 3 0,000 5 1 2 1,000

Dokumen terkait